Case Perina ARIN

  • Published on
    29-Jan-2016

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

s

Transcript

<p>BAB IILUSTRASI KASUS</p> <p>I. IDENTITAS1. IDENTITAS PASIENNama: By. Ny. T Umur : 1 hariTempat dan tanggal lahir : Soreang, 25 Oktober 2015Jenis kelamin : Laki-lakiAlamat: Tenjolaya 02/06 Kec CangkuangMasuk RS : 25 Oktober 2015, Jam 20.50 WIBNo. RM: 530780Tanggal Periksa : 28 Oktober 20152. IDENTITAS ORANG TUA PASIENAYAH PASIENNama Ayah: Tn. AUmur: 35 tahunPendidikan: SMAPekerjaan: Buruh</p> <p>IBU PASIENNama Ibu: Ny. TUmur: 22 tahunPendidikan: SMPPekerjaan: Ibu Rumah TanggaHubungan pasien dengan orang tua : anak kandung </p> <p>II. ANAMNESIS1. Keluhan UtamaSesak nafas</p> <p>2. Riwayat Penyakit SekarangBayi lahir di Bidan pada tanggal 25 Oktober 2015, pada jam 20.50 WIB, menurut ayah pasien, bayi dilahirkan dengan usia kandungan 9 bulan. Berat lahir: 2050 gram, PB: 47 cm, Jenis Kelamin Laki-laki. 3 hari setelah bayi lahir, ibu pasien datang ke IGD RSUD Soreang dengan keluhan bayinya yang menjadi biru dan sesak nafas sejak 1 hari SMRS. Ibu pasien mengeluhkan perut bayi terlihat kembung dan BAB yang tidak teratur dan berwarna hitam. Panas badan dan sesak disangkal. </p> <p>3. Riwayat Penyakit Dahulu Pada IbuHipertensi : (-)DM: (-)</p> <p>4. Riwayat Penyakit Keluarga-</p> <p>5. Riwayat Pribadi Riwayat Kehamilan Ibu hamil tunggal. Usia ibu saat hamil adalah 20 tahun. Ibu selalu memeriksakan kehamilan di bidan secara rutin. Riwayat pemakaian obat-obatan ketika hamil disangkal. Riwayat mengkonsumsi jamu jamuan disangkal. </p> <p> Riwayat PersalinanPasien lahir secara Spontan dengan presentasi kepala, dalam usia kehamilan 8 bulan. Berat lahir 2050 gram. </p> <p> Riwayat Pasca LahirTidak ada Keluhan.</p> <p>6. Riwayat Makanan Pasien di beri ASI</p> <p>7. Riwayat Imunisasi Pasien di Imunisasi di bidan</p> <p>8. Sosial Ekonomi dan LingkunganPasien Anak Tunggal dari Pasangan Ny. T dan Tn. A yang bekerja sebagai IRT dan Buruh. Orang tua pasien tidak memberi tahu jumlah penghasilannya, tetapi mengatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.</p> <p>9. PEMERIKSAAN FISIK (Dilakukan Pada Tanggal 24 Agustus 2015)A. Pemeriksaan Umum 1) Kesadaran: STATE 32) Down Score: 13) Tanda UtamaHeart Rate: 136 x/menit,Frekuensi Nafas: 69 x/menit, tipe Abdominal ThoracalSuhu : 36,2o Celsius 4) Status giziAntropometris :Berat Badan (BB) : 2050 gram Panjang Badan (PB): 47 cmLingkar Kepala: 35 cmLingkar Dada: 29 cmKepala symphisis : 25 cmSimpisis Kaki: 22 cm</p> <p>BB/U: &lt; -2PB/U: &lt; -1BB/PB: &gt; 1</p> <p>B. Pemeriksaan khusus a. Sutura : Ubun ubun besar datarb. Rambut: Hitam tidak mudah dicabutc. Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterikd. Telinga : Pinna +/+, Recoil kembali langsunge. Hidung : Pernapasan cuping hidung (+), choana +/+f. Mulut : Perioral cyanosis (-), langit-langit intakg. Tenggorokan: Sulit dinilaih. Tonsil: Sulit dinilaii. Lidah : Makroglosia (-)j. Gigi: Belum erupsik. Leher: Retraksi suprasternal (-)</p> <p>1. Thoraks : a. Pernapasan: Bentuk dan gerak simetris, retraksi intercostae (+)b. Pulmo : Bronkovesikuler sound kanan = kiri, ronkhi -/-, wheezing -/-, slem -/-c. Cor : Bunyi Jantung I II murni regular, gallop (-), murmur (-)2. Abdomen : cembung, distensi abdomen (+), bising usus (+) mengkilata. Hepar: Tidak terabab. Lien : Tidak teraba3. Anus: (+) terlihat feses berwarna hitam di popok4. Ekstremitas : Akral hangat, kuning (-), capillary refill time &lt; 35. Genital : Laki-laki6. Neurologi: reflex moro (+)reflex rooting (+) reflex pegang (+) reflex hisap (+) reflex babinski (+)</p> <p>Pemeriksaan New Ballad Score dan Maturitas Fisik </p> <p>Hasil : New Ballad Score : 3, 3, 2, 3, 3, 4 Maturitas Fisik : 2, 3, 3, 3, 3, 3</p> <p> Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan LaboratoriumGDS : 72</p> <p>Diagnosis Kerja Sepsis Preterm RDS TI AGA Kepala Spontan</p> <p>TATALAKSANA : IVFD N4 12 gtt/menit micro NGT dekompresi Cefotaxime 3 x 120 mg (IV) Pantau TTV Pro konsul dr. SpA Dexamethasone 0,7 mg (IV) Gentamicin 12 mg (IV)</p> <p> PROGNOSISQuo ad vitam: dubia ad bonamQuo ad functionam: dubia ad bonam </p> <p>Follow up</p> <p>TanggalKeluhanTerapi</p> <p>28 Oktober 2015S : Sadar aktif (-) , kuning (-) demam (-), sesak (-) sianosis (+)</p> <p>O: State: 3 Downscore: 1 HR : 149 x/ menit RR : 66 x/menit S : 36,7 oC Kepala :UUB datar lembut belum menutup, rambut tidak mudah di cabut Mata : Ca (-), Si (+) Hidung : PCH (+) Mulut : POC (+), Hipersalivasi (-), Makroglosus (-) Leher : KGB tidak teraba membesar, Retraksi Supra Sternal (+). Thoraks : Bentuk dan gerak simetris Paru : BVS Ki = Ka, Rhonki -/-, whezing -/-, slem -/- Jantung : BJ I II murni reguler murmur (-), gallop (-). Abdomen : Datar lembut, BU (+) Ekstremitas : Akral Hangat CRT 60 mmHg pO2 arteri &lt; 50 mmHg pada konsentrasi oksigen 70 100 %2. Kolaps kardiorespirasi3. Apnea persisten dan bradikardi </p> <p>Memilih ventilator mekanikVentilasi tekanan positif pada bayi baru lahir dapat diberikan berupa ventilator konvensional atau ventilator berfrekuensi tinggi (150 x / menit). Ventilator konvensional dapat berupa tipe volume atau tekanan, dan dapat diklasifikasikan lebih lanjut dengan dasar cycling mode biasanya siklus inspirasi diterminasi. Pada modus pressure limited time cycled ventilation, tekanan puncak inspirasi diatur dan selama inspirasi udara dihantarkan untuk mencapai tekanan yang ditargetkan. Setelah target tercapai, volume gas yang tersisa dilepaskan ke atmosfer. Hasilnya, penghantaran volume tidal setiap kali nafas bervariabel meski tekanan puncak yang dicatat konstan. Pada modus volume limited, pre-set volume dihantarkan oleh setiap nafas tanpa memperhatikan tekanan yang dibutuhkan. Beberapa ventilator menggunakan aliran udara sebagai dasar dari cycling mode di mana inspirasi berakhir bila aliran telah mencapai level pre-set atau sangat rendah (flow ventilators). Ada juga ventilator yang mampu menggunakan baik volume atau pressure controlled ventilation bergantung pada keinginan operator. 5Ventilasi dengan fekuensi tinggi biasanya diberikan dengan high frequency oscillatory ventilators (HFOV). Terdapat piston pump atau vibrating diaphragm yang beroperasi pada frekuensi sekitar that 10 Hz (1 Hz = 1 cycle per second, 60 cycles per minute). Selama HFOV, baik inspirasi maupun ekspirasi sama-sama aktif. Tekanan oscillator pada jalan udara memproduksi volume tidal sekitar 2-3 ml dengan tekanan rata-rata jalan udara dipertahankan konstan, mempertahankan volume paru ekivalen untuk menggunakan CPAP dengan level sangat tinggi. Volume gas yang dipindahkan pada volume tidal ditentukan oleh ampiltudo tekanan jalan udara oscillator (P). 5Ventilator konvensionalHipoksemia pada RDS biasanya terjadi karena ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi (V/Q) atau pirau dari kanan ke kiri, abnormalitas difusi dan hipoventilasi merupakan factor tambahan. Oksigenasi terkait langsung pada FiO2 dan tekanan rata-rata jalan udara (mean airway pressure - MAP). MAP dapat ditingkatkan dengan perubahan tekanan puncak inspirasi (peak inspiratory pressure - PIP), positive end expiratory pressure (PEEP) atau dengan mengubah rasio inspirasi : ekspirasi (I:E) dengan memperpanjang waktu inspirasi sementara kecepatannya tetap konstan. MAP yang sangat tinggi dapat menyebabkan distensi berlebihan, meski oksigenasi adekuat, transport oksigen berkurang karena penurunan curah jantung. Pembuangan CO2 berbanding lurus dengan minute ventilation, ditentukan oleh produk volume tidal (dikurangi ventilasi ruang mati) dan kecepatan pernafasan. Untuk minute ventilation yang sama, perubahan penghantaran volume tidal lebih efektif untuk merubah eliminasi CO2 dibanding perubahan kecepatan pernafasan karena ventilasi ruang mati tetap konstan. 5,9a. Peak Inspiratory Pressure (PIP)Perubahan pada PIP mempengaruhi oksigenasi (dengan mengubah MAP) dan CO2 dengan efek pada volume tidal dan ventilasi alveolar. Peningkatan PIP menurunkan PaCO2 dan memperbaiki oksigenasi (PaO2 meningkat). Pemakainan PIP ditentukan oleh compliance system pernafasan dan bukan oleh ukuran atau berat bayi. Gunakan PIP terendah yang menghasilkan ventilasi adekuat berdasarkan pemeriksaan klinik (gerakan dada dan suara nafas) dan analisa gas darah. PIP berlebih dapat menyebabkan paru mengalami distensi berlebihan dan meningkatkan resiko baro/volutrauma dan menimbulkan kebocoran udara. 5,9b. Positive End Expiratory Pressure (PEEP)PEEP yng adekuat mencegah kolaps alveoli dan dengan mempertahankan volume paru saat akhir respirasi, memperbaiki keseimbangan V/Q. Peningkatan PEEP memperbesar MAP dan memperbaiki oksigenasi. Sebaliknya, PEEP berlebih (&gt; 8 cm H2O) menginduksi hiperkarbia dan memperburuk compliance paru dan mengurangi hantaran volume tidal karena alveoli terisi berlebihan P = PIP - PEEP). PEEP berlebih juga dapat menimbulkan efek sampping pada hemodinamik karena paru mengalami distensi berlebih, menyebabkan penurunan venous return, yang kemudian menurunkan curah jantung. Tekanan 3 6 cm H2O memperbaiki oksigenasi pada bayi baru lahir dengan RDS tanpa mengganggu mekanisme paru-paru, eliminasi CO2 atau stabilitas hemodinamik. 5c. FrekuensiTerdapat 2 metode dasar, frekuensi rendah dan frekuensi tinggi Frekuensi rendah dimulai pada kecepatan 30 - 40 nafas / menit (bpm). Metode cepat sekitar 60 bpm dan dapat ditingkatkan hingga 120 bpm bila bayi bernafas lebih cepat dari ventilator. Waktu ekspirasi harus lebih panjang dari inspirasi untuk mencegah alveoli mengalami distensi berlebihan, waktu inspirasi harus dibatasi maksimum 0,5 detik selama ventilasi mekanik kecuali dalam keadaan khusus. Pada frekuensi tinggi terjadi penurunan insidensi pneumotoraks , mungkin karena frekuensi ini sesuai dengan usaha nafas bayi. Waktu inspirasi memanjang akan meningkatkan MAP dan memperbaiki oksigenasi, dan merupakan alternative dari peningkatan PIP. Namun hal ini merupakan predisposisi dari distensi berlebihan pada paru serta air trapping karena waktu ekspirasi berkurang. 5</p> <p>d. Kecepatan Aliran Aliran minimum setidaknya 2 kali minute ventilation bayi (normal : 0.2 1 L / menit) cukup adekuat, tapi dalam prakteknya digunakan 4 10 L / menit. Bila digunakan frekuensi nafas lebih tinggi dengan waktu inspirasi lebih pendek, kecepatan aliran di atas kisaran harus diberikan untuk menjamin penghantaran volume tidal. Kecepatan aliran yang tinggi memperbaiki oksigenasi karena efeknya pada MAP. Beberapa ventilator memiliki kecepatan aliran yang tetap, yaitu sebesar 5 L / menit. 5SirkulasiAuskultasi suara jantung, ukur tekanan darah, palpasi denyut nadi dan periksa hematokrit1</p> <p>Koreksi asidosis metabolikAsidosis metabolik berat (pH &lt; 7.2) dengan kadar bikarbonat serum (&lt; 15-16 mEq/L) atau defisit basa menunjukkan beratnya penyakit. Penyebab harus segera ditentukan dan ditangani.1 </p> <p>Jaga kehangatan suhu bayi sekitar 36,5C 36,8C (suhu aksiler) untuk mencegah vasokonstriksi perifer1</p> <p>Langkah selanjutnya untuk mencari penyebab distres respirasi1</p> <p>Terapi pemberian surfaktan1ProdukDosisDosis tambahan</p> <p>Calfactant3 ml/kgBB lahir diberikan dalam 2 aliquotMungkin dapat diulang setiap 12 jam sampai dosis 3 kali berturut-turut dengan interval 12 jam bila ada indikasi</p> <p>Beractant4 ml/kgBB lahir diberikan dalam 4 dosisMungkin dapat diulang minimal setelah 6 jam, sampai jumlah total 4 dosis dalam waktu 48 jam setelah lahir</p> <p>Colfosceril5 ml/kgBB lahir diberikan dalam waktu 4 menitMungkin dapat diulang setelah 12 jam dan 24 jam bila ada indikasi</p> <p>Porcine2,5 ml/kgBB lahir diberikan dalam 2 aliquotDua dosis berurutan 1,25 ml/kg, dosis diberikan dengan interval 12 jam bila ada indikasi</p> <p>Bila tidak tersedia fasilitas NICU segera rujuk ke rumah sakit yang tersedia NICU1</p> <p>Pemantauan Dipantau efektivitas terapi dengan memperhatikan perubahan gejala klinis yang terjadi.Setelah BKB/BBLR melewati masa kritis yaitu kebutuhan oksigen sudah terpenuhi dengan oksigen ruangan atau atmosfer, suhu tubuh bayi sudah stabil diluar inkubator, bayi dapat menetek, ibu bisa merawat dan mengenali tanda-tanda sakit pada bayi dan tidak ada komplikasi atau penyulit maka bayi dapat berobat jalan.6</p> <p>G. Komplikasi1. Patent Ductus ArteriosusInsidensi PDA pada bayi prematur dengan RDS sekitar 90%. Dengan meningkatnya angka bertahan hidup bayi sangat kecil disertai penggunaan surfaktan eksogen, PDA sebagai komplikasi RDS merupakan masalah dari penanganan RDS pada awal kehidupan. 4PDA diasosiasikan dengan pirau dari kanan ke kiri dan peningkatan aliran darah paru dan tekanan arteri pulmonal. Peningkatan aliran darah paru menyebabkan berkurangnya compliance paru yang akan membaik setelah ligasi PDA. Peningkatan aliran darah paru akan menimbulkan kegagalan ventrikel kiri dan edema paru serta mempengaruhi keseimbangan cairan paru. Kebocoran protein plasma ke rongga alveoli menghambat fungsi surfaktan. Hal ini akan meningkatkan kebutuhan oksigen serta ventilasi mekanik. 42. Hemorrhagic Pulmonary EdemaPerdarahan paru seringkali terjadi sekunder akibat edema paru berat yang merupakan komplikasi dari RDS dan PDA. Insidensinya pada bayi prematur sekitar 1 % namun pada otopsi ditemukan sekitar 55 %. Cairan hemoragis di rongga udara merupakan filtrat kapiler yang berasal dari rongga interstitial atau perdarahan alveoli. Bentuk interstitial ditandai dengan perdarahan pleura, septum interlobularis, peribronkial, perivaskular, dan dinding aleolar. Bila perdarahan masuk ke alveoli, eritrosit memenuhi rongga udara dan meluas hingga ke bronkiolus dan bronkus. 43. Pulmonary Interstitial Emphysema (PIE)PIE dapat terjadi simetris, asimetris atau terlokalisasi pada satu bagian paru. PIE yang terletak di perifer dapat menimbulkan bleb subpleura yang bila pecar akan menimbulkan pneumotoraks. Bisa juga menyebabkan terjadinya pneumomediastinum atau pneomopericardium. Bila alveoli ruptur, udara dapat terlokalisasi dan bersatu di parenkim membentuk pseudokista. Rupturnya alveoli dapat menyebabkan udara masuk ke vena pulmonalis, menimbulkan emboli udara. 44. InfeksiInfeksi dapat manifes sebagai kegagalan untuk membaik, perburukan mendadak, perubahan jumlah leukosit, trombositopenia. Terdapat peningkatan insidensi septicemia sekunder terhadap staphylococcal epidermidis dan atau Candida. Bila curiga akan adanya septikemia, lakukan kultur darah dari 2 tempat berbeda dan berikan antibiotik 4,85. Perdarahan intracranial dan leukomalasia periventrikulerPerdarahan intrakranial didapatkan pada 20-40% bayi prematur dengan frekuensi lebih tinggi pada bayi RDS yang membutuhkan ventilasi mekanik. Ultrasound kepala dilakukan dalam minggu pertama. Terapi indometasin profilaksis dan pemberian steroid antenatal menurunkan insidensinya. Hipokarbia dan chorioamnionitis dikaitkan dengan peningkatan periventricular leukomalacia. 8H. PrognosisSangat bergantung pada berat badan lahir dan usia gestasi (berbanding terbalik dengan kemungkinan timbulnya penyulit).2 Prognosis baik bila gangguan napas akut dan tidak berhubun...</p>