contoh makalah

  • View
    39

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of contoh makalah

ONTOLOGIMAKALAHSEBAGAI SALAH SATU SYARAT TUGAS UNTUK MATA KULIAH FILSAFAT ILMU

KELOMPOK IV

FAKULTAS ILMU KOMPUTERUNIVERSITAS BOROBUDUR JAKARTA2013

Judul Makalah : ONTOLOGI

Nama Mahasiswa : IMAM FARHANNANANG FAISAL ANY JUVITASARI LONA ZIPAH F FITRIANA

Nomor Induk Mahasiswa : 081331044 081331032 081331001081331042081331005

Fakultas: Ilmu Komputer

Program Studi: Sistem Informasi Sistem Komputer

Menyetujui,

Ch. Veralita Amir Trianti, S.Pd, M.Si Dosen PengampuKATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh,Bismillaahir Rohmaanir Rohiim.

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan kehadiran Allah Swt, karena berkat kemurahannya makalah ini kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Ontologi dalam rangka memperdalam di sebuah Persentasi.Kepada semua anggota yang berpartisipasi, Bapak/Ibu Dosen serta informasi-informasi yang ada demi terwujudnya makalah ini hanya doa yang dapat kami panjatkan. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Wassalamualaikum Warrohmatullah Wabarokatuh.

Jakarta, Oktober 2013

Kelompok IV

DAFTAR ISIDAFTAR ISIiv-vBAB I PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang.11.2 Perumusan Masalah.21.3 Tujuan dan Kegunaan21.4 Ruang lingkup bahasan.3BAB II TINJAUAN PUSTAKA3BAB III PEMBAHASAN43.1 Pengertian Ontologi43.2 Pengertian Ilmu Pengetahuan5-63.3 Pandangan-pandangan Dalam Ontologi6 3.3.1 Menurut Suriasumantri (1985).............................7 3.3.2 Menurut The Liang Gie7 3.3.3 Menurut Ensiklopedi Britannica8-93.4 Aliran Yang Mempengaruhi Ontolgi.10 3.4.1 Monisme10 3.4.1.1 Matrealisme11 3.4.1.2 Idealisme11 3.4.2 Dualisme12 3.4.3 Pluralisme13 3.4.4 Nihilisme13 3.4.5 Agnoitisisme143.5 Hubungan Ontologi Dan Ilmu Pengetahuan153.6. Implikasi Ontologi Dan Ilmu Pengetahuan16BAB IV PENUTUP174.1 KESIMPULAN.17DAFTAR PUSTAKA18

1

18

BAB IPENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang.

Menurut bahasa, Ontologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu On/Ontos = ada, dan Logos = ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada. Sedangkan menurut istilah Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak.Ontologiadalah hakikat yang ada yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.

Ilmu pengetahuan (science) mempunyai pengertian yang berbeda dengan pengetahuan (knowledgeatau dapat juga disebutcommon sense). Orang awam tidak memahami atau tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu berbeda dengan pengetahuan.

Pandangan Aristoteles yang dapat dikatakan sebagai awal dari perintisan ilmu pengetahuan adalah hal-hal sebagai berikut: 1)Hal Pengenalan,yang meliputi pengenalan inderawi; yang memberi pengetahuan tentanghal-hal yang kongkritdari suatu benda.Dan pengenalan rasional, yang dapat mencapaihakekatsesuatu melalui jalanabstraksi. 2)Hal Metode,menurut Aristoteles, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentangprinsip-prinsipatauhukum-hukumbukan objek-objek eksternal atau fakta.Penggunaan prinsip atau hukum berarti berargumentasi (reasoning). Menurut Aristoteles, mengembangkan ilmu pengetahuan berarti mengembangkan prinsip-prinsip, mengembangkan ilmu pengetahuan (teori) tidak terletak pada akumulasi data tetapi peningkatankualitas teoridanmetode.

1.2 Perumusan Masalah.

1. Apa yang dimaksud dengan Ontologi?2. Apa yang menjadi pandangan-pandangan Ontologi?3. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Pengetahuan?4. Apa Aliran-aliran pemikiran yang mempengaruhi Ontologi?5. Bagaimana hubungan Ilmu pengetahuan dengan Ontologi?6. Implikasi Ontologi dengan Ilmu pengetahuan?

1.3 Tujuan dan Kegunaan

1. Sebagai salah satu tugas mata kuliah filsafat ilmu2. Mengetahui apa itu Ilmu Pengetahuan.3. Mengetahui apa itu Ontologi.4. Mengetahui Pandangan-pandangan terhadap Ontologi.5. Mengetahui hubungan Ontologi dengan Ilmu Pengetahuan.6. Mengetahui Aliran-aliran yang mempengaruhi Ontologi.7. Mengetahui Implikasi Ontologi dengan Ilmu Pengetahuan.

1.4 Ruang lingkup bahasanDalam makalah ini ruang lingkup pokok bahasan hanya sebatas :1. Definisi Ontologi.2. Definisi Ilmu Pengetahuan.3. Mengetahui Aliran-aliran dalam Ontologi.4. Bagaimana Pandangan-pandangan terhadap Ontologi Menurut tokoh.5. Hubungan antara Ontologi dengan Ilmu Pengetahuan.6. Penerapan Ontologi dalam Ilmu Pengetahuan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

1.Definisi Ontologi.Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak.

2.Mengapa harus ada Ontologi?

Penting dalam hal pemikiran dan komunikasi. Memberikan pemahaman tentang suatu sudut pandang tertentu. Sebagai simbol, kategorisasi dan penataan terhadap suatu fenomena.

3.Dari mana Ontologi itu ?

ontologi merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek, property dari suatu objek, serta relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. Ringkasnya, pada tinjauan filsafat, ontologi adalah studi tentang sesuatu yang ada.

4.Apa tujuan dari Ontologi?

mencari hakikat dari sesuatu. memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan.

BAB IIIPEMBAHASAN3.1 Pengertian Ontologi.Menurut bahasa, Ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu : On/Ontos = ada, dan Logos = ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada. Sedangkan menurut istilah Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality baik yang berbentuk jasmani/konkret maupun rohani/abstrak.Ontologi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau teori tentang wujud hakikat yang ada. Obyek ilmu atau keilmuan itu adalah dunia empirik, dunia yang dapat dijangkau panca indera. Dengan demikian, obyek ilmu adalah pengalaman inderawi. Dengan kata lain, ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan pada logika semata.Pengertian paling umum pada ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri.

Ontologi merupakan salah satu di antara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal mula alam pikiran Yunani telah menunjukan munculnya perenungan di bidang ontologi. Dalam persolan ontologi orang menghadapi persoalan bagaimanakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini? Pertama kali orang dihadapkan pada adanya dua macam kenyataan. Yang pertama, kenyataan yang berupa materi (kebenaran) dan kedua, kenyataan yang berupa rohani (kejiwaan).

Pembicaraan tentang hakikat sangatlah luas sekali, yaitu segala yang ada dan yang mungkin adalah realitas, realita adalah ke-real-an, riil artinya kenyataan yang sebenarnya. Jadi hakikat adalah kenyataan sebenarnya sesuatu, bukan kenyataan sementara atau keadaan yang menipu, juga bukan kenyataan yang berubah.

3.2 PENGERTIAN ILMU PENGETAHUANlmu pengetahuan, adalah pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan atau penelitian dengan menggunakan pendekatan ilmiah, seperti meneliti mengapa api panas, apa unsur-unsur yang ada dalam api dan lain sebagainya.Sementara itu, pengetahuan filsafat, merupakan hasil proses berpikir dalam mencari hakikat sesuatu secara sistematis, menyeluruh, dan mendasar. Seperti pengetahuan tentang api, apa hakikat api, dan darimana asal api. Jadi pengetahuan filsafat mencari hakikat sesuatu sampai ke dasarnya atau sedalam-dalamnya.Inilah yang membedakan ilmu pengetahuan dengan pengetahuan filsafat. Ilmu pengetahuan membatasi dirinya dengan pengalaman dan pembuktian, sedangkan pengetahuan filsafat tidak demikian, filsafat menyelidiki sesuatu sampai ke akar-akarnya.Salah satu karakter filsafat adalah spekulatif, karakter ini dijelaskan oleh Jujun S Suriasumantri. Spekulatif adalah dasar dari ilmu pengetahuan, biasa di sebut asumsi. Hal ini jugalah yang menjadi jurang pemisah antara pengetahuan filsafat dan ilmu pengetahuan / sains. Spekulatif sebagai dasar dari ilmu pengetahuan / sains hanya bersifat sementara, yang kemudian harus dibuktikan secara empiris dengan menggunakan metode ilmu atau sains.Kendati filsafat menjadikan spekulatif sebagai salah satu cirinya, namun bukan berarti ia berpikir hanya menebak-nebak atau menerka-nerka tanpa aturan. Akan tetapi, dalam analisis dan pembuktian filsafat akan dapat diketahui dan diterapkan mana spekulatif yang benar dan logis dan mana spekulatif yang salah dan atau tidak logis. Hal ini berarti, kebenaran berpikir filsafat hanya sepanjang kerangka filosofis dan belum tentu benar dalam kenyataan secara empiris. Sementara kebenaran hasil ilmu atau sains merupakan konsensus dari seluruh ilmuan ilmu tersebut di seluruh dunia. Hal ini disebabkan hasil kajian ilmu atau sains harus dapat dikaji ulang atau diperiksa ulang oleh yang bersangkutan atau ilmuan lainnya dengan hasil yang sama. Jika tidak ditemukan hasil yang sama, penemuan itu tidak dapat dikategorikan sebagai ilmu.

3.3 PANDANGAN-PANDANGAN DALAM ONTOLOGI

A. Suriasumantri (1985)

Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan.

B. The Liang Gie

Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah e