13
Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap Gambar : Keterangan : A : Caput B : Truncus C : Cauda 1 : Mata Pinna caudal 2 : Pinna dorsal 3 : Pinna pectoral 4 : Sisik tipe sikloid 5 : Insang 6 : Pinna Anal 7 : Pinna dorsal II 8 : Pinna caudal Deskripsi : Pada umumnya morfologi ikan terdiri dari: Ikan kakap juga seperti ikan lainnya memiliki sirip. Sirip ekor ikan kakap putih berbentuk bulat. Ikan kakap putih memiliki sirip punggung berjari jari keras, kuat dan kaku. Jari jari siripnya terdiri dari 3 jari keras dan 7-8 jari lunak pada sirip punggungnya. Sedangkan sirip yang lainnya tidak ada menunjukkan ciri ciri khusus jika di bandingkan dengan ikan lainnya. (Mulyono, 2011) 6 7 4 3 2 5 C B A 1 8

Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ya kakap aja

Citation preview

Page 1: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Gambar : Keterangan :A : CaputB : TruncusC : Cauda

1 : Mata Pinna caudal2 : Pinna dorsal3 : Pinna pectoral4 : Sisik tipe sikloid5 : Insang6 : Pinna Anal7 : Pinna dorsal II8 : Pinna caudal

Deskripsi :

Pada umumnya morfologi ikan terdiri dari: Ikan kakap juga seperti ikan lainnya memiliki sirip. Sirip ekor ikan kakap putih berbentuk bulat. Ikan kakap putih memiliki sirip punggung berjari jari keras, kuat dan kaku. Jari jari siripnya terdiri dari 3 jari keras dan 7-8 jari lunak pada sirip punggungnya. Sedangkan sirip yang lainnya tidak ada menunjukkan ciri ciri khusus jika di bandingkan dengan ikan lainnya. (Mulyono, 2011) Dilihat dari matanya ikan kakap juga memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan ikan yang lainnya yang mempunyai mata berwarna hitam. Perbedaannya adalah warna mata ikan kakap putih ber warna merah terang. Mata ikan kakap putih lebih kecil di bandingkan ikan kakap lainnya. (Chalik dkk, 2005) Tubuh ikan kakap putih memanjang dan gepeng dengan pangkal sirip ekor melebar. Tulang rahang atas melewati mata sebelah belakang sedangkan rahang bawahnya lebih menonjol ke depan dari rahang atasnya. Bentuk kepala tirus ke

6 7

432

5

CBA

1

8

Page 2: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

depan. Warna tubuhnya perak keabuabuan sewaktu dewasa, pada waktu masih burayak warnanya gelap (1-2 bulan), kemudian akan terang setelah menjadi gelondongan (3-5 bulan). Ukuran maksimalnya dapat mencapai 170 cm. (Kordi, 2010)

- Caput (kepala)- Celah masuk (rima oris), celah ini terletak pada moncong.- Fovea nasalis, sepasang cekung hidup di depan mata- Organum visum, berada di bagian kepala sebelah lateral ( consula dan isi bola

mata)- Aparatus opercula yang membuka dan menutup sewaktu bernafas.- Truncus ( badan )- Epidermisnya bersifat tipis, licin, transparan dan menghasilkan mucus.- Squama, tersusun seperti susunan genteng.- Linea lateralis, berupa garis memanjangdi sisi lateral truncus mulia dari kepela

hingga ekor.- Pinnae, terdiri atas membrane dan skeleton.- Lubang pengeluaran yang terletak antara anus, porus genitalis dan porus

excartorius.- Cauda ( Ekor )- Terdapat sirip ekor ( protocercal, homocercal, heterocercal ) yang berfungsi

menjaga keseimbangan saat berenang.- Sisik yang terdapat pada ikan nila di antaranyantipe stenoid, ganaoid, kosinoid,

dan placoi.

Page 3: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan topografi Ikan KakapGambar : Keterangan :

1.Gills2.Ren3.Intestinum4.Vesica felea5.Gonad6.Ventriculus7.Saccus pneumaticus

Deskripsi :Terdapat beberpa organ penting:

1. Brancia, terletak pada bagian cranial( daerah caput ), tertutup oleh apparatus opercularis ( penutup insang ), Brancia berfungsi sebagai alat pernafasan.

2. Cor, terletak dekat daerah insang dan di bungkus oleh suatu selaput pericardium, letaknya di ventro caudal insang, agak ke kanan. Berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

3. Ren, berwarna merah tua, terletak di sebelah ventral columna vertebralis, berfungsi untuk melakukan filtrasi darah kotor agar menjadi darah bersih.

4. Ventriculus, merupakan saluran pencernaan( tracus digestivus ), letaknya di atas cor pada bagian ventral agak menengah.

5. Intestium, berupa pipa panjang dan berkelok-kelok, berakhir pada anus. Berfungsi dalam proses pencernaan dan menyerap sari makanan.

6. Hepar, berwarna merah kecoklatan, terletak pada bagian depan rongga badan dan meluas mengelilingi usus. Berfungsi untuk menghasilkan kantung empedu yang di timpun dalam pesica fellea.

7. Gonad, pada jantan berwarna putih kompak, pada betina berwarna seperti agar-agar jernih sehingga jika terisi telur terlihat jelas.

8. Vesica felea,( kantong empedu ), terletak pada bagian ventral lobus dexter hepatis, berbentuk bulat berwarna hijau untuk menempung empedu yang di hasilkan oleh hati.

9. Porus Genitalis, sebagai tempat keluar telur pada betina dan alat reproduksi pada jantan tang terletak di belakang anus.

10. Porus excretorius, sebagai saluran kencing. Terletk di bagian paling belakang sebelah porus genitalis.

11. Anus, tempat pengeluaran sisa pencernaan( feses). Terletak di depan porus genitalis.

4

5

7

2

3

1

6

Page 4: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan respiratory Ikan KakapGambar : Keterangan :

1. Arcus brancialis2. Holobrancia3. Hemibrancia

Deskripsi : System respiratory berfungsi untuk melakukan pernafasan, mangambil oksigen dan

mengeluarkan karbon dioksida. System pernafasan pada ikan ini berupa insang. Insang terdiri dari arcus branchialis ( lengkung insang ), trrdiri atas tulang rawan, di

sebelah dalamnya terdapat gills racker (gigi gigi insang) sebagai altpenyaring, filament branchialis yang berbentuk “V” warna merah dan lamella branchialis yang merupakan lipatan-lipatan tipis yang terdapat pada permukaan filament.

Pada osteichtyes, insangnya memiliki tutup insang ( apparatus opercularis ). Bagian-bagian tiap insang yakni :

- Archus branchialis : tampak memutih, terdiri dari tulang rawan.terdapat rigi-rigi sepasang, berguna untuk saringan alat pernafasan.

- Hemibranchia ( lembaran insang ) : berwarna merah, berupa banguna seperti sisir, terdiri dari jaringan lunak yang melekat pada arcus branchialis. Mengandung banyak pembuluh darah kapiler sebagai cabang arteri branchialis, di tempat ini terjadi pertukaran gas.

- Holobranchia : merupakan pasangan hemibranchia yang melekat pada tiap arcus branchialias.

Insang tersebut di pisahkan oleh interbranchiata yang berhubungan dengan pharynx melalui opercula branchiale interna keluar melalui opercula branchiale externa.

Mekanisme pernafasanPertukaran gas CO2 dan O2 yang terjadi secara difusi ketika air dari habitat masuk melalui mulut mendorong kea rah daerah insang , O2 yang banyak dalam air akaan diikat oleh Hb darah, sedangkan CO2 yang dikandung di dalam darah akan di keluarkan ke perairan. darah yang telah banyak mengandung O2 kemudian di edarkan kembali ke seluruh organ tubuh.

1

3

2

Page 5: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan sistem kardiovaskuler Ikan KakapGambar : Keterangan :

1.Limpa2.Vesica felea3.Intestinum4. Vasa

Deskripsi : System kardiovaskular mengatur peredaran darah yakni mengangkut sari makanan,

mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh ikan. Organ-organ dalam system ini antara lain

- Cor ( jantung )Terletak di belakang daan sedikit di bawah insang. Bagian-bagian jantung:

Sinus vencus, berdinding tipis sehingga warnanya merah coklat, berada di bagian sub dorsal. Menerima darah dari vena cardialis anterior dan vena cardialis posterior.

Atrium (serambi), berwarna merah dan berdidnding tipis. Ventrikel ( bilik ), berdinding tebal dan warnanya lebih muda dari

atrium. Bulbus anteriousus, dinding tebal berwarna putih.

- Vasa ( pembuluh darah )Untukmengedarkan darah ke seluruh tubuh, dari bulbus anteriosus keluar arteri besar yaitu aorta aventralis yang menuju ke nsang di sebut aorta branchialis. Di dalam insang branchialis bercabang menjadi kapilaer halus untuk pertukaran gas, lalu bersatu menjadi pembuluh darah besar mejadi aorta dorsalis, yang berjalan searah dengan tulang punggung, bercabang ke seluruh tubuh dan kembali ke cor melalui vena.

4

1

2

3

Page 6: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan System Digestive Ikan KakapGambar : Keterangan :

1.Rongga mulud, didalam meliputi :LidahKelenjar kelenjar lenderRahang dengan gigi-gigi2.Limpa3.Intestinum4.Anus

Deskripsi : System digestive merupakan system pencernaan yang mengatur mulai makanan

masuk, diproses dalam tubuh hingga di keluarkan dari tubuh.Mulut

Bagian terdepan dari mulut adalah bibir, pada ikan-ikan tertentu bibir tidak berkembng dan malahan hilang secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang (ikan famili scaridae, diodotidae, tetraodontidae). Pada ikan belanak atau tambakan, bibir berkembang dengan baik dan menebal, bahkan mulutnya dapat disembulkan. Keberadaan bibir berkaitan erat dengan cara mendapatkan makanan. Di sekitar bibir pada ikan tertentu terdapat sungut, yang berperan sebagai alat peraba. Mulut terletak di ujung hidung dan juga terletak di atas hidung.

b. Rongga mulut

Di bagian belakan mulut terdapat ruang yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini berhubungan langsung dengan segmen faring. Secara anatomis organ yang terdapata pada rongga mulut adalah gigi, lidah dan organ palatin. Permukaan rongga mulut diselaputi oleh lapisan sel permukaan (epitelium) yang berlapis. Pada lapisan permukaan terdapat sel-sel penghasil lendir (mukosit) untuk mempermudah masuknya makanan. Disamping mukosit, di bagian mulut juga terdapat organ pengecap (organ penerima rasa) yang berfungsi menyeleksi makanan.

c. Farings

Lapisan permukaan faring hampir sama dengan rongga mlut, masih ditemukan organ pengecap, Sebagai tempat proses penyaringan makanan.

d. Esofagus

Permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir untuk membantu penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi)

1

4

Page 7: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

e. Lambung

Lambung merupakan segmen pencernaan yang diameternya relatif lebih besar bila dibandingkan dengan organ pencernaan yang lain. Besarnya ukuran lambung berkaitan dengan fungsinya sebagai penampung makanan. Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh sel mukus yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari kerja asam klorida. Sebagai penampung makanan dan mencerna makanan secara kimiawi. Pada ikan-ikan herbivora terdapat gizard (lambung khusus) berfungsi untuk menggerus makanan (pencernaan secara fisik).

f. Pilorus

Pilorus merupakan segmen yang terletak antara lambung dan usus depan. Segmen ini sangat mencolok karena ukurannya yang mengecil/menyempit.

g. Usus ( intestinum)

Merupakan segmen yang terpanjang dari saluran pencernaan. Intestinum berakhir dan bermuara keluar sebagai anus. Merupakan tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan

h. Rektum

Rektum merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung. Secara anatomis sulit dibedakan batas antara usus dengan rektum. Namun secara histologis batas antara kedua segmen tersebut dapat dibedakan dengan adanya katup rektum.

i. Kloaka

Kloaka adalah ruang tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital. Ikan bertulang sejati tidak memiliki kolaka, sedangkan ikan bertulang rawan memiliki organ tersebut.

j. Anus

Anus merupakan ujung dari saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak di sebelah depan saluran genital. Pada ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, anus terletak jauh dibelakang kepala bedekatan dengan pangkal ekor. Sedangkan ikan yang tubuhnya membundar, posisi anus terletak jauh di depan pangkal ekor mendekati sirip dada.

Page 8: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

Data Pengamatan UrogenitalGambar : Keterangan :

1.Kloaka

Deskripsi :

Ikan kakap merupakan ikan hermaprodit protandry jika di lihat dari siklus hidupnya. Hermaprodit protandry adalah mampu mengubah kelamin jantan menjadi kelamin betina. Pada saat awal reproduksinya ikan kakap putih berjenis kelamin jantan, kemudian pada umur lebih dari 6-8 tahun akan berubah menjadi betina. Selain dari umurnya, ikan kakap putih juga akan berubah kelamin dari jantan menjadi betina pada ukuran 2 kg. Ikan kakap akan mempunyai testis pada umur 1-2 tahun. Perubahan kelamin ikan kakap jantan menjadi ikan betina setelah ikan kakap putih berumur 5-6 tahun.

Ikan kakap sering beruaya pada akhir musim panas dan musim pemijahan yang terjadi pada awal musim penghujan. Akibat perubahan suhu dan salinitas diperiran terjadi pemijahan pada musim penghujan. Salah satu faktor yang penting dalam proses pemijahan ikan kakap putih adalah suhu dan salinitas. Bila musim penghujan terlambat maka musim pemijahan ikan kakap putih juga akan terlambat.

Pada saat musim pemijahan induk ikan kakap jantan dan betina sangat mudah di kenali. Ikan kakap putih pada ukuran panjang yang sama, ikan kakap putih jantan akan kelihatan lebih kecil dan badannya paling langsing di bandingkan ikan kakap putih betina. Ikan kakap putih jantan juga dapat di ketahui dengan melakukan striping, jika yang keluar adalah sperma maka ikan kakap tersebut adalah jantan dan jika yang keluar adalah telur maka ikan kakap tersebut adalah betina.

Telur ikan kakap yang telah matang gonad biasanya jumlahnya tergantung ukuran dari kakap putih tersebut. Seekor induk yang memiliki berat 1,05 meter mampu menghasilkan telur sebanyak 7,5 juta butir telur. Telur yang telah dibuahi oleh ikan jantan akan mengapung di permukaan air. Sifat telur yang mengapung ini mempermudah dalam pengumpulannya. (Kordi, 1997)

1

Page 9: Data Pengamatan Morfologi Ikan Kakap

LAMPIRAN