17
Keracunan dan Over Dosis Obat BARBITURAT KELOMPOK 2 : Chairunnisa Mutia Sari Wardana Nurfitriyani Putri Assifa Qaffah Silma Azas Widya Larasaty

BARBITURAT

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BARBITURAT

Keracunan dan Over Dosis Obat BARBITURAT

KELOMPOK 2 :Chairunnisa

Mutia Sari WardanaNurfitriyani Putri Assifa

Qaffah Silma AzasWidya Larasaty

Page 2: BARBITURAT

BARBITURAT

Senyawa yang digunakan sebagai hipnotik dan sedatif, untuk induksi anstesia, dan untuk pengobatan epilepsi pada status epileptikus. Dibagi menjadi 4 grup umum berdasarkan aktivitas farmakologis dan penggunaan klinik

1. Ultrashort-acting2. Short-acting3. Intermediate-acting4. Long-acting

Produk kombinasi umum mengandung barbiturat : Florinal (50 mg butalbital) Donnatal (16 mg phenobarbital)

Produk eutanasia hewan sering mengandung barbiturat diantaranya phenobarbital.

Page 3: BARBITURAT

1. MEKANISME KERACUNAN

A. Semua barbiturat secara umum menyebabkan depresi pada aktivitas saraf di otak. Interaksi dengan reseptor barbiturat terjadi peningkatan hambatan sinaptik oleh mediator GABA. Hipotensi terjadi pada dosis besar disebabkan oleh depresi pada tonus simpatetik pusat bersamaan dengan depresi langsung pada kontraktilitas jantung.

B. Farmakokinetik, bervariasi sesuai senyawa dan grup 1. Ultrashort-acting barbiturat sangat mudah larut lemak dan cepat

berpenetrasi ke otak untuk induksi anestesia, selanjutnya dengan cepat menyebar ke jaringan lain. Secara klinis waktu memberikan efek sangat cepat dari pada T ½ eliminasi untuk senyawa ini

2. Long-acting barbiturat menyebar lebih cepat dan memiliki T ½ eliminasi panjang, biasa digunakan 1 x 1 pada pengobatan epilepsi.

Page 4: BARBITURAT

TABEL II-13 BARBITURAT

Jangka Obat T ½ Eliminasi Akhir Normal (h)

Waktu Mula Efek (h)

Dosis Lazim Hipnotik (Dewasa) (mg)

Level Toksik Minimum (mg/L)

Ultrashort

Methohexital 3-5 < 0,5 50-120 > 5

Thiopental 8-10 < 0,5 50-75 > 5

Short Pentobarbital 15-50 > 3-4 50-200 > 10

Secobarbital 15-40 > 3-4 100-200 > 10

Intermediate

Amobarbital 10-40 > 4-6 65-200 > 10

Aprobarbital 14-34 > 4-6 40-160 > 10

Butabarbital 35-50 > 4-6 100-200 > 10

Butalbital 35 100-200 > 7

Long Mephobarbital 10-70 > 6-12 50-100 > 30

Phenobarbital 80-120 > 6-12 100-320 > 30

Page 5: BARBITURAT

TABEL II-59 DATA FARMAKOKINETIK

Obat Onset (hr)

Puncak (hr)

T ½ (hr)

Metabolit Aktif

T ½ Metabolit

AktifVd

(L/kg)%Ikatan protein

Peningkatan Eliminasi Komentar

Primidone 3,3-12 Yes 29-120 0,4-1 20-30 HD,HP,PD, MDAC

Metabolit PEMA/phenobarbutal

Secobarbital 0,25 1-6 15-40 1,5-1,9 45-70 HD,HP,PD, MDAC

Thiopental < 0,1 < 0,1 8-10 > 10 1,4-6,7 72-86 HD,HP

Data yang disajikan berdasarkan dosis terapetik bukan overdosis. Secara umum setelah overdosis efek puncak dihambat dan T ½ serta durasi efek diperpanjang. Perubahan mungkin terjadi pada volume distribusi dan % ikatan protein. Kinetik mungkin bervariasi tergantung pada formulasi.HD = HemodialisisHP = HomoperfusiPD = Peritoneal dialisisMDAC = Dosis ganda karbon aktif

Page 6: BARBITURAT

2. DOSIS TOKSIK

Dosis toksik barbiturat bervariasi tergantung pada obat, rute, dan laju administrasi serta pada toleransi individu pasien. Secara umum, toksisitas terjadi ketika dosis melebihi 5-10 kali dosis hipnotik.

A. Berpotensi fatal dosis oral pada senyawa shorter-acting adalah 2-3 g, dan phenobarbital adalah dosis 6-10 g.

B. Beberapa kematian telah dilaporkan banyak wanita muda menjalani terapi aborsi setelah menerima aliran cepat suntikan IV sebanyak 1-3 mg/kg methohexital.

Page 7: BARBITURAT

3. GEJALA KLINIS

Gejala awal tergantung pada obat dan rute administrasi

1. Ringan-sedang : Lemah, sulit berbicara, nystagmus, dan gangguan keseimbangan.

2. Tinggi : hipotensi, koma, dan gangguan pernafasan. Pada koma panjang, pupil biasanya kecil atau berada

pada posisi tengah; pasien mungkin kehilangan aktivitas reflek dan kelihatan mati.

Hipotermia, khususnya korban yang terpapar lingkungan dingin. Hipotensi dan bradikardia umumnya muncul bersamaan dengan hipotermia.

Page 8: BARBITURAT

4. DIAGNOSIS

A. Level spesifik Phenobarbital konsentrasi lebih dari 60-80 mg/L

menyebabkan koma, dan lebih dari 150-200 mg/L dengan hipotensi berat.

short-intermediate-acting koma terjadi pada konsentrasi serum >20-30 mg/L. Barbiturat mudah dideteksi rutin pada skrining toksikologi urin.

B. Penelitian laboratorium berguna lain elektrolit, glukosa, BUN, kreatinin, gas darah arteri atau nadi oksimetri, dan x-ray pada dada

Page 9: BARBITURAT

Pasien sadar dan berbicara seperti memiliki refleks jalan nafas yang utuh tapi sebaiknya dimonitor.Pada pasien lemah, refleks muntah atau batuk dapat menjadi indikasi langsung dari kemampuan pasien untuk melindungi jalan nafas. Jika ada keraguan, sebaiknya lakukan Endotracheal intubation, memiliki 2 rute :

1. Nasotracheal intubation kelebihan : digunakan untuk

pasien sadar tanpa paralisis neuromuskular

kekurangan :1. Perforasi dari mukosa nasal

dengan epistaxis2. Merangsang mual dan pasien

harus bernafas secara spontan3. Sulit bagi bayi karena anterior

epiglotis

2. Orotracheal intubation kelebihan : resiko pendarahan

tidak signifikan dan pasien tidak harus bernafas secara spontan

kekurangan :1. Menyebabkan paralisis muskular2. Manipulasi leher, dapat

menyebabkan cedera tulang belakang jika pasien mempunyai trauma leher.

AIRWAY

Page 10: BARBITURAT

• Ventilatory traumaTreatment : ukur gas darah arteri, jika ada kenaikan tekanan CO2 mengindikasikan perlu tambahan ventilasi

• HipoksiaTreatment

1. Memeriksa hipoksia2. Penanganan pneumonia3. Penangana edema paru• Bronkoplasma

Treatment : memberi suplai oksigen dan lakukan endocheal intubation jika diperlukan

BREATHING

Page 11: BARBITURAT

HASIL DIAGNOSA DIFERENSIALLangkah-langkah yang harus di lakukan :• Tenangkan trauma/penyebab lain dari pendarahan intracranial• Tingkatan abnormal dari glukosa darah, sodium/elektrolit lain • Hypoxia • Hypothyroidism • Hati atau gagal ginjal • Lingkungan hyperthermia atau hipotermia • Infeksi serius seperti penyakit otak dan meningitis

KOMA

Page 12: BARBITURAT

PENGOBATANJaga aliran udara dan berikan ventilasi jika perlu. Sediakan O2 pelengkap • Dextrose

Semua pasien dengan kesadaran harus mendapatkan dextrose kecuali jika hypoglycemia. Konsentrasi dextrose yang terlalu tinggi dapat merusak jaringan

Dewasa : 50% dextrose, 50 ml (25 g) IV.Anak-anak : 25% dextrose, 2 ml / kg IV.

• Thiamine Thiamine diberikan untuk mencegah/mengobati sindrom Wernicke akibat dari kekurangan thiamine oleh pasien alkoholikTidak diberikan secara rutin kepada anak-anak. Pemberian thiamine sebanyak 100 mg secara IV atau IM.

• Naloxone pasien dengan gangguan tekanan pernapasan

KOMA

Page 13: BARBITURAT

GEJALA DAN TANDA• Menggigil/gemetar.• Terasa melayang.• Pernapasan cepat.• Nadi lambat.• Gangguan penglihatan.• Reaksi mata lambat.• Alat gerak kaku.• Pupil mata melebar

(dilatasi) dan tidak bereaksi.

• Kesadaran menurun.

PENANGANAN• Pindahkan penderita dari

lingkungan dingin.• Jaga jalan napas dan

berikan oksigen bila ada.• Ganti pakaian yang

basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering dan hangat.

• Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan.

HIPOTERMIA

Page 14: BARBITURAT

DIAGNOSIS DIFERENSIAL1. Hipertemia, merupakan

penyebab dari dilatasi arteriolar dan venodilatasi dan mengarah pada tekanan miokardial

2. Kehilangan cairan yang disebabkan oleh gastroenteritis

3. Kekurangan darah (seperti : dari trauma atau perdarahan gastrointestinal)

4. Infarction miokardial5. Sepsis6. Cedera tulang belakang.

PENGOBATAN1. Selalu adanya pasokan

oksigen2. Pengobatan aritmia jantung

dengan hipotensi (kecepatan angka hati <40-50/min atau >180- 200/min)

3. Tekanan sistolik darah yaitu 80- 90 mmHg ketika temperature tubuh pada 32oC (90oF).

4. Pemberian cairan dengan menggunakan crystalloid solution, 10-20 mL/ kg

5. Dopamine, 5- 15 mcg/kg/min.

HIPOTENSI

Page 15: BARBITURAT

Obat spesifik dan antidot. Tidak ada antidot spesifik

ANTIDOT

Page 16: BARBITURAT

Tindakan cuci lambung serta memuntahkan obat perlu dilakukan.

Setelah cuci lambung, karbon aktif dan suatu pencahar (sarbitol) harus diberikan. Pemberian dosis ulang karbon (setelah terdengar bising usus) dapat mempersingkat waktu paruh fenobarbital.

Pengukuran fungsi nafas perlu dilakukan sedini mungkin. PCO2 dan O2 perlu dimonitor

DEKONTAMINASI

Page 17: BARBITURAT

1. Alkalinisasi pada urin meningkatkan pengeluaran urin dari phenobarbital tapi bukan barbiturat lain. Nilai ini terjadi pada overdosis akut namun tidak terbukti dan memberi kontribusi potensial dalam kelebihan cairan dan edema paru-paru

2. Dosis berulang karbon aktif menunjukan penurunan T ½ phenobarbital, tetapi data mengenai efek berlawanan pada durasi koma, waktu pada ventilasi tiruan dan waktu untuk ekstubasi

Bila masih dalam saluran cerna arang aktif dgn dosis 30-50 gram ; 0,5-1 gram/kgBB setiap 4 jam per oral/enteral.

3. Hemodialisis atau homoperfusi mungkin terjadi banyak keracunan pada pasien yang tidak merespon perawatan pendukung (contoh : hipotensi berat)

ELIMINASI