ETIL ASETAT - AMI.docx

  • Published on
    17-Jan-2016

  • View
    30

  • Download
    14

Embed Size (px)

Transcript

Laporan Praktikum

LAPORAN PRAKTIKUM PTK IIIKIMIA ORGANIKETIL ASETAT DARI ALKOHOL DAN ASAM CUKA

DISUSUN OLEHKIDUNG WULAN UTAMI(1513008)

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK STMIJalan Letjen Soeprapto No. 26 Cempaka Putih-Jakarta Utara 10510Telp. (021) 42886064 Fax. (021) 42888206

ETIL ASETATDARI ALKOHOL DAN ASAM CUKA

I. JUDUL PERCOBAAN :ETIL ASETAT DARI ALKOHOL DAN ASAM CUKA

II. PRINSIP PERCOBAANEsterfikasi adalah reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester dengan menggunakan katalis asam.

III. MAKSUD DAN TUJUAN Untuk mengetahui pembuatan Etil asetat dari alkohol dan asam cuka Untuk memurnikan Etil asetat dengan cara distilasi Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Etil asetat Untuk mengetahui refraksi dari Etil asetat praktis

IV. REAKSIC2H5OH + CH3COOH CH3COOC2H5 + H2O

V. LANDASAN TEORISenyawa organic secara umum digolongkan sebagai senyawa hidrokarbon aromatis. Senyawa hidrokarbon aromatis adalah senyawa hidrokarbon dengan rantai atom karbon tertutup (siklis). Senyawa hidrokarbon aromatis digolongkan menjadi senyawa aromatis hidrokarbon dan senyawa aromatis heterosiklis. Senyawa romatik hidrokarbon misalnya senyawa benzene dengan turunannya. Sedangkan senyawa aromatis heterosiklis misalnya pirimidin, furan dan pirol.

Esterifikasi yaitu reaksi pembuatan ester dimana alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. Ester asam karboksilat adalah suatu senyawa yang mengandung gugus (COOR) dengan (R) dapat berbentuk alkil maupun aril. Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang reversibel. Kekuatan asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester. Metode ini bisa digunakan untuk mengubah alkohol menjadi ester, tetapi metode ini tidak berlaku bagifenol,yaitu senyawa organik dimana gugus (-OH) terikat langsung pada sebuah cincin Benzena.

BAHAN BAKU AlkoholAlkohol(ataualkanol) adalah istilah yang umum untuksenyawa organikapa pun yang memilikigugus hidroksil(-OH) yang terikat pada atomkarbon, yang ia sendiri terikat pada atomhidrogenatau atomkarbonlain. Gugus alkil pada alkohol dapat berbentuk alifatik atau siklik, akan tetapi yang umumnya yang disebut alkohol adalah yang memiliki gugus alkil alifatik. Alkohol yang memiliki satu gugus (OH) disebut dengan monoalkohol, sedangkan yang memiliki lebih dari satu gugus (OH) disebut dengan polialkohol. Alkanol merupakan monoalkohol turunan alkana. Rumus umum dari alkohol aalah CnH2n+1(-OH) atau ditulis (R-OH), satu atom (H) dari alkana diganti oleh gugus (OH).Ada tiga jenis utama alkohol yaitu:1. Alkohol primer, yaitu alkohol yang mengikat atom C primer. 1. Alkohol sekunder, yaitu alkohol yang mengikat atom C sekunder. 1. Alkohol tersier, yaitu alkohol yang mengikat atom C tersier.Sifat-sifat AlkoholSifat FisikaSifat Kimia

Merupakan cairan tidak berwarna.Dapat dioksidasi, alkohol primer dioksidasi membentuk aldehid dan bila dioksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat, alkohol sekunder bila dioksidasi membentuk keton, alkohol tersier jika dioksidasi maka tidak teroksidasi.

Mudah terbakar oleh udaraReaksi esterifikasi dengan asam membentuk ester.

Titik didih dan titik cairnya semakin tinggi jika bobot molekulnya semakin besar.

Mengalami reaksi subtitusi dan eliminasi.

Makin banyak atom karbonnya makin tinggi bobot jenisnya.

Alkohol adalah molekul polar dengan adanya gugus (-OH)

Pada suhu kamar alkohol bersuhu rendah berbentuk cairan yang bersifat mobile suhu sedang serupa cairan kental sedangkan suhu berbentuk padatan.

Gugus fungsi (-OH) dapat melepaskan proton pada larutan, maka alcohol bersifat asam.

Kegunaan Alkohol :Di dunia industri, Alkohol digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan antibeku, dan pelarut, seperti varnish, membuat polimer jenis plastik, sebagai bahan baku industri serat sintetik seperti dacron.Dalam kehidupan sehari-hari alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan pembuat minuman beralkohol (minuman keras), pelarut berbagai obat-obatan, untuk sterilisasi, untuk obat gosok (isopropil alkohol).Asam AsetatAsam asetat atau asam etanoat atau yang lebih dikenal asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris CH3COOH atau CH3CO2H. Asam alkanoat ini adalah asam-asam karboksilat yang rantai alkalinya jenuh. Asam asetat murni (disebut asam asetat glacial) adalah cairan higroskopis tak berwarna dengan titik beku 16,7 C.Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelahasam format. Asam asetat diproduksi secara sintesis maupun secara alami melaluifermentasibakteri. Kebanyakan asam asetat murni dihasilkan melalui karbonilasi. Dalam reaksi ini,metanoldankarbon monoksidabereaksi menghasilkan asam asetat. CH3OH+CO CH3COOH

Pembuatannya juga bisa dengan mengoksidasi etanol.CH3CH2OH + O2 CH3COOH +H2OSifat-Sifat Asam AsetatSifat FisikSifat Kimia

Asam cuka berbentuk cairan berbau menyengat, larut dalam air

Bereaksi dengan basa membentuk garam

Jika berwujud padatan akan mengkilat

Garam-garam asam asetat yaitu asam aseton enceran, anhidrat dan glacial Asam Asetat anhidrat

Titik didihnya 118.5C dan titik bekunya 16.7C

Sedikit terionisasi dengan air

Kegunaan Asam AsetatDalam kehidupan kita sehari-hari kegunaan asam cuka sangat banyak sekali yaitu,sebagai pelarut zat organik, untuk pengasaman bahan makanan, membuat berbagai ester, membuat tinta dan zat-zat warna dan propanol, sebagai bahan baku pembuatan polyvinyl acetate, yaitu bahan baku pembuatan lem kayu, Asam asetat juga digunakan dalam proses pembuatan pestisida dan masih banyak lagi.

BAHAN TAMBAHANAsam Sulfat Asam sulfat(H2SO4) merupakanasam mineral(anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalamairpada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utamaindustri kimia. Asam sulfat murni yang tidak diencerkan, tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Walaupun demikian, asam sulfat merupakan komponen utamahujan asam, yang terjadi karenaoksidasisulfur dioksidadi atmosfer dengan keberadaanair(oksidasiasam sulfit). Sulfur dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang).

Sifat-Sifat Asam SulfatSifat FisikaSifat Kimia

Cairan tidak bewarna dan berbau asam

Asam Sulfat encer tidak bereaksi dengan Hg, Cu dan logam mulia

Merusak kulit dan jaringan tubuh seperti terkena luka bakar yang serius

Asam Sulfat pekat dalam keadaan panas akan mengoksidasikan logam-logam, sedangkan asam itu sendiri direduksikan menjadi (SO4)

Merangsang zat-zat organik (kayu, kertas, gula)

Kegunaan Asam SulfatAsam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting, , produksi asam sulfat suatu negara merupakan indikator yang baik terhadap kekuatan industri negara tersebut. Kegunaan asam sulfat, yaitu untuk memproduksi asam fosfat, yang digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. Asam sulfat juga digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat juga digunakan untuk membuat aluminium hidroksida.PRODUKEtil AsetatEtil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3 atau CH3COOC2H5. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan, tak berwarna tetapi memiliki aroma yang khas. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 30% dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi, namun senyawa ini tidak stabil dalam air mengandung basa atau asam. Etil asetat dapat dihirdolisis pada keadaan asam atau basa yang menghasilkan asam asetat dan etanol kembali. Katalis yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4), karena berlangsungnya reaksi. Reaksi kebalikan hidrolisis yaitu, esterifikasi ficher. Untuk memperoleh hasil rasio yang tinggi biasanya digunakan asam kuat dengan proposi stoiklometris, misalnya natrium hidroksida. Reaksi ini menghasilkan etanol dan natrium asetat yang tidak dapat di reaksi lagi dengan etanol.Sifat-Sifat Etil AsetatSifat FisikaSifat Kimia

Merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar dengan bau yang khas

Dapat dihidrolisis dengan air membentuk asam karboksilat dan alkohol

Pada suhu tinggi berubah bentuk berupa minyak dan lemakTidak bereaksi dengan PCl3

Titik didihnya 77C dan titik beku -84C

Bereaksi dengan basa membentuk glisentida

Kegunaan Etil AsetatEtil asetat digunakan sebagai pelarut dalam bahan cita rasa dan parfume.METODE PROSESDistilasiDistilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus meneru

Recommended

View more >