Click here to load reader

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Dukungan Keluarga Inti 1 ... 2.pdf dukungan keluarga dibagi menjadi dukungan keluarga internal dan dukungan keluarga eksternal. Dukungan tersebut dibutuhkan

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Dukungan Keluarga Inti 1 ... 2.pdf dukungan keluarga dibagi menjadi...

  • 8

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A.Dukungan Keluarga Inti

    1.Pengertian Dukungan Keluarga Inti

    Menurut King, (dalam Bara 2015), dukungan sosial (social support)

    adalah informasi dan umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa

    seseorang dicintai dan diperhatikan, dihargai dan dihormati, dilibatkan dalam

    jaringan komunikasi dan kewajiban dan timbal balik. Sarafino (2012)

    mengartikan dukungan sosial sebagai bantuan yang diterima individu dari

    orang lain atau kelompok sekitarnya, yang membuat penerima merasa nyaman,

    dicintai, dan dihargai. Dukungan sosial adalah suatu keadaan yang bermanfaat

    bagi individu yang diperoleh dari orang lain yang dapat dipercaya, sehingga

    orang akan tahu bahwa ada orang lain yang memperhatikan. (Cohen & Smet

    dalam Harnilawati, 2013). Menurut DiMatteo (1991), dukungan sosial adalah

    dukungan atau bantuan yang berasal dari orang lain seperti teman, keluarga,

    tetangga, rekan kerja, dan orang lain.

    Menurut Sarason (Baron & Byrne, 2005) dukungan sosial adalah

    kenyamanan secara fisik dan psikologis yang diberikan oleh orang lain.

    Friedman, (dalam Dyah, 2016) mengatakan bahwa dukungan sosial keluarga

    adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga pada anggotanya. Keluarga

    memandang orang yang mendukung selalu siap memberikan bantuan dan

    pertolongan jika dibutuhkan.

  • 9

    Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

    dukungan sosial adalah bantuan yang diterima seseorang dari orang lain yang

    bermanfaat bagi penerima dan membuat penerima dukungan sosial merasa

    nyaman, dicintai, dan dihargai.

    Keluarga merupakan konsep yang bersifat multidimensi. Dalam

    bukunya social structure, Murdoock (dalam Lestari, 2013) menguraikan bahwa

    keluarga merupakan kelompok sosial yang memiliki karakteristik tinggal

    bersama, terdapat kerjasama ekonomi, dan terjadi proses reproduksi. Melalui

    surveinya terhadap 250 perwakilan masyarakat yang dilakukan sejak tahun

    1937. Murdock menemukan tiga tipe keluarga, yaitu keluarga inti (nuclear

    family), keluarga poligami (polygamous family), dan keluarga batih (extended

    family). Berdasarkan penilitiannya tersebut Murdock menyatakan bahwa

    keluarga inti adalah kelompok sosial yang bersifat universal. Para anggota dari

    keluarga inti bukan hanya membentuk kelompok sosial, melainkan juga

    menjalankan empat fungsi universal dari keluarga yaitu seksual, reproduksi,

    pendidikan, dan ekonomi (Lestari, 2013).

    Menurut Koerner dan Fitzpatrick (dalam Lestari, 2013) definisi tentang

    keluarga setidaknya dapat ditinjau berdasarkan tiga sudut pandang, yaitu

    definisi struktural, definisi fungsional, dan definisi interaksional.

    a. Definisi struktural

    Keluarga didefinisikan berdasar kehadiran atau ketidakhadiran

    anggota keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat. Definisi ini

    memfokuskan pada apa yang menjadi bagian dari keluarga. Dari perspektif

  • 10

    ini dapat muncul pengertian tentang keluarga sebagai asal-ususl (families of

    origin), keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan (families of

    procreation), dan keluarga batih (extended family).

    b. Definisi fungsional

    Keluarga didefinisikan sebgai penekanan pada terpenuhinya tugas-

    tugas dan fungsi-fungsi psikososial. Fungsi tersebut mencakup perawatan,

    sosialisasi pada anak, dukungan emosi dan materi, dan pemenuhan peran

    tertentu. Definisi ini memfokuskan pada tugas-tugas yang dilakukan oleh

    keluarga.

    c. Definisi transaksional

    Keluarga didefinisikan sebgai kelompok yang mengembangkan

    keintiman melalui perilaku-perilaku yang memunculkan rasa identitas

    sebagia keluarga (family dentiity) berupa ikatan emosi keluarga, pengalaman

    historis, maupun cita-cita di masa depan. Definisi ini memfokuskan pada

    bagaimana keluarga melaksanakan fungsinya.

    Keluarga inti pada umumnya dibangun berdasarkan ikatan perkawinan.

    Perkawinan menjadi pondasi bagi keluarga, oleh karena itu ketika sepasang

    manusia menikah akan lahir keluarga yang baru. Adapun keluarga batih

    dibangun berdasarkan hubungan antar generasi, bukan antar pasangan.

    Keluarga batih biasanya terdapat dalam masyarakat yang memandang penting

    hubungan kekerabatan. Hubungan perkawinan berada padaposisi sekunder

    dibanding hubungan dengan orang tua. Dalam beberapa budaya, seperti

    penduduk asli Amerika, Italia, Meksiko, dan Asia, penekanan terhadap

  • 11

    pentingnya keluarga batih menjadikan kewajiban terhadap keluarga berada

    diatas kewajiban terhadap diri sendiri (Lestari, 2013).

    Harnilawati (2013) mengatakan bahwa secara tradisional keluarga dapat

    dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

    a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah,

    ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunan atau adopsi atau keduanya.

    b. Keluarga besar (Extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota

    keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah(kakek-nenek, paman-

    bibi, dan lain-lain).

    Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian

    keluarga inti adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang

    dibangun berdasarkan ikatan perkawinan dan menjalankan empat fungsi

    universal dari keluarga yaitu seksual, reproduksi, pendidikan, dan ekonomi.

    Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa

    dukungan sosial keluarga inti adalah tindakan berupa bantuan yang diterima

    seseorang dari anggota keluarganya yakni ayah, ibu atau anak yang bermanfaat

    bagi penerima dan membuat penerima dukungan sosial merasa nyaman,

    dicintai, dan dihargai.

    2.Bentuk-Bentuk Dukungan Sosial Keluarga Inti

    Sarafino (2012) menyatakan bahwa dukungan sosial keluarga meliputi

    beberapa kategori, antara lain;

    a. Emotional or esteem support yang meliputi empati, peduli, perhatian,

    memberikan hal-hal positif, dan memberikan dorongan kepada seseorang.

  • 12

    Hal tersebut memberikan kenyamanan dan jaminan dengan rasa dimiliki

    dan dicintai pada saat stress.

    b. Tangible or instrumental support yakni melibatkan bantuan secara

    langsung, seperti ketika orang memberikan atau meminjamkan uangnya,

    atau bantuan mengerjakan tugas-tugas pada saat mengalami stress.

    c. Informational support seperti memberikan nasehat, saran-saran, termasuk

    umpan balik tentang bagaimana yang sesorang akan lakukan, misalnya

    mendapatkan informasi tentang penyakit dari dokter atau keluarga

    bagaimana memperlakukan penyakitnya.

    d. Companionship support yang mengacu pada kesediaan dan ketersediaan

    lain untuk menghabiskan waktu dengan seseorang, sehingga memberikan

    perasaan menjadi anggota dalam kelompok orang-orang yang barbagi

    keinginan dan aktivitas sosial.

    Menurut Taylor ada empat bentuk dukungan sosial yaitu :

    a. Tangible Assistence (bantuan nyata) mencakup menyediakan materiil,

    seperti pelayanan, bantuan keuangan atau barang.

    b. Informational Support (dukungan informasi) memberikan setiap informasi

    yang dibutuhkan keluarga.

    c. Emotional support (dukungan emosional) dengan menentramkan hati

    individu bahwa ia adalah individu berharga dan dipedulikan

    d. Invisible support (dukungan terselubung) yaitu ketika individu menerima

    bantuan dari orang lain yang tidak menyadari telah membantu, tetapi

    bantuan tersebut tetap bermanfaat bagi penerima (Taylor, 2006).

  • 13

    Bart dan Caplan, (dalam Katarina, 2014) menjelaskan jenis dukungan

    sosial antara lain;

    a. Dukungan informasional

    Keluarga berperan sebagai pemberi sugesti, saran, petunjuk, informasi,

    serta umpan balik yang digunakan untuk mengungkapkan masalah.

    b. Dukungan penilaian

    Dukungan ini terjadi melalui ekspresi penghargaan yang positif, dorongan,

    semangat, atau persetujuan dengan ide atau perasaan yang dikemukakan

    individu serta perbandingan yang positif antara individu dengan orang lain.

    c. Dukungan instrumental

    Keluarga berperan untuk memberikan bantuan langsung dalam hal ini,

    memperhatikan kesehatan penderita dalam hal kebutuhan dan minum,

    istirahat, serta membantu penderita dalam pemulihan kesehatannya.

    d. Dukungan emosional

    Mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang

    yang bersangkutan.

    Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa bentu dukungan

    sosial terbagi menjadi empat macam yakni :

    a. Dukungan emosi meliputi empati, peduli, perhatian, memberikan hal-

    hal positif, dan memberikan dorongan kepada seseorang.

    b. Dukungan instrument yakni melibatkan bantuan secara langsung,

    seperti ketika orang memberikan atau meminjamkan uangnya, atau

    bantuan mengerjakan tugas-tugas pada saat mengalami stress.

  • 14

    c. Dukungan informasi seperti memberikan nasehat, saran-saran,

    termasuk umpan balik tentang bagaimana yang sesorang akan lakukan,

    misalnya mendapatkan informasi tentang penyakit dari dokte