Click here to load reader

BAB XI KUDA-KUDA DAN ATAP - · PDF fileKonstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus

  • View
    452

  • Download
    17

Embed Size (px)

Text of BAB XI KUDA-KUDA DAN ATAP - · PDF fileKonstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang...

133

BAB XIKUDA-KUDA DAN ATAP

A. Kuda-Kuda1. Pendahuluan

Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsiuntuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligusdapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyanggautama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi strukturframework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, danbeton bertulang.

Kuda-kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentangmaksimal sekitar 12 m. Kuda-kuda bambu pada umumnya mampu mendukungbeban atap sampai dengan 10 meter. Sedangkan kuda-kuda baja sebagaipendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukungbeban atap sampai dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat,stadion olah raga, bangunan pabrik, dan lain-lain. Kuda-kuda dari betonbertulang dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12meter. Pada kuda-kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untukmemperkaku struktur kuda-kuda pada arah horizontal.

Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yangselalu membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahandan bentuk penutupnya, maka konstruksi kuda-kuda satu sama lain akanberbeda, tetapi setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuanbentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja tanpamengalami perubahan.

Kuda-kuda diletakkan di atas dua tembok selaku tumpuannya. Perludiperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horizontalmaupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja.Kuda-kuda diperhitungkan mampu mendukung beban-beban atap dalam satuluasan atap tertentu. Beban-beban yang dihitung adalah beban mati (yaitu beratpenutup atap, reng, usuk, gording, kuda-kuda) dan beban hidup (angin, air hujan,orang pada saat memasang/memperbaiki atap).

134

2. Dasar Konstruksi Kuda-KudaIde dasar untuk mendapatkan bentuk konstruksi kuda-kuda seperti urutan

gambar di bawah ini:a. Akibat adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian

atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok ke arah samping. Bila tembok tidak kokohmaka tembok akan roboh.

Gambar XI-1

Gambar XI-2

b. Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping perludipasang balok horizontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kakikuda-kuda tersebut. Batang horizontal tersebut dinamakan balok tarik (AB).

Perubahan letak kaki kuda-kuda

Kaki kuda-kuda semulaBeban

B

p1

p

A

Tembok

Bentang (l)

Balok tarik

Tembok

Bentang (l)

A B

135

c. Karena bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendirikuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ketitik P, dengan adanya pelenturan, tembok seolah-olah ke dalam.

d. Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik di ujung atas kakikuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung.

Gambar XI-3

Gambar XI-4

TembokBentang (l) besar

Melentur

p

p1

Bentang (l)

1/2 l 1/2 l

A B

Tiang gantung

136

e. Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang panjang, sehinggakaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanyapelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekungkedalam, ini tidak boleh terjadi.

f. Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batangsokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang pada bagian bawahtiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah kuda-kuda.Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.

Gambar XI-5

Gambar XI-6

Bentang (l)

Tembok

A B

Kaki kuda-kuda melentur ke dalam

Bentang (l)

Tembok

Balok sokong desak

l1 1/2 l1

1/4 l1

137

g. Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksikuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk ituperlu diperkuat dengan dua batang kayu horizontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.

3. Batang-Batang Konstruksi Kuda-KudaGambar XI-7

Gambar XI-8, Batang-Batang Konstruksi Kuda-Kuda

Bentang (l)

Tembok

Batang penjepit(gapit)

1/2 l1

1/4 l1

a b

L

c e

f h

g

d

i

138

Keterangan:a. Balok tarik h. Balok gordingb. Balok kunci i. Balok tembokc. Kaki kuda-kuda j. Balok bubungan miringd. Tiang gantung k. Balok tunjange. Batang sokong l. Tiang pincangf. Balok gapit m. Balok pincangg. Balok bubungan

Gambar XI-9, Detail Hubungan AntarBatang Kuda-Kuda

Kuda-Kuda KayuDetail D

A

Detail B

Detail CDetail A

B

D

C

139

4. Tipe Kuda-Kudaa. Tipe Pratt

b. Tipe Howe

c. Tipe Fink

Gambar XI-10, Kuda-Kuda Tipe Pratt

Gambar XI-11, Kuda-Kuda Tipe Howe

Gambar XI-12, Kuda-Kuda Tipe Fink

140

Gambar XI-14, Kuda-Kuda Tipe Sawtooth

Gambar XI-15, Kuda-Kuda Tipe Waren

Gambar XI-13, Kuda-Kuda Tipe Bowstring

d. Tipe Bowstring

e. Tipe Sawtooth

f. Tipe Waren

141

5. Bentuk-Bentuk Kuda-KudaBerikut ditampilkan bentuk kuda-kuda berdasarkan bentang kuda-kuda dan

jenis bahannya, yaitu:a. Bentang 34 Meter

Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 sampai dengan 4meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang.

b. Bentang 48 MaterUntuk bentang sekitar 4 sampai dengan 8 meter, bahan dari kayu atau

beton bertulang.

Gambar XI-16, Kuda-Kuda Bentang 3-4 Meter

Gambar XI-17, Kuda-Kuda Bentang 4-8 Meter

142

c. Bentang 916 MeterUntuk bentang 9 sampai dengan 16 meter, bahan dari baja (double

angle).

Gambar XI-18, Kuda-Kuda Bentang 9-16 Meter

143

Gambar XI-19, Kuda-Kuda Bentang 20 Meter

d. Bentang 20 MeterBentang maksimal sekitar 20 m, bahan dari baja (double angle) dan

kuda-kuda atap sebagai loteng, bahan dari kayu.

144

Gambar XI-21, Kuda-Kuda Gabel Profil WF

Gambar XI-22, Pemasangan Kuda-Kuda

Gambar XI-20, Kuda-Kuda Baja Profil Siku-Siku

e. Kuda-Kuda Baja Profil Siku

f. Kuda-Kuda Gabel Profil WF

6. Kuda-Kuda dalam Penerapan

145

7. Kuda-Kuda Sistem Knock DownKuda-kuda sistem knock down merupakan terobosan baru untuk

mendirikan rumah instan. Bentuk kuda-kuda sangat sederhana dan terbuatdari papan. Tipe kuda-kuda tersebut diperkenalkan dalam rangka pendirianrumah untuk korban bencana alam yang terjadi di Aceh tanggal 26 Desember2004 dan dikenal dengan rumah tipe RI-A.

Gambar XI-23, Peletakkan Kuda-Kuda

Gambar XI-24, Desain Kuda-Kuda Sistem Knock Down

146

Gambar XI-25, Pemasangan Kuda-Kuda Sistem Knock Down

B. Atap1. Pendahuluan

Atap merupakan bagian dari struktur bangunan yang berfungsi sebagaipenutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehinggamemberikan kenyamanan bagi penggunan bangunan. Struktur atap padaumumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu: struktur penutup atap, gording,dan rangka kuda-kuda. Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap,yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk, dan reng. Beban-beban atap akanditeruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan/atau balok. Konstruksi atapmemungkinkan terjadinya sirkulasi udara dengan baik. Lebih detail bagian-bagian atap seperti gambar.

Gambar XI-26, Struktur Atap Sederhana

147

2. Bentuk-Bentuk Atapa. Atap Limasan

Gambar XI-27, Atap Limasan

Pandangan Muka Pandangan Samping

Potongan Bujur (II) Potongan Melintang (IIII)

Pandangan Atas

148

Gambar XI-28, Atap Pelana

b. Atap Pelana

Pandangan Muka

Potongan Bujur (II) Potongan Melintang (IIII)

Pandangan Samping

149

Gambar XI-29, Atap Gergaji

c. Atap Gerigi (Gergaji)/Sawteeth

150

Gambar XI-30, Atap Joglo Tanpa Soko Guru

d. Atap Tenda Terpatah (Joglo)1) Tanpa Soko Guru

2) Dengan Soko Guru

Gambar XI-31, Atap Joglo dengan Soko Guru

03_bab_11

Search related