BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ... ... 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ... ... 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...

  • 27

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    4.1 Hasil Penelitian

    Terdapat beberapa tahap dalam penelitian pengembangan media komik

    ini yaitu tahap pra pengembangan, pengembangan media dan tahap penerapan

    media. Pertama pada tahap pra pengembangan terdapat dua tahap yaitu survei

    lapangan dan studi literatur. Tahap survei lapangan bertujuan untuk mengetahui

    tantangan ataupun hambatan guru dalam pembelajaran. Tantangan atau

    hambatan inilah yang menjadi bahan untuk penelitian ini. Survei lapangan

    dilakukan di SD Negeri Salatiga 06 melalui observasi dan wawancara guru kelas

    2. Tahap selanjutnya yaitu studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui teori

    - teori yang mendukung penelitian ini.

    Kedua adalah tahap pengembangan media. Sebelum dilakukan

    pembuatan media terlebih dulu dilakukan identifikasi subtema, kompetensi dasar

    dan indikator pembelajaran. Kemudian dilakukan pembuatan media sesuai

    dengan data-data yang diperoleh. Ketiga adalah tahap penerapan media. Setelah

    media yang dikembangkan selesai dibuat maka dilakukan uji validitas dari segi

    materi dan media oleh ahli. Revisi media dilakukan sesuai dengan saran para

    ahli. Langkah selanjutnya adalah uji coba skala kecil dengan 11 siswa kelas 2.

    Dari uji coba skala kecil ini diperoleh feedback berupa lembar observasi guru,

    angket guru dan siswa, serta hasil pretest dan posttest yang dikerjakan oleh

    siswa untuk mengetahui pengaruh dan kelayakan dari media komik yang

    dikembangkan. Uji coba luas dengan 29 siswa dilakukan untuk mengetahui

    pengaruh dan kelayakan komik dalam pembelajaran di kelas.

    4.1.1 Pengembangan Draft Produk

    Setelah melalui proses wawancara dan observasi di kelas 2, terdapat

    beberapa peluang untuk mengembangkan sebuah media. Temuan yang pertama

    yaitu guru sering memakai media seperti video, power point, gambar dan

  • 28

    memberikan icebreaking dalam pembelajaran. Hal ini menjadikan siswa terbiasa

    belajar dengan sesuatu yang baru dan apabila guru tidak membawa sesuatu yang

    baru dalam pembelajaran atau media yang kurang menarik maka ketertarikan

    siswa untuk belajar menjadi berkurang. Temuan yang kedua setiap 15 menit

    sebelum pembelajaran siswa diminta untuk membaca buku cerita. Melalui 2

    temuan inilah yang memberikan ide kepada penulis untuk mengembangkan

    media komik edukasi yang sesuai dengan kompetensi dasar, kompetensi inti dan

    indikator pembelajaran. Dengan bantuan komik ini siswa akan semangat dalam

    belajar karena disajikan menarik sesuai dengan perkembangan siswa kelas 2 SD

    sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

    4.1.2 Validasi Pakar

    Media komik sebagai produk yang dikembangkan telah selesai disusun.

    Langkah selanjutnya yaitu melakukan uji validasi ahli untuk mengetahui apakah

    produk layak untuk digunakan dalam pembelajaran kelas. Daftar validator media

    komik terdapat pada Tabel 4.1 berikut ini :

    Tabel 4.1

    Daftar Validator

    No Nama Validator Keterangan

    1. Stefanus C. Relmasira, S.Pd.,

    MSEd Media

    Dosen Progdi PGSD

    UKSW

    2. Arlita Aryana O, S.Pd Materi Guru SD N Salatiga 06

    Kritik dan saran dari validator menjadi panduan untuk dilakukannya

    revisi pada media komik ini yang dijabarkan pada Tabel 4.2 sebagai berikut :

  • 29

    Tabel 4.2

    Daftar Kritik dan Saran

    Pemberi Saran Bagian yang Perlu Diperbaiki Saran Perbaikan

    Validator 1

    1. Perlu di cek kembali teori Discovery Learning

    bagaimana penerapannya

    dengan komik

    1. Cek kembali sumber - sumber / teori terkait

    Discovery Learning

    2. Belum ada panduan bagi guru

    2. Perlu diadakan panduan guru

    3. Judul perlu dibuat lebih menarik lagi

    3. Judul perlu diganti

    Validator 2

    1. Indikator pada RPP belum sesuai dengan KD

    1. Indikator disesuaikan dengan KD

    2. Terdapat pemenggalan kata “Sehingga” di halaman 4

    yang tidak tepat

    2. Perbaikan pada pemenggalan kata yang

    kurang tepat

    Media komik yang dikembangkan dapat dinyatakan layak setelah

    melakukan revisi perbaikan sesuai saran dari para ahli / validator. Perbaikan

    dilakukan dengan menambahkan kata pengantar dengan panduan guru,

    mengganti judul pada komik, perbaikan indikator pada RPP serta perbaikan pada

    pemenggalan kata yang kurang tepat. Perubahan sesuai saran validator dapat

    dilihat sebagai berikut :

  • 30

    Tabel 4.3

    Perubahan Penambahan Panduan Guru

    Sebelum Revisi

    Tidak ada panduan guru

    Setelah Revisi

    Perbaikan pertama dengan menambah panduan guru dalam lembar kata

    pengantar. Perbaikan kedua adalah perubahan pada judul komik seperti pada

    Tabel 4.4 berikut ini :

  • 31

    Tabel 4.4

    Perubahan Judul Komik

    Sebelum Revisi Setelah Revisi

    Perbaikan yang ketiga adalah perbaikan indikator sesuai dengan KD yang

    ada dapat dilihat pada Tabel 4.5, dan perbaikan keempat terdapat pada halaman

    ke - 4 dalam komik yaitu adanya perbaikan pemenggalan kata yang tidak sesuai

    dengan tingkat perkembangan siswa kelas 2 SD dapat dilihat pada Tabel 4.6 di

    bawah ini :

  • 32

    Tabel 4.5

    Perbaikan Indikator pada RPP

    Sebelum Revisi

    Setelah Revisi

  • 33

    Tabel 4.6

    Perbaikan Pemenggalan Kata “Sehingga”

    Sebelum Revisi

    Setelah Revisi

    Selain melakukan uji validitas ahli media dan materi juga dilakukan uji

    validitas pada soal pretest dan posttest. Uji validitas soal ini dilakukan untuk

    mengetahui apakah soal yang akan diujikan pada siswa sudah sesuai dengan

  • 34

    indikator atau belum. Penulis memilih guru kelas 2 SD N Salatiga 06 yaitu

    Arlita Aryana O, S.Pd sebagai validator soal pretest dan posttest.

    4.1.3 Uji Coba Terbatas

    Uji coba terbatas dilaksanakan setelah melalui tahap uji validitas oleh

    ahli media dan ahli materi. Perbaikan pada media komik telah dilakukan sesuai

    saran dari kedua ahli. Uji terbatas dilaksanakan di SD N Salatiga 06 pada hari

    Sabtu 03 Juni 2017 dengan 11 siswa kelas 2 SD. Guru mengajar dengan model

    pembelajaran Discovery Learning. Awal pembelajaran dibuka dengan

    melakukan icebreaking bersama agar konsentrasi anak dapat terfokus pada guru

    dan siap untuk belajar. Sebelum memulai pembelajaran siswa mengerjakan soal

    pretest terlebih dahulu. Setelah mengerjakan soal guru memulai dengan

    pertanyaan “Apakah kalian tahu apa komik itu” dan guru menjelaskan definisi

    komik. Setelah itu guru membagikan komik untuk dibaca dengan teman

    sebangku dan menjelaskan tugas yang akan mereka diskusikan dengan

    kelompok. Tugas guru dalam pembelajaran ini hanya sebagai fasilitator yang

    bertugas mengarahkan siswa. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan soal

    posttest dan melakukan refleksi dengan arahan dari guru.

    Melalui uji coba terbatas ini akan menghasilkan data berupa lembar

    observasi guru, lembar angket respon siswa dan guru, serta hasil pretest dan

    posstest. Dengan data tersebut dapat diketahui bahwa apakah media komik ini

    layak digunakan dalam pembelajaran di kelas atau tidak. Selain itu apakah

    penggunaan media komik dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah

    pembelajaran selesai guru kelas memberi saran supaya ditambahkan beberapa

    gambar yang menunjukkan sikap sesuai aturan dan tidak agar materi lebih luas

    lagi.

    4.1.4 Uji coba Luas

    Uji coba luas dilaksanakan setelah melalui tahap uji coba terbatas.

    Perbaikan pada media komik telah dilakukan sesuai saran dari kedua ahli.

    Penggunaan gambar lain dalam pembelajaran juga dilakukan sesuai saran dari

  • 35

    guru kelas. Uji coba luas dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 06 pada hari Senin

    05 Juni 2017 dengan 29 siswa kelas 2 SD. Langkah-langkah pembelajaran pada

    uji luas ini tidak jauh berbeda dengan langkah pembelajaran pada uji coba

    terbatas. Perbedaan terletak pada penggunaan media gambar sebagai bahan

    tanya jawab dengan siswa. Hal ini dilakukan supaya pemahaman siswa terhadap

    materi lebih mendalam.

    Melalui uji coba luas ini akan menghasilkan data berupa lembar

    observasi guru, lembar angket respon siswa dan guru, serta hasil pretest dan

    posstest. Dengan data tersebut dapat diketahui bahwa apakah media komik ini

    layak digunakan terus menerus dalam pembelajaran di kelas atau tidak. Selain

    itu apakah penggunaan media komik dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

    4.2 Data Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Data yang didapatkan melalui penelitian ini berupa validasi ahli media

    dan materi, validasi soal pretest dan posstest, lembar observasi guru, respon

    siswa dan guru, serta hasil pretest dan posstest.

    4.2.1 Data Hasil Validasi Ahli

    Data hasil validitas media komik diperoleh dengan melalui uji validasi

    ahli. Untuk mengukur validitas komik penulis melakukan 2 aspek uji validitas

    yaitu aspek media