Click here to load reader

Basis Data

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Basis Data

BASIS DATAKonsep Sistem Informasi Bab. 8 Pertemuan ke - 11

BASIS DATArepresentasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. markas / tempat berkumpul / tempat bersarang / gudang Basis data bisa dibayangkan sebagai lemari arsip dengan berbagai cara pengaturannya Basis data dan lemari arsip memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama; prinsipnya yakni pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip.

Definisi Basis Data

Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu Suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi.

DBMS

Adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisien Contoh DBMS: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks: BorlandInterbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase.

Kelebihan dan Kekurangan DBMS

KELEBIHAN SISTEM BASIS DATA Mengurangi duplikasi data Menjaga konsistensi dan integritas data Memudahkan memperoleh informasi yang lebih banyak dari data yang sama Meningkatkan produktivitas pemrograman. Data dapat digunakan secara bersama sama sehingga menghemat biaya Menyediakan recovery. Memudahkan penerapan standarisasi. Data bersifat mandiri ( data independen ) tidak mempengaruhi program (pada sistem berbasis berkas dikenal istilah dependensi data-program yaitu perubahan data membuat program juga harus diubah) KEKURANGAN SISTEM BASIS DATA Diperlukan tempat penyimpanan yang besar. Diperlukan tenaga yang terampil untuk mengolah data. Perangkat lunaknya mahal. Kerusakan di sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait.

Komponen/Lingkungan Basis DataHardware Perangkat Lunak Data Prosedur User

Biasanya berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi untuk sistem jaringan. Mencakup DBMS itu sendiri (mis: dBase, Foxbase, Rbase, MS. Access, MS. Foxpro, Borland Paradox. Contoh kelas kompleks: Borland-Interbase, MS. SQL Server, Oracle, Informix, Sybase.), program aplikasi (mis: C++, Pascal, Delphi, Visual Basic, serta perangkat lunak pendukung untuk komputer dan jaringan

Yang merupakan komponen pembentuk informasi yang ingin diperoleh pengguna sesuai dengan kebutuhan masing-masing Merupakan petunjuk tertulis yang berisi cara merancang hingga menggunakan basis data mis: cara masuk/login ke DBMS; cara menggunakan DBMS; cara mengaktifkan dan menghentikan DBMS; cara membuat cadangan basis data dan cara mengembalikan cadangan ke DMBS Orang-orang yang berinteraksi dengan sistem basis data, yang terbagi menjadi : 1. Pemakai Akhir 2. Pemrogram Aplikasi 3. Administrator Basis Data

USER BASIS DATA1. Pemakai akhir (end-user) a. Pemakai aplikasi orang yang mengoperasikan program aplikasi tapi tidak pernah berhubungan secara langsung dengan DBMS (native user) b. Pemakai interaktif pemakai yang berinteraksi secara langsung dengan DBMS, dapat memberikan perintahperintah DBMS untuk mengakses basis data ataupun melalui perangkat-perangkat seperti pembangkit query dan pembangkit laporan 2. Pemrogram aplikasi Adalah orang yang membuat program aplikasi yang melibatkan basis data

USER BASIS DATA (2)3. Administrator Basis Data Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap manajemen basis data. Tugasnya : Mendefinisikan basis data Mendefinisikan struktur dan metode akses penyimpan Menentukan keamanan basis data Melakukan pemeliharaan basis data secara rutin

Arsitektur Basis DataANSI-SPARC (American National Standards Institute Standards Planning and Requirements Comitte), pada tahun 1975 mendefinisikan arsitektur basis data pada 3 level, yaitu: 1. Level eksternal level yang berhubungan secara langsung dengan pemakai, dengan konsep pemakai cukup mengetahui struktur data yang sederhana dalam basis data supaya bisa mengakses basis data. 2. Level konseptual menjelaskan data apa yang tersimpan dalam basis data dan juga menjabarkan hubungan antar data (level ini biasa dipakai administrator basis data) 3. Level internal level yang berhubungan secara langsung dengan basis data dan menjabarkan bagaimana data disimpan dalam basis data.

Arsitektur Basis Data

Contoh : Database Universitas

Eksternal/View Level Infokuliah (kodemk : string, Ruang : string) Conceptual Level Mahasiswa (nim : string, nama : string, alamat : string) Matakuliah (kodemk : string, nama : string, sks : integer) Dosen (nip : string, nama : string) Mengajar (kodemk : string, nip : string) krs (nim : string, kodemk : string, nilai : string) Internal/Physical Level Relasi-relasi disimpan sebagai file-file. Indeks berdasarkan pada kolom pertama.

Bahasa Basis Data

Merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan. Terdiri dari sejumlah perintah (statement) yang dapat diformulasikan oleh pengguna. Bahasa yang digunakan adalah SQL (Structured Query Language). Bahasa SQL terdiri dari : Data Definition Language (DDL) Data Manipulation Language (DML) Data Control Language (DCL)

Bahasa Basis Data (2)

DDL (Data Definition Language ) Menyediakan perintah untuk membuat database, mendefinisikan dan memodifikasi struktur tabel temasuk konstrain-konstrain yang ada pada suatu tabel, pembuatan index, dsb. DML (Data Manipulation Language ) Merupakan bahasa query yang digunakan untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data yang ada dalam suatu database. Manipulasi yang dilakukan adalah : Penyisipan/penambahan data baru (insert) Penghapusan data (delete) Pengubahan data (update) enis : Prosedural perintah-perintah yang memungkinkan pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya (seperti mengikuti suatu algoritma langkah yang rinci untuk menyelesaikan masalah) Non-prosedural perintah-perintah yang memungkinkan pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa perlu menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Bahasa Basis Data (3)

DCL (Data Control Language ) DCL terdiri dari sekolompok perintah SQL yang digunakan untuk memberikan hak akses/otoritas user terhadap database.

Model Basis Data

Model data adalah sekumpulan konsep terintegrasi yang dipakai untuk menjabarkan data, hubungan antardata, dan kekangan terhadap data untuk menjaga konsistensi. Model data secara umum ada 4 : 1. model data hierarkis 2. model data jaringan 3. model data relasional 4. model data berbasis objek

Model Data Hirarkis

Model data hirarkis adalah model data paling tua yang pernah diterapkan dalam suatu DBMS. Model ini mengikuti pola hirarki pada suatu organisasi atau pada suatu keluarga, dimana terdapat rekaman data yang berfungsi sebagai bapak (parent-record) ada yang berfungsi sebagai anak (childrecord), atau sebagai pimpinan dan anak-buah. Dalam model ini seorang bapak bisa memiliki lebih dari satu anak tetapi seorang anak hanya boleh memiliki satu bapak.

Perhatikan dalam model hirarki diatas, data mahasiswa yang sama terpaksa direkam berulang ketika mahasiswa tersebut memprogramkan lebih dari satu matakuliah.

Model Data Jaringan

Model data jaringan adalah pengembangan dari model data hirarkis, melihat kekurangan dari model hirarkis tersebut. Pada model jaringan diperkenankan bahwa sebuah child-record bisa memiliki lebih dari satu parent-record. Pada implementasi-nya berarti antara parent-record dan child-record diperlukan penghubung (link atau pointer) yang bisa satu arah atau dua-arah.

Persoalan yang timbul adalah terjadinya hutan pointer akibat relasi antar record yang rumit sehingga penelusuran data menjadi sangat sulit. Ketika model relasional menjadi lebih populer maka model inipun ditinggalkan orang.

Model Data Relasional

Pada prinsipnya model data relasional dapat di-representasikan dalam bentuk table (tabel) data, dimana: satu tabel mewakili satu domain data atau entity, bila direkam merupakan satu file yang hanya memiliki satu tipe record saja, setiap record adalah baris setiap record terdiri atas beberapa field (atribut) atau tuple, atau kolom jumlah tuple / field pada setiap record sama setiap record memiliki atribut kunci utama (primary key) yang unik dan dapat dipakai untuk mengenali satu record record dapat diurutkan menurut kunci utama,

Model Data Relasional (2)

Model Data Berbasis Objek

Model data berbasis objek dikembangkan searah dengan perkembangan pemrograman berbasis objek. Salah satu karakteristik dari sistem berbasis objek adalah encapsulation yaitu suatu objek terpisah dari objek lain sehingga setiap objek seakan-akan berada dalam kapsulnya masing-masing. Pada setiap kapsul terdapat komponen data (attribute) dikemas bersama dengan komponen akses-nya (methods). Sebagai contoh, berikut ini disajikan data pegawai dalam format berbasis objek.

Data Warehouse

Data warehouse adalah basis data yang menyimpan data sekarang dan data masa lalu yang berasal dari berbagai sistem operasional dan sumber yang lain (sumber eksternal) yang menjadi perhatian penting bagi manajemen dalam organisasi dan ditujukan untuk keperluan analisis dan pelaporan manajemen dalam rangka pengambilan keputusan Data warehouse digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan, bukan untuk melaksanakan pemrosesan transaksi Data warehouse hanya berisi informasi-informasi yang rele

Search related