Booklet NPWP dan PKP

  • View
    17

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

NPWP dan Pengukuhan PKP

Transcript

  • 1Beberapa Pengertian Yang Perlu Diketahui

    PajakKontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    Wajib Pajak Wajib Pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.

    PengusahaPengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean.

    Pengusaha Kena Pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1983 dan perubahannya, tidak termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

    Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    Pendaftaran Untuk Mendapatkan NPWPBerdasarkan sistem self assessment setiap WP yang memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP dengan cara :

    NPWP &

    Pengukuhan PKP 01 seriKUP

  • 232

    a. Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan WP,

    b. melalui internet di situs Direktorat Jenderal Pajak dengan alamat www.pajak.go.id.

    - Kewajiban mendaftarkan diri berlaku pula terhadap wanita kawin yang ingin dikenai pajak secara terpisah dengan suaminya.

    - Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu yang mempunyai tempat usaha berbeda dengan tempat tinggal, selain wajib mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggalnya, juga diwajibkan mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan.

    - Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, bila sampai dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun, wajib mendaftarkan diri paling lambat pada akhir bulan berikutnya.

    - WP orang pribadi lainnya yang memerlukan NPWP dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh NPWP.

    Pelaporan Usaha Untuk Pengukuhan PKP- Pengusaha yang dikenai PPN, wajib melaporkan usahanya pada KPP yang wilayah

    kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi PKP.

    - Pengusaha orang pribadi atau badan yang mempunyai tempat kegiatan usaha berbeda dengan tempat tinggal, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan, juga wajib mendaftarkan diri ke KPP di tempat kegiatan usaha dilakukan.

    - Pengusaha kecil yang memlilih untuk dikukuhkan sebagai PKP wajib mengajukan pernyataan tertulis untuk dikukuhkan sebagai PKP.

    - Pengusaha kecil yang tidak memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP tetapi sampai dengan suatu masa pajak dalam suatu tahun buku seluruh nilai peredaran bruto telah melampaui batasan yang ditentukan sebagai pengusaha kecil, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir masa pajak berikutnya.

    Tempat Pendaftaran WP Tertentu & Pelaporan Bagi Pengusaha Tertentu a. Seluruh WP BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan WP BUMD (Badan Usaha Milik

    Daerah) di wilayah DKI Jakarta, di KPP BUMN Jakarta;b. WP PMA (Penanaman Modal Asing) yang tidak go public, di KPP PMA kecuali yang

    telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di kawasan berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat;

    c. WP Badan dan Orang Asing (Badora), di KPP Badora;d. WP go public, di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public), kecuali WP BUMN/BUMD

    serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat;e. WP BUMD diluar Jakarta, di KPP setempat;f. Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di luar Jakarta, khusus PPh

    Pemotongan/pemungutan dan PPN/PPnBM di tempat kegiatan usaha atau cabang.

    Fungsi NPWP & Pengukuhan PKPa. Fungsi NPWP

    - Sarana dalam administrasi perpajakan;- Tanda pengenal diri atau Identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban

    perpajakannya;- Menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi

    perpajakan; Setiap WP hanya diberikan satu NPWPb. Fungsi Pengukuhan PKP

    - Pengawasan dalam melaksanakan hak dan kewajiban PKP di bidang PPN dan PPn BM.

    - Sebagai identitas PKP yang bersangkutan.

    Penerbitan NPWP dan Pengukuhan PKP Secara Jabatan (Sifat Retroaktif)KPP dapat menerbitkan NPWP dan Pengukuhan PKP secara jabatan, apabila WP tidak memenuhi kewajiban mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP, bila berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak ternyata WP memenuhi syarat untuk memperoleh NPWP atau PKP.

    Sanksi Yang Berhubungan Dengan NPWP & Pengukuhan Sebagai PKPSetiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau Pengukuhan PKP, sehingga dapat merugikan pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.Pidana tersebut di atas ditambah 1 (satu) kali menjadi 2 (dua) kali sanksi pidana, apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat 1 (satu) tahun, terhitung sejak selesainya menjalani pidana penjara yang dijatuhkan.

    Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak atau pengkreditan pajak, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan/atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah restitusi yang dimohonkan dan/atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan.

  • 54

    4

    NPWP

    & Manfaatnya 01a seriKUP

    NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)

    Apa sih Nomor Pokok Wajib Pajak itu ?

    Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    Lalu apa yang dimaksud dengan Wajib Pajak ?

    Wajib Pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    Siapa saja yang dimaksud dengan Orang Pribadi yang wajib memiliki NPWP itu ?

    1. Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas2. Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, yang memperoleh

    penghasilan diatas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

    Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun adalah : Wajib Pajak sendiri : Rp 15.840.000,00 Wajib Pajak kawin : Rp 17.160.000,00Wajib Pajak kawin & Memiliki 1 tanggungan : Rp 18.480.000,00 Wajib Pajak kawin & Memiliki 2 tanggungan : Rp 19.800.000,00 Wajib Pajak kawin & Memiliki 3 tanggungan : Rp 21.120.000,00

    Misalnya, Budi (statusnya sendiri) karyawan di PT A memiliki penghasilan setiap bulannya Rp 2 juta atau setahun Rp 24 juta, dengan demikian Budi wajib memiliki NPWP.

    Bagaimana cara mendapatkan NPWP ?

    Pendaftaran NPWP dapat dilakukan dengan membuka situs Direktorat Jenderal Pajak. Langkah-langkahnya adalah : Cari situs Direktorat Jenderal Pajak di Internet dengan alamat www.pajak.go.id. Selanjutnya anda memilih menu e-reg (electronic registration). Pilih menu buat account baru dan isilah kolom sesuai yang diminta ; Setelah itu anda akan masuk ke menu Formulir Registrasi Wajib Pajak Orang Pribadi.

    Isilah sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang anda miliki. Anda akan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Sementara yang berlaku

  • 676

    selama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran dilakukan. Cetak SKT Sementara tersebut sebagai bukti anda sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak.

    Tanda tangani formulir registrasi, kemudian dapat dikirimkan/disampaikan langsung bersama SKT Sementara ke Kantor Pelayanan Pajak seperti yang tertera pada SKT Sementara tersebut. Setelah itu Wajib Pajak akan menerima kartu NPWP dan SKT asli.

    Pendaftaran NPWP juga dapat dilakukan dengan cara langsung mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerj