of 12/12
20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan LKS IPA Berbasis Model Inkuiri Terbimbing kelas V Sekolah Dasar. Penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut bisa berupa seorang pemimpin sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan atau satu konsep. Penelitian kuatitatif menurut perencanaan yang matang untuk menentukan tempat, partisipan dan mulai pengumpulan data. Rencana ini bersifat emergent atau berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan dalam temuan di lapangan. Desain ini berubah atau emergent tersebut bersifat sirkuler karena penentuan sampel yang bersifat purposif, pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara simultan dan merupakan langkah yang bersifat interaktif bukan terpisah- pisah. Penelitian kualitatif melakukan penelitian dalam skala kecil, kelompok yang memiliki kekhususan, keunggulan, inovasi atau juga bisa bermasalah. Kelompok yang diteliti merupakan satuan budaya yang bersifat alamiah dan saling berinteraksi secara individual ataupun kelompok. Kadang- kadang kelompok yang diteliti adalah sub kelompok yang memiliki kelainan atau perbedaan dengan kelompok besarnya, kelas yang sangat lambat, mata pelajarn yang tidak disukai siswa atau prestasi belajarnya rendah, kelompok siswa yang memperlihatkan kelainan, dsb.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitianrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/16678/3/T1_292011157_BAB...20 BAB III METODE PENELITIAN . 3.1 Metode Penelitian. Metode penelitian

  • View
    238

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode...

20

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan

pengembangan (Research and Development). Penelitian pengembangan yang

bertujuan untuk mengembangkan LKS IPA Berbasis Model Inkuiri Terbimbing

kelas V Sekolah Dasar.

Penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus dalam arti

penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami

secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena lainnya. Satu fenomena

tersebut bisa berupa seorang pemimpin sekolah atau pimpinan pendidikan,

sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan atau

satu konsep.

Penelitian kuatitatif menurut perencanaan yang matang untuk menentukan

tempat, partisipan dan mulai pengumpulan data. Rencana ini bersifat emergent

atau berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan dalam temuan di

lapangan. Desain ini berubah atau emergent tersebut bersifat sirkuler karena

penentuan sampel yang bersifat purposif, pengumpulan data dan analisis data

dilakukan secara simultan dan merupakan langkah yang bersifat interaktif bukan

terpisah- pisah.

Penelitian kualitatif melakukan penelitian dalam skala kecil, kelompok yang

memiliki kekhususan, keunggulan, inovasi atau juga bisa bermasalah. Kelompok

yang diteliti merupakan satuan budaya yang bersifat alamiah dan saling

berinteraksi secara individual ataupun kelompok. Kadang- kadang kelompok yang

diteliti adalah sub kelompok yang memiliki kelainan atau perbedaan dengan

kelompok besarnya, kelas yang sangat lambat, mata pelajarn yang tidak disukai

siswa atau prestasi belajarnya rendah, kelompok siswa yang memperlihatkan

kelainan, dsb.

21

3.2 Prosedur Pengembangan

Proses penyusunan LKS ini mengadaptasi model pengembangan Borg and

Gall dalam Sukmadinata (2007: 184-185). Prosedur penelitian yang dilakukan

melalui 3 tahap utama, yaitu pertama adalah tahap pra pengembangan, kedua

pengembangan produk dan ketiga evaluasi/ pengujian seperti tampak pada gambar

berikut :

Gambar 3.1

Prosedur Penelitian

Pra Pengembangan

Perencanaan

1. Survey Lapangan

2. Studi Kepustakaan

Pengembangan

Produk

Evaluasi/ Pengujian

Perancangan konsep bahan ajar LKS

Uji validasi yang melibatkan

ahli materi dan ahli bahan ajar.

Revisi

Ujicoba bahan ajar LKS

Ujicoba Terbatas

SD N 1 Sidowayah

Ujicoba Terbatas

SD N Janti

Revisi

Produk Akhir

22

3.2.1 Tahap Pra Pengembangan

Pada tahap ini dilakukan survey lapangan dengan observasi atau

pengamatan dalam pembelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar, serta menelaah

penelitian-penelitian sebelumnya dan juga melakukan studi pustaka dengan

membaca buku, makalah dan artikel yang relevan. Tahap ini bertujuan untuk

mengumpulkan informasi yang relevan dengan perlunya pengembangan LKS

mata pelajaran IPA Berbasis Model Inkuiri Terbimbing Materi Sifat-sifat Cahaya.

3.2.2 Tahap Pengembangan Produk

Pada tahap ini terdapat dua kegiatan, yang pertama adalah pengembangan

produk awal dan validitas ahli. Pada pengembangan produk awal dilakukan

perencanaan dengan identifikasi mata pelajaran, merumuskan kompetensi dasar,

menetapkan indikator membuat desain produk, menyusun sumber bahan dan

materi serta pembuatan LKS. Setelah semua keperluan diidentifikasi dan

dijalankan selanjutnya dilakukan pengembangan produk LKS. Hasil dari

pengembangan produk awal tersebut untuk kemudian dilakukan uji validitas yang

melibatkan 2 orang ahli, 1 orang ahli materi dan 1 orang ahli bahan ajar. Ahli

materi memberikan penilaian terhadap aspek pembelajaran dan isi materi,

sedangkan ahli bahan ajar memberikan penilaian terhadap aspek tampilan. Data

hasil validitas ahli materi dan ahli media dijadikan pertimbangan untuk

melakukan revisi produk berupa LKS.

Pengembangan rancangan produk, dengan membuat prototipe LKS berdasar

panduan penyusunan. Hal-hal yang diacu dan dijadikan pertimbangan adalah

sebagai berikut:

Tahap pembuatan LKS menurut (Diknas, 2004), meliputi:

1. Melakukan analisis kurikulum.

2. Menyusun peta konsep kebutuhan LKS.

3. Menentukan judul-judul LKS.

4. Penulisan LKS

23

Untuk menulis LKS, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai

berikut:

1. merumuskan kompetensi dasar.

2. menentukan alat penilaian.

3. menyusun materi.

4. memperhatikan struktur LKS.

3.2.3 Tahap Evaluasi / Pengujian

Pada tahap ini dilakukan aplikasi bahan ajar pembelajaran oleh ahli materi,

dan ahli bahan ajar. Nilai dan komentar dari para ahli akan digunakan dalam

melakukan revisi produk. Setelah produk di revisi, maka dilakukan uji produk

terbatas / kecil kepada subjek penelitian kelas V SD N 1 Sidowayah melibatkan

10 siswa. Kekurangan dan kelebihan dari uji coba akan diambil sebagai data

untuk melakukan revisi, setelah produk di revisi kemudian produk di uji coba luas

melibatkan 22 siswa kelas V SD N Janti untuk menggunakan bahan ajar LKS

Mata Pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya berbasis model inkuiri terbimbing

pada kegiatan belajar mengajar dan mengevaluasinya dengan menggunakan

angket yang telah di berikan oleh peneliti.

Dari data hasil uji coba luas ini akan dijadikan sebagai bahan revisi akhir

produk bahan ajar LKS Mata Pelajaran IPA. Hasil akhir produk terakhir dalam

pengembangan ini adalah Lembar Kerja Siswa IPA Berbasis Model Inkuiri

Terbimbing Kelas V Sekolah Dasar.

3.3 Uji Coba Produk

3.3.1 Desain Uji Coba

Uji coba yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk menyempurnakan

produk berupa lembar kerjas siswa IPA berbasis model inkuiri terbimbing ini

meliputi:

1. Uji ahli

Uji ahli dilakukan oleh ahli materi dan ahli bahan ajar untuk memberikan

penilaian dan masukan terhadap produk awal yang dikembangkan. Uji ahli

24

dilakukan juga dilakukan untuk memvalidasi produk sebelum produk diuji

cobakan di luas.

2. Uji coba terbatas

Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas V SD N 1 Sidowayah Kota

Klaten yang berjumlah 10 siswa. Pada tahap uji coba terbatas, peneliti

mengumpulkan data dari angket kuesioner yang diberikan kepada siswa.

Angket yang diberikan kepada siswa berisikan penilaian terhadap lembar

kerja siswa IPA berbasis model inkuiri terbimbing.

3. Uji coba terbatas

Uji coba terbatas diterapkan pada siswa kelas V yang ada pada SD N Janti

Kota Klaten. Jumlah total siswa yang akan ikut dalam uji coba luas adalah

22 siswa. Kegiatan ujicoba ini mirip dengan kegiatan yang dilakukan pada

tahap uji coba terbatas di SD N 1 Sidowayah. Pembedanya adalah jumlah

subjek uji cobanya. Data yang diperoleh berasal dari angket peniliaan siswa

terhadap lembar kerja siswa IPA berbasis model inkuiri terbimbing kelas V

sekolah dasar. Hasil dari angket digunakan sebagai bahan pertimbangan

untuk menyempurnakan produk sehingga menghasilkan produk akhir

berupa lembar kerja siswa IPA berbasis model inkuiri terbimbing kelas V

sekolah dasar khususnya untuk bab 6 tentang sifat-sifat cahaya.

3.2.2 Subjek Uji Coba

Subjek uji coba pada penelitian dan pengembangan lembar kerja siswa IPA

berbasis model inkuiri terbimbing kelas V sekolah dasar adalah sebagai berikut:

1. Uji ahli: 1 orang ahli materi yaitu Adi Winanto, M.Pd dan 1 orang ahli

bahan ajar yaitu Dr. Yari Dwikurnaningsih, M.Pd.

2. Uji coba terbatas: 1 kelas yaitu kelas V SD N 1 Sidowayah Kota Klaten

yang berjumlah 10 siswa.

3. Uji coba luas: 1 kelas yaitu kelas V SD N Janti Kota Klaten yang

berjumlah 22 siswa.

25

3.4 Tempat dan Waktu Pengumpulan Data

Penelitian ini dilaksanakan di SD N 1 Sidowayah dan SD Janti Kota Klaten.

Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai bulan April 2015, untuk

perincian waktu penelitian pengembangan Lembar Kerja Siswa seperti

digambarkan pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.1.

Waktu Pengumpulan Data

No Uraian Kegiatan Januari Februari Maret April

Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Proposal

2. Studi Pendahuluan

3. Desain

pengembangan

produk

4. Pengembangan

produk

5. Evaluasi ahli

6. Revisi

7. Uji coba produk

8. Revisi akhir produk

9. Penyusunan laporan

akhir

3.5 Jenis Data

Jenis data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan media

interaktif berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berasal dari

masukan ahli materi, dan ahli bahan ajar. Data kuantitatif diperoleh dari peniliaian

ahli materi, ahli bahan ajar, serta lembar angket siswa kelas V terhadap produk

yang dikembangkan. Data yang diperoleh digunkan untuk mengevaluasi dan

menyempurnakan produk lembar kerja siswa IPA berbasis model inkuiri

terbimbing.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Instrumen penilaian merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh data

dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan penelitian, dalam

penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

26

a. Kuesioner (angket).

Menurut sugiyono (2012:219) angket atau kuesioner merupakan teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.

b. Dokumentasi

Dokumentasi pada penelitian ini adalah foto-foto kegiatan uji coba baik

ujicoba kelompok kecil maupun uji coba lapangan.

3.7 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini digunakan untuk

mengumpulkan data uji validitas dari ahli materi, ahli bahan ajar, dan lembar

angket respon siswa pada saat uji coba produk.

3.7.1 Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara digunakan pada saat awal ketika survey lapangan

sebagai panduan oleh peneliti dengan guru kelas V untuk mendapatkan informasi

tentang apa yang menjadi kebutuhan guru akan suatu media pembelajaran yang

baik.

3.7.2 Lembar Validasi Ahli Materi

Menurut Bulletin BSNP (2007: 21) kisi-kisi untuk ahli materi dapat dilihat

pada tabel 3.2 berikut:

Tabel 3.2

Lembar Validasi untuk Ahli Materi

No Aspek

Penilaian Indikator

1. Format

Kesesuaian isi pada materi.

Kelengkapan isi materi pada bahan ajar (LKS).

Kualitas bahan ajar (LKS) yang dikembangkan.

Kesesuaian tulisan, warna, tampilan, dan gambar

pada bahan ajar (LKS).

2. Isi

Kesesuaian materi dengan Standar Kompetensi,

Kompetensi Dasar, dan Indikator.

Ketepatan materi dengan tingkat pemahaman siswa.

Kejelasan konsep materi sifat-sifat cahaya pada

27

bahan ajar (LKS).

Kesesuaian materi dengan kebutuhan siswa.

Kesesuaian materi dengan gambar/animasi yang

diberikan.

Memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Kesesuaian dengan nilai-nilai moral, dan sosial.

3. Bahasa

Kebakuan bahasa yang digunakan.

Kemudahan dalam memahami bahasa yang

digunakan.

Keefektifan kalimat yang digunakan.

Penggunaan kata sesuai dengan ejaan yang

disempurnakan (EYD).

3.7.3 Lembar Validasi Ahli Bahan Ajar

Menurut Bulletin BSNP (2007: 21) kisi-kisi untuk ahli bahan ajar

pengembangan LKS sesuai dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut:

Tabel 3.3

Lembar Validasi untuk Ahli Bahan Ajar

No. Aspek

Penilaian Indikator

1. Kelayakan

isi

Kesesuaian dengan Standar Kompetensi dan

kompetensi Dasar

Kesesuaian dengan kebutuhan siswa

Kesesuaian dengan bahan ajar

Kebenaran substansi materi

Manfaat penambahan wawasan

Kesesuaian dengan nilai-nilai moral dan moralitas,

dan sosial

2. Kebahasaan

Keterbacaan

Kejelasan informasi

Kesesuaian dengan kaidah

Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien

3. Sajian Kejelasan tujuan

Urutan penyajian

Pemberian motivasi

Interaktivitas (stimulus dan respon)

Kelengkapan informasi

4. Kegrafikan Penggunaan font (jenis dan ukuran)

Lay out, tata letak

Ilustrasi, grafis, gambar, dan foto

Desain tampilan

5. Aspek Memberikan pengalaman langsung

28

kegiatan/

tugas siswa

Mendorong siswa menyimpulkan fakta, konsep,

prinsip, prosedur, dan nilai

Kesesuaian kegiatan atau tugas siswa dengan materi

6.

Aspek

penilaian

hasil

belajar

Mengukur kemampuan kognitif, afektif, dan

psikomotorik

Mengukur kemampuan siswa secara mendalam dan

berdasarkan standar kompetensi

3.7.4 Lembar Angket Penilaian oleh Guru

Angket digunakan untuk menilai lembar kerja siswa IPA berbasis model

inkuiri terbimbing pada uji coba terbatas maupun pada uji coba luas. Angket

diberikan kepada guru yang terlibat dalam tahap uji coba. Berikut adalah kisi-kisi

instrumen untuk angket yang akan diberikan kepada guru kelas V SD N 1

Sidowayah dan SD N Janti Kota Klaten. Menurut Sidig Budisetyawan (2012)

lembar angket untuk Siswa dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut:

Tabel 3.4

Lembar Angket Penilaian oleh Guru

No Aspek

Penilaian Indikator

1. Tampilan

Judul sesuai dengan materi.

Kepadatan halaman LKS layak.

Teks atau tulisan pada LKS ini mudah dibaca.

Gambar yang disajikan menarik sesuai dengan

materi.

Penomoran materi atau sub unit atau kegiatan-

kegiatan dalam LKS teratur dan sesuai.

2. Isi Materi

Kesesuaian materi dengan SK, KD, dan Indikator.

Ketepatan materi dengan tingkat pemahaman siswa.

Kejelasan konsep materi sifat-sifat cahaya pada

LKS.

Kesesuaian materi dengan kebutuhan siswa.

Memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

3. Kebahasaan

Bahasa yang digunakan mudah dipahami.

Penggunaan bahasa secara efktif dan efisien.

Penggunaan petunjuk belajar membantu dalam

penggunaan LKS.

Penjelasan informasi pendukung mempermudah

pemahaman materi LKS.

Penjabaran tugas berupa langkah-langkah kerja

runtut dan jelas.

29

3.7.5 Lembar Angket Siswa

Angket digunakan untuk menilai lembar kerja siswa IPA berbasis model

inkuiri terbimbing pada uji coba terbatas maupun pada uji coba luas. Angket

diberikan kepada siswa yang terlibat dalam tahap uji coba. Berikut adalah kisi-kisi

instrumen untuk angket yang akan diberikan kepada siswa kelas V SD N 1

Sidowayah dan SD N Janti Kota Klaten. Menurut Sidig Budisetyawan (2012)

lembar angket untuk Siswa dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.5

Lembar Angket Respon untuk Siswa

No Aspek

Penilaian Indikator

1. Tampilan

Teks atau tulisan pada LKS ini mudah dibaca.

Gambar yang disajikan jelas tidak buram.

Gambar yang disajikan sudah sesuai (tidak terlalu

banyak dan tidak terlalu sedikit).

Adanya keterangan pada setiap gambar yang

disajikan dalam LKS ini.

Gambar yang disajikan menarik.

Gambar yang disajikan sesuai dengan materi.

2. Isi Materi

LKS ini menjelaskan suatu konsep menggunakan

ilustrasi masalah yang berkaitan dengan

kehidupan sehari-hari.

LKS ini menggunakan contoh-contoh soal yang

berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari.

Jika dalam proses pembelajaran menggunakan

LKS ini saya menghadapi masalah, maka saya

berani bertanya dan mengemukakan masalah yang

saya hadapi kepada guru.

Penyajian materi dalam LKS ini mendorong saya

untuk melakukan diskusi dengan teman-teman

yang lain.

Penyajian materi dalam LKS ini berkaitan dengan

IPA yang lain atau dengan matapelajaran yang

lain dalam pemecahan masalah dan penerapannya.

Saya dapat memahami materi dengan mudah.

Materi yang disajikan dalam LKS ini sudah runtut.

Saya dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi

tahap dengan mudah.

Saya dapat memahami lambang atau simbol yang

digunakan dalam LKS ini.

30

Saya lebih dapat mengerti apa saja yang termasuk

dari sifat-sifat cahaya dan penerapannya untuk

kehidupan sehari-hari setelah belajar

menggunakan LKS ini.

Saya merasa lebih mudah belajar dengan

menggunakan LKS ini.

Saya tertarik menggunakan LKS ini.

Dengan menggunakan LKS ini saya lebih tertarik

dalam belajar IPA.

Dengan adanya ilustrasi disetiap awal materi dapat

memberikan motivasi saya untuk mempelajari

sifat-sifat cahaya.

Saya lebih rajin belajar dengan menggunakan

LKS ini.

3. Kebahasaan

Saya dengan mudah memahami kalimat yang

digunakan dalam LKS ini.

Tidak ada kalimat yang menimbulkan makna

ganda dalam LKS ini

Saya dapat memahami istilah-istilah yang

digunakan dalam LKS ini karena ada kamus/

glosarium.

Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien

sesuai dengan EYD.

4.

Aspek

kegiatan/

Tugas Siswa

Contoh soal yang digunakan dalam LKS ini sudah

sesuai dengan materi.

LKS ini memberikan pengalaman yang baru bagi

saya.

Memudahkan saya menyimpulkan materi dan

dapat mengerjakan soal secara mandiri.

5.

Aspek

penilaian

hasil belajar

siswa

Mengukur kemampuan siswa secara mendalam

dan berdasarkan standar kompetensi.

Mengukur kemampuan siswa melalui

pengetahuan, sikap, dan ketrampilan.

3.8 Teknis Analisis Data

Analisis data berdasarkan pada validasi ahli materi, ahli bahan ajar,

penilaian guru matapelajaran dan angket respon siswa saat uji coba produk skala

terbatas dan skala lapangan dengan menghitung skor yang diperoleh dari penilaian

produk yang dikembangkan. Data yamg terkumpul berupa data kuantitatif berupa

skor dari 1-5 dengan kategori: sangat baik untuk skor 5, baik untuk skor 4, cukup

baik untuk skor 3, kurang baik untuk skor 2, dan tidak baik untuk skor 1. Skor

31

kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan mengacu pada pedoman

konversi Skala Likert (Arikunto, 2005).

Tabel 3.6

Acuan Konversi Skala Likert

Nilai Interval Skor Kriteria

A X > 4,20 Sangat baik / menarik

B 3,40 < X 4,20 Baik / menarik

C 2,60 < X 3,40 Cukup

D 1,80 < X 2,60 Kurang / kurang menarik

E X 1,80 Sangat kurang / tidak menarik