Click here to load reader

Dukungan Keluarga Dengan kemandirian

  • View
    303

  • Download
    25

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teori Dukungan Keluarga Dengan kemandirian

Text of Dukungan Keluarga Dengan kemandirian

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGANKEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITASSEHARI-HARI DI DESA ADIMULYA KECAMATAN WANAREJAKABUPATEN CILACAPSKRIPSIOleh :ADILAH MARGI Y.PG1D009034KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATANJURUSAN ILMU KEPERAWATANPURWOKERTO2014PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIANDengan ini, saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ilmiah ini tidak terdapat karyayang pernah diajukan untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan atau kesarjanaanlain di suatu perguruan tinggi. Sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karyaatau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secaratertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.Purwokerto, Februari 2014Adilah Margi Y.PNIM G1D009034PersembahanAlhamdulillahirrabilalamin Sebuah langkah usai sudahSatu cita telah saya gapai namunItu bukan akhir dari perjalananMelainkan awal dari satu perjuanganTiada cinta yang paling suci selain kasih sayang Bapak dan ibukuSetulus hatimu ibu, searif arahanmu bapakDoamu hadirkan keridhaan untukku, Petuahmu tuntunkan jalankuPelukmu berkahi hidupku, diantara perjuangan dan tetesan doa malammuDan sebait doa telah merangkul diriku,Menuju hari depan yang cerahUntuk tulusnya persahabatan yang telah terjalin, buatSahabat-sahabatku, Diana, Eva, Prili, Tika,Rachel, Putri, Chandri, Vita, Pujo,Sofyan, Didi, Sasongko, Hery dan semua sahabatku yang tidak bisa ku sebutsatu per satu Terima kasih.semoga persahabatan kita menjadi persaudaraan yang abadi selamanya,Bersama kalian warna indah dalam hidupku, suka dan duka berbaur dalam kasih.Terima kasih tak lupa ku ucapkan kepada kedua kakak tercintaLuthfia Yanari Putri dan Gilang Rahma Putra yang tak lelah memberi semangatuntuk menyelesaikan skripsi ini, serta semua pihak yang telah memberi bantuan,motivasi serta doa dari awal hingga akhir yang tidak mungkin disebutkan satupersatu.Kesuksesan bukanlah suatu kesenangan, bukan juga suatu kebanggaan,Hanya suatu perjuangan dalam menggapai sebutir mutiara keberhasilanSemoga Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya.Kini diriku telah selesai dalam studiku.Dengan kerendahan hati yang tulus,bersama keridhaan-Mu ya Allah, Kupersembahkan karya tulis ini untuk yangtermulia, Bapak,Ibu, Kakakku, teman-teman serta Almamaterku tercintaPenulis DAFTAR RIWAYAT HIDUPNama : Adilah Margi Yulinar PutriJenis Kelamin : PerempuanAlamat : Jl. Gatot Subroto no. 226 RT.01/ RW.01 AdimulyaCilacapTempat, tanggal lahir : Cilacap, 01 Juli 1991Email : [email protected] : IslamPendidikan : 1. SD N 01 Adimulya lulus tahun 2003 2. MTs N Majenang lulus tahun 2006 3. SMA N 1 Banjar lulus tahun 2009 4. Mahasiswa Jurusan Keperawatan, FKIK UNSOEDPRAKATAAlhamdulilah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segalarahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan usulan penelitianyang berjudul Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansiadalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Desa Adimulya Kecamatan WanarejaKabupaten Cilacap yang penulis ajukan pada Komisi Skripsi Jurusan KeperawatanFakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.Terima kasih penulis sampaikan kepada:1. Dr. Warsinah, M.Si., Apt, selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-IlmuKesehatan Universitas Jenderal Soedirman yang telah memberi ijindilakuannya penelitian ini.2. Dr. Saryono, M.Kep, selaku Ketua Jurusan Keperawatan Universitas JenderalSoedirman.3. Asep Iskandar, M.Kep.,Sp.Kep.Kom selaku dosen pembimbing I yang selalumemberi arahan, pencerahan, dan bimbingan dalam penyusunan usulanpenelitian ini.4. Aswin, S.Kep., Ns selaku dosen pembimbing II, terima kasih atas kesediaanwaktunya dan bimbingan dalam penyusunan usulan penelitian ini.5. Rahmi Setiyani, MN selaku dosen penguji yang telah berkenan memberikanpengarahan demi kesempurnaan penelitian ini.6. Kedua orang tua tercinta, atas dorongan dan doa dalam penyusunan penelitianini.7. Sahabat-sahabatku yang selalu memberiku semangat dalam penyusunanpenelitian ini.8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, atas bantuanmoral maupun material dalam penulisan usulan penelitian ini.9. Almamaterku, Universitas Jenderal Soedirman.Penulis menyadari masih banyak ketidaksempurnaan dalam penyusunanusulan penelitian ilmiah ini, oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang bersifatmembangun demi hasil yang lebih baik, semoga hasil penelitian ini mendapat ridhodari Allah SWT dan bermanfaat bagi semua. Amin. Purwokerto, Februari 2014 PenulisHUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGANKEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITASSEHARI-HARI DI DESA ADIMULYA KECAMATAN WANAREJAKABUPATEN CILACAPABSTRAKAdilah Margi Yulinar Putri1, Asep Iskandar2, Aswin3Latar belakang: Lansia mengalami berbagai macam perubahan diantaranya fisik danpsikologis. Hal tersebut membuat lansia mengalami penurunan kemampuanmelakukan aktivitas sehari-hari sehingga dukungan keluarga sangat dibutuhkanlansia.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan dukungankeluarga terhadap kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di DesaAdimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional denganpendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembarkuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kemandirian lansia (barthel indeks).Analisis data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik dengan uji chisquare.Hasil: Rata-rata usia lansia adalah 69 tahun, usia responden 38 tahun, jenis kelaminresponden adalah perempuan (53,6%), pendidikan responden mayoritas SMA(48,2%), pekerjaan responden adalah wiraswasta (51,8%), status hubungan respondendengan lansia adalah anak kandung (71,4%), (51,8%) lansia mandiri dalam aktivitassehari-hari. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengankemandirian lansia P Value 0,021.Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga yang bermakna terhadapkemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari.Kata kunci: Dukungan keluarga, lansia, kemandirian, aktivitas sehari-hari.RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT ELDERLY INFULFILLMENT WITH INDEPENDENCE ACTIVITIESDAILY IN THE VILLAGE DISTRICT ADIMULYA WANAREJA CILACAPABSTRACTAdilah Margi Yulinar Putri1, Asep Iskandar2, Aswin3Background : The Elderly undergo various changes including physical,psychological. This makes the elderly experience a decreased ability to performactivities of daily living so that family support is needed.Objective : This research aimed at finding out if the relationship of family support tothe independence of the elderly in the fulfillment of daily activities in the VillageDistrict of Adimulya Wanareja Cilacap.Methods : This research used an observational research design with cross sectionalapproach . The research instrument used in the form of a questionnaire and aquestionnaire family support elderly independence (Barthel index ) . Analysis of thedata used is a non -parametric statistical test with chi square test .Results : The average age was 69 years older , respondents 38 years of age , sex ofthe respondents were female (53.6 %) , high school education the majority ofrespondents (48.2 %) , the work is self-employed respondents (51.8 %) , the status ofher relationship with the elderly is the biological child (71.4 %) , (51.8 %)independent elderly in daily activities . There is a significant association betweenfamily support the independence of the elderly P Value 0.021 .Conclusion : There is a significant relationship of family support to the independenceof the elderly in the fulfillment of daily activities .Key words : Support families , the elderly , independence , daily activities .DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL... iHALAMAN PENGESAHAN............................ iiHALAMAN KEASLIAN PENELITIAN.. iiiHALAMAN PERSEMBAHAN. ivDAFTAR RIWAYAT HIDUP. vPRAKATA...................................................................................................... viABSTRAK.. viiiDAFTAR ISI................................................................................................... xDAFTAR TABEL........................................................................................... xiiiDAFTAR GAMBAR...................................................................................... xivDAFTAR LAMPIRAN................................................................................... xvBAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang........................................................................................... 1B. Rumusan Masalah...................................................................................... 4C. Tujuan Penelitian........................................................................................ 5D. Manfaat Penelitian..................................................................................... 5E. Keaslian Penelitian..................................................................................... 6BAB II. TINJAUAN PUSTAKAA. Landasan Teori........................................................................................... 101. Lanjut usia.....................................a. Definisi lanjut usia.........................................................................b. Batasan-batasan lanjut usia...........................................................c. Teori-teori penuaan.......................................................................d. Permasalahan lanjut usia...............................................................e. Activity daily living.......................................................................f. Kemandirian .................................................................................101012131616182. Keluarga..................................................................a. Definisi keluarga..........................................................................b. Tipe keluarga................................................................................202021c. Fungsi keluarga............................................................................d. Dukungan keluarga......................................................................e. Jenis dukungan keluarga..f. Manfaat dukungan keluargag. Sumber dukungan keluarga.h. Faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga.242728313233B. Kerangka Teori........................................................................................... 35C. Kerangka Konsep....................................................................................... 36D. Hipotesis Penelitian.................................................................................... 36BAB III. METODE PENELITIANA. DesainPenelitian....................................................................................... 37B. Waktudan TempatPenelitian.................................................................. 37C. Populasi dan Sampel.................................................................................. 37D. VariabelPenelitian.................................................................................... 39E. Definisi Operasional................................................................................... 40F. Instrumen Penelitian................................................................................... 41G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen.......................................................... 42H. Langkah dan teknik penelitian................................................................... 44I. Analisis Data............................................................................................. 45J. Etika Penelitian........................................................................................... 47BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian...........................................................................................1. Analisis Univariat.................................................................................2. Analisis Bivariat...505056B. Pembahasan...............................................................................................1. Analisis Unvariat...................................................................................2. AnalisisBivariat...606169C. Keterbatasan Penelitian.............................................................................D. Implikasi keperawatan...............................................................................7676BAB V. KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan................................................................................................. 77B. Saran........................................................................................................... 78DAFTAR PUSTAKALAMPIRANDAFTAR TABELTabel Halaman3.1 Definisi operasional variabel... 404.1 Karakteristik usia lansia... 504.2 Karakteristik jenis kelamin anggota keluarga yang merawat lansia... 514.3 Karakteristik usia anggota keluarga yang merawat lansia 514.4 Karakteristik pendidikan anggota keluarga yang merawat lansia 524.5 Karakteristik pekerjaan anggota keluarga yang merawat lansia.. 524.6 Karakteristik status hubungan anggota keluarga yang merawat lansiadengan lansia.534.7 Frekuensi dukungan keluarga... 544.8 Frekuensi kemandirian lansia.. 554.9 Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia. 564.10 Hubungan dukungan emosional dengan kemandirian lansia. 574.11 Hubungan dukungan instrumental dengan kemandirian lansia.. 584.12 Hubungan dukungan informasional dengan kemandirian lansia... 594.13 Hubungan dukungan penilaian dengan kemandirian lansia... 60DAFTAR GAMBARGambar Halaman2.1 Kerangka Teori . 352.2 Kerangka Konsep . 36DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik danPerlindungan Masyarakat Kabupaten Cilacap.Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian dari Badan Perencanaan PembangunanDaerah Kabupaten Cilacap.Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian dari Desa AdimulyaLampiran 4. Surat ijin penelitian/ survey dari Dinas Kesehatan KabupatenCilacapLampiran 5. Lembar Permohonan Menjadi RespondenLampiran 6. Lembar Persetujuan Menjadi RespondenLampiran 7. Lembar KuesionerLampiran 8. Hasil Uji ValiditasLampiran 9. Hasil Analisis Univariat dan BivariatLampiran 10. Blangko Konsul SkripsiBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Perubahan proporsi kelompok-kelompok umur di dalampenduduk dapat terjadi antara lain sebagai akibat menurunnya tingkatfertilitas dan mortalitas. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa,Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan jumlah warga berusialanjut yang tertinggi di dunia, yaitu 414%, hanya dalam waktu 35tahun (1990-2025), sedangkan di tahun 2020 diperkirakan jumlahpenduduk lanjut usia akan mencapai 25,5 juta jiwa (Soejono, 2009).Keberadaan lanjut usia ditandai dengan umur harapan hidupyang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebutmembutuhkan upaya pemeliharaan serta peningkatan kesehatan dalamrangka mencapai masa tua yang sehat, bahagia, berdaya guna danproduktif. Lanjut usia dapat dikatakan usia emas, karena tidak semuaorang dapat mencapai usia tersebut, maka orang yang berusia lanjutmemerlukan, baik yang bersifat promotif maupun preventif, agar iadapat menikmati masa usia emas serta menjadi usia lanjut yangberguna dan bahagia (Maryam, 2008).Menurut Kemendiknas (dalam Purnama, 2013) Secara umum,populasi penduduk usia 60 tahun ke atas di negara maju pada tahun2011 adalah 20% dari total jumlah penduduk dan diperkirakan meningkat menjadi 32% pada tahun 2050. Sementara itu, di negaraberkembang, jumlah penduduk usia 60 tahun keatas pada tahun 2011adalah 15% dari total jumlah penduduk dan diperkirakan meningkatmenjadi 20% antara tahun 20152050.Kondisi fisik seseorang yang telah memasuki lanjut usiamengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perubahanpenampilan pada wajah, tangan, dan kulit, perubahan bagian dalamtubuh seperti sistem saraf, perubahan panca indera seperti penglihatan,pendengaran, penciuman, perasa dan perubahan motorik, antara lainberkurangnya kekuatan, kecepatan dan belajar ketrampilan baru.Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengarah padakemunduran. Kesehatan fisik dan psikis yang akhirnya akanberpengaruh pada penurunan aktifitas kehidupan sehari-hari (Potter &Perry, 2005).Berbagai perubahan yang terjadi pada lansia antara lainperubahan fisik, sosial, dan psikologis. Perubahan fisik yang terjadiseperti penurunan kemampuan melakukan aktivitas kehidupan seharihari.Perubahan sosial seperti kesempatan yang sama untukmemberikan masukan, kemudian merasa diasingkan. Perubahanpsikologis seperti takut menghadapi kematian dan masa kesepian.Berbagai perubahan tersebut di atas sering membuat lansia mengalamiproblem dalam menghadapi kehidupan sehingga dukungan keluargasangat dibutuhkan (Maryam, 2008).Berbagai proses dan fungsi keluarga mempengaruhipsikodinamika interaksi keluarga pada semua usia. Kebutuhanpsikologi anggota keluarga oleh anggota keluarga yang lain. Padakeluarga lansia, orang lain yang dekat sering kali mengisi fungsiafektif tersebut, terutama jika anggota keluarga lansia tersebut tinggalseorang diri. Bagian dari dukungan sosial adalah cinta dan kasihsayang, harus dilihat secara terpisah sebagai bagian dari asuhan danperhatian dalam fungsi afektif keluarga (Stanley & Beare, 2006).Hasil pengamatan dan wawancara di Desa Adimulya KecamatanWanareja Kabupaten Cilacap didapatkan jumlah penduduk disanasekitar 5.304 jiwa, dari data tersebut terdapat jumlah lansia sebanyak593 jiwa. Sebagian besar keluarga dengan lansia menghabiskanwaktunya untuk bekerja di luar rumah sebagai pedagang atauberwiraswata. Mereka membiarkan lansia tinggal di rumah sendiriansehingga membuat lansia harus tetap mandiri untuk melakukanaktivitas sehari-harinya. Kondisi umum lansia yang tinggal bersamakeluarga menunjukkan keluarga memegang peranan penting padakehidupan orang lanjut usia. Dari fenomena tersebut diatas penelititertarik untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan antaraDukungan Keluarga dengan Kemandirian Lansia dalam PemenuhanAktivitas Sehari-hari di Desa Adimulya, Kecamatan Wanareja,Kabupaten Cilacap.B. Rumusan MasalahBerdasarkan dari latar belakang diatas, diketahui semakinbertambah tahun jumlah penduduk lansia semakin meningkat. Lansiamengalami penurunan fungsi organ tubuh, fisik dan psikologisnya,kondisi seperti ini perlu disikapi secara serius supaya lansia bisamelakukan aktifitas sehari-hari secara mandiri. Keluarga merupakanorang yang terdekat bagi lansia. Dukungan keluarga merupakan salahsatu bentuk upaya untuk membantu lansia melakukan kegiatanyasecara mandiri. Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapatdirumuskan, adakah hubungan dukungan keluarga dengan tingkatkemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta jenisdukungan keluarga apa yang tepat diberikan pada lansia di DesaAdimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.C. Tujuan Penelitian1. Tujuan UmumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungankeluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitassehari-hari.2. Tujuan khususa. Mengetahui karakteristik anggota keluarga yang merawatlansia di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja KabupatenCilacap.b. Mendeskripsikan dukungan keluarga pada lansia di DesaAdimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.c. Mendeskripsikan tingkat kemampuan aktivitas sehari-hari padalansia di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja KabupatenCilacap.D. Manfaat Penelitian1. Manfaat Teoritisa. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmukeperawatan, khususnya keperawatan gerontik, keperawatankomunitas, dan keperawatan keluarga.b. Sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan khususnya ilmukeperawatan dalam meningkatkan profesionalisme pelayananterhadap lanjut usia.2. Manfaat Praktisa. Bagi Dinas kesehatanDiharapkan dari hasil penelitian ini bisa memberikan acuankepada dinas kesehatan membuat program untuk lansia yangmelibatkan keluarga.b. Bagi PuskesmasMemberikan gambaran kepada puskesmas dalam menjalankantugas pokok puskesmas salah satunya peningkatan pelaksanaanprogram tentang kemandirian lansia di dalam masyarakat.c. Bagi Keluarga lansiaHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasankepada keluarga untuk memberikan dukungan dan perhatiankepada lansia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.E. Keaslian PenelitianSepengetahuan peneliti dan hasil penelusuran jurnal maupunlaporan penelitian di internet, penelitian tentang hubungan antaradukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhanaktivitas sehari-hari belum pernah dilakukan. Beberapa penelitianyang terkait dengan hubungan dukungan keluarga dengan kemandirianlansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari adalah sebagai berikut:1. Penelitian yang berjudul Hubungan antara gaya hidup dengantingkat ketergantungan dalam aktivitas kehidupan sehari-harilansia di Kelurahan Kopen, Teras Boyolali yang diteliti olehArina (2006) menghasilkan penelitian sebagai berikut:Terdapat hubungan antara tingkat gaya hidup denganketergantungan dalam AKS (Aktifitas Kehidupan Sehari-hari)pada lansia di Kelurahan Kopen, Teras, Boyolali. Penelitiantersebut menggunakan jenis penelitian deskriptif korelatifdengan rancangan cross sectional dengan variabel hubunganantara gaya hidup dengan tingkat ketergantungan pada lansiasedangkan penelitian yang akan saya lakukan adalah hubungandukungan keluarga terhadap kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Persamaan penelitian Husnawatidengan penelitian saya adalah lokasi penelitian dan metode yangdigunakan dengan rancangan cross sectional.2. Penelitian yang dilakukan oleh Rinajumita (2011) dengan judulFaktorfaktor yang berhubungan dengan kemandirian lansia diwilayah kerja Puskesmas Lampasi, Kecamatan PayakumbuhUtara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitikdengan rancangan crossectional. Penelitian ini menggunakansampel 90 orang lanjut usia di wilayah kerja puskesmas Lampasiyang diambil menggunakan 8 metode multi stage randomsampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengantingkat kepercayaan 95%. Penelitian tersebut memilikipersamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukanpeneliti. Persamaan dengan penelitian tersebut yaitu padavariabel kemandirian lansia dan analisa data denganmenggunakan uji chi square. Sementara itu perbedaanya yaitupada variabel faktor-faktor yang berhubungan.3. Penelitian yang berjudul Hubungan dukungan keluarga dengankemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari diwilayah kerja puskesmas Mojolangu Malang yang diteliti olehTriswandari (2008) menghasilkan penelitian sebagai berikut:dukungan keluarga pada lansia dengan tingkat kemandirianlansia di wilayah kerja Puskesmas Mojolangu Malangmempunyai hubungan yang signifikan (bermakna). Persamaan penelitian Rini dengan penelitian saya adalah variabelmenggunakan hubungan dukungan keluarga dengan kemandirianlansia, serta analisis data menggunakan uji Chi-square.Perbedaannya adalah lokasi penelitian.Penelitian yang akan saya lakukan adalah hubungan antaradukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhanaktivitas sehari-hari yang akan dilakukan di wilayah kerja DesaAdimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Dengantujuan ingin mengetahui seberapa jauh tingkat kemandirian padalanjut usia di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja KabupatenCilacap. BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Landasan Teori1. Lanjut usiaa. Definisi lanjut usiaMenua atau lanjut usia di definisikan sebagai proses yangmengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang frail(lemah,rentan) dengan berkurangnya sebagian besar cadangansistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagaipenyakit dan kematian secara eksponensial. Menua jugadidefinisikan sebagai penurunan seiring waktu yang terjadi padasebagian besar makhluk hidup, yang berupa kelemahan,meningkatnya kerentanan terhadap penyakit dan perubahanlingkungan, hilangnya mobilitas dan ketangkasan, serta perubahanfisiologis yang terkait usia. Terdapat beberapa istilah yangdigunakan oleh gerontologis ketika membicarakan proses menua:1) Aging (bertambahnya umur) menunjukan efek waktu, suatuproses perubahan,biasanya bertahap dan spontan.2) Senescence (menjadi tua) hilangnya kemampuan sel untukmembelah dan berkembang (dan seiring waktu akanmenyebabkan kematian)3) Homeostenosis penyempitan/berkurangnya cadanganhomeostatis yang terjadi selama penuaan pada setiap sistemorgan (Setiati dkk, 2009)Menurut Fathi et al (2008), penuaan tidak bisa dihindari,dimulai secara bertahap sebagai tahap terakhir dari perkembanganyang menyebabkan perubahan dalam senyawa tubuh danpenurunan efisiensi organ dan mempengaruhi pada kemampuanfisik pada tingkat yang berbeda. Menua atau menjadi tua adalahsuatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Prosesmenua merupakan proses sepanjang hidup,tidak hanya dimulaisejak permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan prosesalamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahapkehidupannya, yaitu anak, dewasa, dan tua. Tiga tahap iniberbeda, baik secara biologis maupun psikologis. Memasuki usiatua berarti mengalami kemunduran, misalnya kemunduran fisikyang ditandai dengan kulit yang mengendur, rambut memutih, gigimulai tanggal, pendengaran kurang jelas, penglihatan semakinmemburuk, gerakan lambat, dan figur tubuh yang tidakproposional. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakansuatu proses berangsur-angsur mengakibatkan perubahan yangkumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalammenghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh yang berakhirdengan kematian. WHO dan Undang-Undang Nomor 13 tahun1998 tentang kesejahteraan lanjut usia pada Bab 1 pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa umur 60 tahun adalah usia permulaan tua(Nugroho, 2006).b. Batasan-batasan LansiaDi Indonesia, batasan lanjut usia adalah 60 tahun ke atas.Hal ini dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998tentang kesejahteraan lanjut usia pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 2(Nugroho, 2008).Usia yang dijadikan patokan untuk lanjut usia berbedabeda,umumnya berkisar antara 60-65 tahun. Beberapa pendapatpara ahli tentang batasan usia adalah sebagai berikut:1) Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada empattahapan yaitu:a) Usia pertengahan (middle age) usia 45-59 tahunb) Lanjut usia (elderly) usia 60-74 tahunc) Lanjut usia tua (old) usia 75-90 tahund) Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun2) Menurut Prof. DR. Ny Sumiati Ahmad Mohammad (Alm),Guru Besar Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran,periodisasi biologis perkembangan manusia dibagi menjadi:a) Masa bayi (usia 0-1 tahun)b) Masa prasekolah (usia 1-6 tahun)c) Masa sekolah (usia 6-10 tahun)d) Masa pubertas (usia 10-20 tahun)e) Masa setengah umur, prasenium (usia 40-65 tahun)f) Masa lanjut usia, senium (usia > 65 tahun)(Kushariyadi, 2010).c. Teori-teori PenuaanAda beberapa teori yang berkaitan dengan prosespenuaan,yaitu teori biologi, teori psikologis, dan teori spiritual.1) Teori biologiTeori bologi mencakup teori genetik dan mutasi, immunologyslow theory, teori stres, teori radikal bebas, dan teori rantaisilang.a) Teori genetik dan mutasiMenurut teori genetik dan mutasi, menua terprogramsecara genetik untuk spesies-spesies tertentu. Menuaterjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yangdiprogram oleh molekul-molekul DNA dan setiap sel padasaatnya akan mengalami mutasi. Sebagai contoh yang khasadalah mutasi dari sel-sel kelamin (terjadi penurunankemampuan fungsi sel).b) Immunology slow theoryMenurut immunology slow theory, sistem imun menjaditidak efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya viruske dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan organtubuh.c) Teori stressTeori stress mengungkapakan menua terjadi akibathilangnya sel-sel yang biasa digunakan tubuh. Regenerasijaringan tidak dapat mempertahankan kestabilanlingkungan internal, kelebihan usaha, dan stressmenyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai.d) Teori radikal bebasRadikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidakstabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkanoksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti karbohidratdan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapatmelakukan regenerasi.e) Teori rantai silangPada teori rantai silang diungkapakan bahwa reaksi kimiasel-sel yang tua atau usang menyebabkan ikatan yang kuat,khususnya jaringan kolagen. Ikatan ini menyebabkankurangnya elastisitas, kekacauan, dan hilangnya fungsi sel.2) Teori psikologisPada lanjut usia, proses penuaan terjadi secara alamiah seiringdengan penambahan usia. Perubahan psikologis yang terjadidapat dihubungkan pula dengan keakuratan mental dankeadaan fungsional yang efektif. Kepribadian individu yangterdiri atas motivasi dan intelegensi dapat menjadikarakteristik konsep diri dari seorang lansia. Konsep diri yang positif dapat menjadikan seorang lansia mampu berinteraksidengan mudah terhadap nilai-nilai yang ada ditunjang denganstatus sosialnya.3) Teori spiritualKomponen spiritual dan tumbuh kembang merujuk padapengertian hubungan individu dengan alam semesta danpersepsi individu tentang arti kehidupan. James Fowlermengungkapkan tujuh tahap perkembangan kepercayaan.Fowler juga meyakini bahwa kepercayaan spiritual adalahsuatu kekuatan yang memberi arti bagi kehidupan seseorang.Fowler menggunakan istilah kepercayaan sebagai suatubentuk pengetahuan dan cara berhubungan dengan kehidupanakhir. Menurutnya, kepercayaan adalah suatu fenomenatimbal balik, yaitu suatu hubungan aktif antara seseorangdengan orang lain dalam menanamkan suatu keyakinan, cintakasih, dan harapan. Fowler juga berpendapat bahwaperkembangan spiritual pada lansia berada pada tahappenjelmaan dari prinsip cinta dan keadilan (Maryam, 2008).d. Permasalahan-permasalahan Lanjut UsiaMasalah-masalah kesehatan atau penyakit fisik dan ataukesehatan jiwa yang sering timbul pada proses menua (lansia),menurut (Setiati dkk, 2009) gangguan fisik yang terjadi pada lansiadiantaranya gangguan kardiovaskular, gangguan sistem endokrin,gangguan fungsi pendengaran, dan gangguan penglihatan. Masalah sosial yang dihadapi lanjut usia (lansia) adalah mendapatkankekerasan berbentuk verbal (dibentak) dan nonverbal (dicubit,tidak diberi makan). Selain itu lansia juga mengalami masalahpsikologis yang umum dialami seperti takut menghadapi kematian,frustasi, kesepian, dan harus menentukan kondisi hidup yangsesuai dengan perubahan status ekonomi dan kondisi fisik(Maryam, 2008). Sedangkan menurut Boedhi Darmodjo (dalamMaryam, 2008) menjadi tua bukanlah suatu penyakit atau sakit,tetapi suatu proses perubahan dimana kepekaan bertambah ataubatas kemampuan beradaptasi menjadi berkurang yang seringdikenal dengan geriatric giant.e. Activity Daily Living (ADL)Menurut Wallace (dalam Triswandari, 2008 ) activity dailyliving adalah fungsi dan aktivitas individu yang normalnyadilakukan tanpa bantuan orang lain. Kegiatan ADL antara lainmandi, continence, berpakaian, makan, toileting, dan berpindahtempat dari atau ke tempat tidur atau kursi. Menurut Kingston et al(2012) kegiatan yang diperlukan untuk berfungsi secaraindependen dalam kehidupan sehari-hari disebut aktivitas hidupsehari-hari/ADL.Sedangkan Hardywinoto (dalam Silvia, 2011) faktor-faktoryang mempengaruhi penurunan activity daily living antara lainyaitu persendian yang kaku, pergerakan yang terbatas, waktubereaksi lanjut usia yang lambat, tidak stabil bila berjalan, keseimbangan tubuh yang jelek, gangguan peredaran darah,gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguanperabaan. Sedangkan teori lain menyebutkan faktor-faktor yangmempengaruhi penurunan activity daily living antara lain: kondisifisik misalnya penyakit menahun , gangguan mata dan telinga,kapasitas mental, status mental seperti kesedihan dan depresi,penerimaan terhadap berfungsinya anggota tubuh dan dukungananggota keluarga.Menurut Gallo (dalam Triswandari, 2008) proses aging danmasalah kesehatan secara teratur yang menunjukkan penurunanstatus fungsional pada lansia. Salah satu cara untuk mengevaluasistatus kesehatan pada lansia yaitu pengkajian fungsional sehinggadapat memberikan data yang objektif dan dapat sebagai indikasiintervensi selanjutnya untuk meningkatkan status kesehatan sertamengijinkan perawat untuk memberikan intervensi secara tepat.Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertaiadanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yangsaling berinteraksi satu sama lain, sehingga dapat menyebabkanketergantungan pada orang lain. Secara individu, pengaruh prosesmenua dapat menimbulkan masalah baik secara fisik, biologis,mental, maupun sosial ekonomi. Semakin lanjut usia, mereka akanmengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisiksehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam halmencukupi kebutuhan sehari-harinya (ADL) yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan oranglain (Nugroho, 2008).f. KemandirianKemandirian didefinisikan sebagai kemampuan individuuntuk memenuhi kebutuhan hidup dengan tidak tergantung padaorang lain. Selain itu kemandirian diartikan sebagai suatu keadaandimana seseorang berupaya untuk memenuhi segala tuntutankebutuhan hidup dengan penuh tanggungjawab terhadap apa yangdilakukannya. Kemandirian pada lansia menurut Heryanti (2011),dapat dipegaruhi oleh pendidikan lansia, juga oleh gangguansensori khususnya penglihatan dan pendengaran, dipengaruhi pulaoleh penurunan dalam kemampuan fugsional, serta dipengaruhipula oleh kemampuan fungsi kognitif lansia yang juga menurun.Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan pendidikan yang lebih tinggimaka seseorang akan mampu mempertahankan hidupnya lebihlama dan bersamaan dengan itu dapat mempertahankankemampuan fungsional atau kemandiriannya juga lebih lamakarena cenderung melakukan pemeliharaan dan upaya pencegahanpada kesehatannya.Menurut Graf (2008) penyakit akut atau kondisi kronisyang memburuk dapat mempercepat penurunan fungsional padaorang dewasa yang lebih tua. Hal tersebut dapat menurunkankemampuan lansia untuk melakukan kegiatan penting untuk hidupmandiri. Lansia berusia 60-74 tahun dimana pada usia ini lansia masih mampu mentoleransi aktivitas sehari-hari yang bisadilakukan sendiri namun semakin tua maka lansia akanmembutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhansehariharinya. Penurunan kemampuan aktivitas seharihariseiring dengan bertambahnya umur dan tidak ada perbedaankemandirian aktivitas seharihari pada lansia lakilaki dan wanita.Masalah aktivitas seharihari yang dialami lansia akan semakinmeningkat seiring bertambahnya usia dan khususnya pada orangyang berumur diatas 85 tahun, sedangkan menurut jenis kelamintidak memberi pengaruh yang nyata (Buwana dalam Triswandari,2008).2. Keluargaa. Definisi keluargaFriedman (2003) mendefinisikan bahwa keluarga adalahkumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama denganketerikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peranmasing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. MenurutStuart (dalam Setiawati dan Dermawan, 2008), lima hal pentingyang ada pada definisi keluarga adalah:1) Keluarga adalah suatu sistem atau unit.2) Komitmen dan keterikatan antara anggota keluarga yangmeliputi kewajiban dimasa yang akan datang.3) Fungsi keluarga dalam pemberian perawatan meliputiperlindungan, pemberian nutrisi dan sosialisasi untukseluruh anggota keluarga.4) Anggota-anggota keluarga mungkin memiliki hubungandan tinggal bersama atau mungkin juga tidak adahubungan dan tinggal terpisah.5) Keluarga mungkin memiliki anak atau mungkin juga tidak.Berdasarkan Badan Koordinasi Keluarga BerencanaNasional (BKKBN) (dalam Setyowati dan Murwani, 2008),keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri darisuami-istri atau suami-istri dan anaknya atau ayah dan anaknyaatau ibu dan anaknya. Dari definisi tersebut dapat disimpulkanbahwa karakteristik keluarga adalah:1) Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat olehhubungan perkawinan atau adopsi.2) Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jikaterpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.3) Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masingmasingmempunyai peran sosial baik suami, isteri, anak,kakak, dan adik.4) Mempunyai tujuan; (1) menciptakan dan mempertahankanbudaya, (2) meningkatkan perkembangan fisik, psikologis,dan social anggota (Setyowati dan Murwani, 2008). b. Tipe KeluargaBerikut ini akan disampaikan berbagai tipe keluargamenurut Setyowati dan Murwani (2008):1) Tipe keluarga tradisionala) Kelurga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri darisuami, istri, dan anak (kandung atau angkat).b) Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah dengankeluarga lain yang mempunyai hubungan darah,misalnya: kakek, nenek, keponakan, paman, bibi.c) Keluarga Dyad, yaitu suatu rumah tangga yang terdiridari suami dan istri tanpa anak.d) Single Parent, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri darisatu orang tua (ayah/ibu) dengan anak (kandung/angkat).Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian ataukematian.e) Single Adult, yaitu suatu rumah tangga yang hanyaterdiri seorang dewasa (misalnya seorang yang telahdewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau kuliah).2) Tipe keluarga non tradisionala) The unmarried mother: Keluarga yang terdiri dari orang tua(terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah.b) The stepparent family: Keluarga dengan orang tua tiri.c) Comune family: Beberapa pasangan keluarga (dengananaknya) yang tidak ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama,pengalaman yang sama: sosialisasi anak dengan melaluiaktivitas kelompok atau membesarkan anak bersama.d) The non marital heterosexual cohibiting family: Keluargayang hidup bersama dan berganti-ganti pasangan tanpamelalui pernikahan.e) Gay and lesbian family: Seseorang yang mempunyaipersamaan seks hidup bersama sebagaimana suami-istri(marital partners).f) Cohibiting family: Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu.g) Group-marriage family: Beberapa orang dewasamenggunakan alat-alat rumah tangga bersama yang salingmerasa sudah menikah, berbagi sesuatu termasuk seksualdan membesarkan anaknya.h) Group network family: Keluarga inti yang dibatasi setaturan atau nilai-nilai, hidup bersama atau berdekatan satusama lainnya dan saling menggunakan barang-barangrumah tangga bersama, pelayanan, dan tanggung jawabmembesarkan anaknya.i) Foster family: Keluarga menerima anak yang tidak adahubungan keluarga atau saudara di dalam waktu sementara,pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkanbantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya.j) Homeless family: Keluarga yang terbentuk dan tidakmempunyai perlindungan yang permanen karena krisispersonal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi danatau problem kesehatan mental.k) Gang: Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orangorangmuda yang mencari ikatan emosional dan keluargayang mempunyai perhatian tetapi berkembang dalamkekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.c. Fungsi KeluargaFriedman (2003) fungsi keluarga adalah sebagai berikut:1) Fungsi afektifFungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internalkeluarga, yang merupakan basis kekuatan keluarga. Fungsiafektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial.Keberhasilan melaksanakan fungsi afektif tampak padakebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga.Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yangpositif. Hal tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan melaluiinteraksi dan hubungan dalam keluarga. Dengan demikian,keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi afektif, seluruhanggota keluarga dapat mengembangkan konsep diri positif.Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalammelaksanakan fungsi afektif adalah:a) Saling mengasuh; cinta kasih, kehangatan, salingmenerima, saling mendukung anggota keluarga,mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari anggotayang lain. Kemampuannya untuk memberikan kasihsayang akan meningkat, pada akhirnya terciptahubungan yang hangat dan saling mendukung.Hubungan intim di dalam keluarga merupakan modaldasar dalam memberi hubungan dengan orang di luarkeluarga atau masyarakat.b) Saling menghargaiBila anggota keluarga saling menghargai dan mengakuikeberadaan dan hak setiap anggota keluarga serta selalumempertahankan iklim yang positif, maka fungsi afektifakan tercapai.c) Ikatan dan identifikasi ikatan keluarga dimulai sejakpasangan sepakat memulai hidup baru. Ikatan antaranggota keluarga dikembangkan melalui prosesidentifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspekkehidupan anggota keluarga. Orang tua harusmengembangkan proses identifikasi yang positifsehingga anak-anak dapat meniru tingkah laku yangpositif dari kedua orangtuanya. Fungsi afektifmerupakan sumber energi yang menentukankebahagiaan keluarga. Keretakan keluarga, kenakalan anak atau masalah keluarga, timbul karena fungsiafektif di dalam keluarga tidak dapat terpenuhi.2) Fungsi sosialisasiSosialisasi dimulai sejenak manusia lahir. Keluargamerupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi,misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu, danorang-orang yang di sekitarnya. Kemudian beranjak balita diamulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitarmeskipun demikian keluarga tetap berperan penting dalambersosialisasi. Keberhasilan perkembangan individu dankeluarga dicapai melalui interaksi atau hubungan antar anggotakeluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi. Anggota keluargabelajar disiplin, belajar norma-norma, budaya, dan perilakumelalui hubungan dan interaksi keluarga.3) Fungsi reproduksiKeluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan danmenambah sumber daya manusia. Maka dengan ikatan suatuperkawinan yang sah, selain untuk memenuhi kebutuhanbiologis pada pasangan tujuan untuk membentuk keluargaadalah untuk meneruskan keturunan.4) Fungsi ekonomiFungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untukmemenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga sepertimemenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat denganpenghasilan yang tidak seimbang antara suami dan istri, hal inimenjadikan permasalahan yang berujung pada perceraian.5) Fungsi perawatan kesehatanKeluarga juga berperan atau berfungsi untukmelaksanakan praktik asuhan kesehatan, yaitu untuk mencegahterjadinya gangguan kesehatan dan atau merawat anggotakeluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikanasuhan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga.Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatandapat dilihat dari tugas keluarga yang dilaksanakan. Keluargayang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggupmenyelesaikan masalah kesehatan.d. Dukungan KeluargaDukungan adalah suatu upaya yang diberikan untuk oranglain meliputi moral dan material agar orang yang diberikandukungan menjadi termotivasi dalam melakukan kegiatan(Sarwono, 2003).Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaankeluarga terhadap penderita yang sakit (Friedman, 2003).Keluarga masih menyumbang sebagian besar dukungan yangditerima oleh lansia (Okumagba, 2011). Kebanyakan lansia yangmembutuhkan bantuan tergantung pada keluarga dan kerabatsebagai satu-satunya sumber bantuan (Reinhard et al, 2007). Keluarga memiliki fungsi sebagai pendukung terhadap anggotakeluarga lain yang selalu siap memberikan bantuan pada saatdiperlukan. Dukungan keluarga adalah sebuah proses yang terjadisepanjang masa kehidupan. Sifat, jenis dan sumber dukunganberbedabeda dalam berbagai tahap siklus kehidupan. Misalnya,jenis-jenis dan kuantitas dukungan sosial dalam fase perkawinan(sebelum sebuah pasangan muda mendapat anak) sangat berbedadengan dukungan sosial yang dibutuhkan ketika keluarga sudahberada dalam tahap/fase siklus kehidupan terakhir. Namundemikian, dalam semua tahap siklus kehidupan, dukungan sosialkeluarga membuat keluarga mampu berfungsi dengan berbagaikepandaian dan akal. Sebagai akibatnya, hal ini meningkatkankesehatan dan adaptasi keluarga (Friedman, 2003).e. Jenis Dukungan KeluargaKaplan (dalam Friedman, 2003) menjelaskan bahwaterdapat empat jenis dukungan yakni: dukungan informasional,dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukunganemosional. Dukungan informasional merupakan dukungan yangberfungsi sebagai pengumpul informasi tentang segala sesuatuyang digunakan untuk mengungkapkan suatu masalah. Jenisdukungan ini sangat bermanfaat dalam menekan munculnya suatustressor karena informasi yang diberikan dapat menyumbangkanaksi sugesti yang khusus pada individu. Secara garis besar terdiridari aspek nasehat, usulan, petunjuk, dan pemberian informasi.Dukungan informatif yang tepat akan meningkatkan kemandirianlansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Lingkungan tempattinggal di daerah perkotaan, memudahkan keluarga yang memilikilansia untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenaiperubahan pada lansia baik melalui media cetak seperti koran ataumajalah maupun media elektronik seperti televisi dan internetserta fasilitas kesehatan yang lengkap di daerah perkotaan(Soejono, 2002).Dukungan penilaian menekankan pada keluarga sebagaiumpan balik membimbing, dan menangani masalah, serta sebagaisumber dan validator identitas anggota (Friedman, 2003).Dukungan penilaian dapat dilakukan diantaranya denganmemberikan support, pengakuan, penghargaan, dan perhatian padaanggota keluarga. Dukungan penilaian terjadi lewat ungkapanhormat (penghargaan positif) atau pujian dan dorongan agar lansiamandiri dalam aktivitas sehari-hari. Dukungan penghargaanmenyebabkan lansia merasa bahwa dirinya dianggap dan dihargaisehingga akan menaikkan harga diri (House & Smett dalamTriswandari, 2008). Di Indonesia sudah menjadi budaya bahwaorang tua merupakan tempat meminta saran dan pertimbanganterhadap masalah yang terjadi di keluarga maupun di masyarakat.Dalam keluarga, kakek dan nenek mempunyai peranan sangatpenting sebagai warga tertua yang penuh pengalaman dankebijakan, namun tidak jarang lansia merasa tidak dibutuhkan lagi sehingga dukungan berupa penghargaan sangat penting bagi lansia(Murodion dalam Triswandari, 2008). Selanjutnya adalahdukungan instrumental yaitu dukungan yang memfokuskankeluarga sebagai sebuah sumber pertolongan praktis dan konkritberupa bantuan langsung dari orang yang diandalkan sepertimateri, tenaga, dan sarana (Friedman, 2003). Manfaat daridukungan ini adalah mengembalikan energi atau stamina dansemangat yang menurun dan memberikan rasa perhatian dankepedulian pada seseorang yang mengalami kesusahan ataupenderitaan. Keluarga menyediakan alat mandi, makan, pakaianlansia dan lain-lain, bukan berarti lansia menjadi tidak mandiridengan disediakannya alat-alat tersebut, namun bagaimanakemandirian lansia dalam menggunakan alat-alat tersebut.Lansia mengalami banyak perubahan baik fisiologismaupun psikologis. Adanya perubahan fisiologis menyebabkanlansia membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan seharihari.(Darmodjo dalam Triswandari, 2008). Terakhir adalahdukungan emosional yaitu dukungan yang menempatkan keluargasebagai tempat aman dan damai untuk istirahat dan dapatmembantu penguasaan terhadap emosi (Friedman, 2003).Dukungan emosional yang diberikan berupa kepedulian anggotakeluarga terhadap kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari.Lansia tidak hanya membutuhkan dukungan secara fisik saja tetapihubungan emosional antar anggota keluarga akan sangat mendukung lansia dalam mempertahankan kemandiriannya.Dukungan emosional terutama didapatkan dari keluarga, bahwakasih sayang dari anggota keluarga kepada anggota keluarga yanglain, memberikan penghargaan terhadap kehidupan keluargaterutama berkaitan dengan persepsi dan perhatian terhadapkebutuhan emosional para anggota keluarga (Faridatus dalamTriswandari, 2008). Dukungan emosional merupakan dukungankeluarga yang paling banyak diterima lansia karena dukunganemosional merupakan dukungan keluarga yang paling pentingyang seharusnya diberikan kepada anggota keluarganya karenamerupakan hal penting dalam meningkatkan semangat danmemberikan ketenangan ( Purnama, 2013).f. Manfaat Dukungan KeluargaMenurut Johnson & Johnson (dalam Purnama, 2013) adaempat manfaat dukungan sosial, yaitu dukungan sosialdihubungkan dengan pekerjaan akan meningkatkan produktivitas,meningkatkan kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diridengan memberikan rasa memiliki, memperjelas identitas diri,menambah harga diri, dan mengurangi stres, meningkatkan danmemelihara kesehatan fisik, serta pengelolaan terhadap stress dantekanan.Wills (dalam Friedman, 2003) menyatakan bahwadukungan keluarga dapat menimbulkan efek penyangga, yaitudukungan keluarga menahan efek-efek negatif dari stress terhadap kesehatan dan efek utama, yaitu dukungan keluarga yang secaralangsung mempengaruhi peningkatan kesehatan. Secara lebihspesifik, keberadaan dukungan sosial keluarga yang adekuatterbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas, lebih mudahsembuh dari sakit dan di kalangan lansia dapat menjaga fungsikognitif, fisik, dan kesehatan emosi.g. Sumber Dukungan KeluargaMenurut Rook dan Dooley (dalam Kuncoro, 2002) ada duasumber dukungan keluarga yaitu sumber natural dan sumberartifisial. Dukungan keluarga yang natural diterima seseorangmelalui interaksi sosial dalam kehidupannya secara spontandengan orang-orang yang berada di sekitarnya, misalnya anggotakeluarga (anak, istri, suami, dan kerabat) teman dekat atau relasi.Dukungan keluarga ini bersifat non-formal. Sementara itudukungan keluarga artifisial adalah dukungan sosial yangdirancang kedalam kebutuhan primer seseorang, misalnyadukungan keluarga akibat bencana alam melalui berbagaisumbangan sosial. Dengan demikian, sumber dukungan keluarganatural memiliki berbagai perbedaan jika dibandingkan dengandukungan keluarga artifisial. Perbedaan tersebut terletak padakeberadaan sumber dukungan keluarga natural bersifat apa adanyatanpa dibuat-buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifatspontan. Sumber dukungan keluarga yang natural memiliki kesesuaian dengan nama yang berlaku tentang kapan sesuatu harusdiberikan dan berakar dari hubungan yang telah berakar lama.h. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dukungan KeluargaMenurut Purnawan (dalam Setiadi, 2008), pemberiandukungan oleh keluarga dipengaruhi oleh faktor internal danfaktor eksternal yang keduanya saling berhubungan. Faktorinternal berasal dari individu itu sendiri meliputi faktor tahapperkembangan yaitu pemahaman dan respon terhadap perubahankesehatan yang berbedabeda pada setiap rentang usia (bayilansia). Selanjutnya adalah faktor pendidikan atau tingkatpengetahuan. Dalam hal ini kemampuan kognitif yang membentukcara berfikir seseorang termasuk kemampuan untuk memahamifaktorfaktor yang berhubungan dengan penyakit dalam upayamenjaga kesehatan dirinya. Kemudian, faktor emosi yangmempengaruhi keyakinan terhadap adanya dukungan dan caramelaksanakan sesuatu. Respon emosi yang baik akan memberikanantisipasi penanganan yang baik terhadap berbagai tanda sakitnamun jika respon emosinya buruk kemungkinan besar akanterjadi penyangkalan terhadap gejala penyakit yang ada.Selanjutnya adalah faktor eksternal berasal dari luar individu itusendiri dan terdiri dari tiga hal. Pertama, praktik di keluarga yaitucara keluarga memberikan dukungan yang mempengaruhipenderita dalam melaksanakan kesehatannya secara optimal.Tindakan dapat berupa pencegahan yang dicontohkan keluarga kepada anggota keluarganya. Kedua, yaitu faktor sosioekonomi.Variabel faktor sosial dapat meningkatkan resiko terjadinyapenyakit, mempengaruhi cara seseorang mendefinisikan sertabereaksi terhadap penyakitnya.Sementara itu faktor ekonomi menjelaskan bahwa semakintinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akan lebih cepattanggap terhadap gejala penyakit yang dirasakan sehingga ia akansegera mencari pertolongan ketika merasa adanya gangguankesehatan. Terakhir, faktor latar belakang budaya akanmempengaruhi keyakinan, nilai, dan kebiasaan individu dalammemberikan dukungan termasuk cara pelaksanaan kesehatanpribadi.B. Kerangka teoriKerangka teori ini disusun berdasarkan tinjauan pustaka yangbersumber dari (Friedman,2003), Wallace (dalam Triswandari, 2008),(Setiati dkk, 2009), dan (Heryanti, 2011).Gambar 2.1LansiaDukungan keluarga1. Dukungan informasional2. Dukungan penilaian3. Dukungan instrumental4. Dukungan emosionalActivity DailyLiving/ADL:Berkemih,berpakaian, mandi,makan, toileting,berpindah tempat,continence.Kemandirian lansiadipengaruhi oleh:gangguansensori,gang-guanfungsional,dangangguan kognitif.PerubahanyangterjadiFisiologisPsikologisSosialProsesmenuaC. Kerangka KonsepKeterangan :Tidak diteliti:Diteliti :Gambar 2.2D. HipotesisHipotesis penelitian merupakan hubungan yang diharapkan antarvariabel yang dipelajari (Saryono, 2011). Berdasarkan kerangka teori dankerangka konsep tersebut, maka peneliti menggunakan rumusan hipotesiskerja (Ha) dalam penelitian yaitu: Adakah hubungan dukungan keluargadengan kemandirian lansia dalam melakukan aktifitas sehari-hari di DesaAdimulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.Variabel terikatKemandirian lansia dalampemenuhan aktifitas seharihariVariabel bebasDukungan keluarga:1. Dukunganinformasional2. Dukunganpenilaian3. Dukunganinstrumental4. Dukunganemosionalfaktor yangmempengaruhi:1. Kondisi sosial2. Kondisi kesehatanBAB IIIMETODE PENELITIANA. Desain PenelitianPenelitian dilakukan, menggunakan desain penelitian observasionaldengan pendekatan Cross Sectional. Peneliti hanya melakukan observasi danpengukuran variabel pada saat tertentu saja. Pengukuran variabel tidak terbatasharus tepat pada satu waktu bersamaan, namun mempunyai makna bahwa setiapsubjek hanya dikenai satu kali pengukuran, tanpa dilakukan tindak lanjut ataupengulangan pengukuran (Saryono, 2011).B. Waktu dan Tempat PenelitianPenelitian dilakukan pada bulan Desember 2013-Januari 2014 yangbertempat di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.C. Populasi dan SampelSaryono (2011) berpendapat bahwa populasi merupakan keseluruhansumber data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Penentuan sumber datadalam suatu penelitian sangatlah penting dan menentukan keakuratan hasilpenelitian. Populasi penelitian ini adalah keluarga dengan lansia di DesaAdimulya dengan jumlah 130 orang.Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentuhingga dianggap dapat mewakili populasinya (Sastroasmoro & Ismael, 2010).Jumlah sampel dihitung berdasarkan rumus sampel untuk populasi kecilyang dikutip dari Santjaka (2009).

( )

Keterangan :n = besar sample minimalN = jumlah populasiZ = Standar Defiasi normal untuk 1,96 dengan Cl 95 %p = proporsi target populasi adalah 0.5q = proporsi tanpa atribut 1-p = 0.5d = tingkat kepercayaan/tingkat ketepatan yang diinginkan 0.1Maka sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah

( )

( )

=55.7 = 56 orangJumlah sampel yang diperoleh dari perhitungan jumlah sampel minimaladalah 55.7. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian menjadi 56orang.Sampel penelitian adalah anggota keluarga dengan lansia yang tinggalsatu rumah di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, yangmemenuhi kriteria inklusi, yaitu:1) bersedia menjadi responden2) tinggal satu rumah dengan lansia 60-74 tahun (extended family)Sedangkan kriteria eksklusinya yaitu:1) responden mengalami gangguan komunikasi.2) Lansia mengalami sakit.D. Variabel PenelitianSaryono (2011) berpendapat bahwa variabel adalah suatu yang bervariasi.Dalam penelitian ini terdapat dua variable yaitu variabel bebas (independentvariable) dan variabel terikat (dependent variable).1. Variabel bebas (independent variable) adalah variable yang merangsang/menstimulasi variabel target. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitudukungan keluarga terhadap lansia.2. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang timbul akibat dariefek penelitian. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemandirian lansiadalam memenuhi aktifitas sehari-hari.E. Definisi OperasionalTabel 3.1 Definisi Operasional VariabelNo Variable DefinisiOperasionalCara Ukur Parameter JenisData1. Variablebebas:DukungankeluargaBantuan berupasikap, tindakandan penerimaanyang diberikankeluarga padalansia yangterdiri daridukunganpenilaian,informasional,instrumental, danemosional.Kuesionerdukungankeluarga 28pernyataanKuisionerdukungankeluarga terdiridari dukunganemosional 7pernyataan,dukungan

instrumental 7pernyataan,dukungan

penilaian 7pernyataan, dandukunganinformasional 7pernyataan.Skor dukungankeluarga yaitu:85-112=tinggi57-84=sedang28-56= rendahSkor masingmasing

dukungankeluargadinyatakandengan rentangnilai yaitu:22-28= tinggi15-21= sedang7-14= rendahOrdinal2. Variableterikat:KemandirianlansiaKemandirianadalahkemampuanlansia dalammelakukanaktivitas sehariharimeliputimandi, makan,berpindah,toileting,continensia,berpakaian tanpabantuan oranglain.Barthel Indeks Skorkemandirianlansia, skor:Mandiri=20Ketergantunganringan=12-19Ketergantungansedang=9-11Ketergantunganberat=5-8Ketergantungantotal=0-4OrdinalF. Instrumen PenelitianInstrumen penelitian menurut Saryono (2011) merupakan alat ataufasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. Instrumenyang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala/instrumen dukungankeluarga dan skala/instrumen kemandirian lansia (barthel indeks). Kuesionerdukungan keluarga menggunakan skala Likert dengan 4 item pilihan jawabansebagai berikut: 4= selalu, 3= sering, 2= jarang, 1= tidak pernah, untukpenyataan positif dan sebaliknya untuk pernyataan negatif. Hasil pengukurankemudian dikategorikan sebagaimana telah ditulis dalam definisi operasionalantara lain dukungan keluarga memiliki nilai rentang tinggi= 85-112, sedang=57-84, rendah= 29-56 dan untuk masing-masing dukungan keluarga nilai rentangyaitu tinggi= 22-28, sedang= 15-21, rendah= 7-14. Perhitungan rentang skordidapat dari rumus sebagai berikut:i = skor tertinggi- skor terendah banyaknya kategoriketerangan:skor tertinggi : banyaknya soal x skor kategori tertinggiskor terendah : banyaknya soal x skor kategori terendahbanyaknya kategori : jumlah skor kategori(Azwar, 2008).Selanjutnya adalah instrumen kemandirian lansia dengan menggunakanbarthel indeks yang terdiri dari 10 pernyataan, dari masing-masing pernyataanmemiliki skor 0-3 dengan skor maksimal 20.Skor 20= mandiri, skor 12-19= ketergantungan ringan, skor 9-11=ketergantungan sedang, skor 5-8= ketergantungan berat, skor 0-4=ketergantungan total.G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen1. ValiditasValiditas merupakan indeks yang menunjukan alat ukur tersebut benarbenarmengukur apa yang diukur. Kuisioner sebagai alat ukur harusmengukur apa yang diukur (Saryono, 2011). Peneliti menggunakankuesioner yang sebelumnya akan dilakukan uji validitas, terdiri daribeberapa pernyataan. Dan untuk mengukur dukungan keluarga, penelitimenggunakan kuesioner yang telah dibuat yang akan di uji validitas terlebihdahulu di Desa Wanareja sebanyak 20 responden. Kuesioner dukungankeluarga diuji coba kepada responden yang kemudian akan dihitungkorelasinya untuk mengetahui kuesioner tersebut valid atau tidak,menggunakan rumus korelasi pearson product moment.

( ) ( ) ( ) ( )

Keterangan :r = korelasi Product MomentN = jumlah sampelX = skor variabel XY = skor variabel YXY = skor variabel X dikalikan skor variabel Y.Keputusan uji :Bila r hitung lebih besar dari tabel maka Ho ditolak yang artinyavariabel tersebut valid, sedangkan jika r hitung lebih kecil dari r tabel makaHo diterima yang artinya variabel tidak diterima (Riwidikdo, 2009). Hasil ujivaliditas pada kuesioner dukungan keluarga yang terdiri dari kuesionerdukungan emosional 8 pernyataan, diantara 8 pernyataan tersebut 1 tidakvalid dengan nilai r hitung < r tabel. Kuesioner dukungan instrumental 8pernyataan valid semua dengan nilai r hitung > r tabel. Kuesioner dukunganinformasional 8 pernyataan, diantara 8 pernyataan tersebut 1 tidak validdengan nilai r hitung < r tabel, dan kuesioner dukungan penilaian 8pernyataan valid semua dengan nilai r hitung > r tabel. Hasil uji valditaskuesioner dukungan keluarga bisa dilihat dilampiran.2. ReliabilitiasMenurut Notoadmodjo (2005) reliabilitas adalah suatu indeks yangmenunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya dan dpatdiandalkan. Peneliti dalam penelitian ini melakukan uji reliabilitasmenggunakan Coefficient Alpha Cronbach (Sugiyono, 2005) :

(

)Keterangan :r = Koefisien reliabilitas yang dicarik = jumlah butir pertanyaani2= Varians butir-butir pertanyaan2 = Varians skor tesButir-butir pertanyaan kuesioner yang valid, selanjutnya dilakukan ujireliabilitas menggunakan Alpha Cronbach, dengan koefisien yangangkanya berada dalam rentang 0-1,00, semakin tinggi koefisien realibilitasmendekati angka 1,00 berarti semakin reliabel (Azwar, 2006). Hasil ujireabilitas pada kuesioner dukungan keluarga yang terdiri dari kuesionerdukungan emosional nilai 0.179, kuesioner dukungan instrumental nilai 0.698, kuesioner dukungan informasional nilai 0.748, dan kuesionerdukungan penilaian nilai 0.719. Hasil uji reabilitas kuesioner dukungankeluarga dapat dilihat di lampiran.H. Langkah dan Teknik Penelitian1. Penelitian yang dilakukan melalui tahapan-tahapan penelitian sebagaiberikut:a. Persiapan materi dan konsep yang mendukung jalannya penelitian.b. Studi pendahuluan meminta data yang diperlukan dalam penelitian keDinas Kesehatan Cilacap dan Balai Desa Adimulya.c. Permohonan izin kepada Kepala Desa Adimulya dan RT/RW setempat.d. Meminta data atau jumlah populasi lansia tahun terakhir.e. Penyusunan proposal penelitian yang dilanjutkan dengan pengujianproposal penelitian.f. Melakukan uji validitas dan reliabilitas.g. Mengajukan permohonan izin ke Kesbangpol kemudian Bappeda dandinas terkait setempat untuk melaksanakan penelitian.h. Mengunjungi responden ke alamat rumah.i. Pelaksanaan penelitian terhadap lansia yang memenuhi kriteria inklusi.j. Mengumpulkan data primer dengan memberi kuesioner kepada keluargadengan lansia.k. Data dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat.l. Penyusunan hasil dan pembahasan kedalam laporan hasil penelitian.2. Teknik pengumpulan dataData yang diperoleh terbagi atas 2 jenis data, yaitu :a. Data primer, dengan pembagian kuisioner yang akan diisi olehresponden yaitu lansia dan keluarganya.b. Data sekunder, diperoleh dari pihak lain seperti data laporan yangtersedia atau data dokumentasi untuk mendukung data primer.I. Metode AnalisisData akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.Analisis univariat dilakukan untuk mendeskriptifkan karakteristik masing-masingvariabel yang diteliti (Yenni, 2011). Setelah dilakukan editing, koding, dantabulasi kemudian karakteristik responden disajikan dalam tabel distribusifrekuensi. Karakteristik responden antara lain usia lansia, usia keluarga,pendidikan keluarga, pekerjaan keluarga dan lain-lain.Selanjutnya pada tahap analisis bivariat dilakukan untuk mengetahuihubungan antara dua variabel (dependent dan independent). Jenis uji statistikyang digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan jenis data. Pada penelitianini menggunakan uji statistik chi square karena variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal. Menentukan uji kemaknaan hubungan dengan caramembandingkan nilai p (p value) dengan nilai =0,05 pada taraf kepercayaan95% dan derajat kebebasan=1 dengan kaidah keputusan sebagai berikut: nilai pvalue 0,05 maka Haditolak yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel bebas danvariabel terikat.Data yang telah terkumpul akan diolah dengan proses pengolahan datasebagai berikut:1. EditingEditing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yangdiperoleh. Peneliti melakukan pengecekan terhadap kelengkapan data,kesalahan pengisian dan konsistensi dari jawaban sehingga apabila adakekurangan bisa segera dilengkapi atau jika ada data yang salah, makadata tersebut tidak dipakai.2. CodingCoding adalah mengklasifikasi hasil observasi/pemeriksaan yang sudah adamenurut jenisnya. Klasifikasi ini dilakukan dengan cara memberi tandapada masing-masing kolom dengan kode berupa angka/huruf/simbollainnya untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti kode tersebutdan lebih mudah untuk membacanya.3. Tabulasi/Entry dataAdalah suatu kegiatan memasukkan data dari hasil penelitian ke dalammaster tabel/database komputer berdasarkan kriteria yang telah ada.4. Pengolahan dan Analisis DataPengolahan data menggunakan program statistik komputer dan dianalisisdengan Uji korelasi chi square untuk menguji kemaknaan hubungan keduavariabel.J. Etika PenelitianEtika adalah prinsip moral yang mempengaruhi tindakan. Dalam berbagaidisiplin ilmu, penelitian yang melibatkan manusia atau hewan, peneliti harusmempertimbangkan isu etik (Saryono, 2011). Penelitian ini menjunjung tinggiprinsip etika penelitian yang merupakan standar etika dalam melakukanpenelitian yaitu :1. Prinsip ManfaatPrinsip ini mengharuskan peneliti untuk memperkecil resiko danmemaksimalkan manfaat. Penelitian terhadap manusia diharapkan dapatmemberikan manfaat untuk kepentingan manusia secara individu ataumasyarakat secara keseluruhan. Prinsip ini meliputi hak untukmendapatkan perlindungan dari penderitaan dan kegelisahan dan hakuntuk mendapat perlindungan dari eksploitasi.2. Prinsip Menghargai Hak Asasi Manusia (Respect Human Dignit )a. Hak untuk ikut atau tidak untuk menjadi informan (right to selfdetermination).Dalam hal ini keluarga memutuskan sendiri apakahmereka mau atau tidak menjadi partisipan.b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan.Peneliti menjelaskan secara rinci tentang penelitian yang akan dilakukan dan bertanggung jawab ketika melaksanakan penelitiantersebut.c. Informed ConsentInformed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti danpartisipan dengan memberikan lembar persetujuan. Penelitimemberikan informasi secara lengkap kepada partisipan tentang tujuanpenelitian yang akan dilaksanakan dan partisipan mempunyai hakuntuk bebas menerima atau menolak menjadi partisipan.3. Prinsip Keadilan (Right to Justice)a. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil(right in fair treatment). Subyek harus diperlakukan secara adil selamakeikutsertannya dalam penelitian tanpa diskriminasi apabila merekatidak bersedia atau dropped out sebagai informan.b. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy)Subyek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikanharus dirahasiakan, untuk itu perlu adanya anominity (tanpa nama) danconfidentially (rahasia). Peneliti memberikan jaminan kerahasiaanhasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah lainnya (Nursalam, 2003 & Hidayat, 2009 ).BAB IVHASIL DAN PEMBAHASANPada bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan tentanghubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitassehari-hari di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.A. Hasil Penelitian1. Karakteristik usia lansiaKarakteristik usia lansia disajikan dalam bentuk distribusi usia dariusia minimal, usia maksimal, rerata dan standar deviasi. Karakteristik usialansia dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.1. Distribusi frekuensi usia lansia di Desa Adimulya KecamatanWanareja Kabupaten Cilacap.Usia (tahun)N Minimum Maximum Mean Std. Deviation56 62 74 69,4 2,8Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa rata-rata usia lansia dalampenelitian ini adalah 69,4 tahun, dengan usia minimum 62 tahun, usiamaksimum 74 tahun dan standar deviasi 2,8 dengan jumlah lansia 56 orang.2. Karakteristik anggota keluarga yang memberi perawatan pada lansiaa. Karakteristik jenis kelamin anggota keluarga yang memberi perawatanHasil karakteristik jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.2. Distribusi frekuensi jenis kelamin anggota keluarga yangmemberi perawatan pada lansiaJenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)Laki-LakiPerempuan263046,453,6Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa sebagian besar berjeniskelamin perempuan sebanyak 30 orang (53,6%), sedangkan yang berjeniskelamin laki-laki sebanyak 26 orang (46,4%).b. Karakteristik usia anggota keluarga yang memberi perawatan pada lansiaHasil karakteristik usia anggota keluarga yang memberi perawatanpada lansia dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.3. Distribusi frekuensi usia anggota keluarga yang memberiperawatan pada lansia.Usia (tahun)N Minimum Maximum Mean Std. Deviation56 25 49 38,6 6,8Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa rata-rata usia berusia 38tahun, dengan usia minimum 25 tahun usia maximum 49 tahun danstandar deviasi 6,8.c. Karakteristik pendidikan anggota keluarga yang memberi perawatan padalansia.Hasil karakteristik pendidikannya dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.4. Distribusi frekuensi pendidikanPendidikan Frekuensi Persentase (%)SDSMPSMAPerguruan Tinggi31127155,419,648,226,8Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa sebagian besar berlatarbelakang pendidikan SMA sebanyak 27 orang (48,2%), sisanya sebanyak3 orang (5,4%) berlatar belakang pendidikan SD, 11 orang (19,6%) SMPdan 15 orang (26,8%) berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi.d. Karakteristik pekerjaan anggota keluarga yang memberi perawatan padalansia.Hasil karakteristik pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4.5. Distribusi frekuensi pekerjaanPekerjaan Frekuensi Persentase (%)IRTPNSWiraswastaKaryawan13629823,210,751,814,3Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa sebagian besar bekerjasebagai wiraswasta sebanyak 29 orang (51,8%), sisanya sebanyak 13orang (23,2%) bekerja sebagai ibu rumah tangga, 6 orang (10,7%) PNSdan sebanyak 8 orang (14,3%) bekerja sebagai karyawan.e. Karakteristik status hubungan anggota keluarga yang memberi perawatandengan lansiaHasil karakteristik status hubungan dengan lansia dapat dilihatpada tabel berikut :Tabel 4.6. Distribusi frekuensi status hubungan dengan lansiaStatus hubungan Frekuensi Persentase (%)Anak kandungMenantu401671,428,6Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa sebagian besar berstatushubungan sebagai anak kandung sebanyak 40 orang (71,4%), sisanyasebanyak 16 orang (28,6%) merupakan menantu dari lansia.3. Dukungan keluargaHasil distribusi dukungan keluarga dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Tabel 4.7. Distribusi frekuensi dukungan keluargaKategori Frekuensi Persentase (%)Dukungan emosionalTinggiSedangRendah4214075,025,00Total 56 100,0Dukungan instrumentalTinggiSedangRendah3422060,739,30Total 56 100,0Dukungan informasionalTinggiSedangRendah4115073,226,80Total 56 100,0Dukungan penilaianTinggiSedangRendah3818067,932,10Total 56 100,0Dukungan keluargaTinggiSedangRendah515091,18,90Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.7 diketahui bahwa dukungan emosionalkategori tinggi mendapatkan frekuensi 42 orang dengan presentase75,0%, sisanya sebanyak 14 orang (25,0 %) termasuk kategori sedang.Dukungan instrumental kategori tinggi mendapatkan frekuensi 34 oarng(60,7 %), sisanya sebanyak 22 orang (39,3 %) masuk dalam kategorisedang. Dukungan informasional kategori tinggi mendapatkan frekuensi41 orang dengan presentase 73,2 %, sisanya sebanyak 15 orang (26,8 %)termasuk kategori sedang, dukungan penilaian kategori tinggi mendapatkan frekuensi 38 orang (67,9 %), sisanya sebanyak 18 orang(32,1 %) masuk dalam kategori sedang, dan dukungan keluarga kategoritinggi mendapatkan frekuensi 51 orang (91,1 %), sisanya sebanyak 5orang (8,9 %) termasuk kategori sedang.4. Kemandirian lansiaTabel 4.8. Distribusi frekuensi kemandirian lansiaKategori Frekuensi Persentase (%)MandiriKetergantungan ringanKetergantungan sedangKetergantungan beratKetergantungan total292700051,8%48,2%000Total 56 100,0Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa kemandirian lansiakategori mandiri mendapatkan frekuensi 29 orang (51,8 %), sisanyasebanyak 27 orang (48,2 %) masuk dalam kategori ketergantunganringan.5. Analisis BivariatDalam analisis bivariat akan diuji dua hubungan yaitu dukungankeluarga dengan kemandirian lansia kemudian dibagi menjadi empathubungan yaitu hubungan dukungan emosional dengan kemandirian lansia,hubungan dukungan instrumental dengan kemandirian lansia, hubungan dukungan informasional dengan kemandirian lansia, dan hubungan dukunganpenilaian dengan kemandirian lansia.a. Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansiaUntuk mengetahui ada tidaknya hubungan dilakukanmenggunakan uji Chi-Square. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabelberikut :Tabel 4.9. Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia.DukungankeluargaKemandirian lansiaTotalX2 Mandiri P Valueketergantunganringann % n % n %Tinggi 29 56,9 22 43,1 51 100,0Sedang 0 0 5 100,0 5 100,0 5,897 0,021Total 29 51,8 27 48,2 56 100,0Berdasarkan tabel 4.9 diketahui bahwa persentase lansia yang adadalam kategori kemandirian mandiri lebih tinggi pada lansia yangmendapat dukungan keluarga tinggi dibanding lansia yang mendapatdukungan keluarga sedang, yaitu 56,9% berbanding 0,0%. Hasil analisisdiperoleh nilai Chi-Square sebesar 5,897 dengan nilai p-value sebesar0,021, atau hal ini berarti nilai P-value