Case SubArachnoid Hemorrhage

  • View
    83

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sub arachnoid hemorrhage

Text of Case SubArachnoid Hemorrhage

ILUSTRASI KASUSIdentitas PasienNama: Ny.TTanggal Lahir: 14 januari 1959Jenis Kelamin: perempuanPekerjaan: ibu rumah tangga Agama: IslamStatus Pernikahan: MenikahSuku Bangsa: JawaTanggal Masuk: 14 januari 2014 Dirawat ke: PertamaTanggal Pemeriksaan: 21 januari 2014 Anamnesa: Dilakukan alloanamnesa dengan anak pasien pada tanggal 21 Januari 2014 pk. 08.30 WIBKeluhan UtamaPenurunan kesadaran secara tiba-tiba sejak 4 jam SMRS Keluhan TambahanNyeri kepala sejak 4 jam SMRS

Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke RSPAD Gatot Subroto dengan keluhan penurunan kesadaran secara tiba-tiba yang dialami sejak 4 jam SMRS. Pasien terlihat mengantuk dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Bila dibangunkan dengan cara diguncangkan tubuhnya pasien dapat membuka mata sejenak kemudian tertidur lagi tidak lama setelahnya. Sebelum keluhan dirasakan pasien sedang tertidur, kemudian pasien terbangun dan mengeluhkan adanya nyeri kepala. Nyeri kepala dirasakan pada kedua sisi kepala, terasa nyut-nyutan kemudian 15 menit setelahnya kesadaran pasien mulai menurun. Tidak terdapat muntah, demam, maupun kejang. Tidak terdapat adanya riwayat trauma pada kepala sebelumnya.Ini merupakan kali pertama pasien mengalaim kejadian seperti ini.

2 hari setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto pasien masih terlihat mengantuk, namun pasien dapat menjawab pertanyaan dengan menjawab ya dan tidak, kemudian pasien tertidur lagi. Tidak terdapat kejang, muntah, maupun demam selama pasien dirawat. Riwayat Penyakit DahuluTerdapat riwayat Hipertensi selama 5 tahun, pasien meminum obat secara teratur ( amlodipin 5 mg)Riwayat Penyakit KeluargaTerdapat riwayat hipertensi , dialami oleh ibu pasien. Riwayat Sosial dan EkonomiBaik.Pemeriksaan Fisikpada tanggal 14 januari 2014 (data IGD)GCS: E2 M1 V5Tekanan darah: 220/110Frekuensi Nadi: 102x/menitFrekuensi pernapasan: 28x/menitSuhu : 320CPada tanggal 21 januari 2014Status InternusKeadaan Umum: Tampak Sakit SedangKesadaran: somnolenTekanan Darah: 150/100 mmHgFrekuensi Nadi: 66 kali/menitFrekuensi Pernafasan: 24 kali/menitSuhu Tubuh: 36.9oCGizi: BaikMata: Conjuctiva Anemis (-/-); Sklera Ikterik (-/-); Refleks Cahaya (+/+)Leher: Kelenjar getah bening tidak terabaToraks: Simetris saat statis dan dinamis, sonor pada kedua lapang paru. Cor: Bunyi jantung I - II reguler, murmur (-); gallop (-)Pulmo: Suara nafas dasar vesikuler (+/+); rhonki (-/-); wheezing (-/-) Abdomen: Datar, lemas, nyeri tekan (-); bising usus (+) normalEkstremitas: Hangat, Edema (-)Status Neurologis Kesadaran: E3M5V3 GCS = 11 Sikap tubuh: berbaring terlentang Cara berjalan: sulit dinilai Gerakan abnormal: Tidak ada

Kepala Bentuk: terdapat benjolan pada regio frontalis sinistra dengan ukuran 3cmx4cmx3cm Simetris: asimetris Pulsasi: Teraba pulsasi A.Temporalis dextra dan sinistra Nyeri tekan: Tidak ada

Leher Sikap: Normal Gerakan: Bebas ke segala arah Vertebra: Dalam batas normal Nyeri tekan: Tidak ada

Tanda Rangsang MeningealKananKiri Kaku kuduk:(+) Laseque:(-)(-) Kerniq:(-)(-) Brudzinsky I:(-) Brudzinsky II:(-)(-)

Nervi CranialisN.I ( Olfaktorius) Daya penghidu:tidak dilakukan

N II (Opticus) Ketajaman penglihatan:tidak dilakukan Pengenalan warna:tidak dilakukan Lapang pandang :tidak dilakukan Funduscopy :Tidak dilakukan

N III, IV, VI (Occulomotorius,Trochlearis,Abducens) Ptosis:sulit dinilai Strabismus:sulit dinilai Nistagmus:sulit dinilai Exophtalmus:sulit dinilai Enophtalmus:sulit dinilai Gerakan bola mata:Lateral: tidak dilakukan Medial:tidak dilakukan Atas lateral:tidak dilakukan Atas medial: tidak dilakukanBawah lateral : tidak dilakukanBawah medial: tidak dilakukanAtas: tidak dilakukanBawah: tidak dilakukan PupilUkuran pupil:3 mm3mmBentuk pupil:BulatBulatIsokor/anisokor:IsokorPosisi:SentralSentral Rf cahaya langsung:(+) (+)Rf cahaya tdk langsung:(+) (+)Rf akomodasi/konvergensi: tidak dilakukan N V (Trigeminus) Menggigit: tidak dilakukan Membuka mulut: tidak dilakukan Sensibilitas Atas:sulit dinilai Tengah:sulit dinilai Bawah:sulit dinilai Rf masester: Tidak dilakukan Rf zigomatikus: Tidak dilakukan Rf cornea: Tidak dilakukan Rf bersin: Tidak dilakukan

N VII (Facialis)Pasif Kerutan kulit dahi : Simetris kanan dan kiri Kedipan mata: sulit dinilai Lipatan nasolabial: Simetris kanan dan kiri Sudut mulut: Simetris kanan dan kiri

Aktif Mengerutkan dahi: sulit dinilai Mengerutkan alis: sulit dinilai Menutup mata: sulit dinilai Meringis: sulit dinilai Menggembungkan pipi: sulit dinilai Gerakan bersiul: sulit dinilai Daya pengecapan lidah 2/3 depan : sulit dinilai Hiperlakrimasi: Tidak ada Lidah kering: Tidak ada

N. VIII ( Acusticus ) Mendengarkan gesekan jari tangan : sulit dinilai Mendengar detik arloji: sulit dinilai Tes Schawabach: Tidak dilakukan Tes Rinne: Tidak dilakukan Tes Weber: Tidak dilakukan

N. IX ( Glossopharyngeus ) Arcus pharyx: sulit dinilai Posisi uvula: sulit dinilai Daya pengecapan lidah 1/3 belakang : sulit dinilai Refleks muntah: Tidak dilakukan

N.X ( Vagus ) Denyut nadi: Teraba,reguler Arcus faring: sulit dinilai Bersuara: Normal Menelan: terpasang NGT

N. XI ( Accesorius ) Memalingkan kepala : sulit dinilai Sikap bahu: Simetris Mengangkat bahu: sulit dinilai

N.XII ( Hipoglossus ) Menjulurkan lidah: sulit dinilai Kekuatan lidah: sulit dinilai Atrofi lidah: Tidak ada Artikulasi: jelas Tremor lidah: Tidak ada

Motorik Gerakan: terkesan gerakan tangan kiri lebih aktif dari tangan kanan Tonus: Normotonus pada keempat ekstremitas Bentuk: Eutrofi pada keempat ekstremitas Kekuatan: terkesan sisi kiri lebih aktif dari sisi kanan saat diberikanrangsangan nyeri.

Reflek FisiologisRefleks Tendon :KananKiri Refleks Biseps: (+)(+) Refleks Triseps: (+)(+) Refleks Patella:(+)(+) Refleks Archilles:(+)(+)

Refleks Periosteum: (-)(-)Refleks Permukaan : Dinding perut: positif Cremaster: Tidak dilakukan Spinchter Anii: Tidak dilakukan

Refleks Patologis :kanankiri Hoffmann Tromner: (-)(-) Babinzki: (-)(-) Chaddock:(-)(-) Oppenheim:(-)(-) Gordon:(-)(-) Schaefer:(-)(-) Rosolimo:(-)(-) Mendel Bechterew:(-)(-) Klonus patella: (-)(-) Klonus achilles: (-)(-)

SensibilitasEksteroseptif : Nyeri: tidak dilakukan Suhu: tidak dilakukan Taktil: tidak dilakukan

Propioseptif : Vibrasi: tidak dilakukan Posisi: tidak dilakukan Tekan dalam: tidak dilakukan

Koordinasi dan Keseimbangan Tes romberg: sulit dinilai Tes Tandem: sulit dinilai Tes Fukuda: sulit dinilai Disdiadokenesis: (-) Rebound phenomen: (-) Dismetri: (-) Tes telunjuk hidung: tidak dilakukan Tes telunjuk telunjuk: tidak dilakukan Tes tumit lutut: tidak dilakukan

Fungsi OtonomMiksi Inkotinensia: Tidak ada Retensi: Tidak ada Anuria: Tidak ada

Defekasi Inkotinensia: Tidak ada Retensi: Tidak ada

Fungsi Luhur Fungsi bahasa: sulit dinilai Fungsi orientasi: sulit dinilai Fungsi memori: sulit dinilai Fungsi emosi: sulit dinilai Fungsi kognisi: sulit dinilai

Pemeriksaan Penunjang14 januari 2014Darah Lengkap HematologiHemoglobin: 12,6 g/dL (12-16)Hematokrit: 39 % (37-47)Eritrosit: 4,7 juta/L ( 4.3-6.0)Leukosit: 12700 /L ( 4.800-10.800) Trombosit: 252000 /L (150.000-400.000)MCV: 83 fL ( 80 96 )MCH: 27 pg ( 27 32)MCHC: 35 g/dL (32 36 )Kimia KlinikUreum: 45 mg/dL (20 50)Kreatinin: 1,5 mg/dL ( 0.5 1.5)GDS: 164 mg/dL ( 10mmHg) kompensasi dari tulang tenkorak ini tidak ada sehingga mengakibatkan adanya tekanan pada bagian dalam otak pada tahap yang gawat dapat terjadi herniasi. herniasi ditakutkan dapat mengakibatkan terjadinya penekanan pada batang otak. 1,2

gambar 1 tipe-tipe herniasi 3Tipe-tipe herniasi pada otak ada 5 3HerniasiSubfalcine(Cingulate) Definisi: gyrus cingulai mengalami herniasi ke bawah falx Etiologi: lesi supratentorial lateral Gambaran klinis: Biasanyaasymptomatic, lakukan observasi baik secara patologis atau radiologis Waspadai terjadinya herniasi transtentorial, yang akan beresiko menekan arteri serebri anterior- Herniasi Tentorial Central (Axial) Definisi: Berpindahnya diencephalon dan mesencephalon melalui foramen trans tentorial Etiologi: lesi supratentorialmidline, pembengkakan cerebral yang difus, herniasi uncal tahap lanjutGambaran klinis: deteriorasi mulai dari rostral ke caudal (kegagalan diencephalon sampai medulla oblongata secara berurutan) penurunan tingkat kesadaran (penekanan mesencephalon) gangguan pergerakan bola mata gangguan gerakan ke atas (sunset eyes) perdarahan batang otak (Durets terjadi akibat robekan vasa perforantes arteri basilaris) diabetes insipidus (akibat penarikan tangkai hipofisis dan hypothalamus) > tanda stadium akhir- Herniasi Tentorial Lateral (Uncal) Definisi: uncus lobus temporalis herniasi turun melalui foramen trans tentorial Etiologi: lasi supratentorial lateral (seringkali akibat hematoma post trauma yang meluas secara cepat) Gambaran klinis: Dilatasi pupil ipsilateral, refleks negatif (tanda paling awal, dan paling terpercaya), kelumpuhan gerak bola mata (penekanan pada N III) Penurunan tingkat kesadaran (penekanan mesencephalon) Hemiplegia kontralateral, respon telapak kaki kearah atas Kernohans notch: kompresi pedunculus serebri (mesencephali) karena pergeseran otak > hemiplegia ipsilateral (biasanya mengakibatkan salah dalam penentuan letak lesi)- Herniasi ke atas (Upward) Definisi: vermis cerebelli herniasi melalui incisura tentorii, dan menekan mesencephalon Etiologi: massa yang besar di fossa posterior basis cranii sehingga menyebabkan herniasi serebellum ke arah rostral, sering kali setelah VP (ventriculo-peritoneal) shunting Gambaran klinis: Kompresi arteri cerebelli superior > infark cerebelli Kompresi aqueductus cerebri (mesencephali) >hydrocephalus- Herniasi Tonsil (Coning) Definisi: tonsil cerebelli herniasi melalui foramen magnum (disebut juga herniasi foramen magnum) Etiology: lesi infra tentorial, atau terjadi setelah adanya herniasi tentorial centr