ED PSAK 34 (revisi 2010) Kontrak Kontruksi

  • Published on
    29-Jun-2015

  • View
    394

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

<p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>12 Oktober 2010</p> <p>exposure draft</p> <p>Pernyataan standar aKuntansi Keuangan</p> <p>KontraK KonstruKsiExposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 November 2010 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan</p> <p>IKATAN AKUNTAN INDONESIA</p> <p>ED PSAK No. ED PSAK</p> <p>No. 34 (revisi 2010) 23</p> <p>PErNyAtAAN StANDAr AKUNtANSI KEUANgANKONtrAK KONStrUKSI</p> <p>Hak cipta 2010, Ikatan Akuntan Indonesia</p> <p>Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng Jakarta 10310 Telp: (021) 3190-4232 Fax : (021) 724-5078 email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id,</p> <p>Oktober 2010</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran - saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 November 2010. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Sindanglaya No.1, Menteng Jakarta 10310 Fax: 021 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Hak Cipta 2010 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>iii</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>PENGANTAR Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 34 (revisi 2010): Kontrak Konstruksi dalam rapatnya pada tanggal 12 Oktober 2010 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, anggota IAI, dan pihak lainnya. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. ED PSAK 34 (revisi 2010): Kontrak Konstruksi merevisi PSAK 34 (1994): Akuntansi Kontrak Konstruksi. ED PSAK 34 (revisi 2010) ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, dan situs IAI: www.iaiglobal.or.id. Jakarta, 12 Oktober 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga Roy Iman Wirahardja Etty Retno Wulandari Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Setiyono Miharjo Saptoto Agustomo Jumadi Ferdinand D. Purba Irsan Gunawan Budi Susanto Ludovicus Sensi Wondabio Eddy R. Rasyid Liauw She Jin Sylvia Veronica Siregar Fadilah Kartikasasi G.A. Indira Teguh Supangkat ivHak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Ketua Wakil Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>IKHtIsar rINGKas Secara umum perbedaan antara ED PSAK 34 (revisi 2010): Kontrak Konstruksi dengan PSAK 34 (1994): Akuntansi Kontrak Konstruksi adalah sebagai berikut:perihal Atribusi dan alokasi biaya ke kontrak ed psaK 34 (revisi 2010) Biaya peminjaman dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak secara umum dan dapat dialokasikan pada kontrak tertentu. Termasuk biaya administrasi umum dan biaya pengembangan yang penggantiannya ditentukan dalam persyaratan kontrak. psaK 34 (1994) Tidak mengatur hal tersebut.</p> <p>Pembebanan biaya kepada pelanggan</p> <p>Tidak mengatur hal tersebut.</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>perMINtaaN taNGGapaN Penerbitan ED PSAK 34 (revisi 2010): Kontrak Konstruksi bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 34 tersebut. Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukannya. tanggal efektif ED PSAK berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Apakah anda setuju dengan tanggal efektif tersebut?</p> <p>vi</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>PERBEDAAN DENGAN IFRSs ED PSAK 34 (revisi 2010): Kontrak Konstruksi mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 11 Construction Contracts per 1 Januari 2009, kecuali terkait dengan tanggal efektif.</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>ii</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN ..................................................... 01 - 06 Tujuan Ruang lingkup ............................................................ 01 - 02 Definisi ....................................................................... 03 - 06 PENYATUAN DAN SEGMENTASI KONTRAK KONTRUKSI ............................................................ 07 - 10 PENDAPATAN KONTRAK .................................... 11 - 15 BIAYA KONTRAK ................................................... 16 - 21 PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN KONTRAK .............................................................. 22 - 35 peNGaKuaN taKsIraN ruGI ....................... 36 - 37 peruBaHaN estIMasI ..................................... 38 PENGUNGKAPAN.................................................. 39 - 45 taNGGaL efeKtIf ............................................. 46 CoNtoH ILustrasI</p> <p>viii</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38</p> <p>PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 34 (REVISI 2010) KONTRAK KONSTRUKSI Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 34 (revisi 2010) terdiri dari paragraf 1-46. PSAK 34 (revisi 2010) dilengkapi dengan Contoh Ilustrasi yang bukan bagian dari PSAK 34 (revisi 2010). Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 34 (revisi 2010) harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan memberikan dasar pemilihan dan penetapan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan secara eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menggambarkan perlakuan akuntansi pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kontrak konstruksi. Oleh karena sifat dari aktivitas yang dilakukan pada kontrak konstruksi, tanggal saat aktivitas kontrak mulai dilakukan dan tanggal saat aktivitas tersebut diselesaikan biasanya jatuh pada periode akuntansi yang berlainan. Oleh karena itu, persoalan utama dalam akuntansi kontrak konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode di mana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan. Pernyataan ini menggunakan kriteria pengakuan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan untuk menentukan kapan pendapatan dan biaya suatu kontrak konstruksi diakui sebagai pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi komparatif.Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>34.1</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 34.2</p> <p>Pernyataan ini juga menyediakan pedoman pelaksanaan penerapan kriteria tersebut. Ruang Lingkup 01. Pernyataan ini diterapkan pada akuntansi untuk kontrak konstruksi dalam laporan keuangan kontraktor. 02. Pernyataan ini menggantikan PSAK 34 (1994): Akuntansi Kontrak Konstruksi. Definisi 03. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Kontrak biaya-plus adalah kontrak konstruksi yang mana kontraktor mendapatkan penggantian untuk biaya-biaya yang telah diizinkan atau telah ditentukan, ditambah imbalan dengan persentase terhadap biaya atau imbalan tetap. Kontrak harga tetap adalah kontrak konstruksi dengan syarat bahwa kontraktor telah menyetujui nilai kontrak yang telah ditentukan, atau tarif tetap yang telah ditentukan per unit output, yang dalam beberapa hal tunduk pada ketentuan-ketentuan kenaikan biaya. Kontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan pokok penggunaan. 04. Suatu kontrak konstruksi mungkin dinegosiasikan untuk membangun sebuah aset tunggal seperti jembatan, bangunan, bendungan, pipa, jalan, kapal, dan terowongan. Kontrak konstruksi juga berkaitan dengan sejumlah asetHak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38</p> <p>yang berhubungan erat atau saling tergantung satu sama lain dalam hal rancangan, teknologi, dan fungsi atau tujuan pokok penggunaan; kontrak seperti ini misalnya, konstruksi kilangkilang minyak atau bagian-bagian lain yang kompleks dari pabrik atau peralatan. 05. Dalam Pernyataan ini, kontrak konstruksi meliputi: (a) kontrak pemberian jasa yang berhubungan langsung dengan konstruksi aset, misalnya, pelayanan jasa untuk manajer proyek dan arsitek; dan (b) kontrak untuk penghancuran atau restorasi aset dan restorasi lingkungan setelah penghancuran aset. 06. Kontrak konstruksi dirumuskan dalam berbagai cara, yang dalam Pernyataan ini, digolongkan sebagai kontrak harga tetap dan kontrak biaya-plus. Beberapa kontrak konstruksi dapat mempunyai baik karakteristik kontrak harga tetap maupun kontrak biaya-plus, misalnya kontrak biayaplus dengan nilai maksimum yang disetujui. Pada keadaan sedemikian, suatu kontraktor perlu untuk mempertimbangkan semua kondisi dalam paragraf 23 dan 24 dalam menentukan kapan mengakui pendapatan dan beban kontrak. PENYATUAN DAN KONSTRUKSI SEGMENTASI KONTRAK</p> <p>07. Persyaratan Pernyataan ini biasanya diterapkan secara terpisah pada setiap kontrak konstruksi. Namun, dalam keadaan tertentu, adalah perlu untuk menerapkan Pernyataan ini pada komponen suatu kontrak tunggal yang dapat diidentifikasi secara terpisah atau pada suatu kelompok kontrak secara bersama agar mencerminkan hakikat suatu kontrak atau kelompok kontrak. 08. Jika suatu kontrak mencakup sejumlah aset, konstruksi dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi yang terpisah jika: (a) proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>34.3</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 34.4</p> <p>(b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah serta kontraktor dan pelanggan dapat menerima atau menolak bagian kontrak yang berhubungan dengan masing-masing aset tersebut; dan (c) biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat diidentifikasi. 09. Suatu kelompok kontrak, dengan satu pelanggan atau beberapa pelanggan, diperlakukan sebagai satu kontrak konstruksi jika: (a) kelompok kontrak tersebut dinegosiasikan sebagai satu paket; (b) kontrak-kontrak tersebut berhubungan erat sekali, sebetulnya kontrak tersebut merupakan bagian dari satu proyek tunggal dengan suatu margin laba; dan (c) kontrak-kontrak tersebut dilaksanakan secara serentak atau secara berkesinambungan. 10. Suatu kontrak mungkin berisi klausul yang memungkinkan konstruksi aset tambahan atas permintaan pelanggan atau dapat diubah sehingga konstruksi aset tambahan dapat dimasukkan ke dalam kontrak tersebut. Konstruksi aset tambahan diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi terpisah jika: (a) aset tambahan tersebut berbeda secara signifikan dalam rancangan, teknologi atau fungsi dengan aset yang tercakup dalam kontrak semula; atau (b) harga aset tambahan tersebut dinegosiasikan tanpa memerhatikan harga kontrak semula. PENDAPATAN KONTRAK 11. Pendapatan kontrak terdiri dari: (a) nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan (b) penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif: (i) sepanjang hal ini memungkinkan untukHak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38</p> <p>menghasilkan pendapatan; dan (ii) dapat diukur secara andal. 12. Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima. Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh beragam ketidakpastian yang bergantung pada hasil dari peristiwa di masa depan. Estimasi sering kali perlu untuk direvisi sesuai dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian. Oleh karena itu, jumlah pendapatan kontrak dapat meningkat atau menurun dari satu periode ke periode berikutnya. Misalnya: (a) kontraktor dan pelanggan mungkin menyetujui penyimpangan atau klaim yang meningkatkan atau menurunkan pendapatan kontrak pada periode setelah periode di mana kontrak pertama kali disetujui; (b) nilai pendapatan yang disetujui dalam kontrak dengan nilai tetap dapat meningkat karena ketentuan-ketentuan kenaikan biaya; (c) nilai pendapatan kontrak dapat menurun karena denda yang timbul akibat keterlambatan kontraktor dalam penyelesaian kontrak tersebut; atau (d) jika dalam kontrak harga tetap terdapat harga tetap per unit ouput, pendapatan kontrak meningkat jika jumlah unit meningkat. 13. Penyimpangan adalah suatu instruksi yang diberikan pelanggan mengenai perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak. Penyimpangan dapat menimbulkan peningkatan atau penurunan dalam pendapatan kontrak. Contoh penyimpangan adalah perubahan dalam spesifikasi atau rancangan aset atau perubahan lamanya kontrak. Penyimpangan dimasukkan ke dalam pendapatan kontrak jika: (a) kemungkinan besar pelanggan akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan (b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal. 34.</p> <p>Hak Cipta 2010 IKAtAN AKuNtAN INDoNESIA</p> <p>Kontrak Konstruksi</p> <p>ED PSAK No. 34 (revisi 2010)</p> <p>1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 34.</p> <p>14. Klaim adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada pelanggan atau pihak lain sebagai penggantian untuk biayabiaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak. Klaim dapat timbul, misalnya, dari keterlambatan yang disebabkan oleh pelanggan, kesalahan dalam spesifikasi atau rancangan, dan perselisihan penyimpangan dalam pengerjaan kontrak. Pengukuran jumlah pendapatan yang timbul dari klaim mempunyai tingkat ketidakpastian yang tinggi dan sering kali bergantung pada hasil negosiasi. Oleh karena itu, klaim hanya dimasukkan dalam pendapatan kontra...</p>

Recommended

View more >