of 24 /24
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001:1), menyatakan bahwa sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem berasal dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah himpunan bagian yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Widjajanto (2001:1), Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Sistem adalah sesuatu yang saling berinteraksi atau berhubungan erat satu dengan yang lainnya yang berfungsi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. B. Pengertian Sistem Akuntansi Sistem Akuntansi (accounting sytem) adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistemeprints.unpam.ac.id/546/3/TA. Akuntansi D3. BAB II.pdf · Dari definisi sistem akuntansi tersebut, unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah

  • Author
    others

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistemeprints.unpam.ac.id/546/3/TA. Akuntansi D3. BAB...

  • 8

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Pengertian Sistem

    Menurut Mulyadi (2001:1), menyatakan bahwa sistem pada dasarnya

    adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya

    yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.

    Sistem berasal dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah

    himpunan bagian yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai

    suatu tujuan.

    Menurut Widjajanto (2001:1), Sistem adalah sesuatu yang memiliki

    bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

    Berdasarkan pendapat para ahli tersebut diatas, maka dapat disimpulkan

    bahwa yang dimaksud dengan Sistem adalah sesuatu yang saling berinteraksi

    atau berhubungan erat satu dengan yang lainnya yang berfungsi untuk

    mencapai suatu tujuan tertentu.

    B. Pengertian Sistem Akuntansi

    Sistem Akuntansi (accounting sytem) adalah organisasi formulir,

    catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan

    informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan

    pengelolaan perusahaan.

    8

  • 9

    Dari definisi sistem akuntansi tersebut, unsur suatu sistem akuntansi

    pokok adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku

    pembantu, serta laporan. Berikut ini di uraikan lebih lanjut pengertian masing-

    masing unsur sistem akuntansi tersebut menurut Mulyadi (2000:3-5)

    1. Formulir

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadi

    transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan

    formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam

    (didokumentasikan) di atas secarik kertas. Formulir sering pula disebut

    dengan istilah media, karena formulir merupakan media untuk mencatat

    peristiwa yang terjadi dalam organisasi ke dalam catatan. Dengan formulir

    ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya

    sebagai dasar pencatatan dalam catatan.

    Contoh : faktur penjualan, bukti kas keluar, dan cek.

    2. Jurnal

    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk

    mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data

    lainnya. Seperti telah disebutkan diatas, sumber informasi pencatatan

    dalam jurnal ini adalah formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk

    pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang sesuai

    dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Dalam

    jurnal ini pula terdapat kegiatan peringkasan data yang hasil

  • 10

    peringkasannya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) kemudian

    diposting kerekening yang bersangkutan dalam buku besar.

    3. Buku Besar

    Buku Besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang

    digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya

    dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai

    dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan

    keuangan. Rekening buku besar ini disatu pihak dapat dipandang sebagai

    wadah untuk menggolongkan data keuangan, dipihak lain dapat dipandang

    pula sebagai sumber informasi keuangan untuk penyajian laporan

    keuangan.

    4. Buku Pembantu

    Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan

    rinciannya lebih lanjut dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger).

    Buku Pembantu ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci

    data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.

    Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (books

    of final entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah

    data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan

    buku pembantu. Buku besar dan buku pembantu disebut sebagai catatan

    akuntansi akhir juga karena setelah data akuntansi keuangan dicatat dalam

    buku-buku tersebut, proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan

    keuangan, bukan pencatatan lagi ke dalam catatan akuntansi.

  • 11

    5. Laporan

    Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa

    neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan

    harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok

    penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar

    saldo persediaan yang lambat penjualannya. Laporan berisi informasi yang

    merupakan keluaran sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak

    computer dan tayangan pada layar monitor kumputer.

    C. Pengertian Kas

    Menurut Munawir (2000:157), Kas adalah uang tunai yang dapat

    digunakan untuk membiayai operasi perusahaan uang tunai yang dimiliki

    perusahaan tetapi sudah di tentukan penggunaannya (misalnya, uang kas yang

    disisihkan untuk tujuan pelunasan obligasi, pembelian aktiva tetap untuk

    tujuan-tujuan lain) dapat dimasukan. Kas adalah seluruh bentuk uang baik

    dalam bentuk tunai atau bentuk lainnya (simpanan di bank atau kertas

    berharga) yang segera dapat diuangkan apabila perusahaan membutuhkan dan

    diterima sebagai alat pembayaran atau alat tukar oleh semua pihak termasuk

    bank.

    Menurut Kusnadi (2000:60), Kas merupakan suatu alat pembayaran

    yang mudah dipindah tangankan antara pihak yang melakukan transaksi

    dengan yang menerima transaksi. Dalam hal ini kas sendiri mempunyai

  • 12

    kegunaan yang universal yaitu merupakan kertas kecil yang mempunyai nilai

    yang cukup tinggi.

    Sedangkan menurut Soemarso (2004:296), Kas dari sudut pandang

    akuntansi adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang

    dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban

    pada nilai nominalnya.

    Berdasarkan dari 3 (tiga) definisi kas diatas, maka dapat disimpulkan

    bahwa yang dimaksud dengan Kas adalah segala sesuatu baik yang berbentuk

    uang atau bukan yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat

    pelunasan kewajiban pada nilai nominal tertentu yang dimiliki perusahaan

    tetapi sudah ditentukan penggunaannya.

    D. Golongan Kas

    1. Menurut Robert Libby (2007:297), maka yang dapat digolongkan sebagai

    kas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

    a. Merupakan alat pembayaran yang sah

    b. Dapat digunakan setiap saat

    c. Termasuk aktiva lancar yang sifatnya sering berubah

    2. Menurut Robert Libby (2007:297), elemen yang termasuk kas meliputi :

    a. Uang Logam

    Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan

    perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien.

    b. Uang Kertas

  • 13

    Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan

    cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut

    penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang

    dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang

    terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

    Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang

    kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai

    tukar. Ada 2 (dua) macam uang kertas :

    1) Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas

    yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah

    dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani menteri keuangan.

    2) Uang kertas Bank yaitu uang yang di keluarkan oleh bank sentral.

    c. Simpanan Giro

    Simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dilakukan

    setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran

    lainnya atau dengan pemindah bukuan.

    d. Traveller Checks

    Cek yang dikeluarkan untuk kepentingan turis (traveler) guna

    membayar pengeluaran.

    e. Chasiers Checks

    Sebuah cek kasir (kasir cek, cek bank, cek resmi, demand draft, cek

    kasir, bank draft atau cek bendahara) adalah pemeriksaan dijamin oleh

    bank. Mereka diperlakukan sebagai dana dijamin dan biasanya

  • 14

    dibersihkan pada hari berikutnya. Ini adalah hak pelanggan untuk

    meminta "hari berikutnya ketersediaan" ketika menyerahkan cek kasir

    secara pribadi. Sebagian besar bank tidak jelas mereka langsung.

    Namun, bank diijinkan untuk mengambil kembali uang dari

    "membersihkan" cek satu atau dua minggu kemudian jika pengolahan

    selanjutnya menemukan itu menjadi penipuan. Karena pelanggan

    percaya bahwa cek telah ditemukan valid dan telah dikonversi menjadi

    kas di tangan, pelanggan mudah ditipu oleh skema yang meminta

    mereka untuk berpisah dengan barang atau sebagian dari uang itu jika

    dibersihkan pada waktu yang tepat.

    f. Bank Draft

    Rancangan bank tradisional cek digambar pada dana bank, seperti cek

    kasir. Ketika membayar tagihan, draft bank jangka kadang-kadang

    digunakan untuk merujuk kepada transfer otomatis dari rekening bank

    anda ke operator selular anda.

    g. Money Order

    Keuangan instrumen, yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga lain,

    yang memungkinkan individu bernama pada perintah untuk menerima

    sejumlah tertentu uang tunai pada permintaan. Sering digunakan oleh

    orang-orang yang tidak memiliki rekening giro. Salah satu manfaat

    utama dari tatanan uang adalah bahwa ia lebih dipercaya dari cek

    pribadi, karena prabayar. Wesel dapat diperoleh di banyak lokasi,

  • 15

    termasuk kantor pos, toko kelontong, atau bank, dan mungkin

    memerlukan biaya yang kecil.

    E. Pengertian Sistem Penerimaan Kas

    Menurut Mulyadi (2001:500), Sistem akuntansi penerimaan kas adalah

    suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang dari

    penjualan tunai atau piutang yang siap dan bebas digunakan untuk kegiatan

    umum perusahaan.

    Dalam buku analisa laporan keuangan Munawir (2007:159), sumber

    penerimaan kas dalam suatu perusahaan dapat berasal :

    1. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud

    maupun tidak berwujud (intangible asset).

    2. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal

    oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.

    3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang jangka pendek (wesel) maupun hutang

    jangka panjang (hutang obligasi, hutang hipotik atau hutang jangka panjang

    lainnya) serta bertambahnya hutang yang diimbangi dalam penerimaan kas.

    4. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancer selain kas yang

    diimbangi dengan adanya penerimaan kas, misalnya berkurangnya

    persediaan dengan adanya penjualan secara tunai dan sebagainya.

    5. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau deviden dari investasinya,

    sumbangan atau hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan

    pembayaran pajak pada periode-periode sebelumnya.

  • 16

    F. Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai

    Penjualan tunai dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan

    pembeli melakukan pembayaran harga barang lebih dahulu sebelum barang

    diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh

    perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi

    penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan. Menurut Mulyadi (2001 :

    462) Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan

    kas dari penjualan tunai mengharuskan :

    1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam

    jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk

    melakukan Internal checks.

    2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui kartu kredit, yang

    melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi

    penerimaan kas.

    Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi dua

    prosedur berikut ini :

    1. Penerimaan Kas dari Over The Counter Sale

    Dalam penjualan tunai ini, pembeli datang ke perusahaan, melakukan

    pemilihan barang atau produk yang akan di beli, melakukan pembayaran

    ke kasir, dan kemudian menerima barang yang dibeli. Dalam over the

    counter sale ini, perusahaan menerima uang tunai, cek pribadi (personal

    check), atau pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card

    sebelum barang di serahkan kepada pembeli. Menurut Mulyadi (2001:456)

  • 17

    Penerimaan kas dari over the counter sales dilaksanakan oleh produk

    berikut ini :

    a. Pembeli memesan barang langsung kepada wiraniaga (sales person) di

    bagian penjualan.

    b. Bagian kasa menerima pembayaran dari pembeli, yang dapat berupa

    uang tunai, cek pribadi (personal check), atau kartu kredit.

    c. Bagian penjualan memerintahkan bagian pengiriman untuk

    menyerahkan barang kepada pembeli.

    d. Bagian pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.

    e. Bagian kasa menyetorkan kas yang diterima ke bank.

    f. Bagian akuntansi mencatat pendapatan penjualan dalam jurnal

    penjualan.

    g. Bagian akuntansi mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai dalam

    jurnal penerimaan kas.

    Jika kas yang diterima berupa cek pribadi, bank penjual (bank yang

    penjual memiliki rekening giro di dalamnya) kemudian akan mengurus check

    clearing tersebut kepada bank pembeli (bank yang pembeli memiliki rekening

    giro didalamnya). Jika kas yang diterima berupa kartu kredit, bank penjual

    yang merupakan penerbit kartu kredit langsung menambah saldo rekening giro

    penjual setelah di kurangi dengan credit card fee (yang berkisar 2,5 % sampai

    dengan 4%). Bank penerbit kartu kredit inilah yang secara periodik melakukan

    penagihan kepada pemegang kartu kredit.

  • 18

    Menurut (Mulyadi, 2001:457), Prosedur Over the Counter Sales, yaitu :

    Pembeli memesan barang

    ( 1 )

    ( 2 )

    ( 3 ) ( 4 )

    ( 5)

    ( 6 )

    ( 7 )

    Sumber : mulyadi, 2001:457

    Gambar 2.1

    Prosedur Over the Counter Sales

    Bagian Penjualan

    Bagian penerimaan

    barang

    Pembeli

    Bank

    Bagian kasa

    Bagian akuntansi

  • 19

    Bagian jurnal melakukan pencatatan transaksi Over The Counter Sales

    sebanyak dua kali, yaitu :

    1. Berdasarkan faktur penjualan tunai yang dilampiri pita register kas, bagian

    jurnal mencatat transaksi Over The Counter Sales kedalam jurnal

    penjualan dengan jurnal sebagai berikut :

    Penjualan Tunai xx

    Pendapatan Penjualan xx

    2. Berdasarkan Bukti Setor Bank yang diterima dari bagian kasa, bagian

    jurnal mencatat penerimaan kas dari Over The Counter Sales didalam

    jurnal penerimaan kas dengan jurnal sebagai berikut :

    Kas xx

    Penjualan Tunai xx

    Penggunaan rekening performa penjualan tunai dilakukan karena Over The

    Counter Sales dicatat dalam dua jurnal khusus :

    a. Jurnal penjualan

    b. Jurnal penerimaan kas

    Pengunaan rekening performa ini untuk menghindari pencatatan ganda.

    Menurut (Mulyadi 2001:476), Sistem Penerimaan Kas dari Over the Counter Sales , yaitu :

  • 20

    Bagian Order Penjualan Bagiankasa

    Sumber : Mulyadi, 2001:476

    Gambar 2.2

    Sistem Penerimaan Kas dari Over the Counter Sales

    Mulai

    Menerima order

    pembelian

    Mengisi faktur penj

    tunai

    FPT

    1

    1

    FPT

    Menerima uang dari pembeli

    Mengoperasikan register

    PRK

    1 FPT

    3

    2

    1

    N

    Mengisi bukti setor bank

    Bukti setor bank 1

    Menyetor kas ke bank

    Bukti setor bank 1

    5

    6

  • 21

    Menurut (Mulyadi 2001 : 476 ), Sistem Penerimaan Kas dari Over the Counter

    Sales, yaitu :

    Bagian Gudang Bagian Penerimaan Sumber : Mulyadi, 2001:476

    Gambar 2.3

    Sistem Penerimaan Kas dari Over the Counter Sales

    2

    Kartu gudang

    Menyerahka

    n barang

    FPT 2

    Bersama barang

    PRK

    FPT 1

    FPT 2

    FPT 2

    Membandinkan FPT 1b, 1 dan 2

    Menyerahkan

    barang kepada

    2 FPT 1

    PRK

    4

    6

    Bersama barang sebagai

    slip

  • 22

    Menurut (Mulyadi 2001 : 477 ), Sistem Penerimaan Kasdari Over the Counter

    Sales , yaitu :

    Bagian Jurnal Bagan Kartu Persediaan

    Sumber : Mulyadi, 2001:477

    Gambar 2.4

    Sistem Penerimaan Kas dari Over The Counter Sales

    Jurnal penjualan

    6 4 8 7

    PRK FPT 1

    Kartu Persediaan

    N

    Membuat Rekapitulasi

    HPP

    RHPP

    Membuat bukti

    memorial

    RHPP Bukti

    memorial

    8

    PRK FPT 1

    Bukti setor bank

    Jurnal Penerimaan

    RHPP FPT 1

    Jurnal umum

    N

    Selesai

    T 7

  • 23

    2. Penerimaan Kas dari COD Sale

    Cash on delivery sale (COD sale) adalah transaksi penjualan yang

    melibatkan kantor pos, perusahaan angkutan umum, atau angkutan sendiri

    dalam penyerahan dan penerimaan kas dari hasil penjualan.

    COD sales merupakan sarana untuk memperluas daerah pemasaran dan

    untuk memberikan jaminan penyerahan barang bagi pembeli dan jaminan

    penerimaan kas bagi perusahaan penjual.

    COD sales melalui pos belum merupakan sistem penjualan yang umum

    berlaku di indonesia. COD sales melalui pos di laksanakan dengan

    prosedur berikut ini Mulyadi (2001:456) :

    a. Pembeli memesan barang lewat surat yang di kirim melalui kantor pos.

    b. Penjual mengirimkan barang melalui kantor pos pengirim dengan cara

    mengisi formulir COD sales di kantor.

    c. Kantor pos pengirim mengirim barang dan formulir COD sales sesuai

    dengan instruksi penjual kepada kantor pos penerima.

    d. Kantor pos penerima, pada saat diterimanya barang dan formulir COD

    sales, memberitahukan kepada pembeli tentang diterimanya kiriman

    barang COD sales.

    e. Pembeli membawa surat panggilan ke kantor pos penerima dan

    melakukan pembayaran sejumlah yang tercantum dalm formulir COD

    sales. Kantor pos penerima menyerahkan barang kepada pembeli,

    dengan diterimanya kas dari pembeli.

  • 24

    f. Kantor pos penerima memberitahu kantor pos pengirim bahwa COD

    sales telah dilaksanakan.

    g. Kantor pos pengirim memberitahu penjual bahwa COD sales telah

    selesai dilaksanakan, sehingga penjual dapat mengambil kas yang

    diterima dari pembeli.

    Jika lokasi pembeli berada di kota yang sama dengan lokasi perusahaan,

    penyerahaan barang biasanya dilaksanakan sendiri oleh fungsi pengiriman

    perusahaan. pencatatan COD sales dilakukan dalam 2 jurnal sebagai berikut :

    Jurnal Penjualan :

    Pada saat barang dikirim, Bagian jurnal membuat jurnal sebagai

    berikut:

    Penjualan Tunai xx

    Pendapatan penjualan COD sales xx

    PPN Keluaran* xx

    Jurnal Penerimaan Kas :

    Pada saat kas diterima oleh Bagian Kasa. Bagian Jurnal membuat jurnal

    dalam jurnal kas sebagai berikut :

    Kas xx

    Penjualan Tunai xx

    Jika COD sales dilakukan oleh perusahaan kepada pembeli luar kota

    atau luar pulau, pengiriman dan penagihan harga barang dapat dilakukan lewat

    kantor pos atau perusahaan angkutan umum. Pencatatan COD sales dilakukan

  • 25

    pada saat barang di serahkan kepada kantor pos atau perusahaan angkutan

    umum, dengan jurnal sebagai berikut :

    Piutang COD xx

    PPN Keluaran xx

    Penjualan COD xx

    Biaya angkutan** xx

    Pada saat kas diterima dari pembeli melalui kantor pos atau perusahaan

    angkutan umum, jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah :

    Kas xx

    Piutang COD xx

    3. Penerimaan Kas dari Card Sale

    Sebenarnya credit card bukan merupakan suatu tipe penjualan namun

    merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan

    bagi penjual, yang memberikan kemudahan baik bagi pembeli, baik dalam

    over the counter sale maupun dalam penjualan yang pengiriman

    barangnya dilaksankan melalui jasa pos atau angkutan umum. Dalam over

    the counter the sale pembeli datang ke perusahaan, melakukan pemilihan

    barang atau produk yang akan di beli, melakukan pembayaran ke kasir

    dengan menggunakan kartu kredit. Dalam penjualan tunai yang

    melibatkan pos atau angkutan umum, pembeli tidak perlu datang ke

    perusahaan penjual. Pembeli memberikan persetujuan tertulis penggunaan

    kartu kredit dalam pembayaran harga barang, sehingga memungkinkan

  • 26

    perusahaan penjual melakukan penagihan kepada bank atau perusahaan

    penerbit kartu kredit.

    Menurut Mulyadi (2001: 462) fungsi yang terkait dalam sistem

    penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :

    a. Fungsi penjualan

    Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai, fungsi ini

    bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur

    penjualan tunai, dan menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk

    kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas.

    b. Fungsi kas

    Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai, fungsi ini

    bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli.

    c. Fungsi Gudang

    Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai,fungsi ini

    bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang di pesan oleh

    pembeli, serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman.

    d. Fungsi Pengiriman

    Dalam transaksi kas dari penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab

    untuk membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar

    harganya kepada pembeli.

    e. Fungsi Akuntansi

  • 27

    Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai,fungsi ini

    bertanggung jawab untuk mencatat transaksi penjualan dan penerimaan

    kas dan pembuat laporan penjualan.

    Menurut Mulyadi (2001:469) catatan akuntansi yang digunakan

    dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah:

    a. Jurnal Penjualan

    Jurnal penjualan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat dan

    meringkas data penjualan. Contoh:

    Penjualan Tunai xx

    Pendapatan Penjualan xx

    b. Jurnal Penerimaan Kas

    Jurnal penerimaan kas digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat

    penerimaan kas dari berbagai sumber, diantaranya dari penjualan

    contoh:

    Kas xx

    Penjualan Tunai xx

    c. Jurnal Umum

    Jurnal umum digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat harga

    pokok produk yang dijual.Contoh :

    Perlengkapan kantor xx

    Kas xx

  • 28

    d. Kartu Persediaan

    Kartu persediaan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat

    berkurangnya harga pokok produksi yang akan di jual

    e. Kartu Gudang

    Catatan ini tidak termasuk sebagai catatan akuntansi karena hanya

    berisi data kuantitas persediaan yang di simpan di gudang. Dalam

    transaksi penjualan tunai, kartu gudang digunakan untuk mencatat

    berkurangnya kuantitas produk yang dijual.

    G. Sistem Penerimaan Kas

    Menurut Mulyadi (2001:493-498), penerimaan kas dari piutang dapat

    dilakukan melalui 3 cara:

    1. Sistem penerimaan kas dari piutang melalui penagih perusahaan

    a. Bagian piutang memberikan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih

    kepada bagian penagih.

    b. Bagian penagih mengirimkan penagih, yang merupakan karyawan

    perusahaan, untuk melakukan penagihan kepada debitur.

    c. Bagian penagih menerima cek atas nama dan surat pemberitahuan dari

    debitur.

    d. Bagian penagih menyerahkan cek kepada bagian kasa

    e. Bagian penagih menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian

    piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.

  • 29

    f. Bagian kas mengirimkan kwitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada

    debitur.

    g. Bagian kasa menyetorkan cek ke bank, setelah cek atas cek tersebut

    dilakukan endorsment oleh pejabat yang berwenang.

    h. Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.

    2. Sistem penerimaan dari piutang melalui pos

    Jika penerimaan dari piutang dilksanakan melaui pos, maka yang

    bertanggung jawab menerima surat beserta cek adalah bagian sekretariat.

    Bagian ini membuat daftar pemberitahuan dan menyerahkan cek dan

    dilampiri dengan daftar surat pemberitahuan kepada bagian kas dan

    menyerahkan daftar surat pemberitahuan kepada bagian piutang. Bagian

    kas melakukan endorsment atas cek dan menyerahkan cek ke bank. Bagian

    piutang mencatat pengurangan piutang ke dalam kartu piutang berdasarkan

    surat pemberitahuan kepada debitur. Bagian jurnal mencatat penerimaan

    kas dari piutang didalam jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor

    piutang.

    3. Sistem penerimaan dari piutang melalui Lock-Box Collection Plan

    Dalam sistem penerimaan kas ini perusahaan membuka Pos Office box (Po

    Box) dikota yang jumlah debiturnya banyak. Perusahaan membuka

    rekening giro di bank yang terletak dikota yang sama dengan PO Box

    tersebut. Para debitur diminta untuk melakukan pembayaran utang mereka

    dengan cara mengirimkan cek ke PO Box perusahaan yang terletak dikota

  • 30

    terdekat. Penerimaan cek dikreditkan oleh bank kedalam rekening giro

    perusahaan.

    .

    H. Pengertian Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas

    Menurut Depdiknas (2003:535), Sistem akuntasi pengeluaran kas

    adalah suatu proses, cara, pembuatan, mengeluarkan alat pertukaran yang

    diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke

    bank dengan jumlah sebesar jumlah nominalnya, juga simpanan dalam bank

    atau tempat-tempat lainnya yang dapat diambil sewaktu-waktu.

    Menurut Munawir (2007:160) penggunaan atau pengeluaran kas dapat

    disebabkan adanya transaksi-transaksi sebagai berikut:

    1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun

    jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.

    2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengambilan kas

    perusahaan oleh pemilik perusahaan.

    3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun

    hutang jangka panjang.

    4. Pembelian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran biaya

    operasi yang meliputi upah atau gaji, pembelian supplies kantor,

    pembayaran sewa, bunga, premi asuransi, advertensi dan adanya persekot-

    persekot biaya maupun persekot pembelian.

    5. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden (bentuk pembagian laba

    lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda-denda dan lain sebagainya.

  • 31

    Aliran kas masuk dan aliran kas keluar akan terjadi secara terus menerus

    dalam perusahaan atau akan berlangsung terus selama berlangsungnya

    perusahaan.