29
BETANG

Betang Seminar

Embed Size (px)

DESCRIPTION

arsitektur rumah betang kalimantan tengah

Citation preview

BETANG

Peta Tempat Tinggal Berbagai Suku di

BorneoSampai Abad ke 19

Akhir(Neuweinhuis,1894)

Peta Penyebaran Suku-Suku di

Borneo(Harrison B,1959)

Orientasi Betang

Tbg.Malahoi(Hanno Kampffmeyer,1991)

Orientasi Betang

Tbg.Korik(Hanno Kampffmeyer,1991)

Betang Tumbang Malahoi(Observasi 2006)

Betang Tumbang Korik(Investigasi, 2000)

Potongan(Sakoh,1924)

TIANG BETANG TOYOIdi Tbg Malahoi

21 T 17 T 17 T17 T 17 T 23 T

25 T22 T22 T26 T26 T23 T15 T 15 T

19 T 20 T 24 T 30 T 32 T 21 T 26 T 16 T

21 T 19 T 21 T 19 T 19 T21 T

19 T 19 T

19 T 15 T

3.00

4.00

4.00

4.40

3.00

4.00

4.00

2.50

2.20

2.30

2.25

19 T 19 T

19 T 15 T

Tiang Betang Toyoi, menggunakan system tarah, yaitu system hitungan pangkasan beliung pada tiang. 1 tarah setara dengan 4 – 5 cm. Jihi (Tiang), merupakan kolom menerus dari tanah sampai atap.

Tongkat, merupakan kolom menerus dari tanah sampai lantai. Tinggi 2.29 m.

Tiang Utama Betang terdiri dari 4 bh, tersusun dari tiang bakas (utama/ 32 tarah), sampai tiang busu (bungsu/ 22 tarah), Tinggi Tiang 5.58 m.

(Sakoh,1924)

Jihi Bakas (Tiang Utama)

(Sakoh,1924)

Jihi Bakas

Luhing

Di Ruang Utama Betang Tbg. Korik

Investigasi, 2000

Jihi bakas

Proporsi Tiang Betang Tbg Malahoi

Tongkat(tungket)

Jihi Bakas dari bagian bawah

Tiang Inti Betang Tbg.Malahoi

4,5 m

30 T

4.4 m

32 T

Jihi Bakas

26 Tarah

22 T

Jihi Busu

Hejan di Tbg. KorikInvestigasi, 2000

Penunggu hejan sebelah hulu

Hejan tujuh anak tangga (lampat)

Bapatah (bordes)

Tangga/Hejan

Hejan tujuh anak tangga (lampat)

Bapatah (Bordes)

Depan

Patung penunggu hejan sebelah hulu dan sebelah hilir

Sistem Kosmos (scharer,1932-39)

Sistem Cosmic Ruang Utama

Betang (sentrifugal)

Ngaju (Upriver)

Pambeleb Andau (Sunset)

Pambelum Andau (Sun rise)

Ruang Utama

Ruang Karung

Ruang Bakota

Ruang Garantung

Jihi Bakas/ Luhing

Ngawa (down river)

Sistem Cosmic Ruang

Garantung (sentripetal)

Jihi Bakas/ Garantung

Ruang Garantung

Ngaju (Upriver)

Ngawa (down river)

Pambeleb Andau (Sunset)

Pambelum Andau (Sun rise)

Ruang Utama

Ruang Karung

Ruang Bakota

Luhing (J.Salilah,1977)

Hubungan Ruang Utama

Ruang Duniawi (Human Space/Ngiwa)

Ruang Sorgawi

(Nirvana space/Ngambu)

Ruang Utama

Betang

Sungai/ Batang Danum Betang

Sungai/ Batang Danum

Konstruksi Dinding

Dinding menggunakan kulit kayu dengan sambungan ikat

Pengikat menggunakan rotan

Kulit Kayu Pendu

Rotan

Susunan Tiang Kuda-Kuda

Guntung yang berarti tiang dinding dipasang berdiri di setiap sisi rumah. Guntung menghubungkan antara bahat di setiap sisi dengan Bapahan. Pada ujung guntung bagian atas dibuat pangguti (pen) yakni diperkecil sehingga bisa masuk lubang pada Bapahan.

Jihi

Bapahan

Habantang

Handaran

Kasau

Reng

KonstruksiTiang & Tongkat

• Tiang (Jihi) merupakan balok kayu yang langsung menerus ke atap, menggunakan sambungan pasak tanpa paku.

• Tongkat di gunakan sebagai penyangga lantai, sebagai pondasi.

• Gahagan dipasang di atas bahat. Fungsinya adalah sebagai penahan langsung dan tempat melekatnya lantai

Tongkat/tungket

Jihi

Gahagan

Bahat

Sambungan Lantai Bagian Bawah

Kalau dalam bangunan beton, bahat sama dengan sloof hingga fungsinya juga sama yakni untuk menerima beban seperti beban dinding dan beban lantai. Tetapi dibawah lantai masih diperkuat lagi oleh gahagan (gelagar). Karena begitu berat beban yang ditanggung, maka bahat juga harus menggunakan kayu yang kuat, biasanya tabalien (ulin)

Bahat

Jihi

Bahat

Gahagan

Laseh/lantai

Bordes (bapatah)

bordes

Kesimpulan• Hejan tujuh lampat berarti susunan tujuh langit, dalam upacara tiwah, bila

seseorang yang ditiwahkan diletakan di bapatah (Riwut, 2007: 372) menandakan berada di langit ke tujuh (Mandarin, 2007)

• Patung penjaga hejan melambangkan unsur laki-laki dan perempuan sebelah hulu dan sebelah hilir zat bapa dan zat ibu.

• Pintu rumah betang hanya ada 2 yaitu 1 pintu utama dan 2 pintu dapur, yang berletak sebelah hulu dan sebelah hilir dengan pintu ruang utama berada di tengah-tengahnya sebagai penyeimbang. Sama seperti peran basir upu sebagai yang utama.

• Dua ruang yaitu ruang utama yang melambangkan sorga dan dampuhan (dapur) melambangkan ruang duniawi (alam kehidupan manusia).

• Lorong adalah sungai surgawi yang berpusat di ruang utama. • Karung adalah ruang-ruang di alam sorgawi, tempat-tempat perhentian

sementara.• Dan masih banyak kesimpulan lain yang tidak dapat dituliskan satu persatu

dalam kesempatan ini, disarankan ada penelitian lanjutan berkaitan dengan betang dan upacara tiwah (misal: hubungan Bapatah dan Sandung)

Terima Kasih