Case Tumor Kolon

  • View
    26

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bedah

Text of Case Tumor Kolon

Tumor Kolon

TUMOR KOLON DAN REKTUMPembimbing : Dr. Bilven Nadeak, Sp.BOleh :Lydiawati.S (2004.61.015)

Yudy ( 2004.61.043 )

Tumor KolonANATOMI DAN EMBRIOLOGI

www.colonrectal.org/anatomy_colon.htmColon (dari caecum sampai dengan anus) memiliki panjang 1,5 m (1/5 panjang seluruh GIT) dan bagian terlebar dari colon ada di daerah caecum dan daerah tersempit ada di daerah sigmoid.Secara embriologik kolon kanan berasal dari usus tengah dan kolon kiri sampai dengan rektum berasal dari usus belakang. Taenia colon berasal dari lapisan otot longitudinal yang membentuk 3 buah pita. Taenia tersebut menyebabkan colon menjadi lebih pendek dan berlipat-lipat dan berbentuk seperti saculus yang disebut dengan haustrae. Menurut letaknya, colon dibagi menjadi 2 :1. ekstra peritoneal (colon ascenden dan colon descenden)

2. intra peritoneal (caecum, sigmoid, colon transversum). VASKULARISASIPendarahan dari colon diatur oleh :1. Arteri Mesenterika Superior( yang mempendarahi colon ascenden, sebagian colon transversum, dan caecum. 2. Arteri Mesenterika Inferior( yang mempendarahi colon descenden, sigmoid, dan proksimal rectum. Antara ke-2 sistem pendarahan colon tersebut dihubungkan dengan Arteri Marginalis. Aliran vena dan limfe colon mengikuti aliran darah arteri yang disalurkan ke dalam V.Mesenterika Superior dan V. Mesenterika Inferior FUNGSI KOLON

Fungsi dari kolon adalah sebagai berikut :

1. menyerap air, vitamin, dan elektrolit

2. ekskresi mukus

3. menyimpan feces kemudian mendorongnya keluar.Dari 700-1000 ml cairan usus halus yang diterima oleh colon, hanya 150-200 ml yang dikeluarkan sebagai feces tiap harinya.

Udara ditelan sewaktu makan, minum, atau menelan ludah. O2 dan CO2 di dalamnya diserap di usus, sedangkan Nitrogen bersama gas hasil pencernaan dan peragian dikeluarkan sebagai flatus. Jumlah gas dalam usus mencapai 500 ml/hari. Pada infeksi usus, produksi gas meningkat dan bila mendapat obstruksi usus, gas tertimbun di saluran cerna yang menimbulkan flatus.EPIDEMIOLOGI KARSINOMA KOLON

Insidens karsinoma kolon di Indonesia cukup tinggi. Insidens pada pria sebanding dengan wanita, dan lebih banyak pada orag muda. Sekitar 70 75 % karsinoma kolon dan rektum terletak pada rektum dan sigmoid.ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI

Beberapa etiologi dan faktor predisposisi yang dapat meningkatkan insiden karsinoma kolon adalah :1. pola makan yang kurang serat2. polip kolon3. radang kronik kolon ( kolitis ulserosa atau kolitis amuba kronik )

4. faktor genetik

Lemak hewani juga berpengaruh pada kejadian penyakit tumor colon baik yang tipe adenoma maupun yang carcinoma. Seseorang mengkonsumsi banyak lemak hewani akan dapat meningkatkan jumlah bakteri anaerob di dalam usus yang akan meningkatkan konversi asam empedu yang normal menjadi suatu senyawa yang bersifat karsinogenik.

KLASIFIKASISecara maksroskopik terdapat 3 tipe tumor kolon dan rektum, yaitu :1. Tipe Polipoid atau vegetatif( tumbuh menonjol ke dalam lumen usus, berbentuk bunga kol dan ditemukan terutama di caecum dan kolon ascendens. 2. Tipe skirus

( biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis dan gejala obstruksi, terutama ditemukan di kolon descendens, sigmoid, dan rektum.

3. Tipe ulceratif

( terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah rektum. Pada tahap lanjut, sebagian besar tumor kolon akan mengalami ulcerasi menjadi tukak yang maligna.

GAMBARAN KLINIK

Faktor yang menentukan gejala dan tanda :

Kolon kananKolon kiriRektum

Tipe tumor

Diameter

Isi viskus

Fungsi utamaPolipoid

Lebar

Setengah cairAbsorpsi Skirus, ulceratif

Sempit

Setengah padat

Penyimpanan Ulseratif

Lebar

Padat

Defekasi

Gambaran klinik karsinoma kolon akan ditampilkan pada tabel berikut :

Kolon kananKolon kiriRektum

Obstruksi

Feses Defekasi

Darah pada fesesNyeri

Anemia

Jarang

Normal atau diare

Diare atau diare berkala

Occult blood

Ulu hati dan di atas umbilikus

Hampir selalu

Hampir selaluNormal

Konstipasi progresif

Occult atau makroskopik

Perut bawah

Lambat Tidak jarangPerubahan bentukTenesmus

MakroskopikPerut bawah, Panggul dalam, dasar panggul, daerah anusLambat

Obstruksi

Tumor kolon yang terletak pada daerah caecum dan colon ascendens akan jarang memberikan gejala, karena feces yang melewati daerah tersebut masih berada dalam bentuk cair. Selain itu, luas daerah caecum adalah yang terluas dibandingkan dengan daerah pada colon kiri (sigmoid), hal ini menyebabkan tumor dapat tumbuh terus sampai besar dan tidak memberikan tanda dan gejala apapun, juga tidak ada perubahan pada pola buang air besar serta pada penampilan fisik dari feces. Tumor colon yang berada di sebelah kiri biasanya akan cepat menimbulkan keluhan karena desakan tumor dan juga daerah colon kiri yang relatif sempit dibandingkan dengan colon kanan, gejala yang muncul adalah adanya kram abdomen, sumbatan, dan bahkan perforasiAnemia

Pada tumor colon yang terletak pada daerah kanan (caecum) ini akan disertai kehilangan darah secara kronik dan sedikit-sedikit, darah tidak akan terlihat dengan mata biasa tetapi dapat dapat dilihat dengan percobaan tertentu seperti Benzidin test, hal demikian dinamakan occult blood loss. Gejala yang mungkin dapat dilihat pada pasien ini adalah kelelahan, palpitasi dan bahkan dapat terdapat angina pectoris. Pada pemeriksaan darah tepi didapatkan eritrosit yang hipokrom mikrositik karena kekurangan zat besi (Fe).

Nyeri

Tempat yang dirasakan sakit berbeda karena asal embriogenik yang berlainan, yaitu dari usus tengah dan belakang. Kolon yang berasal dari usus tengah akan menimbulkan nyeri di daerah ulu hati dan daerah kranial umbilikus. Kolon yang bersal dari usus belakang akan menimbulkan keluhan bermula di bawah umbilikus.

STAGINGStadium

Keterangan

Prognosis 5-years Dukes TNMNumerical

survival rate (%)

AT1N0M0I

Masih terbatas pada mukosa

>90

dan sub-mukosa.

BT2N0M0I

Meluas ke tunika muskularis

85

CT3N0M0II

Sampai ke serosa atau menem-70-80

busnya

D TxN1M0III

Sampai ke KGB regional

35-65

ETxNxM1IV

Metastasis jauh (paru, hepar,

5

dsb).

Tumor :

T

Tumor Primer

Tx

Tumor Primer tidak dapat ditaksir

T0

Tidak terdapat bukti adanya tumor primer

Tis

Karsinoma in situ

T1,2,3Dari T1-T3 tumor primer makin besar dan makin jauh infiltrasi di jaringan dan alat yang berdampingan Nodus:N

Kelenjar Limfe Regional

Nx

Kelenjar limfe tidak dapat ditaksir atau diperiksa

N0

Tidak ada bukti penyebaran ke kelenjar limfe regional

N1,2,3,4Menunjukan banyaknya kelenjar regional yang dihinggapi, dan ada/

tidaknya infiltrasi di alat dan struktur yang berdampinganMetastase:M

Anak Sebar Jauh (Distant Metastasis)Mx

Tidak dapat diperkirakan adanya anak sebar

M0

Tidak ada bukti metastasis jauh

M1

Ada metastasis jauh

Berdasarkan klasifikasi UICC, P : Union Internationale Contre le Cancer = Perserikatan International melawan kanker

DIAGNOSIS Diagnosa dari tumor kolon dapat ditegakkan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang baik.

1. Anamnesa

dapat ditanyakan tentang perubahan pola defekasi, frekuensi dari defekasi, dan konsistensi dari tinja. Nyeri perut yang hilang timbul (kolik) atau menetap juga perlu ditanyakan. Hal-hal tentang tinja juga perlu ditanyakan seperti warna tinja, ada tidaknya lendir, ada darah atau tidak, bagaimana darah yang ada apakah hitam atau merah segar. Nafsu makan pasien, apakah menurun atau tidak, dan apakah berat badan menurun serta rasa lelah. Gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada tumor kolon adalah adanya hematoskezia, anemia, benjolan, obstruksi, feces yang kecil-kecil seperti feces kambing, mual, muntah, penurunan berat badan, rasa sakit pada daerah tumor di colon yang terus menerus.2. Pemeriksaan Fisik

Ditemukan massa di daerah abdomen, gejala gejala anemia

3. Pemeriksaan colok dubur. Pada pemeriksaan ini akan teraba massa tumor.4. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium : Hb, Ht, feses ( benzidine test ), LFT Pemeriksaan radiologik

Ba enema

protoskopi (melihat kelainan pada anus, kanalis analis, dan bagian distal rektum)

rektosigmoidoskopi (untuk melihat rektum dan sigmoid)

colonoskopi (untuk melihat anus sampai dengan ileum terminalis dan dapat juga untuk membiopsi jaringan, evaluasi, dan tindakan terapi).

5. Biopsi

Ca Rektum

metastase ke paruwww.med.uni-jena.de/kim1/Karzinom_Kolon.html

DIAGNOSIS BANDINGGejala dari tumor kolon dapat menyerupai beberapa penyakit seperti :1. Divertikulitis

Terutama divertikulitis yang terjadi di daerah sigmoid / colon descendens, dimana pada colon dan divertikulitis sama-sama ditemukan feces yang bercampur dengan darah dan lendir.2. Colitis UlcerativaPada colitis ulcerativa juga ditemukan feces yang berdarah dan berlendir, tenesmus, mules dan nyeri perut. Tetapi pada C.U terdapat diare sedangkan pada tumor kolon biasanya feces berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing.3. Appendicitis InfiltratPada appendicitis infiltrat terasa nyeri dan panas yang mirip dengan tumor caecum stadium lanjut (tumor caecum pada stadium awal bersifat mobile).4. HaemoroidPada haemoroid, feces juga bercampur darah namun pada haemoroid darah keluar sesudah feces keluar baru ke