Bab III Kehidupan Masyarakat Pendatang Islam-Kristen di ... Masyarakat Pendatang Islam-Kristen di

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Bab III Kehidupan Masyarakat Pendatang Islam-Kristen di ... Masyarakat Pendatang Islam-Kristen di

Page 31

Bab III

Kehidupan Masyarakat Pendatang Islam-Kristen di Kampung

Tiba-tiba Abepura

Pertemuan dua kepribadian seperti hubungan

dua bahan kimia; jika terjadi reaksi, keduanya akan berubah.

Carl Gustav Jung

18751961

Pada bab III penulis akan menjelaskan gambaran umum wilayah Kampung Tiba-tiba

dan perkembangannya, serta mengemukakan beberapa hasil wawancara yang

dilakukan terhadap masyarakat pendatang, masyarakat asli Papua dan beberapa

tokoh masyarakat serta pemuka-pemuka agama. Hasil penelitian atau data lapangan

diuraikan dalam bentuk poin-poin penting sehingga memudahkan para pembaca.

3.1 Gambaran Umum Kampung Tiba-tiba Distrik Abepura

Kampung Tiba-tiba merupakan sebuah wilayah pemukian di distrik Abepura

keluarahan Wahno. Secara umum distrik Abepura merupakan sebuah wilayah yang

berada di provinsi Papua tepatnya di Kota Jayapura. Jayapura terbagi menjadi dua

Page 32

wilayah yaitu: Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Secara umum Kota Jayapura

memilki 5 distrik yaitu1:

Nama

Distrik

Jumlah Jiwa Jumlah

L dan P

L P

Muara

Tami

6323 5695 12018

Heram 22996 20304 43300

Abepura 41528 36 78441

Jayapura

Utara

36 363 33 273 69909

Jayapura

Selatan

37657 34 369 72026

Diantara 5 distrik yang ada tercatat wilayah abepura memiliki jumlah

populasi penduduk terbanyak. Menurut pengamatan penulis selama kurang lebih 25

tahun berdomisili sebagai warga Abepura dan juga pada saat melakukan penelitian

wilayah ini setiap tahunnya mengalami perkembangan yang sangat cepat dapat

dilihat dari proses pembangun dan jumlah penduduk yang tinggi dibandingkan

dengan 5 distrik lainnya. Tingginya jumlah penduduk di wilayah Abepura dikarena

wilayah ini merupakan pusat perkantoran, perbelanjaan, sekolah, dan perguruan

tinggi. hampir sebagaian besar perguruan tinggi berlokasi di Abepura. Oleh sebab itu,

1 Jumlah Penduduk Kota Jayapura Menurut Jenis Kelamin, Badan Pusat Statistik Kota

Jayapura tahun 2014. https://jayapurakota.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/2 , diunduh Pada tanggal 24 Nov 2017

https://jayapurakota.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/2

Page 33

banyak orang yang datang dengan tujuan serta kepentingan masing-masing. Ada yang

bersekolah, mencari pekerjaan, atau sekadar melanjutkan hidup.

Bukan hanya orang pendatang dari wilayah di luar Papua yang menjadikan

Kota Jayapura sebagai tempat tujuan mereka tetapi warga Papua dari daerah-daerah

seperti Biak, Serui, Manokwari, Timika dan beberapa daerah lainnya turut datang

dengan tujuan dan kepentingan masing-masing seperti berkuliah dan mencari

pekerjaan. Abepura merupakan bagian dari Kota Jayaparua yang perkembangannya

sangat cepat. Abepura memiliki delapan kelurahan yaitu Asano, Awiyo, Wahno, Kota

Baru, Vim, Wayhorock dan Yobe. Kampung tiba-tiba merupakan salah satu wilayah

yang masuk dalam kelurahan Wahno Distrik Abepura.

3.1.1 Kampung Tiba-tiba dalam Perkembangannya

Kampung tiba-tiba merupakan sebuah wilayah pemukiman yang berada di

daerah dataran tinggi Abepura. Beberapa wilayah di daerah Abepura merupakan

tanah ulayat miliki suku Tobati, Enggros dan Nafri. Hak mengenai tanah ulayat telah

di atur dalam pasal 3 Undang-Undang Pokok Agraria, Undang-Undang No 21

Tahun 2001 tentang otonomi khusus orang Papua yang juga memberikan pengakuan

terhadap hak-hak ulayat. Bahkan secara khusus termuat dalam Peraturan Daerah

Khusus Provinsi Papua Nomor 23 tahun 2008 tentang hak ulayat Masyarakat hukum

adat dan perorangan warga masyarakat hukum adat atas tanah.2 Secara ringkas isi

2 Pemerintah Provinsi Papus,

http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/files/ld/2008/papua23-2008.pdf, diunduh pada tanggal

25 November 2017

http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/files/ld/2008/papua23-2008.pdf

Page 34

dari peraturan daerah menegaskan bahwa masyarakat adat yang di pimpin oleh kepala

adat/suku yang berhak untuk mengatur segala macam persoalan yang berkaitan

dengan hak-hak masyarakat.

Seperti yang sudah di jelaskan bahwa Kampung tiba-tiba merupakan salah

satu wilayah adat miliki suku Nafri sehingga semua proses yang berkaitan dengan

pertanahan akan di atur oleh dewan adat dan Ondoafi dari suku Nafri serta aparat

pemerintah yang bertugas mengatur pertanahan.3 Menurut Dalegi, Masyarakat Nafri,

Tobati, Enggros, Kayu Pulo memiliki kebiasaan untuk hidup di perkempungan

tepatnya di pulau-pulau kecil di pinggiran kota Jayapura. Hal ini mengakibatkan

penyebaran penduduk asli Jayapura yang tidak merata hingga ke daerah perkotaan.4

Salah satunya wilayah Kampung tiba-tiba yang tidak di huni oleh masyarakat Nafri

pemiliki hak ulayat.

Menurut penuturan Bapak Jance Tabisu tidak dapat di pastikan tepatnya pada

tahun berapa wilayah Kampung tiba-tiba mulai di Huni. Namun yang pasti kampung

tiba-tiba mulai dihuni oleh masyarakat suku Genyem yang merantau dari daerah asal

mereka yang kini masuk dalam wilayah pemerintahan kabupaten Jayapura.5

Masyarakat Genyem lambat laun semakin banyak sehingga ada perbincangan antara

masyarakat Genyem dengan kepala suku (Ondoafi) Nafri agar masyarakat Genyem

3 Ibu Kristina Gerdha Marsyom/Saimima, warga Kampung-Tiba-Tiba yang bekerja

sebagai Staf distrik Abepura. Wawancara Tanggal 24 November 2017 4 Bapak Dalegi Warga Kampung Tiba-tiba Asal suku Sanger Talaud, Wawancara

Pada Tanggal 22 Nov 2017 , Pukul 15.30 WIT 5 Jance Tabisu, Orang Yang di Tuakan di Kampung Tiba-Tiba, Wawancara Pada

Tanggal 22 Nov 2017 , Pukul 16.25 WIT

Page 35

yang datang merantau ke daerah Abepura diperbolehkan untuk tinggal di wilayah

adat suku Nafri.6 Sejak saat itu dengan bertambahnya jumlah penduduk yang

berdatangan terkhusus dari Genyem sehingga mereka membentuk sebuah pemukiman

kecil yang mereka sebut kampung Genyem. oleh sebab itu masyarakat di wilayah-

wilayah Abepura seperti kampung Key (Kampkey), kampung Cina (Kamp cina)

memberi nama wilayah yang di huni oleh masyarakat Genyem dengan sebutan

Kampung Tiba-tiba. Bapak Jance mengungkapkan bahwa masyarakat di

perkampungan Genyem lebih suka membuat rumah yang berdekatan satu sama lain

hal ini tidak terlepas dari pola perkampungan di daerah asal mereka. Seiring

berjalannya waktu jumlah Penduduk di kota Abepura meningkat sehingga wilayah-

wilayah mulai dihuni oleh masyarakat yang mulai berdatangan termasuk wilayah

kampung tiba-tiba yang pada saat itu lahannya masih luas.

Datanglah beberapa orang pendatang membeli tanah kepada Ondoafi dan

membangun rumah di wilayah Kampung-tiba-tiba. Sehingga wilayah Kampung tiba-

tiba tidak hanya di huni oleh masyarakat Genyem tetapi juga masyarakat-masyarakat

yang lain seperti ambon, batak, bugis, button dan toraja dan juga wilayah Papua

lainnya semua masyarakat dari latar belakang etnis dan agama yang berbeda hidup

bersama-sama di kawasan kampung tiba-tiba. Hingga saat ini masyarakat pendatang

semakin bertambah.7 Berdasarkan data dari RT setempat tercatat penduduk Kampung

Tiba-tiba di RT 01 dan 03 terdiri dari 146 Kepala Keluarga dan terbagi menjadi 133

6 Bapak Jance, Ibu Margrit Elly, Salomina Trapen Warga Kampung Kampung Genyem

Kampung Tiba-tiba. Pada Tanggal 23 November 2017 Pukul 16.45 WIT 7 Bapak Daniel Tomasoa, Warga Kampung Tiba-tiba Asal Maluku, Wawancara pada tanggal

23 November 2017 Pukul 17.55 WIT

Page 36

Keluarga Non Papua dan 15 Keluarga Orang Asli Papua.8 Penduduk terbanyak

berasal dari sulawesi yaitu (Makasar, Button, Bugis) namun, ada juga penduduk yang

berasal dari Jawa, Maluku, Sanger dan Papua.9

Tabel 1. Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 2. Data Penduduk Berdasarkan Agama10

3.2 Proses Masuknya Orang Pendatang

Istilah pendatang (Migran) sering di berikan kepada orang-orang yang

bukan berasal dari wilayah dimana mereka tinggal. Di wilayah Papua kata

8 Data ini sudah termasuk beberapa warga pendatang di daerah weref yang terkena musibah

kebakaran dan di relokasikan ke wilayah kampung tiba-tiba 9 Bapak Fahri, Bapak Syamsudin. Ketua RT 01, dan RT 03, Wawancara Pada Tanggal 25

Nov 2017 10

Sumber Data Kelurahan Wahno 2015-2016

Nama

tempat

Jumlah

Jiwa

Kepala

Keluarga

Kampung

Tiba-Tiba

L P 146 KK

312 335

Agama Kristen

Protestan

Katholik

Islam Budha Hindu

Jumlah 77 - 570 - -

Page 37

Pendatang sering ditujukan kepada orang yang bukan keturunan Papua.

Perjumpaan antara pendatang dan orang asli Papua sudah berlangsung sejak

lama. Ada beberapa fase masuknya orang pendatang ke Papua yaitu:

Penjajahan, penyebaran agama, program transmig