of 14 /14
DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA No. Tahun RINGAN BERAT MATI TOTAL 1 2008 162 74 19 285 2 2009 176 83 44 303 3 2010 100 94 15 209 4 2011 94 101 22 217 5 2012 82 105 29 216 6 2013 61 91 45 197 0 50 100 150 200 0 1 2 3 4 5 6 7 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Ringan Berat Mati DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 2008 2009 2010 2011 2012 2013 0,68 0,69 0,4 0,35 0,34 0,27

DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN … filedirektorat teknik dan lingkungan mineral dan batubara direktorat teknik dan lingkungan mineral dan batubara direktorat teknik dan

  • Author
    lenhu

  • View
    238

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN … filedirektorat teknik dan lingkungan mineral dan...

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    No. Tahun RINGAN BERAT MATI TOTAL

    1 2008 162 74 19 285

    2 2009 176 83 44 303

    3 2010 100 94 15 209

    4 2011 94 101 22 217

    5 2012 82 105 29 216

    6 2013 61 91 45 197

    0

    50

    100

    150

    200

    0 1 2 3 4 5 6 72008 2009 2010 2011 2012 2013

    Ringan

    Berat

    Mati

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    0

    0,2

    0,4

    0,6

    0,8

    1

    2008 2009 2010 2011 2012 2013

    0,68 0,69

    0,4

    0,35 0,34 0,27

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    0

    100

    200

    300

    400

    500

    600

    700

    2009 2010 2011 2012 2013

    633,83

    192,34

    228,8

    248,94

    393,6

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Terjepit/Tertimbun 17 %

    Kejatuhan Benda 16 %

    Terjatuh 12 %

    Terbentur 11 %

    Terpeleset 7 %

    Terpukul 7 %

    Lain-lain 9 %

    Lain-lain 9 % :

    Tenggelam : 3 % Temp. Ekstrim : 2 % Peledakan : 1 % Terkena Zat Kimia : 1 % Tergilas : 1 % Lain-lain : 1 %

    Belum Detail dalam Lap. 21 %

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Kondisi Tidak Aman 19 %

    Kurang Koordinasi 13 %

    SOP Tidak Memadai 9 %

    Posisi Kerja Tidak Aman 9 %

    Perkakas Tidak Standard 6 %

    Tidak Ada SOP 6 %

    Belum Dilaporkan 6 %

    Bekerja Tidak Sesuai Bidangnya 5 %

    Tidak Memakai APD 2 %

    !!!! Tidak Mengikuti Prosedur 25 %

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Jalan Angkut/Pelabuhan 42 %

    Front Penambangan 32 %

    Bengkel 21 %

    Area Dumping 5 %

    !!!!

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Mekanik 21 %

    Driver 20 %

    Operator 18 %

    Foreman 6 %

    Lain - Lain 11 %

    Lain-lain 9 % :

    ABK : 3 % Electrician : 3 % Belum dilaporkan : 2 % Supervisor : 2 % Welder : 1 %

    Helper 24 %

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Jumat 37 %

    Rabu 32 %

    Sabtu 11 %

    Selasa 10 %

    Minggu 5 %

    Kamis 5 %

    !!!!

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    0 1 Thn 47 %

    1 - 3Thn 34 Thn

    >5 Thn 15 %

    3 - 5 Thn 4 % 20-25 Thn

    35 %

    > 35 Thn 26 %

    25-30 Thn 18 %

    18-20 Thn

    11 %

    30-35 Thn

    10 %

    !!!! !!!!

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Mengidentifikasi problem-problem

    yang mungkin terjadi

    Mengidentifikasi kekurangan-kekurangan

    pada peralatan

    Mengidentifikasi tindakan tidak standar/

    aman pekerja

    Mengidentifikasi dampak dari perubahan/

    pergantian suatu proses / material

    Mengidentifikasi kekurangan-kekurangan

    dalam suatu perbaikan

    Menunjukkan komitmen manajemen

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Pada prinsipnya Tujuan Inspeksi :

    Identifikasi Kondisi Tidak Aman

    Identifikasi Tindakan Tidak Aman

    Menetukan Penyebab Dasar

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    PEMBETULAN SEGERA

    MENDORONG PEKERJA TANGGAP

    TERHADAP KTA DAN TTA

    KONTAK LANGSUNG DENGAN PEKERJA

    MENETAPKAN ALAT - ALAT KESELAMATAN

    YANG SESUAI

    MENINGKATKAN KESADARAN K3

    MEREALISASIKAN PROGRAM K3

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    PUNYA KEPENTINGAN PRIBADI

    PAHAM TERHADAP KONDISI DAERAH KERJA

    PAHAM SIFAT DAN TABIAT PEKERJA

    DAPAT KONTAK LANGSUNG DENGAN PEKERJA

    MENGIKUTI PERUBAHAN / PERKEMBANGAN

    PERBAIKAN SEGERA

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    TANGGUNG JAWAB K3

    PEKERJA

    PERALATAN KERJA

    MATERIAL

    METODE KERJA

    LINGKUNGAN KERJA

    4 M + E

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    FAKTOR PRIBADI

    KEMAUAN

    KEMAMPUAN

    PENGETAHUAN

    PENGALAMAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    INSPEKSI salah satu cara untuk memperkirakan suatu resiko

    Mencari solusi permasalahan

    KEGIATAN RESIKO

    TANGGUNG JAWAB INSPEKSI

    1. Inspeksi Eksternal

    2. Inspeksai Internal

    Inspektur Tambang

    Konsultan K3

    Perusahaan Asuransi

    Pihak-pihak luar yang berkepentingan

    Frontline Supervisor

    Kary. Yang mendapat delegasi dari atasan

    Komite / sub komite K3

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    INSPEKSI TIDAK TERENCANA

    INSPEKSI TERENCANA

    Sambil lalu, dangkal, tidak sistematis

    Memeriksa KTA saja

    Hampir semua TTA lepas dari pengamatan

    KTA yg butuh perhatian besar, terlewatkan

    Perhatian lebih pada produksi

    Pencatatan jarang

    Perbaikan / pencegahan tidak sampai mendasar

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Tindakan Tidak Aman Yang Diamati

    ___________________________ ___________________________ ___________________________ ___________________________ ___________________________ ___________________________

    Tindakan Perbaikan Segera

    Tindakan Pencegahan Agar

    TidakTerulang

    ______________________________ ______________________________ ______________________________ ______________________________ ______________________________ ______________________________ LA

    PO

    RA

    N P

    EN

    GA

    MA

    TAN

    Nama / ID/NIK.: Tanda Tangan: Tanggal:

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Dasar penentuan tindakan

    Dokumen K3 dan umpan balik karyawan

    Data analisa terakhir K3

    Barometer kesadaran karyawan terhadap K3

    Bahan laporan Dep.K3 dan managemen

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Maksud : sasaran yang ingin diperoleh dari suatu inspeksi dapat tercapai

    Manfaat :

    Bagian / daerah yang diinspeksi diketahui

    Khusus / sengaja sehingga bisa menyeluruh

    Kondisi atau tindakan yang diinspeksi diketahui

    Kekerapan suatu daerah yang diinspeksi diketahui

    Pencatatan-pencatatan dilakukan

    Perlengkapan apa saja yang diinspeksi diketahui

    Perbaikan dan pencegahan sampai ke penyebab dasar

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    OBSERVASI / PENGAMATAN, DISEBUT JUGA INSPEKSI UMUM

    Tata Griya (House Keeping) : pekerjaan belum dapat dikatakan

    selesai apabila daerah kerja masih

    kotor /tidak teratur

    Gang terhalang oleh barang

    Perkakas / peralatan tidak disimpan

    pada tempatnya

    Fasilitas penampungan sampah tidak ada

    Tidak ada penataan letak

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    INSPEKSI PERIODIK

    Berkala dengan selang waktu tetap

    Harian, mingguan, bulanan, triwulanan, dst.

    Bagian bagian peralatan / tempat kerja

    hanya dengan pengamatan / observasi saja

    (Bagian / tempat / objek kritis)

    Daerah kerja yang sedang tidak aktif /

    ditinggalkan

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    SEMUA KECELAKAAN DAPAT DICEGAH

    K3 TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

    SEMUA BAHAYA HARUS DIAMANKAN

    MELATIH KARYAWAN BEKERJA AMAN

    MENCEGAH KECELAKAAN USAHA YANG MULIA

    BEKERJA DENGAN KONDISI KERJA YANG AMAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Waktu khusus inspeksi

    Pengamatan total

    Penggunaan lembar pemeriksaan (ceck list)

    Cermat, menyeluruh,dan uji coba

    Pelaporan dan rekomendasi / perintah kerja

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Potensi kerugian

    Pengalaman perawatan

    Catatan kerugian

    Catatan perawatan

    Catatan kecelakaan

    Potensi kecelakaan

    Buku petunjuk

    Interview karyawan

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Pelindung Mesin

    Pemasangan Listrik

    Tabung Gas Bertekanan

    Bahan Mudah Menyala

    Jalan Keluar

    Alat Pemanjat/Tangga

    Perkakas Tangan

    Gang/ (Walk Way)

    Gudang/Penyimpanan

    Label dan Kunci

    Sisa Bahan/Material

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Sistem Alarm & Deteksi

    Sistem Penyiraman

    Evakuasi Kebakaran

    Pemadam Api Portabel

    Pencegahan Kebakaran

    Pengurungan Kebakaran

    Pemberitahuan Kebakaran

    Pelayanan Kebakaran

    Peralatan Kebakaran

    FIREMAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Korosi, Material Beracun.

    Ventilasi

    Kebisingan

    Radiasi

    Temperatur

    Penerangan

    Bahan berbahaya

    Alat Proteksi Diri

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    PERSIAPAN INSPEKSI

    INSPEKSI

    - Siklus Pengamatan

    - Objek Inspeksi

    - Pengamatan Total

    - Klasifikasi bahaya

    LAPORAN INSPEKSI

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    MEMUTUSKAN BERHENTI

    MENGAMATI

    BERTINDAK MELAPORKAN

    Memutuskan untuk

    melakukan inspeksi

    suatu alat/tempat/

    lokasi kerja

    Berhenti di depan/

    dekat suatu

    tempat kerja/alat

    Mengamati apa

    yang sedang

    berlangsung

    Apa ada TTA / KTA

    Mengamati TTA

    Menghentikan apabila ada KTA

    Melakukan dan menduskusikan

    serta menjelaskan perbaikan

    agar TTA/KTA tidak terulang

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    SEBAB-SEBAB

    LAIN 4 %

    PENYEBAB

    KECELAKAAN

    TINDAKAN

    TIDAK AMAN 96%

    100 %

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    TINDAKAN

    TIDAK AMAN 96% POSISI

    30 %

    APD

    12 %

    PERALATAN

    28 %

    PROSD. KETE-

    RATURAN 12 %

    REAKSI

    SESEORANG 14 %

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    APD

    REAKSI SESEORANG

    POSISI

    SESEORANG

    PERKAKAS DAN

    PERALATAN

    TATA CARA

    PROSEDUR KERJA

    AMAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    KEPALA

    MATA DAN MUKA

    TELINGA / ALAT PENDENGARAN

    HIDUNG /ALAT PERNAFASAN

    TANGAN

    KAKI

    BADAN

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    MEMBETULKAN APD

    MERUBAH POSISI

    MENGATUR KEMBALI PEKERJAAN

    MENGHENTIKAN PEKERJAAN

    MEMASANG PEMBUMIAN

    SISTEM PENGGEMBOKAN

    (TTA DALAM WAKTU SEKEJAP LENYAP DARI PANDANGAN)

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Terbentur Terkena Benturan

    Terkait atau Terjepit

    Jatuh

    Suhu Terlalu Panas/Dingin

    Arus Listrik

    Menghirup/Menyerap/Menelan

    Terlalu Memforsir Tenaga

    (mengangkat, mendorong, menjangkau)

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    SUDAH SESUAI DENGAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN

    SUDAH DIPERGUNAKAN DENGAN BENAR

    APAKAH AMAN KONDISINYA

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    APAKAH TATA CARA/PROSEDUR KERJA

    TELAH MEMADAI

    APAKAH TATA CARA/PROSEDUR KERJA

    TELAH DITETAPKAN DAN DIMENGERTI

    APAKAH TATA CARA/PROSEDUR KERJA

    DIIKUTI DAN DIPERTAHANKAN

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    Dalam mengukur efektifitas standar keteraturan dapat

    dilakukan dengan bertanya untuk mengetahui :

    APAKAH STANDAR HASIL KERJA

    TELAH MEMADAI

    APAKAH STANDAR HASIL KERJA

    TELAH DITETAPKAN DAN DIMENGERTI

    APAKAH STANDAR HASIL KERJA SUDAH

    DIIKUTI DAN DIPERTAHANKAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    MELIHAT

    atas, bawah, depan, belakang

    MENDENGAR

    suara bising / aneh

    MENCIUM

    bau asing / aneh

    MERABA / MERASAKAN

    suhu dan getaran yang aneh

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    CLAS A

    CACAT TETAP

    MENINGGAL

    HILANG BAG.TUBUH

    RUSAK PARAH PERALATAN,

    MATERIAL,BANGUNAN

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    CLAS B

    CIDERA BERAT

    SAKIT BERAT

    CACAT SEMENTARA

    KERUSAKAN ALAT

    MATERIAL, BANGUNAN

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    DITULIS JELAS

    NOMOR TEMUAN BERURUTAN

    KLASIFIKASI TEMUAN/BAHAYA

    SPASI CUKUP UNTUK PENAMBAHAN PENYEBAB

    DASAR DAN TINDAKAN PERBAIKAN MASING-

    MASING OBYEK

    KODE UNTUK OBYEK TEMUAN DARI LAP.

    SEBELUMNYA YG BERHUBUNGAN DGN TINDAKAN

    SEGERA DAN PERBAIKAN

    LAPORAN TINDAK LANJUT KE..

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    PUJIAN & PENGHARGAAN

    PERINTAH KERJA / PERINGATAN

    PANTAU KEPERLUAN PEKERJA & PERBAIKAN

    PASTIKAN SESUAI RENCANA KERJA

    PANTAU SELAMA PELAKSANAAN KERJA

    NYATAKAN CUKUP, UJI, EVALUASI TRAINING & SOP

    TINJAU ULANG SETELAH OPERASI BEBERAPA SAAT

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

  • DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA

    DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA DIREKTORAT TEKNIK DAN LINGKUNGAN MINERAL DAN BATUBARA