Click here to load reader

BISNIS ECERAN Pemasaran Jasa Garuda

  • View
    269

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of BISNIS ECERAN Pemasaran Jasa Garuda

TUGAS BISNIS ECERAN GARUDA INDONESIA

DISUSUN OLEH : HADIAN M.W (120203090024) INDRA.S.H (1202030900)

KRESNA.G.P (1202030900) PRABA.P.I.D (1202030900) YUSUF.S.P (1202030900)

FAKULTAS EKONOMI D3 PAAP MANAJEMEN PEMASARAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, penulisan makalah yang berjudul Pemasaran jasa di garuda indonesia ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pemasaran Jasa Program Studi Manajemen Pemasaran Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung. Dalam penyusunan makalah ini, tidak terlepas dari berbagai halangan dan rintangan. Namun berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya semua halangan dan rintangan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini izinkan penulis untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dan masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bandung, November 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Identifikasi Masalah. 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian. 2 2

ii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengertian Jasa 2.2 Bauran Jasa. 3 2.3 Dimensi Kualitas Jasa.. 2.4 Analisis SWOT........................................... 2.5 Desain Strategi Pemasaran. 2.6 Analisis lingkungan Pemasaran 12 9 7 7 3

BAB III GAMBARAN UMUM3.1 Company Profile 3.2 Visi dan Misi. 14 15

BAB IV PEMBAHASAN4.1 Bauran Pemasaran.. 4.2 Dimensi Kualitas Jasa. 4.3 Desain Strategi Pemasaran 19 19 20 16

4.4 Analisis SWOT. 4.5 Analisis Lingkungan Pemasaran . 22

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 KESIMPULAN. 25 5.2 SARAN. 25

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN GAMBAR

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakanggaruda Indonesia dinamai burung legenda yang menanggung dewa di perjalanan legendaris mereka. Baru-baru ini, Garuda Indonesia, bersama dengan negara secara keseluruhan, telah mengalami masa perubahan yang dinamis.Garuda Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan layanan transportasi udara yang aman nyaman dan terpercaya. Melalui upaya itu, Garuda Indonesia kini telah berhasil meningkatkan kinerjanya dalam bidang keberangkatan tepat waktu, faktor beban dan hasil, dan perusahaan baru-baru ini kembali ke posisi arus kas positif dan laba usaha. Garuda Indonesia juga menyadari bahwa tantangan bisnis masa depan akan semakin kompleks dan sulit. Akibatnya, Garuda Indonesia bertekad untuk meningkatkan kualitas dalam seluruh aspek kegiatan perusahaan,

dan untuk mempersiapkan privatisasi yang akan terealisasi dalam waktu dekat. Melalui upaya tersebut adalah harapan tulus kami bahwa Garuda Indonesia akan tetap menjadi sumber kebanggaan nasional yang besar untuk Indonesia, dan bahwa kita akan terus menjadi salah satu maskapai penerbangan Asia yang paling dihormati.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN JASAJasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu. Adapun klasifikasi dari jasa, yaitu : (Philip Kotler, 2007:42-28):o

Tidak Berwujud : Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, dan didengar da dicium sebelum dibeli Tidak Terpisahkan bersamaan : Jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara

o

o

Bervariasi : Karena bergantung pada siapa yang memberikan serta kapan dan dimana diberikan, jasa sangat bervariasi

o

Tidak tahan Lama

: Jasa tidak tahan lama

2.2 Bauran Jasa2.2.1 ProductMenurut Philip kotler, produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan mereka. Adapun tingkatan produk adalah:o o o o o

Core Benefit Basic Product Expected Product Augmented Product

: Manfaat produk : Produk dasar : Produk yang diharapkan : Produk yang ditingkatkan

Potensial Product : Produk masa depan

2.2.2 PriceMenurut Philip kotler, harga adalah salah satu unsure bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Adapun langkahlangkah yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga, yaitu : (CM. Lingga Purnama, 2002:133).o o o o

Memilih tujuan penetapan harga Menganalisis situasi penetapan harga Memilih strategi penetapan harga Menentukan harga akhir dan adaptasi harga

2.2.3 PlaceSaluran distribusi merupakan strategi yang berkaitan erat dengan upaya konsumen untuk mendistribusikan atau menyalurkan produk.

Adapun fungsi-fungsi dari saluran distribusi, sebagai berikut : (CM. Lingga Purnama, 2002:139-140).o o o o o o o

Mengumpulkan dan menyebarkan informasi pemasaran Mempromosikan produk kepada konsumen Negosiasi transfer kepemilikan penduduk Membuat terjadinya pemesanan produk dari konsumen Mengatur pembiayaan di berbaga tingkat saluran distribusi Penanggungan resiko pada pelaksanaan fungsi saluran distribusi Mengelola pergerakan fisik mulai dari bahan mentah sampai end user Fungsi pembayaran via bank dan institusi keuangan lainya Transfer kepemilikan produk dari produsen sampai end user

o o

2.2.4 PromotionStrategi promosi adalah tindakan perencanaan, implementasi, dan pengendalian komunikasi dari pemasar kepada konsumen dan target sasaran. (CM Lingga Purnama, 2002:150). Adapun bauran promosi sebagai berikut : (Philip kotler, 2005:228)o

Advertising : suatu bentuk presentasi non personal atau missal dan promosi ide, barang dan jasa dalam media masa yang dibayar oleh sponsor tertentu Personal seling : suatu bentuk interaksi langsung dengan calon konsumen untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menerima pesanan Sales promotion: Intensif jangka pendek dalam aktivitas promosi untuk merangsang pembelian produk dengan cara yang bervariasi

o

o

o

Publicity dan PR : Stimulasi nonpersonal dan personal terhadap produk untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau produk individualnya Direct marketing : Komunikasi pemasaran secara langsung dengan cara mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen maupun calon konsumen.

o

2.2.5 ProcessProses adalah cara-cara memasarkan jasa yang dilakukan oleh produsen hingga sampai ke tangan konsumen

2.2.6 PeoplePeople adalah orang-orang yang terlibat proses menghasilkan jasa.

2.2.7 Physical AdvidencePhisycal Evidance adalah ukti-bukti fisik yang dapat dilihat dan berperan dalam kegiatan pemasaran jasa.

2.3 DIMENSI KUALITAS JASAAda lima penentu mutu jasa, kelimanya disajikan menurut tingkat kepentingannya, yaitu : (Philip kotler, 2007:56) 2.3.1 tangible (benda berwujud) Penampilan fasilitas fisik, perlengkapan, karyawan dan bahan komunikasi

2.3.3 emphaty (empati) Kesediaan melaksanakan pelayanan yang dijanjikan secara meyakinkan dan akurat.

2.3.4 Responsiveness (daya tanggap) Kesediaan membantu pelanggan dan memberikan jasa yang cepat

2.3.5 assurance (jaminan) Pengetahuan dan kesopanan karyawan dan kemampuan mereka menyampaikan kepercayaan dan keyakinan.

2.4 ANALISIS SWOTAnalisis adalah suatu kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus, mengetahui isu apa yang sedang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan untuk memecahkan masalah. Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai factor secara sistematis terhadap kekuata-kekuatan (Strength) dan kelemahan-kelemahan (Weakness) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (threats) dari lingkungan untuk merumuskan strategi organisasi.

Analisa ini terbagi atas empat kelompok dasar yaitu : 1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi 2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi 3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.

4. Threat (T), adalah situasi atau kondisi merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan

2.5 DESAIN STRATEGI PEMASARANHal terpenting yang perlu dilakukan oleh pemasar adalah penerapan konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning). (CM. Lingga Purnama, 2002:80). 2.5.1 Segmenting Memilah-milah pasar yang heterogen menjadi segmen-segmen yang lebih homogeny. Adapun variable segmentasi untuk pasaar konsumen sebagai berikut (CM. Lingga Purnama, 2002:85)o o o o

Geografis Demografis Psikologis Perilaku

2.5.2 Targeting Setelah pemasar mengidentifikasi peluang segmen pasar, tahapan selanutnya adalah mengevaluasi beragam segmen dan memutuskan mana yang akan kita bidik. Dalam membidik konsumen, pemasar harus dapat membedakan pasarnya antara pasar jangka pendek dan pasar masa depan serta pasar primer dan pasar sekunder. (CM Lingga Purnama, 2002:92).

2.5.3 Positioning Poitioning merupakan tindakan untuk merancang penawaran dan citra perusahaan agar menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berbeda dalam benak pelanggan sasaranya. Dalam melakukan differensiasi utama dalam produk yang dihasilkan.(CM Linga Purnama, 2002:97)

o o o o o

Differensiasi produk Differensiasi service Differensiasi personal Differensiasi saluran Differensiasi citra