24
BAB III MANAJEMEN AREA A. Deskripsi Singkat Area Kajian Yayasan mardi waluya memiliki karya sosial yang bergerak dipelayanan keperawatan khusus lanjut usia (lansia) yaitu wisma asisi. Wisma asisi berdiri sejak tahun 1996, berada di Jl. Veteran II No. 10 Kota Sukabumi. Letak Wisma Asisi yang sangat strategis menyebabkan banyak masyarakat di luar wilayah Kota Sukabumi yang menggunakan jasa kesehatan di Wisma Asisi. Di wisma asisi sendiri terdapat 9 geron dan 55 lansia. B. Tabel Analisa SWOT ELEMEN STRENGHT WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT MAN Adanya pelatihan geron dari departemen social, Dinkes, dan Geron yang berada di Wisma asisi hanya berjumlah 9 Banyaknya minat masyarakat baik dari kota sukabumi maupun Jumlah geron tidak sesuai dengan jumlah lansia

Bahan Swot Gerontik Bab 3

  • Upload
    mso93

  • View
    223

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kjhg

Citation preview

Page 1: Bahan Swot Gerontik Bab 3

BAB III

MANAJEMEN AREA

A. Deskripsi Singkat Area Kajian

Yayasan mardi waluya memiliki karya sosial yang bergerak dipelayanan keperawatan khusus lanjut usia (lansia) yaitu

wisma asisi. Wisma asisi berdiri sejak tahun 1996, berada di Jl. Veteran II No. 10 Kota Sukabumi. Letak Wisma Asisi yang

sangat strategis menyebabkan banyak masyarakat di luar wilayah Kota Sukabumi yang menggunakan jasa kesehatan di Wisma

Asisi. Di wisma asisi sendiri terdapat 9 geron dan 55 lansia.

B. Tabel Analisa SWOT

ELEMEN STRENGHT WEAKNESS OPPORTUNITY THREATMAN Adanya pelatihan geron

dari departemen social, Dinkes, dan Puskesmas Selabatu tentang perawatan lansia (seperti cara melakukan TAK, perawatan luka, personal hygiene dan cara menghadapi lansia)

Adanya mahasiswa

Geron yang berada di Wisma asisi hanya berjumlah 9 orang

Jumlah lansia berjumlah 54 orang tidak sebanding dengan jumlah geron

Adanya mahasiswa yang sukar untuk

Banyaknya minat masyarakat baik dari kota sukabumi maupun luar kota untuk merawat lansia di wisma asisi

Jumlah geron tidak sesuai dengan jumlah lansia

Adanya tugas geron yang tidak terselesaikan dengan maksimal

Page 2: Bahan Swot Gerontik Bab 3

40

praktikan di wisma asisi Adanya pengontrolan oleh

suster pimpinan dalam perkembangan lansia dan geron

mengikuti arahan sehingga terkadang menambah tugas geron

Jadwal pelatihan geron tidak efektif dan belum diterapkan di wisma asisi

Belum efektifnya pengontrolan perkembangan lansia dan geron

Sering terjadi keluar masuk geron untuk merawat lansia, mengakibatkan lansia yang dirawat menjadi terbengkalai

MONEY Adanya anggaran untuk lansia yang tinggal dipanti dari keluarga, depsos dan yayasan mardi waluya

Adanya sebagian keluarga yang memberikan uang secara langsung kepada lansia mengakibatkan lansia bebas membeli makanan atau barang-barang tanpa

Tidak akan terjadi terbengkalainya perawatan terhadap lansia karena sudah pastinya biaya untuk lansia tersebut

Keluarga yang memutuskan tanggung jawab lansia secara sepihak menyebabkan yayasan harus menanggung biaya hidup lansia

Page 3: Bahan Swot Gerontik Bab 3

41

sepengetahuan geron dan tidak terkontrol

MATERIAL Wisma asisi memiliki 37 ruangan kamar tidur untuk lansia

Wisma asisi memiliki ruangan yang luas dan bersih dan

Terdapat fasilitas ruangan yang dipakai untuk merawat lansia yang sakit

Terdapat klinik yang jaraknya berdekatan dengan wisma asisi

Luasnya wilayah wisma dan terbatasnya geron mengakibatkan kurangnya kontrol dari geron ke setiap ruangan lansia

Luasnya wisma asisi membuka peluang bertambahnya lansia

Kurangnya tanggapan segera karena jarak dari tempat geron ke kamar lansia yang lumayan berjauhan

MACHINE Ada kendaraan operasional wisma asisi yang bisa digunakan oleh petugas pelayanan kesehatan di klinik

Memimalisir keadaan kritis bila terjadi sesuatu pada lansia bila kemungkinan unntuk dirujuk

Bengkaknya anggaran untuk pemeliharaan kendaraan operasional

Page 4: Bahan Swot Gerontik Bab 3

42

MARKET Banyaknya minat masyarakat banyak, baik dari kota sukabumi maupun luar kota untuk merawat lansia di wisma asisi.

Letak yang strategis membuat para pengunjung lansia mudah menjangkau

Kurangnya persyaratan penerimaan dari pihak wisma asisi untuk kategori lansia yang mandiri dan ketergantungan

wisma asisi adalah salah satu panti yang memiliki fasilitas yang memadai

Beban ganda geron karna terlalu banyak lansia yang ketergantungan.

METODE Selalu ada kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan 2x dalam seminggu

Adanya senam lansia yang dilakukan satu kali dalam seminggu

Kerjasama pihak puskesmas selabatu

Terdapat aturan dan norma yang harus dipatuhi oleh setiap lansia yang berada di wisma asisi

Belum efektifnya kerjasama dengan pihak puskesmas

Jarang dilakukan penyuluhan dan program kesehatan untuk lansia dari puskesmas, dinas kesehatan dan depsos yang optimal.

Senam yang dilakukan belum mencakup senam otak

Jarang dilakukan pemeriksaan status mental pada lansia yang tinggal di wisma

Meningkatkan angka harapan hidup

Kurangnya persyaratan penerimaan lansia yang ingin tinggal di panti mengakibatkan geron sehingga banyak lansia yang ketergantungan daripada yang mandiri.

Page 5: Bahan Swot Gerontik Bab 3

43

Indikator

SWOT Hasil Kajian

Score ( 1 – 5 )

S

(strengths)

Kekuatan

Adanya pelatihan geron dari departemen social, Dinkes,

dan Puskesmas Selabatu tentang perawatan lansia (seperti

cara melakukan TAK, perawatan luka, personal hygiene

dan cara menghadapi lansia)

Adanya mahasiswa praktikan di wisma asisi

Adanya pengontrolan oleh suster pimpinan dalam

perkembangan lansia dan geron

Adanya anggaran untuk lansia yang tinggal dipanti dari

keluarga, depsos dan yayasan mardi waluya

Wisma asisi memiliki 37 ruangan kamar tidur untuk lansia

Wisma asisi memiliki ruangan yang luas dan bersih

Terdapat fasilitas ruangan yang dipakai untuk merawat

lansia yang sakit

Terdapat klinik yang jaraknya berdekatan dengan wisma

asisi

2

2

3

2

2

3

3

3

Page 6: Bahan Swot Gerontik Bab 3

44

Ada kendaraan operasional wisma asisi yang bisa

digunakan oleh petugas pelayanan kesehatan di klinik

Banyaknya minat masyarakat banyak, baik dari kota

sukabumi maupun luar kota untuk merawat lansia di

wisma asisi.

Letak yang strategis membuat para pengunjung lansia

mudah menjangkau

Selalu ada kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti

pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan 2x dalam

seminggu

Adanya senam lansia yang dilakukan satu kali dalam

seminggu

Kerjasama pihak puskesmas selabatu

Terdapat aturan dan norma yang harus dipatuhi oleh setiap

lansia yang berada di wisma asisi

3

3

3

2

3

2

2

Nilai 38: 15 2.5

W

(weakness)

Geron yang berada di Wisma asisi hanya berjumlah 9

orang

2

2

Page 7: Bahan Swot Gerontik Bab 3

45

Kelemahan Jumlah lansia berjumlah 54 orang tidak sebanding dengan

jumlah geron

Adanya mahasiswa yang sukar untuk mengikuti arahan

sehingga terkadang menambah tugas geron

Jadwal pelatihan geron tidak efektif dan belum diterapkan

di wisma asisi

Belum efektifnya pengontrolan perkembangan lansia dan

geron

Sering terjadi keluar masuk geron untuk merawat lansia,

mengakibatkan lansia yang dirawat menjadi terbengkalai

Adanya sebagian keluarga yang memberikan uang secara

langsung kepada lansia mengakibatkan lansia bebas

membeli makanan atau barang-barang tanpa

sepengetahuan geron dan tidak terkontrol

Luasnya wilayah wisma dan terbatasnya geron

mengakibatkan kurangnya kontrol dari geron ke setiap

ruangan lansia

Kurangnya persyaratan penerimaan dari pihak wisma asisi

untuk kategori lansia yang mandiri dan ketergantungan

3

2

3

2

2

3

3

3

Page 8: Bahan Swot Gerontik Bab 3

46

Belum efektifnya kerjasama dengan pihak puskesmas

Jarang dilakukan penyuluhan dan program kesehatan

untuk lansia dari puskesmas, dinas kesehatan dan depsos

yang optimal.

Senam yang dilakukan belum mencakup senam otak

Jarang dilakukan pemeriksaan status mental pada lansia

yang tinggal di wisma

2

2

3

2

Nilai 34:13 2,6

O

(opportunities)

Peluang

Banyaknya minat masyarakat baik dari kota sukabumi

maupun luar kota untuk merawat lansia di wisma asisi

Tidak akan terjadi terbengkalainya perawatan terhadap

lansia karena sudah pastinya biaya untuk lansia tersebut

Luasnya wisma asisi membuka peluang bertambahnya

lansia

Meminimalisir keadaan kritis bila terjadi sesuatu pada

lansia bila kemungkinan untuk dirujuk

wisma asisi adalah salah satu panti yang memiliki fasilitas

yang memadai

3

2

3

4

3

Page 9: Bahan Swot Gerontik Bab 3

47

Meningkatkan angka harapan hidup 3

Nilai 18:6 3

T

(threats)

Ancaman

Jumlah geron tidak sesuai dengan jumlah lansia

Adanya tugas geron yang tidak terselesaikan dengan

maksimal

Keluarga yang memutuskan tanggung jawab lansia secara

sepihak menyebabkan yayasan harus menanggung biaya

hidup lansia

Kurangnya tanggapan segera karena jarak dari tempat

geron ke kamar lansia yang lumayan berjauhan

Bengkaknya anggaran untuk pemeliharaan kendaraan

operasional

Beban ganda geron karna terlalu banyak lansia yang

ketergantungan

Kurangnya persyaratan penerimaan lansia yang ingin

tinggal di panti mengakibatkan banyaknya lansia yang

ketergantungan dari pada yang mandiri.

2

2

3

2

3

2

2

Nilai = 16:7 2,2

Page 10: Bahan Swot Gerontik Bab 3

48

O (Opportunities)

W (Weakness) -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 (x) S (Strenght)

T (Threats)

Keterangan :

4

3

2

1

-1

-2

-3

-4

Page 11: Bahan Swot Gerontik Bab 3

49

Koordinat (x;y) ditentukan dengan :

X= nilai total S – lWl

Y= nilai total O – lTl

Diketahui nilai total S=2.5 W= 2.6, O= 3 T= 2.2

Jadi: x= nilai total S – lWl= 2.5 – 2.6 = -0.1

y =nilai total O – lTl = 3 – 2.2 = 0,8

Koordinat (x,y) => (-0.1 , 0.8)

Kesimpulan :

Dengan melihat hasil analisis swot yang tergambar pada grafik diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen

pengelolaan wisma asisi berada dalam kuadran III (Strategi Stabilitas) yaitu menghadapi peluang pasar yang sangat besar

tetapi dipihak lain menghadapi kendala atau kelemahan. Fokus strategi perbaikan ini adalah meminimalkan masalah-masalah

internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik dalam mengoptimalkan setiap kesgiatan dan masalah yang ada.

Page 12: Bahan Swot Gerontik Bab 3

C. Analisa Data

No Data Seharusnya

1.

2.

3.

4.

Jarang dilakukan pemeriksaan

fungsi status mental pada lansia

seperti MMSE dan SPMSQ

Belum ada kegiatan yang

diterapkan untuk meningkatkan

fungsi mental lansia

Banyaknya lansia yang mengalami

demensia

Kurangnya tenaga kerja atau geron

yang terdapat di Wisma Asisi.

Walaupun demensia merupakan bagian dari

proses menua, tetapi jika dilakukan

pemeriksaan fungsi status mental dan

menerapkan kegiatan yang dapat

meningkatkan kemampuan fungsi ingatan ,

demensia dapat dicegah dan diminimalisir.

Page 13: Bahan Swot Gerontik Bab 3

D. Alternatif Solusi

Page 14: Bahan Swot Gerontik Bab 3

Faktor internal

Faktor eksternal

S (strengths)

Kekuatan

Adanya pelatihan geron dari

departemen social, Dinkes, dan

Puskesmas Selabatu tentang

perawatan lansia (seperti cara

melakukan TAK, perawatan

luka, personal hygiene dan cara

menghadapi lansia)

Adanya mahasiswa praktikan di

wisma asisi Adanya

pengontrolan oleh suster

pimpinan dalam perkembangan

lansia dan geron

Adanya anggaran untuk lansia

yang tinggal dipanti dari

keluarga, depsos dan yayasan

mardi waluya

Wisma asisi memiliki 37

ruangan kamar tidur untuk

lansia

Wisma asisi memiliki ruangan

yang luas dan bersih

W (weakness)

Kelemahan

Geron yang berada di Wisma asisi

hanya berjumlah 9 orang

Jumlah lansia berjumlah 54 orang

tidak sebanding dengan jumlah

geron

Adanya mahasiswa yang sukar

untuk mengikuti arahan sehingga

terkadang menambah tugas geron

Jadwal pelatihan geron tidak efektif

dan belum diterapkan di wisma asisi

Belum efektifnya pengontrolan

perkembangan lansia dan geron

Sering terjadi keluar masuk geron

untuk merawat lansia,

mengakibatkan lansia yang dirawat

menjadi terbengkalai

Adanya sebagian keluarga yang

memberikan uang secara langsung

kepada lansia mengakibatkan lansia

bebas membeli makanan atau

barang-barang tanpa sepengetahuan

Page 15: Bahan Swot Gerontik Bab 3

O (opportunities)

Peluang

Banyaknya minat

masyarakat baik dari kota

sukabumi maupun luar kota

untuk merawat lansia di

wisma asisi

Tidak akan terjadi

terbengkalainya perawatan

terhadap lansia karena

sudah pastinya biaya untuk

lansia tersebut

Luasnya wisma asisi

membuka peluang

bertambahnya lansia

Meminimalisir keadaan

kritis bila terjadi sesuatu

pada lansia bila

kemungkinan untuk dirujuk

wisma asisi adalah salah

satu panti yang memiliki

fasilitas yang memadai

Berkoordinasi dengan kepala

Geron untuk mengajukan

kegiatan senam otak secara rutin

Memberi masukan kepada para

geron untuk lebih meningkatkan

pentingnya kegiatan-kegiatan

yang dapat meningkatkan fungsi

status mental lansia.

Lakukan permainan sederhana

untuk menigkatkan status mental

lansia

Lakukan pengkajian status mental

dengan SPMSQ secara rutin satu

bulan sekali.

Page 16: Bahan Swot Gerontik Bab 3

Meningkatkan angka

harapan hidup

T (threats) Ancaman

Jumlah geron tidak sesuai

dengan jumlah lansia

Adanya tugas geron yang

tidak terselesaikan dengan

maksimal

Keluarga yang

memutuskan tanggung

jawab lansia secara

sepihak menyebabkan

yayasan harus

menanggung biaya hidup

lansia

Kurangnya tanggapan

segera karena jarak dari

tempat geron ke kamar

lansia yang lumayan

berjauhan

Bengkaknya anggaran

untuk pemeliharaan

Page 17: Bahan Swot Gerontik Bab 3

kendaraan operasional

Beban ganda geron karna

terlalu banyak lansia yang

ketergantungan

Kurangnya persyaratan

penerimaan lansia yang

ingin tinggal di panti

mengakibatkan banyaknya

lansia yang ketergantungan

dari pada yang mandiri.