Click here to load reader

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil 4.pdf · PDF file keramik. Atap semua ruangan terbuat dari genteng dan dalamnya di plafon. Lokasi MI Al-Hanafiyah dari kantor kelurahan

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil 4.pdf · PDF file keramik. Atap semua...

  • 46

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    A. Hasil Penelitian

    1. Deskripsi Umum Objek Penelitian

    Penelitian ini bertempat di MI al-Hanafiyah yang beralamat di Jl.

    Masjid Al-Huda Dusun Wringin Pitu Desa Wringin Pitu Kecamatan

    Mojowarno kabupaten Jombang. Lokasi MI al-Hanafiyah berada di

    daerah pedesaaan. Lingkungan sekitar gedung MI al-Hanafiyah tersebut

    adalah persawahan penduduk desa setempat yang sangat luas. MI Al-

    hanafiyah didirikan oleh tokoh-tokoh agama di Desa tersebut pada tahun

    1968. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar

    mengajar di MI tersebut, tokoh-tokoh agama pendiri madrasah tersebut

    membentuk yayasan yang berakte notaris. Ststus tanah dari gedung MI

    al-hanafiyah tersebut adalah tanah hak milik yang diperoleh dari wakaf

    perseorangan. Luas tanah yang dimiliki oleh MI al-Hanafiyah seluas

    2800 m 2 . Luas bangunannya adalah 657 m

    2 .

    MI al-Hanafiyah mempunyai visi ”terbinanya ilmu, iman, dan

    akhlaqul karimah”. Sedangkan misinya adalah menjadikan anak

    istiqomah dalam beribadah dan taat kepada Allah SWT serta rasulnya,

    menjadikan anak gemar membaca, memahami, serta mengamalkan isi

    kandungan Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan meningkatkan

    kualitas lulusan.

  • 47

    Jumlah guru yang ada di MI Al-Hanafiyah pada tahun pelajaran

    2014/2015 ini sebanyak 18 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan

    10 orang perempuan. Latar belakang pendidikan guru di MI tersebut

    sebagian besar sudah lulus sarjana.

    Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2014//2015 ini sebanyak 205

    yang yang terdiri dari 96 siswa lagi-laki dan 109 siswa perempuan yang

    terbagi dalam 7 rombel. Jumlah ruangan yang ada di MI al-Hanafiyah

    tersebut terdiri dari 7 ruang kelas dalam kondisi baik, 2 kamar mandi

    dalam kondisi baik, 1 ruang perpustakaan dengan kondisi baik, 1 ruang

    kantor dengan kondisi baik. Luas masing-masing ruangan sesuai dengan

    ketentuan yang ada, yaitu 6 x 6 m 2 . Semua ruangan tersebur berlantai

    keramik. Atap semua ruangan terbuat dari genteng dan dalamnya di

    plafon.

    Lokasi MI Al-Hanafiyah dari kantor kelurahan 3 km, dan harus di

    tempuh dengan bersepeda, sedangkan dari kantor kecamatan Mojowarno

    sejauh 10 km, bisa di tempuh dengan kendaraan umum. Dari Pusat

    pemerintahan kabupaten Jombang sejauh 25 km, dan sejauh 52 km dari

    pusat pemerintahan Propinsi jawa Timur.

    Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI MI Al-Hanafiyah

    Wringin Pitu yang berjumlah 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan

    9 siswa perempuan.

  • 48

    Berdasarkan pengalaman peneliti dalam mengajarkan mata

    pelajaran IPS di kelas VI sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas

    diperoleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa tersebut. Hal

    tersebut bisa dilihat dari nilai hasil belajar siswa yang diperoleh dari

    hasil ulangan harian sebelum tindakan penelitian.

    Data nilai hasil belajar tersebut digambarkan di dalam tabel di bawah :

    Tabel 4.1.

    Data Nilai Hasil Belajar Siswa Pra Siklus

    No Nama Siswa Nilai Ketuntasan

    1 Anis Sofia Ananta 60 Tidak Tuntas

    2 Friska Nur Afifah 70 Tuntas

    3 M. Afirul Riski 50 Tidak Tuntas

    4 M. Rizki 50 Tidak Tuntas

    5 Elok khoiratun Amalia 60 Tidak Tuntas

    6 M. Faisal 50 Tidak Tuntas

    7 M. Faisal ridho 40 Tidak Tuntas

    8 M. Akbar Alfarisi 40 Tidak Tuntas

    9 Setya Fajar 60 Tidak Tuntas

    10 Nasikin 60 Tidak Tuntas

    11 Rahma Bustania Saadah 70 Tuntas

    12 Ansori 60 Tidak Tuntas

    13 Aris Maulana 50 Tidak Tuntas

    14 Wildan syahrul Mubarok 70 Tuntas

    15 Ach Suhandoyo 60 Tidak Tuntas

    16 Nur Lailatur Rahma 80 Tuntas

  • 49

    17 Siti Nur Kholifah 65 Tidak Tuntas

    18 Gandi Ni’ami Paring gusti 80 Tuntas

    19 Dian Aggraeni 60 Tidak Tuntas

    20 M. Mursyid Efendi 70 Tuntas

    21 Siti Nur Afifah 70 Tuntas

    Jumlah 1275

    Rata-rata 60,71

    Jumlah siswa yang tuntas belajar 7

    Ketuntasan Klasikal 33%

    Dari Tabel 4.1 diatas diketahui bahwa rata-rata nilai ulangan harian

    pra siklus siswa kelas VI tersebut adalah 60,71. Hal ini menunjukkan

    bahwa rata-rata nilai tersebut masih berada di bawah KKM mata

    pelajaran IPS di kelas tersebut. Sedangkan untuk prosentase ketuntasan

    belajar secara klasikal diketahui sebesar 33%. Berdasarkan hasil refleksi

    terhadap rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas VI tersebut, maka

    peneliti membuat perencanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas

    pada siklus I, yaitu menerapkan pembelajaran IPS dengan metode

    discovery.

    2. Deskripsi Pembelajaran Siklus I

    Siklus I terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan (planning),

    pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi

    (reflection). Adapun tahap-tahap dalam siklus I akan dideskripsikan

    sebagai berikut:

  • 50

    a. Tahap perencanaan (Planning)

    Tahap perencanaan ini diisi dengan menentukan indikator

    kinerja yang akan dicapai, menyusun rencana pelaksanaan

    pembelajaran materi materi letak negara-negara Asia Tenggra,

    menyusun lembar observasi aktivitas guru, menyusun lembar

    observasi aktivitas siswa, menyusun LKS, menyusun kisi-kisi soal

    tes akhir siklus, menyusun soal tes akhir siklus dan menyusun kunci

    jawaban soal tes akhir siklus.

    b. Tahap Pelaksanaan (Action)

    Proses pelaksanaan tindakan bersamaan dengan tahapan

    observasi. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 30 April 2015

    dan berlangsung selama 2 jam pelajaran dimulai jam 07.00 – 8.10

    WIB. Jumlah siswa yang hadir sebanyak 21 anak.

    Pada awal pembelajaran peneliti membuka dengan

    mengucapkan salam. Kemudian peneliti meminta kepada semua

    siswa untuk berdo’a bersama untuk mengawali pelajaran. Siswa pun

    berdo’a bersama seperti biasa. Setelah itu peneliti melakukan

    presensi kehadiran siswa dengan bertanya “Anak-anak, apakah hari

    ini ada diantara kalian yang tidak masuk?” secara serentak siswa

    menjawab “tidak ada bu”. Kemudian peneliti bertanya kepada semua

    siswa “Gimana kabarnya pagi ini?” mereka serentak menjawab

    “Alhamdulillah, Allohu Akbar, yes-yes”. Selanjutnya peneliti

  • 51

    melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa

    “anak-anak, masih ingatkah kalian dengan pelajaran yang kita

    pelajari minggu kemarin?” mendengar pertanyaan peneliti, ada siswa

    yang menjawab “tentang manfaat pertukaran barang dan jasa bu”.

    Ada lagi yang menjawab bentuk perdagangan internasional bu”.

    Kemudian peneliti menyampaikan kepada semua siswa “iya benar,

    minggu kemarin kita belajar mmanfaat pertukaran barang dan jasa”.

    Kemudian peneliti melanjutkan"

    Untuk selanjutnya peneliti memberikan motivasi dengan

    menunjukkan peta pulau jawa, dan bertanya “anak-anak coba kalian

    sebutkan batas-batas wilayah pulau jawa?” mendengar pertanyaan

    tersebut, tidak ada satupun siswa yang mejawab. Karena tidak ada

    siswa yang menjawab pertanyaan peneliti, selanjutnya peneliti

    menyampaikan bahwa materi yang akan dipelajari pada hari itu

    adalah tentang letak negara-negara di Asia Tenggara. Peneliti juga

    menyampaikan bahwa pembelajaran hari itu menggunakan metode

    discovery. Dimana inti dari pembelajaran discavery. Peneliti

    menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan kegiatan yang akan

    dilaksanakan dalam pembelajaran hari itu, tahap pertama adalah

    kerja kelompok. Tahap kedua adalah diskusi kelas. Tahap ketiga

    adalah permainan. Dan tahap terakhir adalah tes individu.

  • 52

    Memasuki kegiatan inti, peneliti membagi siswa ke dalam

    beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5

    orang. Setelah kelompok terbentuk, peneliti membagikan LKS dan

    bahan-bahan yang diperlukan kepada semua kelompok. Bahan

    bahan yang diperlukan peta negara-negara Asia Tenggara, kertas

    HVS. Kemudian peneliti meminta kepada semua kelompok untuk

    mengerjakan LKS yang telah di bagikan, dan menggambar peta yang

    ada di LKS. Dalam tahap ini siswa masih kesulitan untuk bekerja

    sama dengan kelompoknya masing-masing, karena mereka belum

    terbiasa dengan model pembelajaran hari itu. Siswa juga kesulitan

    menggambar peta yang seperti ada dalam LKS. Melihat kondisi

    semacam ini, peneliti berkeliling untuk memberi bimbingan kepada

    masing-masing kelompok. Peneliti juga memberikan rangsangan-

    rangsangan agar terdapat interaksi timbal balik dalam diskusi

    kelompok. Dengan bimbingan peneliti, beberapa kelompok mulai

    bisa mengerjakan permasalahan yang ada pada LKS. Diskusi

    kelompok berlangsung agak lama, melebihi waktu yang telah

    ditentukan oleh peneliti. Hal ini terjadi karena siswa kurang terbiasa

    dengan pembelajaran semacam ini.

    Setelah diskusi kelompok selesai, peneliti

Search related