Budaya Dan Olahraga Sebagai Produk Pariwisata

  • View
    573

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

DIKLATSAR XV(OFFSIDE) BUDAYA dan OLAHRAGA SEBAGAI PRODUK PARIWISATA

Disusun Oleh: MILAWATI (TOSER)

UKM OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR DESEMBER 2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wataala karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyusun sebuah makalah yang membahas tentang Budaya dan Olahraga Sebagai Produk Pariwisata. Salam dan Taslim kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam, keluarganya, Para Shahabat, Tabiin dan Para Tabiut Tabin serta orang-orang yang senantiasa istiqamah di jalan-Nya hingga yaumul qiyamah, Amiin. Apabila terdapat kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah ini, maka penulis mohon ampun hanya kepada Allah Subhanahu Wataala sebagai hamba-hamba yang dhaif, karena sesungguhnya yang benar itu datangnya hanya dari-Nya. penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran dari pihak pembaca yang sifatnya membangun. Akhirnya, penulis atas nama penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, Semoga Bermanfaat. Makassar, November 2011 PENYUSUN MILAWATIBudaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

2

DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar......................................................................................................1 Daftar Isi.................................................................................................................2 Bab I Pendahuluan................................................................................................3A. LatarBelakang........................................................................................3 B. Rumusan Masalah..................................................................................4 C. Tujuan....................................................................................................4

Bab II Tinjauan Pustaka.......................................................................................5A. Definisi Budaya dan Olahraga...............................................................5 B. Perkembangan Budaya dan olahraga terhadap sektor pariwisata........16

Bab III Penutup...................................................................................................19A. Kesimpulan................................................................................................19 B. Saran..........................................................................................................19

Daftar Pustaka.....................................................................................................20

Budaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

3

BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakang Pariwisata merupakan salah satu industri yang mempunyai peran cukup penting dalam pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Pembangunan pariwisata yang direncanakan dan dikelola secara berkelanjutan dengan berbasis pada masyarakat akan mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa negara dan menciptakan lapangan kerja. Disamping itu, pembangunan pariwisata juga dapat menciptakan pendapatan yang dapat digunakan untuk melindungi dan melestarikan budaya dan lingkungan dan secara langsung menyentuh masyarakat setempat/desa tujuan wisata. Prospek pariwisata di pasar global ke depan semakin bagus. Menurut World Tourism Organisation (WTO), industri pariwisata dunia diperkirakan akan terus bertumbuh mencapai 4,3 persen per tahun sampai tahun 2020. Di Indonesia, pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar setelah sektor minyak dan gas bumi. Selain sebagai penghasil devisa, pariwisata secara juga dapat mengatasi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk menangkap peluang pertumbuhan industri pariwisata dunia, Pemerintah berupaya mengembangkan produk-produk pariwisata yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia di antaranya adalah industri budaya dan industri olahraga. Indonesia kaya dengan sumber daya budaya dan olahraga yang unikBudaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

4

serta atraktif yang mampu menarik minat wisatawan. Namun pariwisata yang berbasis pada kedua produk tersebut belum dikembangkan secara sinergi. Sehingga dalam makalah ini akan dibahas mengenai perkembangan kedua produk yaitu budaya dan olahraga dalam rangka mengembangkan pariwisata di Indonesia.

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu : Bagaimanakah hubungan perkembangan budaya dan olahraga terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

C. Tujuan Tujuan dari makalah ini yaitu untuk mendorong pengembangan industri budaya dan industri olahraga dalam mendukung pembangunan pariwisata.

Budaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Budaya dan Olahraga Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Olahraga dapat diartikan gerak badan agar sehat. Sedang menurut para pakar olahraga, adalah sebuah aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera jasmani dan sejahtera rohani) manusia itu sendiri. Dalam makalah ini, olahraga yang dimaksud yaitu olahraga tradisional yaitu olahraga yang merupakan olahraga asli suatu daerah atau olahraga yang khas dari suatu daerah tertentu yang dapat menjadi daya tarik dari daerah tersebut.

Budaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

6

Kebudayaan kebudayaan Khas di Indonesia. 1. Kebudayaan Toraja Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Wilayah Tana Toraja juga digelar Tondok Lilina Lapongan Bulan Tana Matari allo arti harfiahnya adalah "Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari". Wilayah ini dihuni oleh etnis Toraja. (a) Asal masyarakat Tana Toraja. Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa). Lain lagi versi dari DR. C. Cyrut seorang anthtropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk local atau pribumi yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang imigran dari Teluk Tongkin-Yunnan, daratan China Selatan. Proses pembauran antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indo China dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai

Budaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

7

yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut. (b) Sejarah Aluk Konon manusia yang turun ke bumi, telah dibekali dengan aturan keagamaan yang disebut aluk. Aluk merupakan aturan keagamaan yang menjadi sumber dari budaya dan pandangan hidup leluhur suku Toraja yang mengandung nilai-nilai religius yang mengarahkan polapola tingkah laku hidup dan ritual suku Toraja untuk mengabdi kepada Puang Matua. Cerita tentang perkembangan dan penyebaran Aluk terjadi dalam lima tahap, yakni: Tipamulanna Aluk ditampa dao langi' yakni permulaan penciptaan Aluk diatas langit, Mendemme' di kapadanganna yakni Aluk diturunkan kebumi oleh Puang Buru Langi' dirura. Kedua tahapan ini lebih merupakan mitos. Dalam penelitian pada hakekatnya aluk merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa kaum imigran dari dataran Indo China pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi. (c) Kambira Kuburan Bayi Seseorang bayi yang belum tumbuh gigi apabila meninggal dunia akan dikuburkan ke dalam sebatang pohon kayu yang hidup dari jenis pohon kayu Tarra. Kayu yang digunakan dilokasi ini telah berumur sekitar 300 tahun yang lalu. Proses pelaksanaan pekuburan sejenis ini mengenal tahap-tahap sebagai berikut: Bayi yang meninggal dibalut dengan kain putih yang pernah dipakai dalam posisi dalam keadaan dipangku.Kemudian keluarga memberi tanda pada pohon kayu yang hendak digunakan sebagai kuburan (matanda kayu).Membuat lubang dengan ketentuan tidak boleh berhadapan dengan rumah kediamannya.Mempersiapkan penutup kubur dari bahan pelepah enau. Membuat tana (pasak) karurung dari ijuk sesuai tingkatan strata sosialnya.12 tana karurung bagi tingkatan bangsawan.Budaya dan olahraga sebagai produk pariwisata

8

8 tana karurung bagi tingkatan menengah. 6 tana karurung bagi tingkatan bawah. Makadende yaitu membuat tali ijuk sebelum jenasah dibawa ke kuburan, seekor babi jantan hitam dipotong atau disembelih di halaman rumah duka, kemudian dibawa ke k