50
ِ ه ل ل اُ هَ مْ حَ رَ وْ مُ كْ يَ لَ عُ مَ لاَ ّ س لْ اُ هُ ت اَ كَ رَ " بَ و

BAHASA INDONESIA.ppt

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAHASA INDONESIA.ppt

ا�لس�ال�م� ع�ل�ي�ك�م� و�ر�ح�م�ة� الله�

ك�ات�ه� و�ب�ر�

Page 2: BAHASA INDONESIA.ppt

NAMA : H. ADANG SUDARMAN

PENDIDIKAN : S 2/ MAGISTER ADM. PEND.UHAMKA JKT 2003

DIKLAT : 1. MANAJEMEN KEP.SMK 2000

2. DIKLATPIM TK. IV TH. 2004

3. DIKLAT KEWIDYAISWARAAN LAN 2005

4. ASESOR NASIONAL SMK 2007

5. TIM PENILAI ANGKA KREDIT JAFUNG GURU

RIWAYAT JABATAN : 1. GURU SMKN 1 1982-1999

2. KEPALA Dpk. SMK GRACIKA 1999- 2002

3. KASI SARANA DIKMENJUR 2002 – 2004

4. PENGAWAS DIKMEN 2005 s.d. 2010

5. KORWAS 2010 s.d 2013

TUGAS SEKARANG : DOSEN

SEKRETARIS MAJELIS DIKDASMEN PDM KOTA CRB

KETUA TIM PENILAI TEKNIS PAK GURU KOTA CRB

ALAMAT RUMAH : JL. GN. BROMO DVII NO. 84 482145 CRB

BLOGG : Adang Sudarman’s Journey

E-MAIL : [email protected]

Page 3: BAHASA INDONESIA.ppt

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

Disampaikan dalam perkuliahan di Sekolah Tinggi Disampaikan dalam perkuliahan di Sekolah Tinggi Farmasi YPIB CirebonFarmasi YPIB Cirebon

Page 4: BAHASA INDONESIA.ppt

Generasi Penerus Penentu Masa Depan Bangsa

Page 5: BAHASA INDONESIA.ppt

PERTEMUAN 1 DAN 21. Pengantar Pendidikan Bahasa Indonesia

a. Asal Bahasa

b. Pengertian Bahasa

c. Hakikat Bahasa

d. Fungsi Bahasa

2. Sejarah Perkembangan, Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

a. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

b. Kedudukan Bahasa Indonesia

c. Fungsi Bahasa Indonesia

d. Ragam Bahasa

Page 6: BAHASA INDONESIA.ppt

A.A. PENDAHULUANPENDAHULUAN

Telah dikukuhkan oleh para ahli bahasa bahwa bahasa sebagai alat komunikasi secara genetis hanya ada pada manusia; tidak terdapat pada makhluk hidup lainnya. Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan, bacaan dan tanda atau simbol. Bahasa merupakan salah satu hal paling menakjubkan yang mampu kita lakukan. Sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk Homo Sapiens, kita adalah satu-satunya makhluk di planet ini yang mempunyai bahasa. Bagaimana dengan binatang??

Berbahasa merupakan proses kompleks yang tidak terjadi begitu saja. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa, baik bahasa pertama maupun bahasa kedua. Lebih rumit dan luas mengingat ada lebih dari seribu bahasa yang ada di seluruh dunia.

Page 7: BAHASA INDONESIA.ppt

Asal usul Bahasa

Pertanyaan atas asal-usul bahasa sudah dikemukakan pada peradaban Yunani Kuno, yaitu pada zaman Socrates.

Para ahli bahasa dan filsuf berpendapat dan menciptakan berbagai teori atas kemunculan bahasa.

Page 8: BAHASA INDONESIA.ppt

Pendapat yang diungkapkan para filsuf tersebut tidak didukung oleh data empiris.

Tidak ada data tertulis dan rekaman yang tertinggal di antara tulang belulang nenek moyang yang bisa memberi tahu bagaimana wujud bahasa pertama kali.

Maka dari itu pendapat para filsuf terhadap asal usul bahasa bersifat spekulatif karena tidak ditunjang oleh data empiris.

Page 9: BAHASA INDONESIA.ppt

Salah satu contoh spekulasi

Pada abad ke-17,seorang filolog Swedia mengungkapkan di Taman Eden (Surga Firdaus) Tuhan berbahasa Swedia, Adam berbahasa Denmark, dan pembantu berbahasa Perancis.

Page 10: BAHASA INDONESIA.ppt

Sampai abad pertengahan banyak orang percaya awalnya bahasa di dunia ini hanya satu, yaitu bahasa Ibrani. Kemudian karena orang-orang banyak berdosa maka Tuhan menghukum mereka dengan memberinya berbagai bahasa yang berbeda agar mereka susah berhubungan (mite Menara Babil)

Page 11: BAHASA INDONESIA.ppt

Teori Asal Mula Bahasa

• Teori Tekanan Sosial

• Onomatopetik

• Interyeksi

• Nativistik

• Yo-He-Ho

• Isyarat

• Permainan vokal

• Isyarat Oral

• Kontrol Sosial

• Kontak

• Hockett-Asher

Page 12: BAHASA INDONESIA.ppt

Teori Tekanan Sosial

(The Social Presure Theori)

Dikemukakan oleh Adam Smith :

Teori ini bertolak dari anggapan bahasa manusia muncul karena manusia primitif (hominoid) dihadapkan pada kebutuhan saling memahami.

Ketika mereka ingin mengungkapkan sesuatu mereka mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu.

Page 13: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Onomatopetik (tiruan bunyi alam)

Dikemukakan oleh Johann Gotfried Herder

Teori ini mengungkapkan bahwa objek-objek diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh objek tersebut.

Contoh

tokek, cicit, embik (b. Indonesia)

Teori ini oleh Max Muller dinamakan teori bow-wow (bunyi salak anjing).

Page 14: BAHASA INDONESIA.ppt

Teori ini mendapat bantahan karena kurang meyakinkan. Suara yang sama sering kali ditafsirkan secara berbeda oleh orang yang berlainan bahasa. Contoh

Dalam menirukan bunyi kokok ayam jantan, Jawa kukuruyuk

Sunda kongkorongok

Inggris cook-a-doodle-doo

Spanyol cocorico

Italia chichirichi

Onomatope dibuat berdasarkan pola sistem bahasa tertentu.

Page 15: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Interjeksi (interjection theory)

Teori interjeksi dijuluki dengan nama teori pooh-pooh

Teori ini bertolak dari asumsi bahasa lahir dari ujaran-ujaran instinktif karena tekanan-tekanan batin, perasaan mendalam, dan rasa sakit yang dialami manusia.

Seandainya pendapat ini benar, maka kita dapat menduga bunyi uuh timbul karena konotasi rasa orang yang menderita.

Page 16: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Nativistik (Tipe Fonetik)

• Dikemukakan oleh Max Muller yang menolak teori onomatopetik dan interjeksi.

• Berdasarkan pada asumsi tiap barang akan mengeluarkan bunyi kalau dipukul. Berdasarkan bunyi-bunyi tersebut manusia meresponnya melalui ekspresi artikulatoris yang separuhnyabberbentuk vokal, dalam hal ini berbentuk tipe-tipe fonetik tertentu.

• Teori ini termasuk bunyi-bunyi benturan, hembusan, dan sejenisnya

Page 17: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Yo-He-Ho

Teori ini memandang bahwa bahasa muncul sebagai bunyi-bunyi seruan yang muncul bersamaan dengan upaya fisik yang cukup kuat.

Bunyi dari orang-orang yang terlibat dalam suatu kegiatan dapat menjadi sumber bahasa. Untuk memberi semangat pada sesamanya, mereka akan mengucapkan bunyi-bunyi khas.

Page 18: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Isyarat

• Diajukan oleh Wilhelm Wundt dengan berdasarkan pada hukum psikologi, yaitu tiap perasaan manusia mempunyai bentuk ekspresi yang khusus.

• Tiap ekspresi akan mengungkapkan perasaan tertentu yang dialami seseorang hingga memunculkan bahasa isyarat.

• Bahasa isyarat timbul dari emosi dan gerakan-gerakan ekspresif

Page 19: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Permainan Vokal

• Dikemukakan oleh Jespersen

• Bahasa manusia pada mulanya berwujud senandung dan dengungan berupa permainan vokal yang diujarkan oleh alat-alat ujar.

Page 20: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Kontrol Sosial

• Dikemukakan oleh Grace Andrus de Laguna

• Bahasa merupakan upaya yang mengoordinasikan dan menghubungkan macam-macam kegiatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Page 21: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Kontak

• Dikemukakan oleh G. Revesz

• Teori ini menyerupai teori kontrol sosial

• Hubungan-hubungan sosial pada makhluk-makhluk hidup memperlihatkan bahwa kebutuhan untuk mengadakan kontak satu dengan yang lainnya (kontak spasial, kontak emosional, dan kontak intelektual)

• Bahasa tumbuh dari bunyi ekspresif lalu berkembang menjadi bunyi kontak

Page 22: BAHASA INDONESIA.ppt

• Teori Hockett-Ascher

• Bersumber pada hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

• Sebuah bahasa lahir dari sebuah sistem call (panggilan) yang memunculkan sebuah teriakan-prabahasa-bahasa.

Page 23: BAHASA INDONESIA.ppt

Definisi BahasaDefinisi Bahasa

• Bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut (A. Suherman , Faktor KesulitanYang Dihadapi Siswa Dalam Pengucapan Berbahasa Arab Serta Solusi Pemecahannya, Universitas Pendidikan Indonesia)

• Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama (Soenjono Darjowijono, 2005: 16)

Page 24: BAHASA INDONESIA.ppt

Hakikat BahasaHakikat Bahasa

• Bahasa sebagai sarana interaksi sosial

• Bahasa adalah ujaran

• Bahasa meliputi dua bidang yaitu:

1.Bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap yaitu getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat pendengaran kita.

2.Arti atau makna adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan adanya reaksi itu.

Page 25: BAHASA INDONESIA.ppt

SIFAT BAHASASIFAT BAHASA

Sistematik bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya

Arbitrary(sukarela)

karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar, tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Pilihan suatu kata disebut kursi, meja, guru, murid dan lain-lain ditentukan bukan atas dasar kriteria atau standar tertentu, melainkan secara mana suka

Ujar bentuk dasar bahasa adalah ujaran, karena media bahasa terpenting adalah bunyi

Manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya, bukan makhluk lainnya.

Komunikatif karena fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat penghubung antara anggota-anggota masyarakat

Page 26: BAHASA INDONESIA.ppt

FUNGSI BAHASAFUNGSI BAHASA

Secara umum bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi. Berkenaan dengan fungsi tersebut, fungsi bahasa secara lebih rinci:Berkenaan dengan fungsi tersebut, fungsi bahasa secara lebih rinci:1.1. Fungsi KebudayaanFungsi Kebudayaan

a. Sebagai sarana perkembangan kebudayaana. Sebagai sarana perkembangan kebudayaanb. Sebagai jalur penerus kebudayaanb. Sebagai jalur penerus kebudayaanc. Sebagai inventaris ciri-ciri kebudayaanc. Sebagai inventaris ciri-ciri kebudayaan

2.2. Fungsi KemasyarakatanFungsi Kemasyarakatana. Berdasarkan ruang lingkup a. Berdasarkan ruang lingkup Bahasa Nasional & Kelompok Bahasa Nasional & Kelompok

b. Berdasarkan bidang pemakaian b. Berdasarkan bidang pemakaian Bahasa Resmi dan tidak resmi Bahasa Resmi dan tidak resmi3.3. Fungsi Perorangan Fungsi Perorangan

Page 27: BAHASA INDONESIA.ppt

Lanjutan Fungsi Bahasa

5. Fungsi Pendidikan

a. Fungsi Integratif

Bahasa sebagai alat yang membuat anak ingin dan sanggup menjadi anggota suatu masyarakat

b. Fungsi instrumental

Penggunaan bahasa untuk keuntungan material, memeroleh pekerjaan, meraih ilmu, dsb

c. Fungsi kultural

Penggunaan bahasa sebagai jalur mengenal dan menghargai adat istiadat, tradisi, dan kebudayaan

d. Fungsi Penalaran

Penggunaan bahasa sebagai alat berfikir dan menciptakan konsep-konsep

Page 28: BAHASA INDONESIA.ppt

Fungsi Bahasa menurut HallidayFungsi Bahasa menurut HallidayMenurut Halliday (1976), fungsi bahasa dapat dibedakan menjadi:

Heuristik (pemecahan masalah)

Bahasa dapat digunakan untuk belajar danmenemukan sesuatu

Imajinatif Bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia Imajinasi

Representasional Bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi

Instrumental Bahasa digunakan untuk memperoleh/meminta sesuatu

Regulatoris Bahasa digunakann untuk mengendalikan (menyuruh) prilaku orang lain

Interaksional Bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi antar pribadi

Personal Bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain

Page 29: BAHASA INDONESIA.ppt

FAKTOR-FAKTOR PENYEBABDIANGKATNYA BAHASA MELAYU MENJADI

BAHASA INDONESIA

1. FAKTOR HISTORIS (lingua franca)

2. FAKTOR PSIKOLOGIS

3. FAKTOR KESEDERHAAN SISTEM

4. FAKTOR KESANGGUPAN

Page 30: BAHASA INDONESIA.ppt

PERIODE SEJARAH BAHASA INDONESIA

1. Sebelum Sumpah Pemuda 1928

(Periode Bahasa Melayu)

2. Sejak Sumpah Pemuda 1928-Poklamasi

Kemerdekaan 1945

(Periode Bahasa Indonesia Permulaan)

3. Sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945-sekarang

(Periode Bahasa Indonesia Modern)

Page 31: BAHASA INDONESIA.ppt

PERIODE BAHASA MELAYU

1. Prasasti di Kedukan Bukit, Talangtuwa, Kota Kapur, Karang Brahi

2. Prasasti Inskripsi Gandasuli Di Kedu Jateng

(Dr. J.G.de Casparis)

3. Batu Nisan di Minye Tujoh Aceh

4. Hasil karya Sastra Lama

(pelipur lara, dongeng, hikayat)

5. Catatan para musafir Cina

6.Daftar kata (semacam kamus) disusun Pigafetta

7. Pemakaian bahasa Melayu di sekolah

Page 32: BAHASA INDONESIA.ppt

PERIODEBAHASA INDONESIA PERMULAAN

1. Pemerintah Kolonial Belanda

2. Taman Bacaan Rakyat dan Balai Pustaka

3. Anggota Dewan Rakyat (Volsraad)

4. Organisasi Sosial Politik

5. Perhimpunan Pemuda

6. Kalangan Wartawan

7. Pujangga Baru

8. Pemerintah Pendudukan Jepang

Page 33: BAHASA INDONESIA.ppt

PERIODE BAHASA INDONESIA MODERN

1. Penyempurnaan Ejaan

2. Fak. Sastra UI mendirikan Lembaga Bhs dan Kebudayan Lembaga Bhs dan Kesusastraan Pusat Bahasa

3. Diterbitkan majalah-majalah bahasa

4. Kongres-kongres bahasa

5. Ejaan Baru Melayu Indonesia (Melindo)

6. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

7. Pembinaan bahasa Indonesia lewat media massa

Page 34: BAHASA INDONESIA.ppt

PERIODE BAHASA INDONESIA MODERN

8. Penyusunan Tata Bahasa Baku

9. Seminar-seminar bahasa

10. Penataran bahasa

11. Proyek penelitian bahasa,sastra, dan

pengajaran bahasa dan sastra

12. Diterbitkan majalah Bahasa dan Sastra

dan majalah Pengajaran Bahasa dan

Sastra

13. Mulai tahun 1978, bulan Oktober

ditetapkan sebagai “Bulan Bahasa”

Page 35: BAHASA INDONESIA.ppt

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA

KEDUDUKAN BAHASA

Status relatif bahasa sebagai

sistem lambang nilai budaya

yang dirumuskan atas dasar

nilai sosial yang dihubungkan

dengan bahasa yang

bersangkutan

FUNGSI BAHASA

• Nilai pemakaian bahasa yang

dirumuskan sebagai tugas

pemakaian bahasa itu dalam

kedudukan yang diberikan

kepadanya

Page 36: BAHASA INDONESIA.ppt

Fungsi Bahasa Indonesia Fungsi Bahasa Indonesia

sebagai Bahasa Nasionalsebagai Bahasa Nasional

1.Lambang kebanggaan kebangsaan

2.Lambang identitas nasional

3.Alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya.

4.Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

Page 37: BAHASA INDONESIA.ppt

Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa NegaraBahasa Negara

1.Bahasa resmi kenegaraan

2.Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan

3.Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah

4.Alat pengembangan kebudayaan, ilmu

pengetahuan dan teknologi

Page 38: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Indonesia

• Tujuan pembelajaran ini adalah agar pemakai bahasa dapat memahami berbagai variasi bahasa khususnya bahasa Indonesia berdasarkan pemakai, dan pemakaian bahasa.

• Ragam bahasa dapat dikenali menurut pemakai dan pemakaian bahasa.

Page 39: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Indonesia

Dari segi pemakai bahasa dibedakan menjadi (1) ragam daerah, (2) ragam pendidikan, dan (3) ragam sikap pemakai bahasa. (1) Ragam Daerah/DialekmBogor, mBandung, mBali, mBanyumas

(orang Jawa)pendidi’an, tanja’an, kenai’an, tungga’an,

gera’an (orang Jawa)thethapi, pathung, ithu, canthik (orang Bali)séméntara, tétapi, séwénang-wénang, pérgi,

lébaran (orang Batak) (2) Ragam Pendidikan

Pada ujaran orang yang tidak berpendidikan formal, bunyi f p

pakultas, pilem, pakir, pirasat, pebruari

Page 40: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Indonesia

(3) Ragam Sikap Pemakai Bahasa Ragam bahasa menurut sikap pemakai bahasa dapat disebut langgam atau gaya.Sikap itu dipengaruhi antara lain oleh usia dan kedudukan lawan bicara, pokok persoalan yang disampaikan, dan tujuan penyampaian informasi.Dari segi pemakaian bahasa, ragam bahasa dibedakan menjadi (1) ragam bahasa berdasarkan pokok persoalan, (2) ragam menurut sarananya, (3) ragam yang mengalami gangguan percampuran, dan (4) ragam berdasarkan situasi pemakaian.

Page 41: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Menurut Pemakaian Bahasa

1. Ragam Bahasa Berdasarkan Pokok Persoalan

Bahasa yang digunakan dalam lingkungan religi berbeda pula dari bahasa yang digunakan di lingkungan olah raga, dunia niaga, jurnalistik, dan militer.ImamWasitPresiden

Page 42: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Menurut Pemakaian Bahasa

2. Ragam Bahasa Berdasarkan Sarana/Media

Ragam ini dibedakan ke dalam dua macam, yaitu: (1) ragam bahasa lisan, dan (2) ragam bahasa tulis.Contoh pelafalan:

Tidak baku Bakuazas asasmerjer mergermines minusples plus

Page 43: BAHASA INDONESIA.ppt

Ragam Bahasa Menurut Pemakaian Bahasa

3. Ragam bahasa yang mengalami gangguan percampuranLafal Indonesia yang kejawa-jawaan atau kesunda-sundaan masih dapat diterima orang daripada lafal Indonesia yang keinggris-inggrisan.

4. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi Pemakaian Penggunaan bahasa ini terkait dengan situasi, yaitu situasi resmi dan situasi tidak resmi.

Page 44: BAHASA INDONESIA.ppt

Contoh Penggunaan Ragam Bahasa Lisan

Ia pergi ke kampus akan pinjam buku untuk belajar.

Dalam perjalanan ia berhenti sebentar beli permen di sebuah warung. Ia sandarkan sepedanya di tepi jalan dan masuk ke warung tersebut. Di dekat pintu masuk, ia lihat-lihat stiker dari berbagai fakultas, kemudian dia ambil salah satu stiker lalu dibayar.

Di warung tersebut ia ketemu dengan Ardi yang kemarin jualan kaos di GOR Satria. Ardi yang pakai kaos merah dan pakai sadal jepit mengajak duduk untuk ngobrol sebentar. Ia kemukakan niatnya dan janji akan membantu jualkan kaos kepada teman-teman di kampus dengan komisi lima prosen. Dari luar ia dengar Dedy ketawa terkekeh-kekeh karena lihat sebuah karikatur yang lucu tentang seorang caleg yang sedang rebutan kursi, dan kursi itu akhirnya rusak, keduanya guling ke sisi meja sidang.

Page 45: BAHASA INDONESIA.ppt

• Dalam situasi resmi/formal, penggunaan bahasa juga harus formal.

• Kata yang seharusnya berimbuhan harus digunakan secara lengkap unsur imbuhannya.

• Kata-kata yang tidak baku (ketemu, ngobrol, ketawa) dihindari, diganti dengan bentuk kata yang baku.

Page 46: BAHASA INDONESIA.ppt

Beda Ragam Lisan dan Tulisan

• Ragam Lisan:1. Perlu kehadiran

lawan tutur2. Unsur gramatikal

tidak lengkap3. Terikat ruang dan

waktu4. Dipengaruhi

intonasi, jeda, ritme suara

• Ragam Tulis:1. Tidak perlu

kehadiran lawan tutur

2. Unsur gramatikal lengkap

3. Tidak terikat ruang dan waktu

4. Dipengaruhi oleh tanda baca / ejaan

Page 47: BAHASA INDONESIA.ppt

Standardisasi Bahasa• Standardisasi bahasa dilakukan terhadap

ejaan, ucapan atau lafal, istilah, perbendaharaan kata, dan tata bahasa.

• Melihat perkembangan bahasa yang sejalan dengan perkembangan budaya manusia, maka perlu dibuat aturan baku untuk mengatur perkembangan bahasa agar tidak terjadi kesimpangsiuran di dalam pemakaian bahasa.

Page 48: BAHASA INDONESIA.ppt

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

• Apa yang dijadikan alat ukur bahasa yang baik, dan apa alat ukur bahasa yang benar?

• Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang pemakaiannya sesuai dengan situasi, kondisi, dan maksud pembicaraan.

• Kriteria yang dipakai untuk pemakaian bahasa yang benar adalah kaidah tata bahasa yang baku. Kaidah itu meliputi aspek: (1) tata bunyi (fonologi), (2) tata bahasa (kata dan kalimat), (3) kosakata (istilah), (4) ejaan, dan (5) makna.

Page 49: BAHASA INDONESIA.ppt

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

• Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang pemakaiannya sesuai dengan kaidah tata bahasa yang baku.

• Bahasa yang mengenai sasaran tidak selalu perlu beragam baku, contoh dalam menawar barang di pasar.

Page 50: BAHASA INDONESIA.ppt

ال�م� ع�ل�ي�ك�م� ا�لس�ك�ات�ه� ب�ر� ة� الله� و� م� ح� و�ر�