of 26 /26
APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN GENDER PADA PERILAKU PENGGUNAAN INTERNET Majang Palupi Heru Kurnianto Tjahjono Universitas Muhammadiyah Yogyakarta The purpose of this paper is to test gender as moderating variable in technology acceptance model (TAM). TAM describe that perceived usefulness and perceived ease of use are an important antecedence to explain behavior intention to use internet. Perceived usefulness is the degree to which a person believes that using a particular system would enhance his or her job performance. Perceived ease of use is the degree to which a person believes that using a particular system would be free of effort. This paper consist of two studies. Study 1: data were collected from employees and study 2: data were collected from private universities students. The results is supported that gender as moderating variable. PENDAHULUAN Penggunaan internet di Indonesia mengalami perkembangan pesat, terutama di kalangan dunia akademik dan praktek bisnis. Fenomena penggunaan internet di Indonesia dapat dipotret dengan technology acceptance model (TAM). Di luar negeri penelitian dengan TAM telah banyak dilakukan di antaranya 1

Ekobis Tam Umy

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ekobis Tam Umy

Text of Ekobis Tam Umy

APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN GENDER PADA PERILAKU

APLIKASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN GENDER PADA PERILAKU PENGGUNAAN INTERNETMajang PalupiHeru Kurnianto Tjahjono

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

The purpose of this paper is to test gender as moderating variable in technology acceptance model (TAM). TAM describe that perceived usefulness and perceived ease of use are an important antecedence to explain behavior intention to use internet. Perceived usefulness is the degree to which a person believes that using a particular system would enhance his or her job performance. Perceived ease of use is the degree to which a person believes that using a particular system would be free of effort. This paper consist of two studies. Study 1: data were collected from employees and study 2: data were collected from private universities students. The results is supported that gender as moderating variable.PENDAHULUAN

Penggunaan internet di Indonesia mengalami perkembangan pesat, terutama di kalangan dunia akademik dan praktek bisnis. Fenomena penggunaan internet di Indonesia dapat dipotret dengan technology acceptance model (TAM). Di luar negeri penelitian dengan TAM telah banyak dilakukan di antaranya Davis (1989, 1993), Davis et al. (1989), Adam et al. (1992), Szajna (1994), Chin dan Todd (1995), Davis dan Venkatesh (1996), Gefen dan Straub (1997), Igbaria et al. (1997), Venkatesh dan Morris (2000) dan lain-lain. Teori tersebut menjelaskan bahwa minat berperilaku menggunakan teknologi informasi dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan kemudahan menggunakan teknologi tersebut.

Dalam konteks penggunaan internet mahasiswa di Yogyakarta yang dilakukan Sanjaya (2005), TAM dinilai tidak terlalu mampu menjelaskan fenomena lapangan dengan kontribusi sebesar 15 % sedangkan sisanya dijelaskan variabel-variabel lain. Sanjaya (2005) menyarankan pentingnya mempertimbangkan variabel gender dalam konteks penggunaan internet.

Penelitian ini bertujuan mereplikasi teori TAM dengan memasukkan gender sebagai variabel pemoderasian untuk menjelaskan fenomena penggunaan internet. Studi dilakukan pada konteks penggunaan internet oleh mahasiswa dan karyawan dalam dua studi terpisah.

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

TAM merupakan teori yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan teknologi informasi. Teori tersebut dikembangkan oleh Davis (1989) dan kemudian digunakan oleh beberapa peneliti lain seperti Adam et al. (1992), Szajna (1994), Chin dan Todd (1995), Davis dan Venkatesh (1996), Gefen dan Straub (1997), Igbaria et al. (1997), Venkatesh dan Morris (2000) dan lain-lain. TAM berbasis pada theory of reasoned action (TRA) yang dikembangkan Fishbein dan Ajzen (1975 dalam Sanjaya, 2005). TRA merupakan model yang secara luas mengkaji psikologi sosial mengenai perilaku seseorang yang dilakukan secara sadar. Berdasarkan TRA, minat berperilaku berkaitan erat dengan perilaku spesifik individu dan merupakan proses yang dilakukan secara sadar. Sedangkan sikap dan norma subyektif adalah anteseden perilaku tersebut. Sikap merupakan perasaan positif atau negatif tentang target perilaku, sedangkan norma subjektif adalah persepsi seseorang tentang orang lain atau sekelompok orang atau referensi lainnya yang memikirkan apa yang dilakukan atau tidak harus dilakukan mengenai perilaku tertentu. Dalam konteks teknologi informasi (dalam penelitian ini penggunaan internet), para peneliti akan mengidentifikasi keyakinan yang menonjol pada subjek berdasarkan pada investigasi sebelumnya. Atribut-atribut yang menonjol berkaitan dengan teknologi informasi secara tidak langsunf dapat mempengaruhi minat dan norma subjektif dan selanjutnya dikelompokkan sebagai variabel internal. Dengan demikian TRA menangkap variabel-variabel internal melalui beberapa variabel eksternal yang berkaitan dengan teknologi informasi.Sejalan dengan TRA, kajian TAM juga menangkap variabel-variabel internal melalui beberapa variabel eksternal terkait dengan hal yang menonjol pada teknologi informasi yang menjadi target. Menurut Davis (1989) di dalam konsep TAM terdapat dua anteseden penting yang memprediksi minat berperilaku dalam menggunakan teknologi informasi, yaitu persepsi manfaat (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan (perceived ease of use). Keduanya merupakan variabel internal dalam diri individu. Kajian-kajian empiris sebelumnya menunjukkan bahwa kedua variabel internal individu tersebut mendapat dukungan kuat secara empiris (Venkatesh dan Morris, 2000).Pengaruh Manfaat pada Minat Menggunakan Internet

Pada fenomena penggunaan teknologi informasi, variabel manfaat merupakan anteseden penting dalam menjelaskan minat menggunakan TI. Davis (1989, 1993), Davis et al. (1989), Adam et al. (1992), Szajna (1994), Chin dan Todd (1995), Davis dan Venkatesh (1996), Gefen dan Straub (1997), Igbaria et al. (1997), Venkatesh dan Morris (2000), Sanjaya (2005). Dalam kajian tersebut manfaat merupakan penetu yang kuat terhadap penggunaan suatu sistem informasi, adopsi dan perilaku pengguna teknologi tersebut. Secara spesifik Davis et al (1989) menambahkan bahwa hubungan manfaat dengan penerimaan teknologi lebih kuat dan konsisten dibandingkan dengan ukuran persepsi lainnya.Berkaitan dengan penggunaan internet, para karyawan dan mahasiswa akan mempertimbangkan faktor manfaat penggunaan internet. Apabila mereka mempersepsikan internet adalah hal yang bermanfaat bagi mereka dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mereka, maka akan semakin mendorong keinginan mereka menggunakan internet.

H1. Manfaat berpengaruh positif pada minat karyawan dan mahasiswa menggunakan internet.

Pengaruh Kemudahan pada Minat Menggunakan InternetMasih berkaitan dengan fenomena penggunaan teknologi informasi, variabel kemudahan juga merupakan anteseden penting dalam menjelaskan minat menggunakan TI. Davis (1989, 1993), Davis et al. (1989), Adam et al. (1992), Szajna (1994), Chin dan Todd (1995), Davis dan Venkatesh (1996), Gefen dan Straub (1997), Igbaria et al. (1997), Venkatesh dan Morris (2000), Sanjaya (2005). Dijelaskan oleh Davis et al (1989) bahwa kemudahan penggunaan teknologi informasi merupakan katalisator potensial untuk meningkatkan minat berperilaku dalam penggunaan teknologi informasi.Dalam konteks penggunaan internet, karyawan dan mahasiswa akan mempertimbangkan kemudahan penggunaannya. Semakin mudah menggunakannya akan mendorong mereka berperilaku menggunakan internet.

H2. Kemudahan berpengaruh positif pada minat karyawan dan mahasiswa menggunakan internet.

Peran Pemoderasian Gender dalam TAM

Beberapa kajian menjelaskan pentingnya mempertimbangkan gender. Gefen dan Straub (1997) menjelaskan bahwa penggunaan e-mail antara laki-laki dan perempuan berbeda. Dalam kajian lainnya Venkatesh dan Morris (2000) menguji perbedaan laki-laki dan perempuan dalam penggunaan teknologi informasi. Kajian tersebut menunjukkan bahwa laki-laki lebih diperngaruhi persepsi manfaat dalam penggunaan TI, sedangkan perempuan lebih dipengaruhi oleh kemudahan. Demikian pula pandangan Sanjaya (2005) yang menduga perbedaan gender penting dipertimbangkan dalam fenomena penggunaan internet. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti menduga gender akan memoderasi pengaruh manfaat dan kemudahan pada minat menggunakan internet.H3. Gender memoderasi pengaruh manfaat pada minat karyawan dan mahasiswa menggunakan internet.

H4. Gender memoderasi pengaruh kemudahan pada minat karyawan dan mahasiswa menggunakan internet.

Model Penelitian sbb:

METODE PENELITIAN

Kajian ini berbasis pada dua penelitian. Penelitian pertama melibatkan sejumlah karyawan pada beberapa perusahaan di ambil atas dasar kemudahan - sebagai teknik convenience sampling. Jumlah reponden 60 orang dan yang dapat diolah berjumlah 57. Sedangkan penelitian kedua melibatkan sejumlah mahasiswa PTS dan data yang digunakan sebanyak 77 mahasiswa dengan teknik sampling yang sama.Pengukuran Variabel1. Variabel ManfaatVariabel manfaat menggunakan instrumen yang dikembangkan Davis (1989); Taylor dan Todd (1995) selanjutnya dimodifikasi dalam konteks penggunaan internet. Terdiri atas 3 item pertanyaan.

2. Variabel Kemudahan

Variabel kemudahan menggunakan instrumen yang dikembangkan Davis (1989); Taylor dan Todd (1995) selanjutnya dimodifikasi dalam konteks penggunaan internet. Jumlah item pertanyaan 4 buah.

3. Variabel Gender

Variabel gender terdiri atas laki-laki dan perempuan.

4. Variabel Minat

Variabel minat berperilaku menggunakan internet terdiri atas 2 item seperti yang dikembangkan Davis (1989); Taylor dan Todd (1995) selanjutnya dimodifikasi dalam konteks penggunaan internet.

Variabel-variabel manfaat, kemudahan dan minat berperilaku diukur dengan menggunakan skala likert dengan rentang nilai (1) sampai dengan (5).

Analisis Data

Analisis data dilakukan denga regresi hirarkikal untuk menguji peran pemoderasian gender sbb:

Y = 1X1 + 2X2 + 3X1X2

Y = minat menggunakan internet

X1 = manfaat

X2 = kemudahan

X3 = genderAnalisis Regresi Berganda Hirarkikal akan dilakukan dengan bantuan program SPSS dan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

1) Menguji pengaruh variabel kontrol Pengujian ini dimaksudkan untuk menghindari confounding effect yang disebabkan background variable terhadap model. Statistik yang akan dianalisis R2, angka ini menunjukkan presentasi variabel dependen yang mampu dijelaskan oleh variabel kontrol.

2) Menguji main effect manfaat, kemudahan dan gender pada minat berperilaku. Peningkatan R2 (R2) menunjukkan kontribusi efek utama pada minat. Pengaruh X1 dan X2.

3) Menguji pengaruh pemoderasian terhadap variabel dependen dengan menganalisis interaksi variabel independen dan variabel pemoderasian. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASANStatistik Deskriptif

Tabel 2 di bawah ini menunjukkan deskripsi statistik pada studi 1.Tabel 2

Statistik Deskriptif Variabel-Variabel Studi 1VariabelJumlah DataMinMaxMean Std. Deviasi

Manfaat (X)578203,572,995

Kemudahan (X)579203,502,658

Minat Berperilaku (Y) 578154,131,878

Tabel 3 Statistik Deskriptif Variabel-Variabel Studi 2

VariabelJumlah DataMinMaxMean Std. Deviasi

Manfaat (X)778193,982,321

Kemudahan (X)779203,662,540

Minat Berperilaku (Y) 778154,331,779

Statistik deskriptif studi 1 dan 2 menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda kisaran minimal sampai dengan maksimal untuk ketiga variabel. Demikian pula nilai mean dan standar deviasi yang menunjukkan pola yang tidak jauh berbeda. Secara umum mean ketiga variabel pada studi 2 lebih tinggi daripada mean ketiga variabel pada studi 1, namun standar deviasi studi 1 secara umum lebih besar daripada studi 2.

Dalam konteks penggunaan internet, baik karyawan maupun mahasiswa mempersepsikan bahwa derajat manfaat dan kemudahan internet tinggi. Secara umum minat mereka menggunakan internet tergolong tinggi. Dengan demikian internet merupakan hal yang dinilai penting bagi para karyawan dan para mahasiswa.

Apabila dibandingkan satu dengan lainnya, mahasiswa lebih tinggi mempersepsikan bahwa internet lebih bermanfaat daripada persepsi para karyawan. Demikian pula, mahasiswa mempersepsikan internet lebih mudah daripada persepsi para karyawan. Minat menggunakan internet pada kelompok mahasiswa lebih tinggi daripada kelompok karyawan.Pengujian Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas bertujuan untuk mengetahui kemampuan item-item pertanyaan mengukur variabel yang hendak diukur. Dari sisi validitas permukaan (face validity) dan validitas isi (content validity), penulis mengkaji kuesioner yang sudah mapan sehingga tidak ada permasalahan berkaitan dengan kedua kriteria tersebut. Secara statistik, analisis faktor dapat menunjukkan bahwa keseluruhan item-item pertanyaan pada variabel-variabel tersebut valid (Ghozali, 2005).

Pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa keseluruhan item-item pertanyaan variabel manfaat, kemudahan dan minat baik pada studi 1 dan studi 2 menunjukkan hasil yang reliabel, karena cronbach alpha lebih besar daripada 0,60 (Ghozali, 2005).

Tabel 4.

Hasil Pengujian Reliabilitas

VariabelCronbach Alpha Studi 1Cronbach Alpha Studi 2Keterangan

Manfaat0,7660,741reliabel

Kemudahan0,6750,617reliabel

Minat0,6960,667reliabel

Dengan demikian keseluruhan skala variabel pada studi 1 dan 2 reliabel.

Pengujian Hipotesis

Hasil pengujian regresi hirakikal pada studi 1 dan 2 dipaparkan dalam tabel 5 dan tabel 6. Pengujian bertujuan menguji pengaruh variabel manfaat dan kemudahan dalam memprediksi perilaku minat menggunakan internet. Di samping itu, peneliti mempertimbangkan peran gender pada kedua penelitian ini.Tabel 5Hasil Analisis Regresi Hirarkikal Studi 1VARIABEL INDEPENDENMINAT BERPERILAKU

(R2)p

STEP 1: VARIABEL KONTROL

(R2)

0,019ns

STEP 2: EFEK UTAMA

ManfaatKemudahanGender(R2)

R20,461

0,2760,1980,502

0,5210,001

0,05

ns

STEP 3: EFEK INTERAKSIInteraksi Manfaat x Gender

Interaksi Kemudahan x Gender

( R2)

R21,073

-1,123 0,024

0,5450,05

0,05

Tabel 6Hasil Analisis Regresi Hirarkikal Studi 2

VARIABEL INDEPENDENMINAT BERPERILAKU

(R2)p

STEP 1: VARIABEL KONTROL

(R2)

0,014ns

STEP 2: EFEK UTAMA

ManfaatKemudahanGender

(R2)

R20,7640,1700,1510,717

0,7310,001

0,05

ns

STEP 3: EFEK INTERAKSI

Interaksi Manfaat x Gender

Interaksi Kemudahan x Gender

( R2)

R21,209-1,3030,028

0.7590,05

0,05

Step 1 pada studi 1 dan studi 2 (dalam tabel 5 dan 6) menunjukkan bahwa variabel kontrol tidak signifikan sehingga peneliti dapat meyakini bahwa variabel tersebut tidak menimbulkan efek gangguan pada model. Secara statistik, hal tersebut dijelaskan variabel-variabel kontrol menunjukkan hasil yang tidak signifikan.

Step 2 pada studi 1 dan studi 2 menunjukkan bahwa manfaat dan kemudahan merupakan determinan penting minat berperilaku menggunakan internet. Variabel manfaat signifikan berpengaruh pada minat berperilaku menggunakan internet (p 0,001), sedangkan variabel kemudahan signifikan berpengaruh pada minat berperilaku menggunakan internet (p 0,05). Dengan demikian manfaat dan kemudahan berperan penting dalam menjelaskan perilaku para mahasiswa dan para karyawan dalam menggunakan internet. Apabila peneliti mencoba membandingkan variabel yang paling dominan di antara keduanya, manfaat merupakan variabel yang lebih kuat dibandingkan kemudahan. Hasil tersebut konsisten antara studi 1 dan 2. Hasil studi 1 dan studi 2 memberikan dukungan empiris pada hipotesis 1 dan 2.

Sedangkan pada step 3 baik dalam studi 1 dan studi 2 interaksi manfaat dan gender serta interaksi kemudahan dan gender berpengaruh signifikan pada minat berperilaku menggunakan Internet (p 0,05). Hasil kedua studi tersebut juga mendukung hipotesis 3 dan 4. Dengan demikian baik studi 1 dan studi 2 menunjukkan hasil yang konklusif, baik pengaruh utama seperti manfaat dan kemudahan serta peran pemoderasian gender. Hasil penelitian ini memberikan dukungan pada dugaan Sanjaya (2005) mengenai peran gender dalam model dan hasil ini sejalan dengan penelitian Gefen dan Straub (1997) serta Venkatesh dan Morris (2000) mengenai eksistensi gender dalam model TAM. Dengan demikian hasil regresi hirarkikal secara keseluruhan mendukung keseluruhan hipotesis yang diajukan peneliti.

Kontribusi gender dalam TAM mampu meningkatkan kemampuan model menjelaskan variabel minat berperilaku khususnya berkaitan dengan minat menggunakan internet. Interaksi gender dengan manfaat dan gender dengan kemudahan mampu meninkatkan daya prediksi model. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil empiris studi 1 dan studi 2 yang memperlihatkan bahwa R2 kedua studi itu jauh lebih besar daripada hasil empiris TAM tanpa moderasi gender yang dilakukan Sanjaya (2005) dalam konteks penggunaan internet mahasiswa.

Peran efek utama manfaat pada kedua studi menunjukkan bahwa manfaat lebih dominan daripada kemudahan dalam memprediksi minat berperilaku menggunakan Internet. Artinya perilaku para karyawan dan mahasiswa dalam menggunakan internet lebih dipengaruhi oleh variabel manfaat. Hal tersebut diduga dipengaruhi peran gender, karena perbandingan responden laki-laki dan perempuan dalam penelitian ini kurang lebih 70:30. Dengan demikian dugaan peneliti, responden laki-laki secara umum lebih terdorong menggunakan teknologi internet, disebabkan manfaat dari penggunaan internet tersebut. Dugaan ini sealan dengan kajian Venkatesh dan Morris (2000) yang menguji perbedaan laki-laki dan perempuan dalam penggunaan teknologi informasi. Kesimpulan Venkatesh dan Morris (2000) adalah bahwa laki-laki lebih diperngaruhi persepsi manfaat dalam penggunaan TI, sedangkan perempuan lebih dipengaruhi oleh kemudahan.SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

Temuan dalam studi ini memberikan kontribusi penting dalam studi perilaku konsumen khususnya dalam fenomena penggunaan internet. Secara spesifik studi ini menemukan peran penting gender dalam menjelaskan penggunaan internet. Hasil studi menemukan bahwa terdapat peran gender secara signifikan sebagai variabel pemoderasian di dalam pengembangan model TAM. Kontribusi peran gender sebagai variabel pemoderasian secara umum meningkatkan kemampuan TAM dalam menjelaskan variabel minat berperilaku menggunakan teknologi informasi. Peran gender dalam model sealan dengan pandangan Gefen dan Straub (1997);Venkatesh dan Morris (2000) dan Sanjaya (2005). Hasil empiris menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam menjelaskan pengaruh manfaat dan kemudahan pada minat berperilaku menggunakan Internet.

Studi ini juga memberikan dukungan empiris pada teori TAM dalam konteks penggunaan internet oleh karyawan dan mahasiswa. Manfaat dan kemudahan merupakan determinan penting yang menjelaskan minat berperilaku menggunakan Internet. Dengan demikian hasil studi mendukung penelitian-penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan Gefen dan Straub (1997) serta Venkatesh dan Morris (2000).

Teknik pengambilan sampel pada studi 1 dan studi 2 menggunakan convenience sampling sehingga kemampuan generalisasi sampel bernilai rendah (Hair et al., 1998). Apabila memungkinkan, penelitian berikutnya penting mempertimbangkan teknik random sampling, karena akan jauh lebih baik dalam hal kemampuan generalisasi sampel.

Keterbatasan lainnya adalah berkaitan dengan jumlah sampel yang relatif kecil di bawah 100 responden tiap studi, sehingga dalam penelitian ke depan dapat dipersiapkan lebih baik lagi dengan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar. Demikian pula beberapa variabel lain seperti kompleksitas tugas, ketidakpastian tugas, norma sosial dapat dipertimbangkan dalam kajian ke depan.DAFTAR PUSTAKA

Adam, D. A.,R. R. Nelson, dan P. A. Todd (1992). Perceived Usefulness, Ease of Use and Usage of Information Technology: A Replication. MIS Quarterly, 16 (2), 227-250.

Agrawal, R and Karahanna, E (2000) Times Flies When Youre Having Fun : Cognitive Absorption And Belief About Information Technology Usage, MIS Quarterly, Desember, Vol 24 No 44, 655-674.Chin, W.W., and Todd, P.A. (1995). On the Use, Usefulness, and Ease of Use of Structural Equation Modeling in MIS Research: A Note of Caution. MIS Quarterly, 19. 237-246.Davis, F.D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use and User Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly, 13(3): 319-339.

Davis, F.D. (1993). User Acceptance of Information Technology: System Characteristics, User Perception and Behavioral Impacts. International Journal of Man-Machine Studies. 38 (3): 475-487.

Davis, F.D., Bagozzi, R.P dan Warshaw, P.R. (1989). User Acceptance of Information Technology: A Comparison of Two Theoritical Model. Management Science, 35, 982-1002.Gefen, D., and Straub, D.W., (1997). Gender Differences in the Perception and Use E-mail: An Extension to the Technology Acceptence Model, MIS Quarterly, Desember, .389-400.

Ghozali, I., (2005). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Badan Penerbitan Universitas Diponegoro, Semarang.

Hair J.F., Anderson R.E., Tatham R.L., Black W.C., (1998), Multivariate Data Analysis, Prentice-Hall International, Edisi 5, United States of America. Indriantoro, N. dan Supomo, B., (1999), Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, BPFE, Yogyakarta. Igbaria, M.N., Zinaelli, P.C. and Cavaye, L.M. (1997). Personal Computing Acceptance Factors in Small Firms: A Structural Equation Model. MIS Quarterly, 21(3), 279-305.

Mathieson, K. (1991). Predicting User Intentions: Comparing the Technology Acceptance Model with the Theory of Planned Behavior. Information System Research. 2: 173-191.Sanjaya, I.P.S.,(2005), Pengaruh Manfaat dan Kemudahan Pada Minat Berperilaku (behavioral intention) Dalam Penggunaan Internet, Kinerja, 9, 146-156.

Subramanian, G.H. (1994). A Replication of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use Measurement. Decision Sciences, 25/5/6. 863-874.Szajna, B. (1994). Software evaluation and choice: Predictive Validation of the Technology Acceptence Instrument. MIS Quarterly, 18, 319-324. Venkatesh, V. dan Davis, F.D. (1996). A Model of the Perceived Ease of Use Development and Test. Decision Sciences, 27(3): 451-481.Venkatesh, V. dan Michael G. Morris. (2000). Why Dont Men Ever Stop to Ask for Direction? Gender Social Influence, and Their Role in Technology Acceptence and Usage Behavior. MIS Quarterly, 24 No. 1, 115-139.CURRICULUM VITAE

Majang Palupi, BBA, MBA adalah staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. BBA - Western Michigan University, USA bidang manajemen tahun 1997 dan MBA - University of Tennessee, USA bidang manajemen tahun 1998.

Heru Kurnianto Tjahjono, SE., MM., Dr (Kand) adalah staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. BBA. SE - UGM jurusan manajemen tahun 1997 dan MM - UGM tahun 2001. Sedang menyelesaikan disertasi dengan konsentrasi Perilaku Organisasional di UGM.Gender

Minat Menggunakan Internet

Kemudahan

Manfaat

Gambar 1.

Peran Pemoderasian Gender dalam TAM

PAGE 17

_1260828614.unknown

_1260828615.unknown