91
5. Pembuatan System Informasi Rekam Medik berguna untuk memudahkan melihat catatan medis pasien selama berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng. 5.2 SARAN

Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

  • Upload
    jackjohn

  • View
    39.432

  • Download
    4

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

5. Pembuatan System Informasi Rekam Medik berguna untuk memudahkan

melihat catatan medis pasien selama berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah

Ruteng.

5.2 SARAN

Page 2: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

90

BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Pada uraian pembahasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu

sebagai berikut :

1. Dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit berbasis Web ini

maka akan memudahkan user / pasien untuk mengakses langsung informasi

yang mereka butuhkan dengan mudah,kapan saja dan dimana saja sesuai

dengan kebutuhan selama user/pasien terhubung dengan jaringan internet.

2. Aplikasi Sistem informasi rekam medik yang berbasis web, dapat

memberikan kemudahan bagi pihak rumah sakit dalam menyimpan,

mengupdate, mengakses dan mencari catatan–catatan medis pasien-pasien

secara lengkap dan akurat serta mendukung kinerja dokter dalam penyediaan

data pasien yang akurat.

3. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit berbasis komputer akan

dapat membantu meningkatkan proses pelayanan kesehatan kepada

masyarakat. Proses ini jauh lebih cepat dan praktis, jika dibandingkan

dengan proses manual.

4. Dalam meningkatkan pelayanan pasien, Sistem Informasi Rekam Medik

berbasis WEB adalah salah satu aplikasi yang dapat digunakan karena

kemudahan pengaksesan data, keamanan penyimpanan data, perlindungan

data dari pihak-pihak yang tidak berwenang.

Page 3: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

89

Gambar 4.32 Form Rekam Medik Pasien

Page 4: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

88

4.19. Form Berita

Ketika admin memilih berita maka akan keluar form berita. Secara umum

kegunaan dari form berita adalah untuk menyimpan segala macam berita dan info

medik yang berhubungan dengan rumah sakit, mencari, mengubah dan

menghapus. Untuk lebih jelasnya dilihat pada gambar form berita dari menu

admin berikut:

Gambar 4.31 Form Input Berita

4.20. Form Laporan Rekam Medik

Ketika User Login sebagai Pasien maka akan keluar form Rekam Medik.

Secara umum kegunaan dari form Rekam Medik adalah untuk menyimpan segala

macam kejadian, pemeriksaan terhadap pasien. Untuk lebih jelasnya dilihat pada

gambar form Rekam Medik berikut :

Page 5: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

87

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data rekam medik baru,clik link Tambah data

isikan dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit

§ Jika ingin melihat hasil pemerikasan lab tekan tombol pemeriksaan dan

hasilnya sebagai berikut

Gambar 4.30 Form Input Pemeriksaan Lab

Page 6: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

86

Gambar 4.28 Form Input Rekam Medik

Gambar 4.29 Tampilan List Rekam Medik

Page 7: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

85

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data resep obat baru,clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

4.18. Form Rekam Medik

Ketika Admin mengklik Data Rekam Medik atau menu yang menunjuk

sub menu rekam medik pada menu admin maka, sistem akan link ke form rekam

medik. Secara umum kegunaan dari form rekam medik adalah untuk

menginputkan data rekam medik, mencari, mengubah, dan menghapus data serta

untuk menyimpan segala macam kejadian, pemeriksaan terhadap pasien. Untuk

inputan data rekam medik dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Page 8: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

84

4.17. Form Resep Obat

Ketika Admin mengklik Data Resep Obat atau menu yang menunjuk sub

menu resep obat pada menu admin maka, sistem akan link ke form resep obat.

Secara umum kegunaan dari form resep Obat adalah untuk menginputkan data

resep obat, mencari, mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data obat

dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.26 Form Input Resep Obat

Gambar 4.27 Tampilan List Resep Obat

Page 9: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

83

Gambar 4.25 Tampilan List Satuan Obat

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data satuan obat baru,clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

Page 10: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

82

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data jenis obat baru,clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

4.16. Form Satuan Obat

Ketika Admin mengklik Data Satuan Obat atau menu yang menunjuk

sub menu obat pada menu admin maka, sistem akan link ke form satuan obat.

Secara umum kegunaan dari form Satuan Obat adalah untuk menginputkan data

satuan Obat, mencari, mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data satuan

obat dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.24 Form Input Satuan Obat

Page 11: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

81

4.15. Form Jenis Obat

Ketika Admin mengklik Data Jenis Obat atau menu yang menunjuk sub

menu obat pada menu admin maka, sistem akan link ke form jenis obat. Secara

umum kegunaan dari form Jenis Obat adalah untuk menginputkan data Jenis Obat,

mencari, mengubah,dan menghapus data. Untuk inputan data jenis obat dapat

dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.22 Form Input Jenis Obat

Gambar 4.23 Tampilan List JenisObat

Page 12: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

80

Gambar 4.21 Tampilan List Obat

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data obat baru,clik link Tambah data isikan dahulu

field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah it u tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

Page 13: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

79

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

4.14. Form Obat

Ketika Admin mengklik Data Obat atau menu yang menunjuk sub menu

obat pada menu admin maka, sistem akan link ke form obat. Secara umum

kegunaan dari form Obat adalah untuk menginputkan data Obat, mencari,

mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data obat dapat dilihat pada

gambar dibawah ini :

Gambar 4.20 Form input Data Obat

Page 14: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

78

Gambar 4.18 Form Input Penyakit

Tampilan List Penyakit dapat dlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.19 Tampilan list Penyakit

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data penyakit baru,clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

Page 15: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

77

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data laboratorium baru,clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

4.13. Form Penyakit

Ketika Admin mengklik Data Penyakit atau menu yang menunjuk sub

menu penyakit pada menu admin maka, sistem akan link ke form Penyakit. Secara

umum kegunaan dari form Laboratorium adalah untuk menginputkan data

penyakit, mencari, mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data penyakit

dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Page 16: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

76

4.12. Form Laboratorium

Ketika Admin mengklik Data Laboratorium atau menu yang menunjuk

sub menu pasien pada menu admin maka, sistem akan link ke form Laboratorium.

Secara umum kegunaan dari form Laboratorium adalah untuk menginputkan data

Laboratorium, mencari, mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data

Laboratorium dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.16 Form Input Laboratorium

Tampilan List Dokter dapat dlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.17 Tampilan List Laboratorium

Page 17: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

75

Tampilan List Dokter dapat dlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.15 Tampilan List Dokter

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data dokter baru,clik link Tambah data isikan dahulu

field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan, pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

Page 18: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

74

form dokter adalah untuk menginputkan data dokter, mencari, mengubah, dan

menghapus data. Untuk inputan data dokter dapat dilihat pada gambar dibawah

ini:

Gambar 4.14 Form Input Data Dokter

Page 19: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

73

4.10. Form Poliklinik Detail

Ketika Admin mengklik Data Poliklinik Detail atau menu yang menunjuk

sub menu Poliklinik Detail pada menu admin maka, sistem akan link ke form

Poliklinik Detail. Secara umum kegunaan dari form Poliklinik Detail adalah untuk

menginputkan data poliklinik,jadwal dokter, mencari, mengubah, dan menghapus

data. Untuk inputan data poliklinik detail dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.13 Detail Poliklinik

4.11. Form Dokter

Ketika Admin mengklik Data Dokter atau menu yang menunjuk sub menu

dokter pada menu admin maka, sistem akan link ke form dokter. Setiap dokter

yang praktek pada poliklinik baik dokter sementara maupun dokter tetap akan

didaftar pada sistem rekam medis RSUD Ruteng. Secara umum kegunaan dari

Page 20: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

72

Tampilan List Poliklinik dapat dlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.12 Tampilan list Poliklinik

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data poliklinik baru, clik link Tambah data isikan

dahulu field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan, pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan

tombol edit.

Page 21: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

71

Cara penggunaanya:

§ Jika ingin menginputkan data pasien baru, clik link Tambah data isikan dahulu

field yang ada, lalu clik simpan.

§ Jika ingin mencari data, isikan dahulu field yang ada, lalu clik submit.

§ Jika ingin melihat data secara keseluruhan,pilih dan clik tombol detail

§ Jika ingin menghapus data, pilih data yang akan dihapus setelah itu tekan

tombol delete.

§ Jika ingin mengubah data, pilih data yang akan diubah setelah itu tekan tombol

edit.

4.9. Form Poliklinik

Ketika Admin mengklik Data Poliklinik atau menu yang menunjuk sub

menu pasien pada menu admin maka, sistem akan link ke form poliklinik. Secara

umum kegunaan dari form Poliklinik adalah untuk menginputkan data poliklinik,

mencari, mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data poliklinik dapat

dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.11 Form Input Poliklinik

Page 22: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

70

Gambar 4.9 Form Input Data Pasien

Tampilan List pasien dapat dlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.10 Tampilan List Pasien

Page 23: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

69

Gambar 4.8 Form Registrasi

4.8. Form Pasien

Ketika Admin mengklik Data Pasien atau menu yang menunjuk sub menu

pasien pada menu admin maka, sistem akan link ke form pasien. Secara umum

kegunaan dari form pasien adalah untuk menginputkan data pasien, mencari,

mengubah, dan menghapus data. Untuk inputan data pasien dapat dilihat pada

gambar dibawah ini:

Page 24: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

68

Cara penggunaanya:

§ Ketikan nama pada textbox username, sesuai dengan nama yang sudah

terdaftar dalam database.

§ Ketikan password pada textbox password, sesuai dengan password yang

sudah terdaftar dalam sistem database.

§ Ketika selesai pengetikan username dan password tekan tombol login

untuk masuk ke halaman utama sistem.

§ Ketika pengisian user dan password salah, maka akan keluar message

box seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.7 Form Input Login

4.7. Form Registrasi

Ketika pasien memilih Registrasi maka akan keluar form registrasi. Secara

umum kegunaan dari form Registrasi adalah untuk pendaftaran pasien yang

berobat. Untuk lebih jelasnya dilihat pada gambar form registrasi berikut:

Page 25: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

67

4.3. Form Profil

Form ini berisi tentang gambaran singkat dan biodata Rumah Sakit

Umum Daerah Ruteng. Gambar formnya adal sebagai berikut:

4.4. From fasilitas

Form ini berisi tentang fasilitas – fasilitas yang ditawarkan oleh pihak

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng. Berikut adalan gambar formnya:

4.5. Form Contact Us

4.6. Form Login

Form login merupakan form yang memberikan hak akses kepada user.

User yang bisa akses adalah mereka yang sudah dikenali dalam sistem database

yang ada. Atau secara singkat yang bisa akses adalah mereka yang memiliki

password. Berikut adalah tampilnya:

Gambar 4.6 Form Input Login

Page 26: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

66

Gambar 4.1 Form Utama

4.2. Form Home

Form ini berisi tentang halaman utama Rumah Sakit Umum Daerah

Ruteng. Gambar formnya adalah sebagai berikut:

Gambar 4.2 Form Home

Page 27: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

65

BAB IV

IMPLEMENTASI

Pada bab ini akan dijelaskan informasi aplikasi sistem dan penjelasan dari

cara penggunaanya serta fungsi dari sistem yang dibuat.

4.1. Form Utama

Form utama merupakan form yang menampung semua form dalam

aplikasi sistem yang ada. Ketika user hendak memasuki suatu form tertentu maka

tinggal mengklik pilihan atau menu yang menunjukan aplikasi yang dituju.

Aplikasi sistem mempunyai halaman utama yang berisikan link ke form login

yang digunakan untuk autentifikasi pengguna agar bisa mengakses sistem, link ke

form registrasi yang digunakan untuk pendaftaran pengguna, link ke halaman

profil yang memuat profil Rumah Sakit, link ke halaman fasilitas yang memuat

tentang fasilitas – fasilitas yang ditawarkan oleh rumah sakit, serta link ke

halaman about us yang memuat informasi tentang pesan. Gambar formnya dapat

dilihat dibawah ini:

Page 28: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

64

3.6. Desain Output

Rancangan output berupa perangkat lunak Sistem Informasi Rekam Rawat

Jalan yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat Ruteng dan

sekitarnya berupa profil Rumah Sakit, Fasilitas, Registrasi/Pendaftran pasien baru,

Home dan Contact Us yang menggunakan media Internet. Selain itu dapat

membantu user / pasien untuk memperoleh kemudahan dalam melakukan register

pada waktu pemeriksaan di Rumah sakit. Berikut ini adalah desain antar muka

user dengan computer:

Gambar 3.20 Rancangan Output SI Rekam Medis Rawat Jalan

Page 29: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

63

3.5.12. Form Pemeriksaan

Form ini digunakan untuk mengisi data input pemeriksaan lab,

rancangan formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.18 Rancangan masukan data Pemeriksaan

3.5.13. Form Rekam Medik

Form ini digunakan untuk mengisi data input rekam medik, rancangan

formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.19 Rancangan masukan data Rekam Medis

Page 30: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

62

3.5.10. Form Jenis Obat

Form ini digunakan untuk mengisi data input jenis obat, rancangan

formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.16 Rancangan masukan data Jenis Obat

3.5.11. Form Satuan Obat

Form ini digunakan untuk mengisi data input satuan obat, rancangan

formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.17 Rancangan masukan data Satuan Obat

Page 31: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

61

3.5.8. Form Resep Obat

Form ini digunakan untuk mengisi data input resep obat, rancangan

formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.14 Rancangan masukan data Resep Obat

3.5.9. Form Obat

Form ini digunakan untuk mengisi data input obat, rancangan formnya

dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.15 Rancangan masukan data Obat

Page 32: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

60

3.5.6. Form Penyakit

Form ini digunakan untuk mengisi data input penyakit, rancangan formnya

dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.12 Rancangan masukan data Penyakit

3.5.7. Form Laboratorium

Form ini digunakan untuk mengisi data input laboratorium, rancangan

formnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.13 Rancangan masukan data Laboratorium

Page 33: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

59

3.5.4. Form Dokter

Form ini digunakan untuk mengisi biodata dokter, rancangan formnya

dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.10 Rancangan masukan data Dokter

3.5.5. Form Poliklinik

Form ini digunakan untuk mengisi data poliklinik, rancangan formnya

dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.11 Rancangan masukan data Poliklinik

Page 34: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

58

3.5.2. Form Registrasi

Form registrasi digunakan untuk mendaftar pasien yang berobat ke rumah

sakit. Gambar dibawah ini menunjukan rancangan form registrasi:

Gambar 3.8 Rancangan masukan data Registrasi

3.5.3. Form Pasien

Form pasien digunakan untuk mengisi biodata pasien. Rancangan form

pasien dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.9 Rancangan masukan data pasien

Page 35: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

57

3.5. Desain Input

Desain antarmuka menggambarkan bagaimana user dapat berkomunikasi

dengan system. Komunikasi ini dapat terdiri dari proses memasukan data ke

system, menampilkan informasi ke user atau keduanya. Halaman–halaman yang

dibuat dengan desain antarmuka yang menarik dan mudah digunakan (user

friendly) dengan disertai petunjuk pada masing-masing halaman untuk

memudahkan user dalam mengoperasikan system informasi.

3.5.1. Halaman Login

Halaman login digunakan untuk mengferifikasi user dan yang kemudian

untuk mengatur hak akses user. Pada halaman ini terdapat field username dan

password. Rancangan form login ditunjukan pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.7 Rancangan masukan data login

Page 36: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

56

3.4.15. Tabel 3.15 Data Registrasi

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_registrasi Char 10 Id registrasi

2 Nama_Pasien Varchar 25 Nama pasien

3 Alamat Varchar 40 Alamat tinggal pasien

4 Kelamin Char 1 Jenis kelamin (Pria/wanita)

5 Telepon Char 15 Nomor telepon pasien

6 Username Char 10 Username pasien

7 Password Char 10 Password pasien

8 Tgl_Lahir Datetime 8 Tanggal lahir

9 Status_valid Tinyint 1 Status pasien

10 Email Varchar 50 Email pasien

3.4.16. Tabel Pemeriksaan

Primary Key : id_berita

Fungsi : Untuk menyimpan data berita

Tabel 3.16 Data berita

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_pemeriksaan Char 10 Id pemeriksaan

2 Id_rekam medik_detail Char 10 Id rekam medik detail

3 Nama_pemeriksaan Varchar 25 Nama pemeriksaan

4 Hasil Varchar 10 Hasil pemeriksaan

5 Nilai_normal Varchar 10 Nilai normal

Page 37: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

55

Tabel 3.12 Data Obat

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 id_ Obat Char 10 Id obat

2 Nama_ Obat Varchar 25 Nama obat

3 Id_jenis_obat Char 10 Id jenis obat

4 Id_satuan_obat Char 10 Id satuan obat

3.4.13. Tabel Satuan Obat

Primary Key : id_satuan_obat

Fungsi : Untuk menyimpan data satuan Obat

Tabel 3.13 Data Jenis Obat

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_satuan_obat Char 10 Id satuan obat

2 Nama_satuan_obat Varchar 30 Satuan obat

3.4.14. Tabel Jenis Obat

Primary Key : id_jenis_obat

Fungsi : Untuk menyimpan data Jenis Obat

Tabel 3.14 Data Jenis Obat

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_jenis_obat Char 10 Id jenis obat

2 Jenis_obat Varchar 30 Jenis obat

3.5.5 Tabel Registrasi

Primary Key : id_registrasi

Fungsi : Untuk menyimpan data Registrasi

Page 38: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

54

3.4.10. Tabel Resep Obat

Primary Key : id_resep

Fungsi : Untuk menyimpan data resep obat

Tabel 3.10 Data Resep Obat

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_resep Char 7 Id resep obat

2 Tgl_Resep Datetime 8 Tanggal resep obat

3.4.11. Tabel Detail Resep Obat

Foreign Key : Id_resep, Id_obat

Relasi : Tabel Resep, Tabel Obat

Fungsi : Untuk menyimpan data Detail Resep Obat

Tabel 3.11 Data Resep Obat Detail

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 id_Resep Char 7 Id resep obat

2 Aturan_Pakai Varchar 20 Aturan pakai

3 id_ Obat Char 5 Id obat

4 Jumlah_obat Int 4 Jumlah obat

5 Dosis Char 10 Dosis obat

3.4.12. Tabel Obat

Primary Key : id_obat

Fungsi : Untuk menyimpan data Obat

Relasi : Tabel Jenis obat, Tabel Satuan obat

Page 39: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

53

3.4.8. Tabel Poliklinik Detail

Foreign Key : id_dokter, id_poliklinik

Relasi : Tabel Dokter, Tabel Poliklinik

Fungsi : Untuk menyimpan data poliklinik detail

Tabel 3.8 Data Poliklinik Detail

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_poliklinik Char 10 Id poliklinik

2 Id_dokter Char 10 Id_dokter

3 Hari_praktek Tinyint 1 Hari praktek dokter

4 Jam_praktek Time Jam praktek dokter

3.4.9. Tabel Laboratorium

Primary Key : id_lab

Fungsi : Untuk menyimpan data Laboratorium

Tabel 3.9 Data Lab

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_Lab Char 5 Id laboratorium

2 Laboratorium Varchar 20 Nama laboratorium

Page 40: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

52

10 Diagnosa_awal Varchar 50 Diagnosa penyakit

sementara

11 Diagnosa_akhir Varchar 50 Hasil diagnosa

3.4.6. Tabel Penyakit

Primary Key : id_penyakit

Fungsi : untuk merekam data penyakit yang

berhubungan dengan penyakit dalam.

Tabel 3.6 Data Penyakit

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_penyakit Char 10 Id penyakit

2 Nama_ Penyakit Varchar 25 Nama Penyakit

3 Deskripsi text Deskripsi Penyakit

3.4.7. Tabel Poliklinik

Primary Key : id_poliklinik

Fungsi : Untuk menyimpan data poliklinik

Tabel 3.7 Data Poliklinik

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_poliklinik Char 10 Id poliklinik

2 Nama_poliklinik Varchar 30 Nama poliklinik

Page 41: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

51

Relasi : Tabel Pasien

Fungsi : untuk merekam data Rekam Medik Pasien

Tabel 3.4 Data Rekam Medik

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_rekam_medik Char 10 Id Rekam Medik

2 Id_pasien Char 10 Id_pasien

3.4.5. Tabel Rekam Medik Detail

Primary Key : id_rekam_medik_detail

Foreign Key : id_pasien, id_dokter, id_poli, id_registrasi,

id_penyakit, id_rekam medik

Relasi : Tabel Dokter, Tabel Poli,Tabel Pasien, Tabel

Penyakit, Tabel Registrasi

Fungsi : untuk merekam Hasil Detail Rekam Medik

Pasien

Tabel 3.5 Data Rekam Medik Detail

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 id_rekam_medik_detail Char 10 Id Rekam Medik detail

2 Id_rekam_medik Char 10 Id rekam medik

3 id_penyakit Char 10 Id penyakit

4 id_dokter Char 10 Id dokter

5 id_poliklinik Char 10 Id poliklinik

6 id_resep Char 10 Id resep

7 Tanggal Date 8 Tanggal periksa

8 Keterangan Varchar 40 Keterangan medis

9 Anamesa Varchar 40 Anamesa pasien

Page 42: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

50

6 Telepon Char 15 Nomor telepon pasien

7 Username Char 10 Username pasien

8 Password Char 10 Password pasien

9 Email Varchar 20 Email pasien

10 Pekerjaan Varchar 20 Pekerjaan pasien

11 Tgl_Lahir Datetime 8 Tanggal lahir

3.4.3. Tabel Dokter

Primary Key : id_dokter

Fungsi : Untuk menyimpan data dokter

Tabel 3.3 Data Dokter

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_dokter Char 6 Id_ dokter

2 Nama_ Dokter Varchar 25 Nama dokter

3 Alamat Varchar 40 Alamat tinggal dokter

4 Telepon Char 15 Nomor telepon dokter

5 Username Char 10 Username dokter

6 Password Char 10 Password dokter

7 Email Varchar 20 Email dokter

8 Jenis_kelamin Tinyint 1 Jenis kelamin (Pria/wanita)

9 NIP Char 10 NIP

10 Tanggal_lahir Datetime 8 Tanggal lahir

11 Status kerja Tinyint 1 Status kerja dokter

3.4.4. Tabel Rekam Medik

Primary Key : id_rekam medik

Foreign Key : id_pasien

Page 43: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

49

3.4. Desain Database

Desain database yang digunakan untuk merancang system informasi Rekam

Medis ini adalah sebagai berikut:

3.4.1. Tabel Admin

Primary Key : id_admin

Fungsi : Untuk merekam data admin

Tabel 3.1 Data Admin

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_admin Char 10 Id admin

2 username Varchar 20 Username

3 Password Varchar 20 Password

4 Nama_admin Varchar 25 Nama admin

3.4.2. Tabel Pasien

Primary Key : id_pasien

Foreign key : id_registrasi

Relasi : Tabel Registrasi

Fungsi : Untuk merekam data pasien

Tabel 3.2 Data Pasien

No Nama Field Type Lebar Keterangan

1 Id_pasien Char 8 Id Pasien

2 Id_registrasi Char 8 Id registrasi

3 Nama_Pasien Varchar 25 Nama pasien

4 Alamat Varchar 40 Alamat tinggal pasien

5 Kelamin Char 1 Jenis kelamin (Pria/wanita)

49

Page 44: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

30

Page 45: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

30

3.3. Relational Diagram

Maping atau pemetaan adalah proses perubahan dari bentuk diagram

menjadi bentuk tabel untuk menunjukkan data yang dibutuhkan sistem. Dari ER-

Diagram diatas diperoleh tabel proses mapping, yang dapat dilihat pada gambar

3.7 dibawah ini:

Page 46: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

46

3.2 Entity Relationship Diagram

Untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data, dimana terdiri

atas obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan antar obyek-obyek tersebut,

maka digunakan ER-Diagram. ER-Diagram yang terdapat pada sistem informasi

rekam medik dapat dilihat pada gambar 3.6 dibawah ini :

Page 47: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

45

3.2.3.2. DFD Level III

DFD level 3 adalah proses Rekam Medik ,dimana proses rekam medik

tersebut terdiri dari dua bagian yaitu proses diagnosa dan tindakan, dan dapat

dilihat pada gambar 3.5 dibawah ini:

Page 48: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

44

3.2.3.1. DFD Level I

Dari context diagram diatas, maka disusun diagram alur data (DFD) level

1. Dalam DFD level 1 ini terlihat proses-proses yang terdapat pada sistem

informasi rawat jalan, dimana terdiri dari : Proses pendaftaran, proses Validasi,

Proses Login Admin dan Proses Rekam Medik DFD level 1 dapat dilihat secara

jelas pada gambar 3.3 dibawah ini :

Page 49: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

43

3.2.3. Data Flow Diagram

Data flow diagram digunakan untuk menggambarkan suatu system yang

telah ada yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan

lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir baik itu perangkat keras,

perangkat lunak, struktur data maupun organisasi database

Page 50: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

42

3.2.1. Context Diagram

Desain ini dimulai dari bentuk yang paling global yaitu konteks diagram,

kemudian konteks diagram ini diturunkan sampai bentuk yang paling detail.

Konteks diagram ini menggambarkan input dan output system informasi rekam

medik dengan kesatuan-kesatuan luar seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.1 Context Diagram

3.2.2. Diagram Berjenjang

Desain ini dimulai dari diagram berjenjang yaitu proses apa saja yang

terjadi dari suatu system. Gambar dibawah ini adalah bagan diagram berjenjang

tentang proses pembuatan Sistem informasi rekam medis dalam bentuk web:

Page 51: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

41

selanjutnya seperti pemeriksaan laboratorium guna melakukan tes darah, urine

atau organ-organ tubuh pasien yang lainnya. Tes tersebut bertujuan agar bisa

mengetahui penyakit apa yang diderita oleh pasien.

Selanjutnya setelah penyakit pasien diketahui melalui diagnosa dan

tindakan penunjang maka proses pemberian resep akan diberikan oleh dokter

sesuai penyakit yang diderita oleh pasien dan aturan pemakaiannya. Setelah

semua proses selesai dilakukan maka dokter wajib mencatat hasil rekam medik

pasien yang dimulai dari anamesa pasien, diagnosa maupun obat yang diberikan

pada proses pemeriksaan pasien. Setelah semua proses pemeriksaan selesai maka

pasien berhak mendapatkan hasil rekam medisnya yang bisa diakses melalui WEB

yang telah disediakan oleh Rumah sakit dengan cara login untuk pasien yang telah

melakukan registrasi. Pasien juga bisa mengakses langsung semua informasi

lainnya yang mereka butuhkan seperti data dokter dan juga pencarian data

penyakit khususnya penyakit dalam.

3.2. Desain Sistem

Desain sistem akan menggambarkan gambaran sistem dan arus data yang

digunakan. Gambaran sistem dan arus data ini selanjutnya dapat digunakan untuk

mempermudah pembuatan sistem.

Page 52: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

40

BAB III

ANALISA DAN DESAIN SISTEM

3.1. Analisa Sistem

Dalam merancang system informasi perlu adanya prosedur system yang

menjelaskan proses-proses informasi pasa suatu system informasi. Ada pun tata

cara system pembuatan program aplikasi Rekam medik melalui Internet dapat

dideskripsikan sebagai berikut :

Sistem pelayanan pasien rawat jalan pada Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng dimulai dari proses registrasi. Pada proses ini, pasien akan melakukan registrasi melalui internet dengan memberikan biodata pribadi tentang hal-hal yang berhubungan dengan dirinya diantaranya nama, alamat, no telepon, tanggal lahir, umur, jenis kelamin dan selanjutnya pasien akan mendapatkan id_registrasi yang akan dikirim lewat email pasien. Setelah itu data-data tersebut akan divalidasi oleh admin / petugas yang bertujuan untuk mengecek status pasien ketika pasien berobat ke rumah sakit. Data identitas pasien sangat diperlukan di rumah sakit, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang akan terjadi misalnya pasien melarikan diri, kematian yang terjadi pada pasien dan lain- lain. Setelah data-data pasien divalidasi maka pasien akan mendapatkan id_pasien. Setelah melakukan proses registrasi, pasien akan memberikan anamesa

yaitu keluhan dan gejala-gejala apa saja yang dirasakan pasien selama sakit dan id

pasien untuk didiagnosa oleh dokter. Dokter melakukan pemeriksaan medis

kepada pasien dan penulisan hasil-hasil pemeriksaannya. Apabila penyakitnya

yang diderita oleh pasien adalah penyakit ringan maka dokter akan langsung

memberikan hasil diagnosa dan resep obat sesuai dengan penyakit yang diderita

oleh pasien dan aturan pemakaianya. Tetapi apabila hasil diagnosa tersebut belum

diketahui penyakit apakah yang diderita oleh pasien, maka pasien diberi tindakan

Page 53: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

39

o Mysql_fetch_row berfungsi untuk mengambil hasil query perbaris dalam

bentuk array. Sintaksnya mysql_fetch_row(result_id)

o Mysql_num_rows berfungsi untuk jumlah data hasil query. Sintaksnya

mysql_num_rows(result_id)

o Mysql_query berfungsi untuk melakukan query. Sintaksnya

mysql_query(query)

o Mysql_result berfungsi untuk mengambil data hasil query. Sintaksnya

mysql_result(result_id_row)

o Mysql_select_db berfungsi untuk memilih database. Sintaksnya

mysql_select_db(database).

Page 54: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

38

Sebagai program penghasil database, MySQL tidak berjalan sendiri tanpa

adanya sebuah aplikasi lain, baik yang open source maupun tidak seperti PHP,

VB, Delphi dan lainnya. Untuk mengaktifkan MySQL dilingkungan Windows

maka harus dijalankan server MySQL. Untuk administrasi database, seperti

pembuatan database, pembuatan tabel, dan sebagainya, dapat digunakan aplikasi

berbasis web seperti phpMyAdmin.

Bahasa yang digunkan pada database yaitu:

1. DDL (Data Definition Language) yaitu: create table, alter table, dan drop

table.

2. DML (Data Manipulation Language) yaitu: select, insert, update, delete.

• Keuntungan MySQL:

• Bebas, artinya bebas untuk download dan terdistribusi dan source codenya

bebas untuk dimodifikasi

• Cepat dan sederhana

• Bagus untuk database berbasis websitesdan bisnis kecil.

• Fungsi-Fungsi Umum

Berikut adalah fungsi- fungsi yang menghubungkan MySQL dengan PHP

o Mysql_close berfungsi untuk menutup koneksi ke mysql. Sintaksnya

adalah mysql_close(link_id).

o Mysql_connect berfungsi untuk koneksi ke mysql. Sintaksnya

mysql_connect (host, user, password).

o Mysql_fetch_array berfungsi untuk mengambil hasil query dalam bentuk

array assosiatif. Sintaksnya mysql_fetch_array (result_id)

Page 55: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

37

2.13.PHP

PHP (PHP Hypertext Preprocessor) dikenal sebagai suatu bahasa scripting

yang menyatu dengan tag-tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk

membuat web yang dinamis. Interpreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP

pada sisi server disebut server side. Artinya semua sintaks yang diberikan akan

sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya

hasilnya saja. Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun

kekuatan yang paling utama PHP adala konektivitasnya dengan system database

didalam web. System database yang dapat didukung oleh PHP adalah Oracle,

MySQL, Sybase, PostgreSQL dan lainnya. Contoh script PHP yang paling

sederhana adalah terdapat pada listing dibawah ini:

<html> <head>

<title>Belajar PHP</title> </head> <body>

<? echo “Halo dari PHP!”;

?> </body> </html>

2.14.MySQL

MySQL (My Strukture Query Language) merupakan sebuah program

pembuat database yang bersifat open source, artinya semua orang dapat

menggunakannya dan tidak dicekal, dapat dijalankan pada semua platform baik

Windows maupun Linux. MySQL juga merupakan program pengakses databases

yang bersifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi user

(banyak pengguna).

Page 56: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

36

Sedangkan HTML memungkinkan seorang desain web menjadi lebih mudah

dalam mendesain web. HTML dan HTTP kemudian dikenal dengan istilah baru

yakni WWW (Word Wide Web).

Cara kerja WWW(baca:web) adalah menampilkan file- file HTML yang

berasal dari server web di computer client dengan menggunakan program-

program khusus, yakni browser. Browser pada client mengirimkan

permintaan(request) ke server web, yang kemudian dijawab oleh server web

dengan cara mengirimkan file- file dalam format HTML.

Browser merupakan suatu perangkat lunak yang berada di computer client

yang mempunyai tugas untuk menerjemahkan informasi yang diterima dari server

web dan menampilkannya pada layer computer penerima. Contoh: Internet

Explorer, Netscape, Navigator, Opera, Mozilla dan lain- lain.

Server adalah perangkat lunak yang khusus yang bertugas melayani

permintaan-permintaan dari browser akan dokumen-dokumen yang tersimpan

didalamnya. Contoh:

1. Apache merupakan server web yang paling populer. Apache bisa digunakan

sebagai platform OS. Contoh: Linux, Windows, dan lain- lain.

2. IIS (Internet Information Services), digunakan disistem operasi Windows NT

dan Windows 2000.

3. PWS (Personal Web Server), digunakan disistem operasi windows 9x

Page 57: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

35

organisasi lainnya. Internet atau nama pendeknya Net merupakan jaringan

komputer yang terbesar di dunia.

Jaringan internet menyediakan beberapa aplikasi yang dapat digunakan

oleh pemakai internet diantaranya sebagai berikut :

1. E-mail

E-mail atau electronic mail adalah fasilitas internet yang memungkinkan

seseorang mengirim dan menerima surta yang ditransmisikan secara

elektronik.

2. Mailing List

Aplikasi mailing list adalah perkembangan dari E-mail.

3. Newsgroup

Merupakan aplikasi internet yang berupa electronic buletin board yaitu grup -

grup diskusi lewat internet.

4. File Transfer Protocol (FTP)

Aplikasi ini memungkinkan pengguna interenet untuk melakukan download

(mengambil) file dari internet bisa berupa game, foto / gambar -gambar, peta,

artikel atau progam aplikasi lainnya.

2.12.Word Wide Web (WWW)

Aplikasi WEB dibangun hanya dengan menggunakan bahasa yang disebut

HTML (Hypertext Markup Language) dan protokol yang digunakan dinamakan

HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Dengan HTTP membuat user dapat

mengakses suatu halaman web melalui protocol TCP / IP menjadi lebih mudah.

Page 58: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

34

2. Akses dengan berbagi cara : misalnya dengan memakai field kunci dan

bahasa pemograman.

3. Fleksibilitas : karena indepedensi data, data dapat ditambahkan maupun

dikurangi dari database tanpa harus memodifikasi program aplikasi.

4. Keamanan : fasilitas seperti kata sandi (password), direktori pemakai,

bahasa sandi (encryption).

5. Integritas data dapat dipertahankan karena dihindari data yang selalu

bertentangan (updating data).

6. Manajemen data dapat lebih baik karena penyimpanan yang terpusat,

sehingga organisasi tahu dimana data berada.

2.10.Implementasi Sistem

Tahap implementasi sistem (system implementation) merupakan tahap

meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga

kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak

aplikasi.

2.11.Internet

Internet (Interconnected Network) merupakan jaringan (network)

komputer yang terdiri dari ribuan jaringan komputer independen yang

berhubungan satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer ini digunakan di

lembaga pendidikan, pemerintahan, militer, organisasi bisnis, dan organisasi-

Page 59: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

33

file atau tabel yang saling berhubungan dalam sebuah basis data disebuah komputer

dan sekumpulan program DBMS yang memungkinkan beberapa user atau program

lainnya untuk mengakses dan memanipulasi file atau tabel tersebut.

Dalam mengelola database dikenal beberapa istilah untuk membangun

sebuah sistem manajemen database, diantaranya adalah :

1. Entity adalah kejadian yang merupakan komponen dasar dari suatu table

didalam database

2. Atribut merupakan elemen data yang merupakan ciri darim suatu field yang

ada didalam sebuah table, atribut biasa disebut dengan data elemen atau data

record

3. Data Value merupakan nilai aktual yang tersimpan didalam suatu record atau

juga disebut sebagai nilai dari suatu atribut

4. Record umerupakan kumpulan dari elemen yang saling terkait yang

menginformasikan suatu entity secara lengkap

5. File merupakan kumpulan dari record sejenis yang mempunyai panjang

elemen yang sama namun berbeda - beda dalam valuenya.

• Keuntungan DBMS

Keuntungan DBMS adalah sebagai berikut:

1. Mengambil data dan informasi secara cepat dengan hubungan – hubungan

logis dan program pengolahannya seperti query memungkinkan pemakai

memanggil data dalam hitungan detik / menit.

Page 60: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

32

a. Normalisasi

b. Dekomposisi lossless

c. Diperlukan jika ada indikasi bahwa tabel yang kita buat tidak baik (terjadi

pengulangan informasi, potensi inkonsistensi pada operasi pengubahan,

tersembunyinya informasi tertentu) dan diperlukan supaya jika tabel- tabel

yang didekomposisi kita gabungkan kembali dapat menghasilkan tabel awal

sebelum didekomposisi, sehingga diperoleh tabelyang baik.

d. ERD (Entity Relationship Diagram).

e. Menentukan kardinalitas relasi.

Database terdiri dari beberapa tabel yang didalamnya terdapat kunci (key), yaitu:

a. Primary key adalah field yang akan digunakan untuk fields indeks utama dari

sebuah tabel.

b. Foreign key adalah kolom atau kombinasi kolom yang digunakan untuk

menentukan link antara dua tabel. Link atau hubungan ini dilakukan melalui

pembuatan fields yang sama-sama dimilikk oleh kedua tabel.

c. Unique key digunakan untuk memberikan nilai unik pada satu atau lebih field

dalam tabel. Perbedaan antara primary key dan unique key adalah primary key

tidak boleh NULL, sedangkan unique key dapat diberi nilai NULL.

2.9. Konsep Database Manajemen Sistem

Database manajemen sistem merupakan perangkat lunak yang akan

menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali.

Secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dri kumpulan

Page 61: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

31

3 Membuata basisdata yang datanya diakses dan dimanipulasi secara cepat dan

efisien tanpa melupakan integritas data

4 Mengatur data sedemikian rupa sehingga ketika memodifikasi data, hanya

mengubah pada satu tempat.

2.8. Desain Database

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan

digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan

salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai

basis penyedia informasi bagi para pemakainya. . 10

Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database

system. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang

mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan

lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam

di dalam suatu organisasi. Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan

data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan

dapat terpenuhi dengan baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database

perlu untuk dilakukan, salah satu adalah untuk menghindari pengulangan data.

Adapun metode untuk meminimasi pengulangan data (data redudancy)

antara

lain dengan :

10 Waljianto, Basis Data Teori dan Pemodelan Data, Yogyakarta, Edisi Pertama,

Cetakan Pertama, 2000

Page 62: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

30

3. Hubungan n : n

Pada hubungan ini satu record di tabel 1 berhubungan dengan sejumlah

record di tabel 2 begitu pula sebaliknya

Entity 1 Entity 2

2.7.4. Normalisasi

Normalisasi adalah teknik perancangan yang banyak digunakan sebagai

pemandu dalam merancang basisi data relasional. Pada dasarnya, normalisasi

adalah proses dua langkah yang meletakkan data dalam bentuk tabulasi dengan

menghilangkan bentuk berulang dari tabel relasional. Normalisasi adalah bagian

perancangan basis data. Tanpa normalisasi, sistem basisdata menjadi tidak akurat,

lambat, tidak efisien, serta tidak memberikan data yang diharapkan.

Pada waktu menormalisasi basisdata, ada empat tujuan yang harus dicapai,

yaitu:

1 Mengatur data dalam kelompok-kelompok sehingga masing-masing kelompok

hanya menangani bagian kecil sistem.

2 Meminimalkan jumlah data berulang dalam basis data.

A B C

D E F G H I

A B C

D E F G H I

Page 63: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

29

1. Mendokumentasikan seluruh aliran data yang terjadi dalam system yang

berkaitan dengan system yang akan diimplementasikan.

2. Menggambarkan aliran informasi yang ada pada system.

3. Memberi kemudahan dalam pembacaan system yang dikembangkan pada user

lain yang belum mengetahui system yang dibuat.

2.7.3. Entity Relationship Diagram

Entity relationship diagram adalah suatu relasi antara dua file atau dua

label sehingga dengan demikian dapat pula membantu gambaran relasi dalam

hubungan atribut dalam satu file. Ada beberapa macam relasi antara atribut dalam

file yaitu :

1. Hubungan 1 : 1

Dalam hal ini data di tabel 1 hanya mempunyai hubungan dengan satu data di

tabel 2 .

Entity 1 Entity 2

2. Hubungan 1 : n

Dalam hal ini satu data di tabel 1 mempunyai hubungan dengan sejumlah data

di tabel 2

Entity 1 Entity 2

A B C

D E F

Page 64: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

28

2.7.1. Diagram Context

Pada diagram context ini terdiri dari 3 bagian yang saling terkait, yang

merupakan penjelasan dari diagram yang lain.

a. Diagram konteks

Merupakan diagram yang terdiri dari satu proses yang merupakan gambaran

ruang lingkup sistem dan menunjukan data mengalir ke dan dari terminator.

b. Diagram Sub Konteks

Merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, karena pada diagram

konteks sebelumnya belum memberi kejelasan sistem yang ada pada pembaca

diagram.

c. Diagram Detail

Merupakan gambaran sistem paling bawah yang menggambarkan keseluruhan

sistem dan memberikan penjelasan mengenai diagram konteks sebelumnya.

2.7.2. Data Flow Diagram

Data flow diagram sering digunakan untuk menggambarkan suatu system

yang telah ada yang akan dikembangkan secara logika tanpa mepertimbangankn

lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir baik itu perangkat keras,

perangkat lunak, struktur data maupun organisasi database. DFD merupakan alat

yang digunakan pada metodologi pengembangan system yang terstruktur yang

cukup popular saat ini karena dapat menggambarkan arus data didalam system

dengan terstruktur dan jelas. Tujuan dari DFD adalah :

Page 65: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

27

merancang input, output dan struktur file dari data yang diperoleh, kemudian

digunakan untuk menghasilkan system informasi yang dibutuhkan. Dalam

perencanaan system tahap perancangan merupakan tahap yang paling utama,

dimana pada tahap perancangan akan diadakan identifikasi masalah-masalah apa

yang akan digunakan sebagai bahan rancangan, sehingga dapat menghasilkan

system informasi yang baik.

Dengan adanya perancangan system diharapkan kita dapat mengetahui

gambaran umum system yang ada sehingga perubahan yang ada yang mungkin

terjadi dapat diperbaiki dengan cepat karena sudah ada gambaran tentang system

yang ada.

Langkah - langkah dalam perancangan system yang baik adalah :

1. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah struktur

data yang teratur sesuai dengan system yang akan dibuat.

2. Melakukan evaluasi serta merumuskan pelayanan system yang baru secara

rinci sehingga membentuk informasi yang dihasilkan.

3. Menganalisa kendala yang akan dihadapi dari permasalahan yang mungkin

timbul dalam proses perancangan system.

2.7. Perangkat Perancangan System

Ada beberapa perangkat perancangan system yaitu Diagran context, Data

Flow Diagram, Entity Relationship Diagram dan Normalisasi

Page 66: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

26

2.5. Analisis Sistem

Analisis system adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh

kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,

hambata-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan

sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Tujuan utama analisis sistem adalah untuk menentukan hal-hal detail

tentang yang akan dikerjakan oelh sistem yang diusulkan. Analisis sistem lebih

menekankan pada isu- isu bisnis (kebutuhan pihak pemakai), bukan masalah teknis

atau implementasi. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat

penting, karena kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di

tahap selanjutnya.

Dalam tahap analisis system, terdapat langkah- langkah dasar yang harus

dilakukan oleh system analis, yaitu:

1. Identifikasi, yaitu mengidentifikasi masalah

2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada

3. Analize, yaitu menganalis sistem

4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis

2.6. Desain Sistem

Setelah tahap analisis sistem, tahap selanjutnya adala desain sistem

(system design) yang merupakan tahapan untuk memikirkan bagaimana menbuat

sebuah sistem. Perancangan / desain system merupakan kegiatan perencanaan dan

Page 67: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

25

5. Blok Basis Data (Data Base)

Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya,

tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk

memanipulasinya.

6. Blok Kendali

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-

hal yang dapat merusak system dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4.4. Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen merupakan penerapan system informasi

didalam suatu organisasi untuk mendukung informasi- informasi yang

dibutuhkan untuk manajemen,operasi dan fungsi pengambilan keputusan dalam

kegiatan perencanaan dan pengendalian untuk semua tingkat manajemen. Sistem

informasi manajemen bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan dan mengolah

data agar bisa menyajikan informasi kepada semua tingkatan manajemen.

Peranan system informasi dalam kegiatan manajemen adalah menyediakan

informasi untuk menunjang proses pengambilan keputusan yang dilakukan

manajemen. Tugas system informasi adalah menyediakan informasi yang bersifat

internal agar informasi yang dihasilkan lebih tepat dan berguna bagi manajemen.

Page 68: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

24

• Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen - komponen yang masing - masing

saling berinteraksi satu dengan yang lainnya yang membentuk satu kesatuan untuk

mencapai tujuannya. Komponen- komponen system informasi terdiri dari :

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk kedalam system informasi berupa metode-

metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan yang dapat

berupa dokumen- dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan

cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari system informasi adalah keluaran yang merupakan informasi

yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat

manajemen serta semua pemakai sistem

4. Blok Teknologi

Teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam system informasi dan

digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan

mengakses data, menghasilkan sekaligus mengirimkan keluaran dan

membantu pengendalian dari system secara keseluruhan.

Page 69: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

23

biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi tersebut, maka

dikatakan informasi tersebut bernilai.

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan dalam

suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan,sehingga

tidak memungkinkan untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada sutu

masalah tertentu dengan biaya untulk memperolehnya, karena sebagian besar

informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak dalam suatu perusahaan.

2.4.3. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu untuk

menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan

cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan.

Sistem Informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas,

teknologi, media, prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk

mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu,

memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kajadian

internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk

pengambilan keputusan.”.9

Tujuan dari system informasi adalah :

? Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan keputusan.

? Menyajikan informasi guna mendukung kegiatan operasi harian

? Menyajikan informasi yang berkenan dengan kepengurusan

9 Jogyianto.HM, Pengenalan Komputer : Pendekatan Terstruktur, Yogyakarta, Andi Offset, Edisi Kedua, Cetakan Ketiga, 1999, Hal.697

Page 70: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

22

2.4.2.1.Kualitas Informasi

Kualitas dari informasi (Quality Of Information) sangat tergantung dari

tiga hal, yaitu :

a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan - kesalahan dan tidak

menyesatkan sehingga hasil dari informasi dapat digunakan sebagai acuan

bagi pengguna informasi untuk mengambil keputusan.

b. Relevan, berarti informasi tersebut harus bermanfaat bagi penggunanya

karena relevansi informasi untuk tiap - tiap orang satu dengan yang lainnya

berbeda. Informasi tersebut juga harus tepat waktu, karena informasi yang

usang tidak akan mempunyai nilai lagi.

c. Jelas, berarti informasi yang ada harus jelas sehingga tidak menimbulkan

kebingungan dan kerancuan data bagi pengguna informasi yang ada.

2.4.2.2.Nilai Informasi

Nilai informasi (Value of Information) ditentukan dari dua hal, yaitu

manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila

manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanny. Kegunaan

informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian didalam pengambilan

keputusan tentang suatu keadaan. Masalahnya adalah berapa yang harus dibayar

perusahaan untuk mendapatkan informasi tersebut. Apakah informasi yang

didapat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya?. Bila

manfaat dari informasi tersebut sepadan atu lebih besar atau lebih efektif dari

Page 71: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

21

c. Terdiri dari satu kesataun usaha dari bagian-bagian yang saling tergantung dan

berinteraksi satu sama lain.

2.4.2. Pengertian Informasi

Informasi merupakan hasil proses data-data yang beragam yang telah

dibentuk sedemikan rupa sehingga sesuai dengan permintaan pengguna, tentunya

telah mengalami proses yang telah tersusun dengan baik dan benar dengan kriteria

yang diinginkan. Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen

didalam pengambilan keputusan. Informasi adalah data yang telah diolah dan

bermanfaat bagi yang membutuhkannya. Sumber dari informasi adalah data. Data

adalah kumpulan angka maupun karakter yang mempunyai arti tertentu dan

diambil dari realita atau kenyataan yang terjadi pada suatu lokasi.8

Informasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Data yang telah diolah.

2. Menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima.

3. Menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan nyata.

4. Digunakan untuk mengambil keputusan

8 Jogyianto.HM, Pengenalan Komputer : Pendekatan Terstruktur, Yogyakarta, Andi Offset, Edisi Kedua, Cetakan Ketiga, 1999, Hal.697

Page 72: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

20

Penghubung sistem merupakan penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya yang memungkinkan adanya sumber-sumber daya

mengalir dari satu sub sistem dengan sub sistem yang lainnya.

5. Masukkan Sistem (Input)

Masukkan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat

berupa masukkan perawatan (Maintenance Input ) dan masukkan sinyal

(Signal Input).

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan

menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa

masukan dari subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah Sistem (Process)

Pengolah sistem akan mengubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (Objectives)

Sasaran sistem sangat menentukan sekali masukkan yang dibutuhkan sistem

dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil jika

mengenai sasaran atau tujuan.

2.4.1.2.Ciri-ciri Sistem

Sistem mempunyai ciri-ciri diantaranya yaitu:

a. Adanya tujuan yang jelas

b. Mempunyai struktur yang jelas

Page 73: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

19

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 7

2.4.1.1.Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu diantaranya

yaitu :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang

artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Suatu sistem dapat

mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut Supra Sistem.

2. Batas Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan

sistem yang lainnya atau lingkungan luarnya. Dimana suatu sistem dipandang

sebagai satu kesatuan yang menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem

tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang

mempengaruhi operasi sistem. Yang dapat bersifat menguntungkan atau

merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

7 Jerry Fitzgerald, Ardra F Fitzgerald, Warren P Stallings, Jr., Fundamentals of Systems Analysis, New York : John Willey and Sons, Inc., Second Edition, 1981, p.3.

Page 74: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

18

2.4. Sistem Informasi

Agar mampu melakukan analisis yang sesuai dengan konsep-konsep yang

berkaitan dengan sistem informasi, perlu dijelaskan kembali beberapa defenisi

tentang sistem, informasi dan sistem informasi.

2.4.1. Pengertian Sistem

Definisi sistem itu berbeda-beda berdasarkan pengertian yang telah

diterima oleh seseorang, dimana pendekatan pertama ditekankan pada elemen-

elemen dalam sistem. Menurut Stephen A.Moscove dan Mark G.Simkin : Suatu

sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi sub sistem yang berusaha

untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut MJ. Alexander : Suatu sistem adalah suatu group dari elemen-

elemen baik berbentuk fisik maupun non fisik yang menunjukkkan suatu kumpulan

saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama-sama menuju satu

atau lebih tujuan, sasaran atau akhir dari system.

Pada pendekatan kedua, lebih menekankan pada prosedure. Menurut

Richard F. Newschell : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari procedure-

procedure yang saling berhubungan dikembangkan sesuai dengan suatu skema

yang berinteraksi untuk melaksanakan suatu kegiatan utama dalam bisnis.6

Menurut Jerry FitzGerald, Andra F. FitzGerald dan Warren D. Stalling, Jr

: Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari procedure-procedure yang saling

6 Cecil Gillespie, Accounting System, Procedures and Methods, Engelwood Cliff, New Jersey : Prentice – Hall, Inc; Third Edition, 1971, p.2

Page 75: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

17

5. Statistik Kesehatan

Rekam medis dapat digunakan sebagai bahan statistik kesehatan,khususnya

untuk mempelajari perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk

menentukan jumlah penderita pada penyakit-penyakit tertentu.

6. Pembuktian Masalah Hukum, Disiplin dan Etik

Rekam medis merupakan alat bukti tertulis utama, sehingga bermanfaat dalam

penyelesaian masalah hukum, disiplin dan etik.

2.3.4. Hubungan Rekam Medik dengan Manajemen Informasi Rumah Sakit

Di bidang kedokteran, rekam medis merupakan salah satu bukti tertulis

tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter. Di dalam rekam medis

berisi data klinis pasien selama proses diagnosis dan pengobatan (treatment). Oleh

karena itu setiap kegiatan pelayanan medis harus mempunyai rekam medis yang

lengkap dan akurat untuk setiap pasien dan setiap dokter wajib mengisi rekam

medis dengan benar, lengkap dan tepat waktu. Dengan berkembangnya evidence

based medicine dimana pelayanan medis yang berbasis data sangatlah diperlukan

maka data dan informasi pelayanan medis yang berkualitas terintegrasi dengan

baik dan benar Sumber utamanya adalah data klinis dari rekam medis. Data klinis

yang bersumber dari rekam medis semakin penting dengan berkembangnya rekam

medis elektronik, dimana setiap entry data secara langsung menjadi masukan

(input) dari system manajemen informasi kesehatan.

Page 76: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

16

2.3.3. Manfaat Rekam Medis

Menurut Permenkes no. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam

Medis memiliki enam manfaat, yaitu:

1. Pengobatan Pasien

Rekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk merencanakan dan

menganalisis penyakit serta merencanakan pengobatan, perawatan dan

tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien.

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan

Membuat Rekam Medis bagi penyelenggaraan praktek kedokteran dengan

jelas dan lengkap akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi

tenaga medis dan untuk pencapaian kesehatan masyarakat yang optimal.

3. Pendidikan dan Penelitian

Rekam medis yang merupakan informasi perkembangan kronologis penyakit,

pelayanan medis, pengobatan dan tindakan medis, bermanfaat untuk bahan

informasi bagi perkembangan pengajaran dan penelitian di bidang profesi

kedokteran dan kedokteran gigi.

4. Pembiayaan

Berkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk menetapkan

pembiayaan dalam pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan. Catatan

tersebut dapat dipakai sebagai bukti pembiayaan kepada pasien.

Page 77: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

15

membubuhi tanda tangan dapat diganti dengan menggunakan nomor identitas

pribadi/personal identification number (PIN). Untuk itu format dan pengisian

rekam medik harus dibuat secara hati-hati dan harus relevan dengan keadaan

pasien.

Adapun isi rekam medis adalah Catatan, yang merupakan uraian tentang

identitas pasien, pemeriksaan pasien, diagnosis, pengobatan, tindakan dan

pelayanan lain baik dilakukan oleh dokter maupun tenaga kesehatan lainnya

sesuai dengan kompetensinya dan Dokumen, merupakan kelengkapan dari catatan

tersebut, antara lain foto rontgen, hasil laboratorium dan keterangan lain sesuai

dengan kompetensi keilmuannya. Pada prinsipnya isi rekam medis adalah milik

pasien, sedangkan berkas rekam medis (secara fisik) adalah milik rumah sakit

atau institusi kesehatan.

2.3.2. Tujuan Rekam Medis

Adapun tujuan dari rekam medis adalah :

1. Untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka peningkatan

kesehatan di rumah sakit.

2. Untuk menunjang riset klinis dan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan.

Page 78: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

14

2.3.1. Pengertian Rekam Medis

Didalam membahas rekam medik terlebih dahulu akan dikemukakan arti

dari rekam medis itu sendiri. Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan, dan

dokumen tentang identitas pasien, anamesa, pemeriksaan, pengobatan, tindakan

dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan pasien yang bersifat

rahasia, aman dan berisi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Rekam

medis rumah sakit adalah rekam medis yang lengkap, terkini yang memuat

riwayat pasien, kondisi terapi dan hasil perawatan. Rekam medis digunakan untuk

mendokumentasikan secara kronologis terapi yang diberikan kepada pasien dan

merencanakan evaluasi terapi pasien serta sebagai alat komunikasi antar dokter

dan penyedia pelayanan kesehatan lainnya di rumah sakit. Pengawas medis dan

perawatan melakukan audit kualitas pelayanan kesehatan dengan mengevaluasi

terapi yang dituliskan dalam rekam medis, yang kemudian dibandingkan dengan

standar prosedur yang berlaku.

Penyelenggaraan rekam medis merupakan proses kegiatan yang dimulai

pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegiatan pencarian data

pasien dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medik berupa

penyimpanan, pengeluaran berkas untuk melayani permintaan apabila perlukan

kemudian yang terakhir adalah pembuatan laporan periodic yang diperlukan oleh

tenaga kesehatan.

Setiap catatan dalam rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan

tandatangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan. Apabila dalam

pencatatan rekam medis menggunakan teknologi informasi elektronik, kewajiban

Page 79: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

13

• Poli Umum

• Poli Penyakit Dalam

• Poli Anak

• Poli Gigi

• Poli THT

• Poli Gizi dan BKIA

Sedangkan untuk penunjang diagnosis terdiri dari Laboratorium Patologi

yang melayani pemeriksaan specimen(darah,urine,tinja,cairan tubuh),

Laboratorium Patologi Anatomi yang melayani pemeriksaan jaringan/ sel untuk

diagnosis penyakit non neoplasma seperti pemeriksaan jaringan tubuj untuk

diagnosa kanker dan Radiologi yang memberikan pelayanan 24 jam pemeriksaan

foto rontgen.

2.3. Rekam Medis5

Dalam pelayanan di rumah sakit yang standar, dokter membuat catatan

mengenai berbagai informasi mengenai pasien dalam suatu berkas yang dikenal

sebagai Rekam Medis atau Medical Record. Berkas ini merupakan suatu berkas

yang memiliki arti penting bagi pasien, dokter, tenaga kesehatan atau Rumah

Sakit.

5 Dirjen Pelayana Medik Depkes RI, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rekam Medik / Medical Record Rumah Sakit, Bakti Husada, Jakarta, 1993, Hal 3.

Page 80: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

12

? Rumah Sakit Umum tipe C, rumah sakit umum yang memberikan

layanan medis spesialistik yang terbatas, seperti penyakit dalam, bedah,

kebidanan dan anak

? Rumah Sakit Umum tipe D, rumah sakit umum yang memberikan

layanan medis dasar.

2. Rumah Sakit Khusus Rumah, sakit khusus ini banyak sekali ragamnya, rumah

sakit ini melakukan penanganan untuk satu atau beberapa penyakit tertentu

dan layanan medis subspesialistik tertentu. Yang masuk dalam kelompok ini

diantaranya: Rumah Sakit Karantina, Rumah Sakit Bersalin.

2.2. Poliklinik

Secara sederhana poliklinik di defenisikan adalah salah satu bagian

pelayanan klinis yang melayani pasien berobat jalan atau di defenisikan sebagai

pelayanan yang meliputi prosedur teraupetik dengan diagnostic serta pengobatan

yang diberikan pada pasien dalam sebuah lingkungan yang tidak membutuhkan

rawat inap.3

Poliklinik merupakan salah satu bagian dari instalasi pelayanan rumah

sakit. Bagian yang lainnya seperti Unit Gawat Darurat (UGD), instalasi rawat inap

dan lain- lain. Instalasi Rawat Jalan atau yang sering disebut sebagai poliklinik

digunakan khusus untuk melayani pasien-pasien rawat jalan. 4

Pelayanan Rawat jalan RSUD Ruteng dibawah naungan Instalasi Rawat Jalan,

yang dilaksanakan di poli-poli meliputi:

3 Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi IV Tahun 1997 4 Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi IV Tahun 1997

Page 81: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

11

2.1.3. Jenis- jenis Rumah Sakit.2

Adapun jenis-jenis rumah sakit di Indonesia dibagi-bagi menurut kategori,

diantaranya sebagai berikut :

2.1.3.1.Berdasarkan kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya Rumah Sakit terdiri atas dua yaitu:

1. Rumah Sakit Pemerintah sifatnya tidak mencari keuntungan, yang dikelola

oleh Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, TNI dan BUMN.

2. Rumah Sakit Swasta, yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah yayasan, baik

yang sifatnya tidak mencari keuntungan (non profit) maupun yang memang

mencari keuntungan (profit).

2.1.3.2.Berdasarkan Layanannya.

Berdasarkan sifat layanannya rumah sakit dibagi dua yaitu sebagai berikut:

1. Rumah Sakit Umum Untuk Rumah Sakit Pemerintah, digolongkan menjadi 4

tingkatan, sebagai berikut:

? Rumah Sakit Umum tipe A, rumah sakit umum yang memberikan

layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang luas.

? Rumah Sakit Umum tipe B, rumah sakit umum yang memberikan

layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang terbatas.

2 Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi IV

Page 82: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

10

kemampuannya, meliputi rujukan teknologi, rujukan pasien dan spesimen, serta

rujukan pengetahuan dan ketrampilan.

2.1.2. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng merupakan Rumah Sakit umum milik

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang didirikan pada tahun 1982 yang

beralamatkan di Jl. Dr Soetomo No 1, Nekang Kelurahan Watu Ruteng.

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng dibangun untuk memberikan

pelayanan kesehatan untuk masyarakat Ruteng dan sekitarnya. Dengan adanya

kemajuan zaman, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng berusaha untuk

meningkatkan pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng

merupakan rumah sakit dengan type kelas A, yang maksudnya rumah sakit

dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Berbagai jenis layanan yang

diterapkan, diantaranya yaitu : layanan dokter dan paramedis, unit gawat darurat

dengan ambulance moderen, laboratorium dan radiology serta sarana penunjang

lainnya dimana semua layanan tersebut tersedia selama 24 jam.

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng pada dasarnya sudah menggunakan

sistem komputer hanya saja komputer yang digunakan terbatas, artinya komputer

yang digunakan hanya ketika akan melaporkan data ke dinas kesehatan.

Page 83: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

9

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Rumah Sakit1

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayan kesehatan masyarakat yang

melayani transaksi pasien dalam kesehariannya. Pemberian layanan dan tindakan

dalam banyak hal akan mempengaruhi kondisi dan rasa nyaman bagi pasien.

Semakin cepat akan semakin baik karena menyangkut “nyawa” pasien.

2.1.1. Pengertian Rumah Sakit

Rumah sakit adalah bagian integral organisasi sosial dan medik, yang

bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar beserta

lingkungannya. Sebagai Institusi publik rumah sakit memberikan pelayanan yang

ekstra efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut setidaknya pihak rumah

sakit harus meningkatkan pelayanannya baik dari segi medis maupun non medis.

Sistem pelaporan rekam medis yang akurat dan efisien merupakan satu dari

bagian yang terpenting dari mutu pelayanan rumah sakit.

Rumah sakit dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya memiliki

tanggung jawab tidak hanya terhadap masalah kesehatan perorangan pasien yang

berkunjung saja, tetapi juga terhadap seluruh anggota masyarakat yang

berdomisili di wilayah cakupannya (extra-mural). Rumah sakit juga wajib

melakukan pembinaan fasilitas kesehatan di bawahnya, seperti puskesmas, sesuai

1 Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit Revisi IV

Page 84: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

8

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Page 85: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

7

1.7. SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam penulisan tugas akhir, digunakan sistematika penulisan sebagai

berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah,

Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat, Metode Penelitian, Sistematika

Penulisan.

BAB II GAMBARAN UMUM DAN LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang Pengertian Rumah Sakit, Gambaran Umum

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, Jenis-jenis Rumah Sakit,

Poliklinik, Rekam Medis, Pengertian Sistem Informasi, Perancangan

Sistem, Desain Database, Desain Sistem, Analisis Sistem, Konsep

Database Manajemen Sistem, Perancangan Sistem, Perangkat

Perancangan Sistem, Normalisasi, Data Flow Diagram, Entity

Relationship Diagram, Internet, WEB ,PHP, MySQL.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi tentang Analisis sistem, Desain Proses, Desain

System, Diagram Konteks, Diagram Berjenjang, Data Flow

Diagram, Entity Relationship Diagram, Mapping Tabel, Desain

Database, Desain Input, Desain Output.

BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM

Bab ini berisi tentang cara pengimplementasian dan menjalankan

system.

Page 86: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

6

membahas system informasi dan WEB serta contoh-contoh situs di media

Internet yang ada saat ini.

2) Metode pendekatan

1. Identifikasi dan Analisa masalah

yaitu mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul dan menganalisa

masalah-masalah yang ada dalam rangka untuk menyelesaikan masalah.

2. Pemecahan Masalah

Setelah mengumpulkan bahan-bahan observasi yang diperlukan disertai

dengan studi literature maka dibuatkan perangkat lunak yang sesuai untuk

mendapatkan solusi supaya permasalahan tersebut teratasi dalam hal ini

penulis menggunakan media Internet.

3. Uji coba system

Menguji system / program yang telah dibuat apakah hasilnya sudah sesuai

dengan yang diharapkan.

4. Penerapan / Implementasi

Berisi pembahasan yang mencakup bentuk aplikasi, kebutuhan-kebutuhan

yang mendukung hasil analisa data.

5. Penyusunan laporan

Ini adalah langkah akhir dalam pengerjaan penelitian akhir ini.

Page 87: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

5

2. Untuk Masyarakat

Dapat meningkatkan pelayan administrasi kepada masyarakat berupa waktu

pelayanan yang cepat dan dokumen yang relevan, akurat dan tepat waktu

melalui dukungan data yang bersifat dinamis.

3. Untuk Penulis

Menambah wawasan mengenai pembuatan sistem informasi rekam medis

rumah sakit

4. Untuk Institusi Pendidikan

Sebagai masukan dalam pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai

sistem informasi rekam medis rawat jalan pada rumah sakit.

1.6. Metode Penelitian

Dalam metodologi penelitian, penulis menggunakan metode sebagai

berikut :

1) Metode pendataan

1. Observasi

Pengumpulan informasi dilakukan dengan observasi langsung (komunikasi

2 arah) serta melakukan analisa permasalahan yang merupakan kebutuhan

untuk mendapatkan informasi- informasi yang menunjang dalam

pembuatan system ini.

2. Studi Literatur

Untuk memperoleh informasi tentang penyampaian system informasi

berbasis WEB dilakukan studi literature melalui buku-buku referensi yang

Page 88: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

4

1.4. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya pengembangan Sistem

Informasi Rekam Medik Rawat Jalan adalah:

1. Merancang dan membuat system informasi rekam medis rawat jalan berbasis

web pada Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng yang dikembangkan secara

online melalui internet.

2. Pasien dapat melakukan pendaftaran / registrasi dan melihat data rekam

medisnya secara online.

3. Dapat memberikan kemudahan bagi pihak rumah sakit dalam menyimpan,

mengupdate, mengakses dan mencari catatan-catatan medis pasien secara

lengkap dan akurat.

4. Khusus untuk data-data rekam medik pasien hanya bisa diakses oleh dokter

dan pasien yang bersangkutan.

1.5. Manfaat

Manfaat yang diharapkan untuk penelitian ini adalah :

1. Untuk Instansi

Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng dapat memanfaatkan secara optimal

system informasi rekam medis rawat jalan sehingga dapat meningkatkan

efisiensi kerja dan efisiensi waktu.

Page 89: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

3

pencatatan data rekam medis dan menampilkan informasi rekam medis pasien

yang bersangkutan secara online.

2. Bagaimana mengembangkan sistem informasi rekam medik rawat jalan secara

terkomputerisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng yang bekerja secara

efektif dan efisien.

3. Bagaimana merancang dan membuat suatu sistem pencatatan dan

penyampaian data rekam medis yang memungkinkan pihak medis untuk

melakukan pencatatan secara online

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah pembuatan sistem informasi yang

melingkupi:

1. Pengembangan system hanya terbatas pada Sistem informasi rekam medis

rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng.

2. Proses dan informasi yang disampaikan hanya mencakup masalah registrasi /

pendaftaran pasien dan pencarian data penyakit secara online menggunakan

media Internet.

3. Sistem yang berfungsi sebagai media pendaftaran, pencatatan data rekam

medis dan menampilkan informasi rekam medis pasien yang bersangkutan.

4. Pada bagian ini tidak membahas tentang security, pelaporan, pembayaran,

pelayanan resep di Apotek dan administrasi lainnya.

Page 90: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

2

system yang digunakan masih bersifat manual. Pengelolaan data secara manual,

mempunyai banyak kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama,

keakuratannya juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat

besar.

Contohnya proses pendaftaran, data para pasien, data rekam medik pasien

dan perhitungan data pasien berdasarkan penyakit yang dideritanya, data

mengenai dokter, laboratorium. Dilihat dari penyampaian informasi seorang

pasien yang harus datang langsung ke Rumah Sakit terlebih dahulu atau melalui

kontak telepon untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Tentunya

sangat tidak efisien jika dilakukan secara manual, dikarenakan membutuhkan

banyak waktu untuk menyelesaikannya, belum lagi data-data tersebut dapat

berubah setiap saat sesuai kondisi saat ini.

Dalam meningkatkan pelayanan pasien, sistem informasi rekam medik

rawat jalan berbasis web adalah salah satu aplikasi yang dapat digunakan karena

kemudahan pengaksesan data, keamanan penyimpanan data, perlindungan data

dari pihak-pihak yang tidak berwenang serta sistem mampu dikembangkan secara

online yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah pada Tugas

Akhir ini adalah :

1. Bagaimana merancang dan membuat suatu sistem informasi rekam medis

yang berbasis web, yang berfungsi sebagai media pendaftaran / registrasi,

Page 91: Dokumen Rekam Medik Rumah Sakit

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dengan terus berkembangnya teknologi sistem informasi, maka

penyajian informasi yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan oleh setiap orang.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini menuntut diubahnya sistem-

sistem manual menjadi sistem yang terkomputerisasi. Demikian juga halnya

pendataan pasien pada suatu Rumah Sakit.

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan umum dibidang

kesehatan membutuhkan keberadaan suatu sistem informasi yang akurat dan

handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanannya kepada para

pasien serta lingkungan yang terkait lainnya. Pelayanan kesehatan di Rumah sakit

perlu adanya dukungan dari berbagai faktor yang terkait, salah satunya adalah

terselenggaranya rekam medis yang sesuai dengan standar yang berlaku. Rekam

medis merupakan berkas yang berisi catatan, dan dokumen tentang identitas

pasien, anamesa, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada

pasien pada sarana pelayanan pasien. Rekam medis ini bersifat rahasia, aman dan

berisi informasi yang dapat diper-tanggungjawabkan.

Dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng sebagai salah satu pusat

pelayanan kesehatan yang ada di Ruteng, telah banyak menggunakan berbagai

macam teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh pasien adalah kurang cepat dan efisien

dalam pelayanan informasi yang berkaitan erat dengan kebutuhan pasien karena