BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. IV.pdf  hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. IV.pdf  hasil pengamatan yang telah dilakukan,...

52

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Pelaksanaan Tindakan

Pada bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Kondisi awal,

deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Kondisi Awal membahas mengenai

kondisi awal siswa sebelum dilaksanakan Siklus, termasuk di dalamnya proses

pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran IPA sebelum dilaksanakannya tindakan

penelitian. Selanjutnya pada deskripsi siklus I menjelaskan tentang pelaksanaan tindakan

penelitian siklus I meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, kegiatan observasi,

dan kegiatan refleksi dari pelaksanaan tindakan siklus I. Pada bagian deskripsi siklus II

menguraikan tentang tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, kegiatan observasi, dan

kegiatan refleksi dari pelaksanaan tindakan siklus II.

4.1.1. Deskripsi Kondisi Awal

Sebelum dilaksanakannya tindakan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan

kegiatan observasi terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar anak. Berdasarkan

hasil pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan beberapa permasalahan yang muncul

di dalam pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan yang muncul adalah terkait dengan

hasil belajar IPA yang rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya

yaitu faktor dari guru dan siswa itu sendiri.

Tingkat kemampuan siswa terhadap mata pelajaran IPA dan antusiasme siswa

yang rendah dalam mengikuti setiap proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor

dari sisi siswa yang menyebabkan rendahnya perolehan hasil belajar pada mata pelajaran

IPA. Kurangnya antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat terlihat

dari karakteristik siswa yang asyik berbicara dengan teman sebangku dan sibuk dengan

permainannya sendiri ketika guru mulai menyampaikan materi, siswa belum bisa fokus

dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan cenderung mengacuhkan proses

pembelajaran yang tengah berlangsung.

Faktor penyebab lain yang berasal dari guru yang mengakibatkan hasil belajar

mata pelajaran IPA rendah diantaranya yaitu metode pembelajaran yang disampaikan

guru belum sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Pembelajaran yang

52

53

diterapkan oleh guru selama ini masih memposisikan guru sebagai subjek yang utama,

siswa hanya menjadi objek pasif untuk menerima semua yang guru sampaikan.

Selain itu, peran media pembelajaran juga belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh

guru sebelumnya. Pada hakikat pemanfaatan sebuah media pembelajaran selain mampu

merangsang tingkat ketertarikan siswa untuk belajar, sebuah media juga dapat membantu

guru untuk menyampaikan materi sehingga pengetahuan yang siswa terima tidak hanya

pengetahuan instan yang diperoleh dari guru tapi siswa juga bisa melakukan aktivitas

pembelajaran yang lebih bermakna dengan adanya media pembelajaran.

Beberapa faktor tersebut menjadi hambatan di dalam pelaksanaan kegiatan

pembelajaran di kelas 4 SDN Genengmulyo 02, hambatan-hambatan yang muncul

tersebut menyebabkan pembelajaran yang berlangsung menjadi kurang efektif sehingga

siswa merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran, siswa cenderung jenuh dan

bosan di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, konsentrasi siswa juga lebih mengarah

pada aktivitas yang ada diluar kegiatan pembelajaran dan bukan kepada materi pelajaran

yang tengah sampaikan oleh guru. Kondisi yang demikian berdampak pada perolehan

hasil belajar mata pelajaran IPA yang masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal.

Batas nilai KKM 70 merupakan KKM mata pelajaran IPA Kelas 4 SDN Genengmulyo 02

yang telah ditentukan oleh guru.

Adapun proses pembelajaran dan hasil belajar IPA siswa pada kondisi awal akan

diuraikan pada sub-sub judul di bawah ini.

4.1.1.1. Deskripsi Proses

Pengamatan Kondisi awal dilaksanakan pada hari Selasa, 06 Oktober 2015 pada

mata pelajaran IPA dengan SK 5..Memahami hubungan sesama makhluk hidup dan

antara makhluk hidup dengan Lingkungannya. KD 5.1. Hubungan Sesama Makhluk Hidup

dan Antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya. Indikator pada pertemuan ini antara lain:

Menyebutkan contoh hubungan antar makhluk hidup, Mengklasifikasi jenis hubungan antar

makhluk hidup, Dapat bekerjasama dengan kelompok.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam, kemudian guru

meminta perwakilan siswa untuk memimpin doa, Guru memeriksa kesiapan siswa dalam

belajar yaitu diantaranya dengan mengamati apakah siswa sudah ditempat duduknya dan

meminta siswa untuk mengeluarkan buku pelajaran dan alat tulis masing masing serta

54

yang lainnya. Guru melakukan absensi/mendata kehadiran siswa Memberi motifasi

terhadap siswa, siswa diberi pertanyaan tentang pembelajaran sebelumnya , siswa

mendapat penyampaian tentang kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran

yang ingin dicapai, bersama siswa guru mengajak bernyanyi lagu Kupu Kupu yang

Lucu dan mengadakan tanya jawab seputar lagu yang kemudian dihubungkan dengan

materi pembelajaran. Dilanjutkan dengan stimulation (stimulasi atau pemberian

rangsangan) kepada siswa berupa pertanyaan yang berhubungan dengan materi dan

kehidupan sehari hari.

Selama proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa

adanya media pembelajaran. Pada saat itu siswa mulai merasa bosan karena

pembelajaran didominasi oleh guru. Siswa hanya menerima informasi dari guru. Kemudian

dilanjutkan dengan latihan soal. Setelah selesai melaksanakan latihan soal, guru bersama

siswa membuat kesimpulan. pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup.

4.1.1.2. Deskripsi Hasil Tindakan

Data dari analisis hasil belajar IPA pada tes formatif dengan Kompetensi Dasar

5.1. Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan makan

dan dimakan antar makhluk hidup (rantai makanan).

Mengidentifikasikan beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) memperoleh hasil

dengan nilai tertinggi 85, nilai terendah 25, nilai rata-rata 63,2. Siswa yang mencapai

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 10 siswa (40 %) dari 25 siswa. Analisis nilai hasil

tes formatif pra siklus/ kondisi awal dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Nilai IPA Kondisi Awal

No. Rentang Nilai Frekuensi Persentase

1. 25 35 2 8 %

2. 36 46 3 12 %

3. 47 57 2 8 %

4. 58 68 8 32 %

5. 69 79 8 32 %

6. 80 90 2 8 %

Jumlah Siswa 25 100 %

Nilai Rata-rata 63,2

Nilai Tertinggi 85

Nilai Terendah 25

55

Berdasarkan tabel 4.1 distribusi frekuensi nilai ulangan mata pelajaran IPA dapat

dilihat hasil belajar yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA masih rendah. Hal

tersebut dapat dilihat dari banyaknya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM 70), sebagian besar siswa masih memperoleh nilai dibawah KKM.

Sebanyak 15 siswa dari total keseluruhan 25 siswa masih belum tuntas dalam mata

pelajaran IPA, hanya 10 siswa yang berhasil tuntas dengan perolehan nilai melebihi KKM.

Dari tabel tersebut diketahui perolehan nilai siswa pada rentang nilai antara 25-35

sejumlah 2 siswa dengan persentase 8%, rentang nilai 36-46 sejumlah 3 siswa dengan

persentase 12%, rentang nilai 47-57 sejumlah 2 siswa dengan persentase 8%, rentang

nilai antara 58-68 sejumlah 8 siswa dengan persentase 32%, rentang nilai 69-79 sejumlah

8 siswa dengan persentase 32%, dan rentang nilai 80-90 sejumlah 2 orang siswa dengan

persentase 8%. Dari daftar nilai pada kondisi awal diperoleh nilai rata-rata siswa 63,2 dan

nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 85 dan nilai terendah 25.

Berdasarkan tabel 4.1 dapat digambarkan dalam diagram 4.1 sebagai berikut:

Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai IPA Kondisi Awal

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 70) data hasil perolehan nilai pada kondisi

awal/sebelum tindakan disajikan dalam bentuk tabel 4.2. berikut ini

2 3

2

8 8

2 0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

25-35 36-46 47-57 58-68 69-79 80-90

Nilai

8%

12% 8%

32% 32%

8%

56

Tabel 4.2 Ketuntasan Belajar Kondisi Awal

No. Ketuntasan

Belajar Nilai

Jumlah Siswa

Frekuensi Persentase (%)

1. Tuntas 70 10 40

2. Belum Tuntas < 70 15 60

Jumlah 25 100

Berdasarkan tabel 4.2 Ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal dapat diketahui

bahwa siswa yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 70)

sejumlah 15 siswa atau 60% dari total keseluruhan siswa, sedangkan yang sudah

mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal sebanyak 10 siswa dengan persentase 40% dari

total keseluruhan siswa. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa persentase jumlah

siswa yang telah mencapai ketuntasan minimal lebih kecil dibandingkan dengan jumlah

siswa yang belum berhasil mencapai kentutasan minimal.

Ketuntasan belajar siswa pada tabel 4.2 dapat dilihat pada diagram 4.2 berikut:

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar Kond