Click here to load reader

Dm tipe 1 pada anak

  • View
    28

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DM tipe1

Text of Dm tipe 1 pada anak

PENDAHULUAN

Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat ganguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah disertai lesi pada membran basalis pada pemeriksaan dengan mikroskop elektron. Banyak orang pada awalnya tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes.2 Diabetes mellitus pada anak dulu dikenal sebagai diabetes mellitus juvenile, berbeda dengan diabetes pada dewasa yang sebagian besar merupakan tipe 2, diabetes pada anak-anak sebagian besar tipe 1.banyak aspek yang harus diperhatikan pada anak dengan diabetes karena anak masih dalam proses tumbuh kembang, pengawasan dari orang tua terhadap penyakitnya harus dilakukan dengan baik untuk mengantisipasi gangguan tumbuh kembang yang mungkin terjadi pada anak.1Diabetes mellitus tipe 1 merupakan salah satu penyakit kronis yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Insiden diabetes melitus tipe 1 sangat bervariasi di tiap negara. Dari data-data epidemiologik memperlihatkan bahwa puncak usia terjadinya DM pada anak adalah pada usia 5-7 tahun dan pada saat menjelang remaja. Sedangkan, insiden penderita diabetes melitus tipe 1 pada anak meningkat secara signifikan di negara Barat. Merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi para orangtua dan dokter dalam pengobatan diabetes melitus tipe 1 pada anak yang berumur di bawah 12 tahun. Seiring perkembangan teknologi yang makin pesat dan meningkatnya permintaan pasien diabetes melitus yang mendambakan pengobatan efektif dan aman tanpa terus-terusan harus menginjeksikan insulin ke tubuh mereka, sebagai alternatif digunakanlah pompa insulin yang kini menjadi favorit penderita pasien diabetes di Amerika, terutama diabetes melitus tipe 1. Akibatnya, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pemakaian pompa insulin selama 1 dekade ini karena pasien DM tidak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menginjeksikan insulin ke tubuhnya terus menerus.1,2,DEFINISI 1,2Diabetes adalah gangguan metabolism yang dapat disebabkan berbagai macam etiologi, disertai dengan adanya hiperglikemia kronis akobat gangguan sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Diabetes mellitus tipe 1 adalah kelainan sistemik akibat terjadinya gangguan metabolism glukosa yang ditandai oleh hiperglikemia kronik, keadaan ini diakibatkan oleh kerusakan sel beta pancreas baik oleh proses autoimun maupun idiopatik sehingga produksi insulin berkurang, bahkan berhenti.

EPIDEMIOLOGI 1,4,7Angka penderita diabetes yang didapatkan di Asia Tenggara adalah : Singapura 10,4 persen (1992), Thailand 11,9 persen (1995), Malaysia 8 persen lebih (1997), dan Indonesia (5,6 persen (1992). Kalau pada 1995 Indonesia berada di nomor tujuh sebagai negara dengan jumlah diabetes terbanyak di dunia, diperkirakan tahun 2025 akan naik ke nomor lima terbanyak. Pada saat ini, dilaporkan bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sudah hampir 10 persen penduduknya mengidap diabetes.1Berdasarkan data rumah sakit terdapat 2 puncak insidens DM tipe-1 pada anak yaitu pada usia 5-6 tahun dan 11 tahun. Patut dicatat bahwa lebih dari 50% penderita baru DM tipe-1 berusia lebih dari > 20 tahun.Factor genetic dan lingkungan sangat berperan dalam terjadinya DM tipe-1. Walaupun hamper 80% penderita DM tipe-1 baru tidak mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit serupa, namun factor genetic diakui berperan dalam pathogenesis DM tipe-1. Factor genetic dikaitkan dengan pola HLA tertentu, tetapi system HLA bukan merupakan satu-satunya ataupun factor dominan pada pathogenesis DM tipe-1. System HLA berperan sebagai suatu sespectibility gene atau factor kerentanan. Diperlukan suatu factor pemicu yang berasal dari lingkunagan (infeksi virus,toksin) untuk menimbulkan gejala klinis DM tipe-1 pada seseorang yang rentan.5

ETIOLOGI 5,7

Disebabkan karena destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan 2 hal yaitu : Autoimun

Disebabkan kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh. Ditemukan beberapa petanda imun (immune markers) yang menunjukkan pengrusakan sel beta pankreas untuk mendeteksi kerusakan sel beta, seperti islet cell autoantibodies (ICAs), autoantibodies to insulin (IAAs), autoantibodies to glutamic acid decarboxylase (GAD). ), dan antibodies to tyrosine phosphatase IA-2 and IA-2. Idiopatik

Sebagian kecil diabetes melitus tipe 1 penyebabnya tidak jelas (idiopatik).

PATOFISIOLOGI 1,2,4,5Diabetes tipe 1 merupakan bentuk diabetes parah yang berhubungan dengan terjadinya ketosis apabila tidak diobati. Diabetes ini muncul ketika pankreas sebagai pabrik insulin tidak dapat atau kurang mampu memproduksi insulin. Akibatnya, insulin tubuh kurang atau tidak ada sama sekali. Glukosa menjadi menumpuk dalam peredaran darah karena tidak dapat diangkut ke dalam sel. Biasanya, diabetes tipe ini sering terjadi pada anak dan remaja tetapi kadang-kadang juga terjadi pada orang dewasa, khususnya yang non obesitas dan mereka yang berusia lanjut ketika hiperglikemia tampak pertama kali. Keadaan tersebut merupakan suatu gangguan katabolisme yang disebabkan karena hampir tidak terdapat insulin dalam sirkulasi, glukagon plasma meningkat dan sel-sel B pankreas gagal merespon semua stimulus insulinogenik. Oleh karena itu, diperlukan pemberian insulin eksogen untuk memperbaiki katabolisme, mencegah ketosis, dan menurunkan hiperglukagonemia dan peningkatan kadar glukosa darah.Diduga diabetes tipe 1 disebabkan oleh infeksi atau toksin lingkungan yang menyerang orang dengan sistem imun yang secara genetis merupakan predisposisi untuk terjadinya suatu respon autoimun yang kuat yang menyerang antigen sel B pankreas. Faktor ekstrinsik yang diduga mempengaruhi fungsi sel B meliputi kerusakan yang disebabkan oleh virus, seperti virus penyakit gondok (mumps) dan virus coxsackie B4, oleh agen kimia yang bersifat toksik, atau oleh sitotoksin perusak dan antibodi yang dirilis oleh imunosit yang disensitisasi. Suatu kerusakan genetis yang mendasari yang berhubungan dengan replikasi atau fungsi sel B pankreas dapat menyebabkan predisposisi terjadinya kegagalan sel B setelah infeksi virus. Lagipula, gen-gen HLA yang khusus diduga meningkatkan kerentanan terhadap virus diabetogenik atau mungkin dikaitkan dengan gen-gen yang merespon sistem imun tertentu yang menyebabkan terjadinya predisposisi pada pasien sehingga terjadi respon autoimun terhadap sel-sel pulaunya (islets of Langerhans) sendiri atau yang dikenal dengan istilah autoregresi. Dari semua penderita diabetes, 5-10 persennya adalah penderita diabetes tipe 1. Di Indonesia, statistik mengenai diabetes tipe 1 belum ada, diperkirakan hanya sekitar 2-3 persen dari total keseluruhan. Mungkin ini disebabkan karena sebagian tidak terdiagnosis atau tidak diketahui sampai si pasien sudah mengalami komplikasi dan keburu meninggal. Biasanya gejalanya timbul secara mendadak dan bisa berat sampai mengakibatkan koma apabila tidak segera ditolong dengan suntikan insulin.

GAMBARAN KLINIS 1,2,4,7Diagnosis DM awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas berupa polifagia (banyak makan), poliuria (banyak kencing), polidipsi (cepat haus), lemas dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria serta pruritus vulva pada wanita.Sedangkan pada diabetes melitus tipe 1, yang kebanyakan diderita oleh anak-anak ( diabetes melitus juvenil) mempunyai gambaran lebih akut, lebih berat, tergantung insulin dengan kadar glukosa darah yang labil. Penderita biasanya datang dengan ketoasidosis karena keterlambatan diagnosis. DM tipe 1 pada anak di Indonesia relatif jarang dibandingkan dengan negara Barat sehingga dokter maupun orangtua kurang memikirkan atau memperhatikan tentang kemungkinan adanya penyakit ini. Mayoritas penyandang DM tipe 1 menunjukan gambaran klinik yang klasik seperti poliuria, polidipsia, dan polifagia disertai penurunan berat badan. Glukosa darah puasa biasanya diatas 200mg/dl dengan disertai ketonuria. Adanya penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, poliuria nokturnal serta enuresis, seharusnya menimbulkan kecurigaan adanya DM tipe 1 pada anak. Gejala-gejala lainnya dapat berupa muntah-muntah, nafas berbau aseton, nyeri atau kekakuan abdomen dan gangguan kesadaran koma. 4Perjalanan klinis DM tipe 1 terbagi atas: 4,7 Fase InisialDimulai saat timbulnya gejala sampai dengan ditegakkan diagnosis. Fase ini sering didahului oleh infeksi, goncangan emosi maupun trauma fisik.

Fase PenyembuhanFase setelah beberapa hari diberikan pengobatan. Keadaan akut penyakit ini telah teratasi dan sudah terdapat sensitivitas jaringan terhadap insulin. Fase Remisi (Honeymoon period) Fase ini khas pada penyandang DM tipe 1. Fase ini terjadi akibat berfungsinya kembali jaringan residual pancreas sehingga pancreas mensekresikan kembali sisa insulin. Fase ini akan berakhir apabila pancreas sudah menghabiskan kembali seluruh sisa insulin. Pada saat ini, kebutuhan insulin menurun sehingga dapat terjadi hipoglikemia bila insulin tidak disesuaikan. Bila dengan dosis insulin 0.1 IU/kg BB masih menyebabkan hipoglikemia maka pemberian insulin harus dihentikan. Pada fase ini perlu observasi dan pemeriksaan urin reduksi secara teratur untuk memantau keadaan penyakitnya. Fase ini berlangsung selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Diperlukan penyuluhan pada penyandang DM atau orangtua bahwa fase ini bukan berarti penyembuhan penyakitnya. Fase IntensifikasiFase ini timbul 16-18 bulan setelah diagnosis ditegakan. Pada fase ini terjadi kekurangan insulin endogen. 1. DIAGNOSIS 4,7Diagnosis dapat ditegakan jika didapat salah satu dari gejala di bawah ini :1. Adanya gejala yang klasik seperti poliuria, polifagi, polidipsi, dan ketonuria, penurunan berat badan yang cepat disertai dengan

Search related