CASE Polineuropati DM

  • View
    55

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of CASE Polineuropati DM

BAB I

PENDAHULUAN

Neuropati diabetikum (ND) merupakan salah satu komplikasi kronis paling sering ditemukan pada Diabetes Melitus (DM). Risiko yang dihadapi pasien DM dengan ND antaralain adalah infeksi berulang, ulkus yang tidak sembuh sembuh dan akhirnya amputasi jariatau kaki. Kondisi inilah yang menyebabkan bertambahnya angka kesakitan dan kematian,yang berakibat meningkatnya biaya pengobatan pasien DM dengan ND. Hingga saat ini pathogenesis ND belum seluruhnya diketahui dengan jelas, namundemikian dianggap bahwa hiperglikemia persisten merupakan faktor primer. Faktormetabolik ini bukan satu-satunya yang bertanggung jawab atas terjadinya ND, tetapi terdapatbeberapa teori lain yang telah diterima yaitu teori vaskular, autoimun, dan nerve growthfactor. Studi prospektif oleh Solomon dkk, menyebutkan bahwa selain peran kendaliglikemik, kejadian neuropati juga berhubungan dengan risiko kardiovaskular yang potensialmasih dapat dimodifikasi. Manifestasi ND bisa sangat bervariasi, mulai dari tanpa keluhan dan hanya bisaterdeteksi dengan pemeriksaan elektrofisiologis, hingga keluhan nyeri yang hebat. Bisa jugakeluhannya dalam bentuk neuropati local atau sistemik, yang semua itu bergantung padalokasi dan jenis syaraf yang terkena lesi. Mengingat terjadinya ND merupakan rangkaian proses yang dinamis dan bergantung padabanyak faktor, maka pengelolaan dan pencegahan ND pada dasarnya merupakan bagian daripengelolaan diabetes secara keseluruhan. Untuk mencegah agar ND tidak berkembangmenjadi ulkus diabetic seperti ulkus atau gangrene pada kaki, diperlukan berbagai upayakhususnya pemahaman pentingnya perawatan kaki. Bila ND disertai nyeri dapat diberikanberbagai jenis obat-obatan sesuai tipe nyerinya, dengan harapan menghilangkan atau palingtidak mengurangi keluhan, sehingga kualitas hidup dapat diperbaiki. Dengan demikian, memahami mekanisme terjadinya ND dan faktor- faktor yang berperanmerupakan landasan penting dalam pengelolaan dan pencegahan ND yang lebih rasional.BAB IISTATUS PENDERITAI. Identifikasi

Nama

: Ny. NakiyatiUmur

: 58 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Kebangsaan

: Indonesia

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Alamat

: Jln. Kms. Rindo No.35, Kertapati,

Palembang Tanggal Pemeriksaan

: 20 November 2013

II. Anamnesis

a) Keluhan Utama

Nyeri telapak dan jari-jari kaki sejak 1 hari SMRSb) Riwayat Perjalanan Penyakit

5 hari SMRS Os mengeluh nyeri diujung jari dan telapak kaki yang hilang timbul selama 2 menit yang kemudian menghilang. Keluhan ini terutama sering dirasakan pasien saat beraktivitas.. Nyeri menjalar hingga ke tumit. Demam (-), krepitasi (-). Pasien mengaku tidak ada gangguan dalam membedakan suhu. Pasien mengaku 20 tahun yang lalu didiagnosa dokter menderita penyakit kencing manis dan tidak rutin mengkonsumsi obat-obatan kencing manis, gula darah pasien terakhir adalah 503 mg/dl. Pasien lalu berobat ke RSMH dan diraat inap di bagian penyakit dalam.c) Riwayat Penyakit Terdahulu

Riwayat Maag (+) sejak 5 tahun yang laluRiwayat DM (+) sejak tahun 20 tahun yng lalu, tidak rutin kontrol.d) Riwayat Pekerjaan

Penderita adalah seorang ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di rumah. Penderita tidak mempunyai pembantu, urusan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, menyapu dan membersihkan rumah kadang dia lakukan sendiri.e) Riwayat Sosial Ekonomi

Penderita sudah menikah dan memiliki 5 anak dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah ada 5 orang. Tempat tinggal penderita bertingkat 1, MCK dan sumber air bersih berada di dalam rumah menggunakan air ledeng dan jaraknya tidak terlalu jauh dari kamar penderita. Penerangan pada rumah dan kamar mandi cukup. Kamar mandi pasien tidak memiliki pegangan tangan dan kakus jenis jongkok. Saat ini penderita tidak bekerja. Penghasilan didapatkan dari suaminya.

III. Pemeriksaan Fisik

A. Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran

: GCS : 15

Tinggi Badan / Berat Badan : 162 cm/ 58 kg BMI : Cara berjalan / Gait

:

Antalgik gait : - Hemiparese gait: - Steppage gait

: - Parkinson gait

: - Tredelenberg gait: - Waddle gait

: - Lain - lain

: -

Bahasa / bicara

Komunikasi verbal : Disartria (-)

Komunikasi nonverbal: Baik

Tanda vital

Tekanan darah

: 130/70 mmHg

Nadi

: 92 x/menit

Pernafasan

: 22 x/menit

Suhu

: 36,7 0C Kulit: Anemis (-), eritema (-), ulkus

dekubitus (-)

Status Psikis

Sikap

: kooperatif Orientasi : baik

Ekspresi wajah : baik Perhatian : baik

B. Saraf -saraf otak Nervus

Kanan

Kiri

N.Olfaktorius normal

normal

N.Opticus normal

normal

N.Occulomotorius

normal

normal

N.Trochlearis normal

normal

N.Trigeminus normal

normal

N.Abducens normal

normal

N.Fascialis normal

normalN.Vestibularis normal

normal

N.Glossopharyngeus normal

normal

N.Vagus

normal

normal

N.Accesorius normal

normal

N.Hypoglosus normal

disartria

Sensasi taktil

Sensasi nyeri

+

+Sensasi suhu

+

+C. Kepala

Bentuk

: normal

Ukuran

: normocephali

Posisi

:- Mata: konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-)

strabismus (-), exoftalmus (-)

- Hidung: deviasi septum (-)

- Telinga: serumen (-)

- Mulut: sudut mulut tertinggal (-)

- Wajah : simetris

Gerakan abnormal: (-)

D. Leher

Inspeksi : dinamis, simetris, posisi trakea normal, pembesaran KGB

(-), kontrol terhadap kepala baikPalpasi: JVP tidak meningkat, kaku kuduk (-)Luas Gerak Sendi

Ante / retrofleksi(n 65/50): 650/500

Laterofleksi (D/S)(n 40/40): 400/300

Rotasi (D/S)(n 45/45): 450/300

Test provokasi

Lhermitte test / Spurling: tidak dilakukan

Test Valsalva

: tidak dilakukan

Distraksi test

: tidak dilakukan

Test Nafziger

: tidak dilakukan

E. Thorak

Bentuk

: normal Pemeriksaan Ekspansi Thoraks : tidak dilakukan

Paru- paru

Inspeksi: simetris statis dan dinamis Palpasi

: stem fremitus sama kanan-kiri Perkusi

: sonor

Auskultasi : vesikuler (+) normal, ronki (-), wheezing (-) Jantung

Inspeksi : iktus kordis tak terlihat

Palpasi

: iktus kordis tak teraba Perkusi

: batas jantung dalam batas normal Auskultasi: suara jantung normal, murmur (-), gallop (-)F. Abdomen

Inspeksi : datar Palpasi

: lemas, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-) Perkusi

: timpani Auskultasi: bising usus (+) normalG. Trunkus

Inspeksi: Simetris

Deformitas

: (-)

Lordosis

: (-) Scoliosis

: (-) Gibbus

: (-) Hairy spot

: (-) Pelvic Tilt

: (-) Palpasi :

Spasme otot-otot para vertebrae : (-) Nyeri tekan: (-)Luas gerak sendi lumbosakral

Ante /retro fleksi (95/35): 95/35 Laterofleksi (D/S) (40/40) : 40/40 Rotasi (D/S) (35/35)

: 35/35Test provokasi

Valsava test

: -

Laseque

: -/- Test Baragard dan Sicard

: -/- Nafziger test

: - Test SLR

: -/- Test: OConnell

: -/- FNST

: -/- Test Patrick

: -/-

Test Kontra Patrick

: -/-

Test Gaenslen

: -/-

Test Thomas

: tidak dilakukan Test Obers

: tidak dilakukan Nachalas knee flexion test

: tidak dilakukan Mc.Bride sitting test

: tidak dilakukan Yeomans hyprextension

: tidak dilakukan Mc.Bridge toe to mouth sitting test : tidak dilakukan Test Schober

: tidak dilakukanH. Anggota Gerak Atas

kanan kiriInspeksi

Deformitas

: (-)

(-)Edema

: (-)

(-)

Tremor

: (-)

(-)

Neurologi

Motorik

Dextra Sinistra

Gerakan cukup kurang Kekuatan Abduksi lengan 5

3 Fleksi siku 5

3 Ekstensi siku 5

3 Ekstensi wrist 5

3 Fleksi jari- jari tangan 5

3

Abduksi jari tangan 5

3Tonus