4
Dermato-terapi PENGOBATAN TOPIKAL Prinsip obat topikal secara umum terdiri atas 2 bagian: 1. Bahan dasar (vehikulum) 2. Bahan aktif BAHAN DASAR (VEHIKULUM) Pada umumnya sebagai pegangan ialah pada keadaan dermatosis yang membasah dipakai bahan dasar yang cair/basah, misalnya kompres, dan pada keadaan kering dipakai bahan dasar kering/padat misalnya salap. Bahan dasar secara sederhana dibagi menjadi: a. Cairan Cairan terdiri atas : Solusio: larutan dalam air Solusio dibagi menjadi kompres; rendam (bath), misalnya rendam kaki/tangan; dan mandi (full bath). Dikenal 2 macam cara kompres, yaitu: Kompres terbuka Dasar: Penguapan cairan kompres disusul absorpsi eksudat atau pus Indikasi: - dermatitis madidans - infeksi kulit dengan eritema yang mencolok, misalnya erispelas. - ulkus kotor yang mengandung pus dan krusta Efek pada kulit: - kulit yang semula eksudatif menjadi kering - permukaan kering menjadi dingin - vasokonstriksi - eritema berkurang Cara: Kain kasa yang bersifat absorben dan non- iritasi serta tidak terlalu tebal dicelupkan ke dalam cairan kompres, diperas, lalu dibalutkan dan didiamkan, biasanya sehari dua kali selama 3 jam.

Dermato-terapi

  • Upload
    yada90

  • View
    1.132

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Dermato-terapi

Dermato-terapi

PENGOBATAN TOPIKAL

Prinsip obat topikal secara umum terdiri atas 2 bagian:1. Bahan dasar (vehikulum)2. Bahan aktif

BAHAN DASAR (VEHIKULUM)

Pada umumnya sebagai pegangan ialah pada keadaan dermatosis yang membasah dipakai bahan dasar yang cair/basah, misalnya kompres, dan pada keadaan kering dipakai bahan dasar kering/padat misalnya salap. Bahan dasar secara sederhana dibagi menjadi:

a. CairanCairan terdiri atas :

Solusio: larutan dalam airSolusio dibagi menjadi kompres; rendam (bath), misalnya rendam kaki/tangan;

dan mandi (full bath).

Dikenal 2 macam cara kompres, yaitu: Kompres terbuka

Dasar: Penguapan cairan kompres disusul absorpsi eksudat atau pusIndikasi: - dermatitis madidans

- infeksi kulit dengan eritema yang mencolok, misalnya erispelas. - ulkus kotor yang mengandung pus dan krustaEfek pada kulit: - kulit yang semula eksudatif menjadi kering

- permukaan kering menjadi dingin - vasokonstriksi - eritema berkurang

Cara: Kain kasa yang bersifat absorben dan non-iritasi serta tidak terlalu tebal dicelupkan ke dalam cairan kompres, diperas, lalu dibalutkan dan didiamkan, biasanya sehari dua kali selama 3 jam. Daerah yang dikompres luasnya 1/3 bagian tubuh agar tidak terjadi pendinginan.

Kompres tertutup (kompres impermeabel)Dasar: vasodilatasi (bukan penguapan)Indikasi: kelainan yang dalam, misalnya limfogranuloma venerium.Cara: digunakan pembalut tebal dan ditutup dengan bahan impermeabel, misalnya selofan atau plastik.

Tingtura: larutan dalam alkohol

Prinsip pengobatan cairan: membersihkan kulit yang sakit dari debris (pus, krusta, dan sebagainya) dan sisa-sisa obat topikal yang pernah dipakai. Pengobatan cairan berguna juga untuk menghilangkan gejala, misalnya rasa gatal, rasa terbakar, parestesi oleh bermacam-macam dermatosis. Hasil akhir pengobatan adalah

Page 2: Dermato-terapi

keadaan yang membasah menjadi kering, permukaan menjadi bersih sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan mulai proses epitelisasi.

b. BedakBahan dasarnya adalah talkum venetum. Biasanya bedak dicampur dengan seng

oksida, sebab zat ini bersifat mengabsorpsi air dan sebum, astringen, antiseptik lemah dan antipruritus lemah. Bedak yang dioleskan di atas kulit membuat lapisan tipis di kulit yang tidak melekat erat sehingga penetrasinya sedikit sekali.Efek: - mendinginkan

- antiinflamasi ringan karena ada sedikit efek vasokonstriksi- antipruritus lemah- mengurangi pergeseran pada kulit yang berlipat (intertrigo)- proteksi mekanis

Indikasi:Dermatosis yang kering dan superfisialMempertahankan vesikel/bula agar tidak pecah , misalnya pada varisela dan

herpes zoosterKontraindikasi:

Dermatitis yang basah, terutama bila disertai dengan infeksi sekunder.

c. SalapSalap merupakan bahan berlemak atau seperti lemak, yang pada suhu kamar

berkonsistensi seperti mentega. Bahan dasar biasanya vaselin, dapat pula lanolin atau minyak.

Indikasi:Dermatosis yang kering dan kronikDermatosis yang dalam dan kronik, karena daya penetrasi salap paling kuat jika dibandingkan dengan bahan dasar lainnya.Dermatosis yang bersisik dan berrkrusta.

Kontraindikasi:Dermatitis madidans

d. Bedak kocokBedak kocok terdiri atas campuran air dan bedak, biasanya ditambah dengan

gliserin sebagai bahan perekat.Indikasi:

Dermatosis yang kering, superfisial, dan agak luas, yang diinginkan adalah sedikit penetrasiPada keadaan subakut

Kontraindikasi:Dermatitis madidansDaerah badan yang berambut

d. KrimKrim adalah campuran air (water), minyak (oil), dan emulgator.

Page 3: Dermato-terapi

Krim ada 2 jenis:Krim W/O: fase dalam adalah air, sedangkan fase luar adalah minyakKrim O/W: fase dalam adalah minyak, sedangkan fase luar adalah air

Selain emulgator, ditambahkan juga bahan pengawet, misalnya paraben dan juga dicampur parfum. Indikasi:

Indikasi kosmetikDermatosis yang subakut dan luas, yang dikehendaki ialah penetrasi yang lebih besar daripada bedak kocok.Krim boleh digunakan di daerah yang berambut.

Kontraindikasi:Dermatitis madidans

e. PastaMerupakan campuran homogen bedak dan vaselin. Pasta bersifat protektif dan

mengeringkan. Indikasi: penggunaan pasta ialah dermatosis yang agak basahKontraindikasi: dermatosis yang eksudatif dan daerah yang berambut. Untuk daerah genital eksterna dan lipatan-lipatan badan, pasta tidak dianjurkan karena terlalu melekat.

f. LinimenLinimen atau pasta pendingin merupakan campuran cairan, bedak, dan salap.

Indikasi: dermatosis yang subakutKontraindikasi: dermatosis madidans.

g. GelGel ialah sediaan hidrokoloid atau hidrofilik berupa suspensi yang dibuat dari senyawa organik. Zat untuk membuat gel di antaranya ialah karbomer, metilselulosa, dan tragakan. Gel akan segera mencair jika berkontak dengan kulit dan membentuk satu lapisan.