Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

  • Published on
    26-Nov-2015

  • View
    312

  • Download
    19

DESCRIPTION

Potret Kondisi Sanitasi Kabupaten Dharmasraya yang dilakukan pada tahun 2013.

Transcript

  • Disiapkan oleh : POKJA SANITASI KABUPATEN

    DHARMASRAYA

    BUKU PUTIH SANITASI

    Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP)

  • i

    KATA PENGANTAR

    Migration from rural to urban areas poses a major challenge for city planners; extending basic drinking water and sanitation services to periurban and slum areas to reach the poorest people is of the utmost importance to prevent outbreaks of cholera and other water-related diseases in these often overcrowded places. (WHO & UNICEF, 2006)

    Permasalahan sanitasi sangat terkait dengan pola hidup masyarakat dan semakin lama semakin tertekan sebagai akibat proses migrasi yang semakin tinggi. Dalam konteks ini proses urbanisasi dan kemiskinan menjadi salah satu pemicu makin tingginya permasalahan lingkungan dan sanitasi khususnya pada daerah kumuh maupun daerah pinggiran kota. Permasalahan sanitasi yang layak dan penyehatan lingkungan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dalam rangka mencapai tujuan pembangunan milenium (MDGs). Kondisi sanitasi yang layak semakin sulit akibat tekanan atau beban suatu daerah maupun akibat kondisi sanitasi yang tidak baik yang berakibat terhadap kualitas air baku yang ada.

    About 770 million and 700 million urban people gained access to improved

    drinking water and sanitation, respectively, during 1990-2004.

    (WHO & UNICEF, 2006)

    Menyadari bahwa perbaikan lingkungan yang lebih baik saling berkelit kelindan dalam konteks penyediaan air minum yang layak, Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target Millenium Development Goals (MDGs). Salah satu upaya untuk lebih memfokuskan pada aspek penyediaan air minum yang layak adalah bagaimana pencapaian terhadap pencapaian tujuan 7C yang memfokuskan pada AMPL.

    Penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Daerah sebagai pelaku langsung pembangunan untuk bersama-sama mewujudkan target pada tujuan7C ini. Penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya secara umum bertujuan untuk memberikan gambaran dan potret factual tentang kondisi sanitasi dan penyehatan lingkungan di Kabupaten Dharmasraya sebagai titik dasar dalam merumuskan strategi dalam mewujudkan target pembangunan khususnya di bidang sanitasi.

    Buku Putih Sanitasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas dan faktual mengenai kondisi dan profil sanitasi Kabupaten Dharmasraya pada saat ini. Pemetaan kondisi dan profil sanitasi (sanitation mapping) dilakukan untuk menetapkan zona sanitasi prioritas yang penetapannya berdasarkan urutan potensi resiko kesehatan lingkungan. Sehingga stakeholder terkait sanitasi mampu mengidentifikasi, memetakan, menentukan prioritas dan arah pengembangan dalam pembangunan sanitasi Kabupaten Dharmasraya

    Kami menyadari banyak kelemahan dan kekurangan dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya ini. Masukan dan perbaikan dari seluruh pelaku pembangunan dan stakeholders lainnya akan sangat membantu dalam perbaikannya. Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi salah satu bagian dalam proses perencanaan pembangunan yang kita laksanakan

    Tim Penyusun

  • ii

    SAMBUTAN BUPATI DHARMASRAYA

    SAMBUTAN BUPATI DHARMASRAYA

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan limpahan rahmat serta hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

    Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya merupakan potret kondisi sanitasi kabupaten saat ini yang menggambarkan tingkat layanan, potensi dan permasalahan sektor sanitasi di Kabupaten Dharmasraya. Sektor sanitasi yang tertuang di buku ini mencakup sub sektor a i r limbah domestik, persampahan, drainase dan air bersih serta aspek promosi higienis sanitasi (ProHiSan). Sanitasi merupakan salah satu aspek pembangunan yang memiliki fungsi menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat karena berkaitan erat dengan kesehatan, pola

    hidup, kondisi permukiman dan lingkungan. Kita berharap dengan adanya potrest sanitasi yang faktual dan profil sanitasi (sanitation mapping) nantinya akan dapat dilakukan penetapan zona sanitasi prioritas berdasarkan urutan potensi resiko kesehatan lingkungan (priority setting)dalam penyusunan program/kegiatan.. Saya menyampaikan apresiasi atas dipublikasikannya Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya sebagai Potret Sanitasi Kabupaten Dharmasraya baik dari Fasilitator Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman, Kelompok Kerja AMPL Provinsi Sumatera Barat, Kelompok Kerja AMPL Pusat yang bersama-sama meluangkan segenap kemampuan dan wawasannya bersama Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Dharmasraya. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan dan kekuatan agar kita dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang optimal untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dharmasraya keseluruhan. Mudah-mudahan dengan selesainya Buku Putih ini, kita bersama dapat mewujudkan kondisi sanitasi yang lebih baik dalam satu kerangka menuju tercapainya Visi Kabupaten Dharmasraya untuk Mewujudkan Masyarakat Dharmasraya yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya, Adil dan Sejahtera Pada Tahun 2015.

    Wabillahi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

    BUPATI DHARMASRAYA

    H. ADI GUNAWAN

  • iii

    DAFTAR ISI

    Kata Pengantar ...................................................................................................................... i

    Sambutan Bupati Dharmasraya ........................................................................................... ii

    Daftar Isi .............................................................................................................................. iii

    Daftar Tabel......................................................................................................................... vi

    Daftar Gambar ..................................................................................................................... ix

    Daftar Peta ............................................................................................................................. i

    1. Pendahuluan ................................................................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang .............................................................................................................................................. 1

    1.2. Landasan Gerak ........................................................................................................................................... 2

    1.3. Maksud dan Tujuan ..................................................................................................................................... 3

    1.4. Metodologi .................................................................................................................................................... 3

    1.5. Dasar Hukum dan Kaitannya dengan Dokumen Perencanaan Lain ................................................... 4

    1.5.1. Undang- Undang Republik Indonesia ........................................................................................................ 4 1.5.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia .................................................................................................. 5 1.5.3. Peraturan Presiden .................................................................................................................................. 6 1.5.4. Keputusan Presiden Republik Indonesia ..................................................................................................... 6 1.5.5. Peraturan Menteri Republik Indonesia....................................................................................................... 6 1.5.6. Keputusan Menteri Republik Indonesia ...................................................................................................... 7 1.5.7. Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya ............................................................................................... 8

    2. Gambaran Umum Wilayah ............................................................................................ 9

    2.1. Geografis, Administratif dan Kondisi fisik .............................................................................................. 9

    2.1.1. Kondisi Geografis .................................................................................................................................... 9 2.1.2. Kondisi Fisik ......................................................................................................................................... 9 2.1.3. Administratif. ...................................................................................................................................... 15

    2.2. Demografis ................................................................................................................................................. 17

    2.2.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk ........................................................................................................... 17 2.2.2. Tingkat Pertumbuhan Penduduk ............................................................................................................ 18

    2.3. Keuangan dan Perekonomian Daerah .................................................................................................... 24 2.3.1. Keuangan Daerah ................................................................................................................................. 24 2.3.2. Perekonomian Daerah ........................................................................................................................... 26

    2.4. Tata Ruang Wilayah ................................................................................................................................... 27

    2.4.1. Rencana Pusat Layanan ........................................................................................................................ 27 2.4.2. Rencana Pola Ruang didalam RTRW..................................................................................................... 29

    2.5. Sosial dan Budaya....................................................................................................................................... 33

    2.5.1. Fasilitas Pendidikan ............................................................................................................................. 33 2.5.2. Jumlah Penduduk Miskin ...................................................................................................................... 33 2.5.3. Jumlah Rumah dan Status Kepemilikan .................................................................................................. 33

    2.6. Kelembagaan Pemerintah Dareah ........................................................................................................... 34

    2.6.1. Sekretaris Daerah dan Staf Ahli ............................................................................................................ 37 2.6.2. Lembaga Teknis Daerah ....................................................................................................................... 38

  • iv

    3. Profil Sanitasi Wilayah ..................................................................................................42

    3.1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene ....................................................... 42

    3.1.1. Tatanan Rumah Tangga ........................................................................................................................ 44 3.1.2. Tatanan Sekolah .................................................................................................................................. 49

    3.2. Pengelolaan Air Limbah Domestik ......................................................................................................... 52 3.2.1. Kelembagaan ........................................................................................................................................ 52 3.2.2. Sistem dan Cakupan Pelayanan ............................................................................................................. 55 3.2.3. Kesadaran Masyarakat dan PMHSJK .................................................................................................... 60 3.2.4. Pemetaan Media ................................................................................................................................ 63 3.2.5. Partisipasi Dunia Usaha ....................................................................................................................... 63 3.2.6. Pendanaan dan Pembiayaan ................................................................................................................... 64

    3.3. Pengelolaan Persampahan ........................................................................................................................ 65 3.3.1. Kelembagaan/Aspek Legalitas ............................................................................................................... 65 3.3.2. Sistem dan Cakupan Pelayanan ............................................................................................................. 69 3.3.3. Kesadaran Masyarakat dan PMJK ......................................................................................................... 75 3.3.4. Pemetaan Media ................................................................................................................................ 77 3.3.5. Partisipasi Dunia Usaha ....................................................................................................................... 78 3.3.6. Pendanaan dan Pembiayaan ................................................................................................................... 78 3.3.7. Isu Strategis dan Permasalahan Mendesak ............................................................................................... 79

    3.4. Pengelolaan Drainase Lingkungan .......................................................................................................... 80

    3.4.1. Kelembagaan ........................................................................................................................................ 80 3.4.2. Sistem dan Cakupan Pelayanan ............................................................................................................. 84 3.4.3. Kesadaran Masyarakat dan PMHSJK .................................................................................................... 86 3.4.4. Pemetaan Media ................................................................................................................................ 87 3.4.5. Partisipasi Dunia Usaha ....................................................................................................................... 88 3.4.6. Pendanaan dan Pembiayaan ................................................................................................................... 88 3.4.7. Isu strategis dan Permasalahan Mendesak ................................................................................................ 88

    3.5. Pengelolaan Komponen Terkait Sanitasi ............................................................................................... 89

    3.5.1. Pengelolaan Air Bersih .......................................................................................................................... 89 3.5.1. Pengelolaan Air Limbah Industri Rumah Tangga ..................................................................................... 94 3.5.2. Pengelolaan Limbah Medis..................................................................................................................... 94

    4. Program Pengembangan Sanitasi Saat Ini dan Yang Direncanakan ..........................95

    4.1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene ....................................................... 95

    4.2. Peningkatan Pengelolaan Air Limbah Domestik .................................................................................. 95

    4.3. Peningkatan Pengelolaan Persampahan ................................................................................................. 97

    4.4. Peningkatan Pengelolaan Drainase Lingkungan ................................................................................... 99

    4.5. Peningkatan Komponen Terkait Sanitasi............................................................................................106

    5. Indikasi Permasalahan Dan Posisi Pengelolaan Sanitasi Saat Ini ............................ 108

    5.1. Area beresiko sanitasi dan penyebab utamanya ..................................................................................108

    5.2. Posisi Pengelolaan Sanitasi Saat Ini.......................................................................................................119

    5.2.1. Sub Sektor Air Limbah ...................................................................................................................... 119 5.2.2. Sub Sektor Persampahan ..................................................................................................................... 119 5.2.3. Sub sektor drainase lingkungan............................................................................................................. 120 5.2.4. Aspek PHBS ( Prohisan )................................................................................................................... 120

    5.3. Gambar Posisi Pengelolaan Sanitasi Saat Ini .......................................................................................120

    5.3.1. Sub Sektor Air Limbah ...................................................................................................................... 120

  • v

    5.3.2. Sub Sektor Persampahan ..................................................................................................................... 121 5.3.3. Sub sektor drainase lingkungan............................................................................................................. 123 5.3.4. Aspek PHBS ( Prohisan )................................................................................................................... 123

    5.4. Matrix SWOT Pengelolaan Sanitasi Kabupaten Dharmasraya .........................................................124

    5.4.1. Matrix SWOT Pengelolaan Air limbah domestic ................................................................................... 124 5.4.2. Matrix SWOT Pengelolaan Persampahan ............................................................................................. 125 5.4.3. Matrix SWOT Pengelolaan Drainase lingkungan .................................................................................. 126 5.4.4. Matrix SWOT Pengelolaan Prohisan ................................................................................................... 127

    5.5. Rekomendasi.............................................................................................................................................127

    5.5.1. Sub Sektor Air Limbah ...................................................................................................................... 127 5.5.2. Sub Sektor Persampahan ..................................................................................................................... 128 5.5.3. Sub sektor drainase lingkungan............................................................................................................. 128 5.5.4. Aspek PHBS ( Prohisan )................................................................................................................... 129

    Daftar Singkatan ................................................................................................................ 130

  • vi

    DAFTAR TABEL

    Table 2-1 Daerah Aliran Sungai Kabupaten Dharmasraya .......................................................................10

    Table 2-2 Luas Kecamatan dan Jumlah Nagari ...........................................................................................15

    Table 2-3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya .................................................17

    Table 2-4 Jumlah dan Kepadatan Penduduk saat ini dan Proyeksinya untuk 5 tahun .........................19

    Table 2-5 Rekafitulasi Realisasi APBD Kabupaten Dharmasraya tahun 2009 - 2013 ........................24

    Table 2-6 Rekapitulasi Realisasi Belanja Sanitasi SKPD Kab. Dharmasraya Tahun 2009 - 2013 ..................................................................................................................................................25

    Table 2-7 Belanja Sanitasi Perkapita Kabupaten Dharmasraya Tahun 2009 - 2013 .............................25

    Table 2-8 Data perekonomian umum daerah 5 tahun terakhir ................................................................26

    Table 2-9 Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten Dharmasraya ..............................................33

    Table 2-10 Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan..................................................................................33

    Table 2-11 Jumlah Rumah per Kecamatan ....................................................................................................34

    Table 3-1 Perhitungan Pendanaan Sanitasi Oleh APBD Kab. Dharmasraya tahun 2009 - 2013 .......42

    Table 3-2 Realisasi dan Potensi retribusi Sanitasi per Kapita ...................................................................42

    Table 3-3 Permasalahan mendesak dan isu strategis ..................................................................................43

    Table 3-4 Rekapitulasi Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah/pesantren (tingkat sekolah:

    SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (toilet dan tempat cuci tangan) ...............................50

    Table 3-5 Kondisi sarana sanitasi sekolah (tingkat sekolah:

    SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (pengelolaan sampah dan pengetahuan

    higiene).............................................................................................................................................51

    Table 3-6 Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah

    Domestik .........................................................................................................................................53

    Table 3-7 Peta Peraturan Air Limbah Domestik Kabupaten Dharmasraya ...........................................54

    Table 3-8 Diagram Sistem Sanitasi pengelolaan air limbah domestic......................................................56

    Table 3-9 Sistem pengelolaan air limbah yang ada di Kabupaten Dharmasraya ...................................56

    Table 3-10 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat ................................................60

    Table 3-11 Pengelolaan sarana jamban keluarga dan MCK oleh Masyarakat ..........................................61

    Table 3-12 Kondisi sarana MCK .....................................................................................................................62

    Table 3-13 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya ...................................................63

    Table 3-14 Media komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya ........................................................63

    Table 3-15 Penyedia layanan air limbah domestik yang ada di Kabupaten Dharmasraya ......................63

    Table 3-16 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi komponen air limbah domestik .........................64

    Table 3-17 Realisasi dan Potensi Retribusi Air Limbah..............................................................................64

    Table 3-18 Permasalahan mendesak dan Issue Strategis .............................................................................65

    Table 3-19 Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Persampahan ..........67

    Table 3-20 Daftar Peraturan Persampahan Kabupaten Dharmasraya ......................................................68

  • vii

    Table 3-21 Diagram Sistem Sanitasi Pengelolaan Persampahan Yang Terlayani sebesar

    8,20M3/Hari ...................................................................................................................................74

    Table 3-22 Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya..............................75

    Table 3-23 Pengelolaan persampahan di tingkat nagari/kecamatan ..........................................................76

    Table 3-24 Pengelolaan persampahan di tingkat kabupaten .......................................................................76

    Table 3-25 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat ................................................77

    Table 3-26 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya ...................................................77

    Table 3-27 Media komunikasi dan kerjasama terkait komponen Persampahan ......................................77

    Table 3-28 Penyedia layanan pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya ...........78

    Table 3-29 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi Komponen persampahan ....................................78

    Table 3-30 Realisasi dan Potensi Retribusi Sampah .....................................................................................79

    Table 3-31 Permasalahan Mendesak dan Issue Strategis .............................................................................79

    Table 3-32 Daftar Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Drainase

    Lingkungan......................................................................................................................................81

    Table 3-33 Daftar Peraturan Drainase Lingkungan Kabupaten Dharmasraya ........................................82

    Table 3-34 Diagram Sistem Sanitasi pengelolaan drainase lingkungan .....................................................84

    Table 3-35 Sistem Pengelolaan Draenase yang ada di Kabupaten/Kota ..................................................86

    Table 3-36 Kondisi drainase lingkungan di tingkat kecamatan/nagari......................................................87

    Table 3-37 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat ................................................87

    Table 3-38 Kegiatan Komunikasi terkait komponen drainase lingkungan ...............................................87

    Table 3-39 Media komunikasi dan kerjasama terkait komponen Drainase lingkungan ..........................87

    Table 3-40 Penyedia layanan pengelolaan drainase lingkungan yang ada di Kab. Dharmasraya...........88

    Table 3-41 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Komponen drainase lingkungan .......................................88

    Table 3-42 Realisasi dan Potensi Retribusi Drainase Lingkungan ( data tidak ada ) ...............................88

    Table 3-43 Isu Strategis dan Permasalahan Mendesak .................................................................................89

    Table 3-44 Sistem Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih Kab. Dharmasraya Tahun 2010 ...............92

    Table 3-45 Pengelolaan limbah industri rumah tangga di Kabupaten Dharmasraya ..............................94

    Table 3-46 Pengelolaan limbah medis di fasilitas-fasilitas kesehatan .........................................................94

    Table 4-1 Rencana program dan kegiatan PHBS dan Promosi Higiene tahun 2014 ( n + 1 ) ............95

    Table 4-2 Kegiatan PHBS dan Promosi Higiene yang sedang berjalan 2013 ........................................95

    Table 4-3 Rencana program dan kegiatan pengelolaan air limbah domestik tahun 2014 ( n +

    1 ) ......................................................................................................................................................96

    Table 4-4 Kegiatan pengelolaan air limbah domestik yang sedang berjalan...........................................97

    Table 4-5 Rencana program dan kegiatan pengelolaan persampahan saat ini 2014 (tahun n+1) .......98

    Table 4-6 Kegiatan pengelolaan persampahan yang sedang berjalan ......................................................98

    Table 4-7 Rencana program dan kegiatan pengelolaan drainase saat ini (tahun n+1) ..........................99

    Table 4-8 Kegiatan pengelolaan drainase yang sedang berjalan TA. 2013 .......................................... 101

    Table 4-9 Rencana program dan kegiatan Sanitasi Sub-sektor Air Bersih saat ini (n+1) .................. 106

    Table 4-10 Kegiatan Sanitasi Sub-sektor Air Bersih Tahun 2013 yang sedang berjalan .................... 107

  • viii

    Table 5-1 Area beresiko sanitasi dan Penyebab utamanya ..................................................................... 108

  • ix

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2-1 Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya ..................................................35

    Gambar 2-2 SKPD Yang Memiliki Keterkaitan Tupoksi Langsung atau Tidak Langsung

    dengan Pembangunan Sanitasi di Kabupaten Dharmasraya ................................................36

    Gambar 3-1 Grafik sumber informasi ( tidak ada) .......................................................................................44

    Gambar 3-2 Grafik Penyuluhan sanitasi ( tidak ada) ...................................................................................44

    Gambar 3-3 Grafik Penyampai pesan sanitasi ( tidak ada) .........................................................................44

    Gambar 3-4 CTPS Lima waktu Penting ........................................................................................................44

    Gambar 3-5 Persentase Penduduk yang melakukan BABS .......................................................................45

    Gambar 3-6 Grafik Pengelolaan Air Minum ( Pencemaran pada wadah penyimpanan dan

    penanganan air) ...........................................................................................................................46

    Gambar 3-7 Grafik Pengolahan Sampah Setempat .....................................................................................47

    Gambar 3-8 Pencemaran Karena SPAL ........................................................................................................48

    Gambar 3-9 Tempat Pembuangan Akhir Tinja ............................................................................................55

    Gambar 3-10 Tempat Pembuangan Akhir Tinja ............................................................................................57

    Gambar 3-11 Grafik pengelolaan sampah di Kabupaten Dharmasraya .....................................................70

    Gambar 3-12 Grafik Praktek Pemilahan Sampah oleh Rumah Tangga .....................................................72

    Gambar 3-13 Grafik Persentase Rumah tangga yang mengalami banjir rutin ...........................................83

    Gambar 3-14 SPAL Rumah Tangga yang dialirkan ke Sungai di Kabupaten Dharmasraya ...................86

    Gambar 3-15 Pengelolaan Air dari Sumber Air Ledeng/PDAM di Kab. Dharmasraya .........................90

    Gambar 3-16 Pengelolaan Air dari Sumur Gali Terlindungi di Kab. Dharmasraya ................................90

    Gambar 3-17 Pengelolaan Air dari Sumur Gali Tidak Terlindungi di Kab. Dharmasraya ......................91

    Gambar 3-18 Pengelolaan Air Sungai di Kab. Dharmasraya ........................................................................91

    Gambar 3-19 Pengelolaan Air Hujan di Kab. Dharmasraya .........................................................................92

    Gambar 5-1 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik .................................. 120

    Gambar 5-2 Gambar Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik .................. 121

    Gambar 5-3 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik .................................. 121

    Gambar 5-4 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Persampahan ............................................... 122

    Gambar 5-5 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Persampahan ............................................... 122

    Gambar 5-6 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Drainase lingkungan .................................. 123

    Gambar 5-7 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Prohisan ( promosi higienis ) ................... 123

  • i

    DAFTAR PETA

    Peta 2-1 Peta Daerah Aliran Sungai Kabupaten Dharmasraya ....................................................................13

    Peta 2-2 Peta Administrasi Kabupaten Dharmasraya dan Cakupan Wilayah KajianError! Bookmark not defined. Peta 2-3 Peta Rencana Pusat Layanan Kabupaten Dharmasraya .......... Error! Bookmark not defined. Peta 2-4 Peta Rencana Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya ................ Error! Bookmark not defined. Peta 3-1 Peta Cakupan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik .........................................................58

    Peta 3-2 Peta Lokasi infrastruktur utama pengelolaan air limbah domestik ..............................................59

    Peta 3-3 Peta Cakupan Layanan Persampahan ...............................................................................................73

    Peta 3-4 Peta Lokasi Infrastruktur Utama Pengelolaan Persampahan........................................................74

    Peta 3-5 Peta Genangan Kabupaten Dharmasraya ........................................................................................85

    Peta 3-6 Peta Cakupan Layanan Air Bersih Kabupaten Dharmasraya .......................................................93

    Peta 5-1 Peta Area Beresiko Berdasarkan Data Skunder, EHRA, Persepsi SKPD dan

    Kunjungan Lapangan ....................................................................................................................... 109

    Peta 5-2 Peta Area Beresiko Berdasarkan Data Skunder ........................................................................... 112

    Peta 5-3 Peta Area Beresiko Berdasarkan Persepsi SKPD ........................................................................ 115

    Peta 5-4 Peta Area Beresiko Berdasarkan Studi EHRA ............................................................................. 118

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    1

    1. PENDAHULUAN

    11..11.. LLaattaarr BBeellaakkaanngg Sanitasi merupakan suatu langkah untuk mengendalikan semua faktor lingkungan yang berpotensi

    mempengaruhi atau menurunkan kualitas kesehatan manusia, baik secara fisik, mental maupun sosial. Dalam kontek Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP), sanitasi di Indonesia didefinisikan sebagai upaya membuang limbah cair domestik dan sampah untuk menjamin kebersihan dan lingkungan hidup sehat, baik di tingkat rumah tangga maupun di lingkungan perumahan. Mengingat sangat pentingnya perencanaan sanitasi di Kabupaten Dharmasraya maka Kabupaten Darmasraya di tahun 2013 menyatakan minat untuk berperan dalam Program PPSP khususnya dalam menghasilkan Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang mana nantinya akan menjadi dasar dan pondasi awal pijakan dalam penyusunan Dokumen Pembangunan Sanitasi jangka pendek, menengah dan jangka Panjang.

    Menurut WHO, pengertian sanitasi secara umum adalah mengacu pada penyediaan fasilitas dan layanan untuk pembuangan urin dan tinja yang aman. Sanitasi yang tidak memadai adalah penyebab utama penyakit di seluruh dunia dan sanitasi diketahui memiliki dampak positif bagi kesehatan, baik di lingkungan rumah tangga dan di masyarakat pada umumnya.

    Sanitasi terbagi dalam 3 (tiga) subsektor, yaitu: i) air limbah; ii) persampahan; dan iii) drainase tersier, tidak lupa pendukung dari ke 3 subsektor sanitasi diatas yaitu Prohisan ( Promosi Higienis Sanitasi )

    1. Sub-Sektor Air Limbah Penanganan limbah cair/air limbah rumah tangga (permukiman) meliputi blackwater yang berasal dari limbah rumah tangga yang bersumber dari WC dan urinoir dan grey water yang berasal dari limbah rumah tangga non kakus yaitu buangan yang berasal dari kamar mandi, dapur (sisa makanan) dan tempat cuci. a) Penanganan air limbah rumah tangga yang dimaksud berupa pengolahan domestik dengan

    sistem b) Penanganan dengan System On-Site menggunakan sistem septik-tank peresapan. c) Penanganan dengan System Off- Site menggunakan sistim saluran perpipaan (sewerage)

    yang dilakukan secara terpusat

    2. Sub-Sektor Persampahan Penanganan limbah padat/persampahan mencakup pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, baik yang berasal dari aktifitas rumah tangga, pasar, restoran dan aktifitas lainnya yang ditampung melalui TPS atau transfer depo ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    3. Sub-sektor Drainase tersier Penanganan drainase mencakup penaganan daerah genangan air dan pengelolaan saluran permukiman atau lingkungan sebagai saluran pembawa dari air limbah/penggelontor air permukiman dan memutuskan genangan air permukaan.

    4. Promosi Higiene dan Sanitasi (Prohisan ) Prohisan merupakan aspek non-teknis dari sanitasi, meliputi promosi kesehatan, perubahan perilaku dan sanitasi di rumah tangga (5 pilar STBM)

    Penyediaan air bersih tidak bisa diabaikan dan menjadi prioritas kabupaten untuk mendukung pengelolaan sanitasi masyarakat yang mencakup terutama di sub-sektor air limbah, sebagai penyediaan air penggelontor dan mandi, cuci dan kakus, baik melalui jaringan PDAM maupun non PDAM yang bersumber dari air permukaan/air tanah.

    Air limbah rumah tangga adalah air sisa proses dari kegiatan rumah tangga. Berkaitan dengan pengelolaan air limbah rumah tangga, maka limbah yang muncul dari rumah tangga dikelompokkan dalam dua bagian. Bagian pertama adalah limbah yang berasal dari metabolisme tubuh manusia (excreta) berupa air kencing (urine) dan tinja. Kelompok pertama ini biasa disebut sebagai blackwater. Sedangkan kelompok

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    2

    kedua adalah air limbah yang berasal selain dari metabolisme tubuh manusia, antara lain berasal dari sisa pencucian pakaian, dapur, dan sisa air mandi. Bagian kedua ini dikenal sebagai greywater.

    Sektor lain yang terkait dengan sanitasi adalah sektor sampah. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.

    Sektor terakhir yang berhubungan dengan sanitasi adalah sektor drainase lingkungan yang merupakan suatu sistem penanganan atau pengaliran air hujan. Secara konvensional, hujan yang turun pada suatu wilayah diusahakan secepat mungkin mengalir melalui saluran-saluran air hujan menuju badan air penerima. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya genangan di pemukiman atau jalan. Sistem ini sebagian besar berhasil digunakan untuk mengendalikan terjadinya genangan, tetapi menjadi tidak terkait dengan konservasi air. Konsep penanganan air hujan dengan memperhatikan konservasi air tanah biasa disebut sebagai konsep drainase berwawasan lingkungan atau eco-drainage. Dengan konsep ini maka air hujan yang turun diusahakan untuk semaksimal mungkin meresap ke dalam tanah atau ditampung untuk dimanfaatkan, sedangkan kelebihannya baru dialirkan melalui saluran air hujan. Peresapan air hujan dapat dilakukan dengan menggunakan kolam retensi atau embung, sumur resapan air hujan dan biopori. Walaupun sektor air besih/air minum tidak termasuk di dalam sektor-sektor yang terkait dengan sanitasi, tetapi sektor air minum dianggap sangat mempengaruhi kondisi sanitasi. Oleh karena itu seringkali sektor air minum disebut beriringan dengan sistem sanitasi, seperti istilah Water and Sanitation (WATSAN) atau AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan).

    Wilayah kajian Buku Putih Sanitasi Sanitasi Kabupaten Dharmasraya adalah seluruh Nagari (52 Nagari) yang tersebar di 11 (sebelas) Kecamatan. Ini berdasarkan hasil kesepakatan Pokja AMPL Kabupaten Dharmasraya.yaitu :

    1. Sungai Rumbai 2. Koto Besar 3. Asam Jujuhan 4. Koto Baru 5. Koto Salak 6. Tiumang 7. Padang Laweh 8. Sitiung 9. Timpeh 10. Pulau Punjung

    11..22.. LLaannddaassaann GGeerraakk Berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2009, perumusan tujuan

    mempunyai fungsi, dasar dan kriteria tertentu. Pada dasarnya Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten merupakan arahan perwujudan ruang wilayah kabupaten yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten memiliki fungsi :

    1. sebagai dasar untuk menformulasikan kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten; 2. memberikan arah bagi penyusunan indikasi program utama dalam rtrw kabupaten; dan; 3. sebagai dasar dalam penetapan arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten.

    Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan berdasarkan : 1. Visi dan misi pembangunan wilayah kabupaten; 2. Karakteristik wilayah kabupaten; 3. Isu strategis; dan 4. Kondisi objektif yang diinginkan.

    Tujuan penataan ruang wilayah kabupaten dirumuskan dengan kriteria: 1. tidak bertentangan dengan tujuan penataan ruang wilayah provinsi dan nasional; 2. jelas dan dapat tercapai sesuai jangka waktu perencanaan; dan 3. tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

    Visi dan misi Daerah; sebagai bagian dari kebijakan pembangun daerah Kabupaten Dharmasraya, maka dalam proses perumusan tujuan penataan ruang harus mempertimbangkan visi dan misi pembangunan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    3

    daerah. Adapun visi pembangunan Kabupaten Dharmasraya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015 adalah :

    Terwujudnya Masyarakat Dharmasraya yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya, Adil dan Sejahtera Pada Tahun 2015

    Adapun Misi Kabupaten Dharmasraya adalah : 1. Menata mengembangkan dan menyelenggarakan manajemen pemerintah daerah yang

    responsive, akuntabilitas, transparansi, partisipatif dan profesional. 2. Membangun sumber daya manusia yang handal dan mampu menguasai IPTEK melalui

    peningkatan mutu pelayanan pendidikan berdasarkan iman dan taqwa kepada Allah SWT 3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakatdari aspek sosial, ekonomi dan budaya yang berbasis

    kerakyatan dalam rangka penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial

    4. Mewujudkan pemerataaan pembangunandengan memperkecil ketimpangan pembangunan antar wilayah dan antar lapisan/kelompok masyarakat

    5. Meningkatkan pembangunan infrastruktur guna pengmbangan potensi dan sumber daya daerah 6. Mengembangkan dan menggerakan sumber investasi untuk pengelolaan potensi sumber daya

    daerah 7. Mengembangkan dan memberdayakan koperasi dan UMKM sebagai basis ekonomi daerah 8. Mengembangkan pariwisata yang bernuansa historis, kultural, dan agamis 9. Mengembangkan ekonomi daerah yang berbasisi pertanian menuju agribisnis dan agro industri 10. Membangun masyarakat yang berbudaya, sejahtera, dan agamis 11. Memperkuat kapasitas kelembagaan sosial, ekonomi, politik, budaya dan kegamaan di

    masyarakat 12. Meningkatkan kemananan, kenyamanan dan ketertiban umum melalui penegakan hukum yang

    konsisten dan berkeadilan 13. Mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan 14. Mengembangkan pembangunan pedesaan sebagai basis pembangunan daerah

    11..33.. MMaakkssuudd ddaann TTuujjuuaann Buku Putih Sanitasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas dan faktual mengenai

    kondisi dan profil sanitasi Kabupaten Dharmasraya pada saat ini. Pemetaan kondisi dan profil sanitasi (sanitation mapping) dilakukan untuk menetapkan zona sanitasi prioritas yang penetapannya berdasarkan urutan potensi resiko kesehatan lingkungan (priority setting). Dalam Buku Putih Sanitasi ini, priority setting dilakukan dengan menggunakan data primer yang tersedia, hasil Penilaian Kesehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan tahun 2013 dan persepsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Dharmasraya yang menangani secara langsung pembangunan dan pengelolaan sektor sanitasi.

    Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam proses penyusunan Buku Putih Sanitasi ini antara lain adalah pembangunan kapasitas (capacity building) Pemerintah Kabupaten Dharmasraya beserta stakeholder lainnya untuk mampu mengidentifikasi, memetakan, menentukan prioritas dan arah pengembangan yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan masyarakat yang nantinya menjadi panduan penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dan rencana tindak sanitasi dalam bentuk Memorandum Program Sanitasi (MPS) sebagai upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman secara komprehensif dan berkelanjutan. Di samping itu, pembentukan Pokja Sanitasi diharapkan dapat menjadi embrio entitas suatu badan permanen yang akan menangani dan mengelola program pembangunan dan pengembangan sanitasi di tingkat Kabupaten.

    11..44.. MMeettooddoollooggii Buku Putih Sanitasi Sanitasi (BPS) Kabupaten Dharmasraya ini disusun oleh Pokja Sanitasi

    Kabupaten Dharmasraya secara partisipatif dan terintegrasi melalui kegiatan diskusi, lokalatih dan pembekalan yang dilalukan oleh Tim Pokja AMPL dengan dukungan dari Tim ProSDA (Provincial Sanitation

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    4

    Development Advisor), Provincial Facilitator (PF) serta difasilitasi oleh City Facilitator (CF). Metoda yang digunakan dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi Sanitasi (BPS) Kabupaten Dharmasraya ini menggunakan beberapa pendekatan dan alat bantu secara bertahap untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang lengkap. Serangkaian kegiatan dan metoda dilakukan bersama pokja baik lokalatih, diskusi atau FGD serta pembekalan

    Secara umum metode di dalam penyusunan Buku Putih Sanitasi ini terdiri dari beberapa langkah, yaitu :

    1. Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder sektor sanitasi digunakan sebagai dasar untuk membuat pemetaan kondisi sanitasi secara aktual, serta memotret kebutuhan akan layanan sanitasi yang baik, sesuai standar kebutuhan minimal pembangunan sanitasi. Tidak hanya sekedar kompilasi, tetapi juga dilakukan proses seleksi dan verifikasi data. Banyak dokumen kegiatan program yang mampu memberikan informasi mengenai apa yang terjadi dimasa lampau yang erat kaitannya dengan kondisi yang terjadi pada masa kini.

    2. Pendalaman data Sekunder yang telah diperoleh Dari data sekunder yang telah diperoleh, maka dilakukan verifikasi lanjutan, pengecekan silang data-data yang diperoleh dan pendalaman data tersebut dengan melaksanakan:

    pertemuan secara berkala dengan anggota Pokja yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya selaku Ketua Pokja

    meninjau tempat-tempat yang dilayani program sanitasi serta sebagian dari daerah pelayanan di kawasan perkotaan dan daerah kumuh (survey dan observasi)

    diskusi yang bersifat teknis (focus group discussion) dan mendalam juga akan dilakukan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam sanitasi. Diskusi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait kondisi yang ada serta upaya-upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di bidang sanitasi

    3. Pengumpulan Data primer Data primer yang dikumpulkan meliputi :

    Studi Kelembagaan dan Keuangan Penilaian Sanitasi Berbasis Masyarakat (Community-based Sanitation Assessment) Studi Penyedia Layanan Sanitasi (Sanitation Supply Assessment/SSA) Studi Komunikasi dan Pemetaan Media Penilaian Kesehatan Lingkungan (EHRA) dari Dinas Kesehatan

    11..55.. DDaassaarr HHuukkuumm ddaann KKaaiittaannnnyyaa ddeennggaann DDookkuummeenn PPeerreennccaannaaaann LLaaiinn Penyusunan Buku Putih Sanitasi Sanitasi (BPS) Kabupaten Dharmasraya mengacu pada peraturan

    perundang-undangan nasional, Perarturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Kebijakan dan Strategi Nasional serta peraturan daerah untuk mendukung Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di daerah. Peraturan perundangan yang terkait dengan program percepatan pembangunan sanitasi permukiman Kabupaten Dharmasraya meliputi :

    11..55..11.. UUnnddaanngg-- UUnnddaanngg RReeppuubblliikk IInnddoonneessiiaa 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. 3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung

    jawab Keuangan Negara. 5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

    Nasional. 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana

    telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang No. 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    5

    7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

    8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.

    9. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah 10. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. 11. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. 12. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial 13. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan

    Lingkungan Hidup. 14. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. 15. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan

    Pembangunan Keluarga. 16. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. 17. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 18. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. 19. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

    11..55..22.. PPeerraattuurraann PPeemmeerriinnttaahh RReeppuubblliikk IInnddoonneessiiaa 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 1999 tentang Kawasan Siap

    Bangun dan Lingkungan Siap Bangun Berdiri Sendiri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3892)

    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

    3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2001 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

    4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

    5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 Tentang Rencana Kerja Pemerintah.

    6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4490);

    7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);

    8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah.

    9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 Tentang Pinjaman Daerah.

    10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 Tentang Dana Perimbangan.

    11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2005 Tentang Hibah Kepada Daerah.

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Standar

    Pelayanan Minimum. 14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman

    Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 Tentang Tata Cara

    Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 16. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian urusan Pemerintahan

    Antara Pemerintah, Pemerintah daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan

    Uang Negara/Daerah.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    6

    18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah.

    19. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah.

    20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

    21. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

    22. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

    23. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Nasional.

    24. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

    25. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Modal di Daerah.

    26. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

    27. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2010 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah.

    28. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2010 Tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang.

    29. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    30. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

    31. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2010 Tentang Jenis Pajak Daerah yang dipungut berdasarkan Penetapan Kepala Daerah atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak.

    32. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah.

    33. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Pinjaman Daerah.

    34. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai.

    11..55..33.. PPeerraattuurraann PPrreessiiddeenn

    1. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014.

    11..55..44.. KKeeppuuttuussaann PPrreessiiddeenn RReeppuubblliikk IInnddoonneessiiaa 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan

    Pengendalian Dampak Lingkungan. 2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 Tentang Tim Koordinasi

    Pengelolaan Sumber Daya Air. 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas

    Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 Tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.

    11..55..55.. PPeerraattuurraann MMeenntteerrii RReeppuubblliikk IInnddoonneessiiaa

    1. Peraturan Menteri PU No. 494 Tahun 2005 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pembangunan Perkotaan.

    2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    7

    kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310).

    3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM).

    4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21 Tahun 2006 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP).

    5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan.

    6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal

    7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan .

    8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah.

    9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pemerintahan Dalam Negeri Di Kabupaten/Kota.

    10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.

    11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pedoman Analisis Beban Kerja Di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah.

    12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.

    13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

    14. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP).

    15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

    16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

    11..55..66.. KKeeppuuttuussaann MMeenntteerrii RReeppuubblliikk IInnddoonneessiiaa 1. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 35/MENLH/7 /1995

    tentang Program Kali Bersih. 2. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 269/1996 tentang Petunjuk Teknis

    Penyusunan UKL dan UPL Departemen Pekerjaan Umum 3. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 337/1996 tentang Petunjuk Tata Laksana UKL

    dan UPL Departemen Pekerjaan Umum 4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 296/1996 tentang Petunjuk Teknis

    Penyusunan UKL UPL Proyek Bidang Pekerjaan Umum 5. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2001 tentang

    Jenis Usaha dan atau kegiatan yang wajib dilengkapi degan AMDAL. 6. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 534 Tahun 2001 Tentang

    Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Pemetaan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum.

    7. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 217 Tahun 2002 Tentang Kebijaksanaan dan Strategi Nasional Perumahan dan Permukiman (KSNPP).

    8. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu air Limbah Domestik.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    8

    9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1205/Menkes/Per/X /2004 tentang Pedoman Persyaratan Kesehatan Pelayanan Sehat Pakai Air (SPA).

    10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/KPTS/M/2005 tentang Pedoman Pemberdayaan Penanggung Jawab Teknik Badan Usaha Jasa Konstruksi Kualifikasi Kecil

    11. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21 tahun 2006 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan persampahan

    12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/Menkes/SK/IX /2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

    11..55..77.. PPeerraattuurraann DDaaeerraahh KKaabbuuppaatteenn DDhhaarrmmaassrraayyaa 1. Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan 2. Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Penyedotan Kakus

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    9

    2. GAMBARAN UMUM WILAYAH

    22..11.. GGeeooggrraaffiiss,, AAddmmiinniissttrraattiiff ddaann KKoonnddiissii ffiissiikk

    22..11..11.. KKoonnddiissii GGeeooggrraaffiiss Letak Geografis Kabupaten Dharmasraya dengan ibukota Pulau Punjung adalah salah satu kabupaten di

    Sumatera Barat yang berada di persimpangan Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan antara Padang, Pekanbaru hingga Jambi. Terletak di ujung tenggara Sumatera Barat antara 0477LS 14156LS & 101921BT 1015427BT. Kondisi dan topografi Kabupaten Dharmasraya mayoritas merupakan lahan datar dengan ketinggian dari 82 meter sampai 1.525 meter dari permukaan laut.

    Menurut Perda Nomor 4 Tahun 2009 luas Kabupaten Dharmasraya adalah 2.961,13 Km (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan pemetaan hasil digitasi citra spot 5 memiliki luas 3.025,99 Km2 (302.599 Ha). Topografi Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang dan datar dengan ketinggian dari 98,3 mdpl sampai 1.525 mdpl. Dataran paling tinggi berada di kecamatan Sungai Rumbai yaitu 1.525 mdpl., sedangkan dataran yang paling rendah berada di kecamatan Koto Baru dengan ketinggian 97 mdpl., dan terletak pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Riau yang dilewati jalur Jalan Lintas Tengah Sumatera. Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu kabupaten yang cukup berpotensi di Propinsi Sumatera Barat. Sebagian besar penggunaan lahan di Kabupaten Dharmasraya adalah untuk sektor pertanian hingga mencapai 87,13% dimana lahan perkebunan adalah yang terbesar mencapai 53,88% sedangkan lahan untuk sawah sebesar 3,13 %.

    Suhu udara di Kabupaten Dharmasraya berkisar antara 28-32C. Curah hujan tertinggi dan hari hujan tahun 2011 terbanyak terjadi pada bulan Desember. Rata-rata curah hujan di tahun 2011 lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

    Topografis Kondisi dan topografi Kabupaten Dharmasraya mayoritas merupakan lahan datar dengan

    ketinggian dari 82 meter sampai 1.525 meter dari permukaan laut. Sebelah Utara Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan Kabupaten Sijunjung dan Prop.

    Riau, sebelah Selatan dan di sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Jambi sedangkan di sebelah Barat dengan Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

    22..11..22.. KKoonnddiissii FFiissiikk Hidrologi Potensi pemenuhan kebutuhan akan air bersih di Kabupaten Dharmasraya pada umumnya

    relatif besar karena dangkalnya air tanah di wilayah ini sehingga memudahkan penduduk dalam penggunaannya. Selain itu Kabupaten Dharmasraya dilalui oleh 59 sungai, antara lain : sungai Batang Hari, Batang Momong, Bt siat, btg Mata Air yang panjangnya diatas 20 KM yang keberadaannya memiliki kontribusi yang cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan akan air, baik untuk penggunaan rumah tangga ataupun sebagai sumber air untuk kegiatan irigasi teknis maupun non teknis.

    Mengingat Kabupaten Dharmasraya masuk dalam DAS Batanhari dimana berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Pasal 14 huruf b menyebutkan bahwa Pemerintah mempunyai wewenang dan tanggung jawab menetapkan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas Provinsi, wilayah sungai lintas Negara, dan wilayah sungai strategis nasional. Sesuai dengan pasal tersebut, kewenangan penetapan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Batanghari yang selanjutnya disingkat WS Batanghari merupakan wilayah sungai lintas Provinsi, berada di tangan Pemerintah.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    10

    Secara administrasi Pemerintahan, wilayah sungai Batanghari terdiri dari 13 (tiga belas) kabupaten dan 1 (satu) kota, yaitu yang berada di Provinsi Jambi yang meliputi Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Muaro Jambi, Batanghari, Bungo, Tebo, Sarolangon, Merangin, Kerinci dan Kota Jambi, sebagian lagi berada di Provinsi Sumatera Barat meliputi Kabupaten Dharmasraya, Solok, Solok Selatan dan Sawahlunto. Bila ditinjau dari jumlah Kabupaten dan Kecamatan dapat dirinci bahwa untuk WS Batanghari terdapat 14 Kabupaten/Kota dengan 124 kecamatan. Wilayah administrasi yang termasuk dalam WS Batanghari disajikan pada Tabel dan Gambar dibawah ini.

    Table 2-1 Daerah Aliran Sungai Kabupaten Dharmasraya

    DAS Luas DAS (Ha) Batanghari Hulu 1,277,947 Batang Tebo 538,725 Batang Tabir 381,329 Batanghari Merangin-Tembesi 1,281,907 Batanghari Hilir 979,559

    Sumber : Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 51/KPTS/M/2012 tentang Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Batanghari

    Table 2.1a Daerah Aliran Sungai Kabupaten Dharmasraya & Propinsi yang dilintasinya

    DAS Luas DAS (Ha) Provinsi Kabupaten

    Batanghari Hulu 1,277,947 Jambi Bungo, Tebo, Kerinci Sumatera Barat Solok, Solok Selatan, Sijunjung,

    Dharmasraya Batang Tebo 538,725 Jambi Bungo, Tebo, Kerinci Batang Tabir 381,329 Jambi Merangin, Tebi, Batanghari,

    Kerinci, Sarolangun Batanghari Merangin-Tembesi

    1,281,907 Jambi Merangin, Kerinci

    Batanghari Hilir 979,559 Jambi Kota Jambi, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari

    Sumber : Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 51/KPTS/M/2012 tentang Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Batanghari

    Keadaan fluktuasi debit menunjukkan bahwa tinggi dan rendahnya fluktuasi ditentukan oleh keberadaan musim hujan dan musim kemarau. Oleh karena itu pengelolaan dan pengendalian kawasan konservasi di wilayah hulu sampai hilir menjadi perhatian utama untuk mempertahankan debit dan peningkatan kualitas airnya menjadi lebih baik. Secara lengkap keberadaan sungai-sungai di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 2.1b berikut ini :

    Berdasarkan data tabel 2.1b, dibawah terlihat bahwa fluktuasi debit tertinggi terdapat di Sungai Batang Silago dimana debit Tertinggi mencapai maksimal 1,75 M/dt dan debit terendah adalah 0,112 M/dt dan Batang sei durian.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    11

    Table 2-1b Nama-nama Sungai Kabupaten Dharmasraya

    No. Nama DAS Panjang Sungai (Km) Debit (M/dtk) Max Min

    1 Batang Hari 50,00 1,000 - 2 Sungai Pauh 3,00 1,250 - 3 Batang Piruko 18,00 0,450 - 4 Batang Mimpi 10,00 0,400 - 5 Batang Pangian 8,00 0,800 - 6 Batang Neli 8,00 0,650 - 7 Batang Lolo 6,00 0,500 - 8 Sungai Balit 3,00 0,200 - 9 Sei. Patapahan 3,00 0,150 -

    10 Batang Asahan 3,50 0,300 - 11 Sungai Kamang 5,50 0,250 - 12 Batang Tandun 6,00 0,600 - 13 Sungai Lamak 4,00 0,300 - 14 Batang Palangko 9,00 0,300 - 15 Batang Nyunyo 7,00 0,250 - 16 Batang Momong 30,00 1,200 - 17 Batang Siraho 12,00 0,800 - 18 Batang Silago 9,00 1,500 - 19 Batang Banai 2,00 0,450 - 20 Batang Sabilah 2,50 1,750 - 21 Batang Silikik 2,00 0,900 - 22 Batang Rambah 3,00 0,750 - 23 Batang Bakur 5,00 0,850 - 24 Batang Bugah 16,00 0,600 - 25 Batang Sipotar 16,00 0,700 - 26 Batang Singolan 12,00 0,500 - 27 Sungai Tonang 3,00 0,200 - 28 Sei.Lubuk Agung 2,40 0,113 - 29 Sei. Udang 3,75 0,225 - 30 Sei. Tolu 1,75 0,117 - 31 Sei. Durian 1,35 0,112 - 32 Sei. Sariak 4,60 0,215 - 33 Sei. Tempratur 3,25 0,437 - 34 Sei. Pinang 1,85 0,475 - 35 Batang Timpeh 16,00 0,535 - 36 Air Gemuruh 3,50 0,534 - 37 Batang Timpeh Usau 7,80 0,445 - 38 Sei Garingging 6,40 0,425 - 39 Sei Murai 2,70 0,225 - 40 Ngalau 2,30 0,335 - 41 Batang Lodan 0,75 0,325 - 42 Sarana Baru 3,25 0,231 - 43 Sei. Kambang Mani 4,25 0,117 - 44 Sei. Palabi 9,35 0,120 - 45 Batang Sialang 3,00 0,770 - 46 Batang Tarok 5,00 0,500 - 47 Sei. Ampang 6,00 0,400 - 48 Sei. Cantiang 3,50 0,320 - 49 Sei. Aman 4,00 0,400 - 50 Sei. Muai 5,00 0,270 - 51 Batang Siat 28,00 0,800 - 52 Batang Mata Air 28,00 0,200 - 53 Sungai Asam 3,00 0,430 - 54 Sungai Jujuhan 17,00 0,653 - 55 Sungai Pangian 5,00 0,115 - 56 Sungai Batang 10,00 0,510 - 57 Sei. Jernih 4,00 0,250 - 58 Sei Telaga 3,00 0,250 - 59 Cahaya Murni 3,50 0,300 -

    Sumber: Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka 2012

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    13

    Peta 2-1 Peta Daerah Aliran Sungai Kabupaten Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    14

    Peta 2-1a Peta Sungai Kabupaten Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    15

    22..11..33.. AAddmmiinniissttrraattiiff.. Kabupaten Dharmasraya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten

    Sawahlunto/Sijunjung berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat, yang diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004. Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Penataan dan Pembentukan Kecamatan, jumlah kecamatan di Kabupaten Dharmasraya dimekarkan dari 4 menjadi 11 Kecamatan. Berdasarkan Perda No.2 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Nagari terdapat sebanyak 48 nagari dimana pada Tahun 2009 dikeluarkan Perda No. 4 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Penataan Nagari. Dalam Perda tersebut terdapat beberapa nagari yang dimekarkan, dari 48 nagari menjadi 52 nagari dengan 260 jorong.

    Kecamatan IX Koto tercatat berada di wilayah yang paling tinggi yaitu 240 meter dari permukaan laut sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Tiumang dengan ketinggian 90 meter diatas permukaan laut.

    Ibukota Kabupaten Dharmasraya terletak di Kecamatan Pulau Punjung sedangkan Nagari-Nagari yang termasuk dalam kategori daerah perkotaan berdasarkan data BPS dan kesepakatan Pokja adalah:

    1. Nagari Sungai Rumbai 2. Nagari Sungai Rumbai timur 3. Nagari Koto Gadang 4. Nagari Pauah Koto Tinggi 5. Nakari Koto Laweh 6. Nagari Koto Ranah 7. Nagari Sitiung

    8. Nagari Gunung Medan 9. Nagari Sungai Duo 10. Nagari IV Koto Pulau Punjung 11. Kagari Sungai Dareh 12. Nargari Sungai Kembut 13. Nagari Gunung Selasih 14. Nagari Sikabau

    Total Jumlah penduduk di daerah perkotaan adalah sebesar 73,881 jiwa (37% dari total

    penduduk Kabupaten Dharmasraya). Kabupaten Dharmasraya memiliki letak yang cukup strategis karena merupakan kota lintas sumatera dan langsung berbatasan dengan daerah lainnya di Sumatera dimana secara administrasi Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan :

    Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Gadang dan Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, serta Kabupaten Kuantan Singingi - Provinsi Riau.

    Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci - Provinsi Jambi Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo - Provinsi Jambi Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok serta Kecamatan

    Sangir Jujuhan dan Kecamatan Sangir Batang Kabupaten Solok Selatan Table 2-2 Luas Kecamatan dan Jumlah Nagari

    Kecamatan Jumlah Nagari

    Luas Wilayah Administrasi Terbangun

    (Ha) %thd total (Ha) %thd total Sungai Rumbai 4 4.763 1,61 - - Koto Besar 7 48.802 16,48 - - Asam Jujuhan 5 25.772 8,70 - - Koto Baru 4 25.135 8,49 - - Koto Salak 5 46.439 15,68 - - Tiumang 4 12.918 4,36 - - Padang Laweh 4 5.976 2,02 - - Sitiung 4 14.368 4,85 - - Timpeh 5 18.193 6,14 - - Pulau Punjung 6 48.250 16,30 - - IX Koto 4 45.480 15,36 - -

    Jumlah 52 296.096 100 Sumber: Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka, tahun 2012

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    16

    Peta 2-2 Peta Administrasi Kabupaten Dharmasraya dan Cakupan Wilayah Kajian

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    17

    1. Kondisi Klimatologi

    Keadaan iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh angin darat dan curah hujan mencapai rata-rata 166,08 mm/bulan sepanjang tahun 2011, Iklim wilayah Kabupaten Dharmasraya termasuk iklim tropis besar yang memiliki musim kering yang sangat pendek dan daerah lautan sangat dipengaruhi oleh angin laut. Suhu udara berkisar antara 260C 310C. Suhu udara terpanas jatuh pada bulan Mei, sedangkan suhu terendah terdapat pada bulan September. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel A berikut ini :

    Table A Banyaknya Curah Hujan (Milimeter) di Kabupaten Dharmasraya

    Bulan 2008 2009 2010 2011 Januari 395 361 341 160 Februari 73 228 442 129 Maret 546 326 286 184 April 280 446 394 218 Mei 115 160 114 63 Juni 140 63 203 172 Juli 210 9 330 57 Agustus 316 124 258 113 September 163 221 203 61 Oktober 125 94 * 236 November 203 195 53,5 233 Desember 218 585 159 367

    Rata-rata/bulan 232,00 234,33 227,5 166,08 Sumber: Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka, tahun 2012

    22..22.. DDeemmooggrraaffiiss

    22..22..11.. JJuummllaahh ddaann KKeeppaaddaattaann PPeenndduudduukk Jumlah penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2012 sebanyak 197,599 jiwa, yang terdiri

    dari 102,083 laki laki dan 95,516 perempuan, Tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2011 ini terhitung sebanyak 67 jiwa/Km2. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Pulau Punjung yakni 37.428 jiwa yg distribusinya sebesar 18,94% dari total penduduk Dharmasraya sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Padang Laweh yakni hanya menyumbang 2,87% dari total Penduduk.

    Table 2-3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya

    Sumber: Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka, tahun 2012

    No Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan Kepadatan (jiwa/Km2)

    Tahun Tahun Tahun Tahun 2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010 2011 2012

    1 Sungai Rumbai 17.567 17.989 18,860 4.264 4.366 4.578 0,0085 0,0085 0,0085 369 378 396 2 Koto Besar 22.266 22.856 23,318 5.404 5.548 5.659 0,0085 0,0085 0,0085 46 47 48 3 Asam Jujuhan 10.288 10.539 11,362 2.497 2.558 2.758 0,0085 0,0085 0,0085 40 41 44 4 Koto Baru 27.947 28.797 29,550 6.783 6.990 7.173 0,0085 0,0085 0,0085 111 115 118 5 Koto Salak 14.664 15.076 15,356 3.559 3.659 3.727 0,0085 0,0085 0,0085 32 32 33 6 Tiumang 10.807 11.094 11,217 2.623 2.693 2.723 0,0085 0,0085 0,0085 84 86 87 7 Padang Laweh 5.231 5.368 5,677 1.270 1.303 1.378 0,0085 0,0085 0,0085 88 90 95 8 Sitiung 24.949 25.543 23,544 6.056 6.200 5.714 0,0085 0,0085 0,0085 174 178 269 9 Timpeh 10.658 10.936 13,743 2.587 2.654 3.335 0,0085 0,0085 0,0085 59 60 58 10 Pulau Punjung 34.847 35.861 37,428 8.458 8.704 9.075 0,0085 0,0085 0,0085 72 74 78 11 IX Koto 7.144 7.363 7,544 1.734 1.787 1.831 0,0085 0,0085 0,0085 16 16 17 Jumlah 186.368 191.422 197,599 45.235 46.462 47.951 0,0938 0,0938 0,0938 63 65 16

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    18

    22..22..22.. TTiinnggkkaatt PPeerrttuummbbuuhhaann PPeenndduudduukk Seiring dengan penambahan jumlah penduduk tersebut ikut berimbas pada peningkatan

    kepadatan penduduk di Kabupaten Dharmasraya yang di tahun 2007 sebesar 45 jiwa/km2 menjadi 67 jiwa/km2 di tahun 2011. Kecamatan yang paling padat adalah Kecamatan Sungai rumbai (396 jiwa/km2) sedangkan yang terendah yakni Kecamatan IX Koto (17 jiwa/km2). Berikut jumlah dan persentase laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2012 dan tahun 2017 pada tabel 2.4 laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Dharmasraya :

    Adapun rumus untuk menghitung laju pertumbuhan adalah dihiitung terlebih dahulu laju pertumbuhan penduduk yang mana rumusnya adalah : (n/n-1)-1)^1/1 yang mana n= jumlah penduduk saat ini, n-1= Jumlah penduduk tahun sebelumnya, setelah jlh total didapat lalu dibagi dengan jumlah kecamatan yang ada misalnya disimbolkan ( r.)

    Jadi untuk Jumlah Penduduk tahun n+1 dan seterusnya = jlh penduduk n-1 x (1+r)^1, untuk tahun berikutnya atau n+2 tinggal dirubah pangkat saja lalu begitu seterusnya.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    19

    Table 2-4 Jumlah dan Kepadatan Penduduk saat ini dan Proyeksinya untuk 5 tahun

    No. Nama Kecamatan

    Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan Kepadatan Penduduk

    Tahun Tahun Tahun Tahun

    2013 2014 2015 2016 2017 2018 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2013 2014 2015 2016 2017 2018

    1 Sungai Rumbai 19.018 19.178 19.338 19.501 19.664 19.846 4.533 4.571 4.609 4.648 4.687 4.730 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 399 403 406 409 413 417

    2 Koto Besar 23.514 23.711 23.910 24.110 24.312 24.516 5.615 5.662 5.709 5.757 5.805 5.859 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 48 49 49 49 50 50

    3 Asam Jujuhan 11.457 11.553 11.650 11.748 11.846 11.946 3.168 3.194 3.221 3.248 3.275 3.305 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 44 45 45 46 46 46

    4 Koto Baru 29.798 30.048 30.300 30.554 30.810 31.068 7.170 7.229 7.289 7.350 7.412 7.481 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 119 120 121 122 123 124

    5 Koto Salak 15.485 15.615 15.746 15.878 16.011 16.145 3.964 3.996 4.030 4.063 4.098 4.135 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 33 34 34 34 34 35

    6 Tiumang 11.311 11.406 11.502 11.598 11.695 11.793 2.912 2.936 2.960 2.985 3.010 3.038 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 88 88 89 90 91 91

    7 Padang Laweh 5.725 5.773 5.821 5.870 5.919 5.969 1.477 1.490 1.502 1.515 1.527 1.542 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 96 97 97 98 99 100

    8 Sitiung 23.741 23.941 24.141 24.344 24.548 24.754 5.514 5.559 5.606 5.653 5.700 5.753 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 165 167 168 169 171 172

    9 Timpeh 13.858 13.974 14.092 14.329 14.329 14.449 3.612 3.641 3.672 3.703 3.734 3.768 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 76 77 77 79 79 79

    10 Pulau Punjung 37.742 38.058 38.377 38.699 39.024 39.351 8.488 8.558 8.629 8.702 8.775 8.856 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 78 79 80 80 81 82

    11 IX Koto 7.607 7.671 7.735 7.800 7.866 7.932 1.829 1.845 1.860 1.876 1.891 1.909 0,0085 0,0086 0,0086 0,0086 0,0087 0,0087 17 17 17 17 17 17

    Jumlah 199.256 200.927 202.612 204.311 206.024 207.768 48.281 48.693 49.108 49.527 49.949 50.375 0.0938 0,0942 0,0946 0,0950 0,0954 0,0958 67 68 68 69 70 70 Sumber : Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka, 2012

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    20

    Peta 2-2a Peta Kependudukan per Nagari

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    21

    Peta 2-2b Peta Kependudukan per Kecamatan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    22

    Peta 2-2c Peta Kepadatan Penduduk per Kecamatan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    23

    Peta 2-2d Peta Kepadatan Penduduk per Nagari

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    24

    22..33.. KKeeuuaannggaann ddaann PPeerreekkoonnoommiiaann DDaaeerraahh

    22..33..11.. KKeeuuaannggaann DDaaeerraahh Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan

    pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah. Pengelolaan keuangan daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk menghasilkan gambaran tentang kapasitas atau kemampuan keuangan daerah dalam mendanai penyelenggaraan pembangunan daerah, sehingga analisis pengelolaan keuangan daerah menjelaskan tentang aspek kebijakan keuangan daerah, yang berkaitan dengan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah serta capaian kinerja, guna mewujudkan visi dan misi Daerah.

    Selama lima tahun terakhir (2009 - 2013) kebijakan pengelolaan keuangan daerah meliputi kebijakan penerimaan keuangan daerah dan pengeluaran keuangan daerah seperti yang digambarkan pada Tabel berikut :

    Table 2-5 Rekapitulasi Realisasi APBD Kabupaten Dharmasraya tahun 2009 - 2013

    No Realisasi Anggaran Tahun Rata2

    pertumbuhan 2009 2010 2011 2012 2013

    A Pendapatan (a.1 + a.2 + a.3) 409.357.231.951 456.417.241.518 528.271.404.495 509.459.782.337 608.469.127.735 0,284

    a.1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) 24.907.435.355 40.110.950.000 45.198.998.800 45.197.998.800 40.043.098.748

    a.1.1 Pajak daerah 7.781.012.750 9.246.328.860 9.645.328.860 10.056.740.000 a.1.2 Retribusi daerah 19.772.440.000 12.941.011.000 12.941.011.000 14.346.416.000

    a.1.3 Hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan 3.250.000.000 5.121.853.000 5.121.853.000 6.077.943.948

    a.1.4 Lain-lain pendapatan daerah yang sah 9.307.497.250

    17.889.805.940

    17.489.805.940 9.561.998.800

    a.2 Dana Perimbangan (Transfer)

    318.986.888.420 322.673.341.119

    362.402.284.595

    420.335.144.324

    484.361.583.291 0,246

    a.2.1 Dana bagi hasil 26.693.051.119 24.952.284.595 32.484.068.324 29.425.755.291 a.2.2 Dana alokasi umum 258.494.990.000 299.721.100.000 351.295.616.000 400.374.128.000 a.2.3 Dana alokasi khusus 37.485.300.000 37.728.900.000 36.555.460.000 54.561.700.000

    a.3 Lain-lain Pendapatan yang Sah

    65.462.908.176 93.632.950.399

    120.670.121.100

    43.926.639.213

    84.064.445.696 0,307

    a.3.1 Hibah 5.283.214.000 - 11.722.557.400 a.3.2 Dana darurat - -

    a.3.3 Dana bagi hasil pajak dari provinsi kepada kab./kota 15.365.127.000 30.193.046.340 23.136.333.453 26.917.103.476

    a.3.4 Dana penyesuaian dan dana otonomi khusus 71.568.078.313 88.499.354.760 20.387.585.760 45.424.784.820

    a.3.5 Bantuan keuangan dari provinsi/ pemerintah daerah lainnya 1.416.531.086

    1.977.720.000

    402.720.000 -

    B Belanja (b1 + b.2) 441.230.691.927 519.527.488.414 570.592.456.129 541.175.061.670 619.268.440.139 0,275 b.1 Belanja Tidak Langsung 204.260.102.477 255.542.128.188 273.280.314.174 280.319.765.861 307.818.614.112 0,367 b.1.1 Belanja pegawai 216.759.631.108 226.334.979.810 236.591.517.177 272.321.999.235 b.1.2 Bunga 2.658.000.000 729.104.167 b.1.3 Subsidi - - b.1.4 Hibah 19.800.000.000 22.813.676.000 19.390.000.000 9.944.500.000 b.1.5 Bantuan sosial 3.700.000.000 3.838.500.000 3.338.500.000 1.055.436.970 b.1.6 Belanja bagi hasil - b.1.7 Bantuan keuangan 14.635.960.000 17.602.720.000 16.926.720.000 21.359.802.000 b.1.8 Belanja tidak terduga 646.537.080,00 2.690.438.364 1.415.028.684 2.407.771.740

    b.2 Belanja Langsung

    236.970.589.450

    263.985.360.226

    297.312.141.955

    260.855.295.809

    311.449.826.027 0,196

    b.2.1 Belanja pegawai 25.931.574.200 27.533.066.800 29.755.494.183 33.123.609.000 b.2.2 Belanja barang dan jasa 81.752.615.438 87.280.834.277 85.494.954.226 96.615.621.898 b.2.3 Belanja modal 156.301.170.588 182.498.240.878 145.604.847.400 181.710.595.129 C Pembiayaan (31.873.459.976) (63.110.246.896) (42.321.051.634) (31.715.279.333) (10.799.312.404) 0,160 Surplus/Defisit Anggaran (31.873.459.976) (63.110.246.896) (42.321.051.634) (31.715.279.333) (10.799.312.404) 0,160

    Sumber : APBD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2009-2013 N = tahun penyusunan Buku Putih Sanitasi

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    25

    Pendapatan daerah dilakukan terhadap obyek pendapatan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. Kapasitas keuangan Daerah akan menentukan kemampuan pemerintah Daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat. Analisis kemampuan Pemerintah dapat diukur dari penerimaan pendapatan daerah selama 5 tahun terakhir (2009 2013) yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun dengan rata-rata peningkatan pendapatan daerah pertahun sebesar 0,284%.

    Data keuangan tersebut diatas diperoleh dari laporan realisasi anggaran dan belanja Kabupaten Dharmasraya selama 5 (lima) tahun terakhir dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Dharmasraya.

    Table 2-6 Rekapitulasi Realisasi Belanja Sanitasi SKPD Tahun 2009 - 2013

    SKPD Tahun Rata2 pertumbuhan 2009 2010 2011 2012 2013 PU-CK Rp. 2.971.191.410 Rp 4.708.953.700 Rp 6.682.932.300 Rp. - Rp 6.583.234.476 1,08 Investasi Rp. 2.701.083.100 Rp 4.280.867.000 Rp 6.075.393.000 Rp 5.984.758.596 operasional/pemeliharaan (OM) Rp. 270.108.310 Rp 428.086.700 Rp. 607.539.300 Rp. 598.475.860

    KLH 0 0 0 Rp 570.204.250 Rp. 698.111.700 0,06 Investasi Rp 518.367.500 Rp. 634.647.000 operasional/pemeliharaan (OM) Rp 51.836.750 Rp. 63.464.700

    Kimtaru Investasi operasional/pemeliharaan (OM)

    Dinkes Rp 233.442.853 Rp 399.207.655 Rp 519.968.570 Rp - Rp. 444.931.768 0,46 Investasi Rp 212.220.775 Rp 362.916.050 Rp 472.698.700 Rp. 404.483.425 operasional/pemeliharaan (OM) Rp 21.222.078 Rp 36.291.605 Rp 47.269.870 Rp. 40.448.343

    Bappeda 0 0 Rp 40.425.550 Rp 56.641.200 0 0,10 Investasi Rp 36.750.500 Rp 51.492.000 operasional/pemeliharaan (OM) 3.675.050 Rp 5.149.200

    Belanja Sanitasi (1+2+3+n) 3.204.634.263 Rp 5.108.161.355 Rp 7.243.326.420 Rp 626.845.450 Rp 7.726.277.923 1,14 Pendanaan investasi sanitasi Total (1a+2a+3a+na)

    Rp 2.913.303.875 Rp 4.643.783.050 Rp 6.584.842.200 Rp 569.859.500 Rp. 7.023.889.021

    Pendanaan OM (1b+2b+3b+nb) Rp 291.330.388 Rp 464.378.305 Rp 658.484.220 Rp 56.985.950 Rp 702.388.902 Belanja Langsung Rp.236.970.589.450 Rp.263.985.360.226 Rp.297.312.141.955 Rp.260.855.295.809 Rp.311.449.826.027 0,196 Proporsi Belanja Sanitasi Belanja Langsung(8/11) 0,014 0,019 0,024 0,002 0,025 0,311 Proporsi Investasi Sanitasi Total Belanja Sanitasi (9/8) 0,91 0,91 0,91 0,91 0,91 Proporsi OM Sanitasi Total Belanja Sanitasi (10/8) 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09

    Sumber : Penjabaran APBD 2009 - 2013

    Table 2-7 Belanja Sanitasi Perkapita Kabupaten Dharmasraya Tahun 2009 - 2013

    No D e s k r i p s i Tahun Rata-rata 2009 2010 2011 2012 2013

    1 Total Belanja Sanitasi Kabupaten Dharmasraya 3.204.634.263 5.108.161.355 7.243.326.420 626.845.450 7.726.277.923 4.781.849.082 2 Jumlah Penduduk 180.915 186.354 191.422 197.599 199.256

    Belanja Sanitasi Perkapita (1 / 2) 15.633,17 24.259,40 33.324,27 2.859,94 34.957,42 Sumber : Jabaran APBD 2009 - 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    26

    22..33..22.. PPeerreekkoonnoommiiaann DDaaeerraahh Potensi perekonomian di Kabupaten Dharmasraya yang paling menonjol adalah sektor

    pertanian dan perkebunan karena didukung oleh letak geografis wilayahnya. serta sektor lainnya. Berikut data perekonomian umum daerah 5 tahun terakhir seperti pada tabel 2.9 berikut ini :

    Table 2-8 Data perekonomian umum daerah 5 tahun terakhir

    No D e s k r i p s i Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 1 PDRB harga konstan (struktur perekonomian)(Rp.) 957.502,47 1.020.079,52 1.087.775,99 1.158.557,55 1.234.376,14 2 Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota (Rp.Juta) 10.180 11.314 12.417 13.988 15.838

    3 Upah Minimum Regional Kab/Kota (Rp.) 650.000 725.000 800.000 880.000 940.000 4 Inflasi (%) 11,31 10,70 4,35 6,94 - 5 Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,11 6,24 5,94 5,14 5,50 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka 2012

    1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Peningkatan nilai tambah terbesar dalam perekonomian Kabupaten Dharmasraya dicapai oleh sektor Pertanian. Pada tahun 2009 nilai tambah sektor Pertanian mencapai Rp. 407,396 milyar, maka pada tahun 2010 meningkat menjadi sebesar Rp.429,804 milyar atau meningkat sekitar Rp. 22,41 milyar. Peningkatan yang cukup tajam yang terjadi sektor Pertanian tersebut dipicu dengan dibukanya Perkebunan-perkebunan di daerah Dharmasraya Berikut dijelaskan pada Tabel A dibawah ini :

    Table A PDRB Kabupaten Dharmasraya atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha ( Jutaan

    Rupiah) Tahun 2007-2011 No Lapangan Usaha 2007 2008 2009 2010 2011 Rata-rata (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Pertanian 376.206,15 380.541,52 407.396,17 429.804,26 453.964,98 409.583

    2 Pertambangan & Penggalian 37.788,56 59.953,21 63.444,49 70.557,79 76.057,59 61.560 3 Industri Pengolahan 65.484,92 69.374,72 72.302,46 75.907,11 79.801,14 72.574 4 Listrik dan Air Bersih 10.084,37 10.286,38 10.343,05 10.705,71 11.412,61 10.566 5 Bangunan 105.051,62 114.201,62 122.502,72 131.842,72 139.542,33 122.628 6 Perdag, Hotel dan Restoran 110.260,13 116.304,39 124.619,02 133.205,25 142.855,03 125.449

    7 Pengangkutan dan Komunikasi 61.544,70 65.009,48 68.861,33 72.734,36 77.616,01 69.153

    8 Keuangan Jasa Bangunan dan Jasa Perusahaan

    38.402,16 41.696,64 45.106,33 49.642,99 53.463,06 45.662

    9 Jasa-jasa 152.679,86 162.711,56 173.200,42 184.157,33 199.663,39 174.483 Jumlah 957.502,47 1.020.079,52 1.087.775,99 1.158.557,51 1.234.376 1.091.658 Sumber : Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka, 2012

    2. Laju Inflasi

    Laju inflasi merupakan ukuran yang dapat menggambarkan kenaikan/penurunan harga dari sekelompok barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat. Laju inflasi Kabupaten Dharmasraya secara tersendiri selama periode tahun 2007-20010 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Pada tahun 2007 sebesar 11,31 %, tahun 2008 mencapai 10,70 %, tahun 2009 sebesar 4,35 % dan tahun 2010 sebesar 6,94 %. Besaran laju inflasi yang terjadi lebih diakibatkan pada permintaan masyarakat akan bahan kebutuhan pokok. Berikut Nilai Inflasi Rata-rata dari tahun 2007 2010 Kabupaten Dharmasraya dalam bentuk tabel :

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    27

    22..44.. TTaattaa RRuuaanngg WWiillaayyaahh

    22..44..11.. RReennccaannaa PPuussaatt LLaayyaannaann Secara garis besar rencana sistem perkotaan wilayah Kabupaten Dharmasraya dirumuskan

    sebagai berikut : 1. Kawasan Pulau Punjung sebagai Pusat Kehgiatan Wilayah promosi (PKWp) Propinsi Sumatera

    Barat, Kawasan Pulau Punjung meliputi Koridor Pulau Punjung-sungai Dareh-Sikabau 2. Kawasan Sungai Rumbai sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dalam lingkup pelayanan

    Kabupaten Dharmasraya sekaligus berfungsi sebagai kawasan strategis gerbang timur Propinsi Sumatera Barat.

    3. Pusat Pelayanan Kecamatan (PPK) yang berfungsi malayani satu atau lebih kecamatan atau bagian wilayah kabupaten yaitu kawasan Koto Baru, Sitiung dan Padang Laweh.

    4. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) meliputi kawasan sungai Limau dikecamatan Asam Jujuhan,Kawasan Silago dikecamatan IX Koto,Kawasan Pinang Makmur dikecamatan Timpeh, Kawasan Koto Salak dikecamatan Tiumang, dan kawasan Koto Besar dikecamatan Koto Besar.

    Berdasarkan rencana Pusat Layanan di atas, maka rencana struktur ruang Kabupaten

    Dharmasraya secara keseluruhan dapat dilihat pada Peta 2.3 di bawah ini.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    28

    Peta 2-3 Peta Rencana Pusat Layanan Kabupaten Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    29

    22..44..22.. RReennccaannaa PPoollaa RRuuaanngg ddiiddaallaamm RRTTRRWW Penataan Bangunan dan Lingkungan sangat diperlukan sebagai upaya pengendalian

    pemanfaatan ruang untuk mewujudkan lingkungan binaan khususnya fisik bangunan dan lingkungannya agar peningkatan kualitas lingkungan permukiman dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan bertahap, maka harus mengacu kepada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang dijabarkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

    Dengan memperhatikan ketentuan penyusunan pola ruang, kebijakan pola ruang nasional dan provinsi, kebijakan pembangunan daerah, kondisi objektif wilayah, dan kebutuhan ruang untuk masa mendatang, maka dapat dirumuskan rencana pola ruang untuk Kabupaten Dharmasraya sebagaimana dipaparkan di bawah ini :

    (1) Kawasan Lindung Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan. Pengelolaan kawasan lindung secara baik dan benar, dapat megurangi tingkat bahaya bencana alam yang ditimbulkan seperti banjir, longsor, pendangkalan waduk, kekeringan, dan sebagainya. Selain bencana alam kerusakan kawasan lindung juga menimbulkan bencana sosial akibat hilangnya aset hidup yang seharusnya diperoleh masyarakat. Untuk pola ruang kawasan lindung dibedakan antara kawasan lindung berdasarkan status dan karena faktor kelerengan, ketinggian, sempadan dan kerawanan terhadap berbagai bencana alam maupun geologi. a. Kawasan lindung yang direncanakan Kabupaten Dharmasraya adalah:

    (1) Peruntukan fungsi Kawasan Lindung 22.995 Ha atau 7,6% dari luas wilayah Kabupaten Dharmasraya

    (2) Peruntukan fungsi Kawasan Budidaya 279,604 Ha atau 92,40% dari luas wilayah Kabupaten Dharmasraya.

    b. Kawasan yang Memberikan Perlindungan terhadap kawasan Bawahannya Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Keputusan menteri kehutanan republik Indonesia Nomor SK.304/Menhut-II/2011 meliputi lahan seluas 11.984 Ha atau 3,97 luas wilayah Kabupaten Dharmasraya yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya : - Kecamatan IX Koto 7.624 Ha - Kecamatan Pulau Punjung 509 Ha - Kecamatan Asam Jujuhan 2.966 Ha - Kecamatan Timpeh 813 Ha

    c. Kawasan perlindungan setempat Sempadan Sungai adalah kawasan sepanjang kiri-kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Kawasan sempadan sungai yang perlu dilindungi dikabupaten Dharmasraya seluas 4,709 Ha (1,57% dari luas kabupaten) sungai besar yaitu : sungai Batang Hari, Batang Piruko, Batanmg Mimpi, Batang Sipotar, Batang timpeh, sungain Jujuhan dengan sempadan 100 Mtr dari tepi sungai, sementara sungai lainnya dengan sempadan 50 Mtr.

    (2) Kawasan Rawan Bencana

    a. Kawasan Rawan Banjir Secara umum bencana banjir yang terjadi adalah akibat kondisi drainase yang kurang baik sehingga saat hujan terjadi genangan serta terjadinya kerusakan hutan di hulu sungai yang mengakibatkan erosi dan banjir. Daerah rawan banjir di Kabupaten Dharmasraya yaitu di Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Besar, koto Baru, Koto salak, Padang Laweh, Timpeh,

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    30

    b. Rawan Longsor Daerah rawan longsor dijumpai di daerah-daerah yang memiliki lereng lebih dari 45% dengan tekstur tanah berpasir, gawir dan patahan, Potensi longsor dapat juga disebabkan oleh lapisan kedap air yang dapat menjadi longsoran. Lokasi daerah yang termasuk sebagai kawasan rawan longsor di Kabupaten Dharmasraya adalah: Kecamatan IX Kot, Kecamatan Timpeh, Kecamatan Koto Besar, Kecamatan Asam Jujuhan.

    c. Rawan Kebakaran Pada dasarnya kebakaran terjadi bersipat human error, untuk wilayah yang sering terjadi kebakaran di kab. Dharmasraya adalah : Kecamatan Sungai Rumbai, Kecamatan Koto Besar, Kecamatan Timpeh.

    (3) Kawasan Budidaya

    a. Kawasan Hutan Rakyat Kawasan hutanProduksi yang terdapat di Dharmasraya yaitu kawasan Hutan Produksi seluas 26,161 Ha, Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 31,845 Ha, Hutan Produksi Konversi seluas 11,779 Ha .

    b. Kawasan Pertanian; Tanaman Pangan Lahan Kering; Peningkatan Produksi dengan

    intensifikasi dan extensifikasi Pertanian lahan kering di Kecamatan IX Koto, Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Koto besa. Serta Pemberdayaaan Kelompok tani.

    Tanaman Pangan Lahan Basah; Kawasann Pertanian tanaman pangan Lahan basah di kabupaten dharmasraya terdiri atas kawasan DI Batang Hari

    Tanaman Hortikultura; Pengembangan kawasan Pertanian hortikultura buah-buahan dan tanaman hutan di Kecamatan IX Koto.

    c. Kawasan Perkebunan Peningkatan sub sistem hulu dalam perkebunan berupa sarana pembibitan yang direnecanakan di kecamatan Sitiung, Penyusunan Peraturan daerah untuk zonasi jenis budidaya perkebunan

    d. Perikanan Pengembangan Sentra budidaya perikanan darat di kecamatan Pulau Punjung dan kecamatan Sitiung, Pembibitan, Pengembangan Prasarana pengairan pada kawasan Perikanan.

    e. Pertambangan Infentarisasi daerah yang berpotensi untuk usaha pertambangan, Penetapan zonasi Penambangan rakyat

    f. Kawasan Perindustrian Kawasan Industri pengembangan dengan luas mencapai 500 Ha dengan

    alternatif di kecamatan Koto Besar, Koto Salak, Koto Baru, Tiumang atau Padang Laweh.

    Jenis industri yang potensial dikembangkan yaitu : Pengolahan Karet, sawit, Pengolahan bahan tambang dan pengolahan Holti kultura

    g. Kawasan Pariwisata Di kabupaten Dharmasraya banyak terdapat situs sejarah dan budaya

    disamping wisata Bahari dengan adanya sungai Batang Hari. Wisata air direncanakan pada ruas sungai batang hari menghubungkan

    bendungan Batu Bakawaik - Sungai Dareh - Siguntur pada daerah-daerah tersebut dibangun dermaga-dermaga wisata untuk melayani moda transportasi.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    31

    Cagar budaya banyak terdapat di kecamatan Siguntur dengan adanya Wisata budaya dan mengintegrasikan kawasan historis yang memiliki situs bekas kerajaan Dharmasraya di Siguntur, Padang Laweh, dan Koto Besar.

    h. Kawasan Permukiman kawsan permukiman dibedakan menjadi kawasan permukiman berciri urban (Perkotaan) dan yang berciri rural (Perdesaan). Pada umumnya kawasan permukiman berciri urban adalah ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan, dan diluar pusat kegiatan tersebut umumnya merupakan kawasan perdesaan. Baik kawasan permukiman perkotaan maupun perdesaan pada umumnya bertumbuh dengan pola yang relatif sama, yaitu mengikuti perkembangan pembangunan jalan. Pola linier seperti tersebut pada masa mendatang akan menimbulkan persoalan, setidak-tidaknya menyebabkan kemacetan dan kekumuhan. Oleh karena itu untuk pusat-pusat kegiatan dikembangkan pola permukiman yang tidak linier, namun sudah mengarah pada pola grid (papan catur), yang menjamin mengalirnya pergerakan lalu lintas serta terbangunnya pola ruang perkotaan yang lebih berimbang. Berdasarkan rencana pola ruang sektoral di atas, maka rencana pola ruang Kabupaten Dharmasraya secara keseluruhan dapat dilihat pada Peta 2.4 di bawah ini.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    32

    Peta 2-4 Peta Rencana Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya

    B11

    B11

    B2

    B1

    B11

    B11

    B4

    B16

    B3

    B1

    B11

    L1

    B2

    B4

    B11

    B3

    B4

    B8

    B11

    L2

    B4

    B2

    B8

    L1

    B13

    B4

    B2

    B2

    B1

    B11

    B11

    B14

    B11

    B13

    B7

    L2

    B8

    L1

    B1

    B11

    B4

    B4

    B5

    B9

    B14

    B11

    B4

    L1

    B4

    B8

    B4

    L1L2

    B11

    B5

    B9

    B5

    B12L4

    B5

    B11

    B8

    L4

    B5

    B4

    B5

    B8

    B11L1

    B5

    B9

    B5

    B6

    B5

    B4

    B5

    B8

    B5

    B8

    B4

    B5

    B4

    B5

    B9

    B5

    B5

    B9

    L3

    L3

    B8

    B8

    B4

    B14B11

    B8

    B5

    B8

    B5

    B11

    B8

    B13

    B5

    B4

    B5

    B11

    B5

    B9

    B5

    B5

    B5

    B11

    B5

    B5

    B11

    B5

    B4

    B14 B14

    B11

    B5

    B5

    B5B6

    B5

    B5

    B4

    B11

    B5

    B5

    B5B11

    B11B5

    B5

    B5

    B5

    B5B6

    B5

    B11

    B4

    B5

    B5

    B5 B5

    B15

    B11

    B4

    L4

    B4

    B11

    B5

    B4

    B15

    B15

    B5

    B15

    B15

    TSM

    SP7

    Kuok

    SP IV

    Ranah

    Pulai

    Ranah

    Tabek

    Cimpu

    Banai

    Pasar

    P.PURU

    SP III

    Kurnia

    KubangSiraho

    Kodrat

    Limbur

    Bonjol

    Ampalu

    Timpeh

    Pakani

    TinajuSilagoMaring

    Blok B

    Blok A

    P.Rakit

    Blok A'

    Sungkai

    Balitan

    Sinamar

    Tiumang

    Bt.Har i

    Sikabau

    Taratak

    Sitiung

    Taratak

    SINAMAR

    P.Kelapa

    P.Tengah

    Trimulya

    KOTOBARU

    KOTOBARU

    Kotobaru

    B.Piruko

    Siguntur

    Siluluak

    KOTOBARU

    Wonotiung

    S.Sangkir

    Kotobesar

    Baturijal

    BT.GADING

    Kotosalak

    Telukpur iLubukkoto

    Padukuhan

    PG.ULUHAN

    Lubuklabu

    Suraulama

    Suraubaru

    Lubukasli

    ABAI SIAT

    TimpehIsp1

    Lubukkarya

    MargamulyaMuliabakti

    Padangduri

    LubukpatinKotodiatas

    Kotopadang

    Telagabiru

    Abaisiat 1

    Abaisiat 2

    Sungaialai

    Lubuksarik Lubukkarak

    BATU RIJAL

    P.Koto Gong

    Lubuk Besar

    TimpehIIsp3Margamakmur

    Bukitgading

    Cahayamurni

    Muaromomong

    PadangTarok

    Tj Simalidu

    BukitMidawa

    Simp Blok A

    SurauJambak

    Sungailimau

    Padanglaweh

    Gunungmedan

    Pulaujelemu

    KampungbaruMuarosiraho

    Sungaikapeh

    Lubukparaku

    KOTO PADANG

    Marga Mulya

    KOTO TINGGI

    Pinangmakmur

    Mayangtaurai

    Padangtangah

    Kotohilalang

    Simpangkoral

    Sungairumbai

    Sungaikalang

    TimpehIIIsp2

    SUNGAI DAREH

    Batukangkung

    Tanjungteluk

    Kotober ingin

    Pinanggadang

    Padangbungur

    Bungotanjung

    Tebingtinggi

    Sungailansek

    Penyebrangan

    DuriansimpaiMudikbanai 1

    Pulaupunjung

    Pulauanjolai

    Sungaikambut

    TANJUNG ALAM

    SpI Lagamjaya

    Beringinsakti

    SP5 Sopanjaya

    SungaiLangkok

    Lubuktimbulun

    Ampangkuranji

    Lubukbaringin

    Candra Kirana

    Kampung Surau

    Bukit sembilan

    Sitiung I Blok

    Pisangbarabuih

    Padanghilalang

    AMPANG KURANJI

    NAGARI TIUMANG

    SP6 Ranahpalabi

    SitiungV Blok D

    SP8 Bukit Tujuh

    Pulaumainan Dua

    Sungailangkok 2

    Karambisabatang Sitiung I Blok E

    Sitiung I Blok B Sitiung I Blok C

    Sitiung I Blok C

    Sitiung I Blok A

    Sitiung I Blok A

    Pulaumainan Satu

    Karambilsebatang

    SpII Banjarmakmur

    Sitiung IV Blok ASitiung IV Blok B

    Sitiung IV Blok C

    Sitiung IV Blok D

    Sitiung IV Blok A

    Sitiung IV Blok C

    Sitiung II Blok D

    Sitiung II Blok B

    Sitiung II Blok A

    TRAN SEI KAMBUT 2

    Trans Sungaikambut

    Sitiung III Blok A

    Sitiung III Blok B

    Sitiung III Blok C

    TranSungaikilangan

    Sitiung II Blok D/5

    Sitiung II Blok C/7

    Sitiung II Blok C/1

    Sitiung II Blok C/3

    Transmigrasi Timpeh

    Tabek Penyeberangan

    SitiungV BlokC Aur Jaya

    1020'0"E

    1020'0"E

    10140'0"E

    10140'0"E

    10120'0"E

    10120'0"E

    1010'0"E

    1010'0"E

    10'0"S 10'0"S

    120'0"S 120'0"S

    140'0"S 140'0"S

    725000

    725000

    750000

    750000

    775000

    775000

    800000

    800000

    825000

    825000

    9825

    000

    9825

    000

    9850

    000

    9850

    000

    9875

    000

    9875

    000

    9900

    000

    9900

    000

    Rencana Tata Ruang Wilayah (R T R W) Kabupaten Dharmasraya

    2011 - 2031

    KETERANGAN RIWAYAT / SUMBER DATA :

    Skala 1 : 400.000

    PETA ORIENTASI

    U

    B T

    S

    PETA RENCANA POLA RUANGPERIODE TAHUN 2011 - 2031KABUPATEN DHARMASRAYA

    : .........................: .........................: .........................: .........................

    Universal Tranverse Mercator (UTM)WGS 84UTMGeografi

    Sistem ProyeksiReferensi EllipsoidSistem GridSistem Gratikul

    0 5 10 15 202.5

    Kilometers

    Batas AdministrasiBatas KabupatenBatas Propinsi

    1020 '0"E

    1020 '0"E

    1010 '0"E

    1010 '0"E

    1000'0"E

    1000'0"E

    990 '0"E

    990 '0"E

    00'0" 00'0"

    10'0"S 10'0"S

    20'0"S 20'0"S

    1. Peta Hasil Digitasi Citra Spot 5 , Bappeda Prop. Sumbar (2007)2. Peta Jaringan Jalan Kab. Dharmasraya, Dinas PU Kab. Dharmasraya (2007)3. Peta Batas Administrasi Kab Dharmasraya , BPN Kab. Dharmasraya (2011)4. Hasil Analisis

    Keterangan

    PEMERINTAH KABUPATEN DHARMASRAYA

    Jaringan Jalan

    Arteri PrimerKolektor PrimerLokal 1Lokal 2Rencana Jalan Kolektor PrimerRencana Jalan Lokal 1

    Garis PantaiSungai Danau

    Kawasan LindungHutan Lindung

    Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam

    Kawasan Sempadan Sungai

    Kawasan Cagar Budaya

    Hutan Produksi

    Hutan Produksi Terbatas

    Hutan Produksi Konversi

    Hutan Rakyat

    Pemukiman

    Kawasan Pusat Pelayanan Masyarakat

    Transmigrasi

    Persawahan

    Perkebunan

    Pertanian Tanah Kering

    Embung & Kolam

    Kawasan Budidaya

    Kawasan Potensial Pengembangan Pertambangan

    Kawasan Operasi Produksi Pertambangan

    Alternatif Kawasan Industri

    L1

    L2L3

    L4

    B1

    B2

    B3

    B4

    B5

    B6

    B7

    B8B9

    B10

    B11

    B12

    B13

    B14

    B15

    B16

    Prop. Riau

    Prop. Jambi

    Kab. Solok Selatan

    Kab. Solok

    Kab. Sijunjung

    Kebun Keragaman HayatiPertanian Hortikultura, Tanaman Kehutanan dan Perkebunan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    33

    22..55.. SSoossiiaall ddaann BBuuddaayyaa

    22..55..11.. FFaassiilliittaass PPeennddiiddiikkaann Berikut ini jumlah sarana pendidikan di Kabupaten Dharmasraya dalam tabel 2.9 :

    Table 2-9 Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten Dharmasraya

    Nama Kecamatan Jumlah Sarana Pendidikan

    Umum Agama SD SLTP SMA SMK MI MTs MAN

    Sungai Rumbai 10 2 2 1 - 1 - Koto Besar 14 3 1 - 2 1 - Asam Jujuhan 5 1 - - - 3 - Koto Baru 16 5 3 - - 1 - Koto Salak 12 2 - - 1 - - Tiumang 12 1 - - 1 1 - Padang Laweh 4 1 - - - - - Sitiung 20 3 1 - - - - Timpeh 11 4 1 - 1 1 1 Pulau Punjung 25 7 4 - 1 2 IX Koto 13 3 - - - - -

    J U M L A H 135 32 12 1 5 8 3 Sumber : Dharmasraya Dalam Angka 2012

    22..55..22.. JJuummllaahh PPeenndduudduukk MMiisskkiinn Berikut Jumlah penduduk miskin/RTM di Kabupaten Dharmasraya pada tabel 2.14. Jumlah

    Penduduk Miskin/RTM per Kecamatan : Table 2-10 Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan

    Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin (KK) Sungai Rumbai 1.386 Koto Besar 735 Asam Jujuhan 2100 Koto Baru 961 Koto Salak 566 Tiumang 1.254 Padang Laweh 899 Sitiung 1.550 Timpeh 402 Pulau Punjung 2.425 IX Koto 969

    J u m l a h 13.247 Sumber : Data SLHD Tahun 2012

    22..55..33.. JJuummllaahh RRuummaahh ddaann SSttaattuuss KKeeppeemmiilliikkaann Dari jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya penduduk terbanyak terdapat di

    Kecamatan Pulau Punjung dan Kecamatan Koto Baru, karena kepadatan penduduk tersebut maka berkontribusi besar terhadap jumlah rumah penduduk yang ada di Kecamatan Batang Anai dengan jumlah 8.416 buah rumah serta di Kecamatan Koto Baru sebanyak 7.109 buah rumah. Hal ini disebabkan sifat perkotaan yang cukup mencolok di daerah ini serta kelengkapan fasilitas maupun prasarana yang ada serta lokasi yang berdekatan dengan Kota Padang membuatnya mampu menarik penduduk untuk tinggal disana. Berikut jumlah rumah per kecamatan dalam tabel 2.15 Jumlah rumah per kecamatan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    34

    Table 2-11 Jumlah Rumah per Kecamatan Nama Kecamatan Jumlah Rumah

    Sungai Rumbai 4.495 Koto Besar 5.568 Asam Jujuhan 3.141 Koto Baru 7.109 Koto Salak 3.930 Tiumang 2.887 Padang Laweh 1.465 Sitiung 5.467 Timpeh 3.581 Pulau Punjung 8.416 IX Koto 1.814

    J u m l a h 47.873 Sumber : Data SLHD Tahun 2012

    22..66.. KKeelleemmbbaaggaaaann PPeemmeerriinnttaahh DDaarreeaahh Peraturan pemerintah yang menjadi dasar pedoman pembentukan perangkat daerah Kabupaten

    Dharmasraya adalah; 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, terakhir dengan Undang-

    Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438).

    2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741).

    3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

    Struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan

    Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya, sebagai berikut; 1. Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi

    dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi

    dan Tata Kerja Dinas Daerah. 3. Peraturan Daerah Kabupaten Dharmasraya Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi

    dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah.

    Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    35

    Gambar 2-1 Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

    ASISTEN ADMINISTASI PEMERINTAHAN

    - Bag. Tata Pemerintahan - Bag. Hukum dan Organisasi

    ASISTEN ADMINSTRASI PEREKONOMIAN, PEMBANGUNAN DAN KESRA - Bag. Ekonomi dan Pembangunan dan. Kesra - Bag. Hubungan Masyarakat

    ASISTEN ADMINISTRASI UMUM - Bag. Hubungan Msyarakat - Bag. Umum - Bag. Aset

    SEKRETARIAT DPRD - Bag. Umum & Protokoler - Bag. Persidangan - Bag. Keuangan

    DPRD

    BUPATI/ WAKIL BUPATI

    SEKRETARIS DAERAH

    STAF AHLI: 1. BID. HUKUM & POLITIK 2. BID. PEMERINTAHAN 3. BID. PEMBANGUNAN 4. BID. KEMASYARAKATAN & SDM 5. EKONOMI & KEUANGAN

    KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

    DINAS DAERAH

    - Dinas Pendidikan - Dinas Kesehatan - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika - Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata - Dinas Pekerjaan Umum - Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi - Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah

    LEMBAGA TEKNIS DAERAH

    - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah - Badan Kepegawaian Daerah - Badan PML2NPPKB - Badan Penyuluhan - Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu - Badan Lingkungan Hidup - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik - Kantor Perpustakaan dan Arsip - Rumah Sakit Umum Daerah

    NAGARI

    KECAMATAN SATPOL PP

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    36

    Gambar 2-2 SKPD Yang Memiliki Keterkaitan Tupoksi Langsung atau Tidak Langsung dengan Pembangunan Sanitasi di Kabupaten Dharmasraya

    Bupati

    Bappeda

    Bidang Fisik dan Prasarana

    BPML2NPPKB

    Bidang Pemberdayaan Masyarakat

    Dinas Pekerjaan Umum

    Bidang Cipta Karya

    Dinas Kesehatan

    Bidang Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan

    Badan Lingkungan Hidup

    Bidang Pengawasan, Pengendalian, Kerusakan & Pencemaran Lingkungan

    Mandat Tupoksi Langsung Stakeholder Utama

    Mandat Tupoksi Langsung Stakeholder Mitra

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    37

    22..66..11.. SSeekkrreettaarriiss DDaaeerraahh ddaann SSttaaff AAhhllii Sekretariat Daerah dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berkedudukan dibawah dan

    bertanggungjawab kepada Bupati Tugas Pokok dan Fungsi: Sekretaris Daerah mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis a. Penyusun Kebijakan Pemerintah Daerah b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah; c. Pemantuan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah d. Pembinaan administrasi dan aparatur Pemerintah Daerah e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya terdiri dari: A. Sekretaris Daerah B. Asisten yang terdiri dari :

    1. Asisten Administrasi Pemerintahan, terdiri dari : a) Bagian Pemerintahan Umum, membawahi :

    1) Sub Bagian Perangkat Daerah 2) Sub Bagian Otonomi Daerah (Otoda) dan Kerjasama antar Daerah; 3) Sub Bagian Perlindungan Masyarakat, Penanggulangan Bencana dan

    Kependudukan. b) Bagian Pemerintahan Nagari, membawahi:

    1) Sub Bagian Pembinaan Kelembagaan Nagari; 2) Sub Bagian Pembinaan Administrasi dan Aparatur Nagari; 3) Sub Bagian Kemasyarakatan dan Hubungan Rantau.

    c) Bagian Pertanahan, membawahi: 1) Sub Bagian Administrasi Pertanahan; 2) Sub Bagian Ganti Rugi Tanah dan Penyelesaian Masalah Tanah.

    d) Bagian Hukum, membawahi: 1) Sub Bagian Peraturan Perundang-Undangan; 2) Sub Bagian Bantuan Hukum dan HAM; 3) Sub Bagian Pembinaan, Pengawasan Produk Hukum Daerah dan Dokumentasi

    Hukum. 2. Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, terdiri

    dari : a) Bagian Ekonomi dan Pembangunan, membawahi :

    1) Sub Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan; 2) Sub Bagian Pengendalian Sumber Daya Alam; 3) Sub Bagian Sarana Perekonomian dan Ketahanan Ekonomi Daerah.

    b) Bagian Kesejahteraan Rakyat, membawahi : 1) Sub Bagian Agama, Pendidikan dan Kebudayaan; 2) Sub Bagian Kesehatan, Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan

    Perempuan; 3) Sub Bagian Generasi Muda, Sosial dan Tenaga Kerja.

    c) Bagian Humas, membawahi: 1) Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi; 2) Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Media.

    3. Asisten Administrasi Umum, terdiri dari: a) Bagian Organisasi dan PAN, membawahi:

    1) Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan;

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    38

    2) Sub Bagian Ketatalaksanaan dan Pembinaan Pelayanan Publik; 3) Sub Bagian Kepegawaian dan Kinerja Aparatur.

    b) Bagian Umum dan Protokoler, membawahi: 1) Sub Bagian Ketatausahaan; 2) Sub Bagian Rumah Tangga; 3) Sub Bagian Acara dan Protokoler.

    c) Bagian Keuangan 1) Sub Bagian Perencanaan dan Anggaran; 2) Sub Bagian Akuntansi dan Pelaporan; 3) Sub Bagian Verifikasi dan Perbendaharaan.

    d) Bagian Pengolahan Data Elektronik, terdiri dari : 1) Subag Pelayanan Data; 2) Subag Jaringan dan Komunikasi; 3) Subag Sistem Informasi, Aplikasi dan Persandian.

    C. Kelompok Jabatan Fungsional

    22..66..22.. LLeemmbbaaggaa TTeekknniiss DDaaeerraahh 1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)

    Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda: a. Tugas Pokok

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan Kebijakan Daerah dibidang Perencanaan Pembangunan Daerah

    b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: 1) Perumusan kebijakan teknis penyusunan perencanaan pembangunan daerah; 2) Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan daerah; 3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah; dan 4) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan

    Struktur organisasi Bappeda Kabupaten Dharmasraya adalah: a. Kepala Badan. b. Sekretariat, membawahi:

    1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Keuangan; 3. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.

    c. Bidang-bidang yang terdiri dari 4 (empat) bidang yaitu: 1. Bidang Statistik, Pengendalian dan Evaluasi, membawahi:

    a) Sub Bidang Pengendalian dan Evaluasi; b) Sub Bidang Penelitian, Data dan Statistik.

    2. Bidang Ekonomi, membawahi: a) Sub Bidang Pengembangan Dunia Usaha, Industri dan Pariwisata; b) Sub Bidang Pertanian, Perkebunan dan Agribisnis.

    3. Bidang Sosial dan Budaya, membawahi: a) Sub Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; b) Sub Bidang Pendidikan, Agama dan Kebudayaan.

    4. Bidang Fisik dan Prasarana, membawahi: a) Sub Bidang Penataan Ruang, Sumber Daya Alam dan Lingkungan; b) Sub Bidang Infrastruktur dan Prasarana Wilayah.

    d. Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) e. Kelompok Jabatan Fungsional.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    39

    2. Badan Lingkungan Hidup Tugas Pokok dan Fungsi:

    a. Tugas Pokok Badan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan dan pembinaan serta pengendalian lingkungan hidup dampak lingkungan

    b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Badan Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: 1) Perumusan kebijakan teknis dibidang lingkungan hidup daerah; 2) Pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang lingkungan hidup; 3) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang lingkungan

    hidup; 4) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan

    Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Lingkungan Hidup, terdiri dari: a. Kepala Kantor; b. Sub Bagian Tata Usaha: c. Seksi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan d. Seksi Pengawasan dan Pengendalian e. Seksis Konservasi Sumber Daya Alam f. Kelompok Jabatan Fungsional

    3. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga-Lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan

    dan Keluarga Berencana (BPML2NPKB) Tugas Pokok dan Fungsi a. Tugas Pokok

    Badan Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga-Lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah daerah dibidang pemberdayaan masyarakat, Lembaga-lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan dan keluarga berencana

    b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana menyelengggarakan fungsi sebagai berikut:

    1) Perumusan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat, Lembaga-lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan dan keluarga berencana

    2) Pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang pemberdayaan masyarakat, Lembaga-lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan & KB

    3) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang pemberdayaan masyarakat, Lembaga-lembaga Nagari, Pemberdayaan Perempuan dan KB

    4) Pelaksaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan 5) Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi

    Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana

    a. Kepala Badan b. Sekretariat membawahi:

    1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Perencanaa dan Pelaporan

    c. Bidang-bidang yang terdiri dari 4 (empat) bidang, yaitu: 1. Bidang Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, membawahi;

    a) Sub Bidang Penguatan kelembagaan, Ketahanan dan Pemberdayaan Masyarakat b) Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia

    2. Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Budaya, membawahi; a) Sub Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat & Teknologi Tepat Guna;

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    40

    b) Sub Bidang Pemberdayaan Sosial, Budaya dan PKK 3. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,membawahi;

    a) Sub Bidang Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender; b) Sub Bidang Peningkatan Kualitas Hidup, Perlindungan Perempuan dan Anak

    4. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, membawahi: a) Sub Bidang Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Reproduksi dan

    Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE); b) Sub Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga dan Penguatan

    Kelembagaan d. Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTD) e. Kelompok Jabatan Fungsional

    4. Dinas Pekerjaan Umum

    Tugas Pokok dan Fungsi a. Tugas Pokok

    Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugaspokok melaksanakan kewenangan otonomi daerah dibidang pekerjaan umum

    b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Pekerjaan Umum menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

    1) Perumusan kebijakan teknis dibidang pekerjaan umum; 2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang pekerjaan

    umum; 3) Pembinaan dan Pelaksanaan urusan dibidang pekerjaan umum; 4) Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Daerah, dan 5) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan

    Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum, terdiri dari: a. Kepala Dinas b. Sekretariat, membawahi:

    1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Keuangan, Evaluasi dan Pelaporan; 3. Sub Bagian Perencanaan dan Program

    c. Bidang-bidang yang terdiri dari 4 (empat) bidang, yaitu: 1. Bidang Bina Marga, membawahi::

    a) Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan; b) Seksi Pemeliharaan Jalan; c) Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan

    2. Bidang Cipta Karya, membawahi: a) Seksi Tata Bangunan; b) Seksi Pemeliharaan Bangunan; c) Seksi Pengawasan Bangunan

    3. Bidang Tata Ruang dan Permukiman, membawahi: a) Seksi Tata Ruang; b) Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman c) Seksi Kebersihan dan Pertamanan

    4. Bidang Sumber Daya Air, membawahi: a) Seksi Irigasi Sungai dan Waduk; b) Seksi Konservasi Sumber Daya Air; c) Seksi Pengembangan Tata Guna Air

    d. Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) e. Kelompok Jabatan Fungsional

    5. Dinas Kesehatan

    Tugas Pokok dan Fungsi a. Tugas Pokok

    Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan otonomi daerah dibidang kesehatan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    41

    b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Kesehatan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: 1) Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan; 2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang kesehatan; 3) Pembinaan dan pelaksanaan urusan dibidang kesehatan 4) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan

    Susunan Organisasi dan Tata kerja Dinas Kesehatan, terdiri dari: a. Kepala Dinas ; b. Sekretariat, membawahi:

    1. Sub Bagian Umum dan Keuangan; 2. Sub Bagian Kepegawaian; 3. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan.

    c. Bidang-bidang yang terdiri dari 4 (empat) bidang, yaitu: 1. Bidang Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, membawahi:

    a) Seksi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit; b) Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit; c) Seksi Penyehatan Lingkungan

    2. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi: a) Seksi Pembinaan Kesehatan dasar, Rujukan dan Khusus; b) Seksi Farmasi; c) Seksi PengawasanObat, Makanan dan Minuman, Registrasi dan Akreditasi

    3. Bidang Promosi Kesehatan, membawahi: a) Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (JPKM); b) Seksi Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) dan Pengobatan Tradisional

    (BATTRA); c) Seksi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

    4. Bidang Keluarga Siaga, membawahi: a) Seksi Kesehatan Ibu dan Anak; b) Seksi Gizi; c) Seksi Usia Lanjut/Usaha Kesehatan Individu (UKI)

    5. Seksi Penyehatan Lingkungan d. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) e. Kelompok Jabatan Fungsional

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    42

    3. PROFIL SANITASI WILAYAH

    33..11.. PPeerriillaakkuu HHiidduupp BBeerrssiihh ddaann SSeehhaatt ((PPHHBBSS)) ddaann PPrroommoossii HHiiggiieennee Sektor sanitasi disamping membangun infrastruktur jg salah satu faktor pendukung adalah masalah

    perilaku masyarakat sehari-hari dalam menjaga kebersihan diri, rumah serta lingkungan disekitarnya. hal ini bisa dicapai melalui promosi hygiene dan sanitasi yang dilakukan oleh semua pihak yang terkait dengan sanitasi. Oleh karena itu, dalam Sub-bab ini akan membahas tentang kondisi eksisting PHBS yang fokus di 2 (dua) tatanan yaitu rumah tangga dan sekolah.

    Table 3-1 Perhitungan Pendanaan Sanitasi Oleh APBD Kab. Dharmasraya tahun 2009 - 2013

    No Uraian Belanja Sanitasi (Rp.) Rata-rata

    Pertumbuhan 2009 2010 2011 2012 2013

    1 Belanja Sanitasi ( 1.1 + 1.2 + 1.3 + 1.4 )

    1.562.661.375

    2.688.238.050

    4.754.854.400 569.859.500

    2.696.182.925 0,71

    1.1 Air Limbah Domestik 242.392.000 549.120.000 - - 345.000.000

    1.2 Sampah rumah tangga 292.213.200 26.202.000 213.352.700 495.000.000 1.234.497.000

    1.3 Drainase lingkungan 815.835.400 1.775.000.000 4.068.803.000 - 685.502.500 1.4 PHBS 212.220.775 337.916.050 472.698.700 74.859.500 431.183.425

    2 Dana Alokasi Khusus ( 2.1 + 2.2 + 2.3 )

    127.071.000 372.402.000 (0,27)

    2.1 DAK Sanitasi 127.071.000 - 372.402.000 - - -

    2.2 DAK Lingkungan Hidup - - - - - -

    2.3 DAK Perumahan dan Permukiman - - - - - -

    3 Pinjaman/Hibah untuk Sanitasi -

    4 Bantuan Keuangan Provinsi untuk Sanitasi - - - - - -

    Belanja APBD murni untuk Sanitasi (1-2-3)

    1.435.590.375

    2.688.238.050

    4.382.452.400 569.859.500

    2.696.182.925 0,80

    Total Belanja Langsung 236.970.589.450 263.985.360.226

    297.312.141.955

    260.855.295.809

    311.449.826.027 0,19

    % APBD murni terhadap Belanja Langsung 0,61 1,02 1,47 0,22 0,87 0,47

    Sumber : APBD Kabupaten Dharmasraya 2009 2013 diolah

    Table 3-2 Realisasi dan Potensi retribusi Sanitasi per Kapita

    No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumbuhan (%) 2009 2010 2011 2012 2013 1 Retribusi Air Limbah - - - - - - 1.a Realisasi retribusi - - - - - - 1.b Potensi retribusi - - - - - - 2 Retribusi Sampah - - - - - - 2.a Realisasi retribusi - - - - - - 2.b Potensi retribusi - - - - - - 3 Retribusi Drainase - - - - - - 3.a Realisasi retribusi - - - - - - 3.b Potensi retribusi - - - - - - 4 Total Realisasi Retribusi Sanitasi (1a+2a+3a) - - - - - - 5 Total Potensi Retribusi Sanitasi (1b+2b+3b) - - - - - -

    6 Proporsi Total Realisasi Potensi Retribusi Sanitasi (4/5) - - - - - -

    Sumber : APBD Kabupaten Dharmasraya 2009 2013 diolah

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    43

    Sementara untuk Realisasi dan potensi retribusi sanitasi per kapita di Kabupaten Dharmasraya belum terlaksana ( data belum ada )

    Table 3-3 Permasalahan mendesak dan isu strategis a. Air Limbah Domestik

    Permasalahan Mendesak Isu Strategis

    Belum Adanya Masterplan Limbah Domestik

    1. Peningkatan Aksesibilitas Pengolahan 1. Akses masyarakat terhadap jamban pribadi sebesar 76.5%, dan MCK sebesar 4.2%. (sumber EHRA 2013 kab. Dharmasraya)

    2. Sebagian besar fasilitas Pengelolaan air limbah setempat masih belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan , Jumlah KK yang Mempunyai tanki septic sebesar 57% dan yang aman baru mencapai 39,75 % dan 33,65 % menggunakan cubluk ( sumber EHRA 2013 kab. Dharmasraya ),

    3. Rendahnya skala prioritas penanganan pengelolaan air limbah permukiman di daerah 2. Pendanaan 1. Kesulitan dalam masalah pendanaan untuk Pengembangan, baik dalam Operasional

    dan Pemeliharaan diantaranya rendahnya tarif pelayanan dan tingginya biaya investasi. 2. Kurang tertariknya sector swasta untuk melakukan investasi karena rendahnya tingkat

    pemulihan biaya investasi 3. Rendahnya Alokasi Pendanaan dari pemerintah daerah 4. Belum Optimalnya penggalian potensi pendanaan dari masyarakat

    3. Kelembagaan 1. Belum ada peraturan daerah yang mengatur tentang air limbah 2. Kapasitas sumber daya manusia yang terkait dalam pengelolaan masih sangat rendah 3. Rendahnya Koordinasi antar instansi terkait dalam Penetapan kebijakan

    4. Peran Masyarakat 1. Kesadaran masyarakat masih kurang 2. Perlunya pengembangan sanitasi yang berbasis masyarakat 3. Kurang Memadai sosialisasi mengenai pentingnya Pengelolaan air limbah 4. Rendahnya Koordinasi antar instansi terkait dalam menggerakan peran masyarakat

    5. Teknis 1. Belum adanya IPLT 2. Belum ada penyaluran air limbah rumah tangga di lingkungan pemukiman 3. Adanya pencemaran air sungai dan irigasi oleh beberapa kegiatan seperti kegiatan

    pertambangan (PETI) 4. Terkontaminasinya air minum Perpipaan dan non perpipaan oleh bakteri coli yang

    berasal dari air limbah permukiman 5. Menurunnya Kualitas air tanah dan air permukaan akibat dari pencemaran air limbah

    Permukiman menyebabkan tingginya biaya pengolahan air minum. 6. Belum mencukupinya MCK di sekolah-sekolah 7. Masih minimnya peralatan truk tinja

    b. Sektor Persampahan Permasalahan Mendesak Isu Strategis

    Belum adanya Master plan persampahan

    Makin Besarnya Timbulan 1. Makin besarnya timbulan sampah peningkatan laju timbulan sampah --perhari sekitar 5 % yang tidak diikuti dengan ketersediaan prasarana dan sarana persampahan yang memadai

    2. Rendahnya kualitas dan tingkat Pengelolaan Persampahan 3. Rendahnya tingkat pelayanan atau daerah yang terlayani oleh pemerintah 4. TPA yang ada menggunakan sistem sanitary landfill dimana operasional masih open dumping 5. Belum lengkap sarana penunjang (listrik) dalam menunjang operasional secara sanitary landfill. 6. Belum maksimalnya tempat penampungan sementara (TPS) 7. Peralatan untuk pengelolaan sampah masih terbatas 8. Sarana persampahan di sekolah masih minim

    Kemampuan Kelembagaan 1. Belum ada perda tentang pengaturan / pengolaan sampah 2. Dinas berfungsi sebagai regulator sekaligus menjalankan kegiatan sebagai operator 3. Masih belum didukung oleh SDM. 4. Masih rendahnya koordinasi dalam pengelolaan sampah

    Sosialisasi kemasyarakat masih rendah Kemampuan Pembiayaan

    1. Pengelolaan Persampahan masih belum menjadi prioritas 2. Alokasi dana untuk pengelolaan sampah masih minim 3. Perlunya meningkatkan peran swasta

    Peran serta masyarakat dan dunia usaha

    1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya 2. Belum ada investasi dunia usaha

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    44

    c. Drainase Lingkungan

    Permasalahan Mendesak Isu Strategis

    Belum adanya Master plan Drainase Aspek Teknis Belum adanya Ketegasan Fungsi Sistem Drainase (apakah fungsi saluran drainase untuk

    sistem pematusan air hujan atau apakah juga untuk pembuangan air limbah dapur dan cuci)

    Aspek Kelembagaan 1. Belum ada lembaga yang secara khusus menangani drainase lingkungan (Belum disahkan antara lembaga yang beperan sebagai regulator dan operator)

    2. Masih rendahnya perhatian semua pihak baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat terhadap drainase lingkungan

    3. Kurang kesadaran masyarakat sekitar untuk memelihara saluran drainase sesuai fungsinya

    4. Masih terdapat masyarakat yang membuang sampah di saluran drainase 5. Kurangnya operasional dan perawatan terhadap saluran drainase yang ada 6. Kurangnya sosialisasi tentang fungsi dan manfaat dari saluran drainase 7. Peraturan daerah yang mengaturan tentang pengelolaan dan pelayanan draenase

    Aspek Pendanaan Masih minimnya alokasi untuk draenase

    Gambar 3-1 Grafik sumber informasi ( tidak ada) Gambar 3-2 Grafik Penyuluhan sanitasi ( tidak ada) Gambar 3-3 Grafik Penyampai pesan sanitasi ( tidak ada)

    33..11..11.. TTaattaannaann RRuummaahh TTaannggggaa PHBS pada tatanan Rumah Tangga meliputi perilaku : (1) Cuci tangan Pake Sabun (CTPS), (2)

    Penanganan Jamban keluarga, (3) Penanganan air bersih dan (4). Perilaku BAB. Pada grafik berikut ini dapat dilihat PHBS di Kabupaten Dharmasraya antara lain :

    Berdasarkan hasil analisa data studi EHRA tersebut dapat digambarkan bahwa untuk perilaku Cuci Tangan Pake Sabun di Kabupaten Dharmasraya masih sangat memprihatinkan dimana 87,2% responden tidak pernah melakukan CTPS pada waktu-waktu penting hanya 12,8 % saja respondent yang sudah mencuci tangan di lima waktu penting antara lain setelah BAB, sebelum makan dan menyuapi anak, sebelum menyiapkan makanan, setelah menceboki anak dan setelahmemegang hewan.

    Gambar 3-4 CTPS Lima waktu Penting

    Sumber EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    5.1 CTPS di lima waktu penting Tidak 5.1 CTPS di lima waktu penting Ya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    45

    Gambar 3-5 Persentase Penduduk yang melakukan BABS

    Sumber EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Dari Grafik diatas disimpulkan Sebanyak 65,4% responden tidak melakukan buang air sembarangan, dan sebanyak 34,6% masih melakukan buang air besar sembarangan. Yang tertinggi BABS adalah nagari Banai sebesar 85% dan yang terendah di nagari Batu rijal sebesar 4%. Berdasarkan analisa EHRA yang dimaksud STOP BABS adalah masyarakat sudah BAB di Jamban dengan pengolahan awal menggunakan tangki septik, melakukan pengurasan tangki septik secara rutin dan di buang di IPLT. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh masyarakat yang sudah STOP BABS masih sedikit karena di Kab. Dharmasraya belum ada layanan air limbah (IPLT) yang disediakan oleh pemerintah.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    46

    Gambar 3-6 Grafik Pengelolaan Air Minum ( Pencemaran pada wadah penyimpanan dan penanganan air) Sumber EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Dari Grafik diatas Yang tertinggi Pencemaran pada wadah penyimpanan dan penanganan air adalah nagari Lubuk Karak sebesar 66% dan yang terendah di nagari Kurnia koto Salak & Simalidu sebesar 2%. Berdasarkan analisa EHRA yang dimaksud Pencemaran pada wadah penyimpanan dan penanganan air adalah bagian dari PHBS dari cara mengambil air untuk masak, cuci piring, gosok gigi dan lainnya dari tempat penyimpanan masyarakat.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    47

    Gambar 3-7 Grafik Pengolahan Sampah Setempat

    Sumber EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Dari Grafik diatas untuk Pengolahan sampah setempat sebagian besar daerah di Dharmasraya belum melaksanakannya, ada beberap[a nagari yang memisahkan sampah itu sebatas logam dan non logam adalah nagari Kurnia koto salak 88% dan Kurnia Selatan sebesar 77,5%. Berdasarkan analisa EHRA yang dimaksud dengan pengolahan sampah setempat itu adalah terpisahnya antara sampah Organik dan Anorganik yang mana organik bisa dimanfaatkan untuk pu8puk dan yang an organik bisa di daur ulang.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    48

    Gambar 3-8 Pencemaran Karena SPAL

    Dari grafik 3.8 Pencemaran karena SPAL di Kabupaten Dharmasraya yang tertinggi di nagari Muaro Sopan dan yang terendah di nagari Koto tinggi, dalam EHRA pencemaran ini disebabkan karena hasil buangan air limbah rumah tangga yang kurang baik diantaranya ada yang dibuang ke belakang rumah, samping rumah atau halaman depan ini mengakibatkan lingkungan sekitar tercemar.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    49

    33..11..22.. TTaattaannaann SSeekkoollaahh Data sarana dan prasana PHBS di sekolah diperoleh dari hasil kunjungan langsung dari

    anggota pokja ke beberapa sekolah ( 13 Tingkat SD ) yang ada di Kabupaten Dharmasraya, yang hasilmya cukup memprihatinkan. Berdasarkan data tabel 3.4 terlihat jumlah jamban untuk murid tidak mencukupi sesuai dengan standar yaitu 1 : 77 untuk siswa. Ketersediaan sarana air bersih di seluruh sekolah yang disurvey berasal dari sumur gali dengan kondisi selalu tersedia sebanyak 61%, kadang tersedia 30 %. Ketersediaan sarana cuci tangan di sekolah yang di survey hanya ada di 6 sekolah atau 46% saja namun demikian tidak ada persediaann sabunnya. Kebiasaan membersihkan jamban di seluruh lokasi survey dilakukan oleh pesuruh sekolah. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.4.

    Kondisi sarana sanitasi di Kabupaten Dharmasraya untuk penyuluhan penyuluhan kesehatan dinkes kabupaten langsung turun ke sekolah-sekolah yang persentasenya berkisar 53,8%, sementara penyuluhan yang langsung masuk ke pelajaran sekolah masuk ke Penjas persentasenya mencapai 77%, tankiseptick dikosongkan sebagian besar tidak melaksanakan. untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel 3.5.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    50

    Table 3-4 Rekapitulasi Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah/pesantren (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (toilet dan tempat cuci tangan)

    Nama Sekolah Jumlah Siswa

    Jumlah Guru

    Sumber Air Bersih Jml Toilet/WC

    Guru

    Jumlah Toilet/WC

    Murid

    Tempat Pembuangan Air Kotor Fas. Cuci

    Tangan Persediaan

    Sabun

    Siapa yang membersihkan Toilet

    PDAM

    SPT

    SGL

    Dari Toilet Dari Talang

    Dari Kamar mandi

    Dari Air hujan

    Siswa Guru Pesuruh

    L P L P S K T S K T S K T L P

    L P Y T Y T L P L P L P

    SD N 02 Kt Besar 149 154 4 12 - - - - - - - - - - 4 - - - - - - - - - SD N 03 Kt Besar 209 12 - - - - - - 1 - - - - - - - - - - - - - -

    SD N 04 Kt Besar 65 61 1 9 - - - - - - - - - 1 1 1 Septick

    tank - Sungai Halaman - - - - - -

    SD N 09 Kt Besar 127 116 2 11 - - - - - - - - 2 2 2 2 Septick

    tank - Selokan - - - - - - (MIS) Tlg Biru Koto Besar 151 119 4 16 - - - - - - - - 1 1 2 2 - - - - - - - - - - - (MIS) Lbk Karya Kt Besar 64 69 4 6 - - - - - - - - 1 1 1 1 - - - - - - - - - - -

    SD N 06 Kt Besar 93 87 - 12 - - - - - - - - - 1 1 1 Septick

    tank Selokan Septick

    tank Halaman - - - - - SD N 10 Kt Besar 95 83 2 6 - - - - - - - - 1 1 1 1 - - - - - - - - -

    SD N 08 Kt Besar 75 68 1 10 - - - - - - - - 1 1 1 1 Septick

    tank Selokan Selokan Selokan - - - - - -

    SD N 05 Kt Besar 106 108 - 11 - - - - - - - - - - 3 3 Septick

    tank Bak Kolam Kolam - - - -

    SD N 12 Kt Besar 43 65 3 6 - - - - - - - - 0 1 0 1 - - - - - - - - - - - SDN 1 As Jujuhan 85 96 6 8 - - - - - - - - 1 1 1 1 Septick tank -

    Septick tank - - - - - - -

    SD N 03 As Jujuhan 123 146 4 10 - - - - - - - - 1 1 1 1 Septick

    tank - Septick

    tank - - - - - - Sumber : Survey Pokja tahun 2013

    Keterangan : Keterangan : L = laki-laki; P = Perempuan S = selalu tersedia air; K = kadang - kadang ; T = tidak ada persediaan air Y = ya ; T = tidak SPT = sumur pompa tangan ; SGL = sumur gal

    Tempat pembuangan air kotor sebutkan kemana salurannya : Toilet : Septik tank, cubluk, sungai, kolam, dll Talang : Saluran Pembuangan Air Limbah, Drainase Lingkungan, Halaman, Sungai, Dari Kamar mandi : Saluran Pembuangan Air Limbah, halaman, sungai, dll Air Hujan : Saluran Pembuangan Air Kotor, Drainase Lingkungan, halaman, dll

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    51

    Table 3-5 Kondisi sarana sanitasi sekolah (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (pengelolaan sampah dan pengetahuan higiene)

    Tingkatan Sekolah

    Apakah pengetahuan ttg Higiene dan Sanitasi diberikan

    Apakah ada dana utk air bersih / sanitasi / pend.

    higiene

    Cara Pengelolaan Sampah Tempat buangan air kotor Kapan Tangki

    Septik Dikosongkan

    Kondisi Higiene Sekolah

    Rencana perbaikan sanitasi sekolah

    Ya, saat pertemuan / penyuluhan

    tertentu

    Ya, saat mata pelajaran PenJas di

    kelas

    Tidak pernah

    Dikumpulkan

    Dipisahkan

    Dibuat kompos

    Dari Toliet

    Dari Kamar Mandi Ya Tidak

    SD N 02 Kt Besar - - - - - Tidak Pernah Kurang Pemb dan rehab WC SD N 03 Kt Besar - - - - - Tidak Pernah Baik Ada SD N 04 Kt Besar - - - - Tidak Pernah Sedang 2014 SD N 09 Kt Besar - - - - Tidak Pernah Kurang Anggaran BOS

    Triwulan 3-2013 (MIS) Tlg Biru Koto Besar - - - - - Tidak Pernah - - Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lubuk Karya Koto Besar

    - - - - - Tidak Pernah - -

    SDS PT.SMP Koto Besar - - - - 1/bulan Cukup Rehab toilet SDN 06 Koto Besar - - - - - Tidak Pernah Baik - SDN 10 Koto Besar - - - - Tidak Pernah Kurang Th 2014 SDN 08 Koto Besar - - - - - - Tidak Pernah Sedang 1 X Setahun SDN 05 Koto Besar - - - - 1/bulan Bersih Sedang berjalan SDN 12 Koto Besar - - - - Tidak Pernah Kurang Th 2014 SDN 01 Asam Jujuhan - - - - - Tidak Pernah Kurang Th 2014 SDN 03 Asam Jujuhan - - - - - Tidak Pernah Kurang Th 2014

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    52

    33..22.. PPeennggeelloollaaaann AAiirr LLiimmbbaahh DDoommeessttiikk

    33..22..11.. KKeelleemmbbaaggaaaann Aspek Legal Formal Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.42 tahun 2007 tentang Juknis pelaksanaan

    DAK infrastruktur bidang sanitasi yang mengamanatkan prioritas penanganan sanitasi dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dengan urutan prioritas : - Menangani air limbah cair yang berasal dari buangan rumah tangga dari

    kegiatan mandi, cuci dan kakus (MCK) dengan membangun MCK Komunal, Septic Tank komunal.

    Target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 dimana ditargetkan masyarakat miskin di pedesaan sudah mendapatkan akses pelayanan sanitasi dasar

    Undang Undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan, dalam salah satu pasalnya (pasal22) mengisyaratkan akan pentingnya kesehatan lingkungan melalui antara lain pengamanan limbah padat dan cair

    PP nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum, dalam pasal 14 mengatur penyelenggaraan prasarana dan sarana air limbah permukiman secara terpadu dengan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum

    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor16/PRT/M/2006 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan sistem air limbah permukiman, dalam salah satu pasalnya (pasal2) menyebutkan bahwa peraturan ini merupakan pedoman dan arahan dalam penyusunan kebijakan teknis, perencanaan dan pemrograman, pelaksanaan dan pengelolaan dalam penyelenggaraan dan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman, baik bagi pemerintah pusat, maupun daerah, dunia usaha, swasta dan masyarakat sesuai dengan kondisi setempat.

    Aspek Institusional Di lingkup Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang bertanggung jawab langsung

    terhadap pengelolaan air limbah domestik adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Tugas utama dari Dinas Pekerjaan Umum adalah menyediakan sarana dan prasarana sektor air limbah domestic untuk masyarakat umum seperti penyediaan MCK septic tank. Dinas Kesehatan mempunyai tugas dalam bidang pendidikan masyarakat tentang PHBS khususnya pesan tentang buang limbah ditempat-tempat yang semestinya atau tidak Buang Air Besar sembarangan. Sedangkan Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan mempunyai tugas rutin dalam penyediakan pelayan sedot tinja kepada masyarakat di Kabupaten Dharmasraya.

    Kelompok swadaya masyarakat (KSM) dengan di dampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Teknis dan TFL sosial yang berperan sebagai perencana, pelaksana serta pengelola prasarana sanitasi yang terbangun terutama pada program sanimas, Pamsimas dan SLBM.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    53

    Table 3-6 Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik

    FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah Kabupaten/Kota Swasta Masyarakat PERENCANAAN - - - Menyusun target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota Dinas PU - - Menyusun rencana program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target Dinas PU/Dinas LH - - Menyusun rencana anggaran program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target Dinas PU/Dinas LH - - PENGADAAN SARANA - - - Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik Dinas PU/Dinas Kesehatan/

    RSUD - -

    Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (Tangki Septik) Dinas PU Menyediakan sarana pengangkutan dari tangki septik ke IPLT (truk tinja) - - - Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor) - - - Membangun sarana IPLT dan atau IPAL - - - PENGELOLAAN - - - Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja - - - Mengelola IPLT dan atau IPAL - - - Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja - - - Memberikan izin usaha pengelolaan air limbah domestik, dan atau penyedotan air limbah domestik - - - Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (tangki septik, dan saluran drainase lingkungan)

    dalam pengurusan IMB Dinas PU - -

    PENGATURAN DAN PEMBINAAN - - - Mengatur prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan, personil, peralatan, dll) Dinas PU - - Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah domestik Dinas PU Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik - - - MONITORING DAN EVALUASI - - - Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota - - - Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air limbah domestik Dinas LH Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan air limbah domestic, dan atau menampung

    serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik Dinas LH - -

    Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik Dinas LH - - Sumber: DInas Pekerjaan Umum & LH 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    54

    Table 3-7 Peta Peraturan Air Limbah Domestik Kabupaten Dharmasraya

    Peraturan Ketersediaan Pelaksanaan

    Keterangan Ada (Sebutkan) Tidak Ada Efektif Dilaksanakan Belum Efektif Dilaksanakan

    Tidak Efektif Dilaksanakan

    AIR LIMBAH DOMESTIK Target capaian pelayanan pengelolaan air limbah domestik di

    Kab/Kota ini - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam penyediaan layanan pengelolaan air limbah domestik

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan air limbah domestik

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi industry rumah tangga untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi kantor untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha

    - - - - -

    Kewajiban penyedotan air limbah domestic untuk masyarakat, industri rumah tangga, dan kantor pemilik tangki septik

    - - - - -

    Retribusi penyedotan air limbah domestik - - - - - Tatacara perizinan untuk kegiatan pembuangan air limbah

    domestic bagi kegiatan permukiman, usaha rumah tangga, dan perkantoran

    - - - - -

    Sumber: DInas Pekerjaan Umum, 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    55

    33..22..22.. SSiisstteemm ddaann CCaakkuuppaann PPeellaayyaannaann Sistem pengelolaan air limbah di Kabupaten Dharmasraya yang ada adalah sistem pengelolaan

    limbah setempat skala individual dan skala komunal. Pengelolaan limbah setempat skala komunal melalui MCK /SLBM sebanyak 18 unit. Berdasarkan hasil studi EHRA responden yang menggunakan MCK sebesar 4,2 % dan yang menggunakan Jamban pribadi sebesar 76,5 %. Tempat menyalurkan tinjanya ke tangki septik sebesar 39,75 % aman (57 % yang menyalurkan tinjanya ke tangki septik sebesar 69,7%-nya suspect aman). Sementara yang menyalurkan tinjanya ke cubluk 15,9 % ditambah 17,25 % (tangki septik tidak aman) yaitu sebesar 33,65%.

    Kabupaten Dharmasraya belum mempunyai Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang akan berfungsi menampung dan mengolah lumpur tinja dari septic tank skala rumah tangga sehingga layanan sedot tinja yang sudah ada dibuang langsung ke kebun dan sungai. Jumlah truk tinja yang tersedia 1 unit.

    Kabupaten Dharmasraya belum memiliki sistem pengelolaan air limbah domestik secara terpusat. Berdasarkan hasil studi EHRA untuk tempat BAB dan kemana menyalurkan tinja dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:

    Gambar 3-9 Tempat Pembuangan Akhir Tinja

    Sumber : Hasil Analisis EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Diagram sistim Sanitasi (DSS) adalah gambaran sistem penanganan sanitasi di daerah, untuk DSS limbah di Kabupaten Dharmasraya mulai dari User interface sampai pembuangan akhir bisa dilihat pada tabel 3.8 dibawah ini, Kepemilikan jamban sebagian sudah memadai akan tetapi pengolahan akhir tidak diketahui kemana buangan akhirnya.

    Tangki septik Pipa sewer Cubluk/lobang tanahLangsung ke drainase Sungai/danau/pantai Kolam/sawahKebun/tanah lapang Tidak tahu

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    56

    Table 3-8 Diagram Sistem Sanitasi pengelolaan air limbah domestic

    Input User Interface Penampungan Awal Pengaliran Pengolahan

    Akhir Pembuangan/

    Daur Ulang Kode/Nama

    Aliran

    Black Water WC Sentor Tangki Septik Truk tinja Tidak diketahui -

    Aliran Limbah AL1

    WC Sentor - Pipa Sungai/kebun - Aliran

    Limbah AL 2

    WC

    Sentor/Cemplung/Plengsengan Cubluk - - - Aliran

    Limbah AL 3

    Disemak-semak/kebun/Tanah

    terbuka - - - - -

    Sungai - - - - -

    Selokan - - - - -

    Grey Water

    Tempat cuci dan kamar mandi Selokan terbuka, drainase

    Selokan terbuka, sungai

    Sungai - -

    Sumber: EHRA, Kabupaten Dharmasraya 2013

    Sistem Pengelolaan air limbah yang ada di Kabupaten Dharmasraya yang mempunyai jamban

    76,5% atau (141.283 unit ), sementara untuk penampungan awal persentasenya 57%. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat tabel 3.9

    Table 3-9 Sistem pengelolaan air limbah yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    Kelompok Fungsi Teknologi yang digunakan Jenis Data Sekunder

    (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

    User Interface WC Sentor Jumlah (kuantitas) 141.283 unit kloset EHRA Pelengsengan Jumlah (kuantitas) 988 unit EHRA Cemplung Jumlah (kuantitas) 8299 unit EHRA Penampungan Awal Tangki Septik Jumlah (kuantitas) 112.631 unit EHRA Cubluk Jumlah (kuantitas) 31.418 unit EHRA Pembuangan/Daur Ulang Sungai Nama sungai Sumber: Study EHRA Kab. Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    57

    Gambar 3-10 Tempat Pembuangan Akhir Tinja

    Sumber : Hasil Analisis EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    58

    Peta 3-1 Peta Cakupan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik (Contoh peta tidak tersedia karena kabupaten Dharmasraya tidak memiliki sistem offsite)

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    59

    Peta 3-2 Peta Lokasi infrastruktur utama pengelolaan air limbah domestik ( contoh peta tidak tersedia)

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    60

    33..22..33.. KKeessaaddaarraann MMaassyyaarraakkaatt ddaann PPMMHHSSJJKK Kesadaran masyarakat mengelola air limbah masih sebatas dilingkup rumah tangga masing-

    masing seperti membersihkan kamar mandi dan toilet dirumah masing-masing akan tetapi masih banyak masyarakat yang buang air besar diselokan atau di sungai-sungai. Sedangkan tingkat kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengelola MCK umum masih rendah, ini dapat dilihat dari tidak terawatnya MCK-MCK umum baik itu yang berada di permukiman warga maupun di tempat-tempat umum seperti terminal dan pasar.

    Program /proyek layanan Air limbah yang berbasis masyarakat yang ada di Dharmasraya yaitu SLBM dan Sanimas, adapun SLBM itu adalah Sanitasi lingkungan berbasis masyarakat dana dari APBD sedangkan SANIMAS dananya dari APBNt

    Table 3-10 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat

    No Sub Sektor Nama Program

    / Proyek / Layanan

    Pelaksana/PJ

    Tahun Mulai

    Kondisi Sarana Saat ini Aspek PMJK

    Fungsi Tidak Fungsi Rusak PM JDR MBR

    1. Air Limbah Domestik: (Komunal)

    SLBM DPU - Baik - - - -

    2. Air Limbah Domestik: Onsite Komunal

    SLBM DPU - Baik - - - -

    3 Air Limbah Domestik: (Komunal)

    SANIMAS DPU - Baik - - - -

    Sumber Dinas Pekerjaan Umum, 2013

    Keterangan: PM = Pemberdayaan Masyarakat JDR = Jender MBR= Masyarakat Berpenghasilan Rendah

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    61

    Table 3-11 Pengelolaan sarana jamban keluarga dan MCK oleh Masyarakat

    Kecamatan Jumlah Jumlah MCK/SLBM (Pengelola) Tahun

    MCK Dibangun

    Jumlah Sanimas (Pengelola) Tahun Sanimas Dibangun Jorong Nagari

    Pddk miskin (KK) Keluarga Jorong Nagari

    CBO/ KSM Lainnya Jorong Nagari CBO Lainnya

    Sungai Rumbai 24 4 1.386 - - - - - - - - - 1 MCK (KSM) 2009

    Koto Besar 32 7 735 - - - 1 - 2011 - - - 1 MCK (KSM) 2008 Asam Jujuhan 22 5 2100 - - - - - - - - Koto Baru 26 4 961 - - - 2 - 2011/2013 - - - 1 MCK (KSM) 2006 Koto Salak 27 5 566 - - - 1 - 2012 - - - Tiumang 17 4 1.254 - - - 2 - 2011 - - - 1 MCK (KSM) 2009 Padang Laweh 17 4 899 - - - 1 - 2013 - - - Sitiung 22 4 1.550 - - - 2 - 2011/2012 - - - Timpeh 21 5 402 - - - 2 - 2012/2013 - - - Pulau Punjung 31 6 2.425 - - - 2 - 2013 - - - 2 MCK (KSM) 20072007 IX Koto 21 4 969 - - - - - - - - Sumber: Kabupaten Dalam Angka Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    62

    Table 3-12 Kondisi sarana MCK

    Kecamatan Lokasi MCK

    Jumlah Pemakai

    MCK

    Sumber Air Jml Toilet/WC

    Jml kmr mandi

    Fas. Cuci Tangan

    Persediaan Sabun

    Ada biaya pemakaian

    MCK

    Tempat buangan air

    kotor

    Kapan tangki septik

    Dikosong kan

    PDAM SPT SGL

    Jorong Nagari L P S K T S K T S K T L P L P Y T Y T Y T Tangki Septik Sungai Rumbai 24 4 - - - - - - - - 3 3 3 3 - - - - Koto Besar 32 7 - - - - - - - - 5 5 5 5 - - - - Asam Jujuhan 22 5 - - - - - - - - 3 3 3 3 - - - - Koto Baru 26 4 - - - - - - - 7 7 7 7 - - - - Koto Salak 27 5 - - - - - - - - 3 3 3 3 - - - - Tiumang 17 4 - - - - - - - - 7 7 7 7 - - - - Padang Laweh 17 4 - - - - - - - - 2 2 2 2 - - - - Sitiung 22 4 - - - - - - - - 3 3 3 3 - - - - Timpeh 21 5 - - - - - - - - 3 3 3 3 - - - - Pulau Punjung 31 6 - - - - - - - - 4 4 3 3 - - - - IX Koto 21 4 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Sumber: Bappeda Kab. Dharmasraya 2013

    Keterangan: L = laki-laki S = selalu tersedia air Y = ya SPT = Sumur pompa tangan P = perempuan T = tidak ada persediaan air T = tidak SGL = Sumur gali K = kadang-kadang

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    63

    33..22..44.. PPeemmeettaaaann MMeeddiiaa Peran media pemerintah dalam pengelolaan air limbah masih rendah. Sejauh ini kegiatan yang

    dilakukan baru berupa kegiatan sosialisasi program-program kegiatan sektor air limbah domestik seperti pembangunan MCK, SANIMAS, PAMSIMAS dan SLBM. Sedangkan bentuk media komunikasi yang dipakai berupa Koran-koran lokal Sumatera Barat seperti Haluan, Singalang, Padan Eskpress dan media komunikasi non verbal seperti poster, baner dan billboard. Sedangkan pemberitaan tentang air limbah di Koran-koran baru berupa kegiatan sosialisasi yang dillakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk sektor air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL).

    Table 3-13 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    No Kegiatan Tahun Dinas pelaksana Tujuan

    kegiatan Khalayak sasaran

    Pesan kunci Pembelajaran

    1 Tidak ada data - - - -

    - -

    - - - - - - - - Sumber: Data tidak tersedia

    Table 3-14 Media komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    No Nama Media Khalayak Pendanaan Isu yang diangkat Pesan Kunci Efektifitas

    1.

    Padang Express, Dharmasraya TV, TVRI

    Orang Dewasa dan Anak-Anak Sekolah

    pemda dengan berbagai pihak

    BABS, Sanitasi lingkungan

    BABs menimbulkan pencemaran dan kerugian ekonomi.

    Jangan buang air sembarangan, jangan buang tinja ke sungai.

    2. - - - - - -

    Sumber: Pengamatan

    33..22..55.. PPaarrttiissiippaassii DDuunniiaa UUssaahhaa Partisipasi dunia usaha di Kabupaten Dharmasraya khususnya untuk sektor air limbah masih

    sangat rendah karena belum ada dunia usaha ataupun LSM yang tertarik secara langsung untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan penyediaan sarana dan prasarana air limbah domestik.

    Table 3-15 Penyedia layanan air limbah domestik yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    No Nama Provider Tahun mulai

    operasi Jenis kegiatan

    a B C D

    1 Tidak ada Data - -

    Sumber: tidak ada partisipasi dunia usaha

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    64

    33..22..66.. PPeennddaannaaaann ddaann PPeemmbbiiaayyaaaann Seperti yang telah dijelaskan pada bab II bahwa dari data alokasi APBD Kabupaten

    Dharmasraya pertahunnya, alokasi untuk sekotr air limbah telah menunjukkan peningkatan. Berikut ini tabel alokasi APBD untuk kegiatan sektor air limah di Kabupaten Dharmasraya.

    Table 3-16 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi komponen air limbah domestik

    No Komponen Belanja (Rp. 000) Rata-

    rata

    Pertumbuhan (%) 2009 2010 2011 2012 2013

    1 Air Limbah (1a+1b) 1.a Pendanaan Investasi air limbah - 549.120. - - 345.000. 11% - 1.b Pendanaan OM yang

    dialokasikan dalam APBD - - - - - - -

    1.c Perkiraan biaya OM berdasarkan infrastruktur terbangun

    - - - - - - -

    Sumber: Realisasi APBD 5 tahun terakhir

    Table 3-17 Realisasi dan Potensi Retribusi Air Limbah

    No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumb

    uhan (%) n-4 n-3 n-2 n-1 n

    1 Retribusi Air Limbah 1.a Realisasi retribusi - - - - - - 1.b Potensi retribusi - - - - - -

    Sumber: Realisasi APBD 5 tahun terakhir

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    65

    Table 3-18 Permasalahan mendesak dan Issue Strategis

    Permasalahan Mendesak Isu Strategis

    1. Peningkatan Aksesibilitas Pengolahan

    1. Akses masyarakat terhadap jamban pribadi sebesar 76.5%, dan MCK sebesar 4.2%. (sumber EHRA 2013 kab. Dharmasraya)

    2. Sebagian besar fasilitas Pengelolaan air limbah setempat masih belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan , Jumlah KK yang Mempunyai tanki septic sebesar 57% dan yang aman baru mencapai 39,75 % dan 33,65 % menggunakan cubluk ( sumber EHRA 2013 kab. Dharmasraya ),

    3. Rendahnya skala prioritas penanganan pengelolaan air limbah permukiman di daerah

    2. Pendanaan 1. Kesulitan dalam masalah pendanaan untuk Pengembangan, baik dalam

    Operasional dan Pemeliharaan diantaranya rendahnya tarif pelayanan dan tingginya biaya investasi.

    2. Kurang tertariknya sector swasta untuk melakukan investasi karena rendahnya tingkat pemulihan biaya investasi

    3. Rendahnya Alokasi Pendanaan dari pemerintah daerah 4. Belum Optimalnya penggalian potensi pendanaan dari masyarakat

    3. Kelembagaan 1. Belum ada peraturan daerah yang mengatur tentang air limbah 2. Kapasitas SDM terkait dalam pengelolaan masih sangat rendah 3. Rendahnya Koordinasi antar instansi terkait dalam Penetapan kebijakan

    4. Peran Masyarakat 1. Kesadaran masyarakat masih kurang 2. Perlunya pengembangan sanitasi yang berbasis masyarakat 3. Kurang Memadai sosialisasi mengenai pentingnya Pengelolaan air limbah 4. Rendahnya Koordinasi antar instansi terkait dalam menggerakan peran masyarakat

    5. Teknis 1. Belum adanya master plan pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Dharmasraya.Masih minimnya peralatan truk tinja

    2. Belum adanya IPLT 3. Belum ada penyaluran air limbah rumah tangga di lingkungan pemukiman 4. Adanya pencemaran air sungai dan irigasi oleh beberapa kegiatan seperti kegiatan

    pertambangan tanpa izin (PETI) 5. Terkontaminasinya air minum Perpipaan dan non perpipaan oleh bakteri coli yang

    berasal dari air limbah permukiman 6. Menurunnya Kualitas air tanah dan air permukaan akibat dari pencemaran air limbah

    Permukiman menyebabkan tingginya biaya pengolahan air minum. 7. Belum mencukupinya MCK di sekolah-sekolah 8. Masih minimnya peralatan truk tinja

    33..33.. PPeennggeelloollaaaann PPeerrssaammppaahhaann

    33..33..11.. KKeelleemmbbaaggaaaann//AAssppeekk LLeeggaalliittaass Didalam pengelolaan persampahan di Kabupaten Dharmasraya terdapat beberapa dasar

    hukum pengelolaan sampah yang dijadikan sebagai landasan gerak, yaitu: 1. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008

    Pemerintah menyadari bahwa permasalahan sampah telah menjadi permasalahan nasional. Perlu adanya sistem pengelolaan yang dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir. Selain itu bahwa dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah, pemerintah daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga perlu adanya Undang-Undang yang mengatur tentang pengelolaan sampah. Pada tahun 2008 disahkan UU no 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang bertujuan antara lain :

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    66

    a. Agar pengelolaan ini dapat memberikan manfaat secara ekonomi (sampah sebagai sumber daya), sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

    b. Agar mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.

    c. Agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien.

    Salah satu amanat dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah adalah bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota berwewenang dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah skala Kabupaten/Kota sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria yang di tetapkan oleh pemerintah serta menetapkan lokasi tempat penampungan sementara, tempat pengolahan sampah terpadu dan/atau tempat pemrosesan akhir.

    2. Peraturan Daerah terbaru tentang persampahan dan kebersihan di Kabupaten Dharmasraya adalah Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang retribusi sampah, dan belum memiliki peraturan daerah yang komprehesif tentang peran pemerintah, swasta dan masyarakat tentang persampahan begitupun sanksi-sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan dalam bidang persampahan baik itu oleh pemerintah, swasta dan masayarakat.

    Berdasarkan tabel 3.16 dibawah ini dapat dilihat bahwa sebagian besar pemangku kepentingan sektor persampahan di Kabupaten Dharmasraya masih dipegang oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas PU (Seksi Kebersihan dan Pertamanan), Lingkungan Hidup dan Kebersihan, sedangkan peran serta swasta dan masyarakat masih sangat terbatas, hanya berupa penyedian tempat-tempat sampah di sekitar lokasi ditempat mereka tinggal dan beraktifitas, sedangkan untuk pengelolaan lebih lanjut masih menjadi tanggung jawab pemerintah.

    Peraturan persampahan kabupaten Dharmasraya ada perdanya yaitu Perda no 11 tahun 2011, Kewajiban dan sanksi bagi pemerintah kabupaten dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah tidak ada data, Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kabupaten dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan sampah tidak ada data, Kewajiban dan sanksi bagi kantor / unit usaha di kawasan komersial / fasilitas social / fasilitas umum untuk mengurangi sampah, menyediakan tempat sampah, dan membuang ke TPS belum ada data, untuk target capaian pelayanan pengelolaan persampahan kabupten ada di dalam RPJMD dan RAD AMPL untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel 3.20 dibawah ini

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    67

    Table 3-19Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Persampahan

    FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah Kabupaten Swasta Masyarakat PERENCANAAN - - -

    Menyusun target pengelolaan sampah skala kab/kota, Dinas PU - - Menyusun rencana program persampahan dalam rangka pencapaian target Dinas PU - - Menyusun rencana anggaran program persampahan dalam rangka pencapaian target Dinas PU - -

    PENGADAAN SARANA - - - Menyediakan sarana pewadahan sampah di sumber sampah Dinas PU - - Menyediakan sarana pengumpulan (pengumpulan dari sumber sampah ke TPS) Dinas PU - - Membangun sarana Tempat Penampungan Sementara (TPS) Dinas PU/LH - - Membangun sarana pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dinas PU - - Membangun sarana TPA Dinas PU - - Menyediakan sarana komposting Dinas PU - -

    PENGELOLAAN - - - Mengumpulkan sampah dari sumber ke TPS - - - Mengelola sampah di TPS - - - Mengangkut sampah dari TPS ke TPA Dinas PU - - Mengelola TPA Dinas PU - - Melakukan pemilahan sampah* - - - Melakukan penarikan retribusi sampah Dinas PU - - Memberikan izin usaha pengelolaan sampah - - -

    PENGATURAN DAN PEMBINAAN - - - Mengatur prosedur penyediaan layanan sampah (jam pengangkutan, personil, peralatan, dll) Dinas PU - - Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan sampah Dinas PU/LH - - Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan sampah - - -

    MONITORING DAN EVALUASI - - - Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan sampah skala kab/kota Dinas PU/LH - - Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan persampahan Dinas PU/LH - - Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan persampahan, dan atau menampung serta

    mengelola keluhan atas layanan persampahan Dinas PU/LH - -

    Sumber Dinas PU & Lingkungan Hidup, 2011

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    68

    Table 3-20 Daftar Peraturan Persampahan Kabupaten Dharmasraya

    Peraturan Ketersediaan Pelaksanaan

    Keterangan Ada (Sebutkan) Tidak Ada Efektif Dilaksanakan

    Belum Efektif Dilaksanakan

    Tidak Efektif Dilaksanakan

    PERSAMPAHAN Target capaian pelayanan pengelolaan persampahan di Kab/Kota ini Ada dalam RPJMD & RAD AMPL Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam menyediakan

    layanan pengelolaan sampah - - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan sampah

    - - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah, menyediakan tempat sampah di hunian rumah, dan membuang ke TPS

    - - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi kantor / unit usaha di kawasan komersial / fasilitas social / fasilitas umum untuk mengurangi sampah, menyediakan tempat sampah, dan membuang ke TPS

    - - - - - -

    Pembagian kerja pengumpulan sampah dari sumber ke TPS, dari TPS ke TPA, pengelolaan di TPA, dan pengaturan waktu pengangkutan sampah dari TPS ke TPA

    - - - - - -

    Kerjasama pemerintah kab/kota dengan swasta atau pihak lain dalam pengelolaan sampah

    - - - - - -

    Retribusi sampah atau kebersihan Perda No. 11 tahun 2011 Sumber: Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kebersihan, 2011

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    69

    33..33..22.. SSiisstteemm ddaann CCaakkuuppaann PPeellaayyaannaann Secara umum pengelolaan sampah dilakukan melalui 3 tahapan:

    1. Pengumpulan Pengumpulan diartikan sebagai pengelolaan sampah dari tempat asalnya sampai ke tempat pembuangan sementara sebelum menuju ke tahapan berikutnya. Pada tahapan ini digunakan sarana bantuan berupa tong sampah, bak sampah, gerobak dorong maupun tempat pembuangan sementara (TPS/Dipo). Untuk melakukan pengumpulan, umumnya melibatkan sejumlah tenaga yang mengumpulkan sampah setiap periode waktu tertentu.

    2. Pengangkutan Tahapan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan sarana bantuan berupa alat transportasi tertentu menuju ke tempat pembuangan akhir. Pada tahapan ini juga melibatkan tenaga yang pada periode waktu tertentu mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir (TPA), Jumlah Arm roll Truk Sampah yang ada sebanyak 1 Unit, Container sebanyak 7 unit.

    3. Pembuangan akhir Pada tahap pembuangan akhir, sampah akan mengalami pemrosesan baik secara fisik, kimia maupun biologis sedemikian hingga tuntas penyelesaian seluruh proses. TPA sampah di kabupaten Dharmasraya berlokasi di Sitiung V Ragusa luas lahan 6 Htr kapasitas tampung 16.000 M3, TPA (tempat Pengolahan Akhir) ini telah menggunakan sistem Sanitary Landfill dan dilengkapi dengan Pengendalian Pencemaran (leachet) yaitu : Leachet treatment, Buffer Zone, Saluran Pengumpul air lindi, Drainase Air hujan. Saat ini TPA sudah difungsikan namun belum maksimal karena keterbatasan peralatan alat berat serta keterbatasan sumber daya aparatur (SDM) pengelola TPA.

    Pengelolaan sampah dewasa ini dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang cukup kompleks. Permasalahan-permasalahan tersebut meliputi tingginya laju timbulan sampah, Cakupan layanan yang masih rendah, kepedulian masyarakat yang masih sangat rendah serta masalah pada kegiatan pembuangan akhir sampah yang selalu menimbulkan permasalahan tersendiri. Timbulan Sampah Di Kabupaten Dharmasraya sebesar 546,67 m3/orang/hari.

    Sumber sampah yang dilayani di 11 kecamatan berasal dari 28 Pasar tradisional. Pasar yang sudah terlayani diantaranya Pasar Sungai Rumbai, Pasar Koto baru, Pasar Pulau Punjung, Pasar Sikabau,, Pasar Kurnia Koto salak, Pasar Sialang Gaung, Pasar Sitiung, Pasar Koto Agung, Untuk Pasar Klas IIII belum semuanya terlayani.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    70

    Gambar 3-11 Grafik pengelolaan sampah di Kabupaten Dharmasraya

    Sumber : Study EHRA Kab. Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    71

    Grafik 3.11a :Grafik pengelolaan sampah di Kabupaten Dharmasraya

    Sambungan grafik 3.11

    Sumber : Study EHRA Kab. Dharmasraya 2013

    Berdasarkan hasil studi ehra untuk sektor persampahan dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa mayoritas masyarakat langsung membakar sampah rumah tangga mereka yaitu sebanyak 89,7 %, biasanya proses pembakaran dilakukan dihalaman rumah baik itu di depan maupun di belakang. Sebanyak 2,9 % penduduk membuang sampahnya ke sungai atau selokan, 2,1 % penduduk Kabupaten Dharmasraya membuang sampahnya ke lahan-lahan kosong, hutan, kebun atau dibiarkan membusuk begitu saja, dan hanya 0,4 % dari penduduk yang membuang sampah ke tong sampah kemudian dibuang ke TPS yang ada serta yang dikumulkan oleh kolektor sebesar 0,7.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    72

    Gambar 3-12 Grafik Praktek Pemilahan Sampah oleh Rumah Tangga

    Sumber : Study EHRA Kab. Dharmasraya 2013

    Pemilahan dalam artian yang logam dipisahkan dan ada nilai jualnya, ada juga sebagian warga yang mengumpulkan bahan plastik lalu dikumpulkan dan dijual ke penadah penadah yang datang ke rumah-rumah warga.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    73

    Peta 3-3 Peta Cakupan Layanan Persampahan

    Cakupan layanan wilayah prsampahan di kabupaten Dharmasraya masih mengutamakan pasar pasar yang ada itupun tidak semua pasar terlayani, layanan persampahan sampai dengan saat ini hanya 1,5% yang terlayani dari timbulan sampah yang ada. Untuk cakupan layanan persampahan bisa dilihat pada peta 3.3 daerah mana saja yang menjadi prioritas layanan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    74

    Peta 3-4 Peta Lokasi Infrastruktur Utama Pengelolaan Persampahan

    Lokasi infrastruktur utama pengelolaan persampahan di kabupaten Dharmasraya dengan

    disiapkannya beberapa TPS di beberapa titik kawasan diantaranya di Kantor Bupati ada 3 unit, Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Dareh ada 1 Unit , Perum Kamal 1 Unit, Perum Taratak Garden 1 Unit, Perum Sikabau 1 Unit, Perumahan Gunung Medan 1 unit. Sampah ini dibawa seluruhnya ke TPA di Ragusa V Sitiung. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari peta 3.4

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    75

    Table 3-21 Diagram Sistem Sanitasi Pengelolaan Persampahan Yang Terlayani sebesar 8,20M3/Hari

    Input User Interface Penampungan Awal Pengaliran Pengolahan Akhir Pembuangan/

    Daur Ulang Kode/Nama

    Aliran Sampah Organik /

    anorganiik Tong sampah tps, container truk sampah TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) - --

    - Bak sampah tps/container truk sampah TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) - -

    - Kantong plastik tps/container truk sampah TPS/dibakar - - - Lubang sampah - - Ditimbun, dibakar - -

    Sumber: Dinas PU Kab. Dharmasraya, 2011 dan survey EHRA 2013

    Timbulan sampah di Dharmasraya adalah 546,67 M3/hari dan yang terlanai hanya 1,5% saja

    atau 8,20 M3/hari dari total timbulan sampah perharinya. Berdasarkan tabel diatas, masyarakat di Kabupaten Dharmasraya pada umumnya masih belum

    memisahkan antara sampah organik dan anorganik, mereka masih sebatas mengumpulkan sampah ke tong sampah, bak sampah dan kantong plastik yang selanjutnya dibuang ke TPS dan kemudian diangkut ke TPA oleh truk sampah yang ada. Disamping itu masih banyak masyarakat yang langsung membakar sampah di belakang atau di depan rumah mereka dan ada juga yang menimbunnya kedalam lubang-lubang sampah yang mereka bangun sendiri.

    Table 3-22 Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    Kelompok Fungsi Teknologi yang digunakan Jenis Data Sekunder

    (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

    User Interface Drum Jumlah (kuantitas) - Badan Lingkungan Hidup

    - Bak sampah pasangan bata Jumlah - -

    Penampungan Awal TPS : Kontainer Jumlah 7 unit Dinas PU Pengaliran Arm roll Truk Jumlah 1 unit Dinas PU Pengolahan Akhir Sanitari Landfill Jumlah 1 Dinas PU

    Sumber: Dinas PU dan Lingkungan Hidup

    Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya untuk user interface

    berupa Drum, Bak sampah pasangan bata, penampungan awal berupa TPS Kontainer, Pengangkutan Truk, Pengolahan akhir TPA

    33..33..33.. KKeessaaddaarraann MMaassyyaarraakkaatt ddaann PPMMJJKK Saat ini kesadaran masyarakat tentang pemilihan sampah organik dan anorganik masih minim.

    Akibatnya sampah organik dan anorganik di tempat pembuangan akhir (TPA) maupun ditempat pembuangan sampah (TPS) tercampur dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

    Sejauh ini peran dari masyarakat baru sebatas pengangkutan sampah dari rumah mereka masing-masing ke TPS-TPS yang ada dan belum ada pemilihan atau pemisahan sampah organik dan anorganik. Sedangkan untuk masyarakat yang berada dekat dengan TPA, mereka lansung membuang sampah ke TPA tersebut dengan terlebih dahulu mengumpulkannya di kantong plastik.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    76

    Table 3-23 Pengelolaan persampahan di tingkat nagari/kecamatan

    Jenis Kegiatan

    Dikelola oleh Masyarakat Dikelola oleh Sektor Formal

    tingkat Nagari/Kec.

    Dikelola Pihak Swasta Keterangan RT RW

    L P L P L P L P Pengumpulan sampah dari rumah - - - - - - - -

    Pemilahan sampah di TPS - - - - - - - Pengangkutan Sampah ke TPS - - - - - - - Pengangkutan sampah ke TPA - - - - - - - - Pemilahan sampah di TPA - - - - - - - Para Penyapu Jalan - - - - - - -

    Sumber: Badan Lingkungan Hidup, 2012

    Pada Tabel 3.23 diatas Pengelolaan sampah tingkat nagari masih pengelolaan tradisional dan

    masyarakat sendiri yang mengelola campur tangan pihak swasta belum ada, pengumpulan sampah dari rumah-rumah persentase banyak dikumpulkan oleh kaum ibu-ibu rumah tangga, pemilahan sampah di TPS dipilah oleh pemulung yang ada.

    Table 3-24 Pengelolaan persampahan di tingkat kabupaten

    Jenis kegiatan Dikelola oleh Kabupaten

    Dikelola oleh Masyarakat

    Dikelola oleh Sektor Formal di tingkat Kelurahan/Kecamatan

    Dikelola Pihak

    Swasta L P L P L P L P

    Pengumpulan sampah dari rumah

    - - - - - - - -

    Pemilahan sampah di TPS

    - - - - - - - -

    Pengangkutan Sampah ke TPS

    - - - - - - -

    Pengangkutan sampah ke TPA

    - - - - - -

    Pemilahan sampah di TPA

    - - - - - - -

    Para Penyapu Jalan - - - - - - Sumber: Dinas Pekerjaan Umum, 2012

    Untuk tingkat kabupaten, peran Pemerintah Daerah adalah dengan pengangkutan sampah dari

    rumah-rumah ke TPS dan TPA yang ada dengan menggunakan truk sampah. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa Kabupaten Dharmasraya hanya memiliki 1 truk sampah dengan kapasitas Terlayani 8,20 M3/hari ke TPA.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    77

    Table 3-25 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat

    No Sub Sektor Nama Program

    / Proyek / Layanan

    Pelaksana/PJ

    Tahun Mulai

    Kondisi Sarana Saat ini Aspek PMJK

    Fungsi Tidak Fungsi Rusak PM JDR MBR

    1 Persampahan - - - - - - - - - Pengelolaan

    Persampahan - - - - - - - - -

    Sumber:Dinas PU 2011

    Untuk Program layanan yang berbasis Masyarakat dalam sub bidang persampahan belum ada di Kabupaten Dharmasraya.

    33..33..44.. PPeemmeettaaaann MMeeddiiaa Kegiatan komunikasi yang telah dilakukan oleh Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup dan

    Kebersihan adalah mensosialisasikan kebijakan pengelolaan persampahan termasuk sosialisai Peraturan Daerah Nomor 11Tahun 2011 draft tentang retribusi persampahan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan.

    Table 3-26 Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    No Kegiatan Tahun Dinas pelaksana Tujuan kegiatan Khalayak sasaran Pesan kunci Pembelajaran

    1 Pembinaan Sekolah berwawasan Lingkungan

    Mei 2012

    Badan Lingkungan Hidup Kab. Dharmasraya

    Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang Lingkungan.

    Sekolah (Murid, guru, Komite sekolah)

    Menajaga kesehatan manusia dan lingkungan

    Bagi siswa agar Hidup bersih

    Sumber: Badan Lingkungan Hidup, 2012

    Kegiatan Komunikasi disekolah ada yang langsung turun kelapangan baik dari LH maupun Dinkes ada juga yang masuk dalam bidang studi Penjas

    Table 3-27 Media komunikasi dan kerjasama terkait komponen Persampahan

    No Nama Media Jenis Acara Isu yang Diangkat Pesan Kunci Pendapat Media

    1. Tdk ada data - - - -

    2. - - - - - Sumber: Tidak ada ketersediaan data

    Media Komunikasi dan kerjasama terkait komponen persampahan dikabupaten Dharmasraya belum ada, dikarenakan kurang menjadi isu prioritas di komunitas lingkungan masyarakat.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    78

    33..33..55.. PPaarrttiissiippaassii DDuunniiaa UUssaahhaa Sejauh ini belum ada partisipasi dunia usaha/swasta untuk sektor persampahan karena sektor

    persampahan masih dianggap sebagai sektor yang kurang mendatangkan keuntungan kepada mereka. Table 3-28 Penyedia layanan pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Dharmasraya

    No Nama Provider/mitra potensial Tahun mulai

    operasi/berkontribusi Jenis kegiatan/kontribusi

    terhadap sanitasi Potensi Kerjasama

    1 Tidak ada - - - 2 - - - -

    Sumber: Tidak ada ketersediaan data

    33..33..66.. PPeennddaannaaaann ddaann PPeemmbbiiaayyaaaann Table 3-29 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi Komponen persampahan

    No Subsektor Belanja (Rp. ) Rata-rata Pertum buhan (%) 2009 2010 2011 2012 2013

    1 Air Limbah (1a+1b)

    2 Sampah (2a+2b)

    26.202.000

    213.352.700

    495.000.000

    1.069.497.000

    451.012.925 12,97

    2.a

    Pendanaan Investasi Persampahan -

    26.202.000

    213.352.700

    495.000.000

    1.069.497.000 - -

    2.b

    Pendanaan OM yang dialokasikan dalam APBD - - - - - - -

    2.c

    Perkiraan biaya OM berdasarkan infrastruktur terbangun - - - - - - -

    3 Drainase (3a+3b) - - - - - - -

    4

    Aspek Promosi Higiene dan Sanitasi - - - - - - -

    Sumber: Ringkasa anggaran sanitasi 5 tahun terakhir

    Rekapitulasi realisasi pendanaan persampahan untuk setiaptahunnya rata rata Rp.

    451.012.925 atau mengalami pertumbuhan 12,97%

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    79

    Table 3-30 Realisasi dan Potensi Retribusi Sampah

    No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumb

    uhan (%) n-4 n-3 n-2 n-1 n

    1 Retribusi Air Limbah - - - - - -

    2 Retribusi Sampah - - - - - - 2.a Realisasi retribusi - - - - - - 2.b Potensi retribusi - - - - - -

    3 Retribusi Drainase - - - - - - Sumber: Ringkasa anggaran sanitasi 5 tahun terakhir

    Realisasi dan potensi retribusi sampah data tidak ada.

    33..33..77.. IIssuu SSttrraatteeggiiss ddaann PPeerrmmaassaallaahhaann MMeennddeessaakk Isu-isu strategis dan permasalahan pengelolaan persampahan dan kebersihan yang dihadapi

    oleh Kabupaten Dharmasraya adalah:

    Table 3-31 Permasalahan Mendesak dan Issue Strategis

    Permasalahan Mendesak Isu Strategis

    Belum adanya Master plan persampahan

    Makin Besarnya Timbulan

    1. Makin Besarnya Timbulan Sampah Peningkatan laju timbulan sampah --perhari sekitar 5 % yang tidak diikuti dengan ketersediaan prasarana dan sarana persampahan yang memadai

    2. Rendahnya kualitas dan tingkat Pengelolaan Persampahan 3. Rendahnya tingkat pelayanan atau daerah yang terlayani oleh

    pemerintah 4. TPA yang ada menggunakan sistem sanitary landfill dimana

    operasional masih open dumping 5. Belum lengkap sarana penunjang (listrik) dalam menunjang

    operasional secara sanitary landfill. 6. Belum maksimalnya tempat penampungan sementara (TPS) 7. Peralatan untuk pengelolaan sampah masih terbatas 8. Sarana persampahan di sekolah masih minim

    Kemampuan Kelembagaan

    1. Belum ada perda tentang pengaturan / pengolaan sampah 2. Dinas berfungsi sebagai regulator sekaligus menjalankan kegiatan

    sebagai operator 3. Masih belum didukung oleh SDM. 4. Masih rendahnya koordinasi dalam pengelolaan sampah

    Sosialisasi kemasyarakat masih rendah 1. Pengelolaan Persampahan masih belum menjadi prioritas 2. Alokasi dana untuk pengelolaan sampah masih minim 3. Perlunya meningkatkan peran swasta

    Peran serta masyarakat dan dunia usaha 1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada

    tempatnya 2. Belum ada investasi dunia usaha

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    80

    33..44.. PPeennggeelloollaaaann DDrraaiinnaassee LLiinnggkkuunnggaann Berdasarkan data dan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum bahwa sampai dengan tahun 2013 ini

    belum ada kegiatan khusus yang berhubungan dengan sektor drainase lingkungan. Sejauh ini kegiatan pembangunan drainase merupakan kegiatan yang melekat kepada kegiatan lainnya atau lebih bersifat sebagai kegiatan pelengkap atau penunjang semata. Pembangunan drainase biasanya sejalan dengan pembangunan Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten dan Jalan Lingkungan

    33..44..11.. KKeelleemmbbaaggaaaann Lembaga yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan drainase lingkungan adalah

    Dinas Pekerjaan Umum, akan tetapi sejauh ini belum ada kegiatan khusus yang berkaitan dengan drainase lingkungan. Pembangunan drainase yang dilakukan melalui kegiatan ke Cipta Karya-an yang lain seperti pembangunan jalan lingkungan, jalan kabupaten dan pasar-pasar.

    Sedangkan untuk peraturan legal tentang drainase, untuk tingkat kabupaten belum ada sampai dengan sekarang ini baik itu berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati sehingga kegiatan sektor drainase masih belum bisa untuk diprioritaskan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    81

    Table 3-32 Daftar Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Drainase Lingkungan

    FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN

    Pemerintah Kabupaten/Kota Swasta Masyarakat

    PERENCANAAN Menyusun target pengelolaan drainase lingkungan skala kab/kota Dinas PU - - Menyusun rencana program drainase lingkungan dalam rangka pencapaian target Dinas PU - - Menyusun rencana anggaran program drainase lingkungan dalam rangka pencapaian target Dinas PU - - PENGADAAN SARANA Menyediakan / membangun sarana drainase lingkungan Dinas PU - - PENGELOLAAN Membersihkan saluran drainase lingkungan Dinas PU - - Memperbaiki saluran drainase lingkungan yang rusak Dinas PU - - Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (saluran drainase lingkungan) dalam

    pengurusan IMB Dinas PU - -

    PENGATURAN DAN PEMBINAAN Menyediakan advis planning untuk pengembangan kawasan permukiman, termasuk penataan drainase

    lingkungan di wilayah yang akan dibangun Dinas PU - -

    Memastikan integrasi sistem drainase lingkungan (sekunder) dengan sistem drainase sekunder dan primer Dinas PU - - Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan drainase lingkungan Dinas PU - - Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan drainase lingkungan _ - - MONITORING DAN EVALUASI Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan drainase lingkungan skala

    kab/kota Dinas PU - -

    Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan drainase lingkungan

    Dinas PU - -

    Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan drainase lingkungan, dan atau menampung serta mengelola keluhan atas kemacetan fungsi drainase lingkungan

    Dinas PU - -

    Sumber: Dinas Pekerjaan Umum, 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    82

    Table 3-33 Daftar Peraturan Drainase Lingkungan Kabupaten Dharmasraya

    Peraturan Ketersediaan Pelaksanaan

    Keterangan Ada

    (Sebutkan) Tidak Ada

    Efektif Dilaksanakan

    Belum Efektif Dilaksanakan

    Tidak Efektif Dilaksanakan

    DRAINASE LINGKUNGAN Target capaian pelayanan pengelolaan drainase lingkungan di

    Kab/Kota ini - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam menyediakan drainase lingkungan

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan drainase lingkungan

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana drainase lingkungan, dan menghubungkannya dengan sistem drainase sekunder

    - - - - -

    Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat untuk memelihara sarana drainase lingkungan sebagai saluran pematusan air hujan

    - - - - -

    Sumber: Dinas Pekerjaan Umum, 2013

    Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sejauh ini belum memiliki peraturan daerah ataupun peraturan bupati yang mengatur tentang pengelolaan drainase.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    83

    Gambar 3-13 Grafik Persentase Rumah tangga yang mengalami banjir rutin

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    Bila dilihat grafik diatas yang menyatakan ya terjadi banjir rutin persentasenya 34,7%, dan yang menyatakan tidak persentasenya 65,3% ini dikarenakan masyarakat Dharmasraya yang kurang mengerti arti genangan, arti genangan sendiri adalah diatas 30 CM lama genangan 2 jam lebih dan luas genangan satu hektar, tapi bila kita melihat grafik 3.13a maka akan terjawab kejadian kejadian banjir per periodenya.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    84

    Grafik 3.13a Periode kejadian Banjir Kabupaten Dharmasraya

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    Grafik diatas menanyakan kejadian banjir dalam kurun waktu tahunan

    33..44..22.. SSiisstteemm ddaann CCaakkuuppaann PPeellaayyaannaann Pada umumnya jaringan drainase yang ada di Kabupaten Dharmasraya masih bersifat

    sederhana dan konvensional. Untuk Daerah permukiman jaringan drainase terdiri dari galian tanpa pengerasan disisi kanan kirinya yang fungsinya masih tergabung antara untuk i) tempat pembuangan dan pengaliran grey water bahkan black water dan ii) penyaluran air hujan.

    Luas wilayah tergenang di Kabupaten Dharmasraya seluas 382 Ha meliputi Kecamatan Koto Besar 86 Htr, Kecamatan Koto Baru 62 Htr, Kecamatan Koto Salak 71 Htr, Kecamatan Padang Laweh 44 Htr, Kecamatan Sitiung 55 Htr, Timpeh 64 Htr.

    Tabel Luas Wilayah Tergenang

    No Kecamatan Luas genangan Satuan 1 Koto Besar 86 Hektar 2 Koto Baru 62 Hektar 3 Koto Salak 71 Hektar 4 Padang Laweh 44 Hektar 5 Sitiung 55 Hektar 6 Timpeh 64 Hektar

    Jumlah 384 Hektar

    Table 3-34 Diagram Sistem Sanitasi pengelolaan drainase lingkungan

    Input User Interface Penampungan

    Awal Pengaliran Pengolahan

    Akhir Pembuangan/

    Daur Ulang Kode/Nama

    Aliran Grey water Tempat cuci

    tangan Selokan terbuka

    Selokan terbuka

    Sungai/danau Tidak ada -

    Black Water Kamar mandi Selokan terbuka

    Selokan terbuka

    Sungai/Danau Tidak ada -

    Sumber:Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    85

    Peta 3-5 Peta Genangan Kabupaten Dharmasraya

    Genangan yang terjadi di Dharmasraya terjadi dibeberapa kawasan diantaranya Kecamatan Koto Besar, Kecamatan Koto Baru, Kecamatan Kota Salak, Kecamatan Padang Laweh, Kecamatan Sitiung, Kecamatan Timpeh genangan ini disebabkan karena luapan Air sungai.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    86

    Table 3-35 Sistem Pengelolaan Draenase yang ada di Kabupaten/Kota

    Kelompok Fungsi Teknologi yang digunakan Jenis Data Sekunder

    (Perkiraan) Nilai Data Sumber Data

    Tdk ada data - - - - Tdk ada data - - - - Tdk ada data - - - - Tdk ada data - - - -

    Sumber tidak ada

    Secara umum sistem pengelolaan drainase lingkungan di Kabupaten Dharmasraya belum

    tertata dengan baik, kondisi eksisting yang ada adalah bahwa limbah grey water dan black water langsung dibuang ke saluran terbuka yang ada, baik itu berupa drainase maupun selokan-selokan yang ada. Kemudian diteruskan ke sungai atau ke danau sebagai tempat penampungan terakhir.

    Berdasarkan hasil studi EHRA untuk sektor drainase dapat disimpulkan sebagai berikut : a. 28,9 % penduduk di Kabupaten Dharmasraya membuang air bekas/air limbah Dapur ke

    sungai, Bekas Kamar Mandi sekitar 29,7 %, Bekas cuci Pakaian 29,4% b. Sedangkan untuk kejadian banjir, sebanyak 91% responden menjawab tidak pernah

    terjadi banjir, dan sisanya menjawab pernah terjadi banjir itupun dalam skala yang relatif sangat kecil.

    Gambar 3-14 SPAL Rumah Tangga yang dialirkan ke Sungai di Kabupaten Dharmasraya

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    33..44..33.. KKeessaaddaarraann MMaassyyaarraakkaatt ddaann PPMMHHSSJJKK Kesadaran masyarakat untuk pengelolaan drainase masih sangat rendah karena belum adanya

    sosialiasi dan pembelajaran dari Pemerintah Daerah tentang pentingnya pengelolaan drainase. Hal ini disebabkan karena pemerintah daerah sendiri belum memiliki kegiatan tentang drainase baik itu secara fisik maupun non fisik. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat ini dapat dilihat dari banyak saluran-saluran yang mampet karena sampah menumpuk dan banyak nya rumput yang tumbuh di sepanjang selokan-selokan yang ada.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    87

    Table 3-36 Kondisi drainase lingkungan di tingkat kecamatan/nagari

    Kecamatan

    Jumlah Kondisi Drainase Saat Ini Pembersihan

    Drainase Pengelola oleh Bangunan Di Atas Saluran

    Jorong Nag. Lancar MampetRutin Tidak Rutin Pem

    kab Nagari Masyarakat

    (RT /RW) Swasta Ada Tidak Ada L P L P L P Sungai Rumbai 24 4 - - - - - - - - - - - - Koto Besar 32 7 - - - - - - - - - - - - Asam Jujuhan 22 5 - - - - - - - - - - - - Koto Baru 26 4 - - - - - - - - - - - - Koto Salak 27 5 - - - - - - - - - - - - Tiumang 17 4 - - - - - - - - - - - - Padang Laweh 17 4 - - - - - - - - - - - - Sitiung 22 4 - - - - - - - - - - - - Timpeh 21 5 - - - - - - - - - - - - Pulau Punjung 31 6 - - - - - - - - - - - - IX Koto 21 4 - - - - - - - - - - - -

    Keterangan: tidak ada data terkait pengelolaan drainase lingkungan

    Table 3-37 Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat

    No Sub Sektor Nama Program / Proyek / Layanan Pelaksana/

    PJ Tahun Mulai

    Kondisi Sarana Saat ini Aspek PMJK

    Fungsi Tidak Fungsi Rusak PM JDR MBR

    1 Drainase Lingkungan

    - - - - - - - - -

    2 TIDAK ADA - - - - - - - - - Keterangan: tidak ada data terkait pengelolaan drainase lingkungan

    Selama ini belum ada proyek layananan yang berbasis masyarakat sektor pengelolalaan

    drainase yang ada di Kabupaten Dharmasraya sampai dengan tahun 2013.

    33..44..44.. PPeemmeettaaaann MMeeddiiaa Sejauh ini belum ada media yang terlibat dalam pengelolaan drainase di Kabupaten

    Dharmasraya bahkan dari media pemerintah kabupaten sekalipun.

    Table 3-38 Kegiatan Komunikasi terkait komponen drainase lingkungan

    No Kegiatan Tahun Dinas pelaksana Tujuan kegiatan Khalayak sasaran Pesan kunci Pembelajaran

    1 Tidak ada - - - - - - 2

    - - - - - -

    Keterangan: tidak ada data terkait pengelolaan drainase lingkungan

    Table 3-39 Media komunikasi dan kerjasama terkait komponen Drainase lingkungan

    No Jenis Media Khalayak Pendanaan Isu yang Diangkat Pesan Kunci Efektivitas

    1 - - - - - - 2 - - - - - -

    Keterangan: tidak ada data terkait pengelolaan drainase lingkungan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    88

    33..44..55.. PPaarrttiissiippaassii DDuunniiaa UUssaahhaa Partisipasi dunia usaha secara riil untuk sektor drainase belum ada bahkan perhatian dari

    Pemerintah Kabupaten pun masih sangat rendah. Bentuk partisipasi dunia usaha hanya berupa pembangunan drainase di lingkungan perumahan yang ada dan masih tidak terintegrasi dengan drainase/selokan yang ada disekitarnya.

    Table 3-40 Penyedia layanan pengelolaan drainase lingkungan yang ada di Kab. Dharmasraya

    No Nama Provider Tahun mulai operasi Jenis kegiatan Potensi Kerjasama 1 Tidak ada - - - 2 Tidak ada - - -

    Keterangan: tidak ada data terkait pengelolaan drainase lingkungan

    33..44..66.. PPeennddaannaaaann ddaann PPeemmbbiiaayyaaaann

    Table 3-41 Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Komponen drainase lingkungan

    No Subsektor Belanja (Rp)

    Rata-rata Pertum buhan

    (%) 2009 2010 2011 2012 2013 1 Drainase (3a+3b) 815.835.400 1.775.000.000 4.068.803.000 - 685.502.500 1.469.028.180 0,80

    1.a Pendanaan Investasi air limbah

    815.835.400 1.775.000.000 4.068.803.000 - 685.502.500 - -

    1.b Pendanaan OM yang dialokasikan dalam APBD

    - - - - - - -

    1.c Perkiraan biaya OM berdasarkan infrastruktur terbangun

    - - - - - - -

    Table 3-42 Realisasi dan Potensi Retribusi Drainase Lingkungan ( data tidak ada )

    No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumb

    uhan (%) 2009 2010 2011 2012 2013 1 Retribusi Drainase - - - - - - 1.a Realisasi retribusi - - - - - - 1.b Potensi retribusi - - - - - -

    33..44..77.. IIssuu ssttrraatteeggiiss ddaann PPeerrmmaassaallaahhaann MMeennddeessaakk Isu strategis dan permasalahan mendesak pengelolaan drainase di Kabupaten Dharmasraya

    terkait dengan penanganan sub-sektor drainase adalah :

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    89

    Table 3-43 Isu Strategis dan Permasalahan Mendesak

    Permasalahan Mendesak

    Isu Strategis

    Belum adanya Masterplan Drainase

    Aspek Teknis Belum adanya Ketegasan Fungsi Sistem Drainase (apakah fungsi saluran drainase untuk sistem pematusan air hujan atau apakah juga untuk pembuangan air limbah dapur dan cuci)

    Aspek Kelembagaan 1. Belum ada lembaga yang secara khusus menangani drainase lingkungan (Belum disahkan antara lembaga yang beperan sebagai regulator dan operator)

    2. Masih rendahnya perhatian semua pihak baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat terhadap drainase lingkungan

    3. Kurang kesadaran masyarakat sekitar untuk memelihara saluran drainase sesuai fungsinya

    4. Masih terdapat masyarakat yang membuang sampah di saluran drainase 5. Kurangnya operasional dan perawatan terhadap saluran drainase yang ada 6. Kurangnya sosialisasi tentang fungsi dan manfaat dari saluran drainase 7. Peraturan daerah yang mengaturan tentang pengelolaan dan pelayanan

    draenase

    Aspek Pendanaan Masih minimnya alokasi untuk draenase

    33..55.. PPeennggeelloollaaaann KKoommppoonneenn TTeerrkkaaiitt SSaanniittaassii Komponen yang berhubungan dengan sanitasi adalah pengelolaan air bersih, air limbah industri

    rumah tangga dan pengelolaan limbah medis.

    33..55..11.. PPeennggeelloollaaaann AAiirr BBeerrssiihh Untuk pengelolaan air bersih di Kabupaten Dharmasraya ditangani oleh PDAM dan Dinas

    Pekerjaan Umum. Kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum antara lain pembangunan sarana dan prasana air bersih seperti SPAM di Ibu Kota Kecataman, pembangunan pipa-pipa distribusi air.

    Tingkat pelayanan dari PDAM di Kabupaten Dharmasraya sejauh ini baru mencapai 11. 96% (sumber LH Kab. Dharmasraya). Sementara itu, kualitas pelayanan PDAM sendiri dalam pelayanan masih sangat rendah karena masih banyak terdapat permasalahan seperti tingkat kebocoran yang masih tinggi.

    Berdasarkan hasil analisa data studi EHRA dapat digambarkan bahwa Masyarakat yang Menggunakan sumber Air dari Ledeng untuk Minum sebesar 2.3%, untuk Memasak 2,6%, Untuk Cuci Peralatan 2,5%, untuk Mencuci Pakaian 2,5%, Untuk Gosok Gigi 2,5%, seperti tergambar pada diagram dibawah ini:

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    90

    Gambar 3-15 Pengelolaan Air dari Sumber Air Ledeng/PDAM di Kab. Dharmasraya

    Sumber : EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Gambar 3-16 Pengelolaan Air dari Sumur Gali Terlindungi di Kab. Dharmasraya

    Sumber : EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Pada Diagram diatas untuk sumber air dari Sumur gali terlindungi menjawab untuk Minum

    50,7%, Untuk Masak 62,1%, Untuk Cuci Peralatan 61,6%

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    91

    Gambar 3-17 Pengelolaan Air dari Sumur Gali Tidak Terlindungi di Kab. Dharmasraya

    Sumber : EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Pemanfaatan Air dari sumur gali yang tidak terlindungi untuk Minum sebesar 13,6%, Untuk

    Memasak 16,9%, Untuk Cuci Peralatan 17,4%, Untuk cuci Pakaian 17,1%, Untuk gosok Gigi 17,1%.

    Gambar 3-18 Pengelolaan Air Sungai di Kab. Dharmasraya

    Sumber : EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Masyarakat yang menggunakan Sumber air dari sungai Untuk minum 2,2%, Memasak 2,9%,

    Cuci Peralatan 6,3%, Cuci Pakaian 8,0%, Gosok gigi 7,1%.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    92

    Gambar 3-19 Pengelolaan Air Hujan di Kab. Dharmasraya

    Sumber : EHRA 2013 Kab. Dharmasraya

    Dari diagram diatas yang menggunakan sumber air dari air hujan untuk Minum sebesar 0,5%,

    Untuk Memasak 0,7%, Untuk mencuci Peralatan 1,0%, Mencuci Pakaian 1,2%, dan Gosok Gigi 0,9%.

    Table 3-44 Sistem Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih Kab. Dharmasraya Tahun 2010

    No Uraian Satuan Sistem Pompa Keterangan

    1 Pengelola Unit PDAM - 2 Tingkat Pelayanan % 11,96 - 3 Kapasitas Produksi Lt/detik 75 - 4 Kapasitas Terpasang Lt/detik - - 5 Jumlah Sambungan Rumah (Total) Unit - - 6 Jumlah Kran Air Unit - - 7 Kehilangan Air (UFW) % - - 8 Retribusi/Tarif (rumah tangga) M3 - - 9 Jumlah pelanggan per kecamatan RT 320 -

    Sumber: PDAM Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    93

    Peta 3-6 Peta Cakupan Layanan Air Bersih Kabupaten Dharmasraya

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    94

    33..55..11.. PPeennggeelloollaaaann AAiirr LLiimmbbaahh IInndduussttrrii RRuummaahh TTaannggggaa Jenis industri rumah tangga yang ada di Kabupaten Dharmasraya adalah Industri Kerupuk,

    Industri Makanan, Industri Tahu, Kue Kering, Jagung Goreng. Table 3-45 Pengelolaan limbah industri rumah tangga di Kabupaten Dharmasraya

    Jenis Industri Rumah Tangga

    Lokasi Jumlah industri RT Jenis Pengolahan Kapasitas (m3/hari)

    Industri Kerupuk sitiung 2 Tradisional - Industri makanan Pulau Punjung 4 Tradisional - Industri Tahu Pulau Punjung 1 Tradisional - Kue Kering Pulau Punjung 5 Tradisional - Jagung goreng Pulau Punjung 2 Tradisional -

    Sumber: Dinas Kesehatan, 2013

    Rata-rata dari industri rumah tangga yang ada di Kabupaten Dharmasraya tidak melakukan pengolahan terhadap limbah industri yang dihasilkan. Limbah yang ada biasanya langsung dibuang kesaluran yang ada seperti selokan atau sungai.

    33..55..22.. PPeennggeelloollaaaann LLiimmbbaahh MMeeddiiss Jenis limbah medis yang ada di Kabupaten Dharmasraya meliputi limbah medis yang berasal

    dari 13 puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan dan 1 rumah sakit umum daerah yang berada di Ibukota Kabupaten. Pengolahan limbah medis semuanya melalui proses pembakaran langsung.

    Table 3-46 Pengelolaan limbah medis di fasilitas-fasilitas kesehatan

    Nama Fasilitas Kesehatan Lokasi Jenis Pengolahan Limbah Medis Kapasitas (m3/hari)

    Puskesmas Sungai Dareh Sungai Dareh Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sialang Sungai Kambut Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Silago Silago Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Gunung Medan Gunung Medan Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sitiung Sungai duo Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sungai Rumbai Sungai Rumbai Ditimbun Tidak ada data PuskesmasTimpeh Ranah Palibi Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Koto Besar Koto Gadang Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sungai Limau Lubuk Besar Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Koto Baru Koto Baru Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sitiung I Tiumang Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Sitiung II Koto Salak Ditimbun Tidak ada data Puskesmas Padang Laweh Padang Laweh Ditimbun Tidak ada data

    Sumber:Dinas Kesehatan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    95

    4. PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN

    44..11.. PPeerriillaakkuu HHiidduupp BBeerrssiihh ddaann SSeehhaatt ((PPHHBBSS)) ddaann PPrroommoossii HHiiggiieennee Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene secara rutin telah

    dilaksanakan di kabupaten Dharmasraya meskipun dengan jumlah anggaran yang terbatas. dengan instansi penanggung jawab adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya.

    Berdasarkan RENSTRA Tahun 2011 - 2015, di Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya hanya terdapat 4 ( empat ) kegiatan antara lain :

    Table 4-1 Rencana program dan kegiatan PHBS dan Promosi Higiene tahun 2014 ( n + 1 )

    No Nama progam/kegiatan Satuan Volume Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    SKPD penanggung

    jawab

    Sumber dokumen

    perencanaan 1 Pengkajian pengembangan

    Lingkungan sehat Paket 1 362.300.000 APBD Prov Dinas

    Kesehatan Kesling

    2 Peningkatan Sanitasi Dasar Masyarakat Paket 1 267.341.248 APBD Prov

    Dinas Kesehatan Kesling

    3 Pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat Paket 1 300.000.000 APBD Prov

    Dinas kesehatan Kesling

    4 Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat Paket 1 250.000.000 APBD Prov RSUD Kesling

    Sumber : RENSTRA Kab. Dharmasraya Tahun 2011 - 2015

    Kegiatan PHBS dan Promosi Higiene untuk Tahun 2014 terdapat di Dinas Kesehatan dan RSUD, yang semua pendanaannya bersumber dari APBD Propinsi.

    Table 4-2 Kegiatan PHBS dan Promosi Higiene yang sedang berjalan 2013

    No Nama progam/kegiatan Satuan Volume Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    Lokasi kegiatan

    Pelaksana kegiatan

    1 - - - - - - - 2 - - - - - - - 3 - - - - - - -

    Sumber: PERBUB ABPD Kab. Dharmasraya 2013

    Berdasarkan PERBUB APBD Kab. Dharmasraya Tahun 2013 Kegiatan PHBS dan Promosi Higiene untuk Tahun 2013 belum ada kegiatan.

    44..22.. PPeenniinnggkkaattaann PPeennggeelloollaaaann AAiirr LLiimmbbaahh DDoommeessttiikk Program Peningkatan Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kabupaten Dharmasraya dengan mengacu

    pada dokumen RENSTRA Kab. Dharmasraya 2011-2015

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    96

    Table 4-3 Rencana program dan kegiatan pengelolaan air limbah domestik tahun 2014 ( n + 1 )

    No Nama progam/kegiatan Satuan Volume Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    SKPD penanggung

    jawab

    Sumber dokumen

    perencanaan 1 Pengawasan pengelolaan

    B3 dan Limbah B3 Unit 25 30,000,000 APBD KLH Renstra

    2 Pembinaan Pemanfaatan Limbah Unit 1 35,000,000 APBD KLH Renstra

    3 Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum dan Air Limbah (DAK Sanitasi + penunjang)

    Unit 1 705.000.000 2.000.000.000 APBD APBN PU Renstra

    4 Penyusunan NSPK Pengelolaan air limbah Unit 1 300.000.000 APBD PU Renstra

    5 Program SANIMAS Unit 1 100.000.000 2.000.000.000 APBD APBN PU Renstra

    6 Pembangunan MCK Umum Jr. KP. Baru Unit 1 15.000.000 APBD PU Renstra

    7 Pembangunan MCK Umum Pasar Sikabau jr. bukit barangan

    Unit 1 30.000.000 APBD PU Renstra

    8 Pembangunan MCK umum nagari tanjung alam Unit 1 240.000.000 APBD PU Renstra

    9 Pembangunan MCK jr. titian akau nag. Padang laweh Unit 1 20.000.000 APBD PU Renstra

    Sumber : RENSTRA Kab. Dharmasraya Tahun 2011 - 2015

    Rencana kegiatan untuk tahun 2014, Terdapat di dinasa PU dan KLH yang sumber pendanaannya berasal dari APBD dan APBN Pengembangan sistem pelayanan dan distribusi air minum ( penunjang DAK sanitasi.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    97

    Table 4-4 Kegiatan pengelolaan air limbah domestik yang sedang berjalan

    No Nama program/kegiatan Satuan Volume Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi

    kegiatan Pelaksana kegiatan

    1 Pembangunan WC Umum Nag. Sialang Gaung kec. Koto baru

    Unit 1 75.000.000,00 APBD Nag. Sialang Gaung

    PU

    2 Pemb. WC Umum Jr. Tarandam Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Jr. Tarandam Nag. Koto Baru

    PU

    3 Pembuatan WC Lokal TK Cendrawasih Jr. Pasar Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD TK Cendrawasih Jr. Pasar Nag. Koto Baru

    PU

    4 Pembangunan WC Umum Ranah Pasar Abai Siat Kec. Koto Besa

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Ranah Pasar Abai Siat

    PU

    5 Pembangunan WC Umum Nag. Sialang Gaung Kec.Koto Baru

    Unit 1 75.000.000,00 APBD Nag. Sialang Gaung

    PU

    6 Pembangunan WC Umum Jr. Tarandam Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Jr. Tarandam Nag.Koto Baru

    PU

    7 Pembangunan WC Umum Nag. Sei Langkok Kec. Tiumang

    Unit 1 25.000.000,00 APBD Nag. Sei Langkok PU

    8 Pembangunan WC Umum Kurnia Nag. Koto Salak Kec. Sei. Rumbai

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Nag. Koto Salak PU

    9 Pembuatan WC Lokal TK Cendrawasih Jr. Pasar Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Jr. Pasar Nag. Koto Baru

    PU

    10 Pembangunan WC Umum Ranah Pasar Abai Siat Kec. Koto Besar

    Unit 20.000.000,00 APBD Ranah Pasar Abai Siat

    PU

    11 Pembangunan WC Umum Perumahan Taratak Nag.IV Koto Pulau Punjung

    Unit 1 50.000.000,00 APBD Perumahan Taratak Nag.IV Koto

    PU

    12 Pembangunan WC Umum Nag. Sialang Gaung Kec.Koto Baru

    Unit 1 75.000.000,00 APBD Nag. Sialang Gaung

    PU

    13 Pembangunan WC Umum Jr. Tarandam Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Tarandam Nag. Koto Baru

    PU

    14 Pembangunan WC Umum Nag. Sei Langkok Kec. Tiumang

    Unit 1 25.000.000,00 APBD Sei Langkok PU

    15 Pembangunan WC Umum Kurnia Nag. Koto Salak Kec. Sei. Rumbai

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Kurnia Nag. Koto Salak

    PU

    16 Pembuatan WC Lokal TK Cendrawasih Jr. Pasar Nag. Koto Baru Kec. Koto Baru

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Jr. Pasar Nag. Koto Baru

    PU

    17 Pembangunan WC Umum Ranah Pasar Abai Siat Kec. Koto Besar

    Unit 1 20.000.000,00 APBD Pasar Abai Siat PU

    18 Pembuatan sumur bor ikuk tanjung Jr. Koto Kec. Koto Baru

    Unit 1 10.000.000,00 APBD Jr. Koto Kec. Koto Baru

    PU

    Sumber: PERBUB ABPD Kab. Dharmasraya 2013

    44..33.. PPeenniinnggkkaattaann PPeennggeelloollaaaann PPeerrssaammppaahhaann Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dan kebersihan lingkungan; 1. Tujuan Program :

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan persampahan di Kabupaten Dharmasraya serta meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah dan berupaya untuk meningkatkan nilai guna dari sampah.

    2. Outcome / Hasil : Hasil yang diharapkan dari program ini adalah tersusunnya sistem manajemen persampahan mulai dari pewadahan, pengumpulan, tempat pemrosesan akhir (TPA) serta adanya upaya pengolahan sampah menjadi bahan yang bernilai guna yang dapat berkontribusi pada perekonomian masyarakat. Untuk Pembangunan TPA Regional di Kabupaten Dharmasraya baru sebatas wacana, karena lokasi tempat pembangunan TPA Regional ini belum ada kepastian.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    98

    Table 4-5 Rencana program dan kegiatan pengelolaan persampahan saat ini 2014 (tahun n+1)

    No Nama progam/kegiatan Satuan Vol Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan SKPD

    Sumber

    1 Peningkatan peran serta

    masyarakat dalam pengelolaan persampahan

    Paket 1 35,000,000, APBD BLH Renstra

    2 Dharmasraya menuju Adipura Paket 1 45,000,000, APBD BLH Renstra 3 Penyediaan prasarana & sarana

    pengelolaan persampahan Paket 1 300.000.000, APBD Dinas PU Renstra

    4 Penyusunan masterplan persampahan

    Paket 1 300.000.000, APBD Dinas PU Renstra

    5 Infrastruktur tempat pemrosesan akhir (TPA) dan tempat pengolahan sampah terpadu /3R

    Paket 1 1.600.000.000, 1.800.000.000,

    APBD Dinas PU Renstra APBN

    6 Pengadaan Excavator Paket 1 1.800.000.000, APBN Dinas PU Renstra 7 Pembangunan Sampah Terpadu

    3R (4 Lokasi) Paket 1 Dinas PU Renstra

    8 Pengadaan Arm Roll Truck Paket 1 350.000.000, APBD Dinas PU Renstra 9 Pengadaan Becak Sampah Paket 1 200.000.000, APBD Dinas PU Renstra 10 Pengadaan Dump Truck (2 Unit) Paket 1 850.000.000, APBD Dinas PU Renstra 11 Lanjutan pembangunan pagar

    TPA Sitiung V Ragusa Paket 1 200.000.000, APBD Dinas PU Renstra

    Sumber: RENSTRA Kab. Dharmasraya Tahun 2011-2015

    Table 4-6 Kegiatan pengelolaan persampahan yang sedang berjalan

    Kegiatan Pengelolaan Persampahan Tahun 2013

    No Nama program/kegiatan Satuan Volume Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan SKPD

    1 Belanja Modal Motor Pengangkut Sampah Unit 5 175.000.000,00 APBD Pengadaan BLH

    2 Belanja Kontainer Sampah Unit 7 210.000.000,00 APBD Pengadaan BLH

    3 Pengadaan Tong Sampah Unit 110 165.000.000,00 APBD Pengadaan BLH

    4 Pengadaan gantuangan sampah Unit 49 49.000.000,00 APBD Pengadaan BLH

    5 Peralatan Pencacah Plastik Unit 1 110.000.000,00 APBD Pengadaan BLH

    Sumber : PERBUB ABPD Kab. Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    99

    44..44.. PPeenniinnggkkaattaann PPeennggeelloollaaaann DDrraaiinnaassee LLiinnggkkuunnggaann Rencana kegiatan pengelolaan drainase pada tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya di renacanakan

    menggunakan dana APBD Kabupaten dan APBN.

    Table 4-7 Rencana program dan kegiatan pengelolaan drainase saat ini (tahun n+1)

    No Nama progam/kegiatan Satuan Vol Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    SKPD penanggung

    jawab Sumber

    1 Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong

    Paket 1 14.738.750.000 34.000.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    2 Pembangunan drainase di kawasan rawan genangan Sei. Kambut Kec. Pulau Punjung

    Paket 1 50.000.000

    APBD Dinas PU Renstra

    3 Pembangunan drainase di kawasan rawan genangan Koto Baru kec. Koto baru

    Paket 1 50.000.000 500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    4 Pembangunan drainase di kawasan rawan genangan Kec. Timpeh

    Paket 1 50.000.000 500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    5 Pembangunan drainase di kawasan rawan genangan Piruko kec. Sitiung

    Paket 1 50.000.000 500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    6 Drainase + Gorong-gorong Jr. Bumi Raya Nag. Sopan Jaya

    Paket 1 350.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    7 Pembuatan Drainase Jr. Muaro Sopan Nag. Muaro Sopan

    Paket 1 300.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    8 Drainase Jr. Titian Akau Jr. Padang Laweh

    Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    9 Pembuatan Drainase Jr. Sungai Sakai

    Paket 1 200.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    10 Drainase Jr. Sopan Jaya Paket 1 300.000.000 APBD Dinas PU Renstra 11 Drainase Jr. Rimbo Aie

    Dingin Paket 1 200.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    12 Drainase Jr. Kayu Aro Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra 13 Drainase dari SDN 01 PLP

    s/d sawah Paket 1 25.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    14 Drainase dari Pasar Baru s/d Toko Mata Air Kubang Panjang

    Paket 1 400.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    15 Drainase dari SDN 13 PLP s/d Jalan Raya Simp. Pogang

    Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    16 Drainase Simp.4 Simp. Pogang

    Paket 1 180.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    17 Rehab Drainase dari Masjid s/d Samping RSUD Sungai Dareh

    Paket 1 100.000.000

    APBD Dinas PU Renstra

    18 Drainase Jalan Lingkar Jr. Batu Tabek

    Paket 1 393.750.000 APBD Dinas PU Renstra

    19 Drainase Jalan Jr. Sungai Belit

    Paket 1 80.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    20 Pembuatan Drainase Jr. Kampung Surau

    Paket 1 75.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    21 Pembuatan Drainase Jalan Labuh Lurus Jr. Koto Lamo

    Paket 1 500.000.000 APBD Dinas PU Renstra

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    100

    No Nama progam/kegiatan Satuan Vol Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    SKPD penanggung

    jawab Sumber

    22 Pembuatan Drainase Jalan Pasar Lama

    Paket 1 40.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    23 Pembuatan Drainase Jalan Peset Jr. Balai Tangah

    Paket 1 68.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    24 Drainase Laras Minang Paket 1 136.000.000 APBD Dinas PU Renstra 25 Drainase Koto Mudik Paket 1 68.000.000 APBD Dinas PU Renstra 26 Pembangunan Drainase

    Kantor Walinagari Jr. Rahmad Nag. Kurnia Koto Salak

    Paket 1 68.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    27 Pembuatan Drainase Koto Hilalang Jr. Kambang Baru Nag. Sungai Rumbai Timur

    Paket 1 200.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    28 Drainase Jalan Abai Siat Paket 1 125.000.000 APBD Dinas PU Renstra 29 Pembangunan Drainase Jr.

    Padang Tengah Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    30 Pembangunan Drainase Jr. Pasar Lama Nag. Ampalu

    Paket 1 100.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    31 Pembangunan Drainase Dusun II Jr. Sungai Kalang I

    Paket 1 400.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    32 Drainase Jalan Jr. Tiumang Paket 1 200.000.000 APBD Dinas PU Renstra 33 Drainase Sungai Duo Paket 1 500.000.000 APBD Dinas PU Renstra 34 Drainase Perumahan Koto Paket 1

    200.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    35 Drainase Koto Daulat Paket 1 500.000.000 APBD Dinas PU Renstra 36 Drainase Jalan Jr. Siguntur

    II Paket 1 80.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    37 Drainase Teluk Sikai Paket 1 300.000.000 APBD Dinas PU Renstra 38 Pembagunan Gorong-

    gorong Nag. Lubuk Aur Paket 1 250.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    39 Drainase Koto Agung Kiri Paket 1 200.000.000 APBD Dinas PU Renstra 40 Drainase Koto Agung

    Kanan Paket 1 500.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    41 Drainase Komplek Mega Permai I

    Paket 1 250.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    42 Drainase Jl. Provinsi Jr. Lubuk Agam Pasa Banda

    Paket 1 250.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    43 Drainase Jalan Propinsi Pasar Koto Baru

    Paket 1 400.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    44 Drainase Aur Jaya I Paket 1 150.000.000 APBD Dinas PU Renstra 45 Drainase Jr. Sakato Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra 46 Drainase Jr. Saiyo Paket 1 50.000.000 APBD Dinas PU Renstra 47 Drainase Jalan Jr. Tabek

    Maju Paket 1 100.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    48 Drainase jalan lingkar jr. batu tabek

    Paket 1 393.750.000 APBD Dinas PU Renstra

    Sumber: MATRIK RENJA Kab. Dharmasraya Tahun 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    101

    Table 4-8 Kegiatan pengelolaan drainase yang sedang berjalan TA. 2013

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan Pelaksana

    1 Drainase Jr.Koto Agung Kanan Nag.Sungai Duo Kec. Sitiung

    Paket 1 20.000.000,00 APBD Jr.Koto Agung Kanan Nag.Sungai Duo Kec. Sitiung

    Dinas PU

    4 Drainase di Koto Tuo, Jr.Koto Tuo Nag.Siguntur Kec. Sitiung Kaw. Koto Baru

    Paket 1 20.000.000,00 APBD Koto Tuo, Jr.Koto Tuo Nag.Siguntur Kec. Sitiung

    Dinas PU

    5 Drainase di Koto Baru Kec. Koto Baru

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Koto Baru Kec. Koto Baru

    Dinas PU

    6 Drainase Lubuk Agam, Jr.Lubuk Agam Nag. Ampang Kuranji Kec. Koto Baru

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Jr.Lubuk Agam Nag. Ampang Kuranji Kec. Koto Baru

    Dinas PU

    7 Drainase Koto Padang Kecamatan Koto Baru

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Koto Padang Kecamatan Koto Baru

    Dinas PU

    8 Drainase jalan ampang kuranji Jr. Koto Kec. Koto Baru

    Paket 1 50.000.000,00 APBD ampang kuranji Jr. Koto Kec. Koto Baru

    Dinas PU

    9 Drainase Pasar Banda Ampang Kuranji Kec. Koto Baru

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Pasar Banda Ampang Kuranji Kec. Koto Baru

    Dinas PU

    10 Drainase jorong lunuk agam nag. ampang kuranji kec. koto baru Kawasan Timpeh

    Paket 1 60.000.000,00 APBD ampang kuranji kec. koto baru Kawasan Timpeh

    Dinas PU

    11 Drainase di Marga Jaya Jr. Marga Jaya Kec. Timpeh Kawasan Padang Laweh

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Marga Jaya Kec. Timpeh Kawasan Padang Laweh

    Dinas PU

    12 Drainase di Muaro Sopan, Muaro Sopan Kec.Padang Laweh Kawasan Sungai Rumbai

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Muaro Sopan Kec.Padang Laweh Kawasan Sungai Rumbai

    Dinas PU

    13 Kawasan Sungai Rumbai Paket 1 125.000.000,00 APBD Sungai Rumbai Dinas PU 14 Drainase Jalan Merapi, Jr.

    Koto Mulia Nag. Kurnia Selatan Kec. Sungai Rumbai

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Koto Mulia Nag. Kurnia Selatan Kec. Sungai Rumbai

    Dinas PU

    15 Drainase Jr. Koto Mudik Nag.Kurnia Selatan Kec. Sungai Rumbai

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Koto Mudik Nag.Kurnia Selatan Kec. Sungai Rumbai

    Dinas PU

    16 Drainase Bukit Berbunga, Jr. Koto Ranah Nag.Kurnia Selatan Kec.Sungai Rumbai

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Koto Ranah Nag.Kurnia Selatan Kec.Sungai Rumbai

    Dinas PU

    17 Kawasan Koto Besar Paket 1 110.000.000,00 APBD Koto Besar Dinas PU 18 Drainase Ranah Jaya, Jr.

    Ranah Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    19 Drainase Jr.Ranah Makmur Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Jr.Ranah Makmur Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    20 Drainase Tanjung Paku Alam, Jr.Tanjung Paku Alam Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Paket 1 15.000.000,00 APBD Jr.Tanjung Paku Alam Nag. Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    21 Drainase Sungai Nabuan, Jr. Sungai Nabuan Nag. Koto Ranah Kec. Koto Besar

    Paket 1 15.000.000,00 APBD Sungai Nabuan Nag. Koto Ranah Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    22 Drainase Jr. Taratak Baru Nag. Koto Ranah Kec. Koto Besar

    Paket 1 15.000.000,00 APBD Jr. Taratak Baru Nag. Koto Ranah Kec. Koto Besar

    Dinas PU

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    102

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan Pelaksana

    23 Drainase Jr.Kampung Baru Nag. Sikabau Kec.Pulau Punjung

    Paket 1 25.000.000,00 APBD Jr.Kampung Baru Nag. Sikabau Kec.Pulau Punjung

    Dinas PU

    24 Drainase jorong koto hilalang nag. sei langkok kec. tiumang

    Paket 1 20.000.000,00 APBD koto hilalang Dinas PU

    25 Drainase jorong harapan mulya SP IV/II nag. koto beringin kec. tiumang

    Paket 1 40.000.000,00 APBD Nag. Koto Baringin kec. tiumang

    Dinas PU

    26 Perencanaan Pembangunan Drainase

    Paket 1 23.927.500,00 APBD Dinas PU

    27 Pengawasan Pembangunan Drainase

    Paket 1 16.575.000,00 APBD Dinas PU

    28 Drainase Trans Sei. Kilangan Jr. Sei. Kilangan Nagari Sei. Dareh PLP

    Paket 1 150.000.000,00 APBD Sei. Kilangan Jr. Sei. Kilangan

    Dinas PU

    29 Drainase Jr. Sei. Kilangan Nagari Sei. Dareh PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Sei. Kilangan Nagari Sei. Dareh PLP

    Dinas PU

    30 Drainase Sei. Sangkir Jr. Sei. Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Jr. Sei. Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Dinas PU

    31 Drainase Jorong Ranah Jr. Ranah Nagari Sei. Dareh Kec. PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Nagari Sei. Dareh Kec. PLP

    Dinas PU

    32 Drainase Koto Tangah PLP Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Koto Tangah PLP Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Dinas PU

    33 Drainase Jalan Lama Sungai Dareh Jr. Koto Gadang Nagari Sungai Dareh PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Jr. Koto Gadang Nagari Sungai Dareh PLP

    Dinas PU

    34 Drainase Jalan SMA 1 PLP Jr. Sungai Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Sungai Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Dinas PU

    35 Drainase Jr. Bukit Barangan Nagari Sikabau Kec. Pulau Punjung

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Nagari Sikabau Kec. Pulau Punjung

    Dinas PU

    36 Drainase Jr. Simp. Pogang Nagari IV Koto PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Simp. Pogang Nagari IV Koto PLP

    Dinas PU

    37 Drainase Pulau Punjung Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Dinas PU

    38 Drainase Lubuk Bulang Jr. Lubuk Bulang Jr. Lubuk Bulang Nagari Gunung Selasih PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Lubuk Bulang Nagari Gunung Selasih PLP

    Dinas PU

    39 Drainase Jr. Sungai Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Sungai Sangkir Nagari Sei. Dareh PLP

    Dinas PU

    40 Drainase Lambau Jr. Lambau Nagari Sei. Kambut PLP

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Jr. Lambau Nagari Sei. Kambut PLP

    Dinas PU

    41 Drainase Samping SMP 6 Pulau Punjung

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Samping SMP 6 Pulau Punjung

    Dinas PU

    42 Drainase Kawasn SD IT Andalas Cendikia Jr. Kp.Baru Nagari Sikabau

    Paket 1 200.000.000,00 APBD Kawasn SD IT Andalas Cendikia Jr. Kp.Baru Nagari Sikabau

    Dinas PU

    43 Drainase Pulau Punjung Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Jr. Pulau Punjung Nagari IV Koto PLP

    Dinas PU

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    103

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan Pelaksana

    44 Drainase Tebing Tinggi, Jr. Koto Nag. Tebing Tinggi

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Tebing Tinggi, Jr. Koto Nag. Tebing Tinggi

    Dinas PU

    45 Drainase SMA 1 Pulau Punjung, Nag. Sei Dareh

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase SMA 1 Pulau Punjung

    Dinas PU

    46 Drainase Jr. Kubang Panjang Nagari IV Koto Pulau Punjung

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Kubang Panjang Nagari IV Koto Pulau Punjung

    Dinas PU

    47 Drainase Simp. Pogang Jr. Simpang Pogang Nagari IV Koto PLP

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Simp. Pogang Jr. Simpang Pogang Nagari IV Koto PLP

    Dinas PU

    48 Drainase Jr. Siluluk Nagari Siguntur Kec. Sitiung

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Siluluk Nagari Siguntur Kec. Sitiung

    Dinas PU

    49 Drainase Jr. Padang Sidodang Nagari Sitiung Kec. Sitiung

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Padang Sidodang Nagari Sitiung Kec. Sitiung

    Dinas PU

    50 Drainase Nagari Gunung Medan

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Nagari Gunung Medan

    Dinas PU

    51 Drainase Komplek SMA-SMP-PUSKESMAS Sitiung Jr. Koto Agung

    Paket 1 150.000.000,00 APBD Drainase Komplek SMA-SMP-PUSKESMAS Sitiung Jr. Koto Agung

    Dinas PU

    52 Drainase Perumahan MP 1 Gunung Medan, Kec. Sitiung

    Paket 1 200.000.000,00 APBD Drainase Perumahan MP 1 Gunung Medan, Kec. Sitiung

    Dinas PU

    53 Drainase Bukit Harapan Tiumang - Kec. Tiumang

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Bukit Harapan Tiumang - Kec. Tiumang

    Dinas PU

    54 Drainase Jr. Bukit Harapan Nagari Tiumang Kec.Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Bukit Harapan Nagari Tiumang Kec.Tiumang

    Dinas PU

    55 Drainase Jr. Harapan Mulya I Nagari Koto Beringin Kec. Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Harapan Mulya I Nagari Koto Beringin Kec. Tiumang

    Dinas PU

    56 Drainase Jr. Harapan Mulya II Nagari Koto Beringin Kec. Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Harapan Mulya II Nagari Koto Beringin Kec. Tiumang

    Dinas PU

    57 Drainase Jr. Bukit Harapan (SP3) Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Bukit Harapan (SP3) Tiumang

    Dinas PU

    58 Drainase Lagan Jaya II Jr. Lagan Jaya II Nagari Sipangkur Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Lagan Jaya II Jr. Lagan Jaya II Nagari Sipangkur Tiumang

    Dinas PU

    59 Drainase Nagari Tiumang Kecamatan Tiumang

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Nagari Tiumang Kec. Tiumang

    Dinas PU

    60 Drainase Jr. Padang Laweh Nagari Padang Laweh Kec. Padang Laweh

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Padang Laweh Nag. Pdg Laweh Kec. Padang Laweh

    Dinas PU

    61 Drainase Simpang Empat Kantor Jorong Marga Makmur Nagari Taratak Tinggi Timpeh

    Paket 1 75.000.000,00 APBD Drainase Simpang Empat Kantor Jorong Marga Makmur Nagari Taratak Tinggi Timpeh

    Dinas PU

    62 Lanjutan Drainase Koto Jr. Koto Nagari Koto Baru Kec. Koto Baru

    Paket 1 200.000.000,00 APBD Lanjutan Drainase Koto Jr. Koto Nagari Koto Baru Kec. Koto Baru

    Dinas PU

    63 Drainase Belakang Perumnas Koto Baru

    Paket 1 200.000.000,00 APBD Drainase Belakang Perumnas Koto Baru

    Dinas PU

    64 Drainase Padang Bintungan, Jr.Padang Bintungan Nag.Sialang Gaung

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr.Padang Bintungan Nag.Sialang Gaung

    Dinas PU

    65 Drainase Jr. Padukuan Nag. Padukuan Koto Salak

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Padukuan Nag. Padukuan

    Dinas PU

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    104

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan Pelaksana

    66 Drainase Jr. Koto Ampalu Nagari Ampalu Kec.Koto Salak

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Koto Ampalu Nagari Ampalu Kec.Koto Salak

    Dinas PU

    67 Drainase Pasar Baru Ampalu Kec. Koto Salak

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Pasar Baru Ampalu Kec. Koto Salak

    Dinas PU

    68 Drainase Wilayah Ampalu Kec. Koto Salak

    Paket 1 35.000.000,00 APBD Drainase Wilayah Ampalu Kec. Koto Salak

    Dinas PU

    69 Drainase Jr. Padukuan Nag. Padukuan Koto Salak

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Padukuan Nag. Padukuan Kt. Salak

    Dinas PU

    70 Drainase Jr. Koto Salak Nagari Koto Salak

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Koto Salak Nagari Koto Salak

    Dinas PU

    71 Drainase Jr. Koto Salak Nagari Koto Salak

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Jr. Koto Salak Nagari Koto Salak

    Dinas PU

    72 Drainase Jalan Sidodadi Jr. Tawakal Kurnia Koto Salak Kec. Sungai Rumbai

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jalan Sidodadi Jr. Tawakal Kurnia Koto Salak

    Dinas PU

    73 Drainase Koto Mulya Jr. Koto Mulya Nag.Kurnia Selatan Kec. Sungai Rumbai

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Koto Mulya Nag.Kurnia Selatan

    Dinas PU

    74 Drainase Batas Minang Kurnia Selatan Sei. Rumbai

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Batas Minang Kurnia Selatan

    Dinas PU

    75 Drainase Pasar Sei. Rumbai Kec. Sei. Rumbai

    Paket 1 200.000.000,00 APBD Drainase Pasar Sei. Rumbai

    Dinas PU

    76 Drainase Sei. Rumbai Timur, Nag. Sei. Rumbai Timur Kec. Sei. Rumbai

    Paket 1 100.000.000,00 APBD Drainase Sei. Rumbai Timur, Nag. Sei. Rumbai Timur Kec. Sei. Rumbai

    Dinas PU

    77 Drainase Jr.Koto Ranah Nag.Kurnia Selatan

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr.Koto Ranah Nag.Kurnia Selatan

    Dinas PU

    78 Drainase Bukit Aman Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Bukit Aman Nagari Abai Siat

    Dinas PU

    79 Drainase Jrg. Padang Bungur I Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jrg. Padang Bungur I Nag. Abai Siat

    Dinas PU

    80 Drainase Jrg. Padang Bungur II Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jrg. Padang Bungur II Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    81 Drainase Jrg. Tuo Nagari Bonjol Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jrg. Tuo Nagari Bonjol

    Dinas PU

    82 Drainase Padang Bungur Depan Rumah Ajar Dt. Rajo Mangkuto Jr. Padang Bungur Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Padang Bungur Depan Rumah Ajar Dt. Rajo Mangkuto Jr. Padang Bungur Nagari Abai Siat

    Dinas PU

    83 Drainase Jr. Abai Siat Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Abai Siat Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    84 Drainase Mayang Taurai Jr. Mayang Taurai Nagari Koto Gadang Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Mayang Taurai Jr. Mayang Taurai Nagari Koto Gadang

    Dinas PU

    85 Drainase Pasir Mayang Jr. Pasir Mayang Nagari Bonjol Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Pasir Mayang Jr. Pasir Mayang Nagari Bonjol Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    86 Drainase Bkt. Aman Jr. Bukit Aman Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Bkt. Aman Jr. Bukit Aman Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    87 Drainase Sei. Jerinjing Jr. Sei. Jerinjing Nagari Koto Ranah Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Sei. Jerinjing Jr. Sei. Jerinjing Nagari Koto Ranah Koto Besar

    Dinas PU

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    105

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Biaya (Rp) Sumber dana Lokasi kegiatan Pelaksana

    88 Drainase Sei. Nabuan Jr. Sei. Nabuan Koto Ranah Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Sei. Nabuan Jr. Sei. Nabuan Koto Ranah Koto Besar

    Dinas PU

    89 Drainase Koto Tangah Jr. Koto Tangah Nagari Koto Laweh Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Koto Tangah Jr. Koto Tangah Nagari Koto Laweh Koto Besar

    Dinas PU

    90 Drainase Durian Gadang Jr. Durian Gadang Nagari Koto Laweh Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Durian Gadang Nag. Koto Laweh Koto Besar

    Dinas PU

    91 Drainase Ranah Baru Jr. Ranah Baru Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Ranah Baru Jr. Ranah Baru Nagari Abai Siat Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    92 Drainase Bukit Aman Nagari Abai Siat Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Bukit Aman Nagari Abai Siat

    Dinas PU

    93 Drainase Koto Gadang Nagari Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Koto Gadang Nagari Koto Gadang Kec. Koto Besar

    Dinas PU

    94 Drainase Jorong Baru Jr. Baru Nag.Bonjol

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jorong Baru Jr. Baru Nag.Bonjol

    Dinas PU

    95 Drainase Jr. Kayu Aro Nagari Sei. Limau Kec. Asam Jujuhan

    Paket 1 50.000.000,00 APBD Drainase Jr. Kayu Aro Nagari Sei. Limau Kec. Asam Jujuhan

    Dinas PU

    96

    Drainase Koto Tuo Jr. Koto Tuo Nagari Sei. Limau Kec. Asam Jujuhan

    Paket

    1

    50.000.000,00

    APBD

    Drainase Koto Tuo Jr. Koto Tuo Nagari Sei. Limau

    Dinas PU

    Sumber: PERBUB ABPD Kab. Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    106

    44..55.. PPeenniinnggkkaattaann KKoommppoonneenn TTeerrkkaaiitt SSaanniittaassii Rencana kegiatan sub sektor air minum tahun 2013 dilaksanakan oleh dua instansi. Penyediaan Air

    minum di pedesaan akan dilaksanakan melalui program PAMSIMAS dan Program-program lain yang terkait dengan Air Bersih dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan lembaga penanggungjawabnya adalah Dinas Pekerjaan Umum Bidang Tata Ruang dan Permukiman.

    Table 4-9 Rencana program dan kegiatan Sanitasi Sub-sektor Air Bersih saat ini (n+1)

    No Nama progam/kegiatan Satuan Vol Indikasi biaya (Rp) Sumber

    pendanaan/ pembiayaan

    SKPD penanggung

    jawab

    Sumber dokumen

    perencanaan 1 Pengembangan Sistem Distribusi

    Air Minum (APBD) Paket 1 5.150.000.000

    13.000.000.000 44.554.000.000

    APBD APBD Prov

    APBN

    Dinas PU Renstra

    2 Pembangunan SPAM Koto Baru Paket 1 1.000.000.000 3.000.000.000

    30.000.000

    APBD APBD Prov

    APBN

    Dinas PU Renstra

    3 Pembangunan SPAM dan jaringan distribusi Sungai Rumbai

    Paket 1 1.000.000.000 2.000.000.000

    22.000.000

    APBD APBD Prov

    APBN

    Dinas PU Renstra

    4 Optimalisasi dan pengembangan jaringan SPAM Sitiung

    Paket 1 300.000.000 2.000.000.000

    2.000.000

    APBD APBD Prov

    APBN

    Dinas PU Renstra

    5 Optimalisasi dan pengembangan jaringan SPAM Sungai Dareh

    Paket 1 100.000.000 1.500.000.000,

    APBD APBD Prov

    Dinas PU Renstra

    6 Optimalisasi dan pengembangan jaringan SPAM Koto Besar

    Paket 1 100.000.000 1.500.000.000

    APBD APBD Prov

    Dinas PU Renstra

    7 Pembangunan pipa distribusi utama Pasar Lama Blok B - Sitiung

    Paket 1 300.000.000 1.000.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    8 Pembangunan pipa distribusi kawasan Permukiman Pasar Blok B Sitiung

    Paket 1 300.000.000 APBD Dinas PU Renstra

    9 Pembangunan jaringan pipa distribusi utama Koto Besar-Sungai Rumbai

    Paket 1 200.000.000 1.500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    10 Pembangunan SPAM Lubuk Karak Paket 1 200.000.000 1.500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    11 Pembangunan SPAM Bukit IX Paket 1 50.000.000 500.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    12 Pembangunan SPAM Pulau Punjung

    Paket 1 1.000.000.000 3.000.000.000

    34.000.000.000

    APBD APBD Prov

    APBN

    Dinas PU Renstra

    13 Pembangunan/peningkatan SPAM di Kabupaten Pemekaran

    Paket 1 600.000.000 6.000.000.000

    APBD APBN

    Dinas PU Renstra

    Sumber : RKPD Kabupaten Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    107

    Table 4-10 Kegiatan Sanitasi Sub-sektor Air Bersih Tahun 2013 yang sedang berjalan

    No Nama program/kegiatan Satuan Vol Indikasi biaya (Rp) Sumber

    dana Lokasi kegiatan Pelaksana kegiatan

    1 Pengawasan Kualitas Air Paket 1 35.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU 2 Replikasi PAMSIMAS

    (Pendamping PAMSIMAS) Paket 1 35.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    3 Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Air Minum

    Paket 1 1.862.610.000,-

    DAK Kab. Dharmasraya Dinas PU

    4 Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Air Minum

    Paket 1 228.261.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    5 Penyusunan DED Air Bersih Paket 1 300.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU 6 Pembangunan Prasarana dan

    Sarana Air Bersih (DPID 2011) Paket 1 1.642.100.750 APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    7 Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP)

    Paket 1 175.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    8 Operasional Pelaksanaan Program PPSP

    Paket 1 20.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    9 Pembinaan dan Fasilitasi BP-SPAMS

    Paket 1 15.000.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    10 Pembangunan Sumur Resapan (DAK)

    Paket 1 250.000.000,- DAK Kab. Dharmasraya Dinas PU

    11 Pembangunan Sumur Resapan (Pendamping DAK)

    Paket 1 33.500.000,- APBD Kab. Dharmasraya Dinas PU

    Sumber: PERBUB ABPD Kab. Dharmasraya 2013

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    108

    5. INDIKASI PERMASALAHAN DAN POSISI PENGELOLAAN SANITASI SAAT INI

    55..11.. AArreeaa bbeerreessiikkoo ssaanniittaassii ddaann ppeennyyeebbaabb uuttaammaannyyaa Data/informasi yang berasal dari data sekunder, studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)

    tahun 2012 dan persepsi SKPD digunakan sebagai kriteria untuk menentukan pilihan area berisiko yang dilakukan terhadap 52 Nagari pada 11 Kecamatan yang da di Kabupaten Dharmasraya. Berdasarkan hasil dari analisa data-data sekunder, persepsi SKPD, dan studi EHRA maka diperoleh data area beresiko yang ada di Kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut: Table 5-1 Area beresiko sanitasi dan Penyebab utamanya

    No Area Beresiko Wilayah Prioritas Penyebab Utama Resiko 1 Resiko 4 Lubuk Besar Sumber air, Air Limbah domestik , persampahan, PHBS 2 Resiko 4 Alahan Nan Tigo Air Limbah Domestik, Persampahan, PHBS 3 Resiko 4 Sopan Jaya Sumber Air, Persampahan, Genangan 4 Resiko 4 Tabek Air limbah domestik, Persampahan, PHBS 5 Resiko 4 Sungai Kambut Air limbah domestik, Persampahan, PHBS 6 Resiko 4 Banai Air limbah domestik, Persampahan, PHBS 7 Resiko 4 Lubuk Karak Air limbah domestik, Persampahan, PHBS 8 Resiko 4 Silago Air limbah domestik, Persampahan, PHBS 9 Resiko 4 Koto Nan IV Dibawah Sumber air, Persampahan, PHBS

    1 Resiko 3 Kurnia Koto Salak Air Limbah Domestik 2 Resiko 3 Koto Gadang Air Limbah Domestik 3 Resiko 3 Sungai Limau Air Limbah Domestik, PHBS 4 Resiko 3 Sinamar Sumber air, Persampahan, PHBS 5 Resiko 3 Tanjung Alam Air Limbah Domestik, Persampahan, PHBS 6 Resiko 3 Ampang Kuranji Air Limbah Domestik, Persampahan 7 Resiko 3 Pulau Mainan Air Limbah Domestik, Persampahan 8 Resiko 3 Koto Salak Air Limbah Domestik, Persampahan, Genangan 9 Resiko 3 Tiumang Air Limbah Domestik, Persampahan, PHBS

    10 Resiko 3 Siguntur Sumber air, Persampahan, PHBS 11 Resiko 3 Panyubarangan Air Limbah Domestik, Persampahan, PHBS 12 Resiko 3 Timpeh Sumber air, Persampahan, Genangan, PHBS 13 Resiko 3 Sungai Dareh Air Limbah Domestik, Persampahan 14 Resiko 3 Tebing Tinggi Air Limbah Domestik, Persampahan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    109

    Peta 5-1 Peta Area Beresiko Berdasarkan Data Skunder, EHRA, Persepsi SKPD dan Kunjungan Lapangan

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    110

    Pemetaan Desa/Nagari beresiko dilakukan dengan menentukan 4 klasifikasi daerah beresiko berdasarkan resiko sanitasi yaitu :

    Resiko Sangat Tinggi dengan simbol warna merah Resiko Tinggi dengan simbol warna kuning Resiko Sedang dengan simbol warna biru Resiko Rendah dengan simbol warna hijau

    Area beresiko sangat tinggi adalah nagari-nagari yang dianggap memiliki resiko kesehatan lingkungan yang tinggi karena buruknya kondisi sanitasi didasarkan pada informasi yang tersedia. Pemetaan daerah beresiko sanitasi ini akan mempermudah dalam melakukan intervensi atau perlakuan yang tepat dalam mengatasi permasalahan sanitasi di daerah tersebut. Hal ini diharapkan perlakuan dan permasalahan yang ada di setiap nagari dapat mengurangi potensi terjadinya kasus kejadian penyakit lingkungan yang sesuai antara masalah dan strategi pemecahannya.

    Tujuan dari Pemetaan Area Berisiko adalah memetakan area area yang memiliki tingkat resiko sanitasi dan klasifikasi area berdasarkan tingkat resiko kesehatan lingkungan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas program pembangunan dan pengembangan sanitasi.

    Proses Penentuan Area Berisiko Keterangan : Data Sekunder meliputi populasi, jumlah KK miskin, cakupan pelayanan air minum, jumlah jamban,

    jumlah penderita penyakit, luas genangan, jumlah sampah yang terangkut, prosentase wilayah terbangun, dan jumlah SPAL (saluran pembungan air limbah)

    Data Primer meliputi persepsi SKPD dan Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment)

    Pengumpulan Data

    Analisa data

    Penentuan Area Berisiko

    Data Sekunder Data Primer

    Indikator sebagai variabel Skoring dan pembobotan Analisa frekuensi, mean

    weighted, diskusi kelompok Alternatif skenario

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    111

    Proses Penentuan Area Beresiko Berdasarkan Data Sekunder Proses penilaian, penetapan dan pemetaan terdiri dari beberapa tahap. Pada tahap awal, proses

    penilaian, penetapan, dan pemetaan area berisiko dan penetapan kawasan menggunakan data sekunder tahun 2011 sebagai kriteria, sumber dan pembobotan.

    Tabel 5.1.a Hasil Skor Penilaian Data Sekunder

    No No Urut Nagari Skor

    Sekunder No No Urut Nagari

    Skor Sekunder

    1 1 Batu Rijal 1 28 1 Ampalu 3 2 2 Koto Baringin 1 29 2 Ampang Kuranji 3 3 3 Muaro Sopan 1 30 3 Koto Salak 3 4 4 Sungai Rumbai 1 31 4 Lubuk Besar 3 5 1 Abai Siat 2 32 5 Padukuan 3 6 2 Bonjol 2 33 6 Panyubarangan 3 7 3 Gunung Medan 2 34 7 Ranah Palabi 3 8 4 Gunung Selasih 2 35 8 Siguntur 3 9 5 IV Koto Pulau Punjung 2 36 9 Sinamar 3

    10 6 Koto Baru 2 37 10 Sungai Dareh 3 11 7 Koto Besar 2 38 11 Sungai Limau 3 12 8 Koto Laweh 2 39 12 Tabek 3 13 9 Koto Padang 2 40 13 Tabiang Tinggi 3 14 10 Koto Ranah 2 41 14 Taratak Tinggi 3 15 11 Koto Tinggi 2 42 15 Timpeh 3 16 12 Kurnia Koto Salak 2 43 16 Tiumang 3 17 13 Kurnia Selatan 2 44 1 Alahan Nan Tigo 4 18 14 Padang Laweh 2 45 2 Banai 4 19 15 Sialang Gaung 2 46 3 Koto Gadang 4 20 16 Sikabau 2 47 4 Koto Nan IV Dibawuah 4 21 17 Sipangkur 2 48 5 Lubuk Karak 4 22 18 Sitiung 2 49 6 Pulau Mainan 4 23 19 Sopan Jaya 2 50 7 Silago 4 24 20 Sungai Duo 2 51 8 Simalidu 4 25 21 Sungai Kambut 2 52 9 Tanjung Alam 4 26 22 Sungai Langkok 2 27 23 Sungai Rumbai Timur 2

    Peta rawan sanitasi untuk kabupaten Dharmasraya merangkum ketiga unsur penilaian yang ada pada

    instrument Buku Putih Sanitasi, yaitu berdasarkan data skunder, persepsi SKPD dan Study EHRA pada bab V ini sengaja ditampilkan ketiga peta sanitasi untuk jadi bahan pertimbangan kita bersama nantinya.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    112

    Peta 5-2 Peta Area Beresiko Berdasarkan Data Skunder

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    113

    Proses Penentuan Area Beresiko Berdasarkan Persepsi SKPD Proses penilaian, penetapan dan pemetaan terdiri dari beberapa tahap. Pada tahap awal dilakukan

    focus group discussion dengan SKPD terkait untuk memberikan penilaian dan penetapan kriteria daerah beresiko. Berdasarkan persepsi SKPD ini yang terlibat ini dilakukan penilaian akhir dari semua SKPD yang telah menetapkan dan menyajikan hasil persepsi mereka terhadap masing-masing nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Hasil yang masuk dari SKPD terkait dilakukan penilaian dengan melihat rerata penilaian terhadap skoring yang telah ditetapkan SKPD untuk melihat dan memetkan daerah beresiko berdasarkan persepsi SKPD.

    SKPD-SKPD terkait di Kabupaten Dharmasraya yang tergabung di Pokja SANITASI memetakan kondisi sanitasi Kabupaten Dharmasraya. Penentuan area beresiko ini tidak hanya dilihat dari fasilitas yang ada, cakupan dan penyediaan layanan serta informasi mengenai kelembagaan dan keuangan tetapi juga analisis awal mengenai pemetaan area/desa berisiko.

    Adapun SKPD yang terlibat dalam penentuan area beresiko adalah sebagai berikut : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Lingkungan Hidup Dinas Pekerjaan Umum Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah Bagian Humas Sekretariat Daerah Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah

    Dalam menilai pilihan, kinerja setiap nagari atas kriteria diberi skor dan pembobotan yang ditetapkan sesuai kesepakatan seluruh anggota Pokja SANITASI Kabupaten Dharmasraya sebagaimana terlihat pada gambar Area Beresiko Kabupaten Dharmasraya.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    114

    Tabel 5.1.b Hasil Skor Penilaian Persepsi SKPD

    No No Urut Nagari Skor

    Persepsi SKPD

    No No Urut Nagari

    Skor Persepsi

    SKPD 1 1 Batu Rijal 2 45 1 Sopan Jaya 4 2 2 Muaro Sopan 2 46 2 Lubuk Besar 4 3 3 Sungai Rumbai 2 47 3 Sinamar 4 4 4 Abai Siat 2 48 4 Timpeh 4 5 5 Gunung Medan 2 49 5 Alahan Nan Tigo 4 6 6 IV Koto Pulau Punjung 2 50 6 Banai 4 7 7 Koto Baru 2 51 7 Lubuk Karak 4 8 8 Koto Besar 2 52 8 Silago 4 9 9 Koto Padang 2

    10 10 Kurnia Koto Salak 2 11 11 Kurnia Selatan 2 12 12 Sikabau 2 13 13 Sitiung 2 14 14 Sungai Duo 2 15 15 Sungai Rumbai Timur 2 16 16 Ampalu 2 17 17 Ampang Kuranji 2 18 18 Sungai Dareh 2 19 19 Tabiang Tinggi 2 20 20 Simalidu 2 21 1 Koto Baringin 3 22 2 Bonjol 3 23 3 Gunung Selasih 3 24 4 Koto Laweh 3 25 5 Koto Ranah 3 26 6 Koto Tinggi 3 27 7 Padang Laweh 3 28 8 Sialang Gaung 3 29 9 Sipangkur 3 30 10 Sungai Kambut 3 31 11 Sungai Langkok 3 32 12 Koto Salak 3 33 13 Padukuan 3 34 14 Panyubarangan 3 35 15 Ranah Palabi 3 36 16 Siguntur 3 37 17 Sungai Limau 3 38 18 Tabek 3 39 19 Taratak Tinggi 3 40 20 Tiumang 3 41 21 Koto Gadang 3 42 22 Koto Nan IV Dibawuah 3 43 23 Pulau Mainan 3 44 24 Tanjung Alam 3

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    115

    Peta 5-3 Peta Area Beresiko Berdasarkan Persepsi SKPD

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    116

    Proses Penentuan Area Beresiko Berdasarkan Studi EHRA Tahap berikutnya adalah penilaian, penetapan dan pemetaan area berisiko dengan menggunakan

    data EHRA 2012. Data dari studi EHRA memperlihatkan kondisi fasilitas sanitasi dan air bersih, dan perilaku-perilaku terkait higienitas dan sanitasi yang memiliki resiko pada kesehatan warga. Komponen sanitasi dalam studi EHRA yang dilakukan difokuskan pada :

    Limbah rumah tangga Sampah Drainase Prohisan (promosi higiene dan sanitasi)

    Pelaksanaan studi EHRA dilaksanakan oleh Pokja SANITASI Kabupaten Dharmasraya dari Tim Penyusunan Buku Putih sedangkan Dokumen Study Resiko Kesehatan Lingkungan (EHRA) masing-masing Nagari dilakukan oleh Enumerator yang telah ditunjuk dan ditetapkan oleh Ketua Pokja Sanitasi. Yang proses penetapan area beresiko dilakukan berdasarkan gambar di bawah ini.

    Dalam menilai pilihan, kinerja setiap Nagari atas kriteria diberi skor dan pembobotan yang ditetapkan

    sesuai kesepakatan seluruh anggota Pokja SANITASI sebagaimana terlihat pada Tabel Area Beresiko berdasarkan Studi EHRA.

    Interpretasi data EHRA Menyiapkan tabel matriks Menyepakati parameter dan nilai

    persentasenya Mengisi tabel matriks Melakukan interpretasi

    Menyiapkan format analisa area beresiko

    Merekam data EHRA ke dalam format rekanan data sekunder

    Bahan untuk penetapan area berisiko

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    117

    Tabel 5.1.c Hasil Skor Penilaian Studi EHRA

    No No Urut Nagari Skor

    EHRA 1 1 Koto Besar 1 2 2 Koto Ranah 1 3 3 Sungai Rumbai Timur 1 4 4 Kurnia Koto Salak 1 5 5 Kurnia Selatan 1 6 6 Padukuan 1 7 7 Sitiung 1 8 8 Ranah Palabi 1 9 1 Alahan Nan Tigo 2 10 2 Sinamar 2 11 3 Tanjung Alam 2 12 4 Bonjol 2 13 5 Koto Laweh 2 14 6 Koto Gadang 2 15 7 Sungai Rumbai 2 16 8 Simalidu 2 17 9 Pulau Mainan 2 18 10 Koto Baru 2 19 11 Sialang Gaung 2 20 12 Sikabau 2 21 13 Gunung Selasih 2 22 14 IV Koto Pulau Punjung 2 23 15 Siguntur 2 24 16 Gunung Medan 2 25 17 Sungai Duo 2 26 18 Banai 2 27 19 Koto Nan IV Dibawuah 2 28 20 Silago 2 29 21 Taratak Tinggi 2 30 22 Muaro Sopan 2 31 23 Sopan Jaya 2 32 24 Padang Laweh 2 33 25 Sungai Langkok 2 34 26 Sipangkur 2 35 27 Koto Baringin 2 36 1 Lubuk Besar 3 37 2 Sungai Limau 3 38 3 Abai Siat 3 39 4 Koto Tinggi 3 40 5 Koto Salak 3 41 6 Ampalu 3 42 7 Koto Padang 3 43 8 Ampang Kuranji 3 44 9 Tabiang Tinggi 3 45 10 Sungai Dareh 3 16 11 Panyubarangan 3 47 12 Timpeh 3 48 13 Batu Rijal 3 49 14 Tiumang 3 50 1 Sungai Kambut 4 51 2 Lubuk Karak 4 52 3 Tabek 4

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    118

    Peta 5-4 Peta Area Beresiko Berdasarkan Studi EHRA

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    119

    55..22.. PPoossiissii PPeennggeelloollaaaann SSaanniittaassii SSaaaatt IInnii

    55..22..11.. SSuubb SSeekkttoorr AAiirr LLiimmbbaahh Pengelolaan air limbah di Kabupaten Dharmasraya masih bersifat onsite yaitu berupa jamban-

    jamban pribadi yang sebagian ada yang dilengkapi dengan septik tank dan ada juga yang tidak, kemudian berupa MCK-MCK umum yang dibangun di beberapa nagari dan pasar-pasar. Untuk pengelolaannya masih dikelola langsung oleh masyarakat sedangkan untuk MCK dikelola oleh nagari. Pengelolaan air limbah berupa penyedotan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas PU.

    Permasalahan sistem pelayanan air limbah yang ada saat ini di Kabupaten Dharmasraya adalah akibat masih belum adanya sarana dan prasarana air limbah yaitu : Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), disamping itu masih kurangnya kendaraan truk tinja (saat ini hanya 1 unit) dan septic tank komunal untuk menunjang operasional IPAL. Kondisi seperti ini apabila dibiarkan terus menerus maka akan berakibat terhadap timbulnya penyebaran penyakit yang penyebarannya melalui media air limbah akibat kondisi sanitasi buruk, seperti diare.

    Untuk meningkatkan sistem pelayanan air limbah tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi/rehabilitasi sistem pelayanan air limbah yaitu dengan melakukan Pemanfaatan IPLT dan jaringannya yang saat ini ada di lokasi TPA yang telah dibangun serta pengadaan truk tinja yang memadai untuk melayani Kabupaten Dharmasraya.

    55..22..22.. SSuubb SSeekkttoorr PPeerrssaammppaahhaann Pengelolaan persampahan di Kabupaten Dharmasraya dilakukan dengan dua sistem yaitu

    langsung dikelola oleh masyarakat dengan cara membakar dan menimbun langsung di lobang-lobang, dan juga yang dikelola oleh Pemerintah yaitu melalui penyediaan truk sampah, Kontainer, beberapa TPS lalu dibuang ke TPA yang berlokasi di Sitiung V Rambuso.

    Kabupaten Dharmasraya, sebagai daerah yang sedang berkembang, dibeberapa wilayah Kabupaten Dharmasraya juga mulai bertumbuhan komplek perumahan baru, terutama di ibu kota kabupaten. Sejogyanya komplek perumahan yang luas kaplingnya sangat terbatas, penanganan sampah domestik/rumah tangga menjadi salah satu masalah yang harus dicarikan solusinya, karena sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga masyarakat.

    Masyarakat sebagai penghasil utama sampah domestik perlu ikut berperan serta dan terlibat dalam pengelolaan sampah domestik khususnya sampah rumah tangga. Keterbatasan sarana, prasarana dan SDM aparatur dalam pengolahan sampah domestik serta masih rendahnya pengetahuan dalam pengolahan sampah sehingga kebanyakan masyarakat mengolah sampah secara induvidual dengan cara menimbun, membakar, bahkan sebagian masyarakat membuang sampah ke sungai, pinggir jalan maupun lahan kosong. Tentu saja dengan kondisi di atas akan sulit untuk mencapai target dari mekanisme pembangunan bersih dan juga keinginan Pemerintah kabupaten Dharmasraya menjadi Pilot Project pengelolaan sampah kategori kota kecil

    Tahun 2006 Kabupaten Dhamasraya telah membangun satu unit tempat pengolahan akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Sitiung V Rambuso seluas 20 ha menggunakan metoda sanitary landfill serta memiliki pengolah leachet sesuai dengan Kyoto Protocol mengenai Mekanisme pembangunan bersih. Untuk kelanjutan dan meningkatkan sistem pengolahan sampah secara berkelanjutan dan ramah lingkungan serta untuk memenuhi target nasionak dan internasional, pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan terus melanjutkan pembangunan TPA tersebut.

    Meskipun Kabupaten Dharmasraya sudah memiliki TPA, tetapi dalam belum bisa dioperasikan secara maksimal, karena keterbatasan dan masih kurangnya sarana dan prasarana pengolahan sampah di TPA seperti :

    Belum memadainya jumlah tempat pembuangan sementara (TPS) kontainer, gerobak, kendaraan pengangkut sampah, dump truck

    Belum tersedianya alat-alat berat yang dibutuhkan (seperti Buldozer, loader), dan jembatan timbang dalam mendukung operasional TPA yang ada

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    120

    55..22..33.. SSuubb sseekkttoorr ddrraaiinnaassee ll iinnggkkuunnggaann Kegiatan drainase sejauh ini masih merupakan kegiatan pelengkap atau penunjang dari

    kegiatan lain seperti pembangun jalan, pasar, dan permukiman sehingga belum ada perencanaan dan pengelolaan drainase yang ada, akan tetapi secara umum pengelolaan drainase masih berada dibawah Dinas Pekerjaan Umum.

    55..22..44.. AAssppeekk PPHHBBSS (( PPrroohhiissaann )) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten secara umum belum terlaksana dengan

    baik, terutama untuk perilaku buang air besar (BAB) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Masyarakat masih terbiasa buang air besar di sungai/kali, semak atau di tempat-tempat terbuka lainya dan cuci tangan pakai sabun lebih banyak dilakukan hanya pada saat mandi. Kegiatan PHBS merupakan salah satu program yang dikelola oleh Dinas Kesehatan.

    Indikator rendahnya kesadaran PHBS masyarakat di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat dari presentasi kepemilikan MCK/jamban masyarakat dari keseluruhan total keluarga yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Secara kasat mata dalam keseharian di beberapa kelurahan di Kecamatan Kabupaten Dharmasraya masih kita jumpai sebagian warga masih melakukan Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat dan membuang sampah seenaknya, terutama pada daerah yang dilalui drainase sekunder atau terdapat sungai.

    55..33.. GGaammbbaarr PPoossiissii PPeennggeelloollaaaann SSaanniittaassii SSaaaatt IInnii

    55..33..11.. SSuubb SSeekkttoorr AAiirr LLiimmbbaahh Tempat menyalurkan tinjanya ke tangki septik sebesar 57 %. Sementara yang menyalurkan

    tinjanya ke cubluk 15,9 %, yang langsung ke drainase 0,7%, ke sungai 1,9%, kesawah 1,5% dan yang menjawab tidak tahu sebesar 22%.

    Gambar 5-1 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    Dari 57 % yang menyalurkan tinjanya ke tangki septik sebesar 69,7% nya suspect aman berarti yang menyalurkan tinjanya ke tangki septik hanya 39,75 % saja yang aman Sementara yang menyalurkan tinjanya ke cubluk 15,9 % ditambah 17,25 % (tangki septik tidak aman) menjadi sebesar 33,65%.

    57.0

    1.1

    15.9

    .71.91.5.0

    22.0

    Tempat Buang Akhir Tinja

    Tangki septik

    Pipa sewer

    Cubluk/lobang tanah

    Langsung ke drainase

    Sungai/danau/pantai

    Kolam/sawah

    Kebun/tanah lapang

    Tidak tahu

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    121

    Gambar 5-2 Gambar Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    Pencemaran karena buangan tinja masih sangat tinggi dikarenakan di Kabupaten Dharmasraya belum mempunyai IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja), seperti terlihat pada grafik dibawah ini :

    Gambar 5-3 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Air limbah domestik

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    55..33..22.. SSuubb SSeekkttoorr PPeerrssaammppaahhaann Pengelolaan persampahan di Kabupaten Dharmasraya dilakukan dengan dua sistem yaitu

    langsung dikelola oleh masyarakat dengan cara membakar dan menimbun langsung di lobang-lobang, dan juga yang dikelola oleh Pemerintah yaitu melalui penyediaan truk sampah, Kontainer, beberapa TPS lalu dibuang ke TPA yang berlokasi di Saruaso nagari Sitiung

    .0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    Tidak aman Suspek aman

    2.1 Tangki septik suspek aman

    30.3

    69.7

    Tanki Septick Suspec Aman

    .0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    80.0

    Tidak aman Suspekaman

    Tidak, aman Ya, aman Tidak aman Ya, aman

    2.1 Tangki septik suspekaman

    2.2 Pencemaran karenapembuangan isi tangki

    septik

    2.3 Pencemaran karenaSPAL

    30.3

    69.775.9

    24.1

    47.452.6

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    122

    Gambar 5-4 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Persampahan

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    Untuk Pengelolaan sampah di kabupaten Dharmasraya bisa dilihat pada grafik dibawah ini Gambar 5-5 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Persampahan

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    .0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    Dibu

    ang

    dan d

    ikubu

    r di lo

    bang

    galia

    n

    Dibu

    ang

    dlm lu

    bang

    galia

    n dan

    diba

    kar

    Dijad

    ikan m

    akan

    an bi

    natan

    g

    Diku

    mpulk

    an dl

    m ke

    ranja

    ng sa

    mpah

    perm

    anen

    Lang

    sung

    diba

    kar

    Dibu

    ang k

    e sun

    gai/d

    anau

    /laut

    Dibu

    ang

    ke la

    han k

    oson

    g/keb

    un/h

    utan

    Dibia

    rkan s

    aja

    Lainn

    ya

    EO.2.1 Amati, bagaimana cara mengelola sampah di rumah?

    1.2

    21.7

    .4 2.5

    66.3

    3.6 3.1 1.0 .2

    CARA PENGELOLAAN SAMPAH

    .0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    80.0

    90.0

    100.0

    Tidakmemadai

    Ya, memadai Tidakmemadai

    Ya, memadai Tidak tepatwaktu

    Tidak diolah Ya, diolah

    3.1 Pengelolaan sampah 3.2 Frekuensi pengangkutansampah

    3.3 Ketepatanwaktu

    pengangkutansampah

    3.4 Pengolahan sampahsetempat

    97.3

    2.7

    78.9

    21.1

    100.0

    86.6

    13.4

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    123

    55..33..33.. SSuubb sseekkttoorr ddrraaiinnaassee ll iinnggkkuunnggaann Kegiatan drainase sejauh ini masih merupakan kegiatan pelengkap atau penunjang dari

    kegiatan lain seperti pembangun jalan, pasar, dan permukiman sehingga belum ada perencanaan dan pengelolaan drainase yang ada, akan tetapi secara umum pengelolaan drainase masih berada dibawah Dinas Pekerjaan Umum. Untuk genangan skala rumah tangga di Dharmasraya jarang terjadi hanya 16,3% saja yang menjawab

    Data genangan dapat dilihat pada grafik dibawahn ini :

    Gambar 5-6 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Drainase lingkungan

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    55..33..44.. AAssppeekk PPHHBBSS (( PPrroohhiissaann )) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Dharmasraya secara umum belum

    terlaksana dengan baik, terutama untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang persentase nya mencapai 87,2%. Masyarakat cuci tangan pakai sabun lebih banyak dilakukan hanya pada saat mandi.

    Gambar 5-7 Posisi Pengelolaan sanitasi saat ini komponen Prohisan ( promosi higienis )

    Sumber : EHRA Kabupaten Dharmasraya 2013

    .010.020.030.040.050.060.070.080.090.0

    Ada genangan air (banjir) Tidak ada genangan air

    4.1 Adanya genangan air

    16.3

    83.7

    Genangan Air

    0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

    Tidak

    Ya

    Tidak

    Ya

    Tidak

    Ya

    Tidak

    Ya, berfungsi

    Tidak

    Ya

    Ya, tercemar

    Tidak tercemar

    Ya, BABS

    Tidak

    5.1CT

    PS d

    ilim

    awa

    ktupe

    nting

    5.2.a.

    Apak

    ahlan

    taida

    ndin

    ding

    jamba

    nbe

    bas

    dari

    tinja?

    5.2.

    b.Ap

    akah

    jamba

    nbe

    bas

    dari

    keco

    ada

    nlal

    at?

    5.2.c

    .Ke

    berfu

    ngs

    ianpe

    ngge

    lont

    or.

    5.2.d.

    Apak

    ahte

    rlihat

    ada

    sabu

    n di

    dalam

    atau

    dide

    kat

    jamba

    n?

    5.3

    Penc

    emar

    anpa

    dawa

    dah

    peny

    imp

    anan dan

    pena

    nga

    nan

    air

    5.4

    Perila

    kuBA

    BS

    87.212.8

    38.561.5

    37.962.1

    29.770.3

    46.153.9

    17.782.3

    34.665.4

    PHBS

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    124

    55..44.. MMaattrriixx SSWWOOTT PPeennggeelloollaaaann SSaanniittaassii KKaabbuuppaatteenn DDhhaarrmmaassrraayyaa

    55..44..11.. MMaattrriixx SSWWOOTT PPeennggeelloollaaaann AAiirr ll iimmbbaahh ddoommeessttiicc

    Lingkungan Internal

    Kekuatan ( Strengths) Kelemahan (Weaknesses)

    1. Legalitas Pokja Sanitasi/AMPL Kabupaten Dharmasraya

    2. Komitmen Pendanaan dalam bidang sanitasi melalui Dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

    1. Latar belakang pendidikan dan yupoksi anggota pokja sanitasi/AMPL Kabupaten Dharmasraya diperlukan koordinasi yang lebih rumit dan kompleks.

    2. Kurangnya sosialisasi, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat secara berkesinambungan untuk pengelolaan air limbah.

    3. Kurangnya program dan kegiatan sanitasi yang dilakukan oleh SKPD

    4. Belum adanya Perda tentang pengelolaan air limbah domestic

    Lingkungan External

    Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)

    1. Program dan kegiatan sanitasi lebih terkoordinasi 2. Tersedianya sumber-sumber alternatif pembiayaan

    pembangunan sanitasi yang tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan APBD Kabupaten tetapi dapat menggunakan sumber alternatif lain seperti APBD Propinsi, APBN, Swasta, CSR dan lain lain.

    3. Terbukanya kerjasama dengan Pihak Ketiga seperti swasta, LSM, maupun organisasi lain untuk pengelolaan ai limbah domestic

    4. Adanya pendidikan dan pelatihan dari Pemerintah untuk penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan air limbah domestic

    1. Terjadinya friksi dan kepentingan antar SKPD 2. Tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pendidikan yang

    rendah dan kurangnya terhadap akses informasi, dan lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokok daripada penyediaan infrastrukyur sanitasi khususnya penyediaan jamban sehat

    3. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan air limbah domestik yang benar sehingga tidak ada lagi masyarakat yang melakukan tindakan pencemaran ke badan air penerima (sungai)

    Kondisi lingkungan internal dan eksternal posisi pengelolaan Air limbah domestik di atas, akan menjadi acuan untuk membuat strategi dan program perbaikan dan pengembangan Air limbah domestik ke depan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    125

    55..44..22.. MMaattrriixx SSWWOOTT PPeennggeelloollaaaann PPeerrssaammppaahhaann

    Lingkungan Internal

    Kekuatan ( Strengths) Kelemahan (Weaknesses)

    1. Legalitas Pokja Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

    2. Komitmen Pendanaan dalam bidang sanitasi melalui Dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten oleh Pemerintah Dharmasraya

    1. Latar belakang pendidikan dan tupoksi anggota pokja sanitasi/AMPL Kabupaten Dharmasraya diperlukan koordinasi yang lebih rumit dan kompleks

    2. Kurangnya sosialisasi, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat secara berkesinambungan untuk pengelolaan persampahan pada skala rumah tangga dengan konsep 3 R

    3. Kurangnya program dan kegiatan sanitasi yang dilakukan oleh SKPD

    4. Belum adanya gerakan bersama pengelolaan persampahan pada tataran elite, pegawai pemerintah, lsm dan masyarakat

    5. Belum adanya Perda tentang pengelolaan persampahan yang ada hanya perda tentang retribusi sampah

    Lingkungan External

    Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)

    1. Program dan kegiatan sanitasi lebih terkoordinasi 2. Tersedianya sumber-sumber alternatif pembiayaan

    pembangunan sanitasi yang tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan APBD Kabupaten tetapi dapat menggunakan sumber alternatif lain seperti APBD Propinsi, APBN, Swasta, CSR dan lain lain.

    3. Terbukanya kerjasama dengan Pihak Ketiga seperti swasta, LSM, maupun organisasi lain untuk pengelolaan persampahan

    4. Adanya pendidikan dan pelatihan dari Pemerintah untuk penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan persampahan

    1. Terjadinya friksi dan kepentingan antar SKPD 2. Tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pendidikan yang

    rendah dan kurangnya terhadap akses informasi, dan mengolah sampah secara benar dan tidak membuang sampah disembarang tempat

    3. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah

    Kondisi lingkungan internal dan eksternal posisi pengelolaan persampahan di atas, akan menjadi

    acuan untuk membuat strategi dan program perbaikan dan pengembangan persampahan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    126

    55..44..33.. MMaattrriixx SSWWOOTT PPeennggeelloollaaaann DDrraaiinnaassee lliinnggkkuunnggaann

    Lingkungan Internal

    Kekuatan ( Strengths) Kelemahan (Weaknesses)

    1. Legalitas Pokja Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

    2. Komitmen Pendanaan dalam bidang sanitasi melalui Dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

    1. Latar belakang pendidikan dan tupoksi anggota pokja sanitasi/AMPL Kabupaten Dharmasraya diperlukan koordinasi yang lebih rumit dan kompleks

    2. Kurangnya sosialisasi, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat secara berkesinambungan untuk pengelolaan dan pembangunan drainase pada skala rumah tangga

    3. Kurangnya program dan kegiatan sanitasi yang dilakukan oleh SKPD

    4. Belum adanya gerakan bersama pengelolaan dan pembangunan pada tataran elite, pegawai pemerintah, lsm dan masyarakat

    5. Belum adanya Perda tentang drainase

    Lingkungan External

    Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)

    1. Program dan kegiatan sanitasi lebih terkoordinasi 2. Tersedianya sumber-sumber alternatif pembiayaan

    pembangunan sanitasi yang tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan APBD Kabupaten tetapi dapat menggunakan sumber alternatif lain seperti APBD Propinsi, APBN, Swasta, CSR dan lain lain.

    3. Terbukanya kerjasama dengan Pihak Ketiga seperti swasta, LSM, maupun organisasi lain untuk pengelolaan dan pembangunan drainase

    4. Adanya pendidikan dan pelatihan dari Pemerintah untuk penguatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan dan pembangunan drainase

    1. Terjadinya friksi dan kepentingan antar SKPD 2. Tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pendidikan yang

    rendah dan kurangnya terhadap akses informasi, dan kurang memahami fungsi drainase sehingga tidak membuang sampah di saluran/drinase

    3. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan dan pembangunan

    Kondisi lingkungan internal dan eksternal posisi pengelolaan Drainase di atas, akan menjadi acuan

    untuk membuat strategi dan program perbaikan dan pengembangan Drainase ke depan.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    127

    55..44..44.. MMaattrriixx SSWWOOTT PPeennggeelloollaaaann PPrroohhiissaann

    Lingkungan Internal

    Kekuatan ( Strengths) Kelemahan (Weaknesses)

    1. Legalitas Pokja Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

    2. Komitmen Pendanaan dalam bidang sanitasi melalui Dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya

    3. Program promosi higiene tentang PHBS menjadi program prioritas tahunan Dinas Kesehatan

    4. Telah tersedianya tenaga sanitarian di Dinas Kesehatan

    1. Latar belakang pendidikan dan yupoksi anggota pokja sanitasi/AMPL Kabupaten Pasaman Barat diperlukan koordinasi yang lebih rumit dan kompleks

    2. PHBS di masyarakat belum menjadi kebiasaan yang baik dan penyediaan sarana dan prasarana yang tidak memadai, khususnya jamban yang sehat

    3. PHBS di sekolah belum menjadi kebiasaan yang baik karena belum terintegrasi dalam materi pelajaran maupun penyediaan arana dan prasarana yang memadai, khususnya untuk tempaat cusi tangan dan jamban sekolah yang sehat

    4. Belum adanya gerakan bersama untuk melawan BABs 5. Terbatasnya jumlah dan kapasitas tenaga sanitarian untuk

    menjangkau 60 nagari

    Lingkungan External

    Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)

    1. Program dan kegiatan sanitasi lebih terkoordinasi 2. Tersedianya sumber-sumber alternatif pembiayaan

    pembangunan sanitasi yang tidak hanya mengandalkan sumber pembiayaan APBD Kabupaten tetapi dapat menggunakan sumber alternatif lain seperti APBD Propinsi, APBN, Swasta, CSR dan lain lain.

    3. Terbukanya kerjasama dengan Pihak Ketiga seperti swasta, LSM, maupun organisasi lain untuk mewujudkan program PHBS

    4. Adanya pendidikan dan pelatihan dari Pemerintah untuk penguatan kapasitas aparatur dalam penyelenggaraan PHBS

    1. Terjadinya friksi dan kepentingan anatar SKPD 2. Tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat pendidikan yang

    rendah dan kurangnya terhadap akses informasi, dan lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokok daripada penyediaan infrastrukyur sanitasi dan berpola hidup sehat

    3. Dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan belum diarahkan sepenuhnya untuk penyediaan sarana sanitasi syang sehat di sekolah untuk pembentukan

    Kondisi lingkungan internal dan eksternal posisi pengelolaan Prohisan di atas, akan menjadi acuan

    untuk membuat strategi dan program perbaikan dan pengembangan Prohisan ke depan.

    55..55.. RReekkoommeennddaassii

    55..55..11.. SSuubb SSeekkttoorr AAiirr LLiimmbbaahh Salah satu sistem pengolahan yang direkomendasikan yaitu sistem pengolahan lengkap yang

    terdiri atas prasedimentasi, koagulasi, flokulasi, sedimentasi dan filtrasi (saringan pasir cepat). Hasil pengolahan ini nantinya akan menghasilkan buangan berupa lumpur (sludge) yang memerlukan pengurasan pada periode waktu tertentu. Agar sludge ini tidak mencemari dan menimbulkan sedimentasi di dasar sungai sebagai badan air penerima, maka diperlukan pengolahan khusus yaitu

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    128

    unit pengolahan lumpur seperti sludge drying bed. Unit pengolahan lumpur ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif mengingat hasil buangan dari IPA hanya berupa endapan pasir sehingga beban pencemaran tidak terlalu berat.

    55..55..22.. SSuubb SSeekkttoorr PPeerrssaammppaahhaann Kurang optimalnya pelayanan persampahan di Kabupaten Dharmasraya salah satu

    penyebabnya adalah minimnya anggaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk menambah sarana dan prasarana operasional pengelolaan sampah, maupun dalam rangka peningkatan manajemen pengelolaan persampahan serta peningkatan kualitas DDM.

    Usulan tindakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan sistem pengelolaan persampahan adalah dengan melakukan optimalisasi dan rehabilitasi terhadap sarana dan prasarana persampahan yang ada saat ini, menambah jumlah sarana dan prasarana persampahan mulai dari tempat pengumpul sampah (bin), gerobak sampah, tempat pemrosesan sementara (TPS), menambah kontainer, arm roll truck, membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) permanen berikut alat berat penunjang operasional persampahan.

    Adapun rencana peningkatan pengelolaan sampah yang perlu dilakukan, meliputi : 1. Peningkatan fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan TPA yang sudah dibangun yang

    ditunjang dengan infrastruktur dan sarana-prasarana yang memadai; 2. Peningkatan SDM yang berkaitan dengan pengelolaan sampah baik kualitas maupun

    kuantitas SDM; 3. Penyusunan payung hukum pengelolaan persampahan. 4. Penyusunan masterplan persampahan dalam rangka menghitung jumlah dan strategi lebih

    lanjut dalkam penanganan persampahan; 5. Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengolahan Persampahan di setiap daerah penghasil

    sampah; 6. Perhitungan wilayah layanan dan jumlah timbulan sampah untuk memperkirakan manjemen

    dan jumlah sarana/prasarana penunjang. 7. Sosialisasi tentang pengelolaan persampahan yang ramah lingkungan dan sesuai aturan

    yang berlaku. 8. Kerjasama Pengolahan Sampah;

    55..55..33.. SSuubb sseekkttoorr ddrraaiinnaassee ll iinnggkkuunnggaann Pengembangan sub-sektor drainase perlu dilakukan yang diutamakan dengan penyusunan

    Masterplan Drainase Kabupaten Dharmasraya untuk melihat prioritas dan keterpaduan pembangunan drainase. Penyusunan Masterplan ini perlu menjadi prioritas mengingat pada umumnya penanganan sistem drainase saat ini masih bersifat parsial, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas pada suatu kawasan atau daerah.

    Dharmasraya sebagai kawasan yang cukup luas dengan karakteristik yang masih didominasi oleh wilayah pedesaan maka pendekatan Drainase Berwawasan Lingkungan adalah hal yang cukup tepat dimana pengelolaan drainase dilakukan dengan 2 (dua) pola pendekatan yaitu dengan :

    1. Pola detensi (menampung air sementara), misalnya dengan membuat kolam penampungan. 2. Pola retensi (meresapkan), antara lain dengan membuat sumur resapan, saluran resapan,

    bidang resapan atau kolam resapan. Secara umum hal-hal yang perlu menjadi fokus perencanaan dalam penanganan dan

    pengembangan drainase adalah : 1. Integrasi perencanaan : Master Plan, Outline Plan Drainase dan Keterpaduan Sistem Makro

    & Mikro. 2. Meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan sarana prasarana drainase dan

    berbagai sumber pendanaan. 3. Strategi pengelolaan dengan penyiapan peraturan dan produk hukum untuk penanganan

    drainase, peningkatan peran serta masyarakat dan garis sepadan saluran

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    129

    Dari sisi sosial juga perlu dilakukan pendekatan mengingat peningkatan pemahaman mengenai sistem drainase kepada pihak yang terlibat baik pelaksana maupun masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan, agar penanganan permasalahan sistem drainase dapat dilakukan secara terus menerus dengan sebaik-baiknya.

    55..55..44.. AAssppeekk PPHHBBSS (( PPrroohhiissaann )) Promosi PHBS perlu terus ditingkatkan dengan pendekatan yang memahami kerifan local. Hal

    ini mengingat kebiasaan atau perilaku merupakan hal yang memerlukan waktu dan tenaga dalam upaya merubahnya. Kebiasaan yang sudah melekat dimasyarakat akan sulit diubah walaupun hal tersebut merupakan kebiasaan yang tidak sehat. Pendekatan membiasakan CTPS dengan target sasaran pada tingkat anak-anak sekolah adalah pendekatan yang akan lebih tepat dan memiliki pengaruh dalam merubah kebiasaan orang tua untuk ikut mebiasakan CTPS.

    Kebiasaan BABS pun perlu pendekatan yang lebih paham kondisi dan kearifan local suatu wilayah, akan sulit merubah kebiasaan BABS apabila tidak memahami kondisi geografis dan perilaku masyarakat yang akn diubah. Pendekatan yang tepat dalam mebiasakan Prohisan sangat ditentukan oleh pemahaman pelaku promosi terhadap kondisi dan situasi lingkungan target promosinya.

    Pemberlakuan PHBS sebaiknya memang harus dilakukan sejak dini serta terus disosialisasikan kepada lapisan masyarakat dan sekolah-sekolah. Peran serta keluarga dan sekolah sangat besar dalam menumbuhkan sikap berprilaku hidup bersih dan sehat, begitu juga dari peran lembaga-lembaga keagamaan dapat dioptimalkan mengingat dampak dan bahaya yang diakibatkan oleh rendahnya kesadaran untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    130

    DAFTAR SINGKATAN

    AMDAL Analisis Dampak Lingkungan AMPL-BM Air Minum dan Penyehatan Lingkungan- Berbasis Masyarakat APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappeda Badan Perencana Pembangunan Daerah BPMPD Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa BPLH Badan Pengelola Lingkungan Hidup CLTS Community Lead Total Sanitation CTPS Cuci Tangan Pakai Sabun DAK Dana Alokasi Khusus DAU Dana Alokasi Umum DED Detail Engineering Design DPRD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPU Dinas Pekerjaan Umum DTRBP Dinas Tata Ruang Bangunan dan Pemukiman DPKAD Dinas Pengelola Keuangan Daerah Dinkes Dinas Kesehatan Dindik Dinas Pendidikan Distamben Dinas Pertambangan dan Energi EHRA Environmental Health Risk Assessment IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah IPLT Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja IRI Islamic Relief Indonesia Kemendagri Kementerian Dalam Negeri Kemenkes Kementerian Kesehatan Kemenkeu Kementerian Keuangan LSM Lembaga Swadaya Masyarakat MBR Masyarakat berpenghasilan rendah MCK Mandi, Cuci dan Kakus MDGs Millennium Development Goals Musrenbang Musyawarah Perencanaan Pembangunan NGO Non-Governmental Organization O&M Operation and Maintenance PAD Pendapatan Asli Daerah PAH Penampungan Air Hujan Pamsimas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat PDAM Perusahaan Daerah Air Minum PDB Produk Domestik Bruto Perda Peraturan Daerah

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA

    131

    Pemda Pemerintah Daerah Permendagri Perintah Menteri Dalam Negeri PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PNPM Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pokja Kelompok Kerja PP Peraturan Pemerintah PPh Pajak Pertambahan Hasil PPSP Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman PU Pekerjaan Umum RKA-SKPD Rencana Kerja dan Anggaran - Satuan Kerja Perangkat Daerah RKA Rencana Kerja Anggaran RPIJM Rencana Program Investasi Jangka Menengah RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RT Rukun Tetanggga RW Rukun Warga RTRW Rencana Tata Ruang Wilayah Sanimas Sanitasi berbasis Masyarakat Satker Satuan Kerja Sekda Sekretaris Daerah Setda Sekretariat Daerah SGL Sumur Gali SILPA Sisa Lebih Penggunaan Anggaran SPA Sehat Pakai Air SKPD Satuan Kerja Perangkat Daerah SPM Standar Pelayanan Minimal SPT Sumur Pompa Tangan STBM Sanitasi Total Berbasis Masyarakat SSK Strategi Sanitasi Kota/Kabupaten WD Solid Waste Disposal TA Technical Assistance TPA Tempat Pemrosesan Akhir TPS Tempat Penampungan Sementara TPSA Tempat Penampungan Sampah Akhir TUPM Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan UU Undang-undang UKM Usaha Kecil Menengah UMKM Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UPAM Unit Pengelola Air Minum UPTD Unit Pelaksana Teknis Daerah WS Water Supply

  • BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN DHARMASRAYA