CASE Fraktur Humerus

  • View
    98

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

m

Text of CASE Fraktur Humerus

STATUS PASIENIDENTITASNama: Ny. P.AJK: Perempuan Umur: 44 tahunAlamat: Kemayoran Jakarta PusatPekerjaan: Ibu rumah tanggaAgama: IslamTgl MRS: 07 Oktober 2013Anamnesa ( Autoanamnesa )Keluhan utama :Os datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada lengan kanan atas sejak 3 jam yang lalu.Riwayat penyakit sekarang :Os datang dengan keluhan nyeri pada lengan kanan atas sejak 3 jam yang lalu,dikarenakan tertimpa gulungan karpet besar. Keluhan pada lengan atas juga disertai bengkak dan kebiruan. Tidak nampak luka terbuka, tidak nampak darah dan tidak terasa panas dilengan kanan atas. Lengan bagian bawah masih dapat digerakkan, tidak terasa nyeri, tidak nampak biru dan bengkak. Lengan kiri tidak ada keluhan. Pusing (+),mual dan muntah (-),batuk (-),sesak (-),jantung berdebar-debar (-),nyeri tenggorokan disertai suara parau (-),nyeri menelan (-), BAB/BAK tidak ada keluhan.

Riwayat penyakit dahulu :-Tidak ada Riwayat dengan keluhan yang sama seperti yang dikeluhkan sekarang.

Riwayat Penyakit Keluarga : Darah tinggi, kencing manis, penyakit kelainan darah disangkal Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien saat ini.Riwayat pengobatan : - Tidak pernah mendapat pengobatan dalam jangka yang lama- Pasien ketika kecelakaan tidak mendapat tindakan atau pun pengobatanPEMERIKSAAN FISIKPrimary Survey- A (airway): bebas- B (brathing): bebas- C (circulation) : baik- D (disability): - gangguan pergerakan pada tangan kanan - nyeri (+) - bengkak (+)Secondary surveyKeadaan umum : Tampak sakit sedangKesadaran: compos mentisTanda Vital- Nadi: 94 x/menit, kuat angkat, reguler- Pernapasan: 20 x/menit, thorakoabdominal- Suhu : 36,3C- TD: 110 / 80 mmHgSTATUS GENERALISKepala - Mata : Pupil isokor Refleks pupil+/+ Konjungtiva anemis-/- Sklera ikterik -/- Palpebra normalHidung : Deviasi septum -/- Tanda radang -/- Sekret-/- Leher :IspeksiKelenjar tiroid tampak membesar di sebelah kiri Palpasi :Teraba masa di leher kiri sebesar telur itik dengan diameter 5 x 6 x 2 cm, mobile, permukaan tidak berbenjol-benjol, nyeri tekan (+), nyeri menelan (-).Thoraks :- Inspeksi : Dada simetris Retraksi iga (-) Krepitasi(-)- Palpasi : Nyeri tekan (-) Vokal fremitus ka=ki- Perkusi : Sonor di seluruh lapangan paru- Auskultasi : Vesikuler +/+ Ronkhi -/- Wheezing -/-Jantung : - Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat- Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V midclavikularis sinistra- Perkusi : -Batas jantung kiri ICS V linea midclavikularis sinistra -Batas jantung kanan ICS IV linea parasternal- Auskultasi : BJ I-II murni reguler Murmur (-) Gallop (-)AbdomenInspeksi : Scar(-) Edema (-)Distensi usus(-)Auskultasi : Bising usus (+) NPerkusi : Timpani di seluruh kuadran abdomenPalpasi :- nyeri tekan di 4 kuadran(-)- Hepar: Tidak teraba pembesaran- Splen: Tidak teraba pembesaran- Ballotement ginjal -/- Nyeri tekan suprapubis (-)Ekstremitas : - Atas :Akral hangat +/+Sianosis -/-

- Bawah : Akral hangat +/+ Sianosis -/-

STATUS LOKAL BEDAH: Regio humerus dextraL ( Look )- Tanda inflamasi (+) - Perdarahan (-)- Deformitas (+)- Fungsio laesa (+)F (feel): tanda inflamasi (+),krepitasi tidak dilakukan pemeriksaan, nyeri tekan lokal (+)M (move) : pergerakan ekstremitas terhambat dikarenakan nyeriFoto rontgen tanggal 7 Oktober 2013 di UGD

Pemeriksaan laboratorium 07/10/2013

Pemeriksaan Bone Survey (09/10/2013)Thorax :cor tidak membesar, aorta normal, bronkitis kronis, tampak lesi litik pada tulang costaeKepala : Tampak lesi litik menyebar di tulang calvariaVertebra thoracolumbal :Kompresi vertebra L1Pelvis dan coxae :Tampak lesi litik pada tulang radius kanan dan kiri. Tampak fraktur tulang humerus kanan.

Extremitas atas :Tampak lesi litik pada tulang radius kanan dan kiriTampak fraktur tulang humerus kananExtremitas bawah :Tampak lesi litik pada femur kiri.Kesan : Bronkitis kronisProses litik multiple pada tulang-tulang dan kompresi vertebra L1 mulTiple myeloma

Pemeriksaan USG leher ( 09/10/2013)Tiroid kanan sedikit membesar, berbatas tegas, nampak lesi solidTiroid kiri membesar, batas kabur, tampak lesi solid dan kistikTrachea terdesak kekananKesan : struma nodosa bilateral, kiri lebih besar dari kanan DD/ proses malignans

Pemeriksaan rontgen thorax ( 08/10/2013)Cor CTR normal, aorta normalSinus dan diafragma normalPulmo: hili normal, corakan vaskuler normal, tak tampak infiltratTulang costae :normalKesan : cor tak tampak membesar. Tak tampak TB paru aktif atau pneumonia

ANALISA KASUSBerdasarkan data-data :Anamnesis:Keluhan nyeri pada humerus dextra sejak 3 jam sebelum masuk RS. Keluhan pada humerus juga disertai edema dan hematoma. Keluhan ini timbul setelah adanya trauma tertimpa gulungan karpet besar.Pemeriksaan fisik :L ( Look )- Tanda inflamasi (+) - Deformitas (+)- Fungsio laesa (+)F (feel): tanda inflamasi (+),krepitasi tidak dilakukan pemeriksaan, nyeri tekan lokal (+)M (move) : pergerakan ekstremitas terhambat dikarenakan nyeriLaboratorium dan radiologi Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi fraktur humerus 1/3 distal dextra tertutup dan tidak terjadi defisit neurologis

Pengobatan :Di UGDIVFD RLTorasik injRemopain injDi RuanganR/ Ultracet tab 3 x 1R/ Ostecare 2 x 1

BAB 2Tinjauan Pustaka

2.1. Anatomi Humerus dan Jaringan SekitarnyaHumerus (arm bone) merupakan tulang terpanjang dan terbesar dari ekstremitas superior. Tulang tersebut bersendi pada bagian proksimal dengan skapula dan pada bagian distal bersendi pada siku lengan dengan dua tulang, ulna dan radius.3Ujung proksimal humerus memiliki bentuk kepala bulat (caput humeri) yang bersendi dengan kavitas glenoidalis dari scapula untuk membentuk articulatio gleno-humeri. Pada bagian distal dari caput humeri terdapat collum anatomicum yang terlihat sebagai sebuah lekukan oblik. Tuberculum majus merupakan sebuah proyeksi lateral pada bagian distal dari collum anatomicum. Tuberculum majus merupakan penanda tulang bagian paling lateral yang teraba pada regio bahu. Antara tuberculum majus dan tuberculum minus terdapat sebuah lekukan yang disebut sebagai sulcus intertubercularis. Collum chirurgicum merupakan suatu penyempitan humerus pada bagian distal dari kedua tuberculum, dimana caput humeri perlahan berubah menjadi corpus humeri. Bagian tersebut dinamakan collum chirurgicum karena fraktur sering terjadi pada bagian ini.3Corpus humeri merupakan bagian humerus yang berbentuk seperti silinder pada ujung proksimalnya, tetapi berubah secara perlahan menjadi berbentuk segitiga hingga akhirnya menipis dan melebar pada ujung distalnya. Pada bagian lateralnya, yakni di pertengahan corpus humeri, terdapat daerah berbentuk huruf V dan kasar yang disebut sebagai tuberositas deltoidea. Daerah ini berperan sebagai titik perlekatan tendon musculus deltoideus.3Beberapa bagian yang khas merupakan penanda yang terletak pada bagian distal dari humerus. Capitulum humeri merupakan suatu struktur seperti tombol bundar pada sisi lateral humerus, yang bersendi dengan caput radii. Fossa radialis merupakan suatu depresi anterior di atas capitulum humeri, yang bersendi dengan caput radii ketika lengan difleksikan. Trochlea humeri, yang berada pada sisi medial dari capitulum humeri, bersendi dengan ulna. Fossa coronoidea merupakan suatu depresi anterior yang menerima processus coronoideus ulna ketika lengan difleksikan. Fossa olecrani merupakan suatu depresi posterior yang besar yang menerima olecranon ulna ketika lengan diekstensikan. Epicondylus medialis dan epicondylus lateralis merupakan suatu proyeksi kasar pada sisi medial dan lateral dari ujung distal humerus, tempat kebanyakan tendon otot-otot lengan menempel. Nervus ulnaris, suatu saraf yang dapat membuat seseorang merasa sangat nyeri ketika siku lengannya terbentur, dapat dipalpasi menggunakan jari tangan pada permukaan kulit di atas area posterior dari epicondylus medialis.3Berikut ini merupakan tabel tentang saraf dan otot yang menggerakkan humerus.Tabel 2.1. Saraf dan Otot yang Menggerakkan Humerus4OtotOrigoInsertioAksiPersarafan

Otot-Otot Aksial yang Menggerakkan Humerus

M. pectoralis majorClavicula, sternum, cartilago costalis II-VI, terkadang cartilago costalis I-VII Tuberculum majus dan sisi lateral sulcus intertubercularis dari humerusAduksi dan merotasi medial lengan pada sendi bahu; kepala clavicula memfleksikan lengan dan kepala sternocostal mengekstensikan lengan yang fleksi tadi ke arah truncusNervus pectoralis medialis dan lateralis

M. latissimus dorsiSpina T7-L5, vertebrae lumbales, crista sacralis dan crista iliaca, costa IV inferior melalui fascia thoracolumbalisSulcus intertubercularis dari humerusEkstensi, aduksi, dan merotasi medial lengan pada sendi bahu; menarik lengan ke arah inferior dan posteriorNervus thoracodorsalis

Otot-Otot Scapula yang Menggerakkan Humerus

M. deltoideus

Extremitas acromialis dari clavicula, acromion dari scapula (serat lateral), dan spina scapulae (serat posterior)

Tuberositas deltoidea dari humerusSerat lateral mengabduksi lengan pada sendi bahu; serat anterior memfleksikan dan merotasi medial lengan pada sendi bahu, serat posterior mengekstensikan dan merotasi lateral lengan pada sendi bahu. Nervus axillaris

M. subscapularisFossa subscapularis dari scapulaTuberculum minus dari humerusMerotasi medial lengan pada sendi bahuNervus subscapularis

M. supraspinatusFossa supraspinata dari scapulaTuberculuum majus dari humerusMembantu M. deltoideus mengabduksi pada sendi bahu Nervus subscapularis

M. infraspinatusFossa infraspinata dari scapulaTuberculum majus dari humerusMerotasi lateral lengan pada sendi bahuNervus suprascapularis

M. teres majorAngulus inferior dari scapulaSisi medial sulcus intertubercularisMengekstensikan lengan pada sendi bahu dan membantu aduksi dan rotasi medial lengan pada sendi bahuNervus sub