BAB III.pdf Profil Sanitasi Kota Bekasi

  • View
    334

  • Download
    69

Embed Size (px)

DESCRIPTION

BAB III.pdf Profil Sanitasi Kota Bekasi

Text of BAB III.pdf Profil Sanitasi Kota Bekasi

  • III-1

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    BAB III PROFIL SANITASI KOTA

    3.1. Kondisi Umum Sanitasi Kota Kodisi sanitasi Kota Bekasi secara keseluruhan dapat dilihat dari beberapa aspek seperti kesehatan lingkungan, tersedinya sarana dan prasarana sanitasi, kualitas dan kuantitas air, limbah, sampah. sampai pola hidup masyarakat, semuanya saling terkait dalam memberikan sebuah visualisasi yang nyata. Kota Bekasi merupakan kota yang memilliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi oleh karena itu dalam melihat profil sanitasi di perlukan kajian yang lebih mendalam, namun secara umum dapat kita jabarkan dalam beberapa poin seperti di bawah ini. 3.1.1 Kesehatan Lingkungan

    Kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor dalam profil sanitasi kota. Sistem pembuangan sangat erat kaitannya dengan kondisi klingkungan. Sistem pembuangan yang baik apabila ada sinergitas dari tempat buang air besar dengan SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah). Menurut narasi profil kesehatan yang terdapat di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, jumlah KK (Kepala keluarga) yang memenuhi standar dalam saluran pembuangan pada tahun 2009 sebesar 71.15 % . untuk lebih jelas data dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

    Tabel III.1 Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Tingkat Kelurahan di Wilayah Kota Bekasi tahun 2009

    KECAMATAN KELURAHAN JML KK %

    CAK. SAB

    % CAK SPAL

    % CAK PENGELOLAAN

    SAMPAH

    % CAK RUMAH SEHAT

    1 Pondok gede Jatiwaringin 8,612 8.5 4.35 85.28 94.35 Jaticempaka 11,800 6.2 93.94 86.16 93.94 Jatimakmur 10,359 100 8.15 77.6 98.08 Jatibening 9,981 99.19 5.16 66.28 66.28 Jatibeningbaru 13,295 99.32 90.64 43.42 43.42 2 Pondok melati Jatiwarna 5,174 96.6 75.36 64.77 85.02 Jatimurni 4,322 92.06 87.74 99.54 75.78 Jatimelati 4,776 98.39 89.36 67.32 87.14 Jatirahayu 10,077 67.71 56.83 55.85 50.05 3 Jati sampurna Jatisampurna 5,771 97.59 82.53 83.71 89.31 Jatiranggon 2,733 96.85 80.83 81.41 86.21 Jatiraden 2,536 96.61 87.46 84.27 88.01 Jatirangga 2,857 96.43 79.8 84.98 88.13 Jatikarya 2,575 95.11 75.3 84.89 90.21 4 Jatiasih Jatiasih 5,908 97.51 84 98 58.9 Jatikramat 9,854 94.91 85 97.98 50.99 Jatirasa 5,988 96.68 83 97.86 53.94

  • III-2

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    Jatimekar 10,278 93 85.72 98 51.43 Jatiluhur 3,511 97.64 72.14 54.94 84.62 Jatisari 4,731 84.17 75.86 63.18 79.31 5 Rawa lumbu Bojongrawalumbu 14,903 100 100 100 99.61 Bojongmenteng 6,366 99.64 79.72 79.72 16.29 Pengasinan 9,011 82.12 82.12 82.12 82.12 Sepanjangjaya 5,076 90.13 90.13 90.13 90.13 6 Bekasi Timur Bekasijaya 8,877 98.85 98.01 92.15 88.53 Arenjaya 13,051 100 92.04 87.26 73.8 Durenjaya 15,632 81.64 17.29 69.66 61.98 Margahayu 13,698 100 6.69 92.67 96.5 7 Bekasi Selatan Kayuringin 9,446 100 91.03 92.68 96.39 Margajaya 4,263 100 98.83 83.58 70.21 Pekayonjaya 11,383 100 100 3.07 98.88 Jakamulya 5,735 100 97.99 95 97 Jakasetia 8,371 100 98.01 94.99 98.01 8 Bekasi Utara Harapanjaya 22,450 66.35 65.76 51.05 50.78 Perwira 7,654 70.03 69.73 74.86 74.47

    Kaliabangtengah 16,336 100 72.53 62.49 98.1 Telukpucung 12,613 92.64 92.19 89.72 92.67 Harapanbaru 4,063 92.17 91.48 83.34 91.8 Margamulya 5,671 71.01 91.34 53.09 89.23 9 Bekasi Barat Kotabaru 10,728 97.19 90.44 90.42 83.91 Bintara 10,296 98.43 76 87.75 97.66

    Bintarajaya 6,709 99.12 67.52 38.46 87.57 Kranji 8,087 100 76.53 93.14 99.17 Jakasampurna 13,683 100 67.12 87.51 99.25

    10 Medan satria Pejuang 17,282 77.8 73.81 73.18 77.8 Medansatria 6,592 77.93 74.79 73.36 77.93

    Kalibaru 6,718 80.92 72.25 70.21 80.92

    Harapanmulya 4,241 92.31 75.83 75.81 92.31 11 Bantar gebang Bantargebang 7,474 95.18 67.29 46.36 92.44 Cikiwul 5,414 95.59 73.4 69.71 86.35 Sumurbatu 3,129 91.47 62.86 55.54 61.07 Ciketing 5,285 91.81 61.42 67.76 83.73

    12 Mustika jaya Mustikajaya 8,300 100 64.07 63.14 97.33 Mustikasari 5,222 100 0.4 58.67 87.82

    Pedurenan 8,257 100 51.13 43.36 55.82 Cimuning 5,527 100 54.68 40.56 83.39

    JUMLAH 462,681 93.52 76.92 74.79 80.82 Sumber : Dinas Kesejatan Kota Bekasi

  • III-3

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    Data terakhir yang dimiliki oleh Kota Bekasi terdapat 4 kelurahan yang memiliki kondisi saluran pembuangan dibawah rata-rata. Pada kelurahan pedurenan hanya 51% dari jumlah KK yang memiliki sistem SPAL yang memenuhi standar. Kondisi SPAL yang baik akan berpengaruh langsung terhadap kondisi rumah, SPAL yang baik akan mengakibatkan rumah sehat dan sehingga berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan keluarga.

    Persentase cakupan pengelolaan sampah ditingkat rumah tangga sudah cukup tinggi. Hal ini berbeda dengan angka layanan pengangkutan sampah kota yang dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan yang masih berkisaran 40 %. Hal ini dapat disebabkan angka pengelolaan di tabel yang merupakan data tingkat rumah tangga berbeda dengan data skala kota di DInas Kebersihan.

    3.1.2 Kesehatan dan Pola Hidup Masyarakat Pola hidup masyarakat sangat berpengaruh terhadap kondisi sanitasi termasuk

    sarana dan prasarana sanitasi. Perilaku hidup masyarakat yang baik akan menciptakan kondisi sarana dan prasarana yang baik pula. Dalam menentukan apaka pola hidup masyarakat sudah termasuk pola hidup yang sehat maka Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengadakan kegiatan survey PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dilakukan setiap tahunnya.

    Dari hasil survey tersebut diketahui, pada tahun 2008 jumlah rumah tangga yang dipantau 16.300, yang berPHBS sebanyak 58.56% (9.545). Jumlah rumah tangga yang berPHBS terbanyak terdapat di wilayah Puskesmas Pejuang (96.17%) dan jumlah rumah tangga yang berPHBS paling sedikit terdapat di wilayah Puskesmas Bantar Gebang I (13,75%). Pada tahun 2007 jumlah rumah tangga yang dipantau 370.625, yang berPHBS sebanyak 48,02% (177.972). Jumlah rumah tangga yang berPHBS terbanyak terdapat di wilayah Puskesmas Jati Luhur (78,99%) dan jumlah rumah tangga yang berPHBS paling sedikit terdapat di wilayah Puskesmas Jati Warna (8,11%).

    Kondisi sarana dan prasarana seperti kondisi jalan, sistem drainase, kondisi air bersih, kondisi air limbah dan kondisi persampahan berpengaruh terhadap kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan juga berdampak negative yang pada akhirnya akan berdampak pada perilaku masyarakat. Dari kawasan kumuh di 10 kecamatan yang telah diamati kondisi sarana dan prasarana secara umum dapat kita lihat pada tabel dibawah ini:

  • III-4

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    Tabel III.2 Kondisi Sarana Prasarana Ekonomi Kawasan Kumuh Kota Bekasi

    No Kecamatan Kondisi Jalan Lingkungan

    Kondisi Drainase

    Kondisi Air Bersih

    Kondisi Air Limbah

    1 Pondok Gede Baik Genangan

  • III-5

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    Tabel III.3 Kondisi Fisik dan Debit Sungai/ Kali di Kota Bekasi No Nama Sungai Panjang (m) Debit Air (m3/detik)

    Kemarau Hujan 1 Kali Cikeas 17,479 5.90 250.00 2 Kali Cileungsi 19,800 8.50 350.00 3 Kali Bekasi Hulu 11,425 14.40 375.00 4 Kali Bekasi Hilir 17,675 12.00 450.00 5 Kali Sunter 22,682 3.60 14.63 6 Kali Cakung 29,129 3.00 16.25 7 Kali Jambe 14,076 1.20 18.75 8 Kali Blencong 4,200 1.50 12.00 9 Kali Sasak Jarang 1,003 0.80 9.25

    10 Kali Malang 8,900 16.00 19.00 11 Kali Irigasi Sekunder

    Saluran Rawalumbu 4,500 3.50 11.00 Saluran bekasi pangkal 2,700 4.50 10.20 Saluran Bekasi Utara 5,900 2.50 8.50 Saluran Pulo Timaha 1,400 0.50 4.00 Saluran Tanah Tinggi 6,100 1.00 7.00 Saluran Bekasi Tengah 3,100 1.50 11.00 Saluran Pondok Ungu 4,900 1.00 9.50 Bogor Penggarutan 3,200 1.00 3.00

    12 Kali Krupuk - Kali Batu 24,000 2.80 19.00 Sumber: Dinas PU Kota Bekasi, 2010

    Tabel III.4 dibawah ini menunjukan situ-situ yang ada di Kota Bekasi. Situ memiliki fungsi sebagai penampung air tau cadangan air ketika musim penghujan, akan tetapi seiring dengan perkembangan pembangunan beberapa situ berubah atau beralih fungsi seperti yang di jabarkan pada tabel dibawah ini:

    Tabel III.4 Situ Situ di Kota Bekasi No. Nama Lokasi Luas Keterangan 1 Situ Lumbu Kel. Bojong Rawa Lumbu 23.440 m2 Sebagian berubah fungsi jadi

    kebon dan tegalan Kec. Rawa Lumbu Sekitar 30% berubah fungsi

    menjadi gudang 2 Situ Gede Kel. Bojong Menteng 73.554 m2 Kec. Rawa Lumbu Masih berfungsi 3 Situ Pulo Kel. Jatikarya 48.654 m2 Kec. Jatisampurna Tandon air drainase

    perumahan 4 Situ Harapan Baru Perum Harapan Baru 10.000 m2 Kel. Kota Baru

    Kec. Bekasi Barat Sumber: Bidang PKSDA-BPLH Kota Bekasi, 2009

    Dari data tabel dapat kita lihat kebanyakan dari situ tersebut berubah fungsi, situ lumbu yang terletak di kelurahan bojong rawa lumbu dengan luasan 23.440 m2 sebagian berubah fungsi menjadi kebon dan tegalan . sedangkan untuk situ gede yang berada di kelurahan Bojong Menteng dengan luasan 73.554 m2 30% nya telah beralih fungsi menjadi gudang.

  • III-6

    Buku Putih Kota Bekasi 2010

    3.1.3.2 Kualitas Air Untuk berbagai keperluan rumah tangga diperlukan air dengan kualitas yang baik

    sehingga dapat berfungsi sebagai air baku untuk air minum dan mencuci atau mandi. Kualitas air dapat menurun bila tercemar bakeri pathogen, bahan kimia, biologi atau benda-benda asing lainnya sehingga tidak dapat digunakan untuk fungsi sebagaimana mestinya. Bahan pencemar yang dapat menurunkan kualitas air berasal dari limbah domestik dan industri yang masuk ke tanah atau badan air. Tabel 12 dibawah memperlihatkan presentase tingkat resiko cemaran sarana air bersih.

    Tabel III.5 Persentase Tingkat Resiko Cemaran Sarana Air Bersih No. Kecamatan Persentase Tingkat Resiko Cemaran Sarana Air Bersih

    Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah 1 Pondok Gede 0