12

Click here to load reader

Etika Profesi Perangkai Bunga

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Serangkaian Pedoman Aturan dan Pegangan Etika Tenaga Pendidik / Penguji / Perangkai Bunga Profesional dari Diklukemas Indonesia.

Citation preview

Page 1: Etika Profesi Perangkai Bunga

ETIKA PROFESIPegangan Etika Tenaga Pendidik / Penguji / Perangkai Profesional

12 April 202399DPD IPBI DKI JakartaTim Penguji

Page 2: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

ETIKA PROFESI

1. Pendahuluan

Sebagai manusia kita berkeinginan untuk hidup dan mempertahankan hidup. Dalam

rangka mempertahankan hidup, manusia perlu berhubungan satu sama lain atau bersosialisasi

dan bermasyarakat. Dalam hubungan antar manusia atau pergaulan sesama manusia dapat

timbul permasalahan. Permasalahan timbul karena adanya perbedaan penilaian oleh manusia

didalam menghadapi kehidupan. Untuk menjaga dan menjalin hubungan antar manusia, maka

dibutuhkan etika.

Bila manusia telah mampu hidup beretika, maka manusia akan mempunyai landasan

kuat untuk menumbuh kembangkan rasa keindahan, estetika, baik lahir maupun batin

sehingga mampu menikmati dan menciptakan keindahan.

2. Pokok Bahasan

2.1. Pengertian Etika.

Kata Etika berasal dari bahasa latin “Ethica” yang berarti kebiasaan, dan “Ethos” dalam

bahasa Yunani yang berarti sikap dasar seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan

kegiatan tertentu. Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang mempelajari nilai moral dan

sikap perilaku manusia secara umum. Dapat dikatakan bahwa etika ialah kebiasaan yang baik

dalam masyarakat, yang kemudian mengendap menjadi norma-norma, kaidah-kaidah atau

dengan kata lain yang menjadi normatif dalam perikehidupan manusia.

Oleh karena itu dalam hidup bermasyarakat kita tidak boleh mengabaikan Etika, karena

Etika dapat menuntun manusia untuk mampu bersikap rasional terhadap norma atau kaidah

yang berlaku dimasyarakat. Etika juga dapat menuntun manusia untuk mampu membedakan

mana tingkah laku dan tindakan yang baik(patut) dan mana yang buruk(tidak patut).

Sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yang berpedoman pada Pancasila, maka

dapat disimpulkan bahwa etika adalah tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia

dan merupakan pedoman hidup yang benar ditinjau dari asal usul budaya dan agama.

2.1.1. Etika Jabatan

Serangkaian pedoman atau aturan yang melandasi seorang tenaga pendidik dan penguji

praktek serta seorang profesional dibidangnya dalam melaksanakan tugas menjalankan

DPD IPBI DKI Jakarta Page 2

Page 3: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

kewenangan. Fungsi yang diemban menyangkut hubungan dengan teman seprofesi, warga

belajar, peserta ujian dan lembaga / instansi terkait.

2.1.2. EtikaProfesi

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi dengan suatu keahlian tertentu didalam

pekaksanaannya. Pengertian etika profesi adalah serangkaian pedoman / aturan yang

melandasi seseorang untuk menjadi profesional didalam melaksanakan tugas dan kewajiban

dalam menjalankan profesinya.

2.2. Manfaat Etika

Etika merupakan penuntun manusia untuk bersikap arif terhadap norma / kaidah yang

berlaku dimasyarakat serta terhadap tindakan atau tingkah laku seseorang yang patut atau

tidak patut. Beberapa hal yang perlu diketahui sebagai dasar atau prinsip etika profesi

perangkai bunga:

2.2.1. Sikap Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab terhadap penyampaian ilmu kepada warga belajar secara jelas dan

sistematis, sehingga menghasilkan warga belajar yang berkualitas. Seorang tenaga pendidik

harus senantiasa peka terhadap perubahan dan perlu senantiasa meningkatkan wawasan agar

mutu hasil pembelajaran terjaga dengan baik. Seorang tenaga pendidik senantiasa harus

menjaga disiplin didalam menyampaikan kurikulum yang digunakan sebagai pedoman

pembelajaran secara nasional.

Seorang tenaga penguji praktek bertanggung jawab atas penilaian yang diberikan kepada

seseorang terhadap hasil dari pembelajaran. Artinya: tidak boleh memihak kepada warga

belajar yang telah dikenalnya, tetapi harus menilai secara obyektif pekerjaan sebagai hasil

akhir pembelajaran. Seorang tenaga penguji praktek hendaknya bersikap profesional dalam

melaksanakan tugasnya.

2.2.2. Sikap Saling Menghormati

Seorang tenaga pendidik hendaknya memberi contoh kepada warga belajar agar sebagai

manusia hendaknya saling menghormati atas kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki.

Antar sesama tenaga pendidik hendaknya saling menghormati, dalam arti yang seluas-

luasnya. Contoh:

DPD IPBI DKI Jakarta Page 3

Page 4: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

Jangan saling menggunjingkan kekurangan seseorang.

Jangan menghasut bahwa tenaga pendidik lain kurang bermutu dibandingkan dirinya.

Berikan kebebasan kepada warga belajar untuk memiliki siapa tenaga pendidik yang

ia butuhkan.

2.2.3. Percaya Diri

Seorang tenaga pendidik hendaknya percaya diri dan dapat dipercaya dalam

menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan profesi yang diembannya.

2.2.4. Kearifan

Seorang tenaga penguji praktek hendaknya bersikap arif terhadap warga belajar yang sedang

melaksanakan tugas akhir pembelajaran (uji kompetensi).

2.2.5. Kerapihan & Keserasian

Seorang tenaga penguji praktek hendaknya dapat memberikan contoh tentang kerapihan

maupun keserasian berbusana dalam melaksanakan tugasnya dan mengawasi serta

memberikan penilaian yang wajar. Saling mengingatkan antara sesama penguji akan tugasnya

pada saat menjalankan tugas.

3. Kode Etik

Dalam menjalankan suatau profesi, seseorang dituntut untuk bertanggung jawab

terhadap masyarakat atas profesi yang diembannya. Untuk ini disusunlah serangkaian

kewajiban dan hak yang menjadi dasar dalam melaksanakan pekerjaan itu. Hal tersebut

diperlukan untuk memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menjalankan profesi itu

sendiri.

Aturan-aturan tersebut diwujudkan dalam ketentuan yang tercantum dalam kode etik

yang disepakati bersama. Berikut ini adalah beberapa kode etik bagi tenaga pendidik atau

penguji praktek dan tenaga perangkai profesional merangkai bunga:

3.1. Hak

Hak-hak seorang tenaga pendidik atau penguji praktek dan tenaga perangkai profesional

dalam hal merangkai bunga:

a) Berhak mendapatkan kesempatan untuk meraih jenjang yang lebih tinggi melalui uji

DPD IPBI DKI Jakarta Page 4

Page 5: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

kompetensi yang diadakan khusus untuk itu.

b) Berhak mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan kesepakatan dalam ketentuan-

ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan dalam menjalankan tugas dan kewajiban

yang dibebankan kepadanya.

3.2. Kewajiban.

Kewajiban seorang tenaga pendidik atau penguji praktek dan tenaga perangkai

profesional dalam hal merangkai bunga:

a) Berkewajiban mengajar sesuai dengan kurikulum / syllabus yang telah ditetapkan.

b) Berkewajiban memberikan bimbingan dan bantuan kepada warga belajar, bila ada

yang kurang dapat menyerap pelajaran.

c) Berkewajiban menyiapkan materi belajar sebaik-baiknya sebelum melaksanakan

tugas.

d) Berkewajiban memberi kesempatan kepada warga belajar untuk bertanya dan

mengemukakan pendapat.

e) Berkewajiban menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif dan bersifat

partisipatif, baik, serasi dan seimbang.

f) Berkewajiban menepati jadwal waktu yang telah ditetapkan.

g) Berkewajiban menepati janji terhadap warga masyarakat yang memakai jasanya.

h) Berkewajiban memberikan saran dan karya terbaik bagi warga yang membutuhkan.

i) Berkewajiban memikul tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang dibebankan

kepadanya.

3.3. Hal-Hal yang Tidak Disarankan / Larangan.

Larangan seorang tenaga pendidik atau penguji praktek dan tenaga perangkai profesional

dalam hal merangkai bunga:

a) Membeda-bedakan warga belajar atau masyarakat berdasarkan suku, ras, golongan,

agama serta tingkat sosial ekonomi yang bersangkutan.

b) Bersikap menggurui dan membuat malu warga belajar.

c) Menggunakan kata-kata yang kurang sopan didalam proses pembelajaran.

d) Menyalahgunakan wewenang yang dapat merugikan citra dan martabat sebagai

tenaga pendidik / penguji praktek dan tenaga perangkai profesional.

e) Mengembangkan pembicaraan yang bersifat adu domba.

DPD IPBI DKI Jakarta Page 5

Page 6: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

f) Membocorkan soal ujian baik langsung maupun tidak langsung.

g) Memberitahukan hasil penilaian yang dilakukan kepada warga belajar.

h) Tidak obyektif dalam melakukan penilaian pada saat melakukan tugas menguji.

i) Memuji dan menilai din sendiri secara berlebihan.

j) Melakukan KKN dalam melakukan penilaian pada saat melakukan tugas menguji.

k) Bagi tenaga perangkai profesional hendaknya tidak melakukan perubahan dan

pernindahan atas karya orang lain tanpa izin. Hal ini dapat dilakukan hanya apabila

dalam keadaan darurat, kecuali orang tersebut mendapat tugas sebagai penata artistik

yang bertanggung jawab terhadap estetika suatu rangkaian.

3.4. Sanksi

Sanksi-sanksi seorang tenaga pendidik atau penguji praktek dan tenaga perangkai

profesional dalam hal merangkai bunga:

a) Bagi tenaga pendidik yang secara sadar atau tidak melakukan pelanggaran berkali-kali

perlu diberi teguran secara lisan untuk mengingatkan agar kembali berpijak pada

ketentuan yang berlaku.

b) Apabila teguran lisan tidak diindahkan perlu diberi teguran secara tertulis.

c) Bila sampai tiga kali diperingatkan secara tertulis tidak juga ada perubahan maka

pimpinan/ketua asosiasi profesi dapat memberhentikan haik secara terhormat maupun

tidak, setelah mendengarkan usul, saran dan persetujuan dari ketua sub konsorsium

merangkai bunga melalui rapat pleno.

d) Bagi penguji praktek yang melanggar ketentuan dapat dikenakan sanksi sebagai

berikut: Ditegur secara lisan, bila kesalahannya masih dalam batas yang belum

merugikan bagi warga belajar yang sedang mengikuti uji kompetensi.Diberi

peringatan secara tertulis bila telah berkali-kali ditegur lisan tapi tidak diindahkan,

dengan tidak diberi izin untuk menguji sampai batas waktu tertentu, dan akhirnya

dapat dicabut Surat Izin Menguji (SIM).

Semua sanksi tersebut diatas hanya dapat dilakukan oleh pimpinan/ketua asosiasi profesi

setelah mendengarkan usul dan persetujuan dari ketua konsorsium melalui rapat pleno.

4. Kesimpulan

Dalam hidup bermasyarakat kita dapat menyadari betapa pentingnya kita memiliki Etika

profesi yang merupakan benteng pertahanan yang kuat bagi seorang tenaga pendidik/penguji

DPD IPBI DKI Jakarta Page 6

Page 7: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

praktek dan tenaga perangkai profesional dalam menghadapi kenyataan atas adanya

perbedaan pendapat dalam menanggapi masalah. Tujuannya agar seseorang mampu

membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah.

Tidak mudah memang, tapi dengan Ridho dari Tuhan Yang Maha Mengetahui, kita dapat

bertugas sesuai dengan jabatan dan profesi yang diembannya. Amin.

5. Saran

Setelah kita memiliki Etika Jabatan / Profesi sebagai pegangan didalam melaksanakan

tugas profesinya, maka kita masih perlu meningkatkan ketajaman intuisi dalam melahirkan

karya dengan mendalarni ilmu Ilmu estetika yang mengasah rasa keindahan kita baik lahir

maupun batin. Pengertian keindahan secara lahir adalah bagaimana kita mengasah ketajaman

memadu warna dan materi lainnya dengan memberikan keseimbangan secara proporsional

yang menyeluruh secara serasi dan harmonis dalam gubahan rangkaian bunga.

Pengertian keindahan secara batin adalah bagaimana kita bisa berkarya dengan hati yang

bersih dan jujur. Dengan, sentuhan keindahan batin, kita bisa mempengaruhi tingkah laku

manusia/seseorang dengan saling menghargai, menghormati, mengagumi karya teman

seprofesi sehingga rasa kebersamaan dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia

bisa seiring sejalan dalam keharmonisan. Terbebas dari rasa iri, dengki, atas keberhasilan

teman seprofesi. Tetapi justru dapat memacu diri pribadi untuk lebih meningkatkan potensi

yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan karya yang optimal.

Seiring dengan perubahan penyelenggaraan uji kompetensi secara nasional yang

nantinya akan dilimpahkan kepada asosiasi profesi bersama sub konsorsium bersama

pemerintah sebagai fasilitatornya, maka para tenaga pendidik/penguji dan tenaga perangkai

profesional yang tergabung dalam asosiasi hendaknya perlu introspeksi diri dan berupaya

untuk meningkatkan wawasan umum dan pengetahuan penunjang yang diperlukan oleh

seorang tenaga pendidik/penguji/perangkai bunga profesional. Sebab tidak hanya

pengetahuan keterampilan merangkai bunga saja yang diuji, tetapi pengetahuan penunjang

seperti ilmu hortikultura, pengetahuan tentang disain, teori warna, dan tata ruang, perlu diuji

dalam setiap tingkat pada uji kompetensi sehingga hal ini dapat menjamin mutu / kualitas

tenaga pendidik / penguji / perangkai profesional. Penyegaran terhadap kemampuan tenaga

pendidik / penguji / pendidik profesional perlu diadakan seara periodik minimal dua tahun

sekali.

DPD IPBI DKI Jakarta Page 7

Page 8: Etika Profesi Perangkai Bunga

Etika Profesi

6. Penutup

Demikianlah beberapa pokok pikiran yang telah disarankan, semoga apa yang

dikemukakan di atas dapat dijadikan pegangan bagi seluruh tenaga pendidik / penguji /

perangkai profesional di tanah air. Namun kami masih menerima usul dan saran dari peserta

penataran untuk melengkapi dari apa yang dirasa belum terakomodasikan. Dengan

menyampaikan puji syukur kehadapan Tuhan YME yang telah memberikan karunia-Nya

sehingga kita dapat merasakan nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Tri Rochani, Rukmini, Etika Jabatan / Profesi Tenaga Pendidik Penguii

Praktek Diklusemas. Disajikan pada Penataran Tenaga Pendidik dan Penguji

Praktek Diklusemas.

DPD IPBI DKI Jakarta Page 8