Buletin - BPKSDM Edisi   berkembang dalam industri konstruksi di Indonesia, yaitu: (1)the

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Buletin - BPKSDM Edisi   berkembang dalam industri konstruksi di Indonesia, yaitu: (1)the

  • Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya ManusiaDepartemen Pekerjaan Umum

    Edisi III - 2007

    PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)KONSTRUKSI BELUM MENJADI SUATU KESATUAN PADA

    PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

    Aplikasi KonsepManajemen Risiko PadaIndustri Konstruksi

    Peran Quantity Surveyordi Industri KonstruksiIndonesia

    5 10

  • Pembina/Pelindung : Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia;Penanggung Jawab : Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia; Wakil Penanggung Jawab : KepalaPusat Pembinaan Usaha Konstruksi, Kepala Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi, Kepala Pusat Pembinaan Keahlian dan

    Teknik Konstruksi, Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi; Pemimpin Redaksi : Surtiningsih;Redaksi Pelaksana : Nanan Abidin; Anggota Redaksi : Doedoeng Z. Arifin, Bambang Soekaryatno, Eddy Sunyoto, Sari Mustika,

    Yaya Supriyatna, Ero, Cakra Nagara, Agnes S.P. Trisnowati, Titik Murti Utami, Subagio, Yanto Apriyanto, Sri Yuliawati, MadyaGunawan, Agus Firngadi, Sugeng Sunyoto, Krisnawati Pratiwi Hadi, Meylina Hasbullah;

    Administrasi dan Distribusi : Agus Kurniawan, Desain/Tata letak : Nanang Supriyadi Photografer : Sri Bagus Herutomo

    2 bulletin bpksdm/Edisi III - 2007

    D ar i Redaksiasa Konstruksi telah menjadi bagian yang takterpisahkan dalam upaya pembangunan di Indonesia.Infrastruktur yang menjadi produk jasa konstruksimengambil peran yang signifikan untuk meningkatkan

    kesejahteraan masyarakat luas. Melihat betapa pentingnya peranini maka tak salah bahkan menjadi suatu keharusan, pelaksanaansegala kegiatan di sektor konstruksi harus diatur, diawasi, dantentu saja dilaksanakan dengan semaksimal dan sebaik mungkinsesuai ketentuan yang berlaku di negara ini.

    Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia Dep.PU sebagai agen pemerintah yang membina sektor konstruksi diIndonesia, dalam Buletin edisi kali ini mempersembahkan artikel-artikel mengenai seluk beluk jasa konstruksi baik dari sisi pelaku,manajemen, industri, lembaga, dan tantangan dunia konstruksi.Salah satu artikel yang patut disimak antara mengenai PenerapanKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi (yang) BelumMenjadi Suatu Kesatuan Pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.Mengingat isu K3 pada pekerjaan konstruksi yang baru-barumencuat setelah kecelakaan yang menimpa pekerja konstruksiakibat tidak disiplinnya penerapan K3.

    Selain itu patut disimak pula artikel mengenai Uji Kelayakan danKepatutan Bagi Calon Anggota Dewan LPJK, sebagai persiapanmenjelang suksesi pada Lembaga Pengawas Jasa Konstruksi diIndonesia. Tak hanya itu, bulletin kali ini juga menampilkan galerifoto seputar kegiatan BPKSDM serta flash news sekitarperkembangan dunia konstruksi Indonesia dalam kiprahnyamenghadapi globalisasi, selain juga artikel-artikel menarik lainnya.

    Akhirnya kepada seluruh pembaca bulletin BPKSDM, kamimengucapkan Selamat Membaca dan Selamat Menikmati.

    Dear, BuletinBagaimana cara menjadi kontributor bulletin BPKSDM?PriyobowoDI Yogyakarta

    GCG Dan ProfesionalismePelaku Jasa Konstruksi ................................................

    Aplikasi Konsep Manajemen Risiko Pada IndustriKonstruksi ....................................................................

    Peran Quantity Surveyor di Industri KonstruksiIndonesia .....................................................................

    Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)Konstruksi Belum Menjadi Suatu Kesatuan PadaPelaksanaan Pekerjaan Konstruksi .............................

    Uji Kelayakan Dan KepatutanBagi Calon Anggota Dewan LPJK ...............................

    Konstruksi Indonesia BersiapHadapi Tantangan Global ...........................................

    Komitmen Mou Indonesia-india,Dep. Pu Laksanakan Kembali Pelatihan TukangKonstruksi ...................................................................

    Kontribusi Konstruksi Indonesia Untuk Palestina ..........

    D af tar I si

    4

    5

    10

    12

    14

    15

    15

    16

    S urat P embacaTim redaksi bulletin BPKSDMKenapa sulit sekali untuk download ke website BPKSDM?WilsonJayapura

  • Q uatable Q uotes

    S ubscribe

    BERPIKIR NEGATIFMenebarkan energi negatif, merusakkesehatan, menggerus daya hidup, men-SWITCH OFF otak kita.

    BERPIKIR POSITIFMenebarkan energi positif, menyehatkan,memperkuat daya hidup, men-SWITCH ONotak kita.

    FACT yang tidak bisa berubah1. Orang yang SUDAH MATI.2. Orang yang PUNYA KELAINAN.3. Orang yang TIDAK MAU BERUBAH.

    bulletin bpksdm/Edisi III - 2007 3

    Orang yang memelihara pekerjaannya denganbaik, pekerjaannya juga memelihara orang itudengan baik. (George Chapman)

    Berfikir positif adalah kunci sukses dalambidang pekerjaan apa saja. Berharaplah yangterbaik, dan bersiap menghadapi yang terburuk.(Ron Jaworski)

    Bulletin BPKSDM mengupas tentang KonstruksiIndonesia. Untuk berlangganan atau hendak menjadikontributor, dapat menghubungi :

    Tim Redaksi Bulletin BPKSDM Dep. PUJl. Pattimura No. 20, Kebayoran BaruJakarta Selatan 12110Telp : (021)7266639Email :datinfo25@yahoo.comhttp ://bpksdm.pu.go.id

    Buku ini sebagai referensi yang berharga bagi masyarakat konstruksi Indonesia,terutama sebagai pengetahuan yang terkait dengan masalah-masalah hukum dalamusaha jasa konstruksi. Disini akan diperkenalkan mengenai Klaim sepertiperkembangan, pengertian, pembahasan, penanganan, teknik dan kiatmemanfaatkan peluang Klaim, cara-cara menyelesaikan sengketa konstruksi, arbitrase(mengenal arbitrase, cara menyusun permohonan, proses persidangan danpembatalan putusan). Beberapa kesimpulan yang disampaikan oleh penulis ialah 1.Pengguna Jasa tidak perlu merasa alergi terhadap klaim, dilain pihak PenyediaJasa agar tidak takut lagi mengajukan klaim. 2. Penyusunan permohonan arbitraseuntuk penyelesaian sengketa konstruksi sangat dianjurkan menggunakan jasakonstruksi hukum yang menguasai dan berpengalaman dalam industri jasa konstruksi.3. Sangat dianjurkan bahwa cara penyelesaian sengketa konstruksi melalui arbitrase,baik Lembaga maupun Ad Hoc, merupakan pilihan terbaik. Buku ini dilengkapidengan lampiran yang memuat 5 peraturan dan perundang-undangan tentangarbitrase dan ICC rules.

    (R. Sulistyowati)

    Mengenal Klaim Konstruksi &Penyelesaian Sengketa Konstruksi

    Buku kedua seri hukum konstruksi

    oleh Ir. H. Nazarkhan Yasin

    Penerbit : PT Gramedia Pustaka UtamaJakarta, 2004

    Klaim Konstruksi & Penyelesaian SengketaKonstruksi Nazarkhan Yasin

  • ewasa ini, jasakons t r uks imer upakanbidang usahayang banyakdiminati oleh

    anggota masyarakat di berbagai tingkatansebagaimana terlihat dari makin besarnyajumlah perusahaan yang bergerak dibidang usaha jasa konstruksi.

    Sehubungan dengan hal itu, jasa konstruksinasional diharapkan semakin mampumengembangkan perannya dalampembangunan nasional, di antaranyamelalui peningkatan keandalan yangdidukung oleh struktur usaha yang kokohdan mampu mewujudkan hasil pekerjaankonstruksi yang berkualitas. Keandalantersebut tercermin dalam daya saing dankemampuan menyelenggarakanpekerjaan konstruksi secara lebih efisiendan efektif, sedangkan struktur usaha yangkokoh tercermin dengan terwujudnyakemitraan yang sinergis antar penyediajasa, baik yang berskala besar, menengah,dan kecil, maupun yang berkualifikasiumum, spesialis, dan terampil.

    Untuk mendorong pengembangan jasakonstruksi, perlu diwujudkan pula ketertibanpenyelenggaraan jasa konstruksi gunamenjamin kesetaraan kedudukan antarapengguna jasa dengan penyedia jasadalam hak dan kewajiban.

    Sejalan dengan meningkatnya tuntutanmasyarakat akan perluasan cakupan,kualitas hasil maupun tertib pembangunan,telah membawa konsekuensi meningkatnyakompleksitas pekerjaan, tuntutan efisiensi,tertib penyelenggaraan, serta kualitas hasilpekerjaan konstruksi. Selain itu, tataekonomi dunia telah mengamanatkanhubungan kerja sama ekonomiinternasional yang semakin terbuka dan

    Pelaku Jasa Konstruksi

    memberikan peluang yangsemakin luas bagi jasakonstruksi nasional.Fenomena tersebutmerupakan tantangan bagijasa konstruksi nasional untuk

    meningkatkan kinerjanya agar lebihkompetitif, profesional dan mampumenghadapi dinamika perkembanganpasar dalam dan luar negeri.

    Globalisasi politik, ekonomi dan keuangantelah mendorong industri konstruksi diseluruh belahan dunia, termasuk industrikonstruksi nasional menjadi pemain kelasdunia. Artinya, industri konstruksi nasionalharus kompetitif di pasar domestik danmemasuki serta merebut pasarinternasional.

    Secara praktis, industri konstruksi dituntutmenunjukkan kinerja yang tinggi, baik disisi masukan, proses, keluaran maupunsistem manajemen. Hal ini bisa dicapai jikaindustri konstruksi nasional semakin (i)profesional, produktif dan progresif; (ii)berbasis ilmu dan teknologi serta parapekerja yang terampil tinggi(workmanship); (iii) memiliki kapasitassuperior dan sinergi melalui kemitraan danusaha-usaha bersama seluruh pihakpemangku kepentingan; (iv) mampumengintegrasikan seluruh proses agartercapai buildability yang lebih besar; (v)mampu meningkatkan efisiensi danefektifitas serta cost effectiveness; dan (vi)memiliki kecakapan tinggisebagai industri ekspor.

    Dalam rangka menjadikelas dunia, pengusahaindustri konstruksi selainmemenuhi persyaratanteknis di atas, dia harusmengembangkan dirimenjadi industri yang

    produktif dan terintegrasi sertamenerapkan good corporate governance(GCG). Istilah dan teori GCG memang relatifbaru dikenal dan dikembangkan. Namundemikian, substansinya telah dilaksanakansejak lama. Istilah tersebut untuk pertamakalinya diperkenalkan oleh Tricker padatahun 1976 dalam buku The IndependentDirector. Tricker kemudian menulis bukutentang Corporate Governance padatahun 1984. Karena perhatiannya yangsangat mendalam dalam bidang