Buku putih sanitasi semarang

  • Published on
    23-Dec-2014

  • View
    479

  • Download
    16

DESCRIPTION

 

Transcript

  • 1. Buku Putih Sanitasi, Sebagai Gambaran Kondisi Sanitasi Kota Semarang(Thursday, 24 June 2010) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang melalui Tim Teknis Pembangunanmengadakan Lokakarya buku putih Sanitasi yang dewasa ini menjadi isu nasional yang cukup kuat. Acara yangdiselenggarakan Kamis (24/6) di Gedung Juang Jl. Pemuda No. 148 Semarang bertujuan untuk memetakan situasi dankondisi sanitasi saat ini dan untuk mengetahui harapan kondisi sanitasi di masa yang akan datang. Kondisi sanitasi di Kota Semarang, seperti air limbah yang berasal dari toilet maupun toilet dialirkan ke tengki septikdan sebagian lain langsung disalurkan ke saluran drainase lingkungan. Bahkan di sebagian tempat masih dijumpaisungai dan drainase lingkungan menjadi toilet umum warga setempat. Sedangkan saluran drainase di Kota Semarangmempunyai karakteristik limbah yang sangat kompleks, karena limpasan air limbah dan limpasan air hujan. Untuk ituperlu diaadakan percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP). Sementara kota Semarang menjadi salah satukota yang konsisten dalam mendukung program PPSP. Kepala Bappeda Kota Semarang Drs. Hadi Purwonomenyebutkan dalam sambutannya, bahwa dalam program PPSP tiap kabupaten atau kota wajib menjalani beberapakegiatan dalam menyusun beberapa dokumen penting sanitasi yang berupa studi penilaian resiko kesehatan lingkunganatau Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Didalam EHRA terkandung aspek peran swasta dalamsanitasi serta peran masuarakat dalam mengelola sanitasi yang baik. Kemudian dilakukan penyusunan buku putihsanitasi Kota Semarang. Komponen dalam pemberian informasi di dalamnya adalah pemerintah SKPD, peran sertaswasta dalam pengelolaan sanitasi, serta masyarakat yang mengetahui kondisi langsung di lapangan,tambahnya. Buku putih sanitasi kota Semarang berisi gambaran karakteristik dan kondisi sanitasi di Kota Semarang.Buku putih sanitasi Kota Semarang merupakan pekerjaan murni dari kelompok kerja (Pokja) air minum danpenyehatan lingkungan atau sanitasi Kota Semarang. Didalamnya dibahas pula empat komponen sanitasi yaitu airminum, air limbah, persampahan dan drainase papar Hadi Purwono. Setelah area beresiko berdasarkanprioritas ditentukan, Hadi menambahkan, selanjutnya dibuat kesimpulan dan rekomendasi yang akan menjadi arahpengembangan penanganan sanitasi di Kota Semarang untuk tahun mendatang serta disusun pula dokumen strategisanitasi Kota (SSK). Sedangkan pada tahun 2010 ini Bappeda Kota Semarang akan melanjutkan denganmenyusun dokumen masterplan sanitasi dan Grand Design Sanitasi sebagai acuan dalam penataan ulang kota terkaitpermasalah sanitasi, ungkapnya di akhir sambutan. (wa5) http://semarang.go.id/cms - semarang.go.idPowered by MamboGenerated: 31 July, 2010, 19:45