Click here to load reader

BAB VIII Geopolitik Indonesia Wawasan Nusantara

  • View
    418

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of BAB VIII Geopolitik Indonesia Wawasan Nusantara

BAB VIII GEOPOLITIK INDONESIAWILAYAH SEBAGAI RUANG HIDUP OTONOMI DAERAH

WILAYAH SEBAGAI RUANG HIDUPNegara Sebagai Geografi

Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia Indonesia Sebagai Negara KepulauanKonsep Wawasan Nusantara

WILAYAH SEBAGAI RUANG HIDUPSyarat berdirinya negara adalah wilayah Wilayah memungkinkan negara untuk berkembang dan diakui negara lain dalam kancah pergaulan internasional

Pemerintah dan rakyat memerlukan konsep wawasan nasional sebagai visi nasional untuk : Menjamin kelangsungan hidup, Keutuhan wilayah dan Jati diri bangsa Wawasan, cara pandang yang paling dekat dengan keberadaan diri yaitu kondisi lingkungan tempat kita hidup dan mengembangkan diri

Faktor Pembentuk Wawasan NasionalLingkungan sekitarnya

Jiwa, tekad dan semangat manusianya

Bumi atau ruang sebagai tempat hidup

WAWASAN NASIONALCara pandang suatu bangsa yang telah bernegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung dengan bangsa dan negara lain dan dalam perkembangannya di lingkungan daerah, nasional, regional dan global

Negara Sebagai GeografiGeografi,unsur penting dalam keberadaan negara untuk menjadi alat kekuasaan dalam mencapai tujuan negara. Teori kekuasaan yang berhubungan dengan aspek geografi, tata hidup masyarakatnya yang dirumuskan dalam wawasan nasional1. Paham kekuasaan 2. Geopolitik yang dianut suatu negara

Paham Kekuasaan1. Paham Machiavelli abad ke 17 2. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte Abad ke 18 3. Paham Jenderal Clausewitz Abad ke 18 4. Paham Lenin Abad ke 19

Teori GeopolitikGeopolitik, kata geo atau bumi dan politik. Geopolitik, kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan dasar atau geografi dalam menentukan alternatif atau kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional. Istilah geopolitik pertama kali diartikan oleh Frederich Ratzel sebagai ilmu bumi politik yang kemudian diperluas oleh Rudolf Kjellen menjadi Geographical politic disingkat Geopolitik.

Teori-teori GeopolitikFrederich Ratzel (1844-1904), Rudolf Kjellen (1864-1922), Halford Mackinder (1861-1947), Alfred Thayer Manan (1840-1941), Guilio Douhet (1869-1930), Wiliam Mitchel (1878-1939), Saversky dan JFC Fuller, Nicholas J. Spijkman (1879-1936)

Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik IndonesiaTeori Geopolitik Indonesia Teori Daerah Batas, membagi dunia dalam empat wilayah atau area. Pivot Area, daerah jantung kota (darat) Offshore continent land, wilayah pantai Benua Asia Eropa (laut) Oceonic Belt, wilayah pulau di luar Eropa Asia, Afrika Selatan (udara) New land, wilayah Amerika menurut Spijkman Teori Garis Batas (Rimland) yang dinamakan Wawasan Kombinasi

PAHAM GEOPOLITIK INDONESIA

Secara Geografis Secara Historis

Secara Geografis

Indonesia negara kepulauan yang disebut Nusantara (nusa diantara air), sehingga disebut Benua Maritim Indonesia

Secara HistorisRakyat di wilayah Hindia Belanda memiliki kehendak ingin bersatu (le desir detre ensemble)

akibat dari jajahan Belanda. Tidak ada keinginan bangsa Indonesia untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidupnya Indonesia

mengembangkan paham geopolitik nasional

WAWASAN NUSANTARA

INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUANKonsep negara kepulauan Indonesia , kedaulatan wilayah berlaku di daratan, perairan kepulauan, perairan teritorial dan ruang di atasnya

Zaman Kolonial Belanda Berdasarkan Ordonansi Tahun 1939 (Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonnantie 1939) lebar laut wilayah Hindia Belanda adalah 3 mil diukur dari garis air rendah di pantai setiap pulau. Ordonansi 1939 membagi wilayah daratan Indonesia dalam bagian-bagian terpisah dengan teritorialnya sendiri-sendiri.

DEKLARASI JUANDAPemerintah Indonesia tanggal 13 Desember 1957 mengeluarkan pengumuman mengenai wilayah perairan Indonesia Deklarasi Juanda Bahwa bentuk geografi Indonesia sebagai suatu negara kepulauan memiliki sifat dan corak tersendiri. Bahwa menurut sejarah sejak dulu kala kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. Bahwa batas laut teritorial yang termaktub dalam Ordonansi 1939 memecah keutuhan teritorial Indonesia karena membagi wilayah daratan Indonesia ke dalam bagian-bagian terpisah dengan teritorialnya sendiri-sendiri

Tujuan Deklarasi Juanda1. Perwujudan bentuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang utuh dan bulat. 2. Penentuan batas-batas wilayah negara Indonesia disesuaikan dengn asas negara kepulauan (Archipelogic State Principle). 3. Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan NKRI.

LanjutanDeklarasi Juanda dipertegas Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang (Perpu) No. 4 Tahun 1960 tertanggal 18 Februari 1960 (Lembaran Negara No. 22 Tahun 1960) tentang Perairan Indonesia. Sejak itu berubahlah wilayah nasional yang cara penghitungannya diukur 12 mil laut dari titik pulau terluar yang saling dihubungkan sehingga merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh dan bulat.

UNCLOS Hak Negara Kepulauan Laut Teritorial, wilayah laut selebar 12 mil dari garis pangkal dihitung waktu air surut. Laut Dalam atau Nusantara, semua jenis perairan yang ada di darat.

Zone Tambahan, wilayah selebar 24 mil untuk pengawasan bea cukai, saniter dan sebagainya.ZEE, batas laut tidak melebihi 200 mil laut dari garis pangkal teritorial. Negara berhak untuk berdaulat ekspansi, eksplorasi dan pengelolahan sumber daya alam di ZEE. Landas Kontinen, dasar laut dan tanah di bawahnya.

Landas Kontinen IndonesiaDeklarasi mengenai Landas Kontinen dikeluarkan pada tanggal 17 Februari 1969 dikukuhkan dengan UU No. 1 Tahun 1993 tentang Landas Kontinen merupakan konsep politik dan ketatanegaraan

ZEE Zone Ekonomi EksklusifPada tanggal 21 Maret 1980 pemerintahan Indonesia mengumumkan ZEE Indonesia yang lebarnya 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia

Kedaulatan UdaraPernyataan tentang wilayah udara kedaulatan Indonesia tercantum dalam UU No. 20 Tahun 1982 yang diubah menjadi UU No. 1 Tahun 1988 tentang Ketentuan Pokok Pertahanan dan Keamanan Negara wilayah GSO Indonesia adalah 36.000 Km. Namun sejak UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan dan Keamanan, batas ruang udara Indonesia tidak dinyatakan secara tegas.

KONSEP WAWASAN NUSANTARAWawasan nusantara memandang wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara di atasnya sebagai ruang hidup yang satu atau utuh

Pengertian Wawasan NusantaraSecara EtimologisWawasan, wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan pulau. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua dan dua samudra. Nusantara juga dapat diartikan sebagai pengganti kata Indonesia.

Secara TerminologisWawasan Nusantara yang diusulkan menjadi Tap MPR dibuat Lemhanas tahun 1999. Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragaman bernilai strategis Dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk

mencapai tujuan nasional.

Hakikat Wawasan NusantaraKeutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional bangsa Indonesia dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara yang dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh.

Kedudukan Wawasan Nusantara sebagai visi bangsaVisi, keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan. Visi bangsa Indonesia dengan konsep wawasan nusantara, menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh. Kedudukan wawasan nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan RI adalah sebagai LANDASAN VISIONAL

Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara 1. Aspek historis 2. Aspek geografis dan sosial budaya 3. Aspek geopolitik dan kepentingan nasional.

Perwujudan Wawasan NusantaraPerwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan

Unsur-unsur Wawasan NusantaraWadah (Contour) Wadah kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serbanusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya Isi (Content) Isi adalah inspirasi bangsa yang berkembang dimasyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Tata Laku (Conduct) Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku batiniah dan tata laku lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia. Tata laku batiniah adalah sikap, jiwa dan semangat setiap warga negara untuk mendukung konsepsi wawasan nusantara. Tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Tata laku lahiriah adalah perilaku atau tindakan setiap warga negara untuk mengimplementasikan konsepsi wawasan nusantara.

Tujuan dan Manfaat Wawasan NusantaraTujuan ke dalam, menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yaitu politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Tujuan ke luar, terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamanaian abadi dan keadilan sosial serta mengembangkan suatu kerja sama dan saling menghormati Manfaat Wawasan NusantaraDiterima dan diakuinya konsep wawasan nusantara di forum internasional. Konvensi Hukum Laut 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan diakui oleh dunia internasional.Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. Luas wilayah Indonesia menjadi 5 jut