DAFTAR PUSTAKA - dan lampiran.pdfآ  5. Menjaga privasi pasien 6. Mendekatkan alat 7. Mengatur posisi

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 100

    DAFTAR PUSTAKA

    Black, J M & Jane H H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Klinis

    untuk Hasil yang Diharapkan.Singapore: Elsevier.

    Bonner, T, Margaret, F & Erica, S. (2015). Type 2 diabetes related foot care

    knowledge and foot self care practice interventions in the United Stage : a

    systematic review of the literature. Jurnal kesehatan. Diunduh melalui

    http://www.tandfonline.com pada tanggal 12 Juli 2018.

    Bulechek, Gloria. (2013). Nursing Interventions Classifications (NIC) edisi ke-6.

    Missouri : Mosby Elsevier.

    Damayanti, Santi. (2016). Diabetes Melitus & Penatalaksanaan Keperawatan.

    Jakarta : Nuha Medika.

    Diani, Noor. (2013). Pengetahuan Klien tentang Diabetes Melitus tipe 2

    Berpengaruh terhadap Kemampuan Klien Merawat Kaki.Jurnal. Jurnal

    Keperawatan. Diunduh melalui http://www.jki.ui.ac.id pada tanggal 1 Juli

    2018.

    Doengoes, M E. (2012). Rencana Asuhan Keperawatan:Pedoman untuk

    Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Ed.3. Jakarta: EGC.

    Hendromartono. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Hermawati, T. (2014). Hidup Sehat Tanpa Diabetes. Yogyakarta :Suka Buku.

    Kemenkes.(2014). Situasi dan Analisis Diabetes. Artikel Ilmiah. Diunduh melalui

    http://www.depkes.go.id pada tanggal 5 Januari 2018.

    Kurniasari. (2008). Kejadian Kaki Diabetik Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan

    Faktor yang Berkontribusi.Jurnal. Jurnal Keperawatan. Diunduh melalui

    http://www.jki.ui.ac.id pada tanggal 5 Januari 2018.

    Langi, Yuanita. (2011). Penatalaksanaan Ulkus kaki Diabetes secara

    Terpadu.Jurnal kesehatan. Diunduh melalui http://www.jki.usr.ac.id

    padatanggal 5 Juli 2018.

    Lanywati, E. (2011). Diabetes Melitus Penyakit Kencing Manis. Yogyakarta:

    Kanisius.

    Moorhed. (2012). Nursig Outcomes Classifications (NOC) edisi ke-5. Missouri :

    Mosby Elsevier

    http://www.tandfonline.com/ http://www.jki.ui.ac.id/ http://www.depkes.go.id/ http://www.jki.ui.ac.id/ http://www.jki.usr.ac.id/

  • 101

    Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

    Nursalam. (2011). Manajemen Keperawatan edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

    Padila. (2012). Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Naha

    Medika.

    Pamungkas, R A. (2017). Metodelogi Riset Keperawatan. Jakarta : Trans Info

    Media.

    Pandelaki. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Potter & Perry. (2009). Buku ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses,

    dan Praktik Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.

    Purwanti. (2013). Analisis Faktor Faktor Terjadi Ulkus Kaki pada Pasien Diabetes

    Melitus di RSUD Dr. Moewardi. Jurnal Keperawatan. Diunduh melalui

    http://www.jki.ui.ac.id pada tanggal 5 Januari 2018.

    Purwanto, B. (2014). SPA Kaki Diabetisi (Layanan Estetika pada Kaki Penderita

    Kencing Manis). Yogyakarta : Gava Media.

    Rahayu, S. (2009) Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu.

    Riley, A, dkk. (2018). Depressive Symptoms in a Trial Behavioral Family Systems

    Therapy for Diabetes : A Post Hoc Analysis of Change. Jurnal kesehatan.

    Diunduh melalui http://www.care.diabetesjournals.org pada tangal 12 Juli

    2018.

    Riyadi, S & Sukarmin. (2008). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan

    Gangguan Eksokrin dan Endokrin pada Pankreas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Rizzo, dkk. (2012). Custom Made Orthesis and Shoes in Structure Follow Up

    Program Reduce the Incidence of Neuropathic Ulcers in High-Risk Diabetic

    Foot Patients. Jurnal Keperawatan. Diunduh melalui

    http://www.jornals.sagepub.com pada tanggal 12 Juli 2018.

    RSUD Wonosari. 2018. Profi RSUD Wonosari. Artikel. Diunduh melalui

    http://rsudwonosari.web.id pada tanggal 12 Juli 2018.

    Sari, Y. (2015). Perawatan Luka Diabetes :Bersadarkan Konsep Manajemen

    Luka Modern dan Penelitian Terkini. Yogyakarta : Graha Ilmu.

    Sihombing, D. (2013). Gambaran Perawatan Kaki dan Sensasi Sensorik Kaki

    pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik DM RSUD. Jurnal

    http://www.jki.ui.ac.id/ http://www.care.diabetesjournals.org/ http://www.jornals.sagepub.com/ http://rsudwonosari.web.id/

  • 102

    Keperawatan. Diunduh melalui http://www.jki.unpad.ac.id pada tanggal 6

    Januari 2018.

    Smetlzer, Suzanne. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &

    Suddart. Jakarta : EGC.

    Soewondo. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Subekti, I. (2014). Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Internal Publishing.

    Subekti. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Tarigan. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Wahyuni, Lutfi. (2016). Effect Moist Wound Healing Technique Toward Diabetes

    Mellitus Patiens With Ulkus Diabetikum In Dhoho Room RSUD Prof Dr.

    Soekardi Mojosari. Jurnal Keperawatan. Diunduh melalui

    http://www.jurnalofmedica.com pada tanggal 3 Juli 2018.

    Waspadji, S. (2014). Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Internal Publishing.

    Widayati, Nur. (2015). Hambatan dan Strategi Koping dalam Manajemen

    Perawatan Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja

    Puskesmas Jember Kidul Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan. Diunduh

    melalui http://www.jki.unej.ac.id pada tanggal 3 Juli 2018.

    Wijanarko. (2009). Angka Kejadian Kaki Diabetik. Jurnal Ilmu Keperawatan.

    Diunduh melalui http://www.jurnalofmedica.com pada tanggal 5 Januari

    2018.

    World Health Organization. (2016). What is Diabetes?.Artikel Ilmiah. Diunduh

    melalui www.who.int/diabetes/en pada tanggal 5 Januari 2018.

    http://www.jki.unpad.ac.id/ http://www.jki.unej.ac.id/ http://www.who.int/diabetes/en

  • 103

    Perawatan Kaki Diabetik

    Sumber : Damayanti (2016)

  • 104

    nbcxjvb

  • 105

    Lampiran 2. Penjelasan Sebelum Studi Kasus

    PENJELASAN SEBELUM STUDI KASUS

    1. Perkenalkan saya Ainun Reza Hutami mahasiswa berasal dari program D III

    Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan ini meminta anda

    untuk berpartisipasi dengan sukarela dalam studi kasus saya yang berjudul

    “Penerapan Perawatan Kaki Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes

    Melitus dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Nyaman”.

    2. Tujuan studi kasus ini dibagia menjadi tujuan umum yaitu untuk

    mendeskripsikan penerapan perawatan kaki pada pasien dan keluarga dengan

    penyakit diabetes melitus serta tujuan khusus yaitu teridentifikasinya hasil

    penerapan perawatan kaki dan terindentifikasinya perbandingan respon dari

    penerapan perawatan kaki pada asuhan keperawatan pasien diabetes melitus

    3. Manfaat yang dapat diterima pasien yaitu sebagai informasi dan pengetahuan

    dalam perawatan kaki pasien dalam meningkatkan kemandirian pasien serta

    keluarga dalam mencegah ulkus kaki.

    4. Studi kasus ini sudah lulus uji etik sehingga aman dan dapat dipertanggung

    jawabkan.

    5. Subyek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnsa medis yang

    sama yaitu diabetes melitus dan keluarganya yang memiliki kadar gula darah

    sewaktu lebih dari 200mg/dl. Durasi studi kasus ini selama 3 hari dengan

    masing masing setiap harinya pertemuan selama 30 menit. Kompensasi yang

    anda dapatkan dari studi kasus ini berupa perlengkapan perawatan kaki

    dimana barang tersebut berupa sabun, handuk, sikat kaki dan gunting kuku

    yang dapat digunakan untuk melakukan perawatan kaki secara mandiri.

    6. Prosedur pengambilan data dengan cara studi kasus terpimpin dengan

    menggunakan dokumen rekam medis untuk menentukan pasien yang sesuai

    dengan subyek studi kasus, lembar pengkajian dan lembar wawancara untuk

    menentukan masalah keperawatan serta tindakan yang sesuai, serta standar

  • 106

    operasional prosedur perawatan kaki untuk melakukan tindakan yang akan

    berlangsung kurang lebih 3 hari. Hari pertama akan dijelaskan mengenai

    tujuan, manfaat, prosedur perawatan kaki serta mengajarkan perawatan kaki

    dengan demonstrasi langsung pada kaki anda. Hari kedua akan dilakukan

    observasi langsung tentang praktik perawatan kaki yang anda lakukan dan

    untuk hari ketika berupa evaluasi tentang praktik perawatan kaki yang

    dilakukan dan pengetahuan anda tentang perawatan kaki. Cara ini mungkin

    menyebabkan ketidaknyamanan berupa tersitanya waktu anda dalam

    beristirahat tetapi anda tidak perlu khawatir karena studi kasus ini dapat

    bermanfat dan memiliki keuntungan yang berguna serta baik untuk anda.

    7. Keuntungan yang anda peroleh dalam keikutsertaan anda pada studi kasus ini

    adalah anda turut terlibat aktif mengikuti perkembangan asuhan atau tindakan

    yang diberikan yang dapat menunjang kesembuhan dan mengurangi risiko

    timbulnya ulkus kaki serta menambah pengetahuan untuk kemandirian

    perawatan kaki anda dalam mencegah ulkus kaki.

    8. Studi kasus ini bersifat sukarela sehingga jika anda merasa tidak nyaman

    dengan studi kasus ini, anda memiliki hak untuk mengundurkan diri baik

    secara formal maupun info