15
43 Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini diberikan pada anak kelompok B PAUD WISANA yang berlokasi di Jl. Cidadap Girang No. 8 RT/RW 06/05 Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap Kota Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B. B. Desain Penelitian Terdapat beberapa model atau desain penelitian tindakan kelas, salah satunya yaitu penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (1998) dalam (Wiriaatmadja, 2006 : 66), model penelitian tindakan kelas terdiri dari : 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa sebagian anak kelompok B Paud Wisana masih belum mencapai indikator kemampuan berhitung yaitu menyebutkan urutan bilangan dari 1-20 secara berurutan, menyebutkan urutan bilangan dari 20-1 secara berurutan, menyebutkan bilangan sebelum dan sesudah (misalnya sebelum 2 adalah 1, dan sesudah 2 adalah 3), membilang dengan menunjuk benda, menyebutkan hasil penambahan sampai 20 dan menyebutkan hasil pengurangan sampai 10. Hasil persentase kemampuan anak sebelum diberi tindakan atau pra-siklus yaitu 11% anak belum mampu melakukan tugas yang telah diberikan oleh guru, dan 33% anak masih memerlukan bantuan dan

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  • Upload
    docong

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

43

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini diberikan pada anak kelompok B PAUD

WISANA yang berlokasi di Jl. Cidadap Girang No. 8 RT/RW 06/05 Kelurahan

Ledeng Kecamatan Cidadap Kota Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Sedangkan

yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B.

B. Desain Penelitian

Terdapat beberapa model atau desain penelitian tindakan kelas, salah satunya

yaitu penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (1998)

dalam (Wiriaatmadja, 2006 : 66), model penelitian tindakan kelas terdiri dari :

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa sebagian

anak kelompok B Paud Wisana masih belum mencapai indikator kemampuan

berhitung yaitu menyebutkan urutan bilangan dari 1-20 secara berurutan,

menyebutkan urutan bilangan dari 20-1 secara berurutan, menyebutkan bilangan

sebelum dan sesudah (misalnya sebelum 2 adalah 1, dan sesudah 2 adalah 3),

membilang dengan menunjuk benda, menyebutkan hasil penambahan sampai 20 dan

menyebutkan hasil pengurangan sampai 10. Hasil persentase kemampuan anak

sebelum diberi tindakan atau pra-siklus yaitu 11% anak belum mampu melakukan

tugas yang telah diberikan oleh guru, dan 33% anak masih memerlukan bantuan dan

Page 2: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

44

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

bimbingan dari guru ketika mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, sedangkan

anak yang sudah mampu melakukan tugas secara mandiri sebanyak 56%.

2. Perencanaan (planning)

Guru dan peneliti melakukan diskusi untuk merencanakan kegiatan yang akan

dilaksanakan pada siklus pertama, baik itu dari segi media, ataupun cara

penyampaian guru dalam kegiatan permainan book scavenger hunt. Setelah

itu guru dan peneliti membuat skenario pembelajaran dengan cara membuat

RKH (Rencana Kegiatan Harian), menyiapkan media yang akan digunakan

dalam pembelajaran berupa buku cerita, juga menyiapkan pedoman observasi

untuk mengamati proses dan hasil tindakan. Adapun Rencana Kegiatan

Harian yang akan dilaksanakan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 3.1

Rencana Kegiatan Harian

Skenario Tindakan

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa

Guru memimpin anak Upacara

Bendera

Guru memimpin anak untuk berdo’a

Guru menjawab salam dari anak

Guru mengajak anak bernyanyi

“dikebun binatang”

Anak melaksanakan Upacara Bendera

Anak berdo’a sebelum belajar

Anak mengucapkan salam kepada guru

Anak bernyanyi “di kebun binatang”

sambil bertepuk tangan

Guru menunjukkan gambar-gambar

binatang

Guru mengadakan aktivitas Tanya

jawab seputar “kebun binatang”

Anak mengamati gambar binatang

yang ditunjukkan oleh guru

Anak aktif bertanya dan menjawab

pertanyaan tentang “kebun binatang”

Page 3: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

45

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Guru meminta perwakilan anak

menceritakan tentang pengalamannya

di “kebun binatang”

Anak aktif menceritakan

pengalamannya berkunjung ke kebun

binatang

Guru menginformasikan aktivitas yang

akan dilakukan oleh anak

Anak menyimak informasi tentang

aktivitas yang akan dilakukannya

Guru membimbing anak bermain book

scavenger hunt dengan membacakan

buku cerita tentang “pergi ke kebun

binatang “

Anak aktif bermain, mendengarkan

dan menjawab cerita yang dibacakan

oleh guru

Guru meminta anak untuk berhitung

dari 10-20

Anak berhitung dari 10-20 secara

berurutan

Guru meminta anak menghitung

jumlah binatang yang ada pada buku

cerita

Anak menghitung gambar binatang

yang ada pada buku cerita

Guru meminta anak untuk menghitung

jumlah burung yang hinggap di pohon

Anak menghitung jumlah burung yang

hinggap di pohon pada buku cerita

Guru bertanya kepada anak “ada 12

burung yang hinggap di pohon,

kemudian 5 burung terbang tinggi,

berapa sisa burung yang hinggap di

pohon?

Anak menjawab pertanyaan dari guru

Guru bertanya kepada anak “Burung

yang hinggap di pohon kini ada 7,

kemudian hinggap 6 burung di pohon

itu, berapa jumlah burung yang ada

kini?”

Anak menjawab pertanyaan dari guru

dengan menjumlahkan gambar

Guru mengobservasi dan menilai

(dengan menuliskan nama anak yang

menjawab dengan benar)

Guru membacakan scor yang didapat

oleh anak

Guru meminta anak untuk menilai

skor yang didapat oleh dirinya dan

teman-temannya

Guru memotivasi anak untuk belajar

lebih baik

Anak membandingkan scor siapa yang

paling banyak

Anak termotivasi untuk belajar lebih

baik

Guru mengadakan Tanya jawab

tentang aktivitas belajar yang telah

dilakukan

Guru membimbing anak untuk

menyimpulkan materi yang telah

Anak aktif menyebutkan aktifitas

belajar yang telah dilakukan

Anak menyimpulkan materi yang

telah dipelajari

Page 4: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

46

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

dipelajari

Guru memberikan tugas kepada anak

untuk membawa foto atau gambar

seputar binatang untuk kegiatan

membuat buku secara proyek pada

pertemuan selanjutnya

Anak mengerjakan aktivitas lanjutan

dibawah bimbingan orangtua

3. Tindakan (acting)

Peneliti sebagai guru melaksanakan tindakan yang sudah direncanakan

sebelumnya dengan mengacu kepada rencana kegiatan harian (RKH) yang

telah dibuat dan disepakati bersama dengan Kepala Sekolah. Peneliti

menggunakan catatan lapangan dan dokumentasi guna merekam setiap

kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama proses pemberian tindakan sedang

berlangsung.

4. Observasi (observing)

Peneliti melakukan pengamatan (pengambilan data) dari peristiwa yang

terjadi di kelas selama tindakan berlangsung, baik itu dari situasi kelas,

perilaku dan sikap anak, penyampaian atau pemberian penjelasan guru pada

anak, dan penyerapan anak pada kegiatan bermain book scavenger hunt yang

diberikan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pedoman

observasi dan catatan lapangan.

Page 5: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

47

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

5. Refleksi (reflection)

Peneliti sebagai guru beserta kepala sekolah melakukan pengkajian terhadap

tindakan yang sudah dilaksanakan berdasarkan data-data yang sudah

terkumpul. Apabila ditemukan masalah pada saat refleksi maka guru

melakukan evaluasi dan mencoba untuk mengatasi kekurangan dan

kelemahan tersebut dengan cara membuat perencanaan ulang, tindakan ulang,

pengamatan dan refleksi ulang untuk di siklus berikutnya, sehingga

permasalahan dapat teratasi.

Penelitian tindakan kelas model siklus ini terdiri dari komponen perencanaan,

tindakan, pengamatan, dan refleksi yang selanjutnya akan diikuti dengan siklus

berikutnya. Siklus ini akan dilaksanakan secara kontinyu sampai peneliti menemukan

solusi yang dapat mengubah proses pembelajaran kearah yang lebih optimal sehingga

permasalahan yang terjadi dapat diperbaiki dan diselesaikan dengan optimal. Siklus

tindakan yang digunakan adalah model yang dikemukakan oleh Kemmis & Taggart

(Suharsimi, 2010 : 137) yaitu sebagai berikut:

Page 6: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

48

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar 3.1

Alur PTK Kemmis & Taggart

C. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

tindakan kelas (PTK), didasarkan pada pertimbangan bahwa penelitian ini

dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang

dilaksanakan oleh guru serta mengatasi permasalahan pembelajaran berhitung pada

anak di PAUD Wisana. Menurut Suharsimi Arikunto (2010):

Page 7: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

49

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

“Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan

belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam

sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan

arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.”

Manfaat dari penelitian tindakan kelas yaitu membantu guru untuk

memecahkan permasalahan yang muncul dikelas serta mencari solusi seputar

pembelajaran.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.

Menurut Syaodih (2005) dalam (Nuraidah , 2009 : 43) penelitian kualitatif adalah

suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menganalisis fenomena,

peristiwa, aktivitas, sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran secara individual

maupun kelompok.

D. Penjelas Istilah

1. Kemampuan Berhitung

Kemampuan berhitung adalah usaha melakukan, mengerjakan hitungan

seperti menjumlah, mengurangi, serta memanipulasi bilangan dan lambang-lambang

matematika, adapun indikator kemampuan berhitung yang dimaksud dalam penelitian

ini yaitu: Menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 20, yang terdiri dari :

menyebutkan urutan bilangan 10-20 secara berurutan, menyebutkan urutan bilangan

secara mundur dari 20-10, menyebutkan bilangan sebelum dan sesudah, misalnya

sebelum 2 adalah 1, dan sesudah 1 adalah 2, menyebutkan hasil penambahan sampai

20, dan menyebutkan hasil pengurangan kurang dari 10. (Depdiknas, 2004 : 22)

Page 8: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

50

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2. Permainan Book Scavenger Hunt

Permainan Book Scavenger Hunt adalah permainan mencari sesuatu dengan

menggunakan buku sebagai medianya, langkah permainan Book Scavenger Hunt

adalah sebagai berikut : guru memberikan buku kepada anak, guru memberikan

pertanyaan kepada anak, pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan tidak

langsung, anak menunjukkan hasil temuannya kepada guru, anak yang menang

adalah anak yang dapat menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat, guru dan anak

mengulangi permainan sampai terlihat siapa yang sering menjawab pertanyaan

dengan cepat dan tepat (Nisak, 2011 : 186). Guru merancang dan mempersiapkan

“Big Book pop-up” untuk media permainan book scavenger hunt. Buku yang

digunakan adalah buku cerita yang didalamnya memuat tentang perhitungan. Buku

ini terdiri dari 18 lembar dengan tiga sub judul yang berbeda. Ukuran dari buku ini

yaitu panjang 42 cm dan lebar 30 cm (kertas ukuran A3).

Adapun langkah pelaksanaan kegiatan permainan book scavenger hunt yang

disederhanakan dan diadaptasi oleh peneliti adalah sebagai berikut:

a. Guru mengatur tempat duduk anak membentuk setengah lingkaran agar

semua anak dapat melihat dengan jelas gambar pada buku cerita itu.

b. Guru membacakan cerita di halaman pertama.

c. Guru memberikan pertanyaan kepada anak sesuai dengan isi cerita yang

telah dibacakan.

d. Guru mengamati anak yang menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat

serta menuliskan nama anak di papan tulis.

Page 9: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

51

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

e. Guru membacakan kembali cerita pada halaman berikutnya.

f. Guru bertanya kembali kepada anak sesuai dengan isi cerita yang

dibacakan.

g. Guru menuliskan nama anak yang menjawab dengan tepat dan cepat.

h. Begitu seterusnya sampai cerita selesai di judul pertama.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan

data penelitian. Karena alat atau instrument ini mencerminkan juga cara

pelaksanaannya, maka sering juga disebut dengan teknik penelitian

(Sanjaya W, 2010 : 84). Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam

penelitian ini adalah:

1. Lembar Pedoman Observasi (Pengamatan)

Lembar observasi (pengamatan) merupakan panduan dalam melakukan

penilaian terhadap indicator-indikator dari aspek yang diamati. Indikator-

indikator tersebut sudah didaftar dan diatur secara sistematis menurut

kategorinya. Bentuk lembar observasi berbentuk caftar cek “ √ ” pada kategori

penilaian. Kategori penilaian terdiri dari “B” untuk anak yang mampu

melaksanakan kegiatan tanpa bantuan / mandiri, “C” untuk anak yang

melaksanakan kegiatan masih dibantu oleh guru, dan “K” untuk anak yang

sama sekali tidak mampu melaksanakan kegiatan. Adapun objek atau sasaran

yang diamati adalah perilaku dan aktivitas anak dalam proses pembelajaran.

Page 10: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

52

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Penilaian proses belajar anak difokuskan pada indikator yang diamati sesuai

dengan ruang lingkup penelitian.

2. Lembar Pedoman Catatan Lapangan

Catatan lapangan digunakan sebagai catatan tambahan apabila terdapat

kejadian atau kegiatan yang tidak tercatat dalam lembar observasi. Kejadian

atau kegiatan tersebut dapat berupa aktivitas siswa serta permasalahan yang

dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yang digunakan adalah foto-foto kegiatan pembelajaran pada

setiap tahap siklus pembelajaran. Isi dokumentasi terkait dengan cara

mengajar guru dan aktivitas serta sikap anak pada saat pelaksanaan upaya

meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui permainan book

scavenger hunt.

Page 11: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

53

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

F. Proses Pengembangan Instrumen

Tabel 3.2

Proses Pengembangan Istrumen

Varia-

bel Indikator Sub Indikator

Teknik

Pengum-

pulan Data

Sumber

Data

Butir

Item

Ke-

mam-

puan

Berhi-

tung

1. Menyebut urutan

bilangan dari 1

sampai 20

a. Anak mampu

menyebutkan

angka 10-20

secara berurutan

Observasi Anak 1

2. Menyebut urutan

bilangan secara

mundur dari 20-1

a. Anak mampu

menyebutkan

angka 20-10

secara berurutan

Observasi Anak 2

3. Menyebutkan

urutan bilangan

sebelum dan

sesudah (sebelum

2 adalah 1,

sesudah 2 adalah

3)

a. Anak mampu

menyebutkan

bilangan sebelum

dan sesudah 8

Observasi Anak

3-5

b. Anak mampu

menyebutkan

bilangan sebelum

dan sesudah 9

Observasi Anak

c. Anak mampu

menyebutkan

bilangan sebelum

dan sesudah 10

Observasi Anak

4. Membilang

dengan

menunjuk benda

(mengenal

konsep bilangan

dengan benda-

benda) sampai 10

a. Anak mampu

menunjuk dan

membilang

jumlah burung

yang hinggap di

pohon dalam

buku cerita

Observasi Anak

6-8

b. Anak mampu

menunjuk dan

membilang

jumlah monyet

yang ada dalam

buku cerita

Observasi Anak

Page 12: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

54

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

c. Anak mampu

menunjuk dan

membilang

jumlah kancil

yang ada dalam

buku cerita

Observasi Anak

5. Menyebutkan

hasil

penambahan

sampai 20

a. Anak dapat

menyebutkan

hasil penambahan

8 burung

ditambah 6

burung dalam

buku cerita

Observasi Anak 9

6. Menyebutkan

hasil

pengurangan

sampai 10

a. Anak dapat

menyebutkan

hasil

pengurangan 12

burung dikurangi

5 burung dalam

buku cerita

Observasi Anak

10-

11 b. Anak dapat

menyebutkan

hasil

pengurangan 10

ayam goreng

dikurangi 6

dalam buku cerita

Observasi Anak

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah

observasi, catatan lapangan dan studi dokumentasi, adapun rinciannya adalah sebagai

berikut:

Page 13: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

55

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Observasi

Menurut Muslihuddin (2009 : 60) observasi adalah kegiatan pengamatan

(pengambilan data) untuk memotret sejauh mana efek tindakan setelah

mencapai sasaran. Sedangkan menurut Wiriaatmadja (2009 : 114) apabila

peneliti sudah menentukan criteria yang akan diamati, maka selanjutnya

peneliti tinggal menghitung saja berapa kali jawaban, tindakan atau sikap anak

yang sedang diteliti itu ditampilkan.

Observasi ini dilakukan untuk memantau proses dan dampak penerapan

permainan book scavenger hunt untuk meningkatkan kemampuan berhitung

anak usia dini di Paud Wisana dengan cara mencatat untuk perbaikan dan

untuk merancang tindakan selanjutnya agar efektif dan efisien.

2. Catatan Lapangan

Catatan lapangan adalah kegiatan untuk mencatat hasil temuan atau kejadian

penting selama proses pembelajaran. Dalam kegiatan ini hasil temuan

didiskusikan oleh peneliti bersama guru pendamping setelah proses

pembelajaran selesai dilaksanakan.

3. Studi Dokumentasi

Dokumentasi yang digunakan adalah foto-foto kegiatan pembelajaran pada

setiap tahap siklus pembelajaran. Isi dokumentasi terkait dengan cara

mengajar guru dan aktivitas serta sikap anak pada saat pelaksanaan upaya

meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui permainan book

scavenger hunt.

Page 14: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

56

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

H. Teknik Analisis Data

Miles and Huberman (1984) dalam (Sugiyono, 2011 : 336), mengemukakan

bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan

berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.

Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion

drawing/verification, adapun rincian langkah-langkah analisis data yaitu sebagai

berikut:

1. Data Reduction (Reduksi Data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok,

memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang

yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan

gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan

pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat

dibantu dengan peralatan elektronik seperti computer mini, dengan member kode

pada aspek-aspek tertentu.

2. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data.

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian

singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya.Dalam hal ini

Page 15: BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitiana-research.upi.edu/operator/upload/s_paud_0802753_chapter3.pdf · Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

57

Dinda Dwi Amanda, 2013 Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Melalui Permainan Book Scavenger Hunt Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Miles and Huberman (1984) dalam (Sugiyono, 2011 : 336) menyatakan “the most

frequent from of display data for qualitative research data in the past has been

narrative tex”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam

penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

3. Conclusion Drawing/verification (Penarikan Kesimpulan)

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan

dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan

akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap

pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada

tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti

kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan

merupakan kesimpulan yang kredibel.

Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat

menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak,

karena seperti yang telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam

penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian

berada di lapangan.