Click here to load reader

Biaya Bersama

  • View
    165

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Biaya Bersama

BIAYA BERSAMA

Pengantar

Banyak proses produksi yang menghasilkan lebih dari satu produk dari suatu proses produksi. Misalnya industri perminyakan yang memproses minyak mentah menjadi berbagai macam produk seperti, minyak tanah, kerosene, gasoline, dan lain-lainnya. Dalam proses produksi produk bersama terdapat produk yang memiliki nilai jual dan kuantitas yang lebih kecil dibandingkan dengan produk yang lainnya yang disebut produk sampingan (byproducts). Sementara produk yang memiliki nilai jual dan kuantitas lebih besar dibandingkan produk lainnya disebut produk utama (main product).

Produk utama maupun produk sampingan diperoleh dari suatu masukan tunggal dalam suatu proses produksi. Jadi, proses produksi keduanya dimulai dari suatu bahan mentah yang sama sampai pada suatu titik proses produksi tertentu dapat diidentifikasi menjadi produk-produk yang terpisah yang disebut titik pemisahan (split-off point). Setelah produk bersama atau produk sampingan terpisah, produk-produk tersebut dapat dijual atau diproses lebih lanjut supaya layak jual, tergantung dari sifatnya. Biaya tambahan untuk pemrosesan lebih lanjut yang terjadi setelah titik pemisahan disebut biaya yang dapat dipisahkan (separable costs) atau biaya pemrosesan tambahan (additional processing costs).

Biaya produk bersama atau disebut juga joint cost merupakan biaya-biaya produksi yang terjadi seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik sebelum mencapai titik pemisahan (split-off point). Dalam proses ini peran alokasi biaya dibutuhkan untuk mengalokasikan biaya-biaya diantara produk bersama, yaitu untuk menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan untuk tujuan pelaporan keuangan.

Pengertian

Produk sampingan (by product):produk dengan total nilai relatif kecil dan dihasilkan secara simultan dg suatu produk lain yang total nilainya lebih besar Produk utama (main product); biasanya diproduksi dalam jumlah yang relatif besar dibanding produk sampingan Produk gabungan :diproduksi secara bersamasama melalui suatu proses atau serentetan proses umum, dimana setiap produk yang dihasilkan memiliki lebih dari nilai nominal dalam

Karakteristik produk sampingan

1. Dijual dalam bentuk asalnya tanpa diproses lebih lanjut 2. Diproses lebih lanjut agar dapat dijual

Metode Menghitung Biaya produk sampingan.Metode 1: biaya produksi gabungan tidak dialokasikan ke produk sampingan. Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk sampingan dikreditkan ke pendapatan atau ke biaya produksi (menambah pendapatan atau mengurangi biaya produksi.

Metode 2: Sebagian biaya gabungan dialokasikan ke produk sampingan, nilai persediaan didasarkan pada besarnya biaya gabungan ygdialokasikan ditambah dgn biaya pemrosesan lebih lanjut setelah titik pisah batas. Ada 2 metode yg digunakan : 1. Metode biaya penggantian (replacement cost method) dan 2. Metode Nilai pasar (market value method)

Metode 1Pengakuan penjualan produk sampingan, diperlakukan sebagai : 1. Pendapatan lain-lain 2. Tambahan pendapatan penjualan 3. Pengurang harga pokok penjualan produk utama 4. Pengurang biaya produk utama

Metode 1: Pengakuan pendapatan kotor 1a) Penjualan produk sampingan sebagai pendapatan lain-lainPenjualan produk utama 10.000 Unit @ $ 2 Harga pokok penjualan: Perseiaan awal (1.000.unit @ $ 1.5) Total biaya produksi (11.000 @ $ 1.5) Tersedia untuk dijual Persediaan akhir (2.000 @ $1.5) + $ 1.500 16.500 18.000 3.000 $ 20.000,-

Harga pokok penjualan Laba kotorBeban pemasaran dan administrasi Laba operasi Pendapatan lain-lain: Pejualan produk sampingan Laba sebelum pajak

15.000,5.0002.000 3.000 1.500 4.500

1b) Penjualan produk sampingan sebagai Tambahan pendapatan PenjualanPenjualan produ utama 10.000 Unit @ $ 2 Penjualan produk sampingan Total penjualan Harga pokok penjualan: Perseiaan awal (1.000.unit @ $ 1.5) Total biaya produksi (11.000 @ $ 1.5) Tersedia untuk dijual Persediaan akhir (2.000 @ $1.5) Harga pokok penjualan Laba kotor Beban pemasaran dan administrasi Laba sebelum pajak + $ 1.500 16.500 18.000 3.000 15.000,-6.500 2.0004.500 + $ 20.000,1.500 $ 21.500

1c) Penjualan produk sampingan sebagai Pengurang Harga Pokok PenjualanPenjualan produ utama 10.000 Unit @ $ 2 Harga pokok penjualan: Persediaan awal (1.000.unit @ $ 1.5) Total biaya produksi (11.000 @ $ 1.5) Tersedia untuk dijual Persediaan akhir (2.000 @ $1.5) Harga pokok penjualan Penjualan produk sampingan Laba kotor Beban pemasaran dan administrasi Laba sebelum pajak + $ 1.500 16.500 18.000 3.000 15.000 1.500 13.500 6.500 2.000 4.500 $ 20.000,-

1d) Penjualan produk sampingan sebagai Pengurang Biaya ProduksiPenjualan produ utama 10.000 Unit @ $ 2 Harga pokok penjualan: Perseiaan awal (1.000.unit @ $ 1.5) Total biaya produksi (11.000 @ $ 1.5) Penjualan produk sampingan Tersedia untuk dijual Persediaan akhir (2.000 @ $1.5) Harga pokok penjualan Laba kotor Beban pemasaran dan administrasi Laba sebelum pajak 16.500 1.500 15.000 16.500 3.000 13.500 6.500 2.000 4.500 $ 1.500 $ 20.000,-

Akibat dari biaya produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang biaya produksi, maka harga pokok produk / unit menjadi berkurang: (revisi hpp)Penjualan produ utama 10.000 Unit @ $ 2 Harga pokok penjualan: Perseiaan awal (1.000.unit @ $ 1.5)*) Total biaya produksi (11.000 @ $ 1.5) Penjualan produk sampingan 16.500 1.500 15.000 Tersedia untuk dijual ([email protected]) pers akhir sblmnya Persediaan akhir (2.000 @ $1.375) Harga pokok penjualan 16.500 2.750 13.750 $ 1.500 $ 20.000,-

Laba kotor Beban pemasaran dan administrasiLaba sebelum pajak

6.250 2.0004.250

Metode Harga Pasar (Pembatalan biaya Reversal Cost)

Mengurangi biaya produksi produk utama, dengan estimasi nilai produk sampingan pada saat dijual.Tambahan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan BOP yang terjadi setelah titik pisah batas dibenbankan ke produk sampingan

Item Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya produksi 40.000 unit Harga pasar 5.000 unit @ 1,8 Estimasi laba kotor Asumsi laba operasi (20%x Hg Jual) Beban pemasaran & adm (5% x Hg jual) Estimasi Biaya produksi Stlh titik batas:

Produk Utama $ 50.000 70.000 40.000 160.000

Produk Sampingan

$

9.000

$ 1.800 450 + 2.250

BBTK OP B.pemasarn+estimasi b.prod Estimasi nilai produk sampingan di titik pisah batas yang akan dikreditkan ke produk utama Biaya bersih produk utama

$ 1.0001.200 300 + 2.500 4.750

4.250 155.750

4.250

(+) Biaya produksi aktual setelah titik pisah batas 2.300 6.550 Total jumlah unit Biaya per unit 40.000 $ 3,894 5.000 $ 1,31

Metode Alokasi Biaya Produksi Bersama ke Produk Gabungan

Biaya produk gabungan (terjadi sebelum titik pisah batas), dapat dialokasikan ke produk gabungan menggunakan salah satu metode berikut ini: Metode harga pasar, berdasarkan harga pasar relatif dari produk individual. Metode biaya rata-rata per unit Metode rata-rata tertimbang, berdasarkan pada faktor pembobotan yang telah ditentukan sebelumnya. Metode unit kuantitatif, berdasarkan pada ukuran fisik unit seperti berat, ukuran linier atau volume.

Metode Harga PasarDasar pemikiran: harga pasar dari produk apapun sampai batas tertentu merupakan manifestasi dari biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Argumen lain: menggunakan harga pasar untuk mengalokasikan biaya gabungan merupakan metode yang netral.

Produk Gabungan yang Dapat Dijual pada Titik Pisah Batas.

Contoh kasus 1: Diasumsikan produk gabungan A,B,C, dan D diproduksi dengan biaya gabungan $ 120.000,. Harga jual merupakan harga pasar dari produk tersebut pada titik pisah batas. Harga jual produk A : $ 0,25, B : $ 3, C : $ 3,50, dan D : $ 5 (Harga ini merupakan harga pasar dari masing2 produk pd saat pisah batas, artinya diasumsikan produk-produk tsb dijual pada titik tsb)

Produk

Unit Produksi

Harga Pasar/unit Pd Titik Pisah Batas

Total Harga Pasar

A BC D Total

20.000 15.00010.000 15.000 60.000

$ 0,25 3,003,50 5,00

$ 5.000 45.00035.000 75.000 160.000

Rasio Nilai Produk Thdp Total Hg Pasar 3,125%

Pembagian Biaya Produksi Gabungan $ 3.750

28,125%21,875% 46,875% 100,00%

33.75026.250 56.250 120.000

Berdasarkan metode harga pasar, setiap produk gabungan menghasilkan %se laba kotor yang sama, dengan asumsi unit dijual tanpa pemrosesan lebih lanjut. Berikut ini ilustrasi laba-rugi dengan asumsi tidak ada persediaan awal.

LlTotal A B C D

Unit-Penjualan Persediaan AkhirPenjualan ($) Biaya Produksi (-) Persed. Akhir Harga pokok Penjualan Laba Kotor

52.000 8.000138.500 120.000 16.125 103.875 34.625

18.000 2.0004.500 3.750 375*) 3.375 1.125

12.000 3.00036.000 33.750 6.750 27.000 9.000

8.000 2.00028.000 26.250 5.250 21.000 7.000

14.000 1.00070.000 56.250 3.750 52.500 17.500

% laba kotor

25%

25%

25%

25%

25%

*) Biaya produksi 3.750:20.000 unit produksi= $ 0,1875; $0,1875 x 2000= $ 375

Produk Gabungan yang Tidak Dapat dijual pada Titik Pisah Batas

Tidak dapat dijual pada titik pisah batas , maka tidak memiliki harga pasar, oleh karena itu perlu diproses lebih lanjut.Dasar alokasi biaya gabungan adalah harga pasar hipotesis pada titik pisah batas.

Contoh kasus: Asumsi yang ditambahkan sbb:Produk Harga Pasar Final/Unit $ 0,50 5,00 4,50 8,00 Biaya pemrosesan Lebih Lanjut (Setelah titik pisah batas) $ 2.000 10.000 10.000 28.000

A B C D

Langkah-langkah yang harus diambil sbb:

Produk (1)

Hg Pasar Final/Unit (2)

Unit Produksi (3)

Hg Psr Final ($) (4)

B.Pemrosesan Stlh Ttk Pisah Batah (5)

Hg Pasar Hipotesis ($)1) (6)

Pembagian B.Produksi Gabungan2) (7)

Total Bi