3
Kriteria Diagnosa Ekstasi (MDMA) termasuk dalam kategori “Kelainan pengunaan halusinogen lainnya”, berikut Kriteria diagnosa menurut DSM – V (2013): Pola bermasalah dari pengunaan halusinogen (selain phencyclidine) yang menyebabkan gangguan klinis yang signifikan atau adanya distress, yang dimanefestasikan setidaknya dua dari gejala-gejala berikut ini, yang terjadi dalam jangka waktu 12 bulan: 1. halusinogen sering diambil dalam jumlah yang lebih besar atau selama periode lebih lama daripada yang dimaksudkan. 2. Ada keinginan terus-menerus atau upaya yang gagal untuk mengurangi atau mengontrol penggunaan halusinogen. 3. Banyak waktu dihabiskan dalam kegiatan yang diperlukan untuk mendapatkan halusinogen, menggunakan halusinogen, atau pulih dari dampaknya. 4. keinginan yang kuat atau dorongan untuk menggunakan halusinogen tersebut. 5. penggunaan halusinogen berulang mengakibatkan kegagalan untuk memenuhi kewajiban peran utama di tempat kerja, sekolah, atau rumah (misalnya, absensi berulang dari pekerjaan atau prestasi kerja yang buruk terkait dengan penggunaan halusinogen; absensi terkait halusinogen, suspensi, atau pengusiran dari sekolah; mengabaikan anak- anak atau rumah tangga).

Dx MDMA asdfsdknjfdskhfisdhfoihsdopfjh

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sdgfsdngflkjsdgl kj likdshglfkjhsdlkfjlkdsjh kljdshfglkjslkfhdslkjhf lkjshkjlhlkjhsdflkjhsdlk hdslkjhlkjhflkjsdh lkhds lkjh lkfhjlkjsdhgflkjsdh fkjhlkfsdjhflkjhdsflkjhsdk

Citation preview

Kriteria DiagnosaEkstasi (MDMA) termasuk dalam kategori Kelainan pengunaan halusinogen lainnya, berikut Kriteria diagnosa menurut DSM V (2013):Pola bermasalah dari pengunaan halusinogen (selain phencyclidine) yang menyebabkan gangguan klinis yang signifikan atau adanya distress, yang dimanefestasikan setidaknya dua dari gejala-gejala berikut ini, yang terjadi dalam jangka waktu 12 bulan:

1. halusinogen sering diambil dalam jumlah yang lebih besar atau selama periode lebih lama daripada yang dimaksudkan.2. Ada keinginan terus-menerus atau upaya yang gagal untuk mengurangi atau mengontrol penggunaan halusinogen.3. Banyak waktu dihabiskan dalam kegiatan yang diperlukan untuk mendapatkan halusinogen, menggunakan halusinogen, atau pulih dari dampaknya.4. keinginan yang kuat atau dorongan untuk menggunakan halusinogen tersebut.5. penggunaan halusinogen berulang mengakibatkan kegagalan untuk memenuhi kewajiban peran utama di tempat kerja, sekolah, atau rumah (misalnya, absensi berulang dari pekerjaan atau prestasi kerja yang buruk terkait dengan penggunaan halusinogen; absensi terkait halusinogen, suspensi, atau pengusiran dari sekolah; mengabaikan anak-anak atau rumah tangga).6. Lanjutan penggunaan halusinogen walaupun memiliki masalah sosial atau interpersonal yang persisten atau berulang yang disebabkan atau diperparah oleh efek dari halusinogen (misalnya, argumen dengan pasangan tentang konsekuensi dari keracunan; perkelahian fisik).7. kegiatan sosial, pekerjaan, atau rekreasi Penting diabaikan atau berkurang karena penggunaan halusinogen.8. penggunaan halusinogen berulang dalam situasi di mana itu berbahaya secara fisik (misalnya, mengemudi mobil atau mengoperasikan mesin ketika terganggu oleh halusinogen).9. halusinogen digunakan dilanjutkan meskipun mengetahui memiliki masalah fisik atau psikologis persisten atau berulang yang mungkin telah disebabkan atau diperparah oleh halusinogen tersebut.10. Toleransi, seperti yang didefinisikan oleh salah satu dari berikut:a. Kebutuhan untuk meningkatkan jumlah yang mencolok dari halusinogen untuk mencapai intoksikasi atau efek yang diinginkan.b. Efek berkurang yang mencolok dengan terus menggunakan jumlah yang sama halusinogen tersebut.

Catatan: Apabila terdapat gejala dan tanda-tanda withdrawal yang didirikan untuk halusinogen, maka kriteria ini tidak berlaku.Sumber: American Psychiatry Association, 2013. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders ed. 5. American Psychiatric Publishing: Washington DC.