DAFTAR ISI - itera.ac.id daftar isi daftar isi i kata pengantar ii ikhtisar eksekutif iii bab i pendahuluan

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DAFTAR ISI - itera.ac.id daftar isi daftar isi i kata pengantar ii ikhtisar eksekutif iii bab i...

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

KATA PENGANTAR ii

IKHTISAR EKSEKUTIF iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum 1

B. Dasar Hukum 4

C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi 5

D. Struktur Organisasi Institut Teknologi Sumatera 17

E. Permasalahan Utama (strategi issued) yang sedang dihadapi organisasi 18

BAB II PERENCANAAN KINERJA

A. Visi, Misi dan Tujuan 19

B. Tujuan dan Sasaran Institut Teknologi Sumatera 20

C. Strategi Pencapaian Sasaran 23

D. Perencanaan Kinerja/Rencana Kinerja Tahunan 24

E. Penetapan Kinerja 24

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3. Capaian Kinerja Organisasi 25

3.1 Pengukuran Kinerja 25

3.2 Capaian Indikator Kinerja 25

3.3 Capaian Kinerja Program Kerja dan Kegiatan 26

3.4 Analisis Capaian Sasaran dan Indikator Kinerja 26

3.5 Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja 28

a. Analisis Capaian Strategi dan Indikator Kinerja 28

b. Realisasi Anggaran 28

BAB IV PENUTUP 30

LAMPIRAN

1. Pengukuran Kinerja 2017

2. Pengukuran Serapan 2017

3. Pengukuran Jumlah Mahasiswa ITERA Tahun 2017

4. Pengukuran Jumlah Dosen dan Tendik ITERA sampai dengan Tahun 2017

i

LAMPIRAN TAMBAHAN

1. Laporan Monitoring Dan Evaluasi Capaian Output 2. Capaian Kinerja

3. Laporan Penerimaan Ukt Dan Non Ukt Mahasiswa

4. Realisasi Pengadaan Barang dan Jasa

5. Laporan Format PP 39

6. Laporan Format PMK 249

7. Laporan Format PP 8

8. Laporan Format B 19

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF Renstra pengembangan ITERA dilandasi oleh mandat yang diberikan oleh Pemerintah RI,

melalui Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang selanjutnya akan menjadi

acuan dalam pengembangan program kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di ITERA.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 124 Tahun 2014 telah ditetapkan pendirian Institut

Teknologi Sumatera (ITERA) untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat

menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan/atau

teknologi tertentu, dan jika memenuhi syarat ITERA dapat menyelenggarakan pendidikan

profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Visi ITERA:

Menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia, serta

memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan

dunia dengan memberdayakan potensi yang ada di wilayah Sumatera dan

sekitarnya.

Misi ITERA:

Berkontribusi pada pemberdayaan potensi yang ada di wilayah Sumatera

khususnya, dan Indonesia serta dunia melalui keunggulan dalam pendidikan, penelitian,

dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan

ilmu kemanusiaan.

ITERA juga telah menetapkan 3 (tiga) sasaran strategis untuk mencapai tujuan strategis 2017.

Strategis tersebut antara lain:

1. Bidang Pendidikan (Tahap Sarjana);

2. Bidang Penelitian;

3. Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.

Pada tahun 2017, ITERA menjalankan seluruh strategi yang ada dalam Renstra ITERA yang

didukung oleh indikator dari setiap sasaran strategis yaitu antara lain :

1. Bidang Pendidikan (Tahap Sarjana)

a. Rata-rata IPK lulusan;

iii

b. Rata-rata lama studi lulusan;

c. Persentase lulusan tepat waktu;

d. Persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya;

e. Jumlah mahasiswa yang berwirausaha;

f. Persentase lulusan bersertifikat kompetensi dan profesi;

g. Jumlah mahasiswa berprestasi;

h. Akreditasi Institusi;

i. Persentase dosen bersertifikat pendidik;

j. Persentase mahasiswa penerima beasiswa;

k. Rasio jumlah dosen terhadap mahasiswa;

l. Rasio dosen tetap terhadap jumlah dosen;

m. Persentase tenaga kependidikan dengan bersertifikat kompetensi.

2. Bidang Penelitian

a. Jumlah publikasi nasional;

b. Jumlah publikasi internasional.

3. Bidang Pengabdian kepada Masyarakat

a. Jumlah penelitian yang dimanfaatkan masyarakat.

Untuk menentukan efektifitas pelaksanaan seluruh kegiatan dalam rangka menjalankan

strategi, ITERA menentukan realisasi kinerja kegiatan yang dihitung berdasarkan realisasi

target, realisasi/ daya serap anggaran, dan besarnya anggaran yang dialokasikan pada setiap

kegiatan.

LAKIP Institut Teknologi Sumatera menilai pencapaian kinerja 3 (tiga) strategi yang telah

tercantum dalam renstra ITERA. Kinerja empat strategi itu didukung oleh dua puluh indikator

kinerja kegiatan dengan total anggaran Operasional (Kode unit Satker 400884) sebesar Rp

34.591.140.000 (Tiga Puluh Empat Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Seratus

Empat Puluh Ribu Rupiah). Dari jumlah anggaran operasional yang disediakan hanya 90.70 %

yang berhasil diserap ITERA atau sebesar Rp 31.375.487.328,- (Tiga Puluh Satu Milyar Tiga

Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Dua Puluh

Delapan Rupiah).

iii

Persentase daya serap anggaran ITERA tahun 2017 adalah 90.70 %. Penyebabnya adalah tidak

sesuainya schedule penarikan anggaran dikarenakan adanya self blocking oleh Menteri

Keuangan dalam rangka penghematan anggaran 2017, yaitu pada bulan Agustus-September

2017 di kemenristekdikti. Tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4

Tahun 2017 Tentang Efisiensi Belanja Barang Kementeraian/Lembaga Dalam Pelaksanaan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017 dan lamanya proses

penambahan anggaran PNBP ITERA di tingkat Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Hal

tersebut mengakibatkan keterlambatan dalam proses turunnya anggaran tambah pagu PNBP

yang akan digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional dan manajemen, sehingga

banyak pelaksanaan kegiatan yang terlambat dan sudah mendekati batas akhir tutup buku dan

belum selesai dilaksanakan.

Beberapa langkah ke depan yang akan dilaksanakan oleh ITERA dalam upaya memperbaiki

kinerja adalah melakukan monitoring dan evaluasi yang lebih intensif atas kegiatan-kegiatan

yang dilaksanakan, baik secara keuangan maupun secara fisik agar jika ada kegiatan yang

mungkin terkendala dapat dicarikan solusi sehingga bisa lebih optimal.

0

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

TAHUN ANGGARAN 2017

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

TINGGI

INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

LAMPUNG SELATAN

TAHUN ANGGARAN 2017

1

I. PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum

Institut teknologi merupakan perguruan tinggi yang mempunyai tugas pokok

menghasilkan sumberdaya manusia yang mempunyai kemampuan di bidang sains

dan teknologi yang dapat berperan dalam pembangunan di Indonesia. Selain itu

institut teknologi juga mempunyai peran mengembangkan sains dan teknologi itu

sendiri, melalui program-program penelitian, yang dapat diaplikasikan di

masyarakat, dan melalui program pengabdian pada masyarakat yang relevan

dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga peran perguruan tinggi tersebut tertuang

dalam Tridharma Perguruan Tinggi, dilaksanakan secara utuh dan terpadu dengan

acuan utama yaitu bermanfaat untuk pembangunan di masyarakat.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat

Jenderal Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menetapkan pembentukan

dua institut teknologi, yaitu Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Institut

Teknologi Kalimantan (ITK). ITERA harus berfungsi dan berperan sebagai institut

teknologi, sehingga semua kegiatan mengarah pada pendidikan, penelitian, dan

pengabdian pada masyarakat yang berbasis Teknologi. Namun kompleksitas

permasalahan dalam pembangunan tidak dapat diselesaikan dengan teknologi saja,

oleh karena itu ITERA harus membuka diri bekerjasama dengan perguruan tinggi,

pemerintah daerah, dan instansi lainnya untuk dapat menyelesaikan masalah secara

tuntas.

Sistem Penilaian Kinerja (SPK) tidak hanya dilakukan dan dibutuhkan oleh

dunia bisnis (industri manufaktur maupun jasa) tetapi juga oleh dunia pendidikan.

Pentingnya penilaian kinerja didunia pendidikan membuat Kementerian Riset,

Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) memasukkan penilaian

kinerja kedalam format manajemen baru untuk peningkatan mutu, penilaian kinerja

(akreditasi) dan evaluasi kinerja sebuah perguruan tinggi baik negeri maupun

swasta.

2

Kementerian Pendidikan Nasional mengawal dan membina mutu pendidikan

tinggi membentuk sebuah badan yang disebut Badan Akreditasi Nasional (BAN)

yang salah satu tugasnya melakukan penilaian kinerja (akreditasi) perguruan tinggi.

Sistem Penilaian Kinerja (SPK) dari BAN lebih menekankan pada penilaian

terhadap kriteria pelaksanaan perguruan tinggi dan persyaratan perizinan, sehingga

lebih bersifat administrasi. Dengan kata lain menekankan pada dampak eksternal.

Laporan akuntabilitas kinerja ini lebih