BAHAN INFORMASI RAKORNAS PENGAWASAN Rakornas... · Pembangunan (BAPPENAS, Paling Lambat Januari) SIKLUS…

  • Published on
    10-Apr-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

B A H A N I N F O R M A S I

RAKORNAS PENGAWASAN INTERN

J a k a r t a , 1 7 J u l i 2 0 1 8

1

T A N T A N G A N # 1 K E M I S K I N A N

Tahun 2017 penduduk miskin di Indonesia mencapai 10,38% dari total jumlah pendudukatau sama dengan 27,17 juta penduduk (10,47 juta penduduk di perkotaan &

16,70 juta penduduk di pedesaan)

2014 2015 2016 2017

P E R S E N T A S E P E N D U D U K M I S K I N 2 0 1 4 - 2 0 1 7

11,1%11,17 %

10,78 %

10,38 %

Sumber: BPS (2017), diolah

38,53%

61,47%

2

T A N T A N G A N # 2 K E T I M P A N G A N

( S H A R E S E T I A P P U L A U T E R H A D A P P E M B E N T U K A N P D B N A S I O N A L )

Masih terdapat ketimpangan PDRB antara Pulau Jawa (58,22%) & Pulau Sumatera (22,12%) dengan pulau-pulau lain di Indonesia

Sumber: RKP (2018), Bappenas, diolah

SUMATERA2015: 22,21%2016: 22,03%

2017: 22,12%

KALIMANTAN2015: 8,15%2016: 7,83%

2017: 7,75%

SULAWESI2015: 5,92%2016: 6,04%

2017: 6,34%

BALI & NUSA TENGGARA2015: 3,06%2016: 3,12%

2017: 3,15%

MALUKU & PAPUA2015: 2,37%2016: 2,46%

2017: 2,42%

JAWA2015: 58,29%2016: 58,51%

2017: 58,22%

3

T A N T A N G A N # 3 P E M E R A T A A N

2014 2015 2016 2017

I N D E K S G I N I 2 0 1 4 - 2 0 1 7

0,41

0,3955 0,3955

0,392

Indeks Gini menjelaskan distribusi pendapatan atau kekayaan yang menunjukkan seberapa meratapendapatan dan kekayaan didistribusikan di antara populasi. Semakin rendah Indeks Gini,

maka semakin berkurang tingkat kesenjangan di antara penduduk miskin.

Sumber: BPS (2017), diolah

( M E N U N J U K K A N T R E N D P O S I T I F )

4

INDEKS DAYA SAING GLOBAL DAN INFRASTRUKTUR INDONESIA TAHUN 2017 - 2018

(sumber: Global Competitiveness Index, WEF, 2017)

pembangunan infrastruktur sebagaiprioritas utama merupakan pilihan yang logis

dan strategis dalam meningkatkandaya saing Indonesia

sekaligus untuk mengejar ketertinggalan

82

7678

61

56

6260

52

2010-2011 2011-2012 2012-2013 2013-2014 2014-2015 2015-2016 2016-2017 2017-2018

INDEKS DAYA SAING INFRASTRUKTUR INDONESIA

Indeks Daya SaingGlobal Indonesia (GCI)

YEAR RANK

2010 2011 44

2011 2012 46

2012 2013 50

2013 2014 38

2014 2015 34

2015 2016 37

2016 2017 41

2017 2018 36

5

Survei GALLUP WORLD POLL menempatkan Indonesiapada peringkat pertama sebagai negara yangpemerintahannya paling dipercaya oleh masyarakat,yakni sebesar 80%.

INDONESIA DI MATA INTERNASIONAL

SwissIndia

Indonesia

SURVEI EODB tahun 2017, Indonesia sebagai negara teratas dalam Top Reformer bagi perbaikan Kemudahan Berusaha dengan mereformasi 7 indikator(dari 10 indikator EoDB).

Peningkatan peringkat investment grade atau layakinvestasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional yangkredibel, yaitu STANDARD AND POORS, FITCH RATINGS,DAN MOODYS.

10691

120

2014

2018

72

114

2015

20162017

6

pembangunan infrastruktur sangat fundamental atau mendasar bagiIndonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara lain. Ketersediaan

infrastruktur di Indonesia masih kecil dibandingkan yang dimiliki negara-negara tetangga baik jalan, pelabuhan, airport dan pembangkit listrik

sehingga menjadi fokus pembangunan nasional

7

MENINGKATKAN KONSUMSI

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

MENINGKATKAN STABILITAS PEREKONOMIAN MAKRO

MENINGKATKAN KEMAKMURAN

P E R A N I N F R A S T R U K T U R

8

Disparitasantar wilayah dan

kawasan masih tinggi (KBI dan KTI)

Urbanisasi yang tinggi (53% penduduk tinggal pada kawasan

Perkotaan)

Daya Saing Nasional

Masih belum kuat karena keterbatasan dukungan infrastruktur (termasuk

konektivitas)

Pemanfaatan Sumber Daya belum optimal dalam

mendukung kedaulatan pangan & energi

T A N T A N G A N P E M B A N G U N A N I N F R A S T R U K T U R P U P R

2 0 1 5 - 2 0 1 9

9

Pembangunan infrastruktur PUPR difokuskan pada

35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) untuk meningkatkan daya saing danmengurangi disparitas antar wilayah

Esensi:1. memadukan antara pengembangan wilayah

dengan market driven.2. mempertimbangkan daya dukung dan daya

tampung lingkungan.3. memfokuskan pengembangan infrastruktur

menuju wilayah strategis.4. mendukung percepatan pertumbuhan kawasan-

kawasan pertumbuhan di WPS.5. mengurangi disparitas antar kawasan didalam

WPS.

Untuk itu diperlukan:

Keterpaduan Perencanaanantara Infrastruktur dengan pengembangankawasan strategis dalam WPS.

Sinkronisasi Program antarinfrastruktur (Fungsi, Lokasi, Waktu, Besaran, dan Dana).

K O N S E P P E N G E M B AN G AN WIL AY AH

10

I N T E G R A S IP E M B A N G U N A N I N F R A S T R U K T U R P U P R

PELABUHAN LAUT(a.l. : Bitung, Tanjung Priok, Kuala Tanjung)

PELABUHAN IKAN(a.l. : Belawan, Cilacap, Bitung)

BANDARA(a.l. : Kulon Progo, Samarinda Baru, Kertajati)

REL KERETA API(a.l. : Sulsel, Sumut, Double track Jawa)

PENYEBERANGAN FERRY

(a.l. : Bakauheni, Merak, Ketapang)

17 KawasanIndustri

Prioritas & 10 Kawasan Ekonomi Khusus

a.l. Sei Mangkei, Ketapang, Bitung

10 KawasanStrategis

PariwisataNasional

a.l. Danau Toba,

Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur

40 KawasanPerdesaanPrioritas

13 ProvinsiLumbungPangan

Nasional

a.l. Jabar, Jatim, Sulsel, Sumut

KawasanPerbatasan(Kalimantan, NTT,

dan Papua)

KonektivitasMulti-moda

12 KawasanMetropolitan

a.l. Jabodetabek, Mebidangro,

Mamminasata

DUKUNGAN INFRASTRUKTUR

PUPR

11

CATATAN PENELAAHAN

CATATAN PENELITIAN & REVIU

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

Tema, Sasaran, Arah Kebijakan,

dan Prioritas Pembangunan(BAPPENAS,

Paling Lambat Januari)

SIKLUS PROGRAMMING

Reviu Angka Dasar dalam Rangka

Penyusunan Pagu

Indikatif

PRA-KONSULTASI

REGIONALOutput:

Baseline & Stok Program

Kementerian PUPR Tahun 2019

RAPAT TERBATAS

SB PAGU INDIKATIF

Rancangan RENJA K/L

(Paling Lambat Minggu

ke-2 April)

MUSRENBANGTRILATERAL

MEETING

Rancangan Awal Rencana Kerja

Pemerintah (RKP)

Peraturan Presiden

Tentang RKP(Paling

Lambat Juni)

SB PAGU ANGGARAN

PENELITIAN & REVIU RKA-K/L

Nota Keuangan

dan RAPBN

SB ALOKASI ANGGARAN

Dokumen DIPA

P R O G R A M M I N G B U D G E T I N G MON

e-MONITORING & e-PROCUREMENT

e-BUDGETINGRENJA K/L (KRISNA)

STRUKTUR KINERJA & TARGET

RKA-K/LPAGU ANGGARAN

RKA-K/LALOKASI ANGGARAN

PENELAAHAN RKA-K/L

12

S A S A R A N O U T P U T I N F R A S T R U K T U R P U P R 2 0 1 5 2 0 1 9

K O N E K T I V I T A S

K E T A H A N A N A I R & P A N G A N

P E R U M A H A N

Akses Air Minum Layak 100 %

Kawasan permukimankumuh perkotaan

0 ha

Akses Sanitasi Layak 100 %

PROGRAM SATU JUTA RUMAH

Fasilitasi PSU untuk Rumah Tapak Layak Huni Rumah Khusus Rumah Susun untuk MBR Rumah Swadaya30 Km

Pembangunan jembatan baru

2.650 km Pembangunan

jalan baru

1.000 kmPembangunan jalan tol(pemerintah & swasta)

65Pembangunan

waduk

1 jutahektar

Pembangunan jaringan irigasi baru

INFRASTRUKTURPERMUKIMAN

13

SISA8 BARU

12 SELESAI

CAPAIAN41 BARU17 SELESAI

65 BENDUNGAN

SISA162 BUAH

CAPAIAN926 BUAH

1.088 EMBUNG

SISA45,26

m3/dt

CAPAIAN22,24m3/dt

67,52 m3/dtAIR BAKU

SISA139.985

Ha

CAPAIAN860.015 Ha

1 JT HaJAR. IRIGASI

SISA2.598

Km

CAPAIAN1.011,7 Km

3.620 KmSARPRAS PENGENDALIDAYA RUSAK

SISA50 BUAH

CAPAIAN256 BUAH

306 SARPRAS PENGENDALISEDIMEN DAN LAHAR

SISA- KM

CAPAIAN3.432 Km

2.650 Km JALAN

SISA- KM

CAPAIAN39.798 m

29.859 mJEMBATAN

SISA905 KM

CAPAIAN947 Km

1.852 KmJALAN TOL

SISA13.882

Lt/dt

CAPAIAN20.440Lt/dt

34.319 Lt/dt SPAM

SISA25.153

Ha

CAPAIAN13.555 Ha

38.431 HaKAWASAN KUMUH

SISA2.547.000

KK

CAPAIAN9.616.334KK

12.163.334 KKSANITASI PERSAMPAHAN

SISA505.107

UNIT

CAPAIAN44.893 UNIT

550.000RUMAH SUSUN

SISA27.642

UNIT

CAPAIAN22.358UNIT

50.000 RUMAH KHUSUS

SISA1.276.835

UNIT

CAPAIAN473.165UNIT

1.750.000RUMAH SWADAYA

SISA193.271

UNIT

CAPAIAN282.729UNIT

476.000SBUM

SISA555.059

UNIT

CAPAIAN794.941 UNIT

1.350.000FLP & SSB/SSM

BIDANG SUMBER DAYA AIR

BIDANG JALAN & JEMBATAN

BIDANG KECIPTA KARYAAN

BID

AN

G P

ER

UM

AH

AN

RENCANA 2015-2019, PERKIRAAN CAPAIAN 2015-2018 & SISA TARGET 2019

14

B E N DUN GANPembangunan jalan tol dibiayai dariAPBN dan Non-APBN.

Target pembangunan 5 tahunsepanjang 1.852 km, dengan perkiraancapaian 2015 2018 sepanjang 947km:

a. Tahun 2015: 132,2 km

b. Tahun 2016: 44 Km

c. Tahun 2017: 156,6 Km

d. Tahun 2018: 615 km

Pada tahun 2018 hingga bulan Julisepanjang 110 km jalan tol telahberoperasi.

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 49 bendungan barupada tahun 2015-2019. Hingga tahun 2018, diperkirakan terdapat 17bendungan selesai, dengan rincian:

a. Tahun 2015: 29 bendungan (16 lanjutan, 13 baru, dan 5 selesai)

b. Tahun 2016: 32 bendungan (24 lanjutan, 8 baru, dan 2 selesai)

c. Tahun 2017: 36 bendungan (30 lanjutan, 6 baru, dan 2 selesai)

d. Tahun 2018: 48 bendungan (34 lanjutan, 14 baru, dan 8 selesai)

Bendungan yang telah terbangun tersebut menambah luas layananirigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11%) menjadi 859.626 Ha(12,9%); kapasitas tampung sebesar 1.031 juta m3; kapasitas airbaku sebesar 5 m3/dtk; serta potensi energi sebesar 112 MW.

JALAN TOL

SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM)

Target pembangunan SPAM tahun 2014 2019 sebesar 34.319lt/dtk. Pada tahun 2015 2018 diperkirakan mencapai 20.440 lt/dtkdengan rincian:a. Tahun 2015: 7.350 ltr/dtkb. Tahun 2016: 3.780 ltr/dtkc. Tahun 2017: 5.873 ltr/dtkd. Tahun 2018: 3.437 lt/dtlSampai dengan tahun 2019, pembangunan SPAM ditargetkanmeningkat sebesar 36.152 ltr/dtk sehingga total kapasitas SPAM diIndonesia menjadi 70.471 ltr/dtk.

P E R UM AH AN

Capaian pembangunan perumahan

tahun 2015-2018 diperkirakan mencapai2.409.697 unit dengan rincian:

a. Tahun 2015 : 699.770 unit

b. Tahun 2016 : 805.169 unitc. Tahun 2017 : 904.758 unit

CAP AI AN H I N GGA T AH UN 2 0 1 7

15

BENDUNGAN KARIANK A B . L E B A K

Kapasitas Tampung:

314,7 juta m3

Luas Genangan:

2.170 Ha

Penyediaan air irigasi:

22.000 Ha

Penyediaan air baku:

9,10 m/det

Listrik

1,8 MW

BIAYA

Rp 1,07 T

MASA PELAKSANAAN

2015 2019

BENDUNGAN INI MERUPAKAN BENDUNGAN TERBESAR KE-3 SETELAH BENDUNGAN JATIGEDE DAN JATILUHUR

16

B E N D U N G A N R A K N A M ON U S A T E N G G A R A T I M U R

D I R E S M I K A N 9 J A N U A R I 2 0 1 8

PERTAMA YANG DIBANGUN DARI 49 BENDUNGAN.PERTAMA DILAKUKAN GROUNDBREAKING OLEH

PRESIDEN RI & PERTAMA YANG DIRESMIKAN (IMPOUNDING) DI TAHUN 2018

Volume16 juta m3

Air Baku0,1 m3/det

Irigasi1.250 Ha

Listrik0,22 MW

BIAYA

Rp. 760 Miliar

17

BIAYA

Rp 736 M

MASA PELAKSANAAN

JUNI 2015 2018

2018 + BUKU PSN

Kapasitas Tampung:

138 juta m3

Luas Genangan:

169,64 Ha

Irigasi :

7.000 Ha

Air Baku:

305 l/det

Listrik

2,5 MW

K U N J U N G A N P R E S I D E N

K E B E N DUN GAN P AS E L L O R ENG, S UL S E L2 8 J U N I 2 0 1 8

18

SEI GONG, BATAM SINDANG HEULA, BANTENLOGUNG, JAWA TENGAH

ROTIKLOT, NTT

PASELLORENG, SULSEL

MILA, NTB

GONDANG, JATENG

KUNINGAN, JABAR

8 BENDUNGAN SELESAI 2018

Bendungan Rotiklot di NTT, Bendungan Mila, Bendungan Kuningan di Jabar, Bendungan Gondang dan Logung di Jateng, Bendungan Sei Gong di Kep. Riau, Bendungan Sindang Heula di Banten, serta Bendungan Paselloreng di Sulsel.

Total kapasitas tampung dari delapan bendungan tersebut mencapai 288 juta m3.

19

P E M B A N G U N A N 5 E M B U N GD I K A B . R O T E N D A O , N T T

Mendukung Nawacita dengan membangun daerah terluar, terdepan, dan tertinggal

5 Embung: Embung Haladale Embung Lene Ana Embung Safetafa Embung Saina Embung Rau Oen

JUMLAH LAYANAN

2500orang & peternak

PENANDATANGANAN 10 PRASASTI

20

DAERAH IRIGASI

D . I K O M E R I N G , S U M S E LD . I B A J A Y U , S U M U T

21

PENGENDALI BANJIR &

PENGAMAN PANTAI

N O R M A L I S A S I S U N G A I C I L I W U N G

P E N G A M A N P A N T A I J A K A R T A T A H A P I I

P E N G A M A N P A N T A I P A N T A I P A N J A N G , K O T A B E N G K U L U

22

10 UNIT Jembatan Gantung

7 UNITJembatan Gantung

14 UNIT Jembatan Gantung

150 UNITJembatan Gantung

50 UNITJembatan Gantung

K O N E K T I V I T A SJALAN & JEMBATAN

( T A R G E T & C A P A I A N )

PERKIRAAN CAPAIAN 2015-2018:

3.432 KM

7.970 M

TARGET PEMBANGUNAN

JEMBATAN 2015-2019

29.859 M

6.982 M 9.473 M

TARGET PEMBANGUNANJALAN 2015-2019:

2.650 KM

15.373 M 10.029 M

Total Panjang Jembatan:Pembangunan Jembatan Baru,

Duplikasi Jembatan dan Jembatan Gantung

PERKIRAAN CAPAIAN 2015-2018: 39.798 M

2015 2016 2017 2018 2019

2 0 1 51.286 KM

2 0 1 6559 KM

2 0 1 7776 KM

2 0 1 8811 KM

2 0 1 9556 KM

23

JALAN PERBATASANKALIMANTAN 2017

1.906 KM

TARGET TEMBUS

2019

850 KMKALBAR

244 KMKALTIM

827 KMKALTARA

KALBAR 850 KM

TEMBUS 742,41 Km

KALTIM244 KM

TEMBUS 167,07 Km

KALTARA827 KM

TEMBUS 673 Km

TOTAL PANJANG 1,906 KmTA. 2017

KALIMANTAN TIMUR

TEMBUS742,4 km

TEMBUS167,1 km

TEMBUS672,7 km

0 km 591 km 222,1 km

24

JALAN PERBATASAN NTT

Pembangunan Jalan baru

Tembus Belum Tembus

- 47 km 129,19 km

1

2

4

5Dafala - Motamasin(48,44 Km)

Nualain - Dafala(49,75 Km)

Motaain - Turiskain(57,20 Km)

Haekesak Sp. Henes (20,8 Km)

PLBN Motamassin

PLBN Motaain

PembangunanJalan baru

TembusBelumtembus

109,55 km 157,6 km 18,6 km

TOTAL PANJANG 176,2 Km

TA. 2016

TA. 2017

Secara keseluruhan akan tembus akhir 2018

176,2 KM

TARGET TEMBUS

2018

25

J A L A N P E R B A T A S A N P A P U A

J A L A N T E M B U S

890,6 KmJALAN BELUM TEMBUS

207,6 KmTOTAL PANJANG

1.098,2 Km

SEGMEN 2Yetti Ubrub

Oksibil

301,74 KM

TEMBUS 94,1Km

SEGMEN 3Oksibil Tanah

Merah Muting Merauke

668,32 KM

TEMBUS 668,32 Km

SEGMEN 1Jayapura-Arso-

Waris-Yeti

128,18 KM

100% Aspal

26

PEMBANGUNAN HABEMA - MBUA

Jayapura-Elelim-Wamena (61,8 km)

Waropko-Oksibil(41,3 km)

Dekai-Oksibil (3 km)

Kenyam-Dekai (167 km)

Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali (127,2 km)

Wagete-Timika (7,1 km)

Nabire-Windesi-Manokwari (72 km)

Manokwari-Kambuaya-Sorong (13,5 km)

JALAN TRANS PAPUA

Ruas Jalan Trans Papua yang belum tersambung

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN KALI KENYAM ATAS

DISTRIK MBU-NDUGA

PAPUA BARAT

1.070,62 KM

100% TEMBUS

PAPUA3.259,45 KM

TEMBUS

2.906,76

PAPUA3.259,45

KM

TEMBUS2.906,76

KM

2...