Contoh Proposal Karya Tulis Ilmiah

  • Published on
    23-Oct-2015

  • View
    1.553

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

good job

Transcript

<p>PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH</p> <p>STUDI ASPEK KESEHATAN LINGKUNGANDEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KOTA PURWOKERTOTAHUN 2009</p> <p>Oleh HADI WINARSONIM : P17433107209</p> <p>DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN SEMARANGJURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO2009KATA PENGANTAR</p> <p>Kata yang terucap pertama kali ketika penulis meyelesesaikan proposal karya tulis ilmiah ini adalah Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, dan Hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah dengan judul Studi Aspek Kesehatan Lingkungan Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Purwokerto Tahun 2009Dalam penulisan proposal karya tulis ilmiah ini tentu memiliki tujuan yaitu memenuhi tugas tersetruktur dari matakuliah Metodologi Peneliataian dimana matakulaiah tersebut sebagai wahana untuk membimbing para mahasiswa program DIII Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Tahun 2009 memiliki kemampuan untuk menyusun karya tulis ilmiah sebagai salah satu tugas akhir mahasiswa.Di dalam penulisan Proposal Karya Tulis Ilmiah tersebut ternyata penulis mendapat banyak bantuan baik dari segi moril, meteriil dan spiritual dari berbagai pihak, untuk itulah penulis mengucapkan terimakasih kepada:1. Sugiyanto, Spd, M.App,Sc selaku direktur Politeknik Kesehatan Depkes Semarang2. Marsum, B.E, S.Pd, M.HP, selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto.3. HM soeparman, M.Sc, selaku dosen mata kulaiah Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair.4. Suparmin, SST, M.Kes selaku dosen mata kulaiah Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair.5. Tri Cahyono, SKM, MSi selaku pembimbing penyusunan proposal karya tulis ilmiah.6. Keluargaku tercinta yang ada di kebumen terutama ayah ibuku yang senantiasa memberi motovasi kepada penulis baik bersifat materi maupun non materi dalam proses penyusunan Poposal Karya Tulis Ilmiah.7. Unit perpustakaan yang senantiasa membantu penulis dalam mencari referensi terkait penyusunan proposal karya tulis ilmiah.8. Teman teman satu kelas senantiasa saling memberi motivasi sehingga dapat selesai tepat pada waktunya. </p> <p>Besar keinginan penulis semoga Proposal Karya Tulis Ilmiah ini menjadi hal yang bermanfaat bagi para pembaca khusunya para teman-teman mahasiswa dan adik kelas dan semoga juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk menunjang proses belajar-mengajar.</p> <p>Purwokerto, Mei 2009</p> <p>Penulis</p> <p>Hadi winarsoP17433107209</p> <p>DAFTAR ISIHALAMAN JUDULIKATA PENGANTARIIDAFTAR ISIIIIDAFTAR LAMPIRANIVBAB I PENDAHULUAN1A. Latar Belakang1B. Masalah3C. Tujuan4D. Manfaat 4E. Ruang lingkup5</p> <p>BAB II TINJAUAN PUSTAKA6A. Pengertian-pengertian6B. Peranan air8C. Pengelompokan penyakit yang ditularkan melalui air9D. Sumber-sumber air10E. Standar kualitas air 10F. Usaha untuk menghindari pencemaran air minum13</p> <p>BAB III METODE PENELITIAN18A. Jenis penelitian18B. Waktu dan lokasi penelitian18C. Kerangka piker18D. Subjek penelitian22E. Pengumpulan data22F. Analisis data24</p> <p>DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN</p> <p>DAFTAR LAMPIRAN</p> <p>Lampiran 1 Jadwal Kegiatan Penelitian.Lampiran 2 Kuesioner studi aspek kesehatan lingkungan Depot air minum isi ulang di kota Purwokerto 2009.Lampiran 3 Chek list studi aspek kesehatan lingkungan Depot air minum isi ulang di kota Purwokerto 2009.Lampiran 4KEPMENKES RI. Nomor: 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang persyaratan kualitas air minum</p> <p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>A. Latar BelakangPembangunan kesehatan sebagai modal dasar bagi pembangunan nasional yang dirumuskan dalam program Indonesia Sehat Tahun 2010. Dalam program ini upaya kesehatan mengutamakan upaya promotof dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan masyarakat Indonesia akam mempunyai kesadaran, kemampuan dan kemauan untuk hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan air minum yang sehat (Indonesia, DepKes, 1999)Kualitas air yang tidak memenuhi kualitas air minum dapat menggangu kesehatan masyarakat karena air dapat sebagai water borne disease yaitu penyakit-penyakit yang ditularkan oleh air yang tidak sehat. Beberapa penyakit yang ditularkan melalui media air yang kurang sehat diantaranya yang disebabkan oleh parasit seperti kecacingan, penyakit, penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti tipus, Kolera (muntaber), desentri (berak darah), dll dan beberapa penyakit yang ditularkan oleh virus seperti diare, hepatitis, polio dsb.Banyak dari masyarakat kita selama ini sering mengkonsumsi air yang banyak diambil dari sumur dan juga air yang sudah dioleh oleh Perusahaan Air Minum (PDAM). Seiring dengan makin majunya teknologi maka diiringi dengan semakin sibuknya aktivitas manusia maka masyarakat cenderung memilih cara yang lebih praktis dengan biaya yang relative lebih murah dalam memenuhi kebutuhan air minum. Salah satu pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi alternative dengan menggunakan air minum isi ulang ( Pracoyo, Noer Endah, 2006, h. 14).Usaha produksi air minum merupakan produksi berskala kecil yang kadang-kadang merupakan usaha rumah tangga yang mana dari segi pengetahuan dan sarana-prasarana masih kuarang jika kita bandingkan dengan standar kesehatan, sehingga jika kita tinjau dari segi hygiene dan sanitasinya masih diragugan.Sejauh ini pengusaha jasa pengisian air minum belum memenuhi kualitas air minum secara mikrobiologis, kimia, maupun secara fisik dan seringnya hanya berupa fisik saja maka dengan hal itu tentu belum memenuhi syarat. Hingga saat ini di kota Purwokerto telah banyak berdiri usaha jasa pengisian air minum dimana keberadaanya perlu mendapatkan pengawasan dan pembinaan serta legalisasi perizinan dari pemerintah kabupaten yaitu Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Banyumas. Dengan hal ini masyarakat belum terlindungi kesehatannya akibat konsumsi air minum akibat dari adanya jasa Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). Saat ini di kota Purwokerto berdasarkam pengamatan penulis ada 13 DAMIU. Pengawasaan kualitas air yang meliputi aspek pengendalian secara Teknis Engineering Control seperti (elimination, substitution, isolation, dan changing process) maupun secara Administratif sehingga dapat diketahui apakah pengolahan air menum DAMIU di daerah Purwoketo sudah memenuhi kualitas pengolahan air minum apa belum. Dengan pertimbangan dan uraian diatas maka sebagai masukan dan sebgai bahan pemikiran dalam pengolahan air bersih bagi institusi, pengusaha DAMIU serta dinas terkait, maka penulis memiliki keinginan pengadakan penelitian dengan judul Studi Aspek Kesehatan Lingkungan Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Purwokerto Tahun 2009.</p> <p>B. Masalah1. Bagaimana aspek kesehatan lingkungan dalam upaya pengelolaan air minum isi ulang pada depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009?2. Barapa kandungan bakteri coliform pada air kran isi ulang sebelum melalui proses pengolahan di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009?3. Barapa kandungan bakteri coliform pada air kran isi ulang sesudah melalui proses pengolahan di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009?4. Berapa kandungan bakteri coliform sebelum dan sesudah diolah di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009 jika dibandingkan dengan standar kesehatan yang berlaku?</p> <p>C. Tujuan1. Untuk mengetahui gambaran tentang aspek kesehatan lingkungan dalam upaya pengelolaan air minum isi ulang pada depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009.2. Untuk mengetahui kandungan bakteri coliform pada air kran isi ulang sebelum melalui proses pengolahan di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009.3. Untuk mengetahui kandungan bakteri coliform pada air kran isi ulang sesudah melalui proses pengolahan di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009.4. Untuk mengetahui kandungan bakteri coliform sebelum dan sesudah diolah di depot-depot air minum isi ulang di Kota Purwokerto tahun 2009 jika dibandingkan dengan standar kesehatan yang berlaku.D. Manfaat1. Bagi masyarakatDapat memberi sumbangan pemikiran untuk masyarakat kota Purwokerto selain itu juga dapat menjadikan pengetahuan baru tentang kualitas air minum sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih depot air minum.2. Bagi pihak pengelola air minum isi ulangDapat memberi wawasan dan bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan, penjaminan kualitas produk dan peningkatan sanitasi dan kesehatan pengelolaan air minum isi ulang pada DAMIU.3. Bagi PemerintahDapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam kegiatan perencanaan, pengawasan, pembinaan, dan pengambilan kebijakan yang ditujukan kepada masyarakat dan para pengusaha DAMIU khusus mengenai kulaitas air minum di kota Purwokerto Tahun 2009 4. Bagi ilmu pengetahuan Dapat dijadikan sebagai perbendaharaan ilmu pengetahuan dan kepustakaan di bidang Penyediaan Air Minum, Hygiene sanitasi makanan dan minuman (HSMM) serta pemberantasan penyakit menular (P2M) di Politeknik Kesehatan Semarang pada umumnya dan Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto.5. Bagi penelitiDapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta dalam berpikir dan bertindak secara sistematik serta dalam upaya pengelolaan kualitas air.</p> <p>E. Ruang LingkupRuang lingkup dari penelitian ini dibatasi pada studi aspek kesehatan lingkungan pada tempat/lingkungan kerja, tenaga pengelolahan, alat dan bahan yang digunakan, dengan perhatian utama pada kualitas bekteriologis air berdasarkan parameter kandungan bakteri Coliform pada air di depot-depot air minum isi ulang di kota Purwokerto.</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA</p> <p>A. Pengertian pengertian1. Kesehatan LingkunganMenurut Walter R. Lym (Azwar, Azrul,1986, h.8) :Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungan yang berakibat/mempengaruhi derajat kesehatan manusia.</p> <p>2. Sumber AirMenurut peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dengan pengendalian pencemaran Air, Bab I Kententuan Umum Pasal 1 :Sumber air adalah wadah air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini akuifer, mata air, sungai rawa, danau, situ, waduk dan muara.3. Air bersih Menurut peraturan menteri kesehatan republik indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1:Air bersih adalah air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhahn hidup sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak. 4. Air MinumMenurut Keputusan Menteri Kesehatn Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/VII/2002 Tentang syarat-syarat dan pengawasan Kualitas Air Minum, Bab 1 KEtentaun umum pasal 1:Air minum adalah air yang yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.5. Hygiene Sanitasi Makanan Dan Minuman Menurut Achmad Husain (widyanto, Yuli, 1996, h. 11),Hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah semua usaha atau tindakan pencegahan ditujukan untuk menjamin dan mempertahankan nilai gizi makanan dan minuman dari kuman-kuman (Mikroorganisme) penyebab penyakit, bahan-bahan beracun dan menjaga agar terwujud dalam bentuk stabil.</p> <p>6. Standar kualitas airDjasio Sanropie, dkk, (1984, h. 52) menyatakan bahwa:Standar kualitas air adalah ketentuan-ketentuan yang biasa dituangkan dalam bentuk pernyataan atau angka yang menunjukan persyaratan yang harus dipenuhi agar air tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis dan gangguan dalam segi estetika.</p> <p>7. Bakteri ColiformUnus Suriawiria (1985, h. 74) menyatakan bahwa: Bakteri Coliform adalah penghuni normal saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas biasanya tidak patogenik, Coliform sebagai suatu kelompok yang dicirikan sebagai bakteri yang berbentuk gram negative, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakulatatif yang memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 350C.</p> <p>B. Peranan AirMenurut R. Arif Setyo Raharjo (2004, h. 12) Air merupakan salah-satu kebutuhan pokok semua mahluk hidup termasuk manusia. Oleh karena itu aor sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan baik manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuahan.a. Peranan air dalam kehidupanAir merupakan sumberdaya alam yang mengusai hanjat hidup orang banyak sehingga perlu dijaga baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar tetap bermanfaat bagi hihup dan kehidupan. Air dalam kehidupan sehari-hari memiliki peranan yang sangat penting mulai keperluanya untuk air minum, untuk mandi, mencuci, sampai keperluanya untuk memasak, meliputi sector pertanian, industri, dan perdagangan dan masih banyak lagi keguanaan yang lainnya. Karena peranannya yang sangat penting maka keberadaannya perlu dijaga dengan baik. b. Peranan air terhadap penularan penyakitDjasio sanropie, dkk, (1983, h. 25), menyatakan air memilki peranan yang sangat besar dalam penularan beberapa penyakit menular. Besarnya peranan air terhadap penularan penyakit adalah disebabkan karena keadaan air itu sendiri memungkinkan dan sangat cocok untuk dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak mikroba dan sebagai tempat tinggal sementara (perantara) sebelum mikroba berpindah kepada manusia.C. Pengelompokan penyakit yang ditularkan melalui airMenurut djasio sanropie (1983, h. 26) penyakit yang dapat ditularkan malalui air, dapat dikolompokan menjadi empat kategori, yaitu : 1) Water Borne DiseaseAir mengandung mikroba pathogen. Apabila air tersebut langsung diminum oleh sesorang maka orang tersebut akan menderita sakit. Panyakit yang ditularkan dengan cara ini adalah penyakit-penyakit perut seperti Colera, Typoid, Hepatitis Infectiosa, Dysenteri, dan Gastroentritis. 2) Water Washed DiseaseAir mengandung mikroorganisme sebagai akibat kurangnnya sarana penyediaan air bersih dan rendahnya tingkat kebersiahan perorangan, misalnya Scabies, Conjungtivitis dan penyakit lain-lainya.3) Water Based DiseaseAdalah penularan penyakit melalui intermediate host yang hidub dalam air. Misalnya Schistomiasis yang disebabkan oleh cacing Schistosoma yang mempunyai intermediate host keong yang hidup di dalam air.4) Water Related Insect Vector DiseaseAir sebagai menjadi tempat berkembang biak penyakit Malaria dan Filariasis.</p> <p>D. Sumber-sumber airDjasio sanropie (1983, h. 2) menyebutkan sumber yang dimanfaatkan manusia pada dasarnya digolongkan menjadi air tanah, air permukaan dan air angkasa a. Air angkasaYaitu air yang bersal dari permukaan bumi yang menguap di udara dan selanjutnya turun sebagai hujan.b. Air tanahAdalah air yang tergenang di atas lapisan tanah yng terdiri dari batu, tanah lempung yang sangat halus atau yang sukar ditembus air.c. Air permukaanAdalah air yang bersal dari air hujan yang jatuh kebumi dan tetap berada di atas permukaan tanah, atau dapat juga berasal dari air...</p>