of 46 /46
1. ALIRAN UDARA Apakah tiupan udara akan selalu membuat benda melengkung membesar? Ternyata tidak juga. Cba kamu lakukan per!baan ini. Alat dan Bahan 1. Dua buku yang sama besar atau benda lain yang berukuran sama ". #elembar kertas $. #edtan Langkah Pembuatan 1. Letakkanlah selembar kertas diantara dua buah buku% sehingga menyerupai sebuah jembatan. ". &astikan bentuk kertasnya tidak melengkung. $. 'emudian% dengan menggunakan sedtan% tiuplah bagian ba(ah kertas y berada diantara dua buku. &erhatikanlah apa yang terjadi dengan kertasnya. Penjelasan Konsep 'etika kamu meniup di bagian ba(ah kertas% kamu akan melihat kertas akan melengkung kedalam mendekati sedtan. Tidak terbang atau tertiup keluar. 'etika meniup% kamu membuat tekananudara diba(ah kertas menjadi lebihke!il bila dibandingkan dengan tekanan udara diatas kertas. #ehingga tekanan udara diatas k akan menekan kertas keba(ah% dan bentuk kertas akan melengkung mendekati sedtan dan tidak terbang keatas. ". A&A'A) *ALIL+, #ALA) 'amu tahu *alile pernah menjatuhkan dua benda berbeda bentuk dari menara miring pisa dan keduanya jatuh bersamaan? Tapi pada per!baan kali ini% k akan menjatuhkan dua benda berbeda% dan keduanya jatuh tidak bersamaan. 'enapa b begitu? Apakah *alile keliru? Alat dan Bahan 1. #elembar kertas ". #ebuah buku Langkah Pembuatan

Eksperimennya

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fggf

Citation preview

Aliran Udara

1. ALIRAN UDARA

Apakah tiupan udara akan selalu membuat benda melengkung membesar? Ternyata tidak juga. Coba kamu lakukan percobaan ini.

Alat dan Bahan1. Dua buku yang sama besar atau benda lain yang berukuran sama

2. Selembar kertas

3. Sedotan

Langkah Pembuatan1. Letakkanlah selembar kertas diantara dua buah buku, sehingga menyerupai sebuah jembatan.

2. Pastikan bentuk kertasnya tidak melengkung.

3. Kemudian, dengan menggunakan sedotan, tiuplah bagian bawah kertas yang berada diantara dua buku. Perhatikanlah apa yang terjadi dengan kertasnya.

Penjelasan Konsep Ketika kamu meniup di bagian bawah kertas, kamu akan melihat kertas akan melengkung kedalam mendekati sedotan. Tidak terbang atau tertiup keluar. Ketika kamu meniup, kamu membuat tekanan udara dibawah kertas menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan tekanan udara diatas kertas. Sehingga tekanan udara diatas kertas akan menekan kertas kebawah, dan bentuk kertas akan melengkung mendekati sedotan dan tidak terbang keatas.2. APAKAH GALILEO SALAHKamu tahu Galileo pernah menjatuhkan dua benda berbeda bentuk dari atas menara miring pisa dan keduanya jatuh bersamaan? Tapi pada percobaan kali ini, kita akan menjatuhkan dua benda berbeda, dan keduanya jatuh tidak bersamaan. Kenapa bisa begitu? Apakah Galileo keliru?

Alat dan Bahan 1. Selembar kertas

2. Sebuah buku

Langkah Pembuatan

1. Peganglah masing-masing kertas dan buku pada kedua tanganmu.

2. Kemudian berdirilah tegak. Secara bersamaan jatuhkanlah kedua benda tersebut dari tanganmu. Bagaimana waktu jatuh kedua bendanya?

3. Sekarang, letakkan kertas diatas buku dan peganglah dengan erat. Kemudian jatuhkanlah secara tiba-tiba. Apa yang terjadi dengan jatuhnya kertas dan buku?

Penjelasan KonsepKetika percobaan yang pertama dilakukan, buku akan jatuh lebih dulu daripada kertas. Sebenarnya, gaya gravitasi menarik dua benda tersebut dengan gaya yang sama. Tapi jatuhnya kertas terhambat oleh gaya gesek udara. Buku juga mendapat gaya gesek yang sama, tapi berat dari si buku mampu mengurangi pengaruh gaya gesek udaranya. Pada percobaan yang kedua, kedua benda jatuh bersamaan. Kertas yang berada diatas buku tidak lagi dipengaruhi oleh gaya gesek udara karena dibantu oleh berat buku yang mengurangi gaya geseknya. Sehingga gravitasi akan menarik buku dan kertas dengan mudah sebagai satu sistem. Jadi Galileo tidak salah

4. ARUS PENDEKKita mengetahui listrik harus melalui rangkaian tertutup untuk dapat mengalir. Tapi terkadang, aliran listrik dapat terganggu. Cobalah eksperimen ini untuk mengetahui apa itu arus pendek dan apa yang dapat terjadi akibat arus pendek.

Alat dan Bahan1. Dua kabel 30 cm

2. Bola lampu kecil dan soketnya

3. Baterai 9 volt

4. Kancing baterai

Langkah Pembuatan

1. Kelupas plastik kabel pada kedua ujung kebel dan pada bagian tengah kabel. Hubungkan masing-masing kabel pada masing-masing kutub baterai dan hubungkan dengan soket lampu. Perhatikan apa yang terjadi?

2. Awas hati-hati! Sekarang, dengan cepat hubungkan bagian tengah kabel yang terkelupas. Lakukan ini hanya selama dua detik saja, dan pastikan tanganmu menyentuh bagian kabel. Kabelnya mungkin akan terasa panas. Apa yang terjadi pada lampu?

Penjelasan KonsepKetika kamu membuat rangkaian listrik biasa, listrik akan memanaskan kawat filamen yang ada pada bola lampu dan membuatnya menyala. Tapi ketika kamu menyilangkannya (menghubungkan bagian tengah kabel yang terkelupas tadi), lampu akan mati. Ingatlah: Listrik akan mengambil lintasan yang lebih mudah (lebih pendek) dari suatu rangkaian.

Ketika kamu menyilangkannya, kamu membuat arus pendek. Arus pendek ini tidak akan memanaskan filamen bola lampu agar menyala, tapi justru akan memanaskan kabel. Kamu mungkin akan mencium bau hangus ketika ini terjadi. Arus pendek sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan besar. Jadi selalu waspada dengan mata dan hidungmu untuk melihat dan mencium apabila ada tanda-tanda arus pendek.

5. MEMBUAT API DARI ESLho kok aneh ya bukannya elemen api itu lemah dengan elemen es (banyak terpengaruh maen game sama nonton anime), tetapi ternyata api dapat dibuat dari es. Jika sahabat tidak percaya, mari kita buktikan segera. Ini percobaan lumayan asyik lho!

Alat dan Bahan1. Tempurung kelapa atau mangkuk

2. Kertas dan plastik

3. Air

4. Almari es

5. Rumput kering atau benda yang mudah terbakar

Langkah Pembuatan

1. Buatlah lensa cembung dari bahan es, begini cara buatnya nih:

2. Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok)

3. Isi tempurung/mangkok dengan air

4. Masukkan ke almari es dan tunggu sampai membeku.

5. Pisahkan es dari tempurung.

6. Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 13.00) letakkan rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput kering.

6. PERCOBAAN FISIKA ASYIK : BAHAYA AIR KETEMU LISTRIKApakah teman-teman pernah mendengar mengenai korslet? Biasanya jika ingin mencabut stop kontak, seringkali ada peringatan tangan tidak boleh basah. Apa benar air dapat menghantarkan listrik? Yuk kita lakukan eksperimen fisika asyik ini

Alat dan Bahan 1. Lampu kecil dengan soketnya

2. Dua kabel berukuran 30 cm

3. Baterai 9 volt

4. Kancing baterai

5. Air murni

6. Garam secukupnya

7. Gelas

Langkah Pembuatan1. Pasang dua kabel pada masing-masing ujung kabel kancing baterai yang telah terpasang pada kutub baterai.

2. Sambungkan ujung kabel yang satu pada soket yang telah dipasangi lampu. Biarkan ujung kabel baterai dan ujung kabel lampu lainnya tidak terpasang.

3. Tuangkan air murni kedalam gelas. Kali ini, masukkan kedua ujung kabel yang tidak terpasang ke dalam air tersebut. Tapi jangan sampai kedua ujung kabelnya saling bersentuhan. Apa yang terjadi, apakah lampunya menyala?

4. Sekarang, coba masukkan garam kedalam gelas berisi air tadi dan aduk hingga larut. Lalu masukkan kedua ujung kabel kedalamnya. Apakah lampunya sekarang menyala?

Penjelasan KonsepTernyata, gelas yang berisi air murni tidak bisa menyalakan lampu! Hal ini disebabkan karena ternyata air murni tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika kita menambahkan garam, terjadi yang namanya pemecahan molekul garam menjadi ion na (+) dan ion cl (-). Ion inilah yang berperan dalam menghantarkan listrik. Larutan garam seperti ini dinamakan larutan elektrolit. Ingat! Air murni hanya bisa didapatkan pada air minum dalam kemasan atau toko kimia (biasanya dinamakan aquades). Sedangkan pada air keran, sering terdapat butiran garam dalam air keran tersebut. Jadi jangan bermain-main dengan benda elektronik dengan tangan basah. Meski tangan kamu basah dengan air murni, ternyata tangan kita menghasilkan garam juga melalui keringat

7. Percobaan Fisika Asyik: Balon Anti Api

Balon adalah benda yang mudah meletus dan harus dijauhkan dari benda tajam juga dari api. Api dapat melemahkan karet dan menyebabkannya meledak. Namun, dalam percobaan ini sahabat akan menemukan bagaimana sahabat dapat memanaskan balon langsung di api tanpa meledakkan balon.Alat dan Bahan1. Dua buah balon2. Korek api3. AirLangkah Pembuatan1. Tiup balon pertama dan ikat dengan baik 2. Isikan 60 mililiter ( cangkir) air dalam balon kedua, kemudian tiup dan ikat dengan baik.3. Menyalakan korek api dan tahan di bawah balon pertama. Biarkan api menyentuh balon. Apa yang terjadi?4. Nyalakan korek api lagi dan nyalakan di bawah air dalam balon kedua. Biarkan api menyentuh balon. Apa yang terjadi dengan balon ini? Penjelasan KonsepKetika air di dalam balon dipanaskan, air menyerap sebagian besar panas dari nyala api. Kemudian, karet balon tidak menjadi panas. Karena karet tidak menjadi panas, maka balon tidak pecah. Air adalah penyerap panas sangat baik. Dibutuhkan banyak panas untuk mengubah suhu air. Dibutuhkan sepuluh kali sebagai banyak panas untuk menaikkan suhu 1 gram air dengan 1 derajat Celcius daripada yang dilakukannya untuk menaikkan suhu 1 gram besi dengan jumlah yang sama. Inilah sebabnya mengapa begitu lama diperlukan untuk membuat air dalam teko mendidih. Di sisi lain, ketika air menjadi dingin, ia melepaskan banyak panas. 8. Percobaan Fisika Asyik: Bel Listrik Rumah Sahabat fisika pastinya ada beberapa yang di rumahnya memasang bel rumah kan? Nah pada postingan kali ini, admin akan menjelaskan cara membuat bel listrik sederhana.

Alat dan Bahan1. Gunting

2. Obeng

3. Selotip khusus kabel

4. Kabel sepanjang 2 m

5. Lampu 5 watt warna-warni

6. Rumahan Lampu 1 buah

7. Saklar 1 buah

8. Kepala ujung kabel untuk menyambungkan ke stop kontak 1 buah

9. Bel listrik 1 buah

10. Lampu 5 watt

11. Rumahan Lampu

12. Saklar

13. Kepala Ujung Kabel

14. Bel Listrik

Langkah Pembuatan

HYPERLINK "http://fajar169.files.wordpress.com/2010/06/10012007183.jpg?w=300&h=225"

1. Potong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 2 potong, sehingga sisa kabel 2 m tersebut menjadi 180 cm

2. Ambil salah satu potongan kabel sepanjang 10 cm tersebut, lalu sambungkan dengan kabel bel listrik sesuai warna

3. Sambungkan kembali ujung kabel yang belum terpasang ke rumahan lampu

4. Ambil kabel sepanjang 10 cm yang kedua, lalu menggabungkan menjadi 2 pasang di dalam rumahan lampu, sesuai warna

5. Tahap kelima inilah yang cukup rumit, pertama sambungkan ujung kabel yang tersambung dengan rumahan lampu, lalu diparalelkan dengan sisa kabel sepanjang 180 cm tadi dengan saklar, seperti pada gambar di bawah ini

6. Sambungkan ujung kabel terakhir dengan kepala ujung kabel.

7. Bel siap digunakan.

9. Percobaan Fisika Asyik: Baterai BuahWah ada-ada aja nih yang punya blog, masa buah dijadiin baterai dimana-mana enaknya juga dibikin rujak pasti seger. Believe it or not kita dapat menyalakan sebuah lampu kecil dengan menggunakan buah. Kalo begitu mari kita langsung buat saja.

Alat dan Bahan 1. Kentang (disini kita pakai kentang, tapi kalian menggunakan lemon atau buah lainnya jika tertarik)

2. Lampu LED (atau lampu bohlam kecil juga bisa)

3. Kabel

4. Penjepit buaya

5. Lempengan tembaga

6. Lempengan seng

7. Untuk pengganti tembaga dan seng ini dapat digunakan isi dalam baterai yang biasanya berwarna hitam

Langkah Pembuatan

1. Tusukkan lempengan tembaga dan seng ke dalam kawat mentah.

2. Jepitkan kabel kepada lempengan tersebut dan hubungkan dengan lampu.

3. Lihat nyala lampu yang terjadi.

4. Jika nyala lampu belum kelihatan, maka tambah kentang tersebut agar arus listrik yang dihasilkan bertambah besar (lihat pada gambar).

Penjelasan KonsepLampu tersebut dapat menyala karena adanya arus listrik yang mengalir. Seperti halnya baterai lampu senter, kentang dan lempengan-lempengan itu pun menghasilkan arus listrik walaupun sangat lemah. Getah kentang mempengaruhi logam-logam itu secara kimiawi layaknya larutan elektrolit dalam aki. Oleh akren aitu, susunan seperti ini disebur elemen galvani, karena yang pertama kali mengamati proses ini dalam eksperimen ialah seorang dokter Itali bernama Galvani.

10. Percobaan Fisika Asyik: Benang Penuntun AirApakah kamu pernah melihat pada beberapa bangunan ada rantai yang menggantung dari atap hingga ke permukaan tanah? Mungkin kamu bertanya-tanya apa maksud rantai tersebut dipasang. Nah, kamu harus mencoba ini untuk tahu apa guna rantai tersebut.

Alat dan Bahan1. Sehelai benang dengan panjang sekitar 50 cm

2. Teko berisi air

Langkah Pembuatan1. Ikatkanlah ujung benang pada gagang teko.

2. Kemudian posisikan benang tersebut hingga menempel pada mulut teko. Akan lebih baik jika benang diposisikan cukup tegang.

3. Secara perlahan, tuanglah air dari mulut teko yang dilewati benang. Apa yang terjadi pada air yang kamu tuang?

Penjelasan KonsepAir tersebut akan mengalir melewati benang hingga turun kebawah. Usahakan kamu menggunakan wadah besar agar tumpahan airnya tidak membasahi ruangan. Nah, rantai yang digunakan pada beberapa gedung gunanya adalah untuk mengalirkan air hujan dari atap hingga ke permukaan tanah. Jadi air akan mengalir melewati rantai dan tidak tumpah kemana-mana. Hal ini bisa terjadi karena gaya ikat molekul air sangat kuat. Sehingga antar molekulnya bisa saling berikatan dan juga berikatan dengan rantai / benang. Jadi, air tidak tumpah kemana-mana dan mengalir dengan mudah pada rantai / benang tersebut.

11. Percobaan Fisika Asyik: Berkas Cahaya MonokromatikKamu mengetahui bahwa cahaya terdiri dari 3 warna dasar, biru, hijau, merah. Bedakan dengan warna primer biru, kuning, merah. Nah, pada percobaan ini kamu akan mencoba memilah cahaya-cahaya tersebut.

Alat dan Bahan1. Filter warna biru, hijau, merah. Kamu bisa menggunakan plastik transparan berwarna

2. Beberapa gambar dengan warna garis yang berbeda, biru, hijau, merah

Langkah Pembuatan1. Ambil salah satu gambar, kemudian letakkan filter diatasnya. Perhatikan apa yang terjadi dengan gambarnya.

2. Cobalah dengan filter warna lain. Setelah itu, kamu harus mencoba dengan gambar berwarna lainnya dan dengan filter yang berbeda. Apa yang kamu amati pada gambar tersebut?

Penjelasan Konsep

Kamu akan mellihat gambar dengan warna biru akan terlihat oleh filter selain biru, merah oleh selain merah, dan hijau oleh selain hijau. Filter berkerja dengan menyaring cahaya yang lewat. Filter hijau akan menyaring warna hijau saja yang bisa lewat. Suatu benda terlihat berwarna, katakanlah benda akan terlihat berwarna hijau karena cahaya berwarna selain hijau diserap oleh benda hijau tersebut dan yang dipantulkan ke mata kita hanyalah cahaya berwarna hijau.

Filter hijau akan meneruskan hanya cahaya hijau pada seluruh permukaan filter. Sehingga ketika gambar berwarna hijau kita lihat dengan filter hijau, kita tidak akan bisa melihat gambar hijau tersebut karena bercampur dengan hijau pada seluruh permukaan filter. Sedangkan ketika kita melihat warna merah melalui filter hijau, warna hijau yang diteruskan filter akan diserap oleh warna merah dan tidak dipantulkan ke mata kita. Sehingga kita hanya akan melihat warna hitam/gelap.

12. Percobaan Fisika Asyik: Bola Gula Api

Mungkin kamu pernah melihat pada suatu film ada adegan dimana terdapat bola api yang berterbangan. Atau kamu pernah melihat ada satu kesenian budaya di Indonesia, dimana ada sekumpulan orang-orang yang bermain sepak bola tapi bola yang digunakan terbakar oleh api (sebenarnya itu bukan bola. Melainkan batok kelapa). Nah, disini kita akan coba membuat salah satunya. Yuk langsung saja kita ke TKP

Alat dan Bahan 1. Sebongkah gula batu berukuran sedang

2. Abu yang berasal dari pembakaran kertas

3. Korek api

4. Lilin

5. Wadah dari tutup kaleng atau sejenisnyaTang untuk menjepit gula batu atau sejenisnya

Langkah Pembuatan1. Jepitlah gula batu dengan menggunakan tang.

2. Lalu bakarlah pada lilin yang sudah kamu nyalakan. Perhatikanlah apa gula batu tersebut terbakar?

3. Sekarang, cobalah lumuri gula batu tersebut dengan abu kertas. Kemudian bakarlah pada lilin yang menyala. Apakah gula batu tersebut terbakar?

Penjelasan KonsepPada saat kamu membakar langsung gula batu tersebut, kamu dapati gula batu tersebut tidak akan terbakar. Mungkin hanya kamu lihat ada bekas hitam gosong. Tapi ketika kamu lumuri dengan abu kertas, kemudian kamu bakar, kamu akan dapati gula batunya dapat terbakar lho! Ini karena abu kertas yang menempel pada gula batu bersifat sebagai katalisator dalam proses pembakaran gula batu. Sehingga gula batu kini telah menjadi gula api. Ingat, gunakan tang ketika membakar gula batunya

13. Percobaan Fisika Asyik: Bom Gelembung AirWaduh ini eksperimen ko tentang bom sih? Tenang aja gak berbahaya ko, percobaan ini lumayan lah buat ngejahilin temen-temen di waktu senggang.

Alat dan Bahan 1. Air

2. Gelas ukur kecil

3. Plastik dengan penutup rapat kayak plastik obat

4. Baking soda

5. Cuka

6. Kertas

Langkah Pembuatan

1. Sobek kertas berbentuk persegi ukuran 10cmx10cm.

2. Masukkan 1 sendok baking soda kemudian lipat berbentuk persegi.

3. Kedalam wadah plastik masukkan 1/2 gelas kecil cuka dan 1/4 gelas kecil air hangat.

4. Setelah itu, masukkan kertas berisi baking soda tadi ke dalam wadad plastik lalu tutup rapat secepatnya.

5. Kocok plastik sebentar kemudian menghindar dan tiaraapp! (hahaha gak segitunya kali).

6. Alhasil BOOOOMMMMM plastik tadi akan meledak seperti bom.

14. Percobaan Fisika Asyik: Botol ApungDalam eksperimen fisika ini saya beri nama botol apung, nama kerennya sih cartesian diver. Alat ini digunakan untuk melihat gejala benda terapung, melayang, dan tenggelam. Alat ini cukup mudah dibuat karena bahan-bahannya ada di sekitar kita.

Alat dan Bahan1. Botol plastik 1 atau 2 liter

2. Air secukupnya

3. Benda yang dapat melayang di dalam air, contohnya balon kecil yang diisi air. Kamu bisa menggunakan benda apa saja asalkan dapat melayang di dalam air.

Langkah Pembuatan

1. Hal yang pertama dilakukan adalah melakukan tes apakah benda yang kamu punya dapat melayang di dalam air dengan memasukkannya ke dalam air.

2. Setelah benda tersebut dapat benar-benar melayang dalam air, kemudian masukkan ke dalam botol plastik.

3. Isi penuh botol tersebut dengan air hingga penuh dan tutup rapat.

4. Remas dengan tangan botol tersebut, kemudian lihat apa yang akan terjadi. Coba tebak apa benda akan naik atau turun?

Penjelasan KonsepKetika botol ditekan, tekanan di dalam botol akan meningkat. Hal ini akan menekan udara yang terdapat dalam balon sehingga massa jenis balon akan menjadi lebih besar dari semula sehingga balon akan tenggelam. Dan ketika tangan kamu dilepaskan, maka akan tekanan di dalam botol akan mengecil dan balon akan kembali pada keadaan semula.

15. Percobaan Fisika Asyik: Elektromagnetik SederhanaSebenarnya ini percobaan tempo doeloe banget, saya aja ngebuatnya waktu SD. Tapi biarlah apapun yang berbau fisika tetap akan budakfisika postingkan. Yuk mari kita buat!!

Alat dan Bahan1. 1 buah paku

2. 30 cm kabel yang berisi kawat tembaga

3. Baterai AA 1,5 Volt

4. Beberapa logam kecil, seperti paper clip, jarum, dll

Langkah Pembuatan 1. Kuliti kabel tembaga tadi dan sisakan sedikit lapisannya pada ujung-ujung kabel.

2. Lilitkan kawat pada paku dan tempelkan ujung-ujung kawat pada bateri.

3. Tunggu sebentar, dan paku tersebut telah bersifat seperti magnet.

4. Untuk mengujinya coba dekatkan paku tersebut pada paper clip.

Penjelasan KonsepKalau tentang eksperimen ini pasti sahabat udah pada tahu konsep yang menjelaskannya. Pada intinya paku tersebut dapat bersifat seperti magnet karena ada proses yang dinamakan elektromagnetik. Om Oersted bilang di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnet. Dalam percobaan ini, yang menjadi sumber listrik adalah baterai dan mengalirkan arus sepanjang kawat yang melilit paku. Yang saya ingin tanyakan kepada sahabat semuanya adalah apakah dalam percobaan ini banyaknya lilitan, tebalnya kawat, dan tebalnya paku mempengaruhi sifat magnet pada paku? Jawab oke!

16. Percobaan Fisika Asyik: Gaya Gesek Air

Kamu tahu kan gaya gesek antara suatu benda dan permukaan lintasan dapat menghambat laju benda tersebut. Tapi, jika gaya gesek yang tercipta adalah dari air yang berada dalam botol yang digelindingkan, mungkin gak sih? Yuk kita lakukan eksperimen asyik ini!

Alat dan Bahan1. Dua buah botol berukuran sama

2. Isi salah satu botol dengan air

Langkah Pembuatan1. Peganglah kedua botol pada posisi yang sama

2. Kemudian gelindingkanlah keduanya secara bersamaan. Usahakan gaya yang diberikan sama pada kedua botol. Apa yang terjadi dengan gerak kedua botol?

Penjelasan KonsepBotol berisi air bergerak lebih lambat daripada botol yang kosong. Hal ini karena air dalam botol ikut bergerak seiring dengan pergerakan botol. Kontak antara air dan permukaan dalam botol menciptakan gaya gesek yang menghambat laju botol. Begitu juga gaya berat dari air memberikan tekanan sehingga membuat gaya gesek antara permukaan luar botol dan permukaan lintasan menjadi lebih besar. Akibat dari kedua gaya gesek tersebut, botol berisi air menjadi lebih lambat.

17. Percobaan Fisika Asyik: Generator Van De Graff

Percobaan fisika ini telah diuji coba oleh diri saya sendiri ketika mengikuti mata kuliah laboratorium fisika sekolah. Walaupun percobaannya sederhana tapi saya cukup puas dengan yang telah saya buat.Percobaannya yaitu membuat generator Van de Graff sederhana, sahabat pasti tahu kan apa itu generator van de graff? Jadi tak perlu saya jelaskan lagi lebih lanjut, OK! Untuk membuatnya sahabat memerlukan :

Alat dan Bahan 1. Kaleng minuman ringan bekas

2. Paku kecil

3. Tabung sekering

4. Karet gelang

5. Motor DC (biasanya terdapat pada mobil mainan)

6. Baterai 9 volt

7. Wadah baterai

8. Gelas plastik

9. Lem secukupnya

10. Kabel serabut secukupnya

11. Pipa PVC 20 cm

12. Pipa PVC T

13. Plester 1 buah

14. Kayu ukuran 15cmx15cm

Langkah PembuatanUntuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara untuk membuatnya, sahabat dapat mendownload petunjuk penggunaannya disini.

18. Percobaan Fisika Asyik: HidrometerIni buat anak-anak yang kemaren belajar fluida pasti tahu tentang hidrometer. Yupz, hidrometer ini adalah alat yang digunakan untuk mengetahui massa jenis zat cair hanya dengan melihat seberapa dalam panjang hidrometer ini tenggelam. Saya akan memberikan langkah-langkah untuk membuat hidrometer sederhana ini. Perhatikan ya!

Sumber referensi: Scripps Institution of Oceanography.Alat dan Bahan 1. Sedotan panjang

2. Tanah liat (malam)

3. Pasir secukupnya

4. Spidol

5. Air secukupnya

6. Garam secukupnya

7. Bejana atau wadah

Langkah Pembuatan1. Tandai dengan spidol pada sedotan kira-kira 2/3 bagiannya atau sekitar 15-20 cm dari ujung bawah sedotan.

2. Pada bagian ujung bawah masukkan tanah liat untuk menutup sedotan tersebut.

3. Celupkan hidrometer ke dalam air kemudian tambahkan pasir sedikit demi sedikit hingga tanda pada sedotan tadi sejajar dengan permukaan air.

4. Setelah itu coba tambahkan garam pada air atau panaskan air, kemudian lihat apa yang akan terjadi pada posisi hidrometer semula.

Penjelasan KonsepMengapa bisa begitu? Hal ini terjadi karena pada hidrometer, semakin dalam panjang hidrometer yang tenggelam maka massa jenis zat cair yang diukur yaitu lebih kecil dan semakin dangkal panjang hidrometer yang tenggelam maka massa jenis zat cair yang diukur lebih besar. Hal ini karena adanya pengaruh gaya apung yang dikerjakan zat cair terhadap hidrometer. Pada zat cair dengan massa jenis lebih kecil, gaya apung yang dikerjakannya kecil pula sehingga panjang hidrometer yang tercelup lebih besar. Dan pada zat cair dengan massa jenis lebih besar, gaya apung yang dikerjakannya besar sehingga panjang hidrometer yang tercelup lebih kecil (dangkal).

19. Percobaan Fisika Asyik: Karakteristik MagnetSelama beratus tahun, kita mengetahui kegunaan magnet. Beberapa benda merspon gaya yang diberikan magnet, atau tertarik, dan ada yang tidak terpengaruh. Apa saja benda yang dapat dipengaruhi oleh magnet? Yuk kita coba eksperimen asyik ini!

Alat dan Bahan

1. Sebuah magnet batang

2. Paku payung

3. Sebuah pensil

4. Sebuah penghapus

5. Selembar kertas

6. Pisau

7. Kunci

8. Koin

9. Kain bekas

10. Sisir

11. Peralatan alumunium

12. Selembar pita kaset bekas

Langkah Pembuatan1. Sentuhkan magnet batangmu ke masing-masing benda. Benda apa saja yang tertarik dan menempel pada batang magnet? Benda apa saja yang tidak tertarik oleh magnet?

2. Catatlah hasilnya pada tabel dibawah dengan memberikan tanda dibawah tulisan "YA" untuk benda yang tertarik oleh magnet atau "TIDAK" untuk benda yang tidak tertarik oleh magnet

3. Tuliskan juga dari bahan apa benda-benda tersebut dibuat pada tabel bertuliskan bahan. Cobalah dengan benda lainnya!

Penjelasan KonsepApakah kamu mendapati bahwa hanya benda yang berasal dari besi dan baja saja yang tertarik dengan magnet? Ternyata magnet juga menarik kobalt dan nikel. Umumnya magnet terbuat dari besi dan baja, biasanya juga merupakan campuran dengan bahan lain seperti kobalt dan nikel. Tapi beberapa magnet terbuat dari plastik dan keramik yang dicampur dengan serbuk magnet

20. Percobaan Fisika Asyik: Kertas Pemotong KentangKamu pernah membantu ibu memotong sayuran atau buah, disanalah fisikanya berlaku. Sahabat penasaran? Yuk mari kita lakukan eksperimen fisika asyik berikut!

Alat dan Bahan1. Pisau

2. Kentang

3. Selembar kertas

Langkah Pembuatan

1. Untuk percobaan yang pertama, sederhana saja. Potonglah kentang dengan menggunakan pisau. Hasilnya, kentang akan terpotong. Mungkin kamu berpikir karena pisaunya tajam.

2. Kamu sekarang harus melakukan percobaan ini, potonglah kentang dengan selembar kertas. Kamu pegang ujung-ujung dari kertas. Usahakan agar kertasnya dalam keadaan tegang. Hentakkan dengan cepat dan keras ke kentang. Apa yag terjadi? Apakah kentangnya terpotong?

Penjelasan KonsepTernyata kentangnya dapat terpotong hanya dengan kertas. Ini semua bisa dilakukan karena adanya inersia. Ketika kita menggerakkan kertas, kita menggerakkan kertas dengan memberikannya kecepatan dan gaya yang konstan. Sedangkan kentang tetap diam. Kentang akan berusaha tetap diam pada saat kertas menyentuh kentang, dan kertas sendiri akan berusaha untuk tetap bergerak. Akibatnya kertas dapat memotong menembus kentang.

21. Percobaan Fisika Asyik: Kompor Alumunium Foil

Matahari adalah sumber energi terbesar dan utama bagi kehidupan kita, kita dapat memanfaatkan energi matahari secara cuma-cuma dan dengan teknologi yang sederhana. Oleh itu penggunaan energi matahari dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, dan gas yang terus naik.Nah alasan di atas yang melatarbelakangi postingan ekseperimen Fisika kali ini yaitu tentang Kompor Alumunium. Kompor jenis ini banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperatur yang dihasilkan tidak sepanas kompor biasanya sehingga cukup aman, bentuknya yang flat juga aman bagi mata kita, mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah, serta mudah dibawa dan disimpan. Baiklah ayo kita mulai membuatnya.Alat dan Bahan1. Karton tebal, ukuran 0,9 x 1,2 meter

2. Alumunium foil, ukuran 0,3 x 3 meter

3. Lem

4. Gunting atau cutter

5. Pensil dan penggaris

Langkah Pembuatan:1. Bentuk kertas karton menjadi pola seperti di bawah ini

2. Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah pola terbentuk kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah dipersiapkan, dan jangan lupa buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola sebagai tempat pengait untuk bagian kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan alumunium foil yang disatukan dengan kertas karton telah benar-benar menempel dengan baik kemudian rangkai kompor seperti gambar di bawah ini.

3. Setelah kompor terangkai dengan sempurna langkah selanjutnya adalah mempersiapkan wadah untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan sebagai tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat menyerap panas dengan baik.

4. Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang terserap dan menghindari panas terbuang, dalam proses memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk membungkus panci tersebut. Dr. Steven Jones dari Brigham Young University mengatakan bahwa "agar lebih optimal dalam memasak akan lebih baik jika dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor". Tatakan dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun dari bawah panci.

Catatan Agar menanak nasi lebih optimal harus dilakukan pada kisaran pukul 09.00-14.00 ketika sinar matahari muncul sepenuhnya. Beberapa kekurangan kompor matahari antara lain, tak bisa diaplikasikan sewaktu-waktu, misal pada musim hujan atau malam hari, kompor tenaga surya juga tidak dapat digunakan menggoreng makanan.

Percobaan Fisika Asyik: Konsep Kerja Sedotan

Kamu pernah menggunakan sedotan kan. Mungkin bukan benda yang aneh. Karena ketika kita ingin meminum air, kadang kita menggunakan sedotan. Dan banyak orang yang merasa lebih nikmat minumnya dengan menggunakan sedotan. Tapi, bagaimana sebenarnya cara kerja sedotan? Apa kamu tahu?

Alat dan Bahan1. Gelas berisi minuman.

2. Sedotan

Langkah Pembuatan1. Tuanglah air kedalam gelas. Kamu bisa mengisinya dengan apa saja. Air putih, susu, atau sirup. Tapi jangan air mentah!

2. Masukkanlah sedotan kedalam gelas. Sekarang, cobalah kamu minum.

Penjelasan KonsepKetika kamu minum, kamu mungkin berpikir kamu sedang menghisap air yang ada dalam gelas. Tapi sebenarnya kamu sedang membuat tekanan udara di dalam sedotan hingga kedalam mulutmu menjadi lebih kecil daripada tekanan udara yang berada disekitarmu. Akibatnya, tekanan udara disekitarmu akan mendorong air masuk kedalam sedotan dan membuat air minuman itu bisa masuk kedalam mulutmu. Sehingga kamu bisa minum dengan leluasa, terkesan kamu menghisap air bukan? That's the unique of physics

Percobaan Fisika Asyik: Lampu Lava Sederhana

Pada episode kali ini, budak fisika akan menampilkan percobaan untuk membuat lampu lava sederhana. Kalo ada yang belum tahu bentuk dan rupanya dapat lihat gambar di bawah ini.

Alat dan Bahan1. Gelas minum bening

2. Minyak sayur

3. Garam

4. Air

5. Pewarna makanan

Langkah Pembuatan1. Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya

2. Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera)

3. Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan teratas

4. Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak

5. Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut

Mengapa terjadi demikian? seperti biasa bagi sahabat yang memiliki pendapat, dapat menuliskan komentarnya. Petunjuk yang saya berikan ialah massa jenis. Selamat bereksperimen ya! Bagi yang kurang mengerti dapat melihat Video Eksperimen Asyik: Lampu Lava SederhanaPercobaan Fisika Asyik: Logam yang Hancur

Logam yang hancur?? apa anehnya, logam hancur kan udah biasa tapi bagaimana jika logam tersebut hancur hanya dengan direndam dalam segelas air. Pada percobaan kali ini kita akan membuktikannya Ga percaya, yah itulah fisika suka membuat penasaran. Langsung saja let's do it!!

Alat dan Bahan 1. Gelas

2. Air

3. Uang Logam (uang seratusan tapi yang dulu bukan yang sekarang)

4. Kertas Perak (kertas bekas bungkus rokok)

Langkah Pembuatan1. Letakkan uang logam di atas kertas perak.

2. Kemudian masukkan ke dalam gelas yang berisi air.

3. Biarkan gelas itu selama sehari.

Penjelasan KonsepTernyata sesudah itu air tampak menjadi keruh dan di tempat yang ada uang, kertas perak berlubang-lubang. Kehancuran ini disebut korosi . Hal ini sering terjadi di tempat dua logam yang berlainan disambungkan secara konduktif. Selain itu, dalam proses ini dihasilkan pula arus listrik, namun kecil sekali.

Percobaan Fisika Asyik: Merica Penakut (Scared Pepper)

Pada eksperimen berikut kita akan membuat merica menghindari jari kita. Bagaimana dan mengapa itu bisa terjadi. Yuk lakukan eksperimen sederhana berikut.Alat dan Bahan1. Merica (atau partikel kecil yang akan mengapung di atas air)2. Air3. Mangkuk4. Sabun CuciLangkah Pembuatan

1. Dapatkan mangkuk dan mengisinya setengah jalan atau lebih dengan air.2. Kocok merica di atasnya sampai lada meliputi sebagian dari permukaan air.3. Sekarang mengambil jari Anda dan menaruh beberapa sabun cuci piring di atasnya.4. Celupkan jari Anda ke dalam air dan menonton tersebarnya lada ke sisi mangkuk!5. Anda akan perlu untuk mangkuk kosong untuk melakukannya lagi.Penjelasan Konsep Konsep yang mendalangi ini adalah tegangan permukaan. Air memiliki lapisan sangat tipis di atasnya (itu adalah kualitas molekul air di permukaan, tetapi memiliki sifat serupa dalam beberapa hal). Sabun cuci piring menghancurkan lapisan tersebut dan pecah. Ketika sabun tersebut pecah akan membawa merica dengannya juga.Percobaan Fisika Asyik: Peniup Bernoulli (Bernoulli Blower)

Percobaan beikut ini bisa kamu lakukan dari barang bekas dan barang kepunyaan ibu kamu, tapi minta izin dulu kalau mau pinjam ya. Eksperimen berikut akan menjelaskan tentang konsep dari Hukum Bernoulli tentang fluida dinamis. Yuk kita langsung buat saja.

Alat dan Bahan 1. Balon

2. Bola pingpong atau bola ringan lainnya

3. Hair dryer

Langkah Pembuatan

1. Hidupkan pengering rambut kamu dan arahkan ke atas. Jadi udara bertiup ke langit-langit.2. Letakkan bola pingpong ke dalam aliran udara.3. Usahakan dengan hati-hati bola ping-pong harus tinggal dalam aliran udar dan melayang di atasnya. 4. Kamu bahkan dapat memiringkan pengering rambut sedikit denga menjaga keseimbangan aliran udara.5. Kamu kadang-kadang bisa tambahkan dua bahkan tiga bola atau balon ke aliran udara pada saat yang sama.Percobaan Fisika Asyik: Perahu Bertenaga Sabun

Sabun, tak ada hal yang aneh kan? benda tersebut biasanya kalian gunakan untuk mandi dan keperluan rumah tangga lainnya tapi pernahkan kalian mencoba menggunakan sabun sebagai tenaga untuk menggerakkan perahu?! Untuk itu marilah kita membuatnya, perhatikan ya!

Alat dan Bahan1. karton yang agak tebal

2. gunting

3. ember/baskom penuh air

4. detergen

Langkah Pembuatan1. Buatlah rangka perahu dari karton seperti pada gambar kira-kira 7 cm x 3 cm (ukuran dapat disesuaikan). Ini gambarnya:

2.

Letakkan perahu perlahan ke dalam ember yang telah diisi air.

3. Masukkan detergen sedikit demi sedikit di bagain belakang perahu. Dan lihat apakah yang akan terjadi.

Penjelasan Konsep Ternyata perahu akan melaju, mengapa ya? Ini disebabkan karena adanya pengaruh tegangan permukaan. Seperti yang kita tahu, karena adanya gaya kohesi antar molekul air khususnya di bagian permukaan membuat sebuah lapisan tipis dan fleskibel yang disebut tegangan permukaan. Dengan menambah detergen ternyata akan memecah lapisan air dan membuat perahu melaju. Setelah melakukan satu kali percobaan, bersihkan kembali embernya kemudian gunakan air yang baru jika ingin melakukan percobaannya lagi.

Percobaan Fisika Asyik: Membuat Periskop

Untuk membuat periskop, kamu hanya membutuhkan dua cermin dan sesuatu yang menahan kedua cermin tersebut. Kemudian kamu bisa melihat sekeliling kamu yang melewati perintang, memata-matai di atas dinding, dan mempelajari hewan tanpa mengganggunya. Periskop digunakan kapal selam untuk melihat keadaan di atas air; tetapi dengan bahan yang khusus dan beberapa usaha kamu bisa membuat sebuah periskop untuk melihat ke dalam air. Tambahkan lensa ke periskop kamu dengan gabungan yang tepat dapat memanfaatkan pengalaman penglihatan. Pastikan untuk membaca kegiatan ini seluruhnya sebelum kamu mulai (seperti halnya jika kamu melakukan semua aktifitas). Ada beberapa variasi rancangan, dan salah satu pilihan kamu akan menentukan cara kamu membuatnya dan bahan-bahan yang dibutuhkan.

Alat dan Bahan 1. Selembar kaca plexy atau kayu lapis (ada di toko) kemudian cat semprot hitam logam dengan ukuran 60 x 90 x 0,3 cm kubik

2. Silikon aquarium atau perekat

3. Meteran kayu

4. 2 cermin kecil 2 lensa cembung (dari sepasang kaca mata tua atau ada di toko alat-alat labor)

5. Epoxy (jika menggunakan lensa)

Alat dan Bahan untuk Membuat Periskop Kaca Plexy1. Pemotong kaca (agar kamu dapat mematahkan kaca dengan rapi)

2. Lem plastik

3. Isolasi pipa

4. Gunting

Alat dan Bahan untuk Membuat Periskop Kayu Lapis1. Gergaji kayu

2. Cat tahan air

3. Paku dan palu

4. Kaca plexy untuk tutup

Untuk cermin, kamu dapat menggunakan cermin genggam. Potong tiap-tiap pegangan dekat cermin, biarkan cermin hanya menempel pada plastik bingkainya.

Langkah Pembuatan1. Cara membuat badan periskop dari kaca atau kayu lapis:

Rancang dan buat ruang panjang dengan empat sisi dan bagian ujung yang berlawanan terbuka, seperti yang terlihat. Ukuran sisi dindingnya terseah kamu, ukuran yang bagus mulai dari 70 x 4 cm. Alat tersebut akan beroperasi paling baik jika kamu mencat hitam dinding dalamnya sebelum memasang kaca.

Jika menggunakan kaca plexy, potong dinding periskop dan gabungkan dengan lem plastik. Biarkan lem kering.

Jika menggunakan kayu lapis, gunakan gergaji kayu untuk memotong dinding.

Jika kamu bermaksud menggunakan periskop kamu dalam air, gabungkan semua tepi dengan perekat. Kamu bisa mencat kayu lapis dengan cat pelindung yang tahan air setelah melakukan perekatan.

Dalam beberapa kasus, mungkin berguna untuk menguatkan periskop kamu dengan potongan isolasi tipis (untuk kaca plexy) atau paku penutup kecil (untuk kayu lapis).

2. Baringkan periskop kamu mendatar di atas meja dan posisikan cermin sejajar satu dengan lainnya, pada bagian yang terbuka, dengan permukaan pantulan saling berhadapan. Atur cermin sehingga ketika kamu melihat ke dalam satu bagian yang terbuka (lobang mata), kamu bisa melihat objek yang jauh melalui bagian terbuka lainnya (penampakan). Ketika cermin diluruskan ke atas dengan tepat (kalibrasi), lem bagian sampingnya denga perekat. Kamu bisa memperlebar area penglihatan dalam periskop kamu dengan menambahkan lensa cembung yang rendah di samping tiap cermin, posisikan sejajar satu dengan yang lainnya dan ke ujung periskop. Gunakan epoxy dengan membubuhkan pada lensa. Sesuatu akan terlihat lebih kecil daripada sebenarnya, tetapi kamu akan mampu untuk melihat lebih banyak.

3. Ketika periskop kamu kering, coba melihat melaluinya. Lihat ke dinding, di bawah meja, seputar sudut, dan di bawah sebuah lobang.

Cara Membuat Periskop Bawah Air

Jika kamu telah membuat periskop dengan dinding yang tahan air, kamu dapat mengeluarkan cermin dekat lobang mata sehingga kamu dapat melihat lurus ke bawah ke dalam periskop. Masukkan kembali cermin dengan memiringkannya. Bukaan yang tersisa hanya untuk lobang mata dan panampakan, tempat cahaya masuk dan keluar. Tutup bagian yang terbuka dengan sepotong kaca yang lebih besar sedikit, dan lem kaca di tempat tersebut dengan perakat. Biarkan potongan tersebut kering semalaman, dan periksa bila ada yang bocor. Jika kamu menggunakan lem yang bagus, kamu dapat memasukkan ujung yang rendah ke dalam kolam dan mulai menggunakan alat periskop untuk mempelajari ekologi bawah air.

Sumber: Riset Unggulan Remaja

Percobaan Fisika Asyik: Roket Air

Pada percobaan kali ini, budakfisika akan menjelaskan cara membuat roket air. Untuk membuatnya diperlukan alat dan bahan yang sederhana saja. Langsung saja kita buat yuk.

Alat dan Bahan1. 2 buah botol bekas air mineral, lebih baik lagi yang bekas soda karena lebih kuat

2. Pipa paralon 1/2 inch, panjangnya kira-kira 1 meter

3. Pipa paralon 1 inch, kira-kira 10 cm

4. Lembaran polycarbonate (dipakai untuk atap kanopi) atau bisa pula styrofoam dan kardus bekas, tetapi cepat rusak.

5. 10-11 cable ties (pengikat kabel) ukuran besar

6. Pentil (air intake) sepeda motor

7. Potongan karet ban dalam

8. Penutup pipa paralon (dop; yang tanpa ulir) ukuran 1/2 inch

9. Kertas koran, lakban bening, lakban hitam tebal, double tape

10. Gunting, cutter, penggaris, lem paralon, serta lem super

Langkah Pembuatan Roket1. Ambil satu botol plastik. potong bagian bawahnya. lalu masukkan koran bekas dan padatkan di ujung botol. Agar gulungan kertas tidak berpindah, bisa direkatkan dengan selotip. Ambil botol plastik lainnya dan satukan dengan botol lainnya. Perkuat dengan lakban bening.

2. Ambil lembaran polycarbonate. buat pola/model sirip, lalu gunting. bisa 3 atau 4 lembar untuk satu roket. Kemudian, dengan doubletape rekatkan potongan polycarbonate tadi di bagian bawah roket (bagian botol yang tidak ada gulungan korannya). Perkuat dengan lakban bening.

3. Posisi siripnya harus seimbang di sekeliling roket. Bila menggunakan 4 sirip, letaknya saling berhadapan.

4. Buka tutup botol bagian bawah roket, lubangi dengan cutter (hinga muat untuk memasukkan paralon 1/2 inch). Kemudian ambil potongan karet ban dalam, potong berbentuk lingkaran. hingga menjadi karet penyekat tutup botol. Tutup kembali botol dengan penutup berpenyekat tadi. dan pembuatan roket selesai.

Langkah Pembuatan Peluncur1. Masukkan paralon 1/2 inch sampai mencapai setengah botol plastik bagian bawah. Tandai dengan lakban hitam.

2. Susun 10 11 cable ties di atas meja. ratakan dengan penggaris. Setelah rapi, rekatkan lakban agar susunannya tidak berubah.

3. Lilitkan susunan cable ties di sekeliling paralon 1/2 inch yang telah diberi tanda lakban hitam. perhatikan posisinya agar kepala cable ties mencengkram mulut botol. Rekatkan susunan ties pada paralon dengan lakban dan diperkuat dengan mengikatnya dengan cable ties yang lain.

4. Masukkan potongan paralon 1 inch hingga memperkuat/mengikat cengkraman susunan cable ties pada mulut botol. Fungsi paralon besar ini adalah sebagai kunci pengaman.

5. Ambil dop penutup paralon, lubangi dan pasang pentil diatasnya. kemudian rekatkan dengan lem yang kuat.

6. Pasang dan lem dop penutup pada ujung pipa paralon 1/2 inch yang lain. hingga peluncur dan roket siap digunakan.

Cara Pemakaian1. Buka pipa peluncur, dan masukkan air sampai kira-kira 1/4 bagian botol. masukkan kembali pipa peluncur dan arahkan roket ke atas sampai cable ties benar-benar mencengkram mulut botol. pasang kunci pengamannya.

2. Bila air merembes keluar, maka seal tidak berfungsi dengan baik. ganti kembali seal karet.

3. Pompa udara kedalam botol melalui pentil di bagian bawah peluncur. jangan terlalu tinggi tekanannya (awas botol pecah).

4. Bila sudah mencukupi tarik kunci pengaman ke bawah. dan roket pun meluncur.

Percobaan Fisika Asyik: Roket Gabus

Percobaan fisika berikut ini dapat kamu buat dari barang bekas. Eksperimen kali ini akan melemparkan gabus keluar dari botol kaca dan membuatnya terbang hingga 20-30 meter layaknya sebuah roket yag sedang meluncur ke luar angkasa. Lebih baik melakukan percobaan ini di luar ruangan. Hati-hati ketika kamu melakukan percobaan ini karena berbahaya, jangan mengarahkan botol kepada temanmu atau dirimu sendiri.

Alat dan Bahan1. Botol kaca2. Cork (gabus)3. Baking soda4. Cuka5. Kertas TisuLangkah Pembuatan

1. Masukkan sekitar dua sentimeter cuka ke dalam botol.2. Masukkan gumpalan kertas tisu sejauh ke dalam leher botol yang kamu bisa.3. Pastikan gumapalan ini tidak terlalu ketat. Perlu menempel ke dalam botol tapi tidak terlalu ketat.4. Tuangkan baking soda ke dalam leher botol. 5. Sekarang pasang gabus ke dalam botol cukup erat.6. Sekarang tekan botol dengan keras pada lantai atau meja untuk memaksa gumpalan kertas dan baking soda masuk ke dalam botol.7. Berikan botol sedikit gerakan dengan menggoyangnya beberapa saat.8. Letakkan dan usahakan kamu menjauh, kemudian lihat reaksinya9. Jika tidak meledak dalam waktu 30 detik sampai 1 menit. Berikan lagi sedikit gerakan pada botol.Percobaan Fisika Asyik: Roket Mini

Ya walaupun roket ini tidak sebagus roket air, tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan banyak kita temui di rumah dan warung terdekat.

Alat dan Bahan 1. Alumunium foil

2. Kotak korek api + batang korek api

3. Penjepit kertas (paper clip)

4. Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.

5. Gunting

Langkah Pembuatan1. Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.

2. Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!

3. Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.

4. Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.

5. Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.

6. Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!

7. Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.

8. Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.

9. Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.

10. Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.

11. Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!

12. Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya!

13. Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)

Penjelasan KonsepKorek api itu (kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumunium foil, maka terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.

Percobaan Fisika Asyik: Spektroskop

Percobaan kali ini ialah membuat alat peraga spektroskop sederhana, walaupun alat ini tidak bisa menghitung panjang gelombang tiap spektrum cahaya secara pasti, tetapi kita bisa melihat sebuah fenomena bahwa cahaya putih (polikromatik) itu ternyata tersusun atas gabungan cahaya monokromatik dengan panjang gelombang yang berbeda-beda.

Alat dan Bahan

1. Gunting

2. Cutter

3. Penggaris

4. CD/DVD bekas

5. Kardus bekas

6. Silet

7. Plester

8. Karton

9. Alumunium foil

Langkah PembuatanUntuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara untuk membuatnya, sahabat dapat mendownload petunjuk penggunaannya disini.

Percobaan Fisika Asyik: Tegangan Permukaan

Kali ini kita akan melihat bagaimana gaya tegang permukaan air dapat dipengaruhi oleh zat lainnya. Kira-kira apa yang akan terjadi dengan permukaan airnya ya?

Alat dan Bahan1. Satu helai benang berukuran sekitar 15 cm

2. Wadah berisi air

3. Sabun cair

Langkah Pembuatan

1. Letakkanlah benang dalam bentuk melingkar diatas permukaan air, tapi jangan diikat.

2. Pastikan benang tersebut mengambang. Tidak tenggelam.

3. Kemudian teteskanlah setetes sabun cair pada posisi ditengah lingkaran benang tersebut. Perhatikan apa yang terjadi pada benangnya!

Penjelasan KonsepBenang yang tadinya berbentuk lingkaran perlahan-lahan melebar sehingga ujung-ujungnya memisah. Hal ini karena pada awalnya, gaya tegang permukaan menahan posisi benang sehingga bisa berbentuk lingkaran. Tapi kemudian setelah ditetesi sabun cair, daerah disekitar tetesan sabun tersebut menjadi lemah ikatannya. Dan daerah permukaan diluar benang yang ikatan molekul airnya lebih kuat akan menarik benang sehingga bentuk benang menjadi melebar dan tidak lagi berbentuk lingkaran.

Percobaan Fisika Asyik: Tekanan Dalam Tabung Suntik

Kamu mungkin pernah menggunakan kata gaya dan tekanan. Tapi apa kamu mengerti apa arti kata gaya dan tekanan itu? Pada percobaan ini, kita akan mengenal gaya dan tekanan lebih dekat. Yuk coba eksperimen fisika asyik ini!

Alat dan Bahan1. Alat penghisap (Tabung suntik atau semacamnya tanpa jarum)

Langkah Pembuatan

1. Kali ini kita akan mencoba menggunakan tabung suntik untuk melakukan simulasinya. Posisikanlah katup tabung suntik pada keadaan tertutup.

2. Kemudian, tariklah hingga mencapai garis angka 4 (lihat gambar) nya. Pastikan tabung tersebut terisi udara. Kemudian, tahanlah bagian mulut tabung dan tarik dengan kuat katup tabung suntik. Dengan cepat, lepaskanlah. Apa yang terjadi dengan katup tabung?

Penjelasan KonsepKatup tabung akan kembali ke posisi semula. Hal ini karena ketika kamu menarik katup tabung, kamu memberikan gaya untuk memperbesar volum dalam tabung. Nah, karena volumnya bertambah dan tidak ada udara yang keluar masuk, tekanan menjadi semakin kecil. Sedangkan tekanan udara diluar tabung tetap. Artinya, keadaan tekanan udara diluar tabung lebih besar daripada didalam tabung. Karena tekanan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, maka tekanan udara diluar tabung akan mendorong katup ke posisinya semula. Dimana tekanan pada posisi tersebut adalah sama dengan tekanan diluar tabung.

Percobaan Fisika Asyik: Tenggelam dan Terapung

Percaya atau tidak, kamu bisa membuat dua benda bermassa sama, terapung dan tenggelam masing-masing secara bersamaan. Jadi, ketika kamu meletakkan dua benda tersebut kedalam air, yang satu akan terapung, satu lagi tenggelam. Kenapa bisa begitu? Yuk kita lakukan eksperimen asyik berikut

Alat dan Bahan

1. Dua benda bermassa sama. Kamu bisa menggunakan 2 tumpukkan yang masing-masing

2. berisi 5 keping logam 500 rupiah

3. Dua lembar kertas karton berukuran 2020 cm

4. Dua lembar alumunium foil berukuran 2020 cm

5. Satu baskom besar berisi air

Langkah Pembuatan1. Lapisilah masing-masing karton dengan alumunium foil. Lalu, ambil salah satunya dan bentuklah menjadi sebuah wadah menyerupai box untuk membungkus kue tart (kita akan menyebutnya menyerupai kapal-kapalan). Letakkan 5 tumpuk koin di dalamnya.

2. Ambillah 5 tumpuk koin lainnya dan bungkuslah dengan karton yang belum digunakan. Kamu bisa membungkusnya dengan berbagai cara. Lebih baik kamu bentuk seperti gumpalan kertas biasa. Letakkanlah keduanya diatas permukaan air secara bersamaan. Apa yang terjadi?

Penjelasan KonsepKoin yang berada didalam kapal-kapalan terapung. Sedangkan koin yang berada didalam gumpalan kertas akan tenggelam. Hal ini terjadi karena air memiliki gaya angkat yang sama pada tiap benda. Gaya tersebut berkerja sesuai luas permukaan bendanya itu sendiri. Pada bentuk kapal-kapalan, bagian dasar kapal-kapalan memiliki luas permukaan yang lebih besar daripada bentuk gumpalan kertas biasa. Sehingga kapal-kapalan itu menangkap gaya apung lebih banyak dan membuatnya bisa tetap ada di permukaan air meski membawa beban yang sama. Hal ini juga menjelaskan kenapa kapal laut atau sekoci kecil bisa mengapung di permukaan air

Percobaan Fisika Asyik: Termometer Sederhana

Kalian udah pada tau yang namanya termometer kan? Yup, termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Biasanya termometer terdapat di rumah sakit atau di laboratorium, tetapi kalian bisa buat termometer sendiri dari bahan-bahan yang ada di sekitar rumah. Penasaran? ayo kita bikin yuk.

Alat dan Bahan1. Air atau alkohol

2. Pewarna

3. Botol

4. Sedotan

5. Malam atau tanah liat

Langkah Pembuatan1. Tuangkan sedikit air yang diberi warna ke dalam botol.

2. Masukkan sedotan minuman hingga menyentuh permukaan air dalam botol.

3. Tutup dengan rapat-rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk.

4. Gosok dengan tangan botol tersebut dan jika diperhatikan baik-baik air dalam sedotan akan mulai naik.

Penjelasan KonsepKetika kita menggosok-gosok botol tersebut dengan tangan, udara yang tertutup dalam botol memuai karena gaya gesekan antara tangan dan botol. Molekul-molekul bertabrakan makin cepat dan lebih keras. Udara menekan permukaan air dan air naik ke dalam pipa sedotan, sehingga kedudukan permukaan air dalam pipa sedotan menunjukkan derajat panas. Dalam termometer biasa yang memuai adalah raksa yang berada dalam pipa kapiler.

Percobaan Fisika Asyik: Membuat Teropong Gerhana Matahari

Melihat langsung ke matahari sangat berbahaya, kerusakan retina terjadi dalam beberapa detik. Selama gerhana matahari (bulan menghalangi matahari) kita sangat tergoda untuk melihat langsung fenomena ini, namun biasanya mengakibatkan kerusakan mata jika dilihat dengan mata telanjang. Tapi, fenomena gerhana ini dapat dengan aman dilihat dengan melihat proyeksi gambar matahari. Bagaimana caranya, mari kita buat sebuah percobaan berikut ini. Alat yang akan kita buat berikut ini disebut teropong gerhana. Walaupun alat ini digunakan saat gerhana matahari berlangsung yang fenomenanya jarang terjadi, tapi tidak ada salahnya jika kita membuat alat ini.

Alat dan Bahan:1. Kotak sereal

2. Alumunium foil

3. Paku kecil

4. Lem

Langkah Pembuatan:1. Sediakan sebuah kotak sereal (kotak apapun boleh)

2. Jika bagian bawah kotak tidak putih, lem selembar kertas putih ke bawah. Hal ini membuat lebih mudah untuk melihat gambar yang diproyeksikan.

3. Potong ujung dari bagian atas kotak seperti yang ditunjukkan. Kita buat dua lubang, satu untuk alumunium foil yang lain untuk melihat.

4. Pasang alumunium foil di salah satu lubang.

5. Dengan paku kecil (~ diameter 3mm) lubangi alumunium foil. (Ukuran lubang tidak begitu penting, kamu dapat melakukan percobaan dengan ukuran yang berbeda).

6. Pegang teropong gerhana dengan matahari bersinar pada lubang. Matahari akan berada di belakang kamu. Ingat jangan melihat langsung ke matahari!

7. Ketika melihat lubang tersebut, geser kotak sampai gambar matahari muncul di bagian bawah. Kamu sekarang aman melihat gambar matahari. Ini adalah cara yang aman untuk melihat gerhana.

8. Dengan menggunakan alat ini, gerhana matahari akan terlihat seperti ini.

Percobaan Fisika Asyik: Magic Magnet

Apakah magnet dapat berinteraksi tanpa menyentuh bendanya? Para ilmuwan telah mencobanya melalui udara, air, kaca, dan benda lainnya. Kamu dapat mencobanya dan tunjukkanlah magic ini kepada teman-temanmu

Alat dan Bahan1. Sebuah magnet batang atau magnet U

2. Penjepit kertas

3. Serbuk besi atau benda dari besi lainnya

4. Selotip

5. Kertas

6. Gelas

7. Air

8. Benang

Langkah Pembuatan1. Ikat penjepit kertas pada ujung benang. Lalu tempelkan ujung benang yang lainnya dengan selotip pada meja atau lantai. Pelan-pelan dekatkan magnet kearah penjepit kertas sampai penjepit kertas tersebut tertarik. Hati-hati, jangan sampai penjepit kertasnya menempel di magnet. Cobalah kamu angkat magnet keatas perlahan-lahan, usahakan jarak magnet ke penjepit kertas selalu sama, apakah penjepit kertasnya akan terbawa keatas mengikuti magnet?

2. Coba letakkan magnet di meja atau lantai, lalu tutupi dengan selembar kertas. Setelah itu letakkan penjepit kertas diatasnya, usahakan jaraknya tidak terlalu jauh dari ujung magnet. Dekatkan secara perlahan-lahan. Apa yang terjadi, apakah penjepit kertasnya tertarik oleh magnet? Taruh serbuk besi kedalam gelas. Jika tidak ada cobalah cari benda yang terbuat dari besi seperti paku. Setelah itu, dekatkan magnet dari luar gelas. Apakah serbuk besi yang ada dalam gelas bisa tertarik oleh magnet?

3. Sekarang, tuangkan air kedalam gelas berisi serbuk besi tadi. Lalu cobalah dekatkan magnet dari luar gelas lagi. Kali ini apakah serbuk besinya tertarik oleh magnet? Setelah selesai, segera buang airnya dan keringkan serbuk besinya dengan tissue agar tidak karatan.

Penjelasan KonsepTernyata, magnet bisa menarik benda-benda yang terbuat dari besi walaupun ada penghalang berupa udara, air, kertas, maupun kaca. Jadi magnet bisa menarik besi tanpa perlu bersentuhan dengan besinya secara langsung. Asalkan penghalangnya tidak terlalu tebal untuk magnet yang kecil

Percobaan Fisika Asyik: Memanaskan Air Dalam Gelas Plastik

Memanaskan air dalama gelas plastik!? Bukannya akan meleleh tuh gelas plastik, tetapi ternyata nggak meleleh. Kenapa ya? Nah hal ini dapat dijelaskan secara fisika, mari kita lakukan sebuah percobaan sederhana berikut.

Alat dan Bahan 1. Air mineral

2. Gelas plastik

3. Korek api

Langkah Pembuatan1. Dengan alat dan bahan yang tersedia, kita panaskan air (terserah bagaimana caranya).

2. Tetapi selama pemanasan, air tidak boleh dipindahkan dari gelas plastik tsb.

Penjelasan Konsep

Pada saat kita memanaskan langsung gelas berisi air mineral (seperti memasak dengan panci). Kalor mengalir dari sumber panas melintasi permukaan gelas dan diteruskan ke air. Namun, bukannya gelas meleleh karena panas yang ditimbulkan, justru air yang malah menjadi panas. Lalu kenapa hal ini terjadi? Dalam kasus gelas plastik kosong, panas yang diberikan akan langsung melelehkanya jika suhunya melebihi ambang tiitk leleh plastik. Namun ketika dalam gelas diisi air, kalor yang seharusnya melelehkan plastik dihantarkan ke air. Secara skematis, alur penghantaran panas dapat dilihat pada gambar.

Kalor dihantarkan oleh permukaan gelas ke air, dan kalor ini dimanfaatkan untuk memanaskan air. Karena kalor jenis air tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk memanskan sampai suhu yang mampu melelehkan plastik cukup lama, akibatnya gelas plastik lebih tahan lama tanpa meleleh.

Video Eksperimen Asyik: Membelokkan Cahaya

Pada postingan hari ini, budakfisika akan menampilkan sebuah video bagaimana membuat cahaya bisa berbelok mengikuti aliran. Alat dan bahan yang dibutuhkan sangat sederhana yaitu botol mineral kosong, air, dan sumber cahaya monokromatik (bisa dibeli di toko-toko terdekat kesayangan anda). Okelah kalo begitu, mari kita langsung saja menuju TKP.

Menarik bukan, cahaya yang seharusnya sifatnya bergerak lurus bisa berbelok tanpa dipantulkan (refraksi) atau melewati celah kecil (difraksi). Ada yang tahu kenapa??

Percobaan Fisika Asyik: Telur Di Dalam Botol

Percobaan fisika sederhana ini pernah saya lihat di kampus ketika jurusan mengadakan pameran alat-alat fisika sederhana. Berikut akan saya coba jelaskan kepada sahabat tentang proses pembuatannya.

Alat dan Bahan1. Sebuah botol yang memiliki diameter mulut yang cukup besar, namun tidak dapat dilalui sebutir telur.

2. Sebutir telur ayam yang telah direbus dan dikupas kulitnya

3. Beberapa lembar kertas

4. Korek api

5. Beberapa butir dry ice (biang es)

Langkah PembuatanJika dipikir-pikir, kita tak mungkin dapa memasukkan telur ke dalam botol apalagi diameter mulut botolnya lebih kecil dari ukuran telur. Tapi ternyata secara fisika, memasukkan dan mengeluarkan telur ke dalam botol ialah hal yang mudah. Tidak percaya? Mari kita lihat langkah pembuatan di bawah ini.

Memasukkan telur ke dalam botol

1. Siapkan botol dan telur yang akan digunakan

2. Bakar selembar kertas kemudian segera masukkan ke dalam botol

3. Segera letakkan telur di atas mulut botol segera saat api masih menyala,

4. lalu berikan sedikit tekanan, hal ini dimaksudkan agar botol menjadi terisolasi dari udara luar.

5. Diamkan beberapa saat, maka telur perlahan-lahan akan masuk ke dalam botol

Mengeluarkan telur dari dalam botol

1. Masukkan beberapa butir dry ice ke dalam botol

2. Kemudian balik botol sehingga telur terletak pada mulut botol bagian dalam, usahakan jangan sampai ada dry ice yang keluar botol

3. Lalu jaga agar dry ice tidak terlalu lama menyentuh telur, diamkan beberapa saat sampai telur kluar seluruhnya dari dalam botol

Penjelasan KonsepDalam percobaan ini, teori fisika yang berperan ialah tekanan udara.

Memasukkan telur ke dalam botol Anggapan dasarnya adalah bahwa nyala api dapat terjadi ketika terdapat kandungan oksigen dalam jumlah yang cukup di dalam udara. Nah, proses pembakaran ini akan menghabiskan sejumlah mol oksigen sesuai dengan jumlah yang diperlukan dalam pembakaran tersebut. Pada saat kertas yang telah terbakar dimasukkan ke dalam botol, api tersebut akan terus menyala sambil mereaksikan antara oksigen dengan kertas. Lama-kelamaan jumlah oksigen dalam botol akan habis.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa jumlah mol zat yang bereaksi sebanding dengan tekanannya ( pV = nRT), maka pada saat jumlah mol oksigen dalam botol berkurang, tekanan dalam botol pun akan turun. Hal ini menyebabkan tekanan udara dalam botol akan lebih rendah daripada tekanan udara luar. Akibatnya telur akan mendapat tekanan dari luar sehingga perlahan-lahan telur akan terlihat seolah-olah terhisap ke dalam botol sampai masuk seluruhnya ke dalam botol.

Mengeluarkan telur dari dalam botol Konsep yang digunakan untuk mengeluarkan telur dari dalam botol tidak banyak berbeda dari proses memasukkan telur ke dalam botol, yang berbeda hanyalah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu dengan meningkatkan tekanan di dalam botol sehingga lebih tinggi dari tekanan di luar botol.

Dengan memasukkan dry ice ke dalam botol mampu menaikkan tekanan di dalam botol tersebut. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa bahan dasar pembuat dry ice adalah semacam gas yang dipadatkan, maka dalam suhu kamar dry ice akan menyublim dan menghasilkan gas. Nah, gas inilah yang digunakan untuk mendorong telur keluar dari dalam botol.

Percobaan Fisika Asyik: Menghitung Diameter Matahari

Jika kita mengetahui jarak ke matahari kita dapat membuat beberapa peralatan sederhana yang akan memungkinkan kita untuk menghitung ukuran matahari. Jarak rata-rata matahari ~ 149, 595, 390 km. (~ 150, 000, 000 km)Alat dan Bahan1. Paku kecil2. Alumunium foil3. Karton4. Gunting5. Selotip6. Penggaris kayu 1 meterLangkah Pembuatan1. Lubangi alumunium foil (ukuran ~ 2 cm x 2 cm) dengan pakukecil.

2. Sediakan sebuah karton (ukuran ~ 8 cm X 15 cm) seperti yang ditunjukkan. Kemudian lubangi bagian atas dari kartu dan potongan aluminium foil dengan paku.

3. Sediakan sepotong kecil karton (ukuran ~ 6 cm x 15 cm) seperti yang ditunjukkan. Kemudian lem sepotong kecil kertas grafik ke kartu.

4. Pasangkan kartu grafik untuk salah satu ujung penggaris kayu seperti yang ditunjukkan.

5. Pasangkan kartu yang ada alumunium foil ke ujung lain dari penggaris kayu.

6. Luruskan penggaris kayu sehingga matahari bersinar melalui lubang paku ke kertas grafik.

7. Hati-hati menghitung jumlah baris yang mencakup gambar pada kertas grafik. Kemudian gunakan prinsip berikut untuk menghitung diameter matahari.

Keterangan: A = diameter gambar matahari (hasil diperoleh berdasarkan percobaan) B = penggaris kayu (1 meter atau 1000 mm)D = jarak ke matahari (150.000.000 km)F = diameter matahari (tidak diketahui) Peralatan anda telah menciptakan dua segitiga sama kaki yang sama. Segitiga sama kaki ABC mirip dengan segitiga FED. Ini berarti sudutnya adalah sama.Sudut BC = Sudut EDSudut AB = Sudut EF = Sudut AC= Sudut DFJuga rasio: A / B = F / DJika sudah tahu prinsipnya pasti ngerti kan? Hayo yang jago matematika, berapakah diameter matahari setelah melakukan percobaan ini?

Percobaan Fisika Asyik: Pemuaian Panjang

Sebagian besar material memuai ketika dipanaskan. Jembatan dan trotoar dibuat dengan celah di antara bagian padat sehingga mempunyai ruang untuk memuai karena pemanasan di musim panas. Pada saat cuaca dingin, bagian tersebut menyusut dan celah menjadi lebih besar. Roda kereta api dipanaskan sebelum ditempatkan pada as nya sehingga ketika dingin, menyusut dan tergantung rapat. Bola logam yang baru saja melewati sebuah cincin akan menempel jika dipanaskan, tetapi dengan mudah lewat setelah dicelupkan ke dalam air es. Tidak begitu dengan pita karet di bawah tekanan. Panaskan pita karet yang teregang, dan karet akan menyusut; dinginkan dan karet akan mengembang. Perilaku yang aneh tersebut dilakukan oleh struktur seperti rantai dari molekul karet.

Bayangkan karet di bawah tegangan seperti buntelan rantai yang diregangkan, dengan panas menggoncangkan rantai. Semakin keras rantai di goncang, semakin kuat tarikan rantai menarik ujungnya, sehingga menyusut. Kamu dapat menggunakan sifat panas biasa pita karet untuk membuat alat merespon panas. Alat tersebut tidak mau dihidupkan dengan lokomotif, tetapi kamu akan mendapatkan ide bagaimana dengan mesin pemanas (sebuah mesin yang memindahkan panas menjadi energi mekanik) dapat bekerja dengan skala yang lebih besar.

Alat dan Bahan1. Kaca mata pengaman (digunakan ketika memanaskan dan menangani pita karet)

2. Gunting

3. Pemberat yang ada kaitnya

4. Berbagai jenis pita karet

5. Tip-ex

6. 2 cincin penyangga (atau buat oleh kamu sendiri dari bahan yang bisa nenegakkan pita,seperti tripod kamera atau potongan kayu

7. Es secukupnya

8. Lampu atau senter

9. Beberapa klem dan sebuah katrol (kamu bisa menemukan semua jenis klem dan katrol di toko alat-alat rumah tangga atau bahan logam

10. Kawat

11. Penggaris

Pakai kaca mata pengaman dan pegang pita karet di depan kamu. Sebelum meregangkannya, sentuhkan ke bibir kamu untuk merasakan temperaturnya. Sekarang regangkan sepanjang dan sekuatnya, dengan cepat, dan bawa kembali ke bibir kamu, dalam keadaan teregang. Terasakah panasnya? Kamu membentuk kerja pada pita karet, dan energi yang kamu berikan berubah menjadi panas. Setelah menunggu beberapa detik pita karet (masih teregang) kembali ke temperatur ruang, lepaskan tarikan pada pita karet dengan cepat dan biarkan menyusut, bawa kembali ke bibir kamu. Seharusnya terasa dingin sekarang, karena menyerap panas.

Langkah Pembuatan

1. Susun dua penyangga berdekatan satu sama lain, jaraknya 20 cm satu sama lain. Kamu bisa mengatur jarak seperlunya untuk menyangga pita karet.

2. Klem katrol ke satu penyangga, lebih kurang 20 cm dari dasarnya, sehingga bidang katrol vertikal.

3. Potong pita karet dan klem ujung yang satu ke penyangga lainnya pada ketinggian yang sama dengan katrol. Lewatkan ujung yang satu lagi ke katrol (Jika penyokong kamu bergerak, kamu mungkin perlu meletakkan pemberat pada pentokong atau klem ke meja).

4. Gantung pemberat pada ujung pita karet yang bebas sehingga pita karet teregang melalui katrol dan pemberat tergantung bebas. Tandai sebuah titik pada katrol dengan tip-ex.

5. Dengan pelan gosok sepotong es kotak sepanjang pita karet, maju mundur, selama 1 menit Apa yang terjadi pada lempeng katrol.

6. Sorotkan lampu pemanas pada pita karet. Sekarang apa yang terjadi?

7. Selanjutnya kamu dapat merancang kembali peralatan kamu untuk sensitifitas dan gerakan yang maksimum. Variasikan panjang dan jenis pita karet. Lakukan eksperimen dengan sekumpulan pita karet, atau material lain, seperti kawat. Ketika kamu menggunakan kawat, bagaimana perbedaan gerakan katrol dibanding ketika kamu menggunakan karet?