Click here to load reader

carcinoma adenoma

  • View
    85

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dfd

Text of carcinoma adenoma

PAPER TUMOR PAROTIS

Disusun oleh:Gandra AriantoIsnan Fadly SitumorangIdo KurniawanMuhammad Arif Prayoga HarahapRahmi Ailovya Alindi

Pembimbing :dr. Budi Mulyana, Sp. THT-KL

Kepaniteraan Klinik THTRumah Sakit Haji MedanFakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. karena atas rahmat dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan paper yang berjudul Tumor Parotis dengan baik. Shalawat beserta salam semoga tak henti-hentinya tercurahkan kepada uswatun hasanah, Nabi Muhammad SAW. berserta keluarga, sahabat,dan kepada kita semua selaku umatnya semoga mendapatkan syafaatnya kelak di akhir zaman, Amin. Terimakasih kami sampaikan kepada pembimbing kami, dr. Budi Mulyana, Sp. THT-KL.

Penyusunan paper ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, maka dari itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu.

Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan paper ini. Kami merasa masih banyak kekurangan, karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan paper ini akan Kami terima dengan hati terbuka.

Akhir kata, Kami berharap paper ini dapat bermanfaat, bagi pembaca umumnya dan bagi kami sendiri khususnya.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Medan, Maret 2014

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

Kelenjar liur atau kelenjar saliva adalah kelenjar yang mensekresikan cairan saliva, terbagi menjadi dua golongan, yaitu mayor dan minor. Kelenjar saliva mayor terdapat tiga pasang, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibular, dan kelenjar sublingual. Kelenjar saliva minor di mukosa traktus aerodigestif atas termasuk rongga mulut, terutama selaput lendir palatum.

Kelenjar saliva mayor dan minor menghasilkan saliva yang berbeda-beda. Kelenjar parotis mensekresikan liur serosa, sedangkan kelenjar submandibula mensekresikan liur mukosa.

Kelainan pada parotis meliputi tumor jinak maupun ganas, batu di duktus, infeksi bakteri maupun virus, dan berbagai gangguan autoimun yang jarang ditemukan. Pembahasan dalam makalah ini akan lebih fokus kepada tumor yang terjadi di parotis, baik tumor jinak maupun ganas.Neoplasma kelenjar liur jarang terjadi, hanya 3-6% dari tumor kepala leher, tumor kelenjar liur mengenai parotis 85%, submandibula 3-15%, kelenjar liur minor 5-8% dan sublingual 64 tahun.Sebagian besar tumor parotis adalah jinak. Tumor jinak yang paling sering adalah mixed tumor / pleomorfik adenoma, dan Wartins tumor. Hanya sekitar 20% tumor parotis yang ganas.

Keganasan biasanya asimtomatik, tetapi tanda dan gejala yang menunjukkan keganasan biasanya adalah pertumbuhan tumor yang cepat membesar, nyeri, trismus, paralisis nervus fasialis atauyang lainnya. Pemeriksaan penunjang yang sensitivitasnya 95% pada keganasan kelenjar saliva adalah dengan FNAB. Semua pasien dengan massa di kelenjar saliva nya harus dilakukan pemeriksaan FNAB untuk mengetahui diagnosis histologinya dan untuk perencanaan terapi pembedahan. Pemeriksaan CT Scan dan MRI juga sangat membantu untuk mengetahui apakah letak tumor di lobus superfisial atau profunda. Keganasan lebih sering terjadi pada tumor parotis yang mengenai lobus profunda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tumor pada lobus profunda sebanyak 35%nya adalah maligna, dan hanya 10% nya yang benigna.

2.2.3 Etiologi Penyebab terjadinya tumor kelenjar parotis masih belum jelas karena angka kejadiannya yang masih jarang. Paparan rokok dan konsumsi alkohol tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan tumor parotis. Sejauh ini, paparan radiasi ion sudah ditetapkan sebagai faktor resiko terjadinya tumor parotis. Seseorang yang pernah mengalami terapi radiasi dan terapi UV pada kepaladan leher meningkatkan faktor risiko. Penelitian terakhir mengatakan bahwa terjadi peningkatan angka kejadian tumor parotis, terutama di Israel dan Inggris. Terdapat hipotesis bahwa peningkatan angka kejadian tumor parotis ini ada hubungannya dengan meningkatnya penggunaan telepon genggam. Namun dari penelitian yang dilakukan oleh Shu, dkk ini didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan penggunaan telepon genggam dengan peningkatan angka kejadian tumor parotis. Faktor resiko lain yang mempengaruhi terjadinya karsinoma kelenjar air liur adalah pekerjaan, nutrisi, dan genetik.2.2.4 Klasifikasi Tumor ParotisWHO tahun 2005 mengklasifikasikan tumor kelenjar saliva menjadi jinak dan ganas. Berdasarkan histopatologinya dibagi menjadi epitelial dan non epitelial. Jenis epitelial sangat jarang terjadi, sekitar 2-5% dari kasus tumor kelenjar saliva. Tabel 1.Klasifikasi histopatologi WHO/AJCCTumor jinakTumor ganas

plemorphic adenoma ( mixed benign tumor)monomorphic adenomapapillarycystadenoma lymphomatosum (Warthins tumor)

mucoepidermoid carcinomaacinic cell carcinomaadenoid cystic carcinomaadenocarcinomaepidermoid carcinomasmall cell carcinomalymphomaMalignant mixed tumorCarcinoma ex pleomorphic adenoma (carcinosarcoma)

a. Tumor jinak1) Pleomorfik adenoma (mixed tumor jinak):Merupakan tumor tersering pada kelenjar liur dan paling sering terjadi pada kelenjar parotis.Dinamakan pleomorfik karena terbentuk dari sel-sel epitel dan jaringan ikat.Pertumbuhan tumor ini lambat berupa benjolan pada depan bawah daun telinga atau angulus mandibula yang tidak memberikan gejala. Kondisi ini membuat luput dari perhatian pasien, sehingga pasien datang untuk pemeriksaan ke petugas kesehatan setelah muncul benjolan setidaknya 1 tahun. Pada perabaan didapatkan massa berbentuk bulat, permukaan licin, kadang berbenjol-benjol, dan konsistensinya lunak, berbatas tegas, tampak berkapsul, dan ukuran terbesarnya jarang melebihi 6 cm,tidak nyeri tekan dan dapat digerakkan.

Secara histologi dikarakteristik dengan struktur yang beraneka ragam.biasanya terlihat seperti gambaran lembaran, untaian atau seperti pulau-pulau dari spindel atau stellata. Tumor ini, yang umumnya terbentuk di parotis superfisial, menyebabkan pembengkakan tak nyeri di sudut rahang dan mudah diraba sebagai massa diskret. Tumor biasanya sudah ada selama beberapa tahun sebelum dibawa ke dokter.Walaupun berkapsul, pemeriksaan histologik sering memperlihatkan tempat tumor menembus kapsul. Oleh karena itu, diperlukan batas reseksi yang adekuat untuk mencegah kekambuhan. Hal ini mungkin memerlukan pengorbanan saraf fasialis, yang berjalan melalui kelenjar parotis. Secara rerata, sekitar 10% eksisi diikutioleh kekambuhan. Penatalaksanaanya yaitu eksisi bedah dari kelenjar yang terkena.

Gambaran histologi adenoma pleomorfik Adenoma pleomorfik sering mengenai wanita pada dekade umur ke-IV, namun pada laki-laki adenoma pleomorfik bisa terjadi pada anak-anak dan orang tua. Sehingga dapat dikatakan bahwa insidensi adenoma pleomorfik dapat terjadi pada semua umur, dan kasus terbanyak terutama terjadi pada dekade IV - V.

Umur rata-rata penderita adenoma pleomorfik adalah 43 tahun, dan hampir 40% kasus yang dicatat AFIP mengenai penderita berumur kurang dari 40 tahun. Adenoma pleomorfik 10 kali lebih sering terjadi pada kelenjar liur mayor parotis daripada kelenjar submandibuler, jarang terjadi pada kelenjar liur sublingual.

2) Warthin's tumor ( kistadenoma limfomatosum papiler, adenoma kistik papiler).Tumor ini tampak rata, lunak pada daerah parotis, memiliki kapsul apabila terletak pada kelenjar parotis dan terdiri atas kista multipel.Histologi Warthin's tumor yaitu : (1) lapisan epitel dua deret yang melapisi rongga yang bercabag, kistik, atau mirip celah, dan (2) jaringan limfoid didekatnya yang kadang-kadang membentuk sentrum germinativum. Angka kekambuhan sekita 10% diperkirakan disebabkan oleh eksisi yang tidak komplet, sifat multisentrik tumor, atau adanya tumor primer kedua. Perubahan menjadi ganas tidak pernah dilaporkan.Lebih sering ditemukan pada kelenjar mayor.

3) Tumor monomorphicTumor yang tumbuh lambat ini hanya berkisar kurang dari 5% dari seluruh angka kejadian tumor kelenjar lidah. Monomorfik adenoma dibedakan dari pleomorfik adenoma karena tumor ini hanya memiliki satu morfologi sel. Monomorfik adenoma memiliki subklasifikasi menjadi grup neoplasma epitelial dan mioepitelial yang termasuk didalamnya yaitu basal cell adenomas, canalicular adenomas, oncocytomas atau oxyphilic adenomas, dan myoepitheliomas.

b. Tumor Jinak Nonepitelial1) HemangiomaKebanyakan terajadi pada anak-anak biasnya pada kelenjar parotis. Biasanya asimptomatik, unilateral dan massa yang kompresibel. berwarna merah gelap, berlobus-lobus dan tidak berkapsul. Penanganan dengan pemberian steroid 2-4 mg/kgBB/hari.40-60% hemengioma tidak berespon terhadap steroid.

2) Limfangioma (higroma kistik)Merupakan tumor bagian kepala dan leher yang paling sering pada anak-anak, eksisi merupakan penanganan piliha bila tumor terletak pada struktur yang vital.Limfangioma jarang menimbulkan gejala-gejala obstruksi jalan napas dan eksisi biasanya untuk alasan kosmetik.

c. Tumor Ganas Kelenjar Liur1) Mukoepidermoid karsinomaKebanyakan berasal dari kelenjar parotis dan biasanya memiliki gradasi yang rendah.Presentasi yang paling umum adalah adanya massa di daerah pipi posterior tanpa rasa sakit dan tanpa gejala > 80% pasien. Sekitar 30% dari pasien mengeluhkan rasa sakit yang terkait dengan massa, meskipun keganasan kelenjar parotis sebagian besar tidak sakit. Kemungkinan besar rasa sakit menunjukkan adanya invasi perineural yang memungkinkan adanya keganasan pada pasien dengan massa parotis.

Dari pasien dengan tumor ganas parotis, 70-20% terdapat adanya kelemahan atau kelumpuhan saraf wajah, yang hampir tidak pernah menyertai lesi jinak dan menunjukkan prognosis buruk. Sekitar 80% dari pasien dengan kelumpuhan saraf wajah telah terjadi metastasis nodul pada s

Search related