25
BAB I PENDAHULUAN Cleft lip adalah suatu kondisi dimana terdapat celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung. Kelainan ini dapat berupa celah kecil pada bagian bibir yang berwarna sampai pada pemisahan komplit satu atau dua sisi bibir memanjang dari bibir ke hidung. Celah pada satu sisi disebut labioschisis unilateral, dan jika celah terdapat pada kedua sisi disebut labioschisis bilateral. Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama yang menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang janin. Faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya kelainan ini adalah kekurangan nutrisi, stres pada kehamilan, trauma, dan faktor genetik. (2,3) Permasalahan pada penderita celah bibir dan langit-langit sudah muncul sejak penderita lahir. Secara fisik adanya celah akan membuat kesukaran minum karena adanya daya hisap yang kurang dan banyak yang tumpah atau bocor ke hidung. Se1ain itu terjadi permasalahan dalam segi estetik atau kosmetik, perkembangan gigi yang tidak sempuma serta gangguan pertumbuhan rahang dan gangguan bicara berupa suara sengau. Penyulit yang juga mungkin terjadi pada

Cleft Lip

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Cleft Lip atau Celah Bibir

Citation preview

Page 1: Cleft Lip

BAB I

PENDAHULUAN

Cleft lip adalah suatu kondisi dimana terdapat celah pada bibir atas

diantara mulut dan hidung. Kelainan ini dapat berupa celah kecil pada bagian bibir

yang berwarna sampai pada pemisahan komplit satu atau dua sisi bibir

memanjang dari bibir ke hidung. Celah pada satu sisi disebut labioschisis

unilateral, dan jika celah terdapat pada kedua sisi disebut labioschisis bilateral.

Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama

yang menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang janin. Faktor yang

diduga dapat menyebabkan terjadinya kelainan ini adalah kekurangan nutrisi, stres

pada kehamilan, trauma, dan faktor genetik.(2,3)

Permasalahan pada penderita celah bibir dan langit-langit sudah muncul

sejak penderita lahir. Secara fisik adanya celah akan membuat kesukaran minum

karena adanya daya hisap yang kurang dan banyak yang tumpah atau bocor ke

hidung. Se1ain itu terjadi permasalahan dalam segi estetik atau kosmetik,

perkembangan gigi yang tidak sempuma serta gangguan pertumbuhan rahang dan

gangguan bicara berupa suara sengau. Penyulit yang juga mungkin terjadi pada

penderita celah bibir adalah infeksi pada telinga tengah hingga gangguan

pendengaran.(2)

Page 2: Cleft Lip

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

I. ANATOMI BIBIR

Menurut The American Joint Committee on Cancer, bibir merupakan

bagian dari cavum oris, mulai dari perbatasan vermilion-kulit dan meliputi seluruh

vermilion saja. Tetapi para ahli bedah menyebutkan bahwa bibir atas meliputi

seluruh area dibawah hidung, kedua lipatan nasolabialis, kemudian intraoral

sampai sulcus gingivolabialis, dan bibir bawah meliputi vermilion, lipatan

labiomentalis sampai sulcus gingivolabialis intraoral.(4) Bibir terdiri dari 3 seksi yaitu kutaneus, vermilion dan mukosa. Bibir

bagian atas disusun 3 unit kosmetik yaitu 2 lateral dan 1 medial. Cupid bow

adalah proyeksi ke bawah dari unit philtrum yang memberi bentuk bibir yang

khas. Proyeksi linear tipis yang memberi batas bibir atas dan bawah secara

melingkar pada batas kutaneus dan vermilion disebut white roll.(4,5)

Bibir bagian bawah memiliki 1 unit kosmetik yaitu pada bagian mental

crease yang memisahkan bibir dengan dagu. Vermilion merupakan bagian bibir

yang paling penting dari sisi kosmetik. Lapisan sagital bibir dari luar ke dalam

yaitu epidermis, dermis, jaringan subkutaneus, m. orbicularis oris, submukosa dan

mukosa. Bibir atas yang normal mempunyai otot orbicularis oris utuh, 2 buah

philthrum ridge yang sejajar dan sama panjang dengan di tengahnya terbentuk

philthrum dimple. Disamping itu mempunyai cupid bow, dibagian permukaan

mempunyai vermilion yang simetris.(4,5,6)

A. Vaskularisasi

Vaskularisasi berasal dari a. labialis superior dan inferior, cabang dari a.

facialis. Arteri labialis terletak antara m. orbicularis oris dan submukosa sampai

zona transisi vemlilion-mukosa.

Page 3: Cleft Lip

B. Inervasi

Inervasi sensoris bibir atas berasal dari cabang n. cranialis V (n. trigeminus) dan

n. infraorbitalis. Bibir bawah mendapat inervasi sensoris dari n. mentalis.

Pengetahuan inervasi sensoris ini penting untuk mdakukan tindakan blok anestesi.

Inervasi motorik bibir berasal dari n. cranialis VII (n. facialis). Ramus buccalis

n.facialis menginervasi m. orbicularis oris dan m. elevator labii. Ramus

mandibularis n. facialis menginervasi m. orbicularis oris dan m. depressor labii. (4)

C. Muskulus

Muskulus utama bibir adalah m. orbikularis oris yang melingkari bibir.

Muskulus ini tidak melekat pada tulang, berfungsi sebagai sfingter rima oris.

Dengan gerakan yang kompleks, muskulus ini berfungsi untuk puckering,

menghisap, bersiul, meniup dan menciptakan ekspresi wajah. Kompetensi oris

dikendalikan oleh m. orbicularis oris, dengan musculus ekspresi wajah lainnya

daerah otot ini dikenal dengan istilah modiolus.

1. Muskulus elevator terdiri dari m. levator labii superior alaeque nasi, m.

levator labii superior, m. zygomaticum major, m. zygomaticum minor dan m.

Levator anguli oris.

2. Muskulus retraktor bibir atas disusun oleh m. zygomaticum major, m.

zygomaticum minor dan m. levator anguli oris.

3. Muskulus depresor meliputi m. depresor anguli oris dan m. depresor labii

inferior.

4. Muskulus retraktor bibir bawah terdiri dari m. depresor anguli oris dan m.

platysma, sedangkan m. mentalis berfungsi untuk protrusi bibir.(4)

Page 4: Cleft Lip

Gambar 1. Anatomi bibir

II. EMBRIOLOGI

Secara embriologik rangka dan jaringan ikat pada wajah (kecuali kulit dan

otot), termasuk palatum, berasal dari sel-sel neural crest di cranial, sel-sel inilah

yang memberikan pola pada pertumbuhan dan perkembangan wajah.

Pertumbuhan fasial sendiri dimulai sejak penutupan neuropore (neural tube) pada

minggu ke-4 masa kehamilan; yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian

proses kompleks berupa migrasi, kematian sel terprogram, adhesi dan proliferasi

sel-sel neural crest.(4,7)

Ada 3 pusat pertumbuhan fasial, yaitu :

1. Sentra prosensefalik

Bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan lobus frontal otak,

tulang frontal. Dorsum nasal dan bagian tengah bibir atas, premaksila dan

septum nasal (regio fronto-nasal).

2. Rombensefalik

Membentuk bagian posterior kepala, lateral muka dan sepertiga muka bagian

Page 5: Cleft Lip

bawah (regio latero posterior). Ada bagian-bagian yang mengalami tumpang

tindih akibat impuls-impuls pertumbuhan yang terjadi, disebut diacephalic

borders.

3. Diasefalik

Diacephalik borders pertama yaitu sela tursika, orbita dan ala nasi,

selanjutnya ke arah filtrum; dan filtrum merupakan penanda (landmark) satu-

satunya dari diacephalic borders yang bertahan seumur hidup. Diacephalic

borders kedua adalah regio spino-kaudal dan leher.(4)

Gangguan pada pusat-pusat pertumbuhan maupun rangkaian proses

kompleks sel-sel neural crest menyebabkan malformasi berupa aplasi, hipoplasi

dengan atau tanpa displasi, normoplasi dan hiperplasi dengan atau tanpa displasi.

Pembentukan bibir atas melalui rangkaian proses sebagaimana berikut. Sisi lateral

bibir atas, dibentuk oleh prominensi maksila kiri dan kanan; sisi medial (filtrum)

dibentuk oleh fusi premaksila dengan prominensi nasal. Ketiga prominensi ini

kemudian mengalami kontak membentuk seluruh bibir atas yang utuh. Gangguan

yang terjadi pada rangkaian proses sebagaimana diuraikan diatas akan

menyebabkan adanya celah baik pada bibir (jaringan lunak) maupun gnatum,

palatum, nasal, frontal bahkan maksila dan orbita (rangka tulang). Berdasarkan

teori ini, dikatakan bahwa bibir sumbing dan langit-langit, merupakan suatu

bentuk malformasi (aplasi-hipoplasi) yang paling ringan facial cleft, yang

mencerminkan gangguan pertumbuhan pada sentra prosensefaIik, rombensefalik

dan diasefalik.(4,7)

III. EPIDEMIOLOGI

Insiden celah bibir dan palatum terbanyak dalam suatu populasi sekitar 1

diantara 700 kelahiran. Paling banyak ditemukan sekitar 86% untuk dua celah,

68% untuk satu celah. Seperti yang kita ketahui ada 14 jenis cacat bawaan pada

celah muka, namun celah bibir dan palatum yang paling sering dijumpai. Pada

tipe unilateral, lebih banyak terjadi pada kiri daripada kanan dan lebih sering

mengenai anak laki-laki dibandingkan pada anak perempuan. Pada populasi orang

kulit putih ditemukan 1 diantara 1000 kelahiran celah pada bibir dan palatum atau

Page 6: Cleft Lip

tanpa palatum. Pada orang Asia, dua kali lebih banyak dari orang kulit putih,

setengah dari orang Asia ditemukan pada orang Afrika dan Amerika.(5,8)

IV. ETIOLOGI

Penyebab terjadinya labioschisis belum diketahui dengan pasti.

Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa labioschisis muncul sebagai akibat dari

kombinasi faktor genetik dan faktor-faktor lingkungan. Di Amerika Serikat dan

bagian barat Eropa, para peneliti melaporkan bahwa 40% orang yang mempunyai

riwayat keluarga labioschisis akan mengalami labioschisis. Kemungkinan seorang

bayi dilahirkan dengan labioschisis meningkat bila keturunan garis pertama (ibu,

ayah, saudara kandung) mempunyai riwayat labioschisis. Ibu yang mengkonsumsi

alkohol dan narkotika, kekurangan vitamin (terutama asam folat) selama trimester

pertama kehamilan, atau menderita diabetes akan lebih cenderung melahirkan

bayi/ anak dengan labioschisis.(4)

Beberapa hipotesis yang dikemukakan dalam perkembangan kelainan ini

antara lain :

Insufisiensi zat untuk tumbuh kembang organ selama masa embrional dalam

hal kuantitas (pada gangguan sirkulasi feto-maternal) dan kualitas (defisiensi

asam folat, vitamin C, dan Zn).

Penggunaan obat teratologik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal.

Infeksi, terutama pada infeksi toxoplasma dan klamidia.

Faktor genetik (4)

V. PATOFISIOLOGI

Gejala patologis pada celah bibir mencakup kesulitan pemberian makanan

dan nutrisi, infeksi telinga yang rekuren, hilangnya pendengaran, perkembangan

pengucapan yang abnormal dan kelainan pada perkembangan wajah. Adanya

hubungan antara saluran mulut dan hidung menyebabkan berkurangnya

kemampuan untuk mengisap pada bayi.

Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tak

terbentuk mesoderm pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu

Page 7: Cleft Lip

(prosesus nasalis dan maksilaris) pecah kembali. Semua yang mengganggu

pembelahan sel dapat rnenyebabkan ini: defisiensi, bahan-bahan obat sitostatik,

radiasi.

Problem yang ditimbulkan akibat cacat ini adalah psikis, fungsi dan

estetik. Problem psikis yang mengenai orang tua dapat diatasi dengan penjelasan

dan edukasi yang baik. Bila cacat terbentuk lengkap sampai langit-langit, bayi tak

dapat mengisap. Karena sfingter muara tuba Eustachii kurang normal lebih

mudah terjadi infeksi ruang telinga tengah. Sering ditemukan hipoplasia

pertumbuhan maksilla sehingga gigi geligi depan atas atau rahang atas kurang

maju pertumbuhannya. Insersi yang abnormal dari tensor veli palatini

menyebabkan tidak sempurnanya pengosongan pada telinga tengah. Infeksi

telinga rekuren menyebabkan hilangnya pendengaran yang dapat rnernperburuk

pengucapan yang abnormal. Mekanisme veloparingeal yang utuh penting dalam

menghasilkan suara non nasal dan sebagai modulator aliran udara dalarn produksi

fonem lainnya yang membutuhkan nasal coupling. Maniputasi anatomi yang

kompleks dan sulit dari mekanisme veloparingeal, jika tidak sukses dilakukan

pada awal perkernbangan pengucapan dapat menyebabkan berkurangnya

pengucapan normal yang dapat dicapai.(9)

VI. KLASIFIKASI

Berdasarkan lengkap atau tidaknya celah yang terbentuk, cleft lip dibagi

menjadi inkomplit dan komplit. Sedangkan berdasarkan lokasi atau jumlah

kelainannya, dibagi menjadi unilateral dan bilateral.

Pembagian berdasarkan International Classification of the Diseases (ICD),

mencakup celah anatomis organ terlibat, lengkap atau tidaknya celah, unilateral

atau bilateral; digunakan untuk sistem pencatatan dan pelaporan yang dilakukan

oleh World Health Organization (WHO).

Celah pada bibir dapat ditemukan tipe unilateral (satu sisi) atau bilateral

(dua sisi), tipe komplit atau inkomplit. Kerusakan terjadi hingga pada daerah

alveolar sehingga menjadi sebuah perencanaan dalam pembedahan sebagai

Page 8: Cleft Lip

perbaikan. Umumnya kelainan celah pada kelahiran terbagi dalam 2 kategori

yakni:

1. Unilateral Komplit. Jika celah sumbing yang terjadi hanya di salah satu sisi

bibir dan memanjang hingga ke hidung atau dengan kata lain unilateral

komplit memberikan gambaran keadaan dimana te1ah terjadi pemisahan pada

salah satu sisi bibir, cuping hidung dan gusi. Unilateral komplit memiliki

dasar dari palatum durum yang merupakan daerah bawah daripada kartilago

hidung.

2. Unilateral Inkomplit. Jika celah sumbing terjadi hanya di salah satu sisi bibir

dan tidak memanjang hingga ke hidung atau dengan kata lain bahwa

unilateral inkomplit memberikan gambaran keadaan dimana terjadi

pemisahan pada salah satu sisi bibir, namun pada hidung tidak rnengalami

kelainan.

3. Bilateral Komplit. Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan

memanjang hingga ke hidung. Dapat terlihat adanya penonjolan pada daerah

premaxilla. Oleh karena terjadi ketiadaan hubungan dengan daerah lateral

dari palatum durum.

4. Bilateral Inkomplit. Jika celah ini terjadi secara inkomplit dimana kedua

hidung dan daerah kedua premaxilla tidak mengalarni pemisahan dan hanya

menyertakan dua sisi bibir.(10)

Gambar 2. Kiri: Cleft Lip tipe unilateral komplit. Kanan: Cleft Lip tipe bilateral

komplit

Page 9: Cleft Lip

Gambar 3. Cleft Lip tipe unilateral inkomplit

VII. DIAGNOSIS

Pada saat dalam kehamilan, pemeriksaan celah dini pada janin dapat kita

lihat dengan menggunakan transvagina ultrasonografi pada minggu ke-l1 masa

kehamilan dan bisa juga dideteksi dengan menggunakan transabdominal

ultrsonografi pada usia kehamilan minggu ke-16. Jika celah pada bibir dapat

dideteksi, maka janin kemungkinan mengalami malformasi, gangguan kromosom

atau kedua-duanya. Kurang dari 25% celah pada bibir dapat teridentifikasi melalui

ultrasonografi. Bagaimanapun seorang dokter ahli dapat mendiagnosis sekitar

80% dari pemeriksaan prenatal jika mereka menggunakan 3-dimensi

ultrasonografi. Untuk mendeteksi celah pada langit-langit sepertinya agak sulit

jika menggunakan ultrasonografi. MRI lebih memiliki ketelitian lebih baik

dibandingkan ultrasonografi.(11)

VIII. SISTEM KODE LOKASI CELAH BIBIR

Ada cara penulisan lokasi celah bibir dan langit-langit yang diperkenalkan

oleh Otto Kriens, yaitu sistem LAHSHAL yang sangat sederhana dan dapat

menjelaskan setiap lokasi celah pada bibir, alveolar, hard palate dan soft palate.

Kelainan komplit, inkomplit, microform, unilateral atau bilateral.

Bibir disingkat sebagai L (lips), gusi disingkat sebagai A (alveolar), langit-

Iangit dibagi menjadi dua bagian yaitu H (hard palate) dan S (soft palate). Bila

norrnal (tidak ada celah) maka urutannya dicoret, celah komplit (lengkap) dengan

Page 10: Cleft Lip

huruf besar, celah inkomplit (tidak lengkap) dengan huruf kecil dan huruf kecil

dalam kurung untuk kelainan microform. Pemakaian sistem LAHSHAL ini juga

sesuai dengan ICD (International Code Of Diagnosis).(2)

LAHSAL SYSTEM

L=Lip; A=Alveolus; H=Hard Palate; S=Soft Palate

S selalu di tengah

Yang mendahului S adalah bagian kanan dan sesudah S adalah bagian kiri

Huruf besar menunjukkan bentuk ce1ah total

Huruf kecil menunjukkan bentuk partial

Di dalam kurung adalah bentuk microform

Strip berarti normal atau intak.

Contoh :

1. CLP/L-----L

Cleft Lip dan Palate lokasi celah berada di bibir kanan dan kiri, celah komplit

2. CLP/-----SHAL

CLP dengan lokasi celah komplit pada soft palate, alveolus dan bibir bagian kiri.

3. CLP/ I-----

CLP celah bibir sebelah kanan inkomplit (2)

IX. MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis dari kelainan labioschisis antara lain :

a. Masalah Asupan Makanan

Merupakan masalah pertama yang terjadi pada bayi penderita

labioschisis. Adanya labioschisis memberikan kesulitan pada bayi untuk

melakukan hisapan pada payudara ibu atau dot. Tekanan lembut pada pipi

bayi dengan labioschisis mungkin dapat meningkatkan kemampuan hisapan

oral. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah reflek hisap dan reflek

menelan pada bayi dengan labioschisis tidak sebaik bayi normal, dan bayi

dapat menghisap lebih banyak udara pada saat menyusu. Memegang bayi

Page 11: Cleft Lip

dengan posisi tegak lurus mungkin dapat membantu proses menyusu bayi.

Menepuk-nepuk punggung bayi secara berkala juga dapat membantu.

Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan celah kecil

pada palatum biasanya dapat menyusui, namun pada bayi dengan

labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Dot khusus

(cairan dalam dot ini dapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat

untuk bayi dengan labio- palatoschisis dan bayi dengan masalah pemberian

makan atau asupan makanan tertentu.

b. Masalah Dental

Anak yang lahir dengan labioschisis mungkin mempunyai masalah

tertentu yang berhubungan dengan kehilangan, malformasi, dan malposisi

dari gigi geligi pada arean dari celah bibir yang terbentuk. Infeksi telinga

anak dengan labiopalatoschisis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga

karena terdapatnya abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang

mengontrol pembukaan dan penutupan tuba Eustachii.

c. Gangguan Berbicara

Pada bayi dengan labiopalatoschisis biasanya juga memiliki

abnormalitas pada perkembangan otot-otot yang mengurus palatum mole.

Saat palatum mole tidak dapat menutup ruang atau rongga nasal pada saat

bicara, maka didapatkan suara dengan kualitas nada yang lebih tinggi

(hypernasal quality of speech). Meskipun telah dilakukan reparasi palatum,

kemampuan otot-otot tersebut diatas untuk menutup ruang atau rongga nasal

pada saat bicara mungkin tidak dapat kembali sepenuhnya normal. Anak

mungkin mempunyai kesulitan untuk menproduksi suara atau kata p, b, d, t,

h, k, g, s, sh, and ch, dan terapi bicara (speech therapy) biasanya sangat

membantu.(12)

X. PENATALAKSANAAN

Penderita cleft lip mengalami berbagai permasalahan yang ditimbulkan

akibat cacat ini adalah psikis, fungsi dan estetik dimana ketiganya saling

berhubungan. Untuk fungsi dan nilai estetik baik untuk bibir, hidung dan

Page 12: Cleft Lip

rahangnya diperlukan pembedahan. Disamping jasa seorang spesialis Bedah

Plastik juga dibutuhkan sebuah tim dokter lain yang terdiri dari dokter THT,

dokter gigi spesialis ortodentis, dokter anak, tim terapi bicara dan pekerja sosial.

Penderita cleft lip paling utama terjadi gangguan dalam berbicara, penyakit pada

telinga dan mungkin saja jalan nafas menjadi ikut terganggu. Oleh karena itu

dibutuhkan seorang ahli THT untuk melihat gangguan yang terjadi ini.(13)

Bayi yang baru lahir dengan cleft lip segera dipertemukan dengan pekerja

sosial untuk diberi penerangan agar keluarga penderita tidak mengalami stress dan

menerangkan harapan yang bisa didapatkan dengan perawatan yang menyeluruh

bagi anaknya. Selain itu dijelaskan juga masalah yang akan dihadapi kelak pada

anak. Menerangkan bagaimana memberi minum bayi agar tidak banyak yang

tumpah. Pekerja sosial membuatkan suatu record psicososial pasien dari sini

diambil sebagai bagian record cleft lip pada umumnya. Pekerja sosial akan

mengikuti perkembangan psikososial anak serta keadaan keluarga dan

lingkungannya. Berikut adalah beberapa tahapan terapi pada penderita cleft lip :

1. Operasi perbaikan terhadap bibir disebut Cheiloraphy atau Labioplasty.

Dilakukan pada usia 3 bulan. Sebe1um dilakukan observasi pada penderita

melihat kondisi bayi harus sehat, tindakan pembedahan mengikuti tata cara

rule of ten, yakni : bayi berumur lebih 10 minggu, berat 10 pon atau 5 kg, dan

memiliki hemoglobin lebih dari 10 gr% dan tak ada infeksi lekosit di bawah

10.000.

2. Perbaikan langit-langit disebut Palatorahy dilakukan pada usia 10 - 12 bulan,

usia tersebut akan memberikan hasil fungsi bicara yang optimal karena

memberikan kesempatan jaringan pasca operasi sampai matang pada proses

penyembuhan luka sehingga sebelum penderita mulai bicara dengan demikian

soft palate dapat berfungsi dengan baik. Jika operasi dilakukan terlambat

sering hasil operasi dalam hal kemampuan mengeluarkan suara normal, tak

sengau, sulit dicapai.

3. Speech therapy. Setelah operasi, pada usia anak dapat belajar dari orang lain,

speech therapy dapat diperlukan setelah operasi palatoraphy yang akan

meminimalkan suara sengau. Namun apabila masih saja didapatkan suara

Page 13: Cleft Lip

sengau, maka dapat dilakukan phayngoplasty. Operasi ini akan membuat 3

bendungan pada faring untuk memperbaiki fonasi, biasanya dilakukan pada

usia 5-6 tahun ke atas.

4. Alveolar Bone Graft. Pada usia 8-9 tahun dilakukan operasi penambalan

tulang pada celah alveolar atau maxilla untuk tindakan bone graft dimana ahli

orthodonti yang akan mengatur pertumbuhan gigi caninus kanan-kiri celah

agar normal. Bone graft ini diambil dari bagian spongius crista iliaca.

5. Advancement Osteotomy Le Ford I. Evaluasi pada perkembangan selanjutnya

pada penderita cleft lip sering didapatkan hipoplasia pertumbuhan maxilla

sehingga terjadi dish face atau muka cekung. Keadaan ini dapat dikoreksi

dengan cara operasi advancement ostetomi Le Fort I pada usia 17 tahun

dimana tulang-tulang muka telah berhenti pertumbuhannya. Hal ini dilakukan

oleh bedah ortognatik, memotong bagian tulang yang tertinggal

pertumbuhannya dan merubah posisinya maju ke depan.

6. Ahli THT untuk mencegah dan menangani timbulnya otitis media dan kontrol

pendengaran. Penderita cleft lip mengalami gangguan pada tuba Eustachii

dimana akan terjadi kelumpuhan otot levator palatine dan tensor vili palatine

yang terinsersi dengan daerah tepi pada langit-langit keras. Dengan

bertambahnya usia maka insiden terjadi kegagalan fungsi tuba Eustachii

semakin tinggi pula. Evaluasi dilakukan setiap 3-4 bulan hingga ada

perbaikan. Indikasi untuk dilakukan miringotomi dan insersi pada tuba sangat

konduktif untuk mengatasi kehilangan pendengaran dan otitis media yang

tidak kunjung sembuh.(2,13)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam penanganan penderita

cleft lip diperlukan kerjasama para spesialis dalam suatu tim yang akan diatur

dalam sebuah protokol, yakni : (2)

a. Pasien umur 3 bulan (the over tens)

Operasi bibir dan hidung

Pencetakan model gigi

Evaluasi telinga

Pemasangan grommets bila perlu

Page 14: Cleft Lip

b. Pasien umur 10 - 12 bulan

Operasi palatum

Evaluasi pendengaran dan telinga

c. Pasien umur 1 - 4 tahun

Evaluasi bicara, dimulai 3 bulan pasca operasi, follow up dilakukan oleh

speech pathologist.

Evaluasi pendengaran dan telinga

d. Pasien umur 4 tahun

Kalau bicara tetap jelek dipertimbangkan repalatografy atau

pharyngoplasty.

e. Pasien umur 6 tahun

Evaluasi gigi dan rahang, pembuatan model

Melakukan nasoendoskopi bagiyangmemerlukan

Evaluasi pendengaran

f. Pasien umur 9-10 tahun

Alveolar bone graft

g. Pasien umur 12 -13 tahun

Final touch untuk operasi-operasi yang dulu pernah dilakukan, bila masih

ada kekurangannya.

h. Pasien umur 17 tahun

Evaluasi tulang-tulang muka

Operasi advancement osteotomy Le Fort I

Teknik Pembedahan Celah Bibir

1. Teknik untuk unilateral cleft lip

Beberapa prosedur bedah untuk memperbaiki unilateral cleft lip telah

dikemukakan dengan variasi yang beragam antara lain Rose-Thompson

Straight Line Closure, Randall-Tennison triangular flap repair, Mulard

rotation-advancement repair, LeMesurier quadrilateral flap repair, Lip

adhesion, and Skoog dan Kernahan-Bauer upper dan lower lip Z-plasty

repair. Dan masih banyak lagi teknik- teknik yang lain seperti teknik Delaire

Page 15: Cleft Lip

dan teknik Poole. Setiap teknik tersebut bertujuan untuk mengembalikan

kontuinitas dan fungsi dari musculus orbicularis dan menghasilkan anatomis

yang simetris. Kesemuanya mencoba untuk memperpanjang pemendekan

philtrum pada bagian bercelah dengan melekatkan jaringan dari elemen bibir

lateral ke elemen bibir medial, dengan menggunakan berbagai kombinasi

antara lain merotasi, memajukan. dan mentransposisikan penutup.(10)

Teknik Rose-Thompson straight line closure merupakan teknik untuk

penyambungan linear defek minimal tanpa distorsi lantai nostril diawali

dengan pertimbangan mengenai titik anatomis yang ada.

Dua teknik yang sering digunakan yaitu teknik rotasi Millard dan

teknik triangular. Teknik Millard membuat dua flap yang berlawanan di

mana pada sisi medial dirotasi ke bawah dari kolumella untuk menurunkan

titik puncak ke posisi normal dan sisi lateral dimasukkan ke arah garis tengah

untuk menutupi defek pada dasar kolumella.(10)

Keuntungan dari teknik rotasi Millard adalah jaringan parut yang

terbentuk berada pada jalur anatomi normal dari collum philtral dan batas

hidung. Teknik triangular dikembangkan oleh Tennison dan kawan-kawan

dengan menggunakan flap triangular dari sisi lateral, dimasukkan ke sudut di

sisi medial dari celah tepat di atas batas vermillion, melintasi collum philtral

sampai ke puncak cupid. Triangle ini menambah panjang di sisi terpendek

dari bibir. Teknik ini menghasilkan panjang bibir yang baik tetapi jaringan

parut yang terbentuk tidak terlihat alami.(10)

Teknik Milliard Rotation Advancement adalah teknik yang

dikembangkan oleh Milliard dengan perbaikan bertahap cocok untuk

memperbaiki baik cleft lip komplit maupun inkomplit. Teknik ini sederhana,

tapi diperlukan mata yang baik dan tangan yang bebas karena merupakan

teknik-teknik cut as you go bagian nasal rekonstruksi harus didudukkan pada

posisi anatomi sphincter oral, rotasi seluruh crus lateral dan medial dari

kartilago lateral, rekonstruksi dasar hidung (baik lebar dan tingginya) dengan

koreksi asimetris maksila yang hipoplastik untuk meninggikan ala bawah

Page 16: Cleft Lip

yang mengalami deformitas dan penempatan kolumella dan septum nasi ke

midline untuk memperoleh nostril yang simetris.

Bagian bibir yang normal disiapkan untuk menerima bagian sisi yang

sumbing pada teknik Miliard, untuk itu maka sisi yang sehat dengan cupid’s

bow harus diiris sepanjang bawah kolumella dan dibebaskan ke bawah, ke

arah estetika normal. Bagian bibir yang sumbing harus diiris sedemikian rupa

untuk mengisi gap celah yang telah disiapkan pada bibir yang sehat.(1,10)

2. Teknik untuk complit dan incomplit bilateral cleft lip

Apabila celah bilateral komplit pada satu sisi dan inkomplit pada sisi

yang lain tidak hanya terjadi defisiensi bilateral tapi juga asimetris dari

distorsi. Adaptasi prinsip rotation advancement terbagi kepada dua tahap,

cleft komplit dirotasi dan diangkat untuk menutupi supaya suplai darah ke

prolabium dialirkan ke incomplete. Jika kolurnella terdapat pemendekan,

unilateral flap digunakan untuk pemanjangan. Satu bulan lebih kemudian,

sisi yang kedua dirotasi dan ditarik supaya simetris.(12)

3. Teknik untuk complete bilateral cleft lip

Complete bilateral cleft terdapat tiga masalah tambahan yang biasanya

tidak terdapat di incomplete cleft (1) premaksilla yang menonjol; (2)

kolumella yang inadekuat atau tidak ada; (3) satu-satunya suplai darah ke

prolabium adalah melalui kolumella dan premaksilla.(10)