Click here to load reader

Dewan Lbm 5 Sgd 18 Mata

  • View
    250

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aaaa

Text of Dewan Lbm 5 Sgd 18 Mata

TRAUMA DAN KEBUTAANSTEP 1

1. Hifema : Terkumpulnya darah di bilik mata anterior di daerah antara kornea dan iris.STEP 2

1. Mengapa mata kanannya kabur setelah beberapa saat terkena kock dan VOD 3/60 disertai injeksi cilier +?

2. Apa interpretasi dari kornea udem + dan hifema 1/3 inferior ?

3. Mengapa terjadi middilatasi pada mata yang terkena trauma?

4. Bagaimana mekanismenya trauma ini bisa menyebabkan kebutaan ?

5. Pemeriksaan apa saja yang digunakan untuk menegakkan diagnosis ?

6. Apa tujuan dokter menyarankan posisi kepala lebih tinggi dan dikompres air dingin?

7. Apa saja kemungkinan komplikasi yang akan terjadi pada trauma,selain yang ada pada scenario?jelaskan!8. Sebutkan obat-obat anti perdarahan ?

9. Sebutkan dan jelaskan macam-macam trauma ?

10. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus trauma pada mata ?11. DD hifema ?

STEP 3

1. Mengapa mata kanannya kabur setelah beberapa saat terkena kock dan VOD 3/60 disertai injeksi cilier +?

1. Kontusio, yaitu kerusakan disebabkan oleh kontak langsung dengan benda dari luar terhadap bola mata, tanpa menyebabkab robekan pada dinding bola mata

2. Konkusio, yaitu bila kerusakan terjadi secara tidak langsung. Trauma terjadi pada jaringan disekitar mata, kemudian getarannya sampai ke bola mata.

Walaupun mata mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti ronggaorbita, kelopak, dan jaringan lemak retrobulbar selain terdapatnya refleks memejam atau mengedip, mata masih sering mendapat trauma dari dunia luar. Trauma dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata, kelopak, saraf mata dan rongga orbita .Kerusakan mata akan dapat mengakibatkan atau memberi penyulit sehingga mengganggu fungsi penglihatan.

Bagian orbita yang merupakan organ visera yang berhadapan langsung dengan dunia luar adalah kornea, sehingga kornea rentan untuk terkena trauma maupun infeksi. Sehingga menimbulkan edema kornea, Edema superfisial dan aberasi kornea dapat hilang dalam beberapa jam. Edemainterstisial adalah edema yang terjadi di substania propria yang membentuk kekeruhan seperticincin dengan batas tegas berdiameter 23 mm. Lipatan membrana Bowman membentukmembran seperti lattice. Membrana descement bila terkena trauma dapat berlipat atau robekdan akan tampak sebagai kekeruhan yang berbentuk benang. Bila endotel robek maka akanterjadi inhibisi humor aquous ke dalam stroma kornea, sehingga kornea menjadi edema. Bilarobekan endotel kornea ini kecil, maka kornea akan jernih kembali dalam beberapa hari tanpaterapi.Deposit pigmen sering terjadi di permukaan posterior kornea, disebabkan oleh adanyasegmen iris yang terlepas ke depan. Laserasi kornea dapat terjadi di setiap lapisan kornea secara terpisah atau bersamaan, tetapi jarang menyebabkan perforasi.Gambaran klinis Edema kornea dapat meberikan keluhan berupa penglihatan kabur dan terlihatnya pelangi sekitar bola lampu atau sumber cahaya yang dilihat. Kornea akan terlihat keruhdengan uji plasedo yang positif.

Sumber : Bruce, Chris, dan Anthony. 2006. Lecture Notes : Oftalmologi. Edisi 9. Jakarta :Penerbit ErlanggaInjeksi silier + : Melebarnya pembuluh darah peri kornea (a. siliar anterior) atau injeksi siliar atau injeksiperikornea terjadi akibat radang kornea, tukang kornea, benda asing pada kornea, radangjaringan uvea, glaucoma, endoftalmitis ataupun panoftalmitisInjeksi siliar ini mempunyai tanda-tanda

Berwarna lebih ungu, dibanding dengan injeksi konjungtival

Pembuluh darah tidak tampak

Tidak ikut serta dengan pergerakan konjungtiva bila digerakkan, karena menempel eratdengan jaringan perikornea.

Kemerahan paling pada disekitar kornea, dan berkurang kea rah forniks

Dengan tetes adrenalin 1:1000 tidak menciut.

Hanya lakrimasi

Terdapat fotofobia

Sakit tekan di sekitar kornea

Pada penyakit tertentu dapat menyebabkan pupil ireguler

Injeksi SiliarMata merah yang disebabkan injeksi siliar atau injeksi konjungtival dapat memberikangejala bersama-sama dengan keluhan tambahan seperti:

Penglihatan menurun

Terdapat atau tidak terdapatnya secret

Terdapat peningkatan tekanan bola mata pada keadaan tertentu,Mata merah dapat dibagi menjadi mata merah dengan visus normal ataupun mata merahdengan visus terganggu akibat keruhnya media penglihatan bersama-sama mata yangmerah.

Mata kabur : adanya penurunan visus bisa disebabkan karena kelainan media refrakta,refraksi anomaly atau kelainan sarafnya,,pada kasus ini kemungkinan ada kelainan pada media refraktanya akibat ada trauma. Dilihat pada traumanya, mengenai pada bagian mana yang terkena pada media refraktanya bisa terkena pada korneanya, pergeseran pada lensa atau terkena bisa sampai ke retina.

VOD 3/60 : bisa di periksa dengan hitung jari. Bisa karena udem kornea, hifema,lensa terjadi perubahan posisi, kerusakan pada retina.

Injeksi cilier : ada 2 penyebabnya bisa karena ada kongesti atau alirannya yang berlebih, pada kasus ini kemungkinan adanya peningkatan alirannya.

Luas cedera dipengaruhi oleh tiga hal : ukuran benda,kecepatan, dan komposisi bendanya.

Biomekanisme traumanya bagaimana ?

Bagaimana mekanisme reflek pd mata ?apakah reflek itu bisa di ajarkan ?Tingkat kewaspadaan tiap orang berbeda-beda sehingga berpengaruh juga pada refleknya.

Apa saja pelindung pada mata dari trauma ? Tulang orbita,

2. Apa interpretasi dari kornea udem + dan hifema 1/3 inferior ?

Edema superfisial dan aberasi kornea dapat hilang dalam beberapa jam. Edemainterstisial adalah edema yang terjadi disubstania propria yang membentuk kekeruhan seperticincin dengan batas tegas berdiameter 23 mm. Lipatan membrana Bowman membentukmembran seperti lattice. Membrana descement bila terkena trauma dapat berlipatatau robekdan akan tampak sebagai kekeruhan yang berbentuk benang. Bila endotel robek maka akanterjadi inhibisi humoraquous ke dalam stroma kornea, sehingga kornea menjadi edema. Bilarobekan endotel kornea ini kecil, maka kornea akan jernihkembali dalam beberapa hari tanpaterapi.Deposit pigmen sering terjadi dipermukaan posterior kornea, disebabkan oleh adanyasegmen iris yang terlepas ke depan. Laserasi kornea dapat terjadidi setiap lapisan korneasecara terpisah atau bersamaan, tetapijarang menyebabkan perforasi.GambaranklinisEdema kornea dapat meberikan keluhan berupa penglihatan kabur dan terlihatnyapelangi sekitar bola lampu atau sumber cahaya yang dilihat. Kornea akan terlihat keruhdengan uji plasedo yang positif

1. Gejala Edema korneaa. Edema tinggi- silau saat melihat lampu- kurang nyaman saat memakai lensa kontak- visus atau kemampuan melihat menurun- terasa ada kabut dan ada sumber pelangi saat melihat cahayab. Edema ringan- tidak ada keluhan2. Tanda edema korneaa. edema ringan : ada streak atau garis bila diperiksa pada slitlampb. edema tinggi : ada folds atau lekukan pada kornea jika dilihat menggunakan slitlampc. edema sangat tinggi : kejernihan kornea akan menghilang

Trauma tumpul yang mengenai mata dapat menyebabkan robekan pada pembuluhdarah iris, akar iris dan badan silier sehingga mengakibatkan perdarahan dalam bilik matadepan. Iris bagian perifer merupakan bagian paling lemah. Suatutrauma yang mengenai mataakan menimbulkan kekuatan hidralis yang dapat menyebabkan hifema dan iridodialisis, sertamerobek lapisan otot spingter sehingga pupil menjadi ovoid dan non reaktif. Tenaga yangtimbul dari suatu trauma diperkirakan akan terus ke dalam isi bola mata melalui sumbuanterior posterior sehingga menyebabkan kompresi ke posterior serta menegangkan bolamata ke lateral sesuai dengan garis ekuator. Hifema yang terjadi dalam beberapa hari akanberhenti, oleh karena adanya proses homeostatis. Darah dalam bilik mata depan akan diserapsehingga akan menjadi jernih kembali

Trauma tumpul yang mengenai mata berupa benturan atau pukulan dan lain sebagainya, dapat menyebabkan kompresi bola mata, disertai pereganganlimbus, dan perubahan posisi dariirisatau lensa Hal ini dapat meningkatkan tekanan intraokuler secara akut dan berhubungan dengan kerusakan jaringan pada sudut mata.

Perdarahan biasanya terjadi karena adanya robekan pembuluh darah,antara lainarteri-arteriutama dan cabang-cabang dari badan siliar, arterikoroidalis, danvena-venabadan siliar sehingga mengakibatkan perdarahan dalam bilik mata depan

Sedangkan pada neovaskularisasi pada bekas luka operasi atau pada robeosis iridis, ruptura bisa terjadi secara spontan karena rapuhnya dinding pembuluh darah.

Darah ini dapat bergerak dalam ruangCOA, mengotori permukaan dalam kornea

Perdarahan pada bilik mata depan (COA) mengakibatkan teraktivasinya mekanisme hemostasis danfibrinolisis. Peningkatan tekanan intraokular, spasme pembuluh darah, dan pembentukan fibrin merupakanmekanisme pembekuan darahyang akan menghentikan perdarahan.

Bekuan darah ini dapat meluas dari bilik mata depan ke bilik mata belakang. Bekuan darah ini biasanya berlangsung hingga 4-7 hari. Setelah itu,fibrinolisisakan terjadi. Setelah terjadi bekuan darah pada bilik mata depan, maka plasminogen akan diubah menjadi plasmin oleh aktivator kaskade koagulasi. Plasmin akan memecah fibrin, sehingga bekuan darah yang sudah terjadi mengalami disolusi

Produk hasil degradasi bekuan darah, bersama dengan sel darah merah dan debris peradangan, keluar dari bilik mata depan menuju jalinan trabekular dan aliran uveaskleral

Perdarahan dapat terjadi segera sesudah trauma yang disebut perdarahan primer. Perdarahan primer dapat sedikit dapat pula banyak. Perdarahan sekunder biasanya timbul pada hari ke 5 setelah trauma. Perdarahannya biasanya lebih hebat daripada yang primer. Oleh karena itu seseorang dengan hifema harus dirawat sedikitnya 5 hari. Dikatakan perdarahan sekunder ini terjadi karena resorpsi dari bekuan dar