Case Gilut DM

  • View
    225

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ppt

Text of Case Gilut DM

Slide 1

LAPORAN KASUSAtifatur Rachmania, S.Ked04084811416073Atia Julika, S.Ked04111401010M. Albie, S.Ked04111401011Indah Fitri Nurdianthi, S.Ked 04111401056Pembimbing : drg. Siliviana Suryani

IDENTIFIKASIIDENTITAS PASIEN

Nama: Misyati binti H.Ahmad MarzukiUmur: 61 tahunSuku: PalembangJenis Kelamin: PerempuanStatus Perkawinan: KawinAgama: IslamAlamat: KalidoniPekerjaan: Ibu Rumah TanggaKebangsaan: IndonesiaPeserta Asuransi: BPJS

ANAMNESIS

Keluhan Utama :Terdapat plak berwarna putih yang melapisi lidah

Keluhan Tambahan :-

Riwayat Kebiasaan :Pasien menyikat gigi 1-2x sehari pada pagi hari saat mandi pagi dan kadang-kadang pada malam hari sebelum tidur.Pasien mengunyah makanan pada sisi sebelah kanan

Riwayat Perjalanan Penyakit:

1 bulan SMRS, pasien mengeluh terdapat plak berwarna putih yang melapisi lidah. Pasien kesulitan untuk membersihkan plak tersebut. Pasien mengeluh terdapat rasa terbakar pada lidah dan daya pengecapan dirasakan berkurang. Pasien belum pernah melakukan pengobatan untuk keluhan ini sebelumnya. Pasien dirawat di bagian penyakit dalam dengan diagnosis Ganggren pedis dextra, HHD kompensata, Hipertensi stage 2, dan Diabetes Melitus tipe 2 normoweight uncontrolled dan di konsulkan ke Poliklinik gigi dan mulut RSMH karena keluhannya tersebut.

Riwayat Penyakit Gigi dan Mulut Sebelumnya :

Tambal gigi: -Cabut gigi: -Trauma: -Skeling: -Gigi palsu: -Alat ortodonti: -

Penyakit atau Kelainan SistemikAdaDisangkalAlergi : debu, dinginPenyakit JantungPenyakit Tekanan Darah TinggiPenyakit Diabetes MelitusPenyakit Kelainan DarahPenyakit Hepatitis A/B/C/D/E/F/G/HKelainan Hati LainnyaHIV/ AIDSPenyakit Pernafasan/paruKelainan PencernaanPenyakit GinjalPenyakit / Kelainan Kelenjar ludahEpilepsyPEMERIKSAAN FISIK

a. Status Umum

Keadaan Umum : Tampak SehatKesadaran: Compos MentisBerat Badan: 65 kgTinggi Badan: 155 cmVital SignNadi : 84x/menit, isi dan tegangan cukupTD : 130/80 mmHgRR : 18x/menitT : 36,7 0C

b. Pemeriksaan Ekstraoral

Wajah : SimetrisBibir : SimetrisKGB submandibula : Tidak terabaTMJ : Clicking sound (-)

c. Pemeriksaan Intraoral

Mukosa bukal: tidak ada kelainanMukosa labial: tidak ada kelainanPalatum : tidak ada kelainanLidah : terdapat plak putih pada dorsum dan lateral lidahDasar mulut: tidak ada kelainanGingiva: tidak ada kelainanPlak: tidak adaKalkulus: ada, di semua regio anterior dan posterior rahang atas dan rahang bawah.Stain: tidak adaKelainan gigi: missing teeth (+), 46 dan 47

RKKRRRRd. Status LokalisKaries : 15,12Radiks : 16,14,24,25,28

GigiLesiSondaseCEPerkusiPalpasiDiagnosisTerapi16radiks+--- radiksPro Ekstrasi, pro Konservasi dan Dental Health Education15D3 oklusal++--Karies Enamel14radiks+---Radiks12D3 oklusalD3 bukal ++--Karies Enamel24radiks+---Radiks 25radiks+---Radiks 28radiks++--Radiks Temuan MasalahSuspek kandidiasis oralKaries D3 pada gigi 15 dan 12 D/Karies Enamel.Radiks pada gigi 16, 14, 24, 25, dan 28.Kalkulus di semua regio anterior dan posterior rahang atas dan rahang bawah

Perencanaan TerapiPro Radiologi : Panoramik Dental Health EducationPro EkstraksiPro Konservasi Pro scallingPro swab lidah

PrognosisQuo ad Vitam : Dubia ad bonam.Quo ad fungsionam: Dubia ad bonam.

TINJAUAN PUSTAKADIABETES MELLITUS

DefinisiDiabetes adalah suatu penyakit karena tubuh tidak mampu mengendalikan jumlah gula, atau glukosa dalam aliran darah. Faktor ResikoKedua orang tua menderita DM. Pernah mengalami gangguan toleransi glukosa kemudian normal kembali. Pernah melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kilogram. KlasifikasiSistem Klasifikasi berdasarkan American Diabetis Association (ADA) Diabetes Mellitus Tipe 1 (IDDM) Diabetes Mellitus Tipe 2 (NIDDM) Diabetes Autoimun Fase Laten Maturity-Onset diabetes of youthLain-lain sebab.

Patofisiologi

Manifestasi KlinisPoliuria Polidipsia Poliphagia Penurunan berat badan Malaise atau kelemahan.

DiagnosaKadar A1c hemoglobin (HbA1c)Kadar glukosa darah sewaktu atau puasa,Tes toleransi glukosa oral. PenatalaksanaanPerencanaan MakananKarbohidrat sebanyak 60 70 % Protein sebanyak 10 15 % Lemak sebanyak 20 25 %

Latihan Jasmani Dianjurkan latihan jasmani secara teratur (3-4 kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penyakit penyerta.

Obat Hipoglikemik : SulfonilureaBiguanid Insulin

KARIES GIGI

DefinisiKaries berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies gigi adalah suatu proses kronis regresif yang dimulai dengan larutnya mineral email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam mikrobial dari substrat sehingga timbul destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitas.KlasifikasiBerdasarkan derajat keparahan

Berdasarkan kedalamannya

Karies Superfisialisdimana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum terkena

Karies Media dimana karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi setengah dentin.

Karies Profundadimana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa.

Etiologi

Proses Terjadinya Karies Gigi

Plak (mikroba) fermentasi karbohidrat

Demineralisasi pH plak

Akibat Karies yang Tidak Dirawat

Pulpitis

Ulkus traumatik

Fistula

Abses

Nekrosis pulpa

Tatalaksanaa. Penambalan- gigi dibersihkan terlebih dahulu- bahan yang dapat digunakan perak amalgam, resin komposit, semen ionomer kaca, emas tuang, porselen.

b. Pencabutan- Gula darah dan tekanan darahharus dalam keadaan normal sebelum gigi dicabut

KALKULUS GIGI

DefinisiKalkulus disebut juga tartar, yaitu suatu lapisan deposit (bahan keras yang melekat pada permukaan gigi) mineral yang berwarna kuning atau coklat pada gigi karena dental plak yang keras.Teori Pembentukan Kalkulus1. Teori CO2.Teori Protein3.Teori Fosfatase4.Teori Esterase5.Teori Amonia6.Teori pembenihan7. Teori rokok8.Bikarbonat

Proses Pembentukan KalkulusPlak gigi terkalsifikasi (berikatan dengan kalsium) dan mengeras sehingga menjadi kalkulus. Mineralisasi plak mulai di dalam 24-72 jam dan rata-rata butuh 12 hari untuk matang.

Akibat Kalkulus yang Tidak DibersihkanKalkulus mengandung banyak kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit lain di daerah sekitar gigi. Bila tidak dibersihkan, maka kuman-kuman dapat memicu terjadinya infeksi pada daerah penyangga gigi tersebut. Gusi terasa gatal, mulut berbau tak sedap, dan sikat gigi sering berdarah. Infeksi yang mencapai lapisan dalam gigi (tulang alveolar) akan menyebabkan tulang pernyangga gigi akan goyang dan mudah tanggalInfeksi fokal.

TatalaksanaDibersihkan menggunakan Scaler

Tindakan Pencegahan Menyikat gigi secara teratur dan sempurna. Dental floss untuk membersihkan permukaan antar dua gigi Obat kumur yang mengandung clorhexidine, digunakan setelah penyikatan gigi.

KANDIDIASIS ORAL

DefinisiMerupakan infeksi jamur pada mukosa mulut orang dewasa yang disebabkan oleh Candida albicans, suatu patogen oportunistik yang terkait dengan imun kompromais. Secara klinis adalah plak keputihan pada mukosa mulut yang jika dikerik meninggalkan dasar kemerahan dan bintik kecil perdarahan.

Etiopatogenesis (Disebabkan oleh Diabetes Mellitus)

Defisiensi imun penurunan sistem imun antimikroba pada saliva tidak dapat berfungsi dengan baik kandidiasis.

Hiperglikemia terjadinya disfungsi aliran saliva, adanya kehilangan cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak, sehingga aliran saliva berkurang. Viskositas saliva menjadi kental dan tingginya kadar glukosa dimana glukosa merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur.

Gangguan metabolisme malnutrisi menurunkan resistensi terhadap infeksi .

Penegakan Diagnosis

1. Pemeriksaan langsungKerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan KOH 10 % atau dengan pewarnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu2. Pemeriksaan biakan Bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dekstrosa glukosa Sabouraud, dibubuhi antibiotik (kloramfenikol ) untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Perbenihan disimpan dalam suhu kamar atau lemari suhu 37 0C, koloni tumbuh setelah 24-48 jam, berupa yeast like colony. Identifikasi Candida albicans dilakukan dengan membiakkan tumbuhan tersebut pada corn meal agar.

ANALISA KASUSPasien ny. Misyati binti H.Ahmad Marzuki, 61 tahun, dikonsulkan ke Poli Gigi dan Mulut RSMH Palembang karena mengeluh terdapat plak berwarna putih yang melapisi lidah sejak 1 bulan SMRS. Pasien dirawat di bagian penyakit dalam dengan diagnosis Ganggren pedis dextra, HHD kompensata, Hipertensi stage 2, dan Diabetes Melitus tipe 2 normoweight uncontrolled. Keluhan lain pada gigi tidak ada. Pasien belum pernah melakukan pengobatan untuk keluhan ini sebelumnya.

Cont...Pada pemeriksaan status umum pasien dalam batas normal. Pada pemeriksaan ekstra oral, tidak terdapat kelainan. Pada pemeriksaan intraoral, terdapat plak berwarna putih yang pada dorsum dan lateral lidah, terdapat kalkulus di semua regio anterior dan posterior rahang atas dan rahang bawah dan terdapat missing teeth pada 46 dan 47. Pada status lokalis ditemukan adanya karies pada gigi 15 dan 12 dan radiks pada gigi 16, 14, 24,25, dan 28. Kelainan gigi dan mulut yang lain tidak ditemukan.

Rencana terapi yang diberikan pada pasien ini adalah pro radiologi berupa pemeriksaan x-ray panoramik. Pada pasien diberikan dental health education. Pasien juga direncanakan untuk ditatalaksana pro ekstraksi, pro konservasi, pro scalling dan pro swab lidah jika KU memungkinkan dan gula darah dalam keadaan stabil.