of 18 /18
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, perlu disusun metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Maka terlebih dahulu perlu menyusun metode penelitian dengan baik yang dapat membantu untuk melaksanakan penelitiannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015:14), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 3.2 Objek Penelitian Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa di SMK Kristen Salatiga. 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Menurut Sugiyono (2015:117) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian€¦ · metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015:14), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian

  • Author
    others

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian€¦ · metode penelitian kuantitatif. Menurut...

  • 26

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    3.1 Metode Penelitian

    Sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, perlu disusun

    metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Maka terlebih

    dahulu perlu menyusun metode penelitian dengan baik yang dapat

    membantu untuk melaksanakan penelitiannya.

    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015:14), metode

    penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang

    berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada

    populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada

    umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan

    instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan

    tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

    3.2 Objek Penelitian

    Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa di SMK Kristen

    Salatiga.

    3.3 Populasi dan Sampel

    3.3.1 Populasi

    Menurut Sugiyono (2015:117) menyatakan bahwa populasi

    adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang

    mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

  • 27

    penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

    Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kriten

    Salatiga.

    Tabel 3.1

    Populasi SMK Kristen Salatiga

    Sumber: data yang diolah

    3.3.2 Sampel

    Menurut Sugiyono (2015:118), sampel merupakan bagian

    dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

    Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan

    dari sebagian dari sekelompok individu yang di teliti dan

    mencerminkan keadaan populasi secara keseluruhan, yaitu

    menggunakan teknik simple random sampling. Di katakan simpel

    (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi

    dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam

    populasi itu (Sugiyono,2015:120).

    No Kelas Jumlah

    Siswa

    1. Pemasaran 16

    2. Akuntansi 18

    3. Perkantoran 20

    4. Multimedia 17

    TOTAL 71

  • 28

    Sehingga dalam penelitian ini tidak akan mengambil seluruh data

    yang ada, namun hanya menggunakan sampel atau beberapa data

    yang dapat mewakili populasi. Jumlah sampel diambil jumlah

    siswa di SMK Kristen Salatiga berjumlah 71 siswa. Maka dapat

    dihitung berapa banyak sampel menggunakan Taro Yamane

    sebagai berikut:

    n = N

    N.d2 + 1

    n= 71

    71.(10%)2+1

    n= 71

    1,71

    n= 41,52 = 42

    Keterangan:

    N : Jumlah Populasi

    n : Jumlah Sampel

    d2

    : Presisi yang ditetapkan

    Hasil perhitungan dari rumus diatas menunjukkan bahwa sampel

    yang akan digunakan dari siswa di SMK Kristen Salatiga.

    Secara rinci 42 dalam tabel:

  • 29

    Tabel 3.2

    Sampel

    No Kelas Jumlah/Perhitungan

    1. Pemasaran 16/71X42= 10

    2. Akuntansi 18/71X42= 10

    3. Perkantoran 20/71X42=12

    4. Multimedia 17/71X42=10

    TOTAL 42

    Sumber : data yang diolah

    3.4 Variabel Penelitian

    Variabel penelitian merupakan suatu alat atau sifat, obyek atau

    kegiatan yang mempunyai bentuk tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

    digunakan untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan

    (Sugiyono,2015:61). Adapun Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai

    berikut:

    Variabel bebas (dependen) yaitu variabel yang saling

    mempengaruhi atau menjadi sebab dari timbulnya variabel terikat

    (independen).Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pola asuh

    orang tua yang dinotasikan dengan X1 dan X2 adalah gaya belajar.

    Variabel terikat (Independen) yaitu variabel yang dipengaruhi atau

    yang menjadi akibat, dikarenakan adanya variabel bebas. Didalam

    penelitian ini, yang menjadi variabel terikat (independen) adalah prestasi

    belajar yang dinotasikan dengan Y.

  • 30

    Penelitian ini akan melihat apakah ada atau tidaknya hubungan antara

    X1 dan X2

    3.5 Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama

    dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan

    data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitian tidak

    akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan

    (Sugiyono, 2015:308). Dalam metode pengumpulan ini menggunakan

    metode Kuesioner/Angket dan Dokumentasi.

    3.5.1 Dokumentasi

    Teknik dokumentasi digunakan untuk melengkapi informasi

    yang telah diperoleh dari teknik kuesioner. Data yang didapatkan

    dengan teknik dokumentasi ini adalah data Prestasi Belajar yang

    dilihat dari hasil tes akhir Siswa di SMK Kristen Salatiga serta foto

    pada saat kegiatan penelitian.

    3.5.1 Kuesioner/ Angket

    Menurut Sugiyono (2015:1999), kuesioner merupakan teknik

    pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi

    seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden

    untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data

    yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan

    diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

  • 31

    Peneliti yang akan membagikan angket sebelumnya harus

    membuat beberapa daftar pertanyaan yang pertama bisa dari

    prestasi belajar siswa, yang kedua media massa, dan yang ketiga

    gaya belajar. Angket akan diisi oleh seorang responden dengan

    jawaban yang sesuai dengan pengalaman yang sudah di dapat.

    Setelah itu angket yang sudah diisi kemudian dikembalikan oleh

    peneliti, dan angket tesebut di analisis.Jawaban setiap instrumen

    yang menggunakan skala Ordinal. Bentuk pilihan responden

    terhadap jawaban dari tiap pertanyaan pola asuh orang tua dan

    gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut:

    Tabel 3.3

    Kriteria Jawaban Responden

    Sangat Setuju (SS) 5

    Setuju (S) 4

    Kurang Setuju (KS) 3

    Tidak Setuju (ST) 2

    Sangat Tidak Setuju (STS) 1

    3.6 Definisi Operasional Variabel

    Definisi operasional variabel digunakan untuk menjelaskan dari

    masing-masing variabel penelitian.Menurut Sugiyono (2015:38), variabel

    penelitian merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

    ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

  • 32

    tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Variabel dalam

    penelitian ini adalah sebagai berikut:

    3.6.1 Pola Asuh Orang Tua (X1)

    Pola asuh orang tua adalah interaksi antara orang tua dan

    anak untuk proses pendewasaan serta belajar mandiri dengan

    ajaran-ajaran yang baik dan perhatian serta kasih sayang.

    Tinggi : Apabila siswa sering melakukan interaksi baik dengan

    orang tua dan belajar mandiri di beri skor 3.

    Sedang : Apabila siswa kurang interaksi dengan orang tua dan

    malas untuk belajar mandiri diberi skor 2.

    Rendah : Apabila siswa tidak ada interaksi baik dengan orang tua

    dan tidak pernah belajar mandiri di beri skor 1.

    3.6.2 Gaya Belajar (X2)

    Gaya belajar adalah cara belajar yang digunakan siswa

    secara dominan dalam menerima, mengolah, dan menyimpan

    informasi yang diterimanya. Dalam penelitian ini gaya belajar

    adalah cara belajar yang digunakan oleh siswa secara dominan

    dalam mempelajari materi. Gaya belajar tesebut terdiri dari empat

    jenis gaya belajar, yaitu Visual (penglihatan), Auditorial

    (pendengaran), Kinestetik.

    Tinggi : Apabila siswa mampu menerima dan mengolah materi

    oleh guru dengan baik dan mampu menerapkannya di beri

    skor 3

  • 33

    Sedang : Apabila siswa kurang mampu menerima dan mengolah

    materi dari guru dengan baik di beri skor 2

    Rendah : Apabila siswa sangat kurang mampu menerima dan

    mengollah materi dari guru dengan baik di beri skor 1

    3.6.1 Prestasi Belajar Siswa (Y)

    Prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah di capai

    siswa yang tercermin dari perubahan aspek kognitif, afektif dan

    psikomotor ditandai dengan perkembangan anak dan perubahan

    tingkah laku diri pada siswa serta pengetahuan yang dicapai atau

    ketrampilan yang dikembangkan dalam mata pelajaran tertentu di

    sekolah. Prestasi belajar ditetapkan dengan nilai tes/ujian atau nilai

    yang diberikan guru, atau keduanya bisa dilihat dari KKM.

    Tinggi : Apabila siswa telah mencapai nilai diatas KKM maka

    siswa dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran di beri

    skor 3.

    Sedang : Apabila siswa telah mencapai nilai dengan batas KKM

    maka siswa dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran

    di beri skor 2.

    Rendah : Apabila siswa mendapatkan nilai dibawah KKM maka

    siswa dikatakan gagal dalam proses pembelajaran di beri

    skor 1.

  • 34

    3.7 Instrumen Penelitian

    Menurut Sugiyono (2015:148), instrumen penelitian adalah suatu

    alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang

    diamati, secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.

    Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu, variabel dependen

    dan variabel independen. Instrumen penelitian ini digunakan untuk

    mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan gaya belajar auditorial

    terhadap prestasi siswa di SMK Kristen Salatiga.

    Tabel 3.4

    Instrumen penelitian kueisioner

    No Variabel Indikator Pernyataan Butir Skala Pengukuran

    1. Pengaruh pola asuh

    orang tua (X1)

    adalah keterlibata n

    pola asuh orang tua

    dalam prestasi

    belajar di sekolah.

    a. Komunikasi

    yang baik antara

    orang tua dan

    anak

    b. Diberikan

    hukuman dan

    hadiah

    c. Disiplin

    Saya selalu bercerita

    dengan orangtua

    mengenai kegiatan

    saya di sekolah

    Saya sering meminta

    saran kepada orang

    tua ketika memiliki

    masalah saat di

    sekolah maupun di

    luar sekolah

    Saya selalu diberikan

    motivasi untuk

    8

    Ordinal

  • 35

    belajar dari orang tua

    agar nilai ulangan/tes

    bagus

    Saya selalu di ajarkan

    dispilin oleh orang tua

    Saya tidak pernah

    membantah jika orang

    tua menasehati saya

    Saya selalu menuruti

    kata orang tua

    Orang tua selalu

    memberikan batasan

    waktu sampai jam 9

    malam untuk main

    Saya sering

    melakukan

    komunikasi yang baik

    dengan orang tua

    2. Gaya belajar (X2)

    adalah proses

    belajar yang

    dilakukan anak

    pada saat belajar

    a. gaya belajar

    visual

    b. gaya belajar

    auditori

    c. gaya belajar

    siswa belajar dengan

    cara melihat

    siswa belajar dengan

    cara membacanya

    dengan keras

    24

    Ordinal

  • 36

    yang berbeda-beda

    dan beraneka

    macam.

    kinestetik siswa belajar dengan

    cara menghafal

    3. Prestasi belajar

    siswa (Y)

    a. kemampuan

    siswa

    menerapkan

    materi

    b. siswa merasa

    kurang percaya

    diri

    c. siswa malas

    untuk belajar

    Saya selalu berusaha

    memahami materi

    dengan baik

    Saya selalu

    mempersiapkan

    materi yang akan di

    bahas pada hari ini

    Pada saat guru

    menjelaskan materi

    sejarah saya

    memperhatikan

    dengan sungguh-

    sungguh

    Saya senang mencari

    materi tambahan dari

    internet agar

    menambah wawasan

    saya

    Saya tidak pernah

    membantu teman

    8

    Interval

  • 37

    kesulitan memahami

    materi karena saya

    tidak yakin dengan

    kemampuan saya

    Saya selalu

    menghindar, jika

    teman saya

    menanyakan materi

    dengan saya

    Menurut saya belajar

    tidak penting masa

    depan saya

    Saya akan belajar jika

    materinya mudah

    tidak banyak berfikir

    3.8 Validitas dan Reliabilitas

    Uji coba instrumen dilakukan kepada semua siswa di SMK Kristen

    Salatiga, dengan mengambil 77 responden yang termasuk dalam sampel

    penelitian.

    3.8.1 Uji Validitas

    Menurut Sugiyono (2015:173) instrumen yang valid berati alat

    ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.

  • 38

    Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa

    yang seharusnya diukur. Validitas adalah suatu alat untuk mengukur

    suatu ketepatan dari data variabel yang ada. Seperti di kemukakan

    bahwa, analisis faktor dilakukan dengan cara mengkorelasikan jumlah

    skor faktor dengan skor total. Bila korelasi tiap faktor tersebut positif

    dan besarnya 0,3 ke atas maka faktor tersebut merupakan construct

    yang kuat. Jadi berdasarkan analisis faktor itu dapat di simpulkan

    bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik.

    Pengujian instrumen pada penelitian ini menggunakan teknik

    korelasi product moment dari Person dengan rumus:

    Keterangan:

    rxy : Koefisien korelasi antara X dan Y

    N : Jumlah subjek/responden

    ΣXY : Jumlah perkalian X dan Y

    ΣX : Jumlah skor butir pernyataan

    ΣY : Jumlah skor total pernyataan

    ΣX2 :

    Jumlah kuadrat skor total pernyataan

  • 39

    Tabel 3.5

    Rentang Indeks validitas

    No Indeks Interprestasi

    1. 0,81 - 1,00 Sangat Tinggi

    2. 0,61 - 0,80 Tinggi

    3. 0,41 – 0,60 Cungkup

    4. 0,21 – 0,40 Rendah

    5. 0,00 – 0,20 Sangat Rendah

    (Wardani, dkk,2012:344)

    3.8.2 Uji Reliabilitas

    Hasil penelitian yang reliabel, bila terdapat kesamaan data

    dalam waktu yang berbeda. instrumen yang reliabel adalah instrumen

    yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama,

    akan menghasilkan data yang sama. Sugiyono (2015:172).

    Rumus untuk menghitung koefisien reliabilitas instrument dengan

    menggunakan Cronbach Alpha adalah sebagai berikut:

    R

  • 40

    Rentang Indeks Reliabilitas

    No Indeks Interpretasi

    1 0.80 – 1.00 Sangat Reliabel

    2 < 0.80 – 0.60 Reliabel

    3 < 0.60 – 0.40 Cukup Reliabel

    4 < 0.40 – 0.20 Agak Reliabel

    5 < 0.20 Kurang Reliabel

    (Wardani,dkk,2012:246)

    3.9 Teknis Analisis Data

    Menurut Sugiyono (2015:207) mengartikan bahwa kegiatan

    analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh

    responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari responden, menyajikan

    data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji

    hipotesis yang telah diajukan.

    Pada penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data yaitu analisis

    deskriptif dan analisis lanjut.

    3.9.1 Analisis Deskriptif

    Menurut Sugiyono (2015:207) Statistik deskriptif adalah

    statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara

    mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

    sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang

    berlaku untuk umum atau generalisasi.

  • 41

    Perhitungan dalam statistic deskriptif meliputi table distribusi

    frekuensi, diagram statistik (Histogram). Histogram dan tabel

    kecenderungan masing-masing variabel. Mean,median, modus dan

    standar deviasi. Analisis perhitungan ini menggunakan program SPSS

    versi 16.0 for windows.

    3.9.2 Analisis Lanjut

    3.9.2.1 Uji Normalitas

    Penelitian ini menggunakan statistic parametis dengan

    analisis komparatif dan regresi. Menurut Sugiyono

    (2015:241) mengatakan bahwa, penggunaan statistic

    parametris mensyaratkan bahwa data setiap variabel yang

    akan dianalisis harus berdistribusi normal. Uji normalitas ini

    bertujuan untuk menguji apakah data dalam penelitian yang

    dilakukan memiliki distribusi normal atau tidak.

    Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah

    data yang memiliki distribusi normal. Normalitas data dapat

    dilihat dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-

    Smirnov, jika nilai signifikansi > 0,05 maka data dapat

    dikatakan berdistribusi normal, sedangkan jika nilai

    signifikansi < 0,05 maka datadikatakan tidak berdistribusi

    normal.

    3.9.2.2 Uji Linearitas

  • 42

    Uji linieritas (Menurut Sujarweni;2016:72) bertujuan

    untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan

    yang linier secara signifikan atau tidak. Data yang bik

    seharusnya terdapat hubungan yang linier antara variabel

    predictor (X) dengan variabel kriterium (Y). Pertama dalam

    pengambilan keputusan untuk memperoleh nilai yang

    signifikan yaitu lebih besar dari 0,05 maka kesimpulannya

    adalah terdapat hubungan linier secara signifikan antara

    variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y).

    Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih kecil dari dari 0,05

    maka kesimpulannnya adalah tidak terdapat hubungan yang

    linier antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium

    (Y). Kedua adalah dengan melihat Nilai Fhitung dan Ftabel,

    jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka kesimpulannya

    adalah terdapat hubungan linier secara signifikan antara

    variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y).

    Sebaliknya, jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel maka

    kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan linier antara

    variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y).

    3.10 Uji Hipotesis

    3.10.1 Analisis Regresi Sederhana

  • 43

    Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional

    ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel

    dependen.(Sugiyono, 2013:261).

    Persamaan umum regresi sederhana adalah:

    Y = a + bX

    Keterangan:

    Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan

    a = Harga Y ketika harga X= 0 (harga konstan)

    b = Koefisien regresi

    X = Nilai variabel independen

    3.10.2 Analisis Regresi Ganda

    Analisis ini digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud

    meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen

    (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor

    prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya), jadi analisis regresi

    ganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal

    2.(Sugiyono,2013:275) Dalam analisis regresi ganda langkah-langkah

    yang harus dilakukan sebagai berikut:

    1. Persamaan regresi untuk dua prediktor

    Y = a+b1X1+b2X

    2. Persamaan regresi untuk tiga prediktor

    Y = a+b1X1+b2X2+b3X3